cover
Contact Name
Ni Made Sri Muryani
Contact Email
srimuryanimade@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
srimuryanimade@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Medika Udayana
ISSN : 24609293     EISSN : 26856573     DOI : -
Core Subject : Health,
Aim of the journal evaluating and understanding the intervensions given both in fields of nursing and health using appropriate designs and methods.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 4 No 01 (2018)" : 5 Documents clear
Gambaran Tingkat Kecemasan Pada Pasien Stroke di Ruang Belibis RSUD. Wangaya Denpasar Suputra, Dewa Ketut; Muryani, Ni Made Sri; Sukarja, I Made; Krisnayani, Ni Made Wina
Jurnal Kesehatan Medika Udayana Vol 4 No 01 (2018)
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.338 KB)

Abstract

ABSTRACT Background: Stroke is a major cause of disability in adults, where four million Americans experience neurological deficits due to stroke, two-thirds of these deficits are moderate to severe. This disease has become a worldwide health problem and is increasingly important, with two-thirds of strokes now occurring in developing countries. Stroke sufferers themselves will experience a psychological response, namely anxiety because in addition to being a life threat, patients will feel anxious about their future. The purpose of this study was to determine the description of the level of anxiety in stroke patients in the Belibis Room of Wangaya Hospital Denpasar. Methode: The type of design used is descriptive design. Data collection was carried out by the researchers themselves using a standard questionnaire sheet, the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), with the number of respondents 30 people who were Stroke patients in the Belibis room of Wangaya Hospital Denpasar. Result: The results of this study indicate that the majority of stroke patients in the Belibis room of Wangaya Hospital Denpasar experienced moderate anxiety, namely as many as 17 (56.7%) respondents, mild anxiety as many as 6 (20%) respondents, severe anxiety as many as 6 (20%) respondents, panic 0%, and only 1 (3.3%) respondents who did not experience anxiety. Conclusion: Individuals who experience anxiety are mostly aged over 50 years, female sex, high school education, and have private jobs. It is expected that families can provide motivation and positive encouragement to patients. ABSTRAK Latar Belakang: Stroke adalah penyebab utama kecacatan pada orang dewasa, dimana empat juta orang Amerika mengalami defisit neurologik akibat stroke, dua pertiga dari defisit ini bersifat sedang sampai parah. Penyakit ini telah menjadi masalah kesehatan yang mendunia dan semakin penting, dengan dua pertiga stroke sekarang terjadi di negara – negara yang sedang berkembang. Penderita stroke sendiri akan mengalami suatu respon psikologis, yaitu kecemasan karena selain menjadi suatu ancaman hidup, pasien akan merasa cemas akan masa depannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Gambaran Tingkat Kecemasan Pada Pasien Stroke di ruang Belibis RSUD Wangaya Denpasar. Metode: Jenis desain yang digunakan adalah desain deskriptif. Pengumpulan data dilakukan oleh peneliti sendiri dengan menggunakan lembar kuesioner yang sudah baku yaitu Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), dengan jumlah responden 30 orang yang merupakan pasien Stroke di ruang Belibis RSUD Wangaya Denpasar. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar penderita stroke di ruang Belibis RSUD Wangaya Denpasar mengalami kecemasan sedang, yaitu sebanyak 17 responden (56,7%), kecemasan ringan sebanyak 6 orang (20%), kecemasan berat sebanyak 6 orang (20%), panik 0%, dan hanya 1 orang (3,3%) responden yang tidak mengalami kecemasan. Simpulan: Individu yang mengalami kecemasan sedang sebagian besar berusia diatas 50 tahun, jenis kelamin perempuan, pendidikan SMA, dan memiliki pekerjaan swasta. Diharapkan keluarga mampu memberikan motivasi dan dorongan positif pada pasien.  
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Terjadinya Hipertensi Pada Lansia di Puskesmas III Denpasar Utara Tahun 2012 Wulandari, Ratna; Putra, Kadek Agus Dwija; Sandi, I wayan
Jurnal Kesehatan Medika Udayana Vol 4 No 01 (2018)
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.975 KB)

