cover
Contact Name
Delviana Buulolo
Contact Email
tithadlvn96@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
fpsi@unprimdn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Psikologi Prima
ISSN : 20883633     EISSN : 25988026     DOI : https://doi.org/10.34012
PSIKOLOGI PRIMA merupakan jurnal ilmiah yang mengkaji ilmu psikologi sebagai media dalam menyajikan hasil-hasil penelitian psikologi industri dan organisasi, pendidikan, perkembangan, kepribadian, sosial, kewirausahaan, klinis dan kesehatan maupun isu-isu yang terkait yang bersumber dari konteks keanekaragaman sosial dan budaya yang berkembang di masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 240 Documents
TENDENCY OF VICTIM BULLYING BASED ON ASSERTIVE BEHAVIOR BY STUDENTS OF SMA SWASTA RAKSANA MEDAN Dwi Ezra Ngalem
Psikologi Prima Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v2i2.830

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku asertif dengan kecenderungan menjadi korban bullying. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan negatif antara perilaku asertif dengan kecenderungan menjadi korban bullying, dengan asumsi semakin tinggi perilaku asertif maka semakin rendah kecenderungan menjadi korban bullying dan sebaliknya semakin rendah kecenderungan menjadi korban bullying, maka semakin tinggi perilaku asertif. Subjek penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah siswa-siswi SMA Raksana Medan sebanyak 105 orang. Data diperoleh dari skala untuk mengukur kecenderungan menjadi korban bullying dan perilaku asertif. Perhitungan dilakukan dengan melakukan uji prasyarat analisis (uji asumsi) yang terdiri dari uji normalitas sebaran, dan uji linearitas hubungan. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan korelasi Product Moment melalui bantuan SPSS 19 for Windows. Hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi sebesar -0.209 (p<0.05). Ini menunjukkan bahwa adanya hubungan negatif antara perilaku asertif dengan kecenderungan menjadi korban bullying. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sumbangan yang diberikan variabel perilaku asertif terhadap kecenderungan menjadi korban bullying adalah sebesar 4,4 persen, selebihnya 95,6 persen di pengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis penelitian ada hubungan negatif antara perilaku asertif dengan kecenderungan menjadi korban bullying dapat diterima.
PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA TERHADAP SELF-EFFICACY PENYALAHGUNA NAPZA PADA TAHAP RE-ENTRY DI BALAI BESAR REHABILITASI BNN LIDO SUKABUMI Aliah B Purwakania Hasan
Psikologi Prima Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v2i2.882

Abstract

This study aims to determine whether there is any effect of family support for the self-efficacy of drug users in a large hall rehabilitation BNN Lido Sukabumi and how much influence the social support. The theory used in this study is Albert Bandura's theory that addresses self-efficacy and Friedman's theory that addresses family support. Population and sample used in this study is resident rehabilitated at the stage of re-entry in rehabilitation BNN Lido amounted to 41 people with the use of non-probability sampling that the saturation sampling and questionnaire as a data collection tool. The results were that the requirements of normality with significant value for the variable of social support 0.733 and 0.937 for the variable self-efficacy otherwise normal, social support variable reliability values are 0.8998 and 0.8883 for the variable self-efficacy. The results obtained by using simple linear regression test showed that there is influence of social support for the self-efficacy of drug users, with a significance value of 0.000 (0.000 <than 0.05), meaning that the higher the social support that is given to the maximum will produce good self-efficacy.
KECEMASAN MENYUSUN SKRIPSI DITINJAU DARI PERFEKSIONISME PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS PRIMA INDONESIA Rizky Amelia Lubis
Psikologi Prima Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v2i2.879

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perfeksionisme dengan kecemasan pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Prima Indonesia Medan. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara perfeksionisme dengan kecemasan, dengan asumsi semakin tinggi perfeksionisme, maka semakin tinggi kecemasan dan sebaliknya semakin rendah perfeksionisme, maka semakin rendah kecemasan. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Prima Indonesia Medan sebanyak 90 orang mahasiswa. Data diperoleh dari skala untuk mengukur perfeksionisme dan kecemasan. Perhitungan dilakukan dengan melakukan uji prasyarat analisis (uji asumsi) yang terdiri dari uji normalitas dan uji linearitas. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan korelasi Product Moment melalui bantuan SPSS 18 for windows. Hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0.260 dan nilai signifikansi sebesar 0.007 (p < 0.05). Ini menunjukkan ada hubungan positif antara perfeksionisme dengan kecemasan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sumbangan yang diberikan variable perfeksionisme terhadap kecemasan sebesar 6.8 persen, selebihnya 92.2 persen dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis penelitian adanya hubungan positif antara perfeksionisme dengan kecemasan dapat diterima.
GAMBARAN PROSES GRIEVING PADA DEWASA AWAL YANG MENGALAMI KEHILANGAN ANGGOTA KELUARGA AKIBAT VIRUS COVID-19 Aliah B Purwakania Hasan; Adelia Dwiartyani; Hanifah Arief
Psikologi Prima Vol. 4 No. 1 (2021): Psikologi Prima
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v4i1.1864

