cover
Contact Name
Kadek Aria Prima Dewi PF
Contact Email
primadewipf@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpgsdh@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar
ISSN : 25275445     EISSN : 26858312     DOI : -
Core Subject : Education,
Adi Widya merupakan media untuk mempublikasikan hasil penelitian yang berkaitan dengan topik Pendidikan Dasar, seperti pendekatan, metode, model, strategi ataupun kebijakan-kebijakan pada pendidikan dasar. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun, yakni pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 216 Documents
INTERNALISASI PERMAINAN TRADISIONAL PADA PELAJARAN SENI BUDAYA DAN PRAKARYA UNTUK MEMBANGUN KARAKTER ANAK SEKOLAH DASAR Mariani, Ni Nyoman
Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/aw.v2i1.954

Abstract

As a formal educational institution, schools are responsible for the character education of children. Children are the generation that will become the successor of the nation. For that children need to be prepared as early as possible education that builds the character of children such as slipping a traditional game in subjects, especially subjects of Cultural Arts and Workshops. In the traditional game tucked many messages that should be conveyed by teachers to foster children's character, so that children have provisions to face real life in the community.Basically the world of children is a world of play. Playing is a very important and fun activity in children's learning process. Through child play will be encouraged to experiment and grow well in life. Traditional games have so many different forms and variations. Traditional games tend to utilize the tools or facilities in our environment without having to buy it so it needs a high imagination and creativity. The traditional dominant game involves a relatively large number of players, so it is not surprising to see almost all the popular games of so many of its members. Besides giving priority to the common pleasure factor, this game also has more intention to deepening interaction ability among players.Besides traditional games are also loaded with noble values and certain moral messages such as values of togetherness, honesty, responsibility, attitude field of chest (if lost), encouragement of achievement, and obedience to the rules. All that is obtained if the player really enjoy, enjoy, and understand the essence of the game.
MODEL PEMBELAJARAN FLIPPED CLASSROOM SEBAGAI PEMBELAJARAN INOVATIF ABAD 21 Purwitha, Dewa Gede
Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/aw.v5i1.1307

Abstract

Learning in the 21st century leads to the development of information and communication technology that allows students to interact and collaborate. Conventional learning is no longer fully a mainstay, but in the midst of technological advancements today, variations in methods are needed which provide more opportunities for learning by utilizing various innovative sources. Innovative learning is learning that is packaged by students for the encouragement of new ideas which are the products of learning how to learn to take steps to learning, so as to obtain learning progress. One learning model that leads to the development of information, communication and innovative technology is flipped classroom. Flipped classroom is a learning model combined with technology with the aim that learning becomes active and efficient which will form interactions between students and students and between students and teachers to be actively involved in problem solving. The flipped classroom learning model is the solution to digital diera learning problems now considering (1) this learning model offers many alternative learning resources for students beyond the material already provided by the teacher through the use of information technology and can be used to support the lack of traditional learning, (2) Internet networks have become a problem that can be easily accessed by remote schools. (3) Many students already operate a computer or laptop device to support learning activities.
FENOMENA BULLYING PADA TEMAN SEBAYA DI SDN NO 123 TANASSANG Nirmalasari, Nirmalasari; Hasmiati, Hasmiati; Nurjannah, Nurjannah
Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/aw.v6i2.2340

Abstract

Penelitian ini berangkat dari sebuah fenomena yang menyita perhatian dunia pendidikan zaman sekarang dimana kekerasan (bullying) di sekolah, baik yang dilakukan oleh guru terhadap siswa, maupun oleh siswa terhadap siswa lainnya. Bentuk –bentuk tindakan bullying pun beragam. Banyak sebab siswa melakukan perilaku bullying. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Bentuk-bentuk tindakan/perilaku bullying (2) Faktor-faktor penyebab terjadinya perilaku bullying. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan lapangan (field research). Subyek dari penelitian ini adalah guru dan siswa. Adapun metode pengumpulan data yaitu dengan wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisis datanya menggunakan deskriptif analitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk tindakan bullying yang terjadi di Sekolah Dasar khususnya di SDN No. 123 Tanassang adalah tindakan bullying secara fisik dan tindakan bullying secara psikis/mental. Adapun faktor-faktor penyebab terjadinya bullying yaitu adanya pengaruh teman, lingkungan atau pergaulan siswa, dan siswa merasa lebih hebat diantara teman lainnya.
FUNGSI DAN TUJUAN PENDIDIKAN INDONESIA Sujana, I Wayan Cong
Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/aw.v4i1.927

