cover
Contact Name
Sahri Nova Yoga
Contact Email
sahri.n.y@fkip.uisu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sahri.n.y@fkip.uisu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Bahastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 25500848     EISSN : 26142988     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal yang fokus menerbitkan Penelitian Bahasa; Penelitian Sastra; Penelitian Tindakan Kelas Bahasa; Kajian Pustaka; Pengembangan Bahan Ajar Bahasa; Media Ajar Bahasa; dan Penilaian Pembelajaran Bahasa.
Arjuna Subject : -
Articles 660 Documents
ANALISIS KESANTUNAN IMPERATIF BAHASA INDONESIA DALAM TEKS PIDATO SISWA KELAS IX SMP NEGERI 1 CIDADAP KABUPATEN SUKABUMI Yanyan Yanyan
Jurnal Bahastra Vol 5, No 1 (2020): Edisi September 2020
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v5i1.3051

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi penggunaan kalimat yang menunjukan kesantunan imperatif ajakan, permintaan, dan suruhan dalam teks pidato siswa kelas IX SMP Negeri 1 Cidadap. Jenis penelitian ini adalah jenis kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah wujud atau bentuk kalimat kesantunan imperatif yang terdapat dalam teks pidato yang di tulis siswa kelas IX SMP Negeri 1 Cidadap. Adapun Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dengan beberapa teknik, pertama yaitu teknik simak bebas cakap dan yang kedua adalah teknik catat. Hasil dari penelitian ini dan analisis yang dilakukan, terhadap  teks pidato siswa kelas IX SMP Negeri 1 Cidadap Tahun Pelajaran 2019/2020  yang berjumlah 10 naskah pidato dan 21 data yaitu:  Sebanyak 13(tiga belas) data menunjukan kesantunan imperatif ajakan, sebanyak 7 (tujuh) data menunjukan kesantunan imperatif permintaan, dan sebanyak 1 (satu) data menunjukan kesantunan imperatif suruhan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa siswa kelas IX SMP Negeri 1 Cidadap Tahun Pelajaran 2019/2020 lebih banyak menggunakan kalimat kesantunan imperatif ajakan dibandingkan dengan kalimat kesantunan permintaan maupun kalimat kesantunan suruhan.Kata kunci : Kesantunan, imperatif,  teks pidatoAbstract. This research aims  to identify and use the term to identify and use the term to identify and use the sentence to identify the use and identification of the sentence  imperative invitation in speech text, politeness of the request, politeness of the messengers  of class IX students of SMP Negeri 1 Cidadap.  The data source in this study was the speech text of grade IX students of SMP Negeri 1 Cidadap. The method used in this study is the method of listening with several techniques, the first is the technique of free speech and the second is the note-taking technique.  Which amounted to 10 speech scripts and 21 data, namely: A total of 13 (thirteen) data shows the courtesy of the invitation imperative, as many as 7 (seven) data indicate the imperative politeness of the request, and as much as 1 (one) data indicates the imperative politeness of the order.  Based on these results it can be concluded that grade IX students of SMP Negeri 1 Cidadap in the 2019/2020 Academic Year use more sentences of invitation imperative politeness than those of request politeness sentences or sent politeness sentences.   Keywords:Politeness, imperative, speechtext
NILAI MORAL DALAM LEGENDA LUTUNG KASARUNG YANG SAKTI DAN KISAH TERBAIK NUSANTARA LAINNYAKARYA KAK GUN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DI SEKOLAH Tanita Liasna
Jurnal Bahastra Vol 1, No 2 (2017): Edisi Maret 2017
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v1i2.3165

