Cognicia
The scope and the focus of the journal is conceptual proposal and empirical studies in many aspects of cognitive psychology (motivation, cognition and metacognition) with the application in various field such Industrial and Organizational Psychology, Developmental Psychology, Educational Psychology, Spiritual Psychology and Social Psychology.
Articles
364 Documents
MOTIVASI BERPRESTASI DAN SELF REGULATED LEARNING
Inayah, Eka Rahil
Cognicia Vol. 1 No. 2 (2013): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1650
Self-regulated learning dibutuhkan siswa agar mampu mengatur, menyesuaikan, mengendalikan dan mengarahkan diri terutama bila menghadapi tugas yang sulit. Sehingga perlu adanya motivasi berprestasi yang akan mendorong siswa melakukan kontrol diri tersebut. Penelitian kuantitatif ini megggunakan subjek siswa SMPN 1 Tarakan kelas 7-9 sebanyak 233 siswa. Pengumpulan data menggunakan skala self-regulated learning dan motivasi berprestasi. Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif yang sangat signifikan antara self-regulated learning dengan motivasi berprestasi. Selain itu, ditemukan bahwa subjek dengan motivasi berprestasi yang tinggi menjalankan siklus self-regulated learning yang sesuai. Adapun motivasi berprestasi memberikan sumbangan efektif terhadap self-regulated learning sebesar 40% dan ditemukan self-regulated learning dan motivasi berprestasi yang tinggi ada pada kelas 7.Kata kunci: Siklus, self-regulated learning, motivasi berprestasi,
ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) PADA PERAWAT
Pramitasari, Riska Eriyana
Cognicia Vol. 1 No. 2 (2013): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1651
Organizational Citizenship Behaviors ( OCB ) merupakan perilaku diluar deskripsi kerja yang telah ditentukan perusahaan, namun memiliki dampak yang baik bagi perusahaan. Rumah Sakit sebagai instansi yang mengedepankan pelayanan jasa membutuhkan peran yang optimal dari perawat oleh karena itu sangat dibutuhkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Organizational Citizenship Behaviors ( OCB ) pada perawat di Rumah Sakit Dr.R. Soedarsono Pasuruan. Penelitian ini menggunakan desain non-eksperimen kuantitatif dengan menggunakan skala Organizational Citizenship Behaviors ( OCB ) yang dibuat oleh Dwi Suhartiningsih. Dalam penelitian ini populasinya seluruh perawat yang bekerja di Rumah Sakit Dr.R. Soedarsono. Jumlah subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 78 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawat yang memiliki OCB dalam kategori rendah sebanyak 44 perawat ( 56.4% ), sedangkan yang memiliki kategori tinggi sebanyak 34 perawat ( 43.6%). Dengan demikian dapat disimpulkan OCB pada perawat di Rumah Sakit Dr.R.soedarsono dalam kategori rendahKata kunci: Organizational Citizenship Behaviors ( OCB ), perawat
PENERIMAAN MASA LALU TERHADAP INSOMNIA PADA LANSIA
Bestari, Winda Ayu
Cognicia Vol. 1 No. 2 (2013): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1652
Insomnia banyak terjadi pada lansia dan berakibat pada menurunnya tingkat kesejahteraan jiwa, mengganggu kehidupan sosial serta mengakibatkan menurunnya kondisi fisik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerimaan masa lalu terhadap insomnia yang terjadi pada lansia. Penelitian ini melibatkan 103 orang lansia yang terdiri dari 72 lansia laki-laki dan 31 lansia perempuan. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala Accepting the Past/Reminiscing about the Past (ACPAST/REM) dan Pittsburgh Insomnia Rating Scale-20 (PIRS-20). Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sebesar 39,4% pengaruh dari penerimaan masa lalu terhadap insomnia pada lansia. Sedangkan 60,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.Kata kunci: Penerimaan masa lalu, insomnia, lansia
PENYESUAIAN DIRI LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DENGAN MENGENDALIKAN VARIABEL SENSE OF HUMOR
Parman, Rahmawaty
Cognicia Vol. 1 No. 2 (2013): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1653
