cover
Contact Name
A.A. Diah Indrayani
Contact Email
diahindra17@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
diahindra17@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Kalangwan: Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra
ISSN : 1979634X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Kalangwan, Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Agama Fakultas Dharma Acarya IHDN Denpasar memiliki misi menghidupkan dan mengoptimalkan kesadaran keindahan ilmu pengetahuan yang ada dalam diri setiap orang. Maka dengan kesadaran tersebut akan membuat setiap insan tergerak untuk terus menimba menambah dan memperdalam pengetahuan demi kemajuan dan peningkatan kualitas SDM kampus. Keindahan ilmu pengetahuan akan membuka sisi estetika dan kelembutan menuju manusia yang ramah rendah hati jujur dan terbuka.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2019)" : 11 Documents clear
KAJIAN FILOLOGI DAN NILAI DALAM LONTAR TUTUR AJI SARASWATI Sentana, Gek Diah Desi
Kalangwan: Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.743 KB)

Abstract

Naskah Tutur Aji Saraswati menyatakan bahwa hidup adalah suatu proses yang berujung pada kematian yang tak mungkin terelakkan. Oleh sebab itu manusia diharapkan menjalani proses kehidupan (utpeti, stiti dan pralina) dengan benar. Berusaha mencapai kesadaran Tuhan dengan jalan Jnana (pengetahuan) dan tapa bratha. Hidup harus dijalankan berdasarkan petunjuk sastra agama agar menjadi berarti dan sejahtera.Untuk mewujudkan hidup yang sejahtera secara sekala dan niskala. Lontar Tutur Aji Saraswati digunakan  untuk mengetahui aksara Bali yang terdapat dalam Bhuana Agung dan Bhuana Alit. Dengan adanya kesamaan simbol  tersebut, maka manusia harus menyadari bahwa apa yang mereka lalukan akan berdampak pada alam. Seperti halnya keberadaan lontar yang saat ini lebih banyak berupa salinan, maka kajian filologi dapat menjadi acuan untuk menemukan lontar mana yang mendekati aslinya maupun yang mudah dipahami.
ANUGERAH KEPADA WAKTU DALAM TEKS KALA TATTWA Putra, I Gde Agus Dharma
Kalangwan: Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.978 KB)

Abstract

Kala Tattwa adalah salah satu teks yang membicarakan perihal kelahiran Kala. Kala dalam pemahaman sosial religius, digambarkan sebagai sosok raksasa yang selalu kelaparan. Kala diyakini menelan segala sesuatu yang berada pada ruang dan waktu yang salah. Kewenangan itulah yang didapat oleh Kala sebagai salah satu anugerah dari orang tuanya. Sesungguhnya ada beberapa anugerah yang diberikan kepada Kala oleh Siwa dan Giri Putri. Anugerah itu dalam tulisan ini dibagi menjadi dua yakni anugerah yang diberikan secara khusus oleh Siwa, dan juga anugerah dari Giri Putri. Penting mengetahui anugerah itu untuk memetakan bagaimana sesungguhnya Kala dalam pandangan orang Bali. Beberapa anugerah yang diberikan oleh Bhatara Siwa kepada Kala di antaranya ialah keberhasilan, dapat menyusup ke dalam segala yang berpikir, boleh membunuh dan menghidupkan, dan berhak untuk tinggal di desa-desa tempat manusia hidup. Anugerah dari Giri Putri atau Durgaadalah nama, aturan tentang yang boleh dan tidak boleh dimakan Kala, dapat memenuhi seluruh surga, sapta loka, dan sapta patala
AJARAN TAT TWAM ASI DALAM KAKAWIN AJI PALAYON Putra, Anak Agung Gede Wira
Kalangwan: Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.029 KB)

