cover
Contact Name
Ahmad Sulaiman
Contact Email
sulaiman_ahmad@umm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
cognicia@umm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Cognicia
ISSN : 2746 8976     EISSN : 26858428     DOI : 10.22219
The scope and the focus of the journal is conceptual proposal and empirical studies in many aspects of cognitive psychology (motivation, cognition and metacognition) with the application in various field such Industrial and Organizational Psychology, Developmental Psychology, Educational Psychology, Spiritual Psychology and Social Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 364 Documents
KOMITMEN ORGANISASI DITINJAU DARI MASA KERJA KARYAWAN Indah Hadiyani, Martha
Cognicia Vol. 1 No. 1 (2013): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i1.1452

Abstract

Komitmen organisasi menjadi titik berat dalam perusahaan yang akan memutuskan pekerja tetap berada pada organisasi atau tidak. Masa kerja merupakan kondisi personal yang mempengaruhi komitmen organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komitmen organisasi ditinjau dari masa kerja karyawan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Subyek penelitian adalah 90 karyawan Chevron Indonesia di Kota Balikpapan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah skala Komitmen Organisasi. Tehnik analisis data yang digunakan adalah teknik Chi Square. Berdasarkan analisa penelitian ini diperoleh hasil adanya perbedaan antara komitmen organisasi jika ditinjau dari masa kerja karyawan dengan masa kerja antara 0 hingga 6 tahun memiliki komitmen organisasi lemah. Karyawan dengan masa kerja antara 7 hingga 15 tahun memiliki komitmen organisasi yang sedang, sedangkan karyawan yang memiliki masa kerja lebih dari 15 tahun memiliki komitmen organisasi yang kuat. Kata Kunci : Komitmen organisasi, Masa Kerja Organizational commitment become emphasis in company to decide worker constantly lay on organization or not. Period of work is represent condition of personal, which influencing organizational commitment. This research aimed to know difference of commitment and also to manage labor so that owning certainty of organizational commitment.This research represent quantitative research . Research conducted to 90 employees of Chevron Indonesia in town of Balikpapan. Techniques of intake of sample used are purposive sampling. Data collecting instrument that used is scale of organizational commitment. Techniques of data analysis that used are techniques of Chi Square.Pursuant to this research analysis is result obtained of existence of difference between organizational commitment if evaluated from period of work employees with period of work between 0 till 6 year have organizational commitment is weaken. Employees with period of work between 7 till 15 year have organizational commitment, which is moderate, employees owning period of work more than 15 year have organizational commitment is strength. Keywords : Organizational commitment, Period of Work
FAKTOR-FAKTOR YANG MELATARBELAKANGI LESBIAN DAN KONDISI PSIKOLOGISNYA ., Nurkholis
Cognicia Vol. 1 No. 1 (2013): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i1.1453

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan 1 subjek . Metode pengumpulan data menggunakan wawancara. Analisa data yang digunakan adalah analisa data kualitatif, kemudian uji keabsahan datanya menggunakan teknik triangulasi yaitu triangulasi sumber yaitu teman dekat subjek. Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) Faktor internal meliputi : (a) Persepsi subjek, dimana subjek berfikir tidak akan hamil jika berpacaran dengan sesama perempuan, (b) Dorongan-dorongan atau kecendrungan penyuka sesama jenis yang sudah ada dalam diri subjek, (c) Adanya kontrol diri yang lemah, dimana subjek selalu terpengaruh keinginan-keinginan (ego) nya sendiri. (2) Faktor eksternal yang meliputi : (a) Adanya proses modeling dari perempuan yang berperilaku dan berpenampilan maskulin, (b) Adanya pengalaman buruk yang dialami subjek, yaitu ejekan dari teman-teman subjek sewaktu SMA, (c) Sikap ayah yang terkesan membiarkan perilaku subjek, walaupun sebenarnya ayah subjek tahu tentang perilakunya tersebut (Reinforcement positif), (d) Adanya pengalaman yang kurang menyenangkan terhadap lawan jenis (e) Adanya dukungan dari lingkungan sosial (Reinforcement positif), yaitu subjek pernah ikut dalam suatu oeganisasi atau komunitas lesbian. Kata kunci: Faktor-faktor psikologis, Lesbian. This research is qualitatif descriptive study, with 1 subjects who has sexual deviation “lesbian”. Data collection methods used were interviews. Analysis of the data used is the analysis of qualitatif data, and then test the validity of the data using triangulation techniques, namely the source of a close friend of the subject.The results showed that the factors underlying a lesbian that internal factors which include (1) The perception of the subject : (a) The subject is thinking will not get pregnant if she is dating other women, (b) Impulses or tendencies sex enthusiasts are already present in thesubject, (c) The existence of a weak self –control, which the subject is always affected by her own desires. (2) External factors which include : (a) The process of modeling the behavior of women and masculine look, (b) The existence of bad experiences suffered by the subject is in the form of ridicule from her friends during senior high school, (c) Her father attitude that seemed to let the behavior of subjects despite the fact that the subject’s father know about lesbian behavior (positive reinforcement), (d) The existence of her an unpleasant experience with the opposite sex, (e) The support of the social environment (positive reinforcement) that is the subject of ever joining a community organization or a lesbian. Keywords: Psychological factors, Lesbian.
PERSEPSI INSENTIF DENGAN KONFLIK KERJA KARYAWAN PERUSAHAAN ROTI SALWA TRENGGALEK Yudha Fitriana, Rahayu
Cognicia Vol. 1 No. 1 (2013): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i1.1454