Penyesuaian diri merupakan kemampuan individu dalam berperilaku karena tuntutan untuk pemenuhan kebutuhan agar mendapat ketentraman dalam hubungan dengan lingkungan sekitar. Kemampuan ini dilandasi oleh sejauh mana individu dapat mempertahankan batas antara tingkat emosi positif dan negatif yang dimiliki. Humor merupakan salah satu bentuk dari emosi positif berhubungan dengan ciri individu yang memiliki kemampuan penyesuaian diri yang baik. Seseorang yang dikatakan humoris tentu harus memiliki Sense of Humor (kepekaan humor). Namun demikian, penyesuaian diri laki-laki dan perempuan berbeda karena perbedaan perlakuan di masyarakat yang dilihat dari ciri-ciri kepribadian yang berbeda. Penelitian ini dilakukan pada 384 subjek, dengan menggunakan tekhnik sampel insidental pada mahasiswa dengan rentang usia 17 tahun keatas. Hasil penelitian menunjukkan dengan mengontrol variabel kepekaan humor, terdapat perbedaan penyesuaian diri antara laki-laki dan perempuan dengan nilai F=5,446 dan p=0,020 (p<0,05), serta terdapat hubungan antara Sense of Humor dengan penyesuaian diri dengan signifikansi sebesar 0,000<0,05.Kata kunci: Penyesuaian diri, sense of humor, jenis kelamin
PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA REMAJA YANG ORANG TUA BERCERAI DAN YANG TIDAK BERCERAI (UTUH)
Werdyaningrum, Puri
Cognicia Vol. 1 No. 2 (2013): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1654
Psychological well-being di kalangan remaja adalah penting, tetapi untuk mencapai keadaan tersebut khususnya bagi remaja dari keluarga yang bermasalah tidak mudah diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan psychological well-being yang signifikan antara remaja yang orang tuanya bercerai dengan remaja yang orang tuanya tidak bercerai (utuh). Subjek penelitian adalah 102 remaja usia 14-19 tahun yang terdiri dari 51 remaja yang orang tuanya bercerai, dan 51 remaja yang orang tuanya utuh. Data dikumpulkan dengan skala Ryff's Psychological Well-Being Scale. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan nilai psychological well-being yang signifikan antara remaja yang orang tuanya bercerai dan remaja yang orang tua utuh (t = 9.813; p = 0.000, p < 0.01). Remaja yang orang tuanya bercerai memiliki nilai psychological well-being yang lebih rendah dibandingkan remaja yang orang tuanya tidak bercerai (utuh).Kata kunci: Psychological Well-Being (PWB), orang tua bercerai, orang tua utuh
PERILAKU MORAL REMAJA DARI KELUARGA KARIER GANDA
Maharani, Ratna
Cognicia Vol. 1 No. 2 (2013): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1655
Pendidikan moral sangat dibutuhkan untuk membentuk kepribadian yang baik pada remaja, mendidik moral diperlukan instensitas dan keterlibatan orang tua dalam mendidik. Remaja diarahkan untuk mengembangkan moral sesuai dengan kultur yang berkemabang pada masyarakat. Kesibukan orang tua akan berimbas pada intensitas maupun keterlibatan dalam memberikan pendidikan moral pada remaja. Kesibukan yang lebih besar terjadi pada orang tua yang memiliki peran ganda sebagai bagian dari keluarga sekaligus menjalankan tugas-tugas di instansi. Penelitian ini diarahkan untuk mengetahui perilaku moral remaja yang diasuh oleh orang tua karier ganda. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data perilaku moral remaja dilakukan dengan menggunakan skala perilaku moral. Jumlah subjek yang dilibatkan dalam penelitian ini sebanyak 35 orang. Hasil penelitian menggambarkan bahwa 65.7% dari remaja dengan orang tua yang berperan ganda memiliki perilaku moral yang baik, sedangkan 34.3% menunjukkan perilaku moral yang rendah.Kata kunci: Perilaku moral, keluarga karir ganda
PERSEPSI DUKUNGAN SOSIAL REKAN KERJA DENGAN BURNOUT PADA TELLER BANK
Wulandari, Sandi Ayu
Cognicia Vol. 1 No. 2 (2013): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1656