Abstract

Karya sastra sebagai ladang ajaran kehidupan dalam kehidupan masyarakat Hindu di Bali masih tetap ekisis keberadaannya pada era globalisasi saat ini yang akrab disebut sebagai zaman now. Salah satu jenis karya sastra Bali tradisional yang kaya akan ajaran susila, khususnya terkait Tat Twam Asi adalah kakawin Aji Palayon. Tulisan ini berusaha untuk mengungkap ajaran Tat Twam Asi yang terdapat dalam karya sastra kakawin Aji Palayon dengan perangkat teori semiotik dan religi yang didukung oleh metode analisis isi dan deskriptif analisis. Hasil dari analisis tersebut menunjukkan bahwa kakawin Aji Palayon merupakan karya sastra tradisional Bali berbentuk tembang yang menceritakan tentang perjalanan sang atman sejak baru meninggalkan badan kasar hingga sampai pada suarga loka. Dalam perjalanan sang atman juga dipenuhi oleh ajaran Tat Twam Asi, seperti yang terdapat pada Sargah 1, Bait ke 20 dan 22 serta pada Sargah 3, Bait ke 12, 21, 25, 28, 29, 30, 35, 36, dan 37. Pada dasarnya, kunci dari ajaran Tat Twam Asi yang terdapat pada kakawin Aji Palayon, yaitu cara terbaik untuk menghadapi rintangan adalah kita harus mempunyai kesadaran serta rasa memiliki, sehingga muncullah pengertian antara satu sama lain. Dengan pengertian tersebut, maka rintangan seberat apapun akan mudah untuk dilewati.
BASA MIWAH AKṢARA BALI Surada, I Made
Kalangwan: Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24.786 KB)

Abstract

Bahasa dan aksara Bali memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, yakni sebagai alat untuk berkomunikasi dan merekam buah pikiran. Selain itu juga dipergunakan dalam kegiatan upacara keagamaan (yajña), pengobatan (usada) serta aktivitas lain yang bertujuan untuk menambah kekuatan magis spiritual pada bangunan, benda, peralatan atau aktivitas yang dilakukan, bahkan pada badan atau tubuh manusia.Keberadaan bahasa dan aksara memberi makna verbalis dan konseptual dalam kehidupan Hindu di Bali. Aktivitas budaya terutama yang berkaitan dengan agama tidak bisa lepas dari Bahasa dan Aksara Bali. Peranan  bahasa dan aksara Bali dalam kehidupan masyarakat Bali sangat penting. Manusia tidak mampu mendekatkan diri pada Tuhan melalui simbol bahasa dan aksara Bali. Dengan demikian maka terjadi keselarasan hubungan antara manusia dengan sesamanya dan antara manusia Ida Sang Hyang Widhi Wasa, dan antara manusia dengan lingkungannya.Aksara Bali sebagai lingga stana Sang Hyang Aji Saraswati. Bahasa dan aksara Bali sebagai alat komunikasi, yang berfungsi sebagai media dalam kehidupan sosial budaya khususnya berkaitan dengan fungsi religius. Salah satu diantaranya adalah penghayatan terhadap nilai-nilai budaya Bali yang dijiwai oleh Agama Hindu.
EKSISTENSI PENGAJARAN BAHASA BALI DALAM MENARIK MINAT SISWA DI SMK NEGERI 2 DENPASAR Widiastari, Ni Luh Putu Diah
Kalangwan: Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.025 KB)