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai moral yang terkandung dalam legenda Lutung Kasarung yang Sakti dan Kisah Terbaik Nusantara Lainnya karya Kak Gun danimplikasi pembahasan legenda Lutung Kasarung yang Sakti dan Kisah Terbaik Nusantara Lainnya karya Kak Gun terhadap pembelajaranbahasa dan sastra Indonesia di sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif analisis. Hasil yang tergambar dalam penelitian ini adalah (1) Terdapat 50 nilai moral yang terkandung dalam legenda Lutung Kasarung yang Sakti dan Kisah-kisah Terbaik Nusantara Lainnya karya Kak Gun yang terbagi menjadi 7 pola, yaitu kejujuran, nilai-nilai otentik, bertanggung jawab, kemandirian moral, keberanian moral, kerendahan hati, dan realistik dan kritis (2) Implikasi legenda Lutung Kasarung yang Sakti dan Kisah Terbaik Nusantara Lainnya karya Kak Gun yakni pembelajaran dalam KD 3.7 yang berbunyi mengidentifikasi nilai-nilai dan isi yang terkandung dalam cerita rakyat (hikayat) baik lisan maupun tulisan. Media yang digunakan berupa kumpulan legenda yang akan dianalisis.Kata Kunci : nilai moral, legenda Lutung Kasarung yang Sakti dan Kisah                       Terbaik Nusantara Lainnya karya Kak Gun, implikasi,                       pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia Abstrac. This study is aimed to find out the moral values in the legendary Lutung Kasarung yang Sakti dan Kisah Terbaik Nusantara Lainnya by Kak Gun and the implications moral values of the legendary Lutung Kasarung yang Sakti dan Kisah Terbaik Nusantara Lainnya by Kak Gun to learning Indonesian language and literature at school. The method which used in this research is descriptive qualitative method of analysis. The results of this study indicatedare (1) There are 50 moral values in the in the legendary Lutung Kasarung yang Sakti dan Kisah Terbaik Nusantara Lainnya by Kak Gun divided into 7 patterns is honesty, authentic values, responsibility, independence moral, moral bravery, humility, and realistic and critical (2) Implications in the legendary Lutung Kasarung yang Sakti dan Kisah Terbaik Nusantara Lainnya by Kak Gun in the KD 3.7 which reads identifying values and content contained in folklore (saga) both oral and written. The media used is a collection of legends to be analyzed.Keywords: moral values, the legendary Lutung Kasarung yang Sakti dan Kisah Terbaik Nusantara Lainnya by Kak Gun, implications, learning Indonesian language and literature
IMPLEMENTASI PENAFSIRAN ATAS CERPEN SRI TANJUNG EDAN KARYA BRE REDANA KE DALAM BAHASA TUBUH Mutia Dewi Septiani
Jurnal Bahastra Vol 5, No 1 (2020): Edisi September 2020
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v5i1.3002

Abstract

Abstrak. Penelitian ini mengacu pada studi sastra bandingan yakni alih wahana dari cerpen “Sri Tanjung Edan” karya Bre Redana ke dalam seni tari. Berdasarkan analisis tokoh dan penokohan, maka perwatakan tokoh utama dalam cerpen tersebut yang bernama Kustiyah akan diadaptasi ke dalam gerak tari. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pengumpulan data berdasarkan teknik baca, teknik catat, dan dokumentasi. Penelitian yang telah dilakukan memperoleh bentuk transformasi dari perwatakan tokoh Kustiyah ke dalam gerakan-gerakan tari, di antaranya; tokoh Kustiyah merupakan sosok perempuan yang memiliki rasa tanggung jawab yang cukup besar diadaptasi ke dalam gerak tari nyawang, fokus dalam mencapai suatu tujuan diadaptasi ke dalam gerak tari sembah, dan sosok perempuan yang cantik diadaptasi ke dalam lintasan gerak tari sembada kanan, lintasan gerak tari sembada kiri, galeong, dan ngageulis.Kata Kunci: Cerpen, Tokoh dan Penokohan, Alih                      Wahana.Abstract. This research refers to a comparative literary study, namely the transfer of a vehicle from short stories “Sri Tanjung Edan” Bre Redana works into dance. Based on character analysis and characterization, the character of the main character in the short story named Kustiyah will be adapted into dance movements. This study uses qualitative research methods with data collection based on reading techniquest, nite taking techniquest, and documentation. The research that has been carried out has obtained a form of transformation from the characterization of the Kustiyah figures into dance movement, including; Kustiyah is a female figure who has a big sanse of responsibility adapted to the nyawang dance movement, focus on archieving a goal adapted into the sembah dance movement, and a beautiful female figure adapted into the sembada kanan dance trajectory, the sembada kiri, galeong, and ngageulis dance trajectory.Keywords: Short stories, Characters and                   characterizations, Over Rides
PERAN SERTA ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN KARAKTER ANAK Lisa, Amalia Intan, Uchi
Jurnal Bahastra Vol 2, No 2 (2018): Edisi Maret 2018
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v2i2.3016

