cover
Contact Name
I Gede Sutarya
Contact Email
sutarya@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
pariwisatasutarya@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA
ISSN : 25279534     EISSN : 26145340     DOI : -
Core Subject : Social,
Tujuan pariwisata agama ini adalah tempat-tempat suci agama, yang terdiri dari situs alam, budaya dan buatan manusia. Karena itu, pengelolaan situs-situs tersebut juga menjadi bahasan-bahasan pada artikel pada jurnal ini. Dengan demikian, jurnal ilmiah ini memuat artikel-artikel yang berhubungan dengan pariwisata agama, pariwisata budaya, dan pengaruh-pengaruh pariwisata terhadap agama dan budaya.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2020)" : 10 Documents clear
NEW NORMAL BAGI PARIWISATA BALI DI MASA PANDEMI COVID 19 Paramita, Ida Bagus Gede; Purnama Arsa Putra, I Gede Gita
PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pba.v5i2.1723

Abstract

Pandemi covid 19 meruapakan wabah yang merubah tatanan kehidupan masyarakat diseluruh dunia atau disebut dengan new normal. Masyarakat diwajibkan hidup dalam new normal untuk tetap bisa menjaga kesehatan dan keselamatan jiwa mereka. Covid 19 berdampak sangat  berat bagi perekonomian terutama yang mengandalkan perekonomian dalam sektor pariwisata. Belum ditemukannya antivirus untuk covid 19 ini menambah kecemasan masyarakat untuk beraktivitas. Untuk itulah pemerintah mengambil kebijakan penerapan kehidupan new normal dalam menjalankan aktivitas biasa di luar rumah dengan menerapkan protokal tetap pencegahan penyebaran covid 19. Tidak terkecuali sektor pariwisata, penyempurnaan sistem sanitasi dan pariwisata yang mengutamakan kesehatan dan keselamatan (self-distancing) terus diupayakan untuk memberikan rasa nyaman kepada para wisatawan
KOMUNIKASI EKSTRA NORMAL DALAM MEMBANGUN PARIWISATA BUDAYA DI ERA NEW NORMAL Aryatnaya Giri, I Putu Agus; Girinata, I Made; Wiratmaja, I Ketut
PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pba.v5i2.1704

Abstract

Membuka sektor pariwisata budaya di tengah pandemic covid-19 sesungguhnya memang beresiko tinggi. Kerja sama yang kondusif sangat dibutuhkan antara pemerintah, swasta dan masyarakat sebagai stakeholders pariwisata untuk tidak tergesa-gesa memulihkan keadaan ini seperti semula lagi yang utamanya akan tetap dapat dikontrol dengan baik. Ada banyak hal yang harus diperhatikan ketika melirik kegiatan pariwisata di Indonesia yang memang cukup menjanjikan dan menjadi magnet bagi para wisatawan. Mulai dari protokol kesehatan, akomodasi, infrastruktur, transportasi, maupun fasilitas yang ada di area wisata tersebut. Di tengah bayang-bayang angka positif Covid-19 yang masih sangat tinggi, keinginan masyarakat untuk melepas penat dan berwisata melihat keindahan alam dan budaya Indonesia setidaknya dapat diwujudkan dengan penerapan aturan-aturan yang ketat dan pada akhirnya geliat masyarakat sektor pariwisata setidaknya dapat terlihat dan mewujudkan optimisme pada sektor-sektor produktif lainnya. Meskipun begitu, tantangan sepertinya datang dari masyarakat itu sendiri. Karena, pariwisata era new normal memang membutuhkan komunikasi ekstra normal dari pemerintah. 
“NEW NORMAL” SEBAGAI MOMENTUM KEBANGKITAN EKOWISATA: SEBUAH KAJIAN AWAL TENTANG DAYA DUKUNG LINGKUNGAN PASCAPANDEMI COVID-19 Rudiyanto, Andreas; Sugiarto, Eko
PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pba.v5i2.1697