Abstract

Di sebuah perusahaan insentif bisa memunculkan berbagai persepsi di antara para karyawan yang dapat memicu terjadinya konflik kerja diantara mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi insentif dengan konflik kerja karyawan di Perusahan Roti Salwa Trenggalek.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non eksperimen. Subyek dari penelitian ini adalah seluruh karyawan bagian pengepakan Perusahaan Roti Salwa Trenggalek sebanyak 40 orang. Metode pengumpulan data menggunakan skala persepsi insentif dan skala konflik kerja yang diberikan kepada responden secara langsung. Uji validitas penelitian ini menggunakan korelasi product moment, dan uji reliabilitasnya menggunakan alpha cronbach. Sedangkan analisa datanya menggunakan product moment. Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan negatif dan sangat signifikan antara persepsi insentif dengan konflik kerja dengan korelasi (r) sebesar -0,509 dan nilai probabilitas kesalahan (p) sebesar 0,001. Hal ini berarti semakin negatif persepsi karyawan tentang insentif yang diberikan oleh Perusahaan Roti Salwa maka semakin kuat konflik kerja mereka. Adapun sumbangan efektif persepsi insentif dengan konflik kerja sebesar 25,9%. Kata kunci : persepsi insentif, konflik kerja Incentive system generates various perceptions among the employee that leads to job conflicts among the employees. The study aimed to know the correlation between the employees’ perception on the incentive system and the employees’ job conflicts at Salwa bakery, Trenggalek.The study employed non experimental quantitative design. The research subjects were 40 employees of packaging division at Salwa Bakery, Trenggalek. The data collection was conducted by distributing the scale of incentive perception and job conflicts directly to the respondents. The validity and the reliability were tested by the product moment correlation and alpha cronbach consecutively. Afterwards, the data were analyzed by the product moment.The findings showed a significantly negative correlation between the employees’ perception on the incentive system and the employees’ job conflicts with the correlation (r) = -0,509 and the error probability (p) = 0,001. It indicated that employee’s negative perception on the incentive system significantly correlated with the employees’ job conflicts at Salwa Bakery. In addition, the perception was able to affect the job conflicts with the value of 25,9%. Keyword: Perception on incentive system, Job conflict
SELF REGULATED LEARNING (SRL) DENGAN PRESTASI AKADEMIK SISWA AKSELERASI Befris Febrianela, Refista
Cognicia Vol. 1 No. 1 (2013): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i1.1455

