cover
Contact Name
Delviana Buulolo
Contact Email
tithadlvn96@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
fpsi@unprimdn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Psikologi Prima
ISSN : 20883633     EISSN : 25988026     DOI : https://doi.org/10.34012
PSIKOLOGI PRIMA merupakan jurnal ilmiah yang mengkaji ilmu psikologi sebagai media dalam menyajikan hasil-hasil penelitian psikologi industri dan organisasi, pendidikan, perkembangan, kepribadian, sosial, kewirausahaan, klinis dan kesehatan maupun isu-isu yang terkait yang bersumber dari konteks keanekaragaman sosial dan budaya yang berkembang di masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 240 Documents
PERBEDAAN KONFORMITAS DITINJAU DARI JENIS KELAMIN PADA REMAJA DI SEKOLAH MADRASAH TSANAWIYAH IRSYADUL ISLAMIYAH KECAMATAN BAGAN SINEMBAH Istiana Nur Ainun
Psikologi Prima Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.551 KB) | DOI: 10.34012/psychoprima.v1i2.366

Abstract

Penelitian ini untuk melihat Perbedaan Konformitas Ditinjau dari Jenis Kelamin Pada Remaja di Sekolah Madrasah Tsanawiyah Irsyadul Islamiyah Kecamatan Bagan Sinembah. Diasumsikan bahwa remaja perempuan lebih tinggi konformitasnya dibandingkan remaja laki-laki. Penelitian ini disusun berdasarkan Metode Skala Likert dengan menggunakan Skala Konformitas disusun berdasarkan aspek-aspek konformitas menurut Taylor (2004) yaitu: Peniruan, Penyesuaian, Kepercayaan, Kesepakatan, dan Ketaatan. Berdasarkan analisis data, maka diperoleh hasil sebagai berikut : Terdapat perbedaan konformitas berdasarkan analisis data dengan menggunakan Analisis Varian 1 jalur, adapun hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada perbedaan konformitas remaja laki-laki dan remaja perempuan ditinjau dari jenis kelamin.Hasil ini diketahui dengan melihat nilai koefisien Anava F = 531,864 dengan koefisien signifikan 0,000. Hal ini berarti nilai signifikan yang diperoleh lebih kecil dari 0,050. Berdasarkan hasil ini berarti hipotesis yang diajukan diterima. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja yang bersekolah di Madrasah Tsanawiyah Irsyadul Islamiyah Kecamatan Bagan Sinembah Kelas VII dan VIII yang berjumlah 160 orang meliputi 75 Orang Laki-laki dan 85 orang perempuan. Teknik Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik quota sampling adalah teknik yang dilakukan pengambilan sampel dengan cara menetapkan jumlah sampel tertentu sebagai target yang harus dipenuhi dalam pengambilan sampel dari populasi. Sampel yang diambil adalah sebanyak 60 orang yaitu 30 remaja laki-laki dan 30 remaja perempuan.
TERAPAN METODE COGNITIVE MAPPING APPROACH UNTUK MODEL MENTAL LINGKUNGAN DALAM DUNIA PENDIDIKAN Aliah B. Purwakania Hasan
Psikologi Prima Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1490.7 KB) | DOI: 10.34012/psychoprima.v1i2.375

Abstract

Untuk mengatasi masalah lingkungan yang terjadi pada saat ini, penyelenggaraan pendidikan lingkungan untuk pembangunan yang berkelanjutan merupakan kebutuhan yang tidak dapat diingkari. Pendidikan ini penting untuk membentuk perilaku pro-lingkungan. Pemikiran manusia tentang interaksi lingkungan dan manusia sangat menentukan bagaimana perilaku lingkungan seseorang. Pemikiran ini terpetakan dalam sistem ingatan manusia dalam bentuk model mental lingkungan. Makalah ini bertujuan untuk membahas bagaimana Cognitive Mapping Approach (CMA) dapat menjadi alat untuk mengevaluasi model mental lingkungan dalam dunia pendidikan. Sebagai studi kasus, dipergunakan penelitian yang dilakukan oleh Melissa R. Wuellner, Leslie Vincent, dan Brandi Felts (2017) pada peserta mata kuliah konservasi lingkungan di South Dakota State University. Hasil dari penerapan metode CMA ini menunjukkan implikasi evaluasi model mental mahasiswa terhadap pendidikan lingkungan, dan dampak kompleksitas bentuk model mental lingkungan bagi interaksi dan harmonisasi kehidupan manusia dan lingkungannya.Artikel ini membahas bagaimana menerapkan metode CMA untuk mengevaluasi model mental lingkungan dalam dunia pendidikan di Indonesia. Saran bagi pengembangan metode CMA juga dibahas sebagai pendekatan evaluatif dalam pendidikan lingkungan.
PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA CV. SARI ARTA MEDAN Sri Ngayomi Yudha Wastuti
Psikologi Prima Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.489 KB) | DOI: 10.34012/psychoprima.v2i1.691