Abstract

Pandemi COVID-19 telah merenggut banyak jiwa dan meninggalkan dunia dengan duka atau grieving yang besar. Pada dewasa awal cenderung menghadapi proses grieving yang intens dan berkepanjangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran proses grieving pada dewasa awal yang mengalami kehilangan anggota keluarga akibat virus COVID-19. Penelitian ini menggunakan teori empat tugas proses grieving yang dikemukakan oleh William Worden. Subjek penelitian ini berjumlah 3 orang wanita yang merupakan dewasa awal yang berusia 22-23 tahun yang mengalami kehilangan anggota keluarga akibat virus COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi, dengan teknik pengambilan data observasi dan wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga subjek mampu menyelesaikan empat tugas proses grieving dengan cara yang berbeda walaupun berada di era pandemi dimana tidak bisa berkomunikasi dengan langsung dengan orang-orang terdekat, tidak dapat menyaksikan pemakaman almarhum, tidak dapat mendampingi almarhum pada terakhir kalinya, bahkan terkena musibah lain seperti anggota keluarga lain juga terkena COVID atau ayah meninggal seminggu setelah ibu meninggal terkena COVID. Para subjek mampu melewati proses grieving karena beberapa hal yaitu adanya keyakinan dan kemauan yang terdapat dari diri sendiri, mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta memiliki pekerjaan yang membantu mengalihkan fokus mereka atas kesedihannya.
PENGARUH INFERIORITY FEELING TERHADAP KECENDERUNGAN MELAKUKAN KEKERASAN DALAM BERPACARAN PADA DEWASA AWAL DI KARAWANG Sinta Nopiyanti; Nuram Mubina; Marhisar Simatupang
Psikologi Prima Vol. 4 No. 1 (2021): Psikologi Prima
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v4i1.1908

Abstract

Kecenderungan melakukan kekerasan dalam berpacaran bisa terjadi kepadasiapapun, baik itu laki-laki maupun perempuan. Individu yang memiliki tingkat inferiorityfeeling tinggi tentu akan mempengaruhi bagaimana individu tersebut berperilaku dalam suatuhubungan. Bentuk dari kecenderungan kekerasan dalam berpacaran adalah kekerasanpsikologis, kekerasan finansial, kekerasan seksual, dan kekerasan fisik. Tujuan dari penelitianini adalah untuk mengetahui pengaruh inferiority feeling terhadap kecenderungan melakukankekerasan dalam berpacaran pada dewasa awal di Karawang. Penelitian ini menggunakanmetode penelitian kuantitatif dengan teknik sampling snowball dan kuota. Partisipan padapenelitian ini adalah dewasa awal berusia 18-40 tahun, berdomisili di Karawang dan menjalinsuatu hubungan dengan pasangan. Jumlah partisipan dalam penelitian ini adalah sebanyak647 orang, dengan jumlah partisipan laki-laki sebanyak 378, dan perempuan sebanyak 269.Metode pengumpulan data dilakukan dengan bantuan google form yang disebar melaluisosial media. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian adalah the feeling of inadecuacyscale dengan jumlah aitem 38, dan skala kecenderungan kekerasan dalam berpacaran denganjumlah aitem 66. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inferiority feeling memiliki pengaruhsebanyak 28% terhadap kecenderungan melakukan kekerasan dalam dalam berpacaran padadewasa awal di Karawang.
PENGARUH EFIKASI DIRI DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP OPTIMISME MENGHADAPI DUNIA KERJA SISWA KELAS XII SMK IPTEK SANGGABUANA PANGKALAN KARAWANG Winda Sri Pramesti Nugraha; Cempaka Putrie Dimala; Arif Rahman Hakim
Psikologi Prima Vol. 4 No. 1 (2021): Psikologi Prima
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v4i1.1909

Abstract

Dunia kerja merupakan dunia tempat sekumpulan individu dalam melakukan suatu aktivitas kerja baik di dalam perusahaan maupun organisasi. Sulitnya mendapatkan pekerjaan di masa globalisasi ini menjadi topik hangat yang sangat meresahkan bagi lulusan-lulusan SMK yang memang belum memiliki pengalaman dalam bekerja. Optimisme merupakan suatu pandangan secara menyeluruh melihat semua hal yang baik dan bisa berpikir secra positif serta berpikir peristiwa buruk hanya bersifat sementara. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efikasi diri dan dukungan sosial terhadap optimisme menghadapi dunia kerja siswa kelas XII SMK IPTEK Sanggabuana Pangkalan Karawang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jumblah populasi keseluruhan kelas XII 270 siswa penggambilan sampel menggunakan sampling kuota yang berjumlah 152 siswa. Hasil uji hipotesis bahwa terdapat pengaruh efikasi diri dan dukungan sosial terhadap optimisme menghadapi dunia kerja siswa kelas XII SMK IPTEK Sanggabuana Pangkalan Karawang dengan jumlah nilai sebesar 51,3% dan nilai signifikan sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05).
KONFORMITAS TEMAN SEBAYA DAN PERILAKU BULLYING DI SMP NEGERI 6 KARAWANG Eka Lala Andriani; Marhisar Simatupang; Wina Lova Riza
Psikologi Prima Vol. 4 No. 1 (2021): Psikologi Prima
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v4i1.1912