Abstract

Abstrak. Pendidikan karakter merupakan kebutuhan yang digunakan secara berkelanjutan guna untuk membangkitkan serta menguatkan suatu kesadaran seseorang bahwa masa yang akan datang masa dimana yang lebih baik lagi haruslah diupayakan dengan membangun serta menguatkan karakter seseorang karena pendidikan karakter tidak hanya dibutuhkan di sekolah saja namun di lingkungan sosial juga . Belakangan ini banyak sekali kenakalan anak diusia yang masih sangat belia yang menandakan kurangnya pendidikan karakter di sekitarnya. Dalam menumbuhkan pendidikan karakter seseorang perlu adanya kesadaran dari berbagai pihak untuk pembentukan suatu karakter seseorang. Salah satu pihak yang paling utama untuk membentuk karakter seseorang ialah orang tua. Orang tua adalah pondasi dalam segala pembentukan karakter seorang anak. Peran orang tua sangat mempengaruhi pembentukan karakter anak. Termasuk itu motivasi, dukungan serta ada dan tidaknya orang tua di kehidupan sehari-hari anak. Pendidikan karakter juga perlu diajarkan baik di sekolah maupun di rumah dan bahkan di lingkungn sekitar untuk membentuk anak yang memiliki akhlak dan kepribadian yang baik. Kata  Kunci: Pendidikan Karakter, Peran Orang Tua
THE CODE MIXING IN THE CLASSROOM CONVERSATION OF FIRST SEMESTER STUDENTS OF UNIVERSITY OF HKBP NOMMENSEN PEMATANG SIANTAR Leonita Maria E Manihuruk
Jurnal Bahastra Vol 3, No 2 (2019): Edisi Maret 2019
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v3i2.3184

Abstract

Abstrak. Tesis ini adalah analisis tentang pencampuran kode dari percakapan siswa di kelas. Pencampuran kode terjadi ketika sebuah kata atau ucapan dari bahasa elemen A dicampur ke dalam konteks bahasa bahasa B. Disebabkan oleh globalisasi teknologi saat ini, banyak orang cenderung untuk mencampur bahasa mereka, terutama bahasa Indonesia ke bahasa Inggris dalam percakapan mereka. Jadi masalah yang dirumuskan dalam tesis ini adalah “apa jenis pencampuran kode yang digunakan oleh mahasiswa semester pertama Universitas HKBP NommensenPematangsiantar dalam percakapan mereka di kelas, dan apa pencampuran kode dominan yang digunakan oleh mahasiswa semester pertama Universitas HKBP NommensenPematangsiantar dalam percakapan mereka di ruang kelas? Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif karena data yang terkumpul dan hasil analisis data berupa kalimat. Instrumen dalam mengumpulkan data adalah teknik rekaman dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan dalam tesis ini adalah rekaman pencampuran kode dalam percakapan siswa. Data dianalisis berdasarkan teori Hoffman. Hasil penelitian ini bahwa ada tiga jenis pencampuran kode yang ditemukan dalam percakapan siswa di kelas. Mereka adalah: pencampuran kode intra-sentensial, intra-leksikal pencampuran kode, dan melibatkan perubahan pengucapan. Secara total, ada 25 campur kode dan 10 percakapan yang mewakili campur kode. Persentase pencampuran kode intra-sentensial adalah 24%, pencampuran kode intra-leksikal adalah 68%, dan melibatkan perubahan pengucapan adalah 8%. Dari persentase di atas, dapat disimpulkan bahwa pencampuran kode intra-leksikal adalah pencampuran kode yang paling dominan digunakan oleh mahasiswa semester pertama Universitas HKBP NommensenPematangsiantarin percakapan mereka di kelas. Temuan ini menyiratkan bahwa pencampuran kode diterima oleh siswa sebagai aspek penting variasi bahasa dalam masyarakat.Kata kunci: Pencampuran Kode, Sosiolinguistik Abstract. This thesis is an analysis on the code mixing of students’conversation in the classroom. Code mixing occurs when a word or an utterances from element language A is mixed into the language context of language B. Caused by the globalization of technology nowadays, many people tend to mix their language, especially Indonesian to English language in their conversations. So the problems formulated in this thesis are “what are the types of code mixing used by the first semester students of University of HKBP NommensenPematangsiantar in their conversation in the classroom, and what is the dominant code mixing used by the first semester students of University of HKBP NommensenPematangsiantar in their conversation in the classroom?”  This research is a descriptive qualitative research because the collected data and the result of data analysis are in the form of sentences. The instrument in collecting the data is record and documentative technique. The data collected in this thesis is the recording of code mixing in the students’conversations. The data were analyzed based on Hoffman’s theory. The result of this research that there are three types of code mixing found in students’conversation in the classroom. They are : intra-sentential code mixing, intra-lexical of code mixing, and involving a change of pronunciation. Totally, there are 25 code mixing and 10 conversations representing code mixing. The percentage of intra-sentential code mixing is 24%, intra-lexical code mixing is 68%, and involving a change of pronunciation is 8%. From the percentage above, it can be concluded that intra-lexical code mixing is the most dominant code mixing used by first semester students of University of HKBP NommensenPematangsiantarin their conversation in the classroom. The findings implies that the code mixing is being accepted by the students as an important aspect variety of language in society.Keywords : Code Mixing, Sociolinguistics
Penerapan Metode Pemodelaan dalam Pem belajaran Menulis Puisi pada Siswa Kelas VIII MTsN 2 Kota Bengkulu inge sherendita inge; inge sherendita inge; mindani mindani mindani; ixsir eliya ixsir
Jurnal Bahastra Vol 3, No 2 (2019): Edisi Maret 2019
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v3i2.4169