Abstract

ABSTRACT Background: The prevalence of isolated systolic hypertension (HST) is expected to occur approximately 25% in the age group of 60-90 years, and found as much as 59.1% in males and 61.9% in females. This research aims to determine the factors related to the incidence of hypertension in the elderly. Methods: This study uses a descriptive analytical design with the Cross Sectional approach. The research samples used are seniors aged ≥ 60 years and older with Consecutive Sampling technique in the working area of Puskesmas III North Denpasar. Data retrieval takes place from April to May 2012 by filling out questionnaires, measuring weight, height and blood pressure. The Data obtained is analyzed univariate and bivariate using Chi-Square test. Results: Based on the analysis gained that the factors associated with the occurrence of hypertension in the elderly are The age factor (OR: 10,833; 95% CI: 1,961-59,834), Gender factor (OR: 7,467; 95% CI: 1,400-39,837), Genetic factor (OR: 10,083; 95% CI: 1,658-61,330), Activity factors (OR: 0,095; 95% CI: 0,017-0,529), and the habit of drinking coffee (OR: 15,556; 95% CI: 2,586-93,571). Conclusion: Age, gender, genetic, activity and coffee habits are factors related to hypertension in the elderly. Expected parties are more promoting health programs in the elderly, especially on hypertensive diseases ABSTRAK Latar belakang: Prevalensi Hipertensi Sistolik Terisolasi (HST) diperkirakan terjadi  sekitar 25% pada kelompok umur 60-90 tahun, dan ditemukan sebanyak 59,1% pada laki-laki dan 61,9% pada perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor–faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel penelitian yang digunakan adalah lansia yang berumur ≥ 60 tahun keatas dengan`menggunakan teknik Consecutive Sampling di wilayah kerja puskesmas III Denpasar Utara. Pengambilan data dilakukan pada bulan April hingga Mei 2012 dengan cara pengisian kuesioner, pengukuran berat badan, tinggi badan dan tekanan darah. Data yang diperoleh dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: berdasarkan analisis diperoleh bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya hipertensi pada lansia adalah faktor umur (OR:10,833; 95%CI: 1,961-59,834), faktor jenis kelamin (OR:7,467; 95%CI:1,400-39,837), faktor genetik (OR:10,083; 95%CI:1,658-61,330), faktor aktivitas (OR:0,095; 95%CI:0,017-0,529), dan kebiasaan minum kopi (OR:15,556; 95%CI:2,586-93,571). Simpulan: Faktor umur, jenis kelamin, genetik, aktifitas dan kebiasaan minum kopi merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit hipertensi pada lansia. Diharapkan pihak terkait lebih mempromosikan program-program kesehatan pada lansia, khususnya mengenai penyakit hipertensi.
Tingkat Kepatuhan Pasien TB Paru Terhadap Penatalaksanaan Program OAT (Obat Anti TB) di Poliklinik Paru RSUD. Sanjiwani Gianyar Dewi, Ni Kadek Ayu Patni; Pendet, Ni Made Diah Pusparini; Sukarja, I Made; Krisnayani, Ni Made Wina
Jurnal Kesehatan Medika Udayana Vol 4 No 01 (2018)
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.883 KB)

Abstract

ABSTRACT Introduction :Tubercolosis (TB) diseases  is one of the most public health problems in Indonesia. Indonesia known as a the  third highest of TB cases in the world after India and China. In 2010, the Ministry of Health In Indonesia reported that patient with TB in worldwide about 5,8 % cases was found in Indonesia. In Indonesia, TB drugs treatments called the OAT Program. The study about the interpersonal factors who can be related to the compliance of patient with TB determined how important  the role of doctors and other health professionals to do verbal and non verbal communication with patients. The aim of this study was to describe complianced of patient with TB  in OAT program at Sanjiwani general hospital, Gianyar. Method : This was observational descriptive study. Data were collected through questionnaires. The total of patient with TB who participated in this research were 78 collected by consecutive sampling technique. Result :Based on the research, the complianced of patient with TB in OAT program showed that 38 respondent (48,71%) had complianced with the OAT program and 40 respondent (51,28 %) didn’t have compliance with the OAT program. Conclusion :Most of the patient with TB in Sanjiwani general hospital didn’t have compliance with OAT program. ABSTRAK Latar Belakang : Tuberkulosis merupakan salah satu masalah kesehatan penting di Indonesia. Selain itu, Indonesia menduduki peringkat ke-3 negara dengan jumlah penderita TB terbanyak di dunia setelah India dan China. Jumlah penderita TB di Indonesia adalah sekitar 5,8 % pada tahun 2010 dari total jumlah penderita TB dunia. Pengobatan pasien TB dilakukan dengan program OAT. Riset tentang faktor-faktor interpersonal yang mempengaruhi kepatuhan terhadap pengobatan menunjukkan pentingnya sensitifitas dokter dan tenaga kesehatan terhadap komunikasi verbal dan nonverbal pasien. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan kepatuhan pasien TB paru dalam melaksanakan program OAT di Poliklinik Paru RSUD Sanjiwani Gianyar. Metode : Jenis penelitian ini adalah observasional deskriptif. Dengan instrument yang duganakan adalah kuesioner. Pengambilan sample menggunakan teknik sampling yaitu consecutive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 78 orang. Hasil : Pada penelitian ini hasil dari tingkat kepatuhan pasien sebanyak 38 responden (48,71 %) yang patuh dan yang tidak patuh sebanyak 40 responden (51,28%). Simpulan : Pasien TB di Poliklinik Paru RSUD Sanjiwani Gianyar lebih banyak tidak patuh terhadap penatalaksanaan program OAT.
Hubungan Antara Pola Asuh Orang Tua Dengan Kemampuan Toilet Training Anak Usia Pra Sekolah di Banjar Kutuh Kelod Ubud Oktaviari, Ni Kadek Win; Dewi, Ni Luh Made Asri; Astini, Putu Susy N.A; Widayati, Kurniasih
Jurnal Kesehatan Medika Udayana Vol 4 No 01 (2018)
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.645 KB)