Abstract

Kepemimpinan merupakan kemampuan dalam mengarahkan, mempengaruhi dan mengawasi orang lain untuk mengerjakan tugas sesuai dengan perintah yang direncanakan. Faktor kepemimpinan memegang peranan sentral dalam menggerakkan dan mengarahkan jalannya seluruh aktivitas kerja perusahaan. Keberhasilan usaha pencapaian tujuan perusahaan sangat ditentukan oleh kualitas yang dimiliki oleh pimpinannya. Seorang pemimpin harus mampu merancang taktik dan strategi yang tepat untuk menentukan langkah-langkah bisnis yang akan ditempuh perusahaan. Disiplin kerja adalah kesadaran dan kesediaan seseorang untuk berperilaku sesuai dengan peraturan dan prosedur kerja yang ada di dalam perusahaan. Kedisiplinan merupakan fungsi operatif manajemen sumber daya manusia yang terpenting karena semakin baik disiplin karyawan maka akan semakin tinggi prestasi kerja yang dicapainya. Kinerja karyawan adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh karyawan sesuai dengan peran atau tugasnya dalam perusahaan dalam rangka mencapai tujuan perusahaan dalam kurun waktu tertentu. Kinerja sering diberi batasan sebagai kesuksesan seorang karyawan didalam melaksanakan suatu pekerjaan. Karena setiap karyawan memiliki tingkat kemampuan dan keterampilan yang berbeda-beda didalam menyelesaikan pekerjaannya. Penelitian ini dilaksanakan pada CV. Sari Arta Medan, yang beralamat di Jalan Dr. Sumarsono No. 50 Medan. Penelitian ini merupakan penelitian populasi yang berjumlah 53 orang karyawan CV. Sari Arta Medan dengan jenis penelitian kuantitatif. Penelitian ini memiliki 2 variabel bebas yaitu Kepemimpinan dan Disiplin Kerja dengan 1 variabel terikat yaitu Kinerja Karyawan. Analisis data menggunakan analisis varian (Anova) dengan uji statistik regresi linier. Hasil Penelitian menunjukan Adanya pengaruh yang signifikan kepemimpinan dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada CV. Sari Arta medan. Dengan demikian penting bagi perusahaan untuk memperhatikan sikap kepemimpinan dan disiplin kerja karyawan agar kinerjanya meningkat atau menjadi lebih baik.
The HUBUNGAN ANTARA KUALITAS KEHIDUPAN BEKERJA DENGAN KOMITMEN KARYAWAN PADA PT. INALUM: Kualitas kehidupan bekerja, komitmen karyawan Hendri Syahputra
Psikologi Prima Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.633 KB) | DOI: 10.34012/psychoprima.v2i1.680

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kualitas kehidupan bekerja dengan komitmen karyawan pada PT. INALUM (Persero), metode penelitian kuantitatif, yaitu metode penelitian yang bertujuan melihat hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain, sampel penelitian ini berjumlah 56 orang. Penelitian ini mengajukan hipotesis sebagai berikut : terdapat hubungan antara kualitas kehidupan bekerja dengan kualitas karyawan dengan asumsi semangkin tinggi kualitas kehidupan bekerja maka akan tinggi komitmen karyawan. Penelitian ini menggunakan skala kualitas kehidupan bekerja yang terdiri dari 6 aspek yaitu : kompensasi, kondisi kerja, kesempatan untuk berkembang, jaminan kesehatan kerja, tidak adanya kecurigaan terhadap karyawan, hak-hak karyawan. Serta komitmen karyawan terdiri dari 3 aspek yaitu : identifikasi, keterlibatan, loyalitas. Adapun faktor yang belum diteliti yaitu : karakteristik pribadi, karakteristik pekerjaan, peran dalam organisasi. Dalam upaya membuktikan hipotesis diatas maka digunakan teknik product moment. Dalam membuktikan hipotesis diatas, maka digunakan metode analisis product Moment, dimana yang menjadi variabel bebas adalah kualitas kehidupan bekerja dan variabel terikat adalah komitmen organisasi. Berdasarkan hasil analisis dengan teknik Korelasi product moment, diketahui bahwa: 1) terdapat hubungan positif antara Kualitas kehidupan bekerja dengan komitmen karyawan, dimana angka kofisien korelasi yang diperoleh sebesar rxy = 0,522 ; p= 0.00 < 0,050. Artinya bahwa semangkin tinggi kualitas kehidupan bekerja, maka semangkin tinggi komitmen karyawan, dinyatakan hipotesis yang diajukan dalam penelitian dinyatakan diterima. 2) penelitian ini member hasil yang signifikan dalam taraf signifikansi 0,050, dengan koefisien diterima (r2) = 0, 273 dan BE nya sebesar (27.3). 3) secara umum, hasil penelitian terhadap karyawan PT INALUM yang berada di Kuala Tanjung Kec. Sei Suka, Kab. Batu Bara, Sumatra Utara memiliki kualitas kehidupan kerja yang tinggi, karena nilai rata-rata empiriknya (238,20.) lebih besar dari pada nilai rata-tara hipotetiknya (197,5.). Kemudian untuk komitmen organisasi juga dinyatakan dalam taraf yang tinggi dimana nilai rata-rata empirik (119,59) lebih besar dari nilai rata-rata hipotetiknya (95).
PENGARUH KEPUASAN KERJA TERHADAP DISIPLIN KERJA PADA KARYAWANDI BANK BUMN X MEDAN Fernando Munthe; Hotpascaman Simbolon
Psikologi Prima Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.14 KB) | DOI: 10.34012/psychoprima.v2i1.654