Abstract

Penerapan metode pemodelan dalam pembelajaran menulis puisi pada siswa kelas VIII di MTsN 2 Kota Bengkulu dan  faktor penghambat dan pendukung penerapan metode pemodelan menulis puisi pada siswa kelas VIII di MTsN 2 Kota Bengkulu. Tujuan penelitian mendeskripsikan bagaimana proses pembelajaran menulis puisi pada siswa kelas VIII di MTsN 2 Kota Bengkulu dan mendeskrisikan apakah prinsip-prinsip metode pemodelan sudah diterapkan dalam pembelajaran menulis puisi pada siswa pada siswa kelas VIII di MTsN 2 Kota Bengkulu.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang terdiri atas tahap perencanaan, pengumpulan data, proses pelaksanaan, tahapan-tahapan, dan tahap evaluasi penerapan metode pemodelan. Subjek penelitianya yaitu guru dan siswa kelas VIII A MTsN 2 KOTA Bengkulu. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh melalui proses Triagulasi sumber data dan Triagulasi Teknik. Analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukan bahwa Penerapan Metode Pemodelan dalam Pembelajaran Menulis Puisi pada Siswa kelas VIII MTsN 2 Kota Bengkulu dapat dikatakan terlaksana dengan baik, dan berjalan dengan semestinya. Hal ini dapat dilihat evaluasi hasil belajar siswa yang diatas rata-rata walaupun ada sebagian siswa yang hasil puisinya kurang menarik. Evaluasi pembelajaran dilakukan dengan penugasan untuk menulis puisi, adapun aspek yang di evaluasi yaitu tulisan yang dihasilkan oleh para siswa berupa kesesuaian isi, judul, kerapian, penggunaan majas dan penggunaan diksi.
THE EFFECT OF THINK TALK WRITE STRATEGYTO THE STUDENTS` ABILITY IN WRITING DESCRIPTIVE TEXT Asima Rohana Sinaga
Jurnal Bahastra Vol 4, No 1 (2019): Edisi September 2019
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v4i1.3217

