cover
Contact Name
Kadek Aria Prima Dewi PF
Contact Email
primadewipf@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpgsdh@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar
ISSN : 25275445     EISSN : 26858312     DOI : -
Core Subject : Education,
Adi Widya merupakan media untuk mempublikasikan hasil penelitian yang berkaitan dengan topik Pendidikan Dasar, seperti pendekatan, metode, model, strategi ataupun kebijakan-kebijakan pada pendidikan dasar. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun, yakni pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2018)" : 24 Documents clear
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN MEMBACA DAN MENULIS PERMULAAN DI SEKOLAH DASAR Suastika, Nyoman Suastika
Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.788 KB)

Abstract

Language is a communication tool that is a symbolic system of sound produced by a human speech tool. Language as a means of communication can not only talk, but can be manifested by hand signals or other bodies that have their own rules. Language has a central role in the intellectual, social, and emotional development of students. This means every human being is subject to limitations in the language. The development of children's speaking skills in elementary schools will become the language for their effective and efficient communication. Learning to read in primary school is very important. This is caused by learning that can not only be utilized in improving the language skills of children, more than that, that is to improve students' ability in learning other subjects. The essence of writing skills is to increase the vocabulary insight for students, so that students are encouraged to think dynamic, critical, rational and able to live up to the conditions and goals of good and true teaching. However, on various matters relating to the process of reading and writing beginning in elementary school. This should not be allowed to happen continuously will cause an imbalance in the development of students' thinking ability. In addition to teachers, parents also play an important role in helping to solve problems by learning to read and write the beginning. Here the authors formulate some efforts to overcome this, namely: choosing reading materials, making the media as a song, choose innovative learning media, and motivate students by providing feedback.
KONTEKSTUALISASI MATERI DALAM PEMBELAJARAN Parhan, Muhamad Parhan
Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.723 KB) | DOI: 10.25078/aw.v3i1.901

Abstract

Pembelajaran merupakan sebuah sarana transfer nilai-nilai ajaran hidup dan kehidupan yang ada dalam materi pelajaran ke dalam kehidupan riil peserta didik. Selain itu, pembelajaran merupakan kerja budaya yang menuntut peserta didik untuk selalu mengembangkan potensi dan daya kreativitas yang dimilikinya agar tetap survive dalam hidupnya. Karena realitas kehidupan manusia mengalami perubahan yang begitu cepat, baik perubahan sosial, proses transformasi budaya yang begitu deras, kesenjangan ekonomi serta pergeseran nilai-nilai kemanusiaan. Prinsip yang digunakan dalam pembelajaran harus menanamkan peserta didik bagaimana belajar dan menilai kegunaan belajar itu bagi dirinya. Belajar bukan sekedar aktivitas kognitif saja, melainkan juga sebuah proses yang terjadi dalam diri individu yang melibatkan seluruh bagian atau domain yang ada, seperti emosi atau perasaan, komunikasi yang terbuka dan nilai-nilai yang dimiliki oleh setiap peserta didik. Sehingga tujuan pendidikan meliputi tujuan yang bersifat kognitif, menjadi individu yang bertanggung jawab, penuh perhatian terhadap lingkungannya dan mempunyai kedewasaan emosi dan spiritual dapat tercapai dengan baik.
PERANAN GURU AGAMA HINDU DALAM BIMBINGAN KONSELING KEPADA SISWA SEKOLAH DASAR Gunawan, I Gede Dharman Gunawan
Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/aw.v3i1.910

Abstract

Guru agama Hindu memegang peranan penting dalam pembentukan karakter siswa melalui bimbingan konseling yang optimal. Karenanya kemampuan guru dalam mengatur dan mengendalikan kegiatan belajar mengajar sangat penting. Bahkan sikap guru sering dijadikan pedoman oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari. Besarnya pengaruh tersebut mengharuskan guru untuk bersikap dan bertindak hati-hati serta selalu memberikan bimbingan konseling kepada siswa yang menghadapi masalah belajar. Peranan guru Agama Hindu dalam bimbingan konseling kepada siswa sekolah dasar masih perlu ditingkatkan dan lebih dioptimalkan lagi, sehingga siswa mampu menemukan solusi penyelesaian alternatif jika menghadapi masalah belajar. setiap siswa di sekolah dasar memiliki kemampuan belajar maupun masalah belajar yang berbeda-beda. Tentunya guru agama Hindu harus mengetahui karakteristik dari setiap siswa. karena setiap siswa memiliki perbedaan karakter, minat, bakat, motivasi belajar dan masalah belajar.
KONTEKSTUALISASI MATERI DALAM PEMBELAJARAN Parhan, Muhamad Parhan
Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/aw.v3i1.901