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Self Regulated Learning (SRL) dengan prestasi akademik siswa akselerasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuatitatif korelasional dengan subjek sebanyak 52 siswa akselerasi kelas X yang tergabung dari tiga sekolah yakni SMAN 4, SMAN 5, dan SMAN 8 Kota X. Peneliti menggunakan skala likert yaitu Responden akan diminta untuk menyatakan kesetujuan atau ketidaksetujuan terhadap lima pernyataan dalam lima macam kategori. Untuk mengetahui prestasi akademik, peneliti menggunakan raport semester ganjil.Hasil pengujian korelasi menggunakan Korelasi Spearman dapat diketahui bahwa antara Self Regulated Learning (SRL) berkorelasi dengan Prestasi Akademik, karena nilai signifikansi dari Korelasi Spearman untuk SMAN 04 (sebesar 0,000), SMAN 05 (0,018) dan SMAN 08 (0,011) lebih kecil dari pada α (0,05). Korelasi yang didapatkan sebesar 0,823, 0,567, dan 0,615 yang keseluruhannya berkorelasi positif, artinya semakin tinggi skor Self Regulated Learning (SRL) maka Prestasi Akademik yang tinggi dan sebaliknya siswa dengan Self Regulated Learning (SRL) rendah memiliki Prestasi Akademik rendah. Kata kunci : Self regulated learning (SRL), Prestasi akademik, Akselerasi The aim of the research was to know the the correlation between Self Regulated Learning (SRL) with academic achievement for the accelerated students. The research used the correlational qualitative approach with 52 accelerated students on the tenth grade as the subjects. These students were merging from three schools which consist of SMAN 4, SMAN 5 and SMAN 8 in X city. For measuring the Self Regulated Learning (SRL), the researcher used Likert scale. In this way, the respondents are asked to make the agreement and disagreement for five statements in five categories. To know the academic achievement of students, the researcher used school report in odd semesters.The result of correlation test using Spearman correlation was known that Self Regulated Learning (SRL) was correlated with the academic achievement. The significance value from Spearman correlation of SMAN 04 was 0,000, SMAN 05 was 0,018 and SMAN 08 was 0,011 smaller than α (0,05). the whole of correlation was positive with value 0,823,0,567 and 0,615. It means, the higher score of Self Regulated Learning (SRL) the higher of the academic achievement. Just the opposite, the lower score of Self Regulated Learning (SRL) the lower of the academic achievement. Keywords: Self Regulated Learning(SRL), Academic achievement, Acceleration
KONFLIK INTERPERSONAL KARYAWAN PT.PLN (PERSERO) RAYON RANTAU YANG DIPIMPIN OLEH MANAJER JUNIOR Rahayu, Sri
Cognicia Vol. 1 No. 1 (2013): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i1.1456

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini berjumlah 5 orang yaitu 1 orang manajer dan 4 karyawan. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara semiterstruktur. Analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian menemukan bahwa dari 4 subjek penelitian, 2 orang subjek sedikit mempermasalahkan dipimpin oleh manajer yang berusia lebih muda karena manajer yang berusia muda cerdas dalam menganalisa pekerjaan serta mempunyai visi dan misi yang bagus untuk kemajuan perusahaan. Sedangkan 2 orang subjek lainnya mempermasalahkan dipimpin oleh manajer junior karena berusia muda dan pengalaman kerja masih kurang. Konflik interpersonal yang terjadi antara karyawan dan manajer junior disebabkan karena masalah pengalaman kerja, faktor persepsi mengenai perencanaan(plan) manajemen logistik dan faktor komunikasi mengenai komunikasi vertikal, yakni Komunikasi manajer kepada karyawan, dankomunikasi karyawan kepada manajer. Strategi manajemen konflik yang dilakukan dengan 2 cara, yaitu The Teddy Bear (Smoothing) konflik harus dihindari dan memilih sikap mengalah agar hubungan tidak menjadi rusak demi keharmonisan. Kata kunci: Konflik interpersonal, Manajemen konflik interpersonal, Manajer junior The research is a qualitative descriptive research. The subjects of the research are 5 people, which are 1 manager and 4 employees. Data collected by semi-structured interview. Data analyzed by data collection, data reduction, data presentation, and inference (verification). The result of the research showed that of 4 subjects, 2 are less problematic with the younger manager leadership on the reason that the younger manager have intelligence in job analysis and have a good vision and mission to improve the organization. 2 other subjects have a problem because the junior manager in their view too younger and have less work experience. Interpersonal conflict occurred between employee and junior manager caused the factors: work experience, perception on planning, logistic management, and vertical communication that is communication between the employees and the junior manager and vice versa. Conflict management strategy that is implemented are 2 kinds, The Teddy Bear (Smoothing) strategy in which conflict avoided by pretend to lose so the relation is not broken and harmony created. In this strategy, the employees obedient and do what the manager asks them to do. Keyword: Interpersonal conflict, Interpersonal conflict management, Junior manager
ANALISIS UNDERCHIEVER PADA SISWA AKSELERASI Anwar, Zainul
Cognicia Vol. 1 No. 1 (2013): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i1.1457