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Strategi Menulis Talk Talk pada Teks Deskriptif Siswa. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilakukan dengan menerapkan desain Quasi-Eksperimental. Peneliti mengambil 60 siswa yang digunakan sebagai populasi dan 60 siswa dipilih sebagai sampel penelitian dengan menggunakan cluster sampling. Data diperoleh melalui tes esai. Tulisan siswa dinilai dengan menggunakan Brown's Formula. Untuk menganalisis data, penulis menggunakanIBMSPSS 20.0. Dari analisis data, rata-rata skor menulis pada kelompok eksperimen adalah 81,58, sedangkan rata-rata skor menulis pada kelompok kontrol adalah 64,20. Hasil analisis data menunjukkan skor t-test lebih tinggi dari t-tabel (5,12 1,67). Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari penggunaan strategi pengajaran Think Talk Write terhadap kemampuan siswa dalam menulis teks deskriptif.Kata kunci: Think Talk Write (TTW), Stategy, Menulis, Deskriptif Abstract. This research is intended to know the effect of using Think Talk Write Strategy on Students’ Writing Descriptive Text. This research is quantitative research. This research was conducted by applying Quasi-Experimental design. The researcher took 60 students were used as the population and 60 students chosen as the sample of the research by using cluster sampling.The data was gained through essay test. The students’ writing was scored by using Brown’s Formula. To analyze the data, the writer usedIBMSPSS 20.0. From data analysis, mean of the writing score in experimental group is 81.58, meanwhile mean of the writing score in control group is 64.20. The result of analyzing the data shows the score of t-test is higher than t-table (5.12 1.67). It can be concluded that there is a significant effect of usingThink Talk Write teaching strategy to the students` ability  in writing a descriptive text.Keywords: Think Talk Write (TTW), Stategy, Writing,  Descriptive
KORELASIONAL KARAKTER BERDEMOKRASI DAN HASIL BELAJAR PKN DI SMA NEGERI 2 PEMATANGSIANTAR Sepriandison Saragih
Jurnal Bahastra Vol 3, No 1 (2018): Edisi September 2018
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v3i1.2707

Abstract

Abstrak. Karakter demokratisasi dikembangkan dengan paradigma baru tentang keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, yang tidak hanya aktif dalam proses pembelajaran, tetapi mereka juga diberi kesempatan untuk menentukan kegiatan belajar yang akan mereka lakukan, bersama dengan guru-guru mereka yang memiliki semua bentuk-bentuk hubungan positif antara persepsi karakter dengan hasil belajar siswa. Prioritas pendidikan karakter yang tertanam pada siswa SMA Negeri 2 Pematangsiantar tercermin dalam proses pembelajaran yang diterapkan oleh guru kewarganegaraan yang sangat mendukung pembentukan karakter demokrasi. Tujuan atau penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan karakter siswa kelas X SMA Negeri 2 Pematangsiantar; (2) untuk mengetahui hasil belajar kewarganegaraan siswa SMA Negeri 2 Pematangsiantar; dan (3) untuk mengetahui korelasional antara karakter demokrasi dan hasil belajar kewarganegaraan siswa SMA Negeri 2 Pematangsiantar. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian adalah semua siswa di kelas X SMA Negeri 2 Pematangsiantar. Jumlah sampel penelitian adalah 60orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) karakter demokrasi kewarganegaraan siswa kelas X SMA Negeri 2 Pematangsiantar cukup baik, dan tinggi, di mana siswa menegakkan karakter demokrasi dengan baik dalam lingkungan sekolah dan masyarakat;(2) hasil belajar kewarganegaraan siswa kelas X SMA Negeri 2 Pematangsiantar cukup baik dengan rata-rata 75,98; dan (3) terdapat korelasional antara karakter demokrasi dan hasil belajar kewarganegaraan siswa kelas X SMA Negeri 2 Pematangsiantar di mana berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh r hitung (0,396) r tabel (0,148). Jadi, dapat disimpulkan bahwa koefisien korelasional untuk 0,396 adalah signifikan, yang berarti ditemukan hubungan antara variabel X (karakter demokrasi) dan variabel Y (hasil belajar kewarganegaraan).Kata kunci: Relasi, Karakter Demokrasi, Kewarganegaraan,                     Hasil Belajar Abstract. The character of democratization was developed with a new paradigm of student involvement in the learning process, which is not only active in the learning process, but they are also given the opportunity to determine the learning activities they will do, together with their teachers who have all forms of positive relations between character perception with student learning outcomes. The priority of character education embedded in SMA Negeri 2 Pematangsiantar is reflected in the learning process implemented by citizenship teachers who strongly support the formation of democratic character. The objectives of this research are: (1) to describe the character of Grade X students of SMA Negeri 2 Pematangsiantar; (2) to find out the results of citizenship learning at SMA Negeri 2 Pematangsiantar students; and (3) to find out the correlation between the character of democracy and the citizenship learning outcomes of SMA Negeri 2 Pematangsiantar students. The research method uses a quantitative descriptive approach with the correlational method. The study population was all students in class X SMA Negeri 2 Pematangsiantar. The number of research samples is 60 people. The results of this study indicate that: (1) the democratic character of citizenship in class X of SMA Negeri 2 Pematangsiantar is quite good, and high, where students uphold the democratic character well in the school and community environment; (2) the citizenship learning outcomes of grade X students of SMA Negeri 2 Pematangsiantar were quite good with an average of 75.98; and (3) there is a correlation between the character of democracy and citizenship learning outcomes of grade X students of SMA Negeri 2 Pematangsiantar where based on the results of data processing r counts (0.396) r tables (0.148). So, it can be concluded that the correlational coefficient for 0.396 is significant, which means that the relationship between variable X (democratic character) and Y variable (citizenship learning outcomes) is found.Keywords: Relationships, Character of Democracy,                   Citizenship, Learning Outcomes
Analisis Kesalahan Surat Dinas Desa Bojongsawah Sebagai Bahan Pembelajaran Siswa Kelas VII SMP Gita Restu Rahayu
Jurnal Bahastra Vol 2, No 1 (2017): Edisi September 2017
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v2i1.1367

