cover
Contact Name
I Wayan Suyanta
Contact Email
suyanta.kaler@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
pratamawidyajurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
ISSN : 25284037     EISSN : 26158396     DOI : -
Pratama Widya : Jurnal Pendidikan Anak Usia yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar ini didedikasikan sebagai media untuk mempublikasikan pemikiran maupun penelitian yang berkaitan dengan topik pendidikan anak usia dini. Fokus Pratama Widya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini : Paradigma, Filosofi, Teori, Strategi, Pendekatan, Metode, Model serta Kebijakan-kebijakan Pendidikan Anak Uisia Dini.
Arjuna Subject : -
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2019)" : 26 Documents clear
ECO FAMILY : METODE PARENTING ANAK USIA DINI UNTUK MEMBENTUK GENERASI LITERASI LINGKUNGAN Wisnu Budi Wijaya, I Komang
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.76 KB) | DOI: 10.25078/pw.v4i1.1067

Abstract

Menurut ajaran agama Hindu, agar manusia bisa mencapai kebahagaiaan maka salah satu cara yang ditempuh adalah menjaga keharmonisan terhadap lingkungan. Manusia dan lingkungan adalah dua subjek yang saling membutuhkan. Kehidupan manusia bisa berlangsung tergantung pada keadaan tumbuhan dan kelestarian tumbuhan berada di tangan manusia. Namun, faktanya kerusakan lingkungan sudah semakin parah dan ironisnya manusia adalah sebagai aktor utama dari kerusakan lingkungan tersebut. Oleh karena itu perlu pembentukan generasi berliterasi lingkungan untuk menjaga keajagean lingkungan. Pembentukan jiwa literasi lingkungan sebaiknya dimulai sejak anak berusia dini. Peran keluarga untuk membentuk anak berliterasi lingkungan sangatlah besar. Agar proses pembentukan jiwa literasi lingkungan berjalan optimal, maka diperlukan sebuah desain keluarga berwawasan lingkungan yaitu Eco-family. Eco-family adalah sebuah konsep keluarga yang memiliki sikap peduli lingkungan yang diwujudkan dalam tindakan sehari-hari. Penanaman nilai literasi lingkungan terhadap anak usia dini melalui konsep Eco-family diutamakan pada dimensi sikap. Kata kunci : literasi, lingkungan, anak, eco-family Abstract According to Hinduism, humans achieve happiness through several methods, one of them is to maintain the harmonywith environment. Humans and the environment are two subjects who demand each other. Human life depends on the state of plants and the preservation of plants by humans. However, the fact is, decaying of environment is getting worse and, ironically, humans are the main actors of the damage. Therefore, it is necessary to establish a generation with environment literacy to maintain environment stability. The formation of environment literacy spirit should start from early childhood. The role of the family to form children with environment literacy is enormous. In order to build spirit of environment literacy optimally, it is necessary to have a conception of environmental design on family: Eco-family. Eco-family is a family concept that has an environment caring attitude which is manifested in daily actions. Planting the value of environment literacy on early childhood through the concept of Eco-family takes precedence on the dimensions of attitude.Keywords: literacy, environment, children, eco-family
PEDEKATAN KONTEKTUALDALAM PEMBELAJARAN UNTUK MEWUJUDKAN PROSES BELAJAR AKTIP, KREATIF DAN MENYENANGKAN Tanu, I Ketut
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pw.v4i1.1071