Abstract

Perlunya pelayanan pendidikan khusus bagi anak cerdas istimewa dan bakat istimewa merupakan upaya agar siswa berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Dari beberapa penelitian yang dilakukan, banyak ditemukan siswa akselerasi dan memiliki bakat intelektual tinggi mengalami penurunan prestasi belajar. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis faktor penyebab underachiever pada siswa akselerasi dengan menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu mendiskripsikan data-data yang ada. Subjek penelitian berjumlah empat orang yang dipilih dengan kriteria tertentu dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa wawancara semi terstrukstur dan observasi non partisipan. Untuk menguji keabsahan data digunakan teknik triangulasi sumber. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa faktor yang menyebabkan underachiever pada siswa akselerasi berasal dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi motivasi subjek memasuki kelas akselerasi bukan karena prestasi melainkan karena tujuan tertentu, adanya self efficacy yang rendah pada diri subjek terutama pada pelajaran matematika, kesulitan membagi waktu, dan motivasi belajar yang rendah. Sedangkan untuk faktor eksternal meliputi adanya permasalahan yang terjadi dalam keluarga, guru dalam pola ajar yang masih monoton, bahkan cara mengajarnya tidak jauh berbeda dengan anak pada umumnya. Kata Kunci: Underachiever, Siswa Akselerasi The need for special education services for children and special talents smart special is an attempt to enable students to develop according to its potential. Of the few studies conducted, many students found to have a knack acceleration and high intellectual achievement decreased. The research objective was to analyze the factors causing acceleration underachiever on students using a qualitative approach, which is to describe the existing data. Subjects numbered four people selected by specific criteria using the method of data collection in the form of semi terstrukstur and non-participant observation. To test the validity of the data sources used triangulation techniques. Based on the results of the study, suggesting that the factors leading to students underachiever acceleration comes from internal and external factors. Internal factors include the motivation of the subject into accelerated classes not because of performance but because of the specific purpose, the low self-efficacy on the subject, especially in math, difficult to share time, and low motivation. As for the external factors include the existence of problems that occur in the family, teachers in the teaching pattern is monotone, even a way of teaching is not much different than children in general. Key words: Underachiever, Student acceleration
TINGKAT KECEMASAN PADA SANTRI PONDOK PESANTREN Novalia Siregar, Chynthia
Cognicia Vol. 1 No. 1 (2013): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i1.1458

Abstract

Kecemasan merupakan salah satu kekhawatiran terbesar yang dialami oleh semua individu. Kecemasan ini menghasilkan hal negatif di berbagai aspek kehidupan, khususnya pada aspek akademis. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimen deskriptif kuantitatif bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan pada santri Pondok Pesantren. Sampel penelitian ini sebanyak 78 orang santri Pondok Pesantren Nurul Huda Singosari Malang dengan menggunakan Taylor Manifest Anxiety Scale (TMAS) yang terdiri dari 50 item. Analisis penelitian menggunakan Z-Score. Berdasarkan analisis ditemukan bahwa sebesar 14,1% atau 11 santri mengalami kecemasan dengan tingkat tinggi. Sementara yang mengalami tingkat kecemasan sedang sebesar 66,7% atau 52 santri dan sisanya sebesar 19,2% atau 15 santri mengalami tingkat kecemasan rendah. Kata kunci: Kecemasan, Santri pondok pesantren Anxiety is one of the biggest worries experienced by all people. Anxiety produces negative in many aspects of life, especially in the academic aspect. This research is a quantitative non-experimental descriptive aims to determine the level of anxiety on the male boarding school. The sample as many as 78 people Nurul Huda Islamic boarding school students Singosari Malang using the Taylor Manifest Anxiety Scale (TMAS) consisting of 50 item. Analysis of studies using the Z-Score. Based on the analysis it was found that 14.1% or 11 students with a high level of anxiety. While experiencing the anxiety level was at 66.7% or 52 students, and the remaining 19.2% or 15 students experienced low levels of anxiety. Keywords: Anxiety, Boarding school student
ADVERSITY QUOTIENT DENGAN KECEMASAN MENGERJAKAN SKRIPSI PADA MAHASISWA Puspitasari, Ratna Tri
Cognicia Vol. 1 No. 2 (2013): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1637

