cover
Contact Name
Putri Hana Pebriana
Contact Email
putripebriana99@gmail.com
Phone
+6285321149444
Journal Mail Official
konselingjpdk@gmail.com
Editorial Address
https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/about/editorialTeam
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Konseling
ISSN : ISSN2685     EISSN : 2685936X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan dan Konseling merupakan wadah bagi para peneliti untuk mengembangkan kompetensinya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Adapun scope jurnal ini berkaitan dengan pendidikan, sosial sains dan konseling. Jurnal ini terbit enam kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Jurnal terdaftar dengan E-ISSN: 2685-936X dan P-ISSN: 2685-9351
Articles 5,452 Documents
Pemodelan Pengolahan Citra Klasifikasi Jenis Buah Mangga Menggunakan Metode Backpropagation Sugiyono Sugiyono; Awaludin Awaludin
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.6721

Abstract

Di Indonesia buah mangga merupakan tanaman yang tumbuh subur. Namun pemilihan jenis mangga sendiri masih dilakukan secara manual yakni memilah jenis mangga dengan membanding warna, bentuk dan ukuran. Salah satu perkembangan teknologi pada bidang perindustrian yakni jaringan syaraf tiruan yang mampu belajar sendiri layaknya manusia. Dalam penelitian ini dibuat sebuah sistem yang mampu mengklasifikasi jenis-jenis mangga. Sistem yang akan dibangun ini menerapkan jaringan syaraf tiruan untuk pemodelannya dan menggunakan ekstraksi ciri berupa mean RGB dan standar deviasi RGB, perimeter, luas, panjang, lebar, kebulatan, dan kerampingan. Pada proses percobaan klasifikasi jenis buah mangga digunakan jaringan syaraf tiruan propagasi balik (backpropagation) dengan melakukan variasi 2 model, yakni traingdx dan trainlm dan fungsi transfer layer logsig dan fungsi transfer output purelin. Model pengujian yang digunakan pada proses klasifikasi adalah k-fold cross validation dengan dasar variasi epoch, goal, dan learning rate dari pengujian menggunakan holdout validation. Berdasarkan hasil percobaan, didapat akurasi terbaik dengan 1 hidden layer sebesar 100% dengan waktu 10,45 detik kemudian pengujian k-fold menghasilkan rata-rata akurasi tertinggi 71,31% dengan rata-rata waktu 0,06 detik.
Pengenalan Pola Huruf Hangeul Korea Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Metode Backpropagation dan Deteksi Tepi Canny Radikto Radikto; Rasiban Rasiban
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.6722

Abstract

Banyaknya jumlah penduduk indonesia dibarengi dengan dengan perkembangan teknoologi sehingga banyak mengakses dan menerima informasi banyak dari dalam negeri maupun luar negeri. Fenomena Korean wave salah satu contohnya. Korean wave sangat identik dengan dunia hiburan dan budaya korea dan mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari salah satu contohnya mempelajari bahasa korea itu sendiri, yaitu hangeul. Hangeul berbeda dengan huruf alphabet. Pengenalan pola huruf hangeul bisa dilakukan dengan bantuan komputer sehingga diharapkan membantu dalam mempelajari huruf hangeul sesuai kebutuhan. Salah satu metode yang digunakan ialah dengan jaringan syaraf tiruan backpropagation dan deteksi tepi canny. Penelitian ini menggunakan dataset huruf hangeul sebanyak 195 citra termasuk data latih dan data uji. Dari hasil pelatihan dengan jumlah 120 citra menghasilkan akurasi 99,1% dengan 100 neuron pada hidden layer 1 dan 50 neuron hidden layer 2 dan maksimum epoch 1000. Hasil pengujian dengan jumlah 75 citra menghasilkan 90,67%. (Calibri 11, reguler, spasi 1, spacing before 6 pt, after 6 pt)
Klasifikasi Sistem Penentu Keputusan Penerimaan Bantuan Sosial Covid-19 Menggunakan Metode Analisis Hirarki Proses (AHP) Studi Kasus Rt.04/05 Cengkareng Timur Jakarta Barat Yudin A Masneno; Sugiyono Sugiyono
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.6723

Abstract

Bantuan sosial merupakan bantuan yang diberikan oleh pemerintah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan hidup mereka yang memiliki kekurangan ekonomi. Bansos yang diberikan bisa berupa tunai maupun non tunai, tentunya bansos diharapkan akan membantu masyarakat yang memiliki kekurangan ekonomi, oleh karena itu, penerima bansos memiliki kriteria – kriteria yang harus dipenuhi agar bisa tepat sasaran untuk pemberian bansos yang akan diberikan. Pada kenyataannya masih banyak masyarakat yang mengeluhkan mereka tidak mendapatkan bantuan yang seharusnya di berikan, oleh karena itu di perlukan sistem yang akan membantu dalam menentukan masyarakat yang seharusnya memenuhi kriteria yang di anjurkan, Sistem pendukung keputusan penerima calon bantuan sosial dengan metode Analytical Hierarchy Process diharapkan dapat mengatasi masalah ketidak sesuaian pemberian bansos agar menjadi lebih sesuai dengan kriteria yang ada.
Klasifikasi Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Anak Menggunakkan Metode Forward dan Backward Chaining Studi Kasus: Posyandu Kamal Untung Surapati; Ervandi Gautama
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.6724