Abstract

Analisis Kesalahan Surat Dinas Desa Bojongsawah Sebagai Bahan Pembelajaran Siswa Kelas VII SMP
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBING-PROMPTING TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS NASKAH PIDATO SISWA KELAS IX MTs. MALNU KABUPATEN LEBAK Meliyawati, Ani Priska Andayani Eri Herdiana
Jurnal Bahastra Vol 4, No 2 (2020): Edisi Maret 2020
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v4i2.3233

Abstract

Abstrak. Pengaruh Model Pembelajaran Probing prompting terhadap Kemampuan Menulis Naskah Pidato pada Siswa Kelas IX MTs. Malnu Kabupaten Lebak Rumusan dalam penelitian  ini adalah untuk menjawab  pertanyaan yang dikemukakan tentang apakah terdapat pengaruh  model pembelajaran Probing prompting terhadap kemampuan menulis naskah pidato pada siswa Kelas IX MTs. Malnu Kabupaten Lebak Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, dengan mengambil siswa Kelas IX MTs. Adapun teknik sampel menggunakan classter random sampling. Hasil undian yang dilakukan terhadap kedua yang ada diperoleh yaitu kelas X-B sebagai kelas eksperimen dan Kelas IX-A sebagai kelas kontrol. Masing-masing kelas berjumlah 22 dan 25 siswa. Berdasarkan data nilai tes kemampuan menulis naskah pidato dengan menggunakan model pembelajaran probing prompting siswa Kelas IX. Hal tersebut ditunjukan bahwa rata-rata kemampuan tersebut adalah 79,5  dengan nilai terendah 65 dan nilai tertinggi 90, memiliki nilai median 80,2 dan modus 81,5. Sedangkan kemampuan menulis naskah pidato dengan menggunakan model ekspositori pada siswa Kelas IX MTs. Malnu Kabupaten Lebak sebagai kelas kontrol  cukup. Hal tersebut ditunjukan oleh hasil pengujian hipotesis (Uji t) dengan taraf signifikan 0,05  yaitu thitung  5,00 lebih besar dari ttabel 2,026 maka HO ditolak dan HI diterima.Kata Kunci: Metode Probing prompting dan Kemampuan Menulis Naskah Pidato