Abstract

Pandemi Covid-19 telah mengubah banyak hal dalam kehidupan. Salah satu yang cukup menonjol adalah perubahan perilaku. Istilah “new normal” kemudian menjadi sangat populer. Padanan terhadap istilah ini dalam bahasa Indonesia kemudian bermunculan, antara lain “kenormalan baru”, “normal baru”, “tatanan kehidupan baru”, dan masih banyak lagi yang semua mengacu kepada “keadaan normal yang baru”. Keadaan normal baru ini antara lain (1) memakai masker ketika harus keluar rumah atau berinteraksi dengan orang lain yang tidak diketahui status kesehatannya; (2) mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir atau menggunakan cairan antiseptik berbasis alkohol/handsanitizer; (3) menjaga jarak minimal satu meter dengan orang lain serta menghindari kerumunan, keramaian, dan berdesakan; serta (4) meningkatkan daya tahan tubuh dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Dalam konteks “menjaga jarak minimal satu meter dengan orang lain serta menghindari kerumunan, keramaian, dan berdesakan” inilah pembahasan tentang daya dukung lingkungan di bidang pariwisata dibahas dalam artikel ini. Dengan demikian, tujuan penulisan artikel ini adalah untuk memberikan sebuah perspektif terhadap penerapan konsep daya dukung lingkungan di destinasi pariwisata pascapandemi Covid-19. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi literatur terhadap dokumen yang membahas tentang “new normal” dan ekowisata dikaitkan dengan kondisi kekinian. Berdasarkan hasil kajian terhadap berbagai literatur tersebut, penulis menyimpulkan bahwa “new normal” merupakan sebuah kondisi yang bisa dijadikan sebagai momentum kebangkitan ekowisata, khususnya terkait dengan penerapan konsep daya dukung lingkungan di destinasi pariwisata.
SENI MAJEJAITAN DAN METANDING SEBAGAI ATRAKSI WISATA DI ERA NEW NORMAL Puspa, Ida Ayu Tary; Pertu Agung, I Gusti Ngurah; Ananda Mertayasa, I Kadek
PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pba.v5i2.1798

Abstract

Upacara dan upakara dalam  agama Hindu memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang mengunjungi pulau Bali yang terkenal dengan sebutan Pulau Dewata. Para wisatawan ingin memeroleh pengalaman autentik selama mereka berwisata dengan mengikuti program majejaitan dan metanding. Dengan luapan emosi yang ekspresif, sebuah desa wisata dapat mengemas majejaitan dan metanding ini sebagai atraksi wisata. Atraksi ini memiliki fungsi  seni yaitu berupa pemuas emosi dan keinginan manusia serta fungsi religius yang mana atraksi ini memiliki  keunikan yang luar biasa sehingga akan  mampu meningkatkan wawasan dalam menghubungkan diri dengan Tuhan dengan cara yang sederhana.Dalam era new normal  ini walaupun pandemi covid-19 belum berlalu, maka desa wisata dapat mengemas atraksi ini dengan tetap mengedepankan kebersihan (Cleanliness), kesehatan (Health) dan keamanan (Safety). CHS ini sebagai standar kenormalan baru pariwisata.
NEW NORMAL PARIWISATA BALI DI MASA PANDEMI PADA DAERAH TUJUAN WISATA TANAH LOT, KABUPATEN TABANAN Krisdayanthi, Astrid
PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pba.v5i2.1743

Abstract

Covid-19 has profoundly affected the economy today. Not only has income decreased, but the number of unemployed has also continued to increase. The tourism sector, which drives the economy in Bali, was also affected. Many tourism workers have to be laid off and also many have lost their livelihoods as a result of the Covid-19 pandemic. The new normal that has been in effect today is like a breath of fresh air for the community and also for the tourism business. This is because with the enactment of the new normal while adhering to the applicable Health protocols, people can start working again and tourism can start to reopen. The Tanah Lot tourist destination, which has been closed as part of preventing the spread of Covid-19, has now reopened but still adheres to the Health protocol. The operational manager of the Tanah Lot tourist destination, Mr. Toya Adnyana, said that the Tanah Lot tourist attraction was ready with standard operating procedures related to new normal tourism. His party has prepared according to the applicable Health protocol standards to enter this new normal phase, such as; masks, face shields for ticketing and checking tickets, portable sinks in several areas, appeals regarding health protocols and hand sanitizers. With the opening of the Tanah Lot tourist destination to receive tourist visits, this has a positive impact on tourism actors around it. Even though the impact has not been felt yet because the number is still small, it is enough to help those who have lost their income for the past 4 months due to the closure of the Tanah Lot tourist destination.
NEW NORMAL BAGI PARIWISATA BALI DI MASA PANDEMI COVID 19 Paramita, Ida Bagus Gede; Purnama Arsa Putra, I Gede Gita
PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pba.v5i2.1723