Abstract

Pembelajaran merupakan sebuah sarana transfer nilai-nilai ajaran hidup dan kehidupan yang ada dalam materi pelajaran ke dalam kehidupan riil peserta didik. Selain itu, pembelajaran merupakan kerja budaya yang menuntut peserta didik untuk selalu mengembangkan potensi dan daya kreativitas yang dimilikinya agar tetap survive dalam hidupnya. Karena realitas kehidupan manusia mengalami perubahan yang begitu cepat, baik perubahan sosial, proses transformasi budaya yang begitu deras, kesenjangan ekonomi serta pergeseran nilai-nilai kemanusiaan. Prinsip yang digunakan dalam pembelajaran harus menanamkan peserta didik bagaimana belajar dan menilai kegunaan belajar itu bagi dirinya. Belajar bukan sekedar aktivitas kognitif saja, melainkan juga sebuah proses yang terjadi dalam diri individu yang melibatkan seluruh bagian atau domain yang ada, seperti emosi atau perasaan, komunikasi yang terbuka dan nilai-nilai yang dimiliki oleh setiap peserta didik. Sehingga tujuan pendidikan meliputi tujuan yang bersifat kognitif, menjadi individu yang bertanggung jawab, penuh perhatian terhadap lingkungannya dan mempunyai kedewasaan emosi dan spiritual dapat tercapai dengan baik.
PERMAINAN TRADISIONAL BALI JURU PENCAR SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DAN PEMBENTUKAN KARAKTER Jayendra, Putu Sabda
Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/aw.v3i1.906

Abstract

Permainan tradisional Bali Juru Pencar merupakan permainan yang dilakukan anak-anak dengan jumlah paling sedikit 10 orang. Dalam pemainan ini, anak-anak tersebut dibagi dalam dua kelompok, yakni kelompok yang berperan sebagai pencar (jala) dan kelompok yang berperan sebagai be (ikan), dan sebelum memainkannya semua anak menyanyikan lagu Bali Juru Pencar secara bersama-sama. Permainan ini merupakan hasil budaya masyarakat Bali yang berperan sebagai media pembelajaran bagi anak-anak yang sedang berada pada masa tumbuh kembang (masa bermain). Implikasinya dari permainan ini adalah membentuk karakter anak, baik sebagai individu yang cerdas, pembentukan jiwa sosial yang berwawasan integratif, dan berperan membentuk individu yang cakap dan berwawasan budaya.
TANTANGAN DALAM MANAJEMEN SEKOLAH DASAR Perni, Ni Nyoman
Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/aw.v3i1.911

Abstract

Sekolah dasar tidak ubahnya sebagai sebuah institusi atau lembaga. Sebagai sebuah institusi atau lembaga, sekolah dasar mengemban misi tertentu yaitu melakukan proses edukasi, proses sosialisasi, dan proses transformasi anak didik, dalam rangka mengantarkan mereka siap mengikuti pendidikan pada jenjang berikutnya   Sebagai institusi atau lembaga pendidikan, sekolah dasar menyelenggarakan berbagai aktivitas pendidikan bagi anak didik dan melibatkan banyak komponen, sehingga aktivitas maupun komponen pendidikan di sekolah dasar menuntut adanya manajemen yang baik dalam rangka mencapai tujuan institusional sekolah dasar.  Kegiatan manajemen di yang dilakukan sekolah dasar tidak bisa luput dari beberapa poin penting yaitu, manajemen kurikulum atau pembelajaran, manajemen kesiswaan, manajemen sarana dan prasarana, manajemen personalia/anggota (kepegawaian), manajemen keuangan, manajemen lingkungan masyarakat dan manajemen layanan khusus.
BENTUK AJARAN CATUR GURU DI SEKOLAH DASAR NEGERI 11 SANUR KECAMATAN DENPASAR SELATAN KOTA DENPASAR Lastini, Ni Nyoman Ari Lastini; Anggreni, Ni Made
Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/aw.v3i1.902