Abstract

Dalam menyelenggarakan pelayanan bermutu, salah satu yang perlu diperhatikan oleh organisasi adalah memberikan perhatian terhadap kepuasan kerja sehingga berdampak pada peningkatan kinerjanya. Karyawan yang memiliki kepuasan kerja yang tinggi akan cenderung memunculkan perilaku disiplin kerja yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja terhadap disiplin kerja karyawan di Bank BUMN X Medan. Sampel penelitian ini diambil dengan teknik total sampling sebanyak 53 orang. Penelitian ini menggunakan dua buah skala sebagai alat ukur, yaitu kepuasan kerja diungkapkan oleh Luthans (2006) dan disiplin kerja aspek disiplin kerja (Lateiner, 1983) dalam bentuk skala Likert. Berdasarkan hasil analisa,ditemukan bahwa terdapat pengaruh kepuasan kerja terhadap disiplin kerja karyawan di Bank BUMN X Medan dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,369 dan 63,1 dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dibahas penelitin dalam penelitian ini. Diskusi akan penelitian ini dingkapkan dalam Pembahasan.
ORIENTASI MASA DEPAN DITINJAU DARI SELF EFFICACY PADA SISWA SMA SANTO THOMAS 3 MEDAN: Orientasi masa depan, self efficacy Immanuel Hutabarat
Psikologi Prima Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.423 KB) | DOI: 10.34012/psychoprima.v2i1.700

Abstract

His study aims to find out relationship between self-efficacy and future orientation. The hypothesis of this study stated that there is a positive relationship between self-efficacy and future orientation, with the assumption that the higher self-efficacy of the student’s, the higher future orientation of the student’s and conversely the lower self-efficacy that students have, the lower future orientation of the student’s. The subjects of the study are 145 high school students at Santo Thomas-3 Medan selected by purposive sampling method. Data were obtained from a scale to measure self-efficacy and future orientation. Calculations were performed to test the requirement analysis (assumption), which consists of normality distribution test and linearity test for relationships. Data were analyses by using Product Moment with SPPS 17 for Windows. The results of data analysis showed a correlation coefficient of 0.718 (p < 0.05). This means that there is a positive relationship between self-efficacy and future orientation. The results showed that the contribution of a given variable of self-efficacy on future orientation wa 51,5 percent, while the remaining 48,5 percent was affected by other factors that not examined. Based on the results, it can be concluded that it means the hypothesis there is a positive relationship between self-efficacy and future orientation, is acceptable.
PERBEDAAN FORGIVENESS DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN PADA REMAJA DI YAYASAN AL-HIDAYAH MEDAN: Forgiveness, tipe kepribadian Lidia Fandini
Psikologi Prima Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.826 KB) | DOI: 10.34012/psychoprima.v2i1.702

Abstract

This study aims to knowing forgiveness differences of reviewed from types personality consisting from introvert and eksrovert is intended to teenagers in AL-Hidayah High School Medan. Forgiveness (forgiveness) is set motivation for change someone for not reply revenge who sourced from interpersonal relations, develop feeling, mind and relationships positive with people who have do deed not fun. This type of research is a quantitative research that uses survey research techniques because in this study found a difference between the two sample. Data collection method uses questionnaire/likert scale. The hypothesis in this study is that there are differences in forgiveness in terms of introverted and extroverted personality types in adolescents. The sample of this study amounted to 60 students of AL-Hidayah High School Medan. The respondents were given two scales, namely the forgiveness scale which aims to see how high forgiveness in adolescents and the scale of personality type aims to find out the personality tendencies possessed by respondents. Furthermore, data analysis uses t-test. Based on the analysis of research data, obtained significant results 0,837 with p > 0,05. It can be seen from the analysis of the distribution of normality tests that the mean empirical forgiveness in the introverted personality type is 82,73 and forgiveness in the extroverted personality types is 109,33. So it can be concluded that extroverted personality types have the highest forgiveness, compared with introvert.It is known that the level of forgiveness in adolescents in terms of personality type has a high category because the hypothetical mean (90.0) is smaller than the empirical mean (96.03) and exceeds 2 SD numbers namely 17.56 + 17.56 = 35.12. Based on the results of the study,the hypothesis can be accepted.
STRES KERJA DITINJAU DARI WORK FAMILY CONFLICT PADA PERAWAT WANITA DI RSUP HAJI ADAM MALIK MEDAN: stres kerja, work family conflict Andika Sari Putri
Psikologi Prima Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.585 KB) | DOI: 10.34012/psychoprima.v2i1.703