Abstract

Permasalah dalam penelitian ini adalah adanya tindakan bullying yang terjadi padaSMPN 6 Karawang. Perilaku bullying yang berdampak pada penyimpangan disebabkan olehadanya konformitas teman sebaya. peneliti melakukan penelitian yang bertujuan untukmengetahui hubungan antara konformitas teman sebaya dengan perilaku bullying pada siswaSMPN 6 Karawang barat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, mengukur dengan caramenyebar kuesioner. Subjek penelitian ini berjumlah 188 responden. Pada penelitian inimenggunakan variabel terikat konformitas teman sebaya, dan variabel bebas yaitu perilakubullying. pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik cluster random sampling. Teknikcluster random sampling digunakan untuk menentukan sampel bila obyek yang akan diteliti atausumber data sangat luas. Uji hipotesis diperoleh signifikansi menunjukkan bahwa tingkat errorberada dibawah 0.01 yang artinya hasil penelitian ini akurat sampai dengan 99% dan koefisiendeterminan sebesar 0,289 mengandung arti bahwa variabel konformitas mempengaruhi variabelbullying sebesar 28.9%. Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan secara signifikan antaravariabel konformitas teman sebaya dengan perilaku bullying.
PENGARUH KONFLIK PERAN GANDA TERHADAP STRES KERJA PADA PEREMPUAN BEKERJA DI PT HASIL RAYA INDUSTRI KARAWANG Eliana Eliana; Linda Mora Siregar; Nur Ainy Sadijah
Psikologi Prima Vol. 4 No. 1 (2021): Psikologi Prima
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v4i1.1913

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat streskerja, seberapa tinggi tingkat konflik peran ganda yang di alami dan juga untuk mengetahuiapakah terdapat pengaruh antara stres kerja dan konflik peran ganda pada perempuan bekerjaPT Hasil Raya Industri Karawang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif denganmetode pengambilan sampel nonprobability sampling dan jenis sampling menggunakanteknik sampling jenuh atau sensus dengan jumlah subjek sebanyak 159 orang. Teknik yangdigunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioneratau angket dengan skala likert. Hasil yang di dapatkan dalam penelitian ini adalah adanyapengaruh konflik peran ganda terhadap stres kerja pada perempuan bekerja di PT hasil rayaindustri karawang.
Perbedaan Intensi Berwirausaha antara Wirausahawan dan Non-Wirausahawan Ditinjau dari Kepribadian Rianda Elvinawanty; Ivory -; Tjeng Ferra Dhammayanti; Elvina Yaputri; Mega Elfrida Sihombing; Inka Natalia
Psikologi Prima Vol. 3 No. 1 (2020): Psikologi Prima
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v3i1.1195

Abstract

Entrepreneurs can help reduce unemployment and poverty in Indonesia. Someone who wants to be an entrepreneur is detectable from the entrepreneurial intention. Entrepreneurs and non-entrepreneurs (civil servants) have different personality characteristics. This study aimed to examine the relationship between personality and occupation with entrepreneurial intentions, and differences between entrepreneur and civil servants' entrepreneurial intentions. Research subjects were 100 entrepreneurs and 100 civil servants selected with purposive sampling method. Data collection method used Likert scales, namely personality scale (35 items, α = .923) and entrepreneurial intention scale (24 items, α = .899). Data analysis used analysis of covariance (ANCOVA) with SPSS 16 for Windows. Data analysis results showed personality was positively related to entrepreneurial intentions (Sig. = .000 < p = .05), occupation affected entrepreneurial intentions (Sig. = .000 < p = .05), and the mean of entrepreneurial intentions of entrepreneurs' (73.67) was higher than civil servants’ (71.58).
PERAN BK DALAM IDENTIFIKASI KEBUTUHAN DAN MASALAH SISWA (IKMS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR: IKMS, Peran BK, motivasi belajar Wachid Hadicahyono
Psikologi Prima Vol. 3 No. 1 (2020): Psikologi Prima
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v3i1.1243

Abstract

Identification of student needs and problems is one of the instruments used in this study. The aims and objectives of this study were a response to the decline in student motivation at SMAN 1 Pagaden. The author as a counseling teacher collaborates with the homeroom teacher and subject teacher to find a formulation that can increase student motivation again. Furthermore, this study is an effort to improve student learning outcomes in Class X IPS 2 which is based on statistics among other class X IPS, on average, students experience difficulties in learning. This can be seen from the achievement of scores where many students get scores below the KKM (Minimum Completeness criteria). Based on the results of the analysis of the identification of student needs and problems (IKMS), it was found that the lack of student motivation in Class X IPS 2 was caused by experiencing saturation with the monotonous teaching style of the teacher. These findings become recommendations to class X IPS 2 class teachers and subject teachers to change teaching styles. Different situations in the learning process actually provide a very significant increase in learning outcomes from around 57% to 84%. This research is expected to become a model of cooperation between subject teachers in order to produce integrated learning

Page 3 of 24 | Total Record : 240