Burnout banyak ditemui dalam profesi human service, yaitu orang-orang yang bekerja pada bidang yang berkaitan langsung dengan banyak orang dan melakukan pelayanan kepada masyarakat umum salah satunya adalah teller bank. Salah satu faktor untuk menimbulkan munculnya burnout adalah adanya sumber dukungan sosial yang diperlukan terutama dari rekan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan persepsi dukungan sosial rekan kerja terhadap burnout pada teller bank. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan menggunakan 50 orang teller bank sebagai subjek. Analisa dalam penelitian ini menggunakan analisa korelasi product moment dari Pearson's. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah terdapat hubungan negatif yang sangat signifikan (r=-0,533; p/sig=0,000) antara persepsi dukungan sosial rekan kerja dengan burnout pada teller bank.Kata kunci: Burnout, persepsi dukungan sosial rekan kerja, teller bank
PERSEPSI TERHADAP STORE ATMOSPHERE DENGAN MINAT BELI KONSUMEN DI HYPERMARKET
Nugraha, Bayu Adrian
Cognicia Vol. 1 No. 2 (2013): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1657
Persepsi terhadap store atmosphere yang positif merupakan salah satu kualifikasi agar dapat menarik minat beli pada konsumen. Hal ini tentunya dapat mempermudah dalam penjualan produk. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah persepsi terhadap store atmosphere, sedangkan variabel terikatnya adalah minat beli. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Accidental Sampling dan menggunakan 60 orang sebagai subjek. Analisa dalam penelitian ini menggunakan analisa korelasi product moment dari Pearson's. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang positif dan sangat signifikan (r=0,597; p/sig=0,001) antara persepsi terhadap store atmosphere dengan minat beli konsumen.Kata kunci: Persepsi store atmosphere, minat beli
PROFIL KEPRIBADIAN PELAKU BULLYING
Utami, M. Alfian
Cognicia Vol. 1 No. 2 (2013): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1658
Kekerasan yang terjadi akhir-akhir ini telah melibatkan siswa baik sebagai pelaku maupun korbannya. Kekerasan yang terjadi dapat berakibat tidak baik pada pelaku maupun korban. Kenyataan tidak semua remaja berposisi sebagai pelaku bullying. Hal ini menjadi landasan penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk memahami profil kepribadian pelaku bullying didasarkan pada need yang berkembang pada pelaku. Subjek penelitian adalah siswa yang merupakan pelaku bullying dengan rentang usia antara 15-19 tahun dengan teknik purposive dan didapatkan 12 remaja. Identifikasi need subjek dengan menggunakan EPPS (Edward Personal Preference Schedule). Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian didapatkan bahwa faktor need pelaku bullying secara berurutan didominasi oleh Need order (58,33%) Need Nurture (58,33%) serta Need Heterosexual (91,67%) yang tergolong ekstrim rendah. Begitu juga dengan pelaku yang didominasi oleh laki yakni 75%, sedangkan perempuan 25%. Selain itu hasil penelitian didapat bahwa ada perbedaan antara pelaku laki-laki dan perempuan dimana pelaku laki-laki cakupannya lebih luas dibandingkan perempuan dalam hal tempat kejadian, modus, serta karakteristik korban yang akan dijadikan sebagai target bullying.Kata kunci: Profil kepribadian, bullying
REGULASI MOOD NEGATIF PADA MAHASISWA DITINJAU DARI JENIS KELAMIN
Khoirina, Izzati
Cognicia Vol. 1 No. 2 (2013): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1659
Regulasi mood negatif adalah strategi yang dilakukan pada berbagai komponen modulasi perilaku, baik yang dilakukan secara internal maupun eksternal terhadap perasaan-perasaan yang kurang intens dan yang terjadi karena situasi dan kondisi yang sedang dialami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan regulasi mood negatif pada mahasiswa laki-laki dan perempuan. Desain yang digunakan adalah kuantitatif non-eksperimen yaitu penelitian kausal komparatif dengan menggunakan skala NMR (Negatif Mood Regulation). Jumlah subjek 378 orang. Hasil penelitin menunjukkan terdapat perbedaan regulasi mood negatif pada mahasiswa laki-laki dan perempuan. Regualsi mood negatif pada mahasiswa laki-laki lebih baik dibandingkan dengan mahasiswa perempuan.Kata kunci: Regulasi mood, mood negatif