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara work family conflict dengan stres kerja. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara work family conflict dengan stres kerja, dengan asumsi semakin tinggi work family conflict maka semakin tinggi stres kerja dan sebaliknya semakin rendah work family conflict, maka semakin rendah stres kerja. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perawat wanita di RSUP Haji Adam Malik Medan sebanyak 139 orang. Data diperoleh dari skala untuk mengukur work family conflit dan stres kerja. Perhitungan dilakukan dengan melakukan uji prasyarat analisis (uji asumsi) yang terdiri dari uji normalitas dan uji linearitas. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan korelasi Product Moment melalui bantuan SPSS 19 for Windows. Hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0.236 dan nilai signifikansi sebesar 0.003 (p < 0.05). Ini menunjukkan ada hubungan positif antara work family conflict dengan stres kerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sumbangan yang diberikan variabel work family conflict terhadap stres kerja sebesar 5.6 persen, selebihnya 94.4 persen dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis penelitian dapat diterima, yaitu ada hubungan positif antara work family conflict dengan stres kerja.
RELATIONSHIP OF BIG FIVE PERSONALITY WITH DECISION TAKING CHOOSE SCHOOL DEPARTMENTS IN THE NETWORK COMPUTER TECHNICAL DEPARTMENT IN THE FACTORY VOCATIONAL SCHOOL Liana Mailani
Psikologi Prima Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v2i2.831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepribadian Big Five dengan pengambilan keputusan. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah kepribadian Big Five (Etraversion, Agreeableness, Conscientiousness, Neuroticsm¸dan Openness to New Eperience) disini dapat dijadikan prediktor untuk memprediksi pengambilan keputusan memilih sekolah kejuruan di SMK Pabaku. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa SMK Pabaku sebanyak 85 orang yang dipilih dengan metode Sampling Jenuh. Data diperoleh dari skala untuk mengukur kepribadian Big Five dan pengambilan keputusan memilih Jurusan di SMK. Perhitungan dilakukan dengan melalui uji prasyarat analisis (uji asumsi) yang terdiri dari uji normalitas sebaran dan uji linearitas hubungan. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan analisa Regresi berganda melalui bantuan SPSS 17 for Windows. Hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,682 dengan p sebesar 0,002 (p < 0,05). Ini menunjukkan bahwa kepribadian Big Five dapat dijadikan prediktor untuk memprediksi pengambilan keputusan dengan sumbangan yang diberikan kepribadian Big Five terhadap pengambilan keputusan adalah sebesar 29,8 persen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari kelima kepribadian Big Five yang memiliki korelasi positif dan signifikan adalah pada dimensi Openness to New Experience dengan sumbangan yang diberikan dimensi Openness to New Experience terhadap pengambilan keputusan adalah sebesar 17,1% dan selebihnya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis kepriban kepribadian Big Five (Etraversion, Agreeableness, Conscientiousness, Neuroticsm¸dan Openness to New Eperience) disini dapat dijadikan prediktor untuk memprediksi pengambilan keputusan memilih sekolah Tehnik Komputer Jaringan di SMK Pabaku dapat diterima.
STUDI KASUS SISWA UNDERACHIEVER DI SMA YAYASAN PERGURUAN HARAPAN MANDIRI MEDAN Sabrini Mentari Rezeki
Psikologi Prima Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v2i2.876

Abstract

The objective of this study is to obtain a depiction of the characteristics of students who experience underachiever and the factors causing it. The method used in this research was qualitative method with case study research model. The data was collected using semi-structured interviews, observation and documentation. The subject of the research was a student who experienced underachiever. The data was analyzed using the Miles and Huberman model techniques. The conclusion was that HT experienced underachiever with the characteristics of low self-esteem and low academic self-concept. The factors which caused HT underachiever are strategies in learning, psychological conditions, emotional factors. Low motivational factors, psychosocial conditions factors, namely family conditions, parents do not pay attention, the father often gives punishment to HT and parents who often criticize HT are the factors causing underachiever.

Page 2 of 24 | Total Record : 240