Abstract

Latar belakang  tulisan ini adalah untuk membahas tentang (1)  fungsi dan tujuan pendidikan di Indonesia.  (2) Penyelenggaraan Pendidikan Nasional (3) Fungsi Dan Tujuan Pendidikan Bagi Masyarakat . Kajian ini penting sebagai dasar arah pelaksanaan pendidikan di Indonesia. Dari berbagai perrspektif tentang fungsi dan tujuan pendidikan telah jelas terlihat bahwa pendidikan di indonesia berupaya untuk menciptakan bangsa yang cakap, beriman, bertaqwa kepada Tuhan serta memilki pengetahuan yang baik dan wawasan kebangsaan. Pendidikan di Indonesi sangat berperan penting dalam membangu masyarakat. Melalui pendidikan,masyarakat melakukan transformasi budaya, menciptakan tenaga kerja, menciptakan alat kontrol sosial dan lain sebagainya. Dengan demikian perkembangan masyarakat dapat berjalan secara berkelanjutan. Berdasarkan kelima fungsi dan tujuan pendidikan bagi masyrakat tentunya masyarakat akan sangat diuntungkan dalam hal birokrasi, sosial dan ketenagakerjaannya.
PENTINGNYA PERAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN KARAKTER ANAK USIA SEKOLAH DASAR Pratiwi, Ni Kadek Santya Pratiwi
Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/aw.v3i1.908

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi peranan orang tua dalam pembentukan karakter anak, cara membangun karakter anak, pendekatan yang digunakan,  hambatan-hambatan  dan juga upaya-upaya yang dilakukan dalam pembentukan karakter anak.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga adalah faktor penting dalam pendidikan seorang anak. Karakter seorang anak berasal dari keluarga. Dimana, sebagian besar anak-anak sampai usia 18 tahun menghabiskan waktunya 60-80 % bersama keluarga. Sampai usia 18 tahun, mereka masih membutuhkan orangtua dan kehangatan dalam keluarga. Dari sini, sudah sepatutnya pendidikan karakter dimulai dari dalam keluarga, yang merupakan lingkungan pertama bagi pertum­buhan karakter anak. Setelah keluar­ga, di dunia pendidikan karakter ini sudah harus menjadi ajaran wajib sejak sekolah dasar. Anak SD masih dalam tahap perkembangan operasional konkret. Tahap dimana mulai berkembangnya kecerdasan mereka untuk berpikir logis dan sistematis. Sehingga pendidikan karakter pada anak SD menjadi kunci dalam perubahan generasi muda yang lebih baik.
KOMPETENSI PEDAGOGIK SEBAGAI INDIKATOR GURU PROFESIONAL Perni, Ni Nyoman
Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/aw.v4i2.1122

Abstract

Pedagogic is a science that discusses education, namely the science of children's education. So pedagogic tries to explain the intricacies of children's education, pedagogic is a theory of children's education. Pedagogic as a science is really needed by teachers, especially kindergarten teachers and elementary school teachers because they will be dealing with minors. The task of the teacher is not just teaching to convey, or transform knowledge to children in school, but the teacher carries the task of developing the personality of his students in an integrated manner. The teacher develops the child's mental attitude, develops the child's conscience or child's conscience, so that the child will be sensitive to human problems, human dignity, so does the teacher only develop the child's life skills in the community so that he is able to face all the problems of his life. it discusses the notion of teacher competency, pedagogic understanding, pedagogical competence.
PENGEMBANGAN LITERASI EKOLOGI SISWA SEKOLAH DASAR Wijaya, Wisnu Budi; Prathiwi, Kadek Jayanthi Riva; Muliani, Ni Made
Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/aw.v6i1.2115

Abstract

Manusia hendaknya senantiasa menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan mengingat peran lingkungan yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Namun, faktanya hubungan itu belum terjadi secara harmonis. Hal itu dapat dilihat dari tingginya angka kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh ulah manusia. Kerusakan itu tentunya akan mengancam kelangsungan hidup manusia. Oleh karena itu, perlu dilakukan perubahan pola pikir generasi muda agar lebih bersahabat dengan lingkungan. Salah satunya adalah dengan menanamkan literasi ekologi. Literasi ekologi merupakan sebuah keadaan dimana individu sudah memiliki pengetahuan dan sikap yang baik tentang lingkungan hidup serta mampu bertindak yang memiliki dampak positif untuk lingkungan. Komponen literasi ekologi terdari dari enam komponen yaitu implikasi, pengetahuan ekologis, pengetahuan sosial politik, pengetahuan tentang masalah lingkungan, kemampuan kognitif dan perilaku bertanggung jawab terhadap lingkungan. Literasi ekologi dapat dikembangkan sejak sekolah dasar dengan memperhatikan perkembangan kognitif, afektif dan psikomotor anak usia dini. Pengembangan literasi ekologi dilakukan di seluruh Tri Pusat Pendidikan yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat.
PENERAPAN TEORI BELAJAR HUMANISTIK DALAM PEMBELAJARAN Perni, Ni Nyoman
Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/aw.v3i2.889