Abstract

Pembelajaran kontekstual bertujuan membantu peserta didik melihat makna dalam bahan pelajaran yang dipelajari dengan cara menghubungkannya pada konteks kehidupan sehari-hari, yaitu dengan konteks lingkungan pribadi, agama, sosial dan budaya. untuk mencapai tujuan tersebut, maka pembelajaran kontektual akan menuntun peserta didik melakukan kegiatan yang bermakna, mengatur cara belajar sendiri, bekerja sama, berpikir kritis dan kreatif.Untuk menerapkan pembelajaran kontekstual dalam belajar terlebih dahulu harus memahami dasar teori pembelajaran kontekstual, karakteristik pembelajaran kontekstual, dan komponen- komponen apa saja yang terkandung dalam pembelajaran kontekstual. Dengan hal tersebut baru akan dipahami bagaimana cara menerapkan pembelajaran kontekstual dalam belajar agar proses pembelajaran menjadi baik sesuai apa yang ingin dicapai oleh seorang pengajar.Kata kunci : Pendekatan kontekstual, Belajar .  Contextual learning aims to help students see meaning in the learning material learned by connecting it to the context of everyday life, namely in the context of personal, religious, socialand cultural environments. to achieve this goal, contextual learning will guide students to carry out meaningful activities, organize their own learning, work together, think critically and creatively.To apply contextual learning in learning must first understand the basic contextual learning theory, the characteristics of contextual learning, and what components are contained in contextual learning. With this, it will be understood how to apply contextual learning in learning so that the learning process becomes good according to what the teacher wants to achieve. Keywords: contextual approach, learning.
PARENTING EDUCATION GUNA MENINGKATKAN PARENTING SELF-EFFICACY PADA ORANG TUA DARI ANAK DENGAN GANGGUAN AUTISME Ekaningtyas, Ni Luh Drajati
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.816 KB) | DOI: 10.25078/pw.v4i1.1066

Abstract

Orang tua dari anak dengan gangguan autisme menghadapi banyak tantangan dan beban psikologis yang dapat menyebabkan stres dan depresi sehingga mempengaruhi kualitas pengasuhan yang diberikan. Parenting self-efficacy yang tinggi dapat membantu mengatasi stressor yang muncul terkait pengasuhan. Parenting education dalam bentuk psikoedukasi dapat digunakan untuk membentuk dan meningkatkan parenting self-efficacy karena dapat membentuk atau mengubah persepsidan meningkatkan aspek kognitif atau pemahaman orang tua mengenai strategi penanganan anak dengan gangguan autisme. Kata Kunci: Parenting education, parenting self-efficacy, pengasuhan anak autis Abstract Parents of children with autism disorder faces many challenges and psychological burdens which can cause stress and depression that can affect parenting quality given to the children. Hence, the ideal amount of parenting self-efficacy is needed in order to overcome stressors related to parenting. Parenting education in a form of psychoeducation can be used to create and improve parenting self-efficacy by establishing/intensifying perceptions and increasing the parent?s cognitive or understanding regarding parenting strategy of children with autism disorder. Keywords: Parenting education, parenting self-efficacy, children with autism
PERAN KOMUNIKASI KELUARGA TERHADAP KONSEP DIRI Magta, Mutiara
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pw.v4i1.1070

Abstract

Konsep diri adalah gambaran seseorang berdasarkan pengetahuan, pengharapan dan penilaiannya tentang dirinya sendiri melalui berbagai pengalaman yang dialaminya. Perkembangan konsep diri yang dipelajari manusia sejak kanak-kanak akan mengantarkannya kepada aktualisasi diri sebagai wujud eksistensi dirinya di kehidupan bermasyarakat. Pengalaman pertama kehidupan anak terjadi di dalam keluarga. Interaksi antar anggota keluarga mempengaruhi cara pandang seseorang terhadap dirinya dan lingkungan sekitarnya. Bentuk komunikasiyang beragam memberikan kekayaan pengalaman dalam membentuk konsep diri positif atau negative. Kata kunci : konsep diri, komunikasi, keluarga, anak usia dini Abstract. Self-concept is a picture of a person based on his/her knowledge, expectation and judgment about him/herself through the various experiences. The development of self-concept that a person learn from childhood will lead them to self-actualization as a manifestation of their existence in social life. The first experience of a child?s life takes place in the family. Interactions between family members affect the way a person views him and his surroundings. Various forms of communication provide a wealth of experience in shaping positive or negative self-concept Keywords : self concept, communication, family, early childhood
PENERAPAN BELAJAR YOGA SEBAGAI PENINGKATAN KECERDASAN EMOSI GURU DAN MURID Werdi Purniasih, Ida Ayu Komang; Suyanta, I Wayan
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.152 KB) | DOI: 10.25078/pw.v4i1.1065