Abstract

Pandemi covid 19 meruapakan wabah yang merubah tatanan kehidupan masyarakat diseluruh dunia atau disebut dengan new normal. Masyarakat diwajibkan hidup dalam new normal untuk tetap bisa menjaga kesehatan dan keselamatan jiwa mereka. Covid 19 berdampak sangat  berat bagi perekonomian terutama yang mengandalkan perekonomian dalam sektor pariwisata. Belum ditemukannya antivirus untuk covid 19 ini menambah kecemasan masyarakat untuk beraktivitas. Untuk itulah pemerintah mengambil kebijakan penerapan kehidupan new normal dalam menjalankan aktivitas biasa di luar rumah dengan menerapkan protokal tetap pencegahan penyebaran covid 19. Tidak terkecuali sektor pariwisata, penyempurnaan sistem sanitasi dan pariwisata yang mengutamakan kesehatan dan keselamatan (self-distancing) terus diupayakan untuk memberikan rasa nyaman kepada para wisatawan
KOMUNIKASI EKSTRA NORMAL DALAM MEMBANGUN PARIWISATA BUDAYA DI ERA NEW NORMAL Aryatnaya Giri, I Putu Agus; Girinata, I Made; Wiratmaja, I Ketut
PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pba.v5i2.1704

Abstract

Membuka sektor pariwisata budaya di tengah pandemic covid-19 sesungguhnya memang beresiko tinggi. Kerja sama yang kondusif sangat dibutuhkan antara pemerintah, swasta dan masyarakat sebagai stakeholders pariwisata untuk tidak tergesa-gesa memulihkan keadaan ini seperti semula lagi yang utamanya akan tetap dapat dikontrol dengan baik. Ada banyak hal yang harus diperhatikan ketika melirik kegiatan pariwisata di Indonesia yang memang cukup menjanjikan dan menjadi magnet bagi para wisatawan. Mulai dari protokol kesehatan, akomodasi, infrastruktur, transportasi, maupun fasilitas yang ada di area wisata tersebut. Di tengah bayang-bayang angka positif Covid-19 yang masih sangat tinggi, keinginan masyarakat untuk melepas penat dan berwisata melihat keindahan alam dan budaya Indonesia setidaknya dapat diwujudkan dengan penerapan aturan-aturan yang ketat dan pada akhirnya geliat masyarakat sektor pariwisata setidaknya dapat terlihat dan mewujudkan optimisme pada sektor-sektor produktif lainnya. Meskipun begitu, tantangan sepertinya datang dari masyarakat itu sendiri. Karena, pariwisata era new normal memang membutuhkan komunikasi ekstra normal dari pemerintah. 
“NEW NORMAL” SEBAGAI MOMENTUM KEBANGKITAN EKOWISATA: SEBUAH KAJIAN AWAL TENTANG DAYA DUKUNG LINGKUNGAN PASCAPANDEMI COVID-19 Rudiyanto, Andreas; Sugiarto, Eko
PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pba.v5i2.1697