Abstract

Students are human beings whose human identity as a conscious subject needs to be defended and enforced through educational systems and models that are "free and egalitarian". The future challenge of education is to realize the process of learning democratization. A democratization process that reflects that learning is on children's initiative. To develop so that humans become mature, it is not enough if they are only trained, but also must be educated. Students must be educated for realists, recognize a life that is multidimensional, not uniform and invited to live a complementary diversity. Whereas in training, what is primarily formed is outward behavior. This learning theory talks more about the concepts of education to shape human beings who are aspired to, and about the learning process in its most ideal form. In other words, this theory is more interested in the notion of learning in its most ideal form than the understanding of the learning process as it is, as has been studied by other learning theories. In its implementation, this humanistic theory, among others, also appears in the learning approach proposed by Ausubel.
INTEGRASI PENDIDIKAN NILAI NILAI KEMANUISIAAN KE DALAM PENBELAJARAN KEWARGANEGARAAN DI SEKOLAH DASAR SUNARTA, I WAYAN
Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/aw.v2i2.968

Abstract

Humanity Values consisting of Truth, Righteousness, Peace, Love and Non-violence are values that are relevant to the values of national character. The five values are universal values for the entire life. The values can be integrated in learning, either implicitly contained in teaching materials, as well as integrated in the learning activities. Humanity Values that are integrated in the teaching materials can be either matter or the story of a lesson or group lesson are packed in thematic learning. While the integration of Humanity Values in learning activities can be either a game or other learning activities that are full of Values of Humanity or national character values that are taught in elementary school. This study aimed to integrate Education Values of Humanity Values into civics learning in elementary schools. The study design is explorative research with data sources gained from documents such as books and the opinion of experts on educational values of humanity, character education content standards in 2006 content standard. The instrument used to collect data is documentation. Based on the results of the analysis showed that integration of the value of research into the humanity values on Civics learning in elementary school is done by understanding the substance of Competency Standard and Basic Competency.
Peningkatan Minat Baca dan Menulis Aksara Jawa Melalui Metode Quatum Teaching pada Siswa Kelas IV SDN 03 Wirotaman Amanda, Ferdika
Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/aw.v5i2.1595

Abstract

Pada zaman milenial ini aksara Jawa kurang difungsikan, sehingga keberadaannya tidak terlihat dan dianggap ketinggalan zaman. Adanya era globalisasi pembelajaran bahasa Jawa seolah-olah dijauhkan dan dianaktirikan sehingga keberadaannya menjadi asing. Permasalahan tersebut mengakibatkan semakin berkurangnya minat siswa terhadap pembelajaran bahasa Jawa khususnya aksara Jawa. Agar dapat menumbuhkan minat siswa dalam pembelajaran dibutuhkan suatu metode yang tepat serta penggunaan media untuk menunjang keberhasilan dalm proses pembelajaran. Metode Quantum Teaching merupakan metode yang tepat untuk mengatasi pemasalahan dalam pembelajaran aksara Jawa yang penerapannya dinamakan TANDUR (Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasi, Rayakan). Metode ini digunakan untuk meningkatkan minat baca dan menulis aksara Jawa serta dapat membantu siswa dalam mengatasi rendahnya nilai siswa yang dialami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode Quantum Teaching dalam meningkatkan minat baca dan menulis aksara Jawa dan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar minat baca dan menulis aksara Jawa melalui metode Quantum Teaching. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas dengan pemerolehan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subyek penelitian dari siswa kelas IV SDN 03 Wirotaman Kabupaten Malang Kecamatan Ampelgading dengan jumlah 17 siswa. Instrumen observasi ditujukan pada guru dan siswa. Pengumpulan data berupa observasi dan tes. Analisis data kualitatif dengan mendeskripsikan kegiatan pada saat pelaksanaan tindakan dan data kuantitatif untuk mengetahui peningkatan hasil belajar melalui tes lisan dan tes tertulis dengan menggunakan metode Quantum Teaching. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan hasil pembelajaran minat baca dan menulis aksara Jawa mengalami peningkatan setelah menggunakan metode Quantum Teaching. Pada pratindakan hasil membaca aksara Jawa siswa memperoleh nilai rata-rata mencapai 60,05, nilai rata-rata pada siklus I mencapai 65,16, dan nilai rata-rata pada siklus II mencapai 80,88. Pada pratindakan hasil menulis aksara Jawa siswa mendapatkan nilai rata-rata mencapai 59,70, nilai rata-rata pada siklus I mencapai 69,41, dan nilai rata-rata pada siklus II mencapai 85,88. Dari data nilai siswa disetiap siklusnya mengalami peningkatan hal itu menunjukkan bahwa siswa sudah terbiasa dalam proses pembelajaran menggunakan metode Quantum Teaching.