Abstract

ABSTRACT Background: Toilet training is an attempt to train children to be able to control bowel movements. In Indonesia, it was found that 16% of children aged 6 years were still unable to do toilet training independently. One of the important factors in the success of children in doing toilet training is the parenting style applied by parents in educating children at home. Objective: to find out the relationship between parenting style and toilet training ability in pre-school aged children in Kutuh Kelod Banjar Ubud. Method: This study used an observational analysis design with a cross sectional approach. The study population was pre-school age children in Banjar Kutuh Kelod Ubud with sampling techniques using purposive samling. The instrument of this study used the observation sheet toilet training ability and parenting questionnaire. Analysis of toilet training capabilities with parenting using the Spearmans Rho test. Results: The study showed that most of the parents' parenting styles were democratic as many as 24 people (40%). The results of the Spearmans Rho test were parenting and toilet training abilities with a value of p = 0,000. Conclusion: This study found that there was a significant relationship between parenting care and toilet training abilities of preschoolers.  ABSTRAK Latar belakang: Toilet training merupakan usaha untuk melatih anak agar mampu mengontrol dalam melakukan buang air besar. Di Indonesia sendiri ditemukan sebanyak 16% anak usia 6 tahun masih tidak mampu melakukan toilet training secara mandiri. Salah satu faktor penting keberhasilan anak dalam melakukan toilet training adalah pola asuh yang diterapkan orang tua dalam mendidik anak di rumah. Tujuan penelitian untuk mengatahui hubungan pola asuh orang tua dengan kemampuan toilet training pada anak usia pra sekolah di Banjar Kutuh Kelod Ubud. Metode: Penelitian ini ini menggunakan desain analisis observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah anak usia pra sekolah di Banjar Kutuh Kelod Ubud dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrument penelitian ini menggunakan lembar observasi kemampuan toilet training dan kuesioner pola asuh orang tua. Analisis kemampuan toilet training dengan pola asuh orang tua menggunakan uji Spearman’s Rho. Hasil: Penelitian menunjukkan kbahwa sebagian besar pola asuh orang tua responden adalah demokratis sebanyak 24 orang (40%). Hasil analisis uji Spearman’s Rho pola asuh dan kemampuan toilet training dengan nilai p= 0,000. Kesimpulan: Penelitian ini menemukan bahwa terdapat hubungan signifikan pola asuh orang tua dan kemampuan toilet training anak usia prasekolah.
Perilaku Pasien Diabetes Melitus Dalam Upaya Pencegahan Kaki Diabetik Sejana, I Nyoman; Widyanata, Komang Agus Jerry; Rahayu, V.M Endang Sri Purwadmi; Dira, I Ketut
Jurnal Kesehatan Medika Udayana Vol 4 No 01 (2018)
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.507 KB)

Abstract

ABSTRACT Background: Diabetes Mellitus is a disease with high levels of glucose (simple sugar) in the high blood because the body can not release or use insulin adequately. One complication that is feared by people with Diabetes is Diabetic Foot or Diabetic Gangrene. This research aims to determine the behavior of patients with diabetes mellitus in the prevention of diabetic foot in room of Sahadeva and Nakula Sanjiwani Gianyar District Hospital. Methods: Types of research used in this research is descriptive survey approach. Sample of the study are 40 patients with diabetes mellitus hospitalized in the room  of Sahadeva and Nakula Sanjiwani Gianyar District Hospital using consecutive sampling technique. Data is collected in the period March to May 2012 by filling out a questionnaire about behavioral prevention of diabetic foot. Results: The results of data analysis showed that the behavior of patients with Diabetes Mellitus in the prevention of Diabetic Foot based on education level, age, gender and occupation. From the 40 respondents there were: 55% of the level of knowledge good, 80% good attitude, 70% good actions and 67,5% good actions in the category of good behavior. ABSTRAK Latar belakang: Diabetes melitus adalah suatu penyakit dengan kadar glukosa (gula sederhana) di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara cukup. Salah satu komplikasi yang sangat ditakuti oleh penderita diabetes adalah kaki diabetik atau gangren diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pasien diabetes melitus dalam upaya pencegahan kaki diabetik di Ruang Sahadewa dan Nakula RSUD Sanjiwani Gianyar. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan survey. Sampel penelitian yang digunakan adalah pasien diabetes melitus yang rawat inap di ruang Sahadewa dan Nakula RSUD Sanjiwani Gianyar sebanyak 40 orang dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Pengambilan data dilakukan pada periode bulan Maret hingga Mei 2012 dengan cara pengisian kuesioner tentang perilaku pencegahan kaki diabetik. Hasil: Hasil analisa data menunjukan bahwa perilaku pasien diabetes melitus dalam upaya pencegahan kaki diabetik berdasarkan tingkat pendidikan, usia, jenis kelamin dan pekerjaan. Data menunjukan terdapat 55% tingkat pengetahuannya baik, 80% sikapnya baik, 70% tindakannya baik dan 67,5% perilakunya dalam kategori baik. Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa perilaku pasien DM dalam pencegahan kaki diabetik masuk dalam kategori baik dengan faktor yang dinilai meliputi pengetahuan sikap, dan tindakan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5