cover
Contact Name
Ahmad Sulaiman
Contact Email
sulaiman_ahmad@umm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
cognicia@umm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Cognicia
ISSN : 2746 8976     EISSN : 26858428     DOI : 10.22219
The scope and the focus of the journal is conceptual proposal and empirical studies in many aspects of cognitive psychology (motivation, cognition and metacognition) with the application in various field such Industrial and Organizational Psychology, Developmental Psychology, Educational Psychology, Spiritual Psychology and Social Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 364 Documents
GAMBARAN SIKAP IBU TERHADAP MASA PREMENOPAUSE PADA IBU-IBU Nurdono, Dimas Aprianggalih
Cognicia Vol. 1 No. 2 (2013): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1640

Abstract

Premenopause adalah masa dimana tubuh mulai bertransisi menuju menopause. Premenopause dapat diartikan sebagai suatu kondisi fisiologis wanita yang telah memasuki masa penuaan (aging) yang ditandai dengan menurunnya kadar hormonal estrogen ovarium yang sangat berperan dalam reproduksi seksualitas, sering mengganggu aktifitas wanita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sikap ibu terhadap masa premenopause di Desa Gonggang Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Desain penelitian ini menggunakan desain non eksperimen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Metode pengumpulan data menggunakan skala sikap ibu premenopause. Jumlah subyek 63 orang. Hasil penelitian menunjukkan sikap ibu terhadap masa premenopause secara keseluruhan adalah bersikap negatif.Kata kunci: Sikap, ibu, masa premenopause
HARDINESS DENGAN PROBLEM FOCUSED COPING PADA WANITA KARIR Sari, Rani Indah
Cognicia Vol. 1 No. 2 (2013): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1641

Abstract

Wanita yang menjadi ibu, istri juga sekaligus menjadi pekerja, mempunyai beban dan peran yang berbeda-beda karena memiliki lingkungan (sumber stres) yang berbeda pula. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara hardiness dengan problem focused coping pada wanita karir. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif non-experimental. Subjek dalam penelitian sejumlah 50 wanita karir yang telah menikah. Metode pengumpulan data menggunakan dua skala yaitu skala hardiness dan skala problem focused coping. Analisa data yang digunakan adalah analisa product moment. Hasil penelitian menunjukkan hasil korelasi (r) sebesar 0,540, koefisien determinasi sebesar 0,292 atau sebesar 29,2% dan nilai signifikansi sebesar 0,000 dengan taraf signifikansi yang digunakan sebesar 0,01 (&alpha; < 0,01). Hasil ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang sangat signifikan antara hardiness dengan problem focused coping pada wanita karir.Kata kunci: Hardiness, problem focused coping, wanita karir
KEMATANGAN EMOSI DENGAN AGGRESSIVE DRIVING PADA MAHASISWA Muhaz, Muhammad
Cognicia Vol. 1 No. 2 (2013): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1642

Abstract

Aggressive driving merupakan penyebab utama terjadinya kecelakaan lalu lintas di dunia yang telah banyak menyebabkan korban meninggal dunia di jalan, dan kematangan emosi merupakan salah satu faktor yang diduga terkait dengan terjadinya aggressive driving. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dengan aggressive driving yang dilakukan oleh mahasiswa. Desain yang digunakan adalah non-eksperimen kuantitatif dengan menggunakan skala kematangan emosi dan skala aggressive driving. Jumlah subyek sebanyak 385 orang dengan menggunakan teknik nonrandom sampling dalam pengambilan samplenya. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif yang sangat signifikan antara kematangan emosi dengan aggressive driving, dengan nilai r sebesar -0,371 dan nilai p= 0,000. Hal ini berarti semakin tinggi kamatangan emosi mahasiswa maka akan semakin rendah aggressive driving yang dilakukan.Kata kunci: Kematangan emosi, aggressive driving, mahasiswa
IDENTIFIKASI MINAT SISWA RETARDASI MENTAL RINGAN DENGAN MENGGUNAKAN MULTIPLE INTELLIGENCE Wicaksono, Feri Indra
Cognicia Vol. 1 No. 2 (2013): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1643