Abstract

Sekolah adalah salah satu tempat yang konsisten memberikan pendidikan kepada siswanya baik itu pendidikan pada sikap keagamaan, sikap sosial, intelektual serta keterampilannya. Siswa sebagai generasi muda sebagai penerima ilmu pengetahuan dari berbagai pihak harus memiliki disiplin guru bhakti. Terdapat empat unsur yang sangat penting dalam pendidikan disebut Catur Guru yang  terdiri dari Guru Rupaka, Guru Pengajian, Guru Wisesa, dan Guru Swadhyaya.
MELESTARIKAN KEARIFAN BUDAYA LOKAL MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL ULAR TANGGA Suananda, I Kadek Hadi; Prima Dewi PF, Kadek Aria
Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/aw.v3i1.907

Abstract

This article aims to illustrate the application of traditional snake ladder games in the learning process to preserve local cultural wisdom. This is motivated by the phenomenon of current student activity changes, which more often play modern games that are identical with the use of technology such as video games and online games. As a result, the traditional student games are beginning to be forgotten and become alien among the students. In addition, the level of addiction to the modern game on the students is also high so it affects the habits and behavior of students. As a cultural heritage containing noble values, the traditional game should be preserved And maintained its existence by introducing traditional games through the process of learning in the classroom. One of the traditional games that can be applied in the process of learning in the classroom is a snake ladder game. In this article the method used is the method of observation. Based on the observation results obtained that the traditional games can stimulate students in developing cooperation in groups in the learning process, , Interact as positively, can condition students in self-control, develop empathy for friends, obey the rules, and appreciate others. Thus, it is understood that traditional games can have an excellent impact in helping to develop students' emotional and social skills.
STRATEGI PENANAMAN TAKSONOMI PEMBELAJARAN IPA PADA SISWA SEKOLAH DASAR (SD) UNTUK MEMBENTUK GENERASI LITERASI SAINS Budi Wijaya, I Komang Wisnu
Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/aw.v3i1.903

Abstract

The implementation of science education in Indonesia still not optimal yet. This is proven by the science literacy test which is held by PISA on 2009. The result of the test states the average value of Indonesian student’s science literacy was under the average the other countries. Responding to the case, the government held a program called Gerakan Literasi Sains (science literacy movement) at family, school and society. In order to support the program, there are needed conceptualize six domains of science learning taxonomy on elementary school students. The six domains are knowledge, process, attitude, creativity, application and nature of science (NOS). The implementation strategies are learning inside classroom, outside classroom, conditioning, environment and exemplary.
PENTINGNYA PERAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN KARAKTER ANAK USIA SEKOLAH DASAR Pratiwi, Ni Kadek Santya Pratiwi
Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/aw.v3i1.908

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi peranan orang tua dalam pembentukan karakter anak, cara membangun karakter anak, pendekatan yang digunakan,  hambatan-hambatan  dan juga upaya-upaya yang dilakukan dalam pembentukan karakter anak.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga adalah faktor penting dalam pendidikan seorang anak. Karakter seorang anak berasal dari keluarga. Dimana, sebagian besar anak-anak sampai usia 18 tahun menghabiskan waktunya 60-80 % bersama keluarga. Sampai usia 18 tahun, mereka masih membutuhkan orangtua dan kehangatan dalam keluarga. Dari sini, sudah sepatutnya pendidikan karakter dimulai dari dalam keluarga, yang merupakan lingkungan pertama bagi pertum­buhan karakter anak. Setelah keluar­ga, di dunia pendidikan karakter ini sudah harus menjadi ajaran wajib sejak sekolah dasar. Anak SD masih dalam tahap perkembangan operasional konkret. Tahap dimana mulai berkembangnya kecerdasan mereka untuk berpikir logis dan sistematis. Sehingga pendidikan karakter pada anak SD menjadi kunci dalam perubahan generasi muda yang lebih baik.

Page 2 of 3 | Total Record : 24