Abstract

Sistem pencernaan adalah suatu sistem dalam tubuh manusia yang memegang peranan menerima makanan dari luar, mencerna, dan menyerap bahan yang dapat diserap, serta mengeluarkan sisa pencernaan. Penyakit sistem pencernaan terutama pada anak merupakan penyakit yang serius apabila tidak ditangani dengan cepat akan berakibat pada kematian Gangguan pada pencernaan harus mendapatkan diagnosa secara cepat dan tepat, sebagai tindakan deteksi dini sehingga infeksi penyakit tidak berkembang cepat. Deteksi dini ini dapat dibantu dengan adanya sistem pakar. Kecerdasan buatan merupakan ilmu yang bergantung pada pemahaman, logika, mempelajari keterampilan baru, pendidikan, dan penyelesaian masalah.
Klasifikasi Sistem Penunjang Keputusan untuk Mendeteksi Gizi Balita pada Posyandu Kelurahan Cengkareng Barat Bambu Larangan dengan Metode Fuzzy Tsukamoto Untung Surapati; Ardian Widhi Prabowo
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.6725

Abstract

Status gizi merupakan deskripsi keseimbangan antara asupan zat gizi dengan kebutuhan tubuh secara individual. Cukup konsumsi cenderung status gizi baik dan kurang konsumsi besar kemungkinan akan kurang gizi. Hal ini karena status gizi dipengaruhi oleh banyak faktor yaitu konsumsi makanan, kebiasaan orang tua, pendapatan orang tua, dan kesadaran orang tua tentang pentingnya masalah gizi, akan tetapi faktor konsumsi makanan adalah faktor yang dominan. Dalam penentuan status gizi menggunakan logika fuzzy, variabel input dibagi menjadi dua yaitu variabel berat dan tinggi badan. Serta satu variabel output, yaitu variabel nilai gizi. Variabel nilai gizi.
Klasifikasi Sistem Pendukung Keputusan Menetukan Tumbuh Kembang Balita pada Posyandu Kamal Tegal Alur Menggunakkan Metode Simple Additive Weighting (Saw) Untung Surapati; Aritno Septian
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.6726

Abstract

Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan Menentukan tumbuh kembang anak ini dibuat untuk mengatasi masalah kurang akuratnya data hasil perhitungan status tumbuh kembang anak jika dihitung dengan cara yang manual. Selain itu aplikasi ini dibuat juga untuk membantu para kader di Posyandu Kamal yang sudah mulai kewalahan dalam melakukan perhitungan tumbuh kembang anak dengan cara manual tersebut karena jumlah anak yang tumbuh lumayan banyak. Penyelesaian masalah tersebut adalah dengan membuat aplikasi dengan menggunakan metode SAW yang berbasis WEB agar lebih akurat dan dapat dibandingkan dengan hasil perhitungan melalui cara sistem berbasis web. Dengan adanya program ini juga lebih membantu kinerja pada kader di Posyandu Kamal dalam perhitungan status tumbuh kembang anak. Kesimpulan dari pembuatan Sistem Pendukung Keputusan menentukan tumbuh kembang anak ini adalah, diperlukannya suatu program untuk menunjang kinerja para kader di Posyandu kamal untuk perhitungan , agar hasilnya lebih akurat dan ibu-ibu yang mempunyai anak dapat merasa lebih tenang dengan status tumbuh kembang anak dan juga para orang tua dapat mengetahui asupan makanan yang tepat dan juga mengetahui tumbuh kembang anaknya.
Implementasi Metode Linear Congruent dalam Perancangan Game Edukasi Pramuka "Become“ (Belajar Code Morse) Agung Rizki Zamzami; Untung Surapati
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.6728

Abstract

Pramuka merupakan sebuah proses kegiatan belajar untuk membentuk karakter kepribadian, baik itu fisik, non fisik, sosial dan emosional sebagai individu maupun anggota masyarakat. Dalam melaksanakan kegiatan pramuka, anak kerap kali merasa bosan untuk belajar, dikarenakan proses belajar yang terlalu serius dan monoton seperti datang langsung, mempelajari sandi morse secara angsung melalui penjelasan guru, melakukan kegiatan baris-berbaris. Hal ini menyebabkan minat anak menjadi berkurang, imbasnya anak menjadi bosan berlatih dan sering bolos atau izin berlatih pramuka, hal ini tentunya membutuhkan proses dan kesabaran bagi setiap guru. Salah satu cara untuk meningkatkan pembelajaran dan pengetahuan kepada peserta didik tentang pramuka dapat melalui media elektronik yang berbentuk aplikasi game. Melalui aplikasi game, anak – anak dapat belajar sambil bermain.Pramuka khususnya kode pramuka bagi anggota pramuka sangat penting sebagai kode untuk mereka dalam menghadapi kehidupan pramuka dan menjadi standar tingkah laku pramuka di lingkungan masyarakat. Agar game edukasi menjadi semakin menarik saat dimainkan, maka penulis menerapkan salah satu metode yang dapat membangkitkan bilangan acak semu yaitu Linear Congruent Method (LCM). LCM dapat diimplementasikan sebagai metode pengacakan soal yang terdapat dalam menu quis. Dari hasil pengujian menggunakan black-box, sistem dalam aplikasi tersebut bekerja sesuai dengan apa yang diharapkan. Sedangkan pada pengujian kuisioner aplikasi yang dibangun masuk ke kategori “Baik” dengan hasil rata-rata 76, 40%.
Klasifikasi Sistem Pakar Mendeteksi Kerusakan Buku pada Taman Baca Lazuardi Menggunakkan Metode Forward Chaining Veri Arinal; Josua Pangaribuan
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.6729