Abstract

Mengidentifikasi minat siswa retardasi mental ringan dapat mengetahui ketertarikan atau minat tertentu dan dapat dikembangkan untuk lebih dioptimalkan kemampuan tersebut. Penelitian kuantitatif deskriptif ini menggunakan skala multiple intelligence. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 8 subjek, yang memiliki minat kecerdasan visual-spasial sebanyak 3 siswa dengan prosentase (37,5%), minat pada kecerdasan linguistik sebanyak 2 siswa dengan prosentase (25%), minat pada kecerdasan matematika-logika 1 siswa dengan prosentase (12,5%), minat pada kecerdasan kinestetik-tubuh 1 siswa dengan prosentase (12,5%), minat pada kecerdasan musikal 1 siswa dengan prosentase (12,5%). Hasil penelitian menemukan keberagaman minat siswa retardasi mental ringan. Secara umum didominasi minat sebagai berikut, yaitu minat pada kecerdasan visual-spasial, minat pada kecerdasan linguistik, minat pada logika-matematika, minat pada kecerdasan kinestetik-tubuh, dan minat pada kecerdasan musikal.Kata kunci: Multiple intelligence, retardasi mental
KECERDASAN EMOSI PADA SISWA YANG BERMASALAH DI SEKOLAH Rachmawati, Amalia
Cognicia Vol. 1 No. 2 (2013): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1644

Abstract

Salah satu indikasi siswa bermasalah adalah berkaitan dengan kecerdasan emosi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kecerdasan emosi pada siswa yang bermasalah di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan skala kecerdasan emosi dan kuesioner untuk mengidentifikasi masalah siswa. Jumlah subjek sebanyak 120 siswa, dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siswa dengan masalah membolos, kesulitan belajar pada bidang tertentu, bertengkar dan berkelahi dengan teman sekolah, mencontek, tidak mengerjakan tugas, dan minum-minuman keras tahap awal (ringan) memiliki kecerdasan emosi tinggi, pada siswa dengan masalah berkelahi antar sekolah, kesulitan belajar karena gangguan dikeluarga, minum-minuman keras tahap pertengahan, mencuri, dan melakukan tindak asusila (sedang) memiliki kecerdasan emosi rendah, dan pada siswa dengan masalah kecanduan alkohol, penyalahgunaan narkotika, melakukan tindak kriminalitas, percobaan bunuh diri, dan perkelahian dengan senjata tajam atau senjata api (berat) memiliki kecerdasan emosi rendah.Kata kunci: Kecerdasan emosi, siswa bermasalah, sekolah
KECERDASAN SOSIAL GURU Pariosi, Tiara Kusuma
Cognicia Vol. 1 No. 2 (2013): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1645

Abstract

Kecerdasan sosial merupakan kemampuan yang membantu seseorang untuk berhubungan baik dengan orang lain. Setiap individu yang melakukan interaksi dengan orang lain membutuhkan kecerdasan sosial, salah satunya adalah guru, guna membantu tugas utama guru dalam mengajar untuk membentuk iklim belajar yang baik bagi para siswa. Penelitian ini menggunakan metode non-eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kecerdasan sosial guru. Sampel penelitian berjumlah 50 guru SDN Kel. Gladak Anyar Kab. Pamekasan. Dengan skala kecerdasan sosial guru yang terdiri dari 19 item, ditemukan hasil analisa Z-Score tingkat kecerdasan sosial tinggi sebesar 50% atau 25 guru dan tingkat kecerdasan sosial rendah sebesar 50% atau 25 guru. Berdasarkan klasifikasi jenis kelamin, guru perempuan lebih banyak berada pada tingkat kecerdasan sosial tinggi, yaitu sebesar 55% atau 16 guru dibandingkan pada tingkat kecerdasan sosial rendah, yaitu sebesar 45% atau 13 guru. Sedangkan guru laki-laki lebih banyak menduduki tingkat kecerdasan sosial rendah, yaitu 57% atau 12 guru dibandingkan berada di tingkat kecerdasan sosial tinggi, yaitu 43% atau 9 guru.Kata kunci: Kecerdasan social, guru
KEMATANGAN EMOSI DENGAN PERILAKU KONSUMTIF PADA PRIA METROSEKSUAL Putri, Anggun Mego
Cognicia Vol. 1 No. 2 (2013): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1646

Abstract

Perilaku konsumtif adalah fenomena masyarakat saat ini dimana mereka dalam mengkonsumsi suatu barang tidak lagi untuk memenuhi kebutuhannya melainkan untuk pemenuhan kepuasan. Seiring dengan hal tersebut telah muncul sosok pria baru yang disebut metroseksual dimana mereka memiliki perilaku belanja konsumtif untuk menyempurnakan penampilannya, apabila seseorang belum memiliki kematangan emosi maka dia akan cenderung untuk mengkonsumsi barang secara berlebihan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kematangan emosi dengan perilaku konsumtif pada pria metroseksual. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Jumlah subyek sebanyak 80 orang pria metroseksual. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan negatif antara kematangan emosi dengan perilaku konsumtif pada pria metroseksual dibuktikan dengan hasil perhitungan korelasi product moment. Semakin tinggi kematangan emosi maka akan semakin rendah perilaku konsumtif pada pria metroseksual, begitu juga sebaliknya semakin rendah kematangan emosi maka akan semakin tinggi perilaku konsumtif pada pria metroseksual (r = -0,701; p = <0,01).Kata kunci: Job insecurity, stres kerja, perawat
KEPERCAYAAN DIRI DENGAN KECEMASAN KOMUNIKASI DI DEPAN UMUM PADA MAHASISWA Winarni, Reny
Cognicia Vol. 1 No. 2 (2013): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1647