Abstract

Pengetahuan merupakan hal terpenting dalam kehidupan, karena segala pengetahuan yang didapatkan tidak hanya dari lingkungan sekitar, pengetahuan bisa didapatkan dari pengalam dan kejadia-kejadian yang ada. Dari segala pengetahuan yang ada tidak akan lepas dari pendidikan, yang dimana dalam hal ini pendidikan dari orang tua kepada anak merupakan sebuah kewajiban, hanya saja banyak yang tidak menyadari bahwa orang tua sebenarnya merupakan guru yang pertama dan utama bagi anak-anaknya dalam membangun dan mendidik moralitas anak-anak. Tulisan ini berusaha untuk mengungkap pengajaran bahasa Bali menjadi sebua media untuk menarik minat siswa dalam pelajaran bahasa Bali dengan perangkat teori behaviouristik, konstruktivisme dan motivasi yang didukung oleh metode deskriptif kualitatif. Hasil dari analisis tersebut menunjukkan bahwa pengajaran bahasa Bali yang dianggap membosankan, menakutkan, dan kuno oleh siswa mampu berubah menjadi meyenangkan, gampang dimengerti dan bisa mengikuti zaman. Pada dasarnya, kunci dari kegiatan belajar mengajar adalah adanya saling dukung mendukung antara guru dan siswa, kemudian guru sebagai seorang pendidik mampu menejemen kelas dengan membuat pelajaran menjadi menyenangkan, inovatif dan kreatif sehingga diminati oleh siswanya. Eksistensi dari pengajaran yang dilakukan oleh guru dengan mengambil mata pelajaran bahasa Bali sangatlah bergantung kepada adanya desain pembelajaran dan media pembelajaran guna menarik minat siswa untuk belajar dan mengenal bahasa Bali sebagai bahasa ibu yang mereka miliki.
MITOS PAN BALANG TAMAK DI DESA NONGAN KECAMATAN RENDANGKABUPATEN KARANGASEM: SASTRA LISAN Pebriyani, Ni Komang Ari; Duija, I Nengah; Subagia, I Nyoman
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.349 KB) | DOI: 10.25078/klgw.v9i1.1072

Abstract

The gap of Pan Balang Tamak character who was usually known by Balinese people in general happened in Nongan Village, Rendang Distric, Karangasem Regency. Beyond Pan Balang Tamak character precisely was respected by showing himself in the term of Balang Tamak temple in Nongan Village. The connection of Pan Balang Tamak myth with the folklore material in the village including the tradition which use janggi in the meeting, village rules, Pan Balang Tamak temple, Bale Pegat temple, Shrine in Subak Petian, and Karang Suung. There is a widening story then like Pan Balang Tamak myth according to the family of the landlord in Subak Petian area which connected with the family tree of Pasek Prateka and Pan Balang Tamak myth which connected with Rejang Buah dance and Baris Kumbang they arise as the result of the behavior of Pan Balang Tamak’s daughters.
EKSISTENSI PENGAJARAN BAHASA BALI DALAM MENARIK MINAT SISWA DI SMK NEGERI 2 DENPASAR Widiastari, Ni Luh Putu Diah
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/klgw.v9i1.979

Abstract

Pengetahuan merupakan hal terpenting dalam kehidupan, karena segala pengetahuan yang didapatkan tidak hanya dari lingkungan sekitar, pengetahuan bisa didapatkan dari pengalam dan kejadia-kejadian yang ada. Dari segala pengetahuan yang ada tidak akan lepas dari pendidikan, yang dimana dalam hal ini pendidikan dari orang tua kepada anak merupakan sebuah kewajiban, hanya saja banyak yang tidak menyadari bahwa orang tua sebenarnya merupakan guru yang pertama dan utama bagi anak-anaknya dalam membangun dan mendidik moralitas anak-anak. Tulisan ini berusaha untuk mengungkap pengajaran bahasa Bali menjadi sebua media untuk menarik minat siswa dalam pelajaran bahasa Bali dengan perangkat teori behaviouristik, konstruktivisme dan motivasi yang didukung oleh metode deskriptif kualitatif. Hasil dari analisis tersebut menunjukkan bahwa pengajaran bahasa Bali yang dianggap membosankan, menakutkan, dan kuno oleh siswa mampu berubah menjadi meyenangkan, gampang dimengerti dan bisa mengikuti zaman. Pada dasarnya, kunci dari kegiatan belajar mengajar adalah adanya saling dukung mendukung antara guru dan siswa, kemudian guru sebagai seorang pendidik mampu menejemen kelas dengan membuat pelajaran menjadi menyenangkan, inovatif dan kreatif sehingga diminati oleh siswanya. Eksistensi dari pengajaran yang dilakukan oleh guru dengan mengambil mata pelajaran bahasa Bali sangatlah bergantung kepada adanya desain pembelajaran dan media pembelajaran guna menarik minat siswa untuk belajar dan mengenal bahasa Bali sebagai bahasa ibu yang mereka miliki.
MITOS PAN BALANG TAMAK DI DESA NONGAN KECAMATAN RENDANGKABUPATEN KARANGASEM: SASTRA LISAN Pebriyani, Ni Komang Ari; Duija, I Nengah; Subagia, I Nyoman
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/klgw.v9i1.1072