Abstract

Skripsi merupakan sebuah tugas mandiri, sebagai salah satu syarat kelulusan bagi seorang mahasiswa. Salah satu keterampilan yang harus dimiliki mahasiswa dalam proses penyelesaian skripsi, selain kemampuan untuk memahami teori, pemilihan metode penelitian yang tepat, mahasiswa juga dituntut memiliki kemampuan untuk menulis secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara adversity quotient dengan kecemasan mengerjakan skripsi pada mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang. Subjek penelitian ini berjumlah 82 mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan skala adversity quotient dan skala kecemasan. Analisa data menggunakan teknik korelasi product moment. Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan negatif yang sangat signifikan( r = - 0,605 ; sig = 0,000 < 0,010) antara adversity quotient dengan kecemasan mengerjakan skripsi pada mahasiswa, dimana semakin tinggi adversity quotient maka kecemasan semakin rendah.Kata kunci: Adversity quotient, kecemasan mengerjakan skripsi
BELIEF PADA REMAJA PENYALAHGUNA ALKOHOL Emqi, Zahrah Humaidah
Cognicia Vol. 1 No. 2 (2013): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1638

Abstract

Belief merupakan seperangkat keyakinan, pandangan, dan penilaian individu terhadap suatu peristiwa atau perilaku. Belief merupakan dasar penggerak seseorang dalam berperilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui belief pada remaja penyalahguna alkohol. Subjek penelitian adalah 2 orang remaja berusia 14 dan 15 tahun yang merupakan penyalahguna alkohol dimana perilaku penyalahagunaan alkoholnya berada dalam tahap sosial dan tahap instrumental. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara semi terstruktur. Analisis data pada penelitian ini yaitu menelaah seluruh hasil wawancara yang telah dikumpulkan, mereduksi data, dan menyimpulkan. Berdasarkan hasil analisa data yang dilakukan diketahui bahwa faktor penggerak subjek dalam melakukan penyalahgunaan alkohol adalah adanya belief akan harapan-harapan yang dimiliki subjek. Subjek meyakini bahwa perilaku penyalahgunaan alkohol akan mampu memenuhi harapan-harapan mereka. Belief yang dimilki subjek mencakup behavioral belief, normative belief, dan control belief. Belief subjek mengenai perilaku penyalahgunaan alkohol cenderung bersifat irasional, sehingga memunculkan dampak perilaku yang tidak produktif.Kata kunci: Belief, perilaku penyalahgunaan alkohol, remaja
COPING STRES PADA ANAK JALANAN Wahyuni, Endah Tri
Cognicia Vol. 1 No. 2 (2013): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1639

Abstract

Anak jalanan merupakan anak yang dibawah umur 18 tahun yang menghabiskan sebagian atau seluruh waktunya dijalan dengan melakukan kegiatan-kegiatan untuk mendapatkan uang atau mempertahankan hidupnya. Didalam menghadapi suatu permasalahan setiap anak jalanan tentunya mempunyai bermacam-macam tindakan untuk mengatasinya salah satunya dengan cara coping. Strategi coping seseorang dapat melalui dua cara, yaitu Problem focused coping dan Emotion focused coping. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi coping stres pada anak jalanan. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimen deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian ini sebanyak 50 anak jalanan yang berada di kota Malang dari 685 populasi anak jalanan dengan menggunakan skala coping stres yang terdiri dari 45 item. Analisis penelitian menggunakan Z-Score. Berdasarkan analisis ditemukan bahwa anak jalanan yang menggunakan problem focused coping sebanyak 22 anak (44,0%) dan anak jalanan yang menggunakan emotion focused coping sebanyak 28 anak (56,0%).Katakunci: Coping stres, anak jalanan