Abstract

Penelitian ini memfokuskan kajian pada penerapan pembelajaran yoga yang dilaksanakan oleh para guru dan siswa. Keseharian dilakukan dengan meditasi dan yoga asana sebelum memulai pembelajaran. Kajian pustaka terkait dengan kecerdasan emosional anak usia dini dan yoga sutra patanjali. Metode pada penelitian ini menggunakan analisis observasi, pre test dan post test. Melibatkan peserta didik dan guru dari TK Madhu Vidya yang berjumlah 57 anak dan 3 orang guru. Penelitian ini menunjukkan adanya (1) mengenal bentuk bentuk emosi diri sendiri, (2) meningkatkan kemampuan guru dan peserta didik dalam mengelola emosi dalam diri, (3) membina hubungan dan berkomunikasi dengan orang lain.Kata Kunci: Anak Usia Dini, Kecerdasan Emosional, YogaThis research focuses on the study of the application of yoga learning carried out by teachers and students. Their life is done by meditation and yoga asana before starting learning. The literature review is related to emotional intelligence of early childhood and Yoga Sutra Patanjali. The method in this study used observation analysis, pre test and post test. Involving students and teachers from Madhu Vidya Kindergarten, totaling 57 children and 3 teachers. This study shows that there is (1) recognizing the formof self-emotion, (2) increasing the ability of teachers and students in managing emotions in themselves, (3) building relationships and communicating with others.Keywords: Early Childhood, Emotional Intelligence, Yoga
MENUMBUHKAN KESADARAN ORANG TUA DALAM MENANAMKAN NILAI MORALANAK USIA DINI MELALUI PARENTING EDUCATION Qadafi, Muammar
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.172 KB) | DOI: 10.25078/pw.v4i1.1069

Abstract

Parenting education is a very important activity that should be implemented in early childhood education institutions. This activity is an opportunity for teachers to provide enthusiasm and foster awareness of parents to be involved in children?s education. This research is a qualitative research with a case study approach carried out at RA Tiara Chandra Yogyakarta. The purpose of this study is to find out how parenting education was carried out in this school and how was the benefits to the develop parents? awareness to succeed of the program of developing moral values of children. The results of the study showed that parenting education was carried out routinely in the form of training in living values education and monthly parenting to provide refreshment and evaluate programs that have been implemented. There were three groups of activities that had been carried out, namely education, involvement, and empowerment of parents. Parental involvement in developing children?s moral values had a significant impact on children?s awareness to live up to moral values in their daily life. Keywords: parenting education, moral values, early childhood Abstrak Parenting education merupakan kegiatan yang sangat penting untuk dilaksanakan di lembagan pendidikan anak usia dini. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para guru untuk memberikan semangat dan menumbuhkan kesadaran orang tua untuk terlibat dalam pendidikan anak. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studikasus yang dilaksanakan di RATiara Chandra Yogyakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana parenting education dilaksanakan di sekolah ini dan sejauh mana manfaatnya terhadap munculnya kesadaran orang tua dalam mensukseskan program penanaman nilai moral pada anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parenting education dilaksanakan secara rutin dalam bentuk pelatihan living values education dan parenting bulanan untuk memberikan penyegaran dan mengevaluasi program- program yang telah didilaksanakan. Terdapat tiga kelompok kegiatan yang telah dilakukan, yaitupendidikan, pelibatan, dan pemberdayaan orang tua. Keterlibatan orang tua terhadap penanaman nilai moral anak memberikan dampak yang signifikan terhadap kesadaran anak untuk menghidupkan nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: parenting education, nilai moral, anak usia dini
PROGRAM PARENTING UNTUK MENUMBUHKAN KESADARAN PENTINGNYA KETERLIBATAN ORANG TUA DI PAUD Yeni Lestari, Ni Gusti Ayu Made
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.307 KB) | DOI: 10.25078/pw.v4i1.1064