Abstract

Kecemasan komunikasi di depan umum merupakan salah satu ketakutan terbesar yang dialami oleh manusia. Kecemasan ini menghasilkan pengaruh yang negatif terhadap berbagai aspek kehidupan, salah satunya aspek akademis. Kecemasan komunikasi yang dialami seseorang saat akan melakukan komunikasi di depan umum bisa muncul karena kurangnya rasa percaya diri. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat korelasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan diri sebagai variabel bebas dan kecemasan komunikasi di depan umum sebagai variabel terikat. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang mahasiswa psikologi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah tehnik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan dua skala sebagai alat ukur, yaitu skala kepercayaan diri dan skala kecemasan komunikasi di depan umum. Analisa penelitian menggunakan korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisa ditemukan bahwa terdapat hubungan negatif antara kepercayaan diri dengan kecemasan komunikasi di depan umum dengan nilai r = -0,642 dan p=0,000. Sedangkan nilai koefisien determinasi (r2)=0,412 menunjukkan sumbangan efektif kepercayaan diri terhadap kecemasan komunikasi di depan umum sebesar 41,2% sedangkan sisanya 58,8% dipengaruhi oleh variabel lain.Kata kunci: Kepercayaan diri, kecemasan komunikasi di depan umum
KOMITMEN DENGAN PEMAAFAN DALAM HUBUNGAN PERSAHABATAN Arif, Try Abriansyah
Cognicia Vol. 1 No. 2 (2013): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1648

Abstract

Pada masa remaja, individu membentuk kelompok teman sebaya (peer group) yang di dalamnya timbul persahabatan. Salah satu unsur dalam persahabatan adalah komitmen. Dalam hubungan persahabatan, kadang individu melakukan kesalahan yang menyakiti sahabatnya. Untuk mempertahankan hubungan persahabatan, dibutuhkan pemaafan kepada individu yang melakukan kesalahan dalam persahabatan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui hubungan komitmen dengan pemaafan dalam hubungan persahabatan. Penelitian ini menggunakan metode non-tes yaitu skala pemaafan dan skala tingkat komitmen dengan model skala likert. Jumlah subyek sebanyak 296 orang dengan rentang usia 18 tahun - 22 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat komitmen dengan pemberian pemaafan dibuktikan dengan hasil perhitungan korelasi product moment. Semakin tinggi tingkat komitmen dalam sebuah hubungan persahabatan maka akan semakin tinggi pula pemaafan yang diberikan kepada sahabat yang melakukan kesalahan (r = 0,355; p = 0,000; p < 0,01).Kata kunci: Komitmen, pemaafan, persahabatan
KONTROL DIRI DAN INTENSITAS PENGGUNAAN FACEBOOK PADA REMAJA Ruhban, Apris
Cognicia Vol. 1 No. 2 (2013): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1649

Abstract

Penggunaan facebook dengan intensitas yang terlalu tinggi dapat menurunkan produktifitas dan performa, khususnya pada para remaja. Kontrol diri dibutuhkan sebagai agen dalam membimbing, dan mengatur perilaku. Tujuan penelitian ini untuk menguji secara empiris hubungan kontrol diri dengan intensitas penggunaan facebook pada remaja. Responden dalam penelitian ini adalah remaja di kota Malang dengan jumlah subjek 349 orang dengan rentang usia 17-21 tahun. Alat pengumpulan data yang digunakan ialah skala kontrol diri dengan &alpha; = 0,89 dan skala intensitas penggunaan facebook dari Elison dkk (2007) dengan &alpha; = 0, 83; yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Analisis data dilakukan dengan teknik korelasi product moment dari Pearson dengan bantuan program statistik SPSS for windows versi 11.5. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara kontrol diri dengan intensitas penggunaan facebook pada remaja (r = 0,158 dan p = 0,003).Kata kunci : Facebook, kontrol diri, intensitas penggunaan facebook