Abstract

Pandemi Covid-19 telah mengubah banyak hal dalam kehidupan. Salah satu yang cukup menonjol adalah perubahan perilaku. Istilah “new normal” kemudian menjadi sangat populer. Padanan terhadap istilah ini dalam bahasa Indonesia kemudian bermunculan, antara lain “kenormalan baru”, “normal baru”, “tatanan kehidupan baru”, dan masih banyak lagi yang semua mengacu kepada “keadaan normal yang baru”. Keadaan normal baru ini antara lain (1) memakai masker ketika harus keluar rumah atau berinteraksi dengan orang lain yang tidak diketahui status kesehatannya; (2) mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir atau menggunakan cairan antiseptik berbasis alkohol/handsanitizer; (3) menjaga jarak minimal satu meter dengan orang lain serta menghindari kerumunan, keramaian, dan berdesakan; serta (4) meningkatkan daya tahan tubuh dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Dalam konteks “menjaga jarak minimal satu meter dengan orang lain serta menghindari kerumunan, keramaian, dan berdesakan” inilah pembahasan tentang daya dukung lingkungan di bidang pariwisata dibahas dalam artikel ini. Dengan demikian, tujuan penulisan artikel ini adalah untuk memberikan sebuah perspektif terhadap penerapan konsep daya dukung lingkungan di destinasi pariwisata pascapandemi Covid-19. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi literatur terhadap dokumen yang membahas tentang “new normal” dan ekowisata dikaitkan dengan kondisi kekinian. Berdasarkan hasil kajian terhadap berbagai literatur tersebut, penulis menyimpulkan bahwa “new normal” merupakan sebuah kondisi yang bisa dijadikan sebagai momentum kebangkitan ekowisata, khususnya terkait dengan penerapan konsep daya dukung lingkungan di destinasi pariwisata.
SENI MAJEJAITAN DAN METANDING SEBAGAI ATRAKSI WISATA DI ERA NEW NORMAL Puspa, Ida Ayu Tary; Pertu Agung, I Gusti Ngurah; Ananda Mertayasa, I Kadek
PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pba.v5i2.1798

Abstract

Upacara dan upakara dalam  agama Hindu memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang mengunjungi pulau Bali yang terkenal dengan sebutan Pulau Dewata. Para wisatawan ingin memeroleh pengalaman autentik selama mereka berwisata dengan mengikuti program majejaitan dan metanding. Dengan luapan emosi yang ekspresif, sebuah desa wisata dapat mengemas majejaitan dan metanding ini sebagai atraksi wisata. Atraksi ini memiliki fungsi  seni yaitu berupa pemuas emosi dan keinginan manusia serta fungsi religius yang mana atraksi ini memiliki  keunikan yang luar biasa sehingga akan  mampu meningkatkan wawasan dalam menghubungkan diri dengan Tuhan dengan cara yang sederhana.Dalam era new normal  ini walaupun pandemi covid-19 belum berlalu, maka desa wisata dapat mengemas atraksi ini dengan tetap mengedepankan kebersihan (Cleanliness), kesehatan (Health) dan keamanan (Safety). CHS ini sebagai standar kenormalan baru pariwisata.
NEW NORMAL PARIWISATA BALI DI MASA PANDEMI PADA DAERAH TUJUAN WISATA TANAH LOT, KABUPATEN TABANAN Krisdayanthi, Astrid
PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pba.v5i2.1743

Abstract

Covid-19 has profoundly affected the economy today. Not only has income decreased, but the number of unemployed has also continued to increase. The tourism sector, which drives the economy in Bali, was also affected. Many tourism workers have to be laid off and also many have lost their livelihoods as a result of the Covid-19 pandemic. The new normal that has been in effect today is like a breath of fresh air for the community and also for the tourism business. This is because with the enactment of the new normal while adhering to the applicable Health protocols, people can start working again and tourism can start to reopen. The Tanah Lot tourist destination, which has been closed as part of preventing the spread of Covid-19, has now reopened but still adheres to the Health protocol. The operational manager of the Tanah Lot tourist destination, Mr. Toya Adnyana, said that the Tanah Lot tourist attraction was ready with standard operating procedures related to new normal tourism. His party has prepared according to the applicable Health protocol standards to enter this new normal phase, such as; masks, face shields for ticketing and checking tickets, portable sinks in several areas, appeals regarding health protocols and hand sanitizers. With the opening of the Tanah Lot tourist destination to receive tourist visits, this has a positive impact on tourism actors around it. Even though the impact has not been felt yet because the number is still small, it is enough to help those who have lost their income for the past 4 months due to the closure of the Tanah Lot tourist destination.

Page 1 of 1 | Total Record : 10