Abstract

Setiap anak memiliki potensi yang wajib untuk dikembangkan. Potensi yang dimiliki oleh anak tersebut akan berkembang dengan maksimal apabila mendapatkan perawatan, pengasuhan, dan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhannya. Semua itu memerlukan dukungan dan kerjasama dari berbagai lingkungan di mana anak berada. Lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Keluarga memegang peranan yang sangat penting karena keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama di mana anak mendapat pendidikan. Orang tua yang memiliki pengetahuan tentang pertumbuhan, perkembangan dan pendidikan anak usia dini akan dapat menjadikan anak sebagai generasi yang gemilang, Namun, banyak pula orang tua yang kurang memiliki pengetahuan tentang bagaimana merawat, mengasuh dan mendidik anak berdasarkan ilmu pendidikan anak yang tepat. Hal tersebut berdampak kurang maksimalnya pengembangan potensi yang dimiliki anak. Selain itu, orang tua harusnya memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya keterlibatan dan kerjasama orang tua dengan pihak lembaga PAUD. Kesamaan dan kesinambungan program PAUD yang dilaksanakan di sekolah dan di rumah akan memberikan dukungan yang maksimal terhadap anak usia dini dalam melewati tugas-tugas perkembangannya. Orang tua dapat mengikuti program parenting yang dilaksankan oleh lembaga PAUD untuk memperoleh pengetahuan dan ilmu tentang anak usia dini. Program parenting ini dapat diaplikasikan dalam berbagai kegiatan yang tentu saja melibatkan peran dan dukungan orang tua di dalamnya. Melalui program parenting ini juga orang tua dapat memberikan pendidikan dan stimulasi yang sesuai dengan kebutuhan dan tugas-tugas perkembangan sehingga potensianak usia dini dapat berkembang dengan maksimal. Kata kunci: program parenting, keterlibatan orang tua, PAUD Abstract Every child has the potential that be developed. The potential possessed by the child will develop optimally when getting care, and education that suits for their needs. All of that requires the supportand cooperation ofvarious environments in which the child located. The environment in question is the family, school and community environment. Families a very important role because the family is the first and foremost environment in which children get education. Parents who have knowledge of growth, development and early childhood education will be able to make children a brilliant generation. However, many parents lack knowledge, nurture and educate children based on appropriate children?s education. This has an impact on the lack of maximum development of the potential ofchildren. In addition, parents should have a high awareness of the importance of parental involvement and collaboration with early childhood institutions. The similarity and continuity of programs carried out at school and at home will provide maximum support for early childhood in passing through the tasks of their development. Parents can take part in a parenting program carried out byinstitutions to gain knowledge and knowledge about earlychildhood. This parenting program can be applied in various activities which of course involves the role and support of parents. Through this parenting program parents can also provide education and stimulation in accordance with the needs and tasks of development so that the potential of early childhood can develop optimally. Keywords: parenting program, parental involvement, early childhood education
MENGOPTIMALKAN PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN PARENTING Wiranata, I Gusti Lanang Agung
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pw.v4i1.1068

Abstract

Orangtua yang bijaksana akan memberi pengaruh yang sangat besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Kelak setelah dewasa, anak akan menjadi seseorang yang sangat dipengaruhi pola asuh yang diberlakukan oleh orangtuanya. Namun sayangnya masih banyak orang tua yang melakukan kesalahan dalam mendidik anaknya sehingga berdampak buruk bagi anak. Hal inidisebabkan karena kekurangpahaman dan kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh orang tua. Sebagai orang tua perlu dimulai kesadaran untuk mewujudkan kemandirian pada anak usia dini. Orang tua juga perlu memberikan kasih sayang yang cukup bagi anak agar anak tidak merasa kesepian. Anak-anak yang dibesarkan dalam limpahan kasih sayang orang tua akan memperlakukan orang lain dengan kasih sayang pula. Setelah dewasa, ia akan belajar mencintai istri, anak, sahabat, dan masyarakatnya. Dengan demikian, orang tua sudah membantu proses anak menjalani tugas perkembangannya sehingga akan terbentuk proses kemandirian dalam diri anak hingga dewasanya. Supaya anak mendapatkan kemandirian tersebut, maka orang tua membutuhkan pengetahuan atau ilmu tentang cara mendidik, mengasuh, dan membimbing anak dengan baik dan benar. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk menstimulasi anaknya adalah dengan mengikuti berbagai kegiatan parenting sebagai program pembimbing orang tua. Kata Kunci: Program parenting, orang tua, pengasuhan positif, perkembangan anak. ABSTRACT Parents who oppose will provide enormous growth in the growth and development of children. Later, after adults, children become who really like the parenting style imposed by their parents. However, there are still many parents who make mistakes in educating bad facts for children. This is because of the lack of understanding and knowledge possessed. As parents, awareness must be taken to realize independence in early childhood. Parents do not need to provide enough affection for children to be disliked. Children who are raised in an abundance of love for their parents will treat others with affection too. After adulthood, he will learn to love his wife, children, friends and society. Thus, parents must help the child development process so that it will develop of independencein the child to his adult life. In order to get that independence, parents need knowledge or how to educate, care, and guide children properly and correctly. One of the activities that can be done by parents to stimulate heredity is to take part in various parenting activities as a parent guidance program. Keywords: Parenting program, parents, positive parenting, and child development.
PENERAPAN FINANCIAL PARENTING (GEMAR MENABUNG) PADA ANAK USIA DINI Krisdayanthi, Astrid
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pw.v4i1.1063