Abstract

The gap of Pan Balang Tamak character who was usually known by Balinese people in general happened in Nongan Village, Rendang Distric, Karangasem Regency. Beyond Pan Balang Tamak character precisely was respected by showing himself in the term of Balang Tamak temple in Nongan Village. The connection of Pan Balang Tamak myth with the folklore material in the village including the tradition which use janggi in the meeting, village rules, Pan Balang Tamak temple, Bale Pegat temple, Shrine in Subak Petian, and Karang Suung. There is a widening story then like Pan Balang Tamak myth according to the family of the landlord in Subak Petian area which connected with the family tree of Pasek Prateka and Pan Balang Tamak myth which connected with Rejang Buah dance and Baris Kumbang they arise as the result of the behavior of Pan Balang TamakÂ’s daughters.
KAJIAN FILOLOGI DAN NILAI DALAM LONTAR TUTUR AJI SARASWATI Sentana, Gek Diah Desi
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/klgw.v9i1.980

Abstract

Naskah Tutur Aji Saraswati menyatakan bahwa hidup adalah suatu proses yang berujung pada kematian yang tak mungkin terelakkan. Oleh sebab itu manusia diharapkan menjalani proses kehidupan (utpeti, stiti dan pralina) dengan benar. Berusaha mencapai kesadaran Tuhan dengan jalan Jnana (pengetahuan) dan tapa bratha. Hidup harus dijalankan berdasarkan petunjuk sastra agama agar menjadi berarti dan sejahtera.Untuk mewujudkan hidup yang sejahtera secara sekala dan niskala. Lontar Tutur Aji Saraswati digunakan  untuk mengetahui aksara Bali yang terdapat dalam Bhuana Agung dan Bhuana Alit. Dengan adanya kesamaan simbol  tersebut, maka manusia harus menyadari bahwa apa yang mereka lalukan akan berdampak pada alam. Seperti halnya keberadaan lontar yang saat ini lebih banyak berupa salinan, maka kajian filologi dapat menjadi acuan untuk menemukan lontar mana yang mendekati aslinya maupun yang mudah dipahami.
ANUGERAH KEPADA WAKTU DALAM TEKS KALA TATTWA Putra, I Gde Agus Dharma
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/klgw.v9i1.976

Abstract

Kala Tattwa adalah salah satu teks yang membicarakan perihal kelahiran Kala. Kala dalam pemahaman sosial religius, digambarkan sebagai sosok raksasa yang selalu kelaparan. Kala diyakini menelan segala sesuatu yang berada pada ruang dan waktu yang salah. Kewenangan itulah yang didapat oleh Kala sebagai salah satu anugerah dari orang tuanya. Sesungguhnya ada beberapa anugerah yang diberikan kepada Kala oleh Siwa dan Giri Putri. Anugerah itu dalam tulisan ini dibagi menjadi dua yakni anugerah yang diberikan secara khusus oleh Siwa, dan juga anugerah dari Giri Putri. Penting mengetahui anugerah itu untuk memetakan bagaimana sesungguhnya Kala dalam pandangan orang Bali. Beberapa anugerah yang diberikan oleh Bhatara Siwa kepada Kala di antaranya ialah keberhasilan, dapat menyusup ke dalam segala yang berpikir, boleh membunuh dan menghidupkan, dan berhak untuk tinggal di desa-desa tempat manusia hidup. Anugerah dari Giri Putri atau Durgaadalah nama, aturan tentang yang boleh dan tidak boleh dimakan Kala, dapat memenuhi seluruh surga, sapta loka, dan sapta patala

Page 1 of 2 | Total Record : 11