Abstract

ABSTRAKPada masa keemasannya, anak sangat mudah dalam menyerap informasi. Orang tua memiliki tanggung jawab penuh dalam perkembangan anak dimasa keemasnnya ini. Tanggung jawab orang tua tidak sekedar membesarkan anak secara fisik, materi dan emosional saja, orang tua juga perlu menanamkan nilai-nilai kehidupan sebagai bekal untuk perkembangan anak, seperti mengajarkan tentang kecerdasan financial pada anak dalam mengelola keuangannya dengan cara menabung. Kebebasan financial yang diraih anak dimasa depan, adalah buah dari apa yang ditanamkan dan diajarkan oleh orang tuanya dimasa lalu. Keyword: financial parenting, pengelolaan keuangan, anak usia dini, gemar menabung ABSTRACT In its golden age, children are very easy to absorb information. Parents have full responsibility for developing children in their golden age. The responsibility of parents is not just raising children physically, materially and emotionally, parents also need to instill life values as a provision for children’s development, such as teaching about financial intelligence to children in managing their finances by saving money. Children who achieved financial freedom in the future, is the result of instilled and taught by his parents in the past. Keyword: financial parenting, financial management, childhood, save money
ECO FAMILY : METODE PARENTING ANAK USIA DINI UNTUK MEMBENTUK GENERASI LITERASI LINGKUNGAN Wisnu Budi Wijaya, I Komang
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pw.v4i1.1067

Abstract

Menurut ajaran agama Hindu, agar manusia bisa mencapai kebahagaiaan maka salah satu cara yang ditempuh adalah menjaga keharmonisan terhadap lingkungan. Manusia dan lingkungan adalah dua subjek yang saling membutuhkan. Kehidupan manusia bisa berlangsung tergantung pada keadaan tumbuhan dan kelestarian tumbuhan berada di tangan manusia. Namun, faktanya kerusakan lingkungan sudah semakin parah dan ironisnya manusia adalah sebagai aktor utama dari kerusakan lingkungan tersebut. Oleh karena itu perlu pembentukan generasi berliterasi lingkungan untuk menjaga keajagean lingkungan. Pembentukan jiwa literasi lingkungan sebaiknya dimulai sejak anak berusia dini. Peran keluarga untuk membentuk anak berliterasi lingkungan sangatlah besar. Agar proses pembentukan jiwa literasi lingkungan berjalan optimal, maka diperlukan sebuah desain keluarga berwawasan lingkungan yaitu Eco-family. Eco-family adalah sebuah konsep keluarga yang memiliki sikap peduli lingkungan yang diwujudkan dalam tindakan sehari-hari. Penanaman nilai literasi lingkungan terhadap anak usia dini melalui konsep Eco-family diutamakan pada dimensi sikap. Kata kunci : literasi, lingkungan, anak, eco-family Abstract According to Hinduism, humans achieve happiness through several methods, one of them is to maintain the harmonywith environment. Humans and the environment are two subjects who demand each other. Human life depends on the state of plants and the preservation of plants by humans. However, the fact is, decaying of environment is getting worse and, ironically, humans are the main actors of the damage. Therefore, it is necessary to establish a generation with environment literacy to maintain environment stability. The formation of environment literacy spirit should start from early childhood. The role of the family to form children with environment literacy is enormous. In order to build spirit of environment literacy optimally, it is necessary to have a conception of environmental design on family: Eco-family. Eco-family is a family concept that has an environment caring attitude which is manifested in daily actions. Planting the value of environment literacy on early childhood through the concept of Eco-family takes precedence on the dimensions of attitude.Keywords: literacy, environment, children, eco-family

Page 2 of 3 | Total Record : 26