Abstract

Pada taman baca lazuardi pengunjung juga dapat meminjam buku bacaan untuk dibawa pulang. Namun kerap kali para peminjam masih kurang bertanggung jawab terhadap buku yang dipinjam. Kerap kali buku dikembalian dengan kondisi basah, sobek, atau beberapa halama yang hilang dan masih banyak kendala lain yang dihadapi pengelola. Sesuai dengan kemampuan dari sistem pakar yang merupakan salah satu cabang dari ilmu kecerdasan buatan yaitu mampu meniru penalaran dari seorang pakar pada bidang ilmu tertentu. Sistem aplikasi ini membantu pakar televisi maupun masyarakat dalam melakukan konsultasi kerusakan buku secara efektif dan efisien sehingga kerusakan yang dialami dapat diketahui dan dapat diatasi dengan solusi yang diberikan.
Implementasi Pengembangan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal Tenun Ulos Batak di Desa Adat Ragi Hotang Meat Kecamatan Tampahan Kabupaten Toba Naomi Lubis; Asima Yanty Sylvania Siahaan
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.6730

Abstract

Penelitian ini untuk mendeskripsikan secara mendalam mengenai Implementasi Pengembangan Masyarakat berbasis kearifan lokal Tenun Ulos Batak di Desa Adat Ragi Hotang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Adat Ragi Hotang Meat memiliki ciri khas konsep pariwisata yang berbeda dengan desa lain di wilayah Kabupaten Toba, dalam pelaksanaannya belum terdapat komitmen bersama yang konsisten di beberapa instansi berkaitan dengan potensi kain tenun ulos. Komitmen yang diperlukan dalam pengembangan kain tenun ulos yaitu perhatian pemerintah daerah dalam menyediakan sarana dan prasarana modern serta memberikan pelatihan untuk meningkatkan produksi dan membantu pemasaran kain tenun Ulos.
Analisis Hukum Pembentukan Daerah dan Penyelenggaraan Pemerintahan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Ditinjau dari Perspektif Otonomi Daerah Metho P. Sihombing; Daniel Pradina Oktavian
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.6731

Abstract

Penyebutan IKN menjadi polemik karena dianggap tidak sesuai dengan sistem penyelenggaraan pemerintahan negara Indonesia. Berdasarkan Pasal 18 Ayat (1) Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Kepala Otorita IKN pun akan ditunjuk, diangkat, dan diberhentikan langsung oleh Presiden setelah meminta pertimbangan DPR. Ini sesuai yang tertuang dalam Pasal 5 ayat (4) Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara. Padahal, merujuk Pasal 18 ayat (4) UUD 1945, masing-masing kepala pemerintahan daerah, baik gubernur, bupati, maupun walikota dipilih secara demokratis. Pemaknaan daerah bersifat khusus sebetulnya telah tertuang dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 81 Tahun 2010. Sedangkan, tidak ada keterangan yang jelas mengenai hak asal usul dan kebutuhan yang nyata yang melekat di wilayah IKN yang menjadikan Otorita IKN begitu berbeda dalam pembentukan dan penyelenggaraan pemerintahannya. Rumusan Masalah dalam tulisan ini adalah sebagai berikut: a) Bagaimana analisis pembentukan Otorita Ibu Kota Nusantara ditinjau dari tata cara pembentukan daerah? b) Bagaimana analisis penyelenggaraan pemerintahan Otorita IKN ditinjau dari perspektif otonomi daerah? Dengan menggunakan metodologi penelitian metode yuridis normatif atau metode penelitian hukum doktrinal, maka ditemukan bahwa Pemindahan ibu kota negara menjadi IKN memiliki legitimasi hukum yang lemah. Otorita IKN, yang dalam ketentuan UU Nomor 3 Tahun 2022 disebut sebagai sebutan lain dari Pemerintahan Daerah Khusus IKN, tidak memenuhi ketentuan perundang-undangan dalam pembentukannya. Pembentukan daerah, yang dalam ketentuan UU Nomor 23 Tahun 2014 bersifat bottom up atau diusulkan oleh Pemerintah Daerah kemudian dikonsultasikan dan dikaji oleh Pemerintah Pusat, menjadi diabaikan dengan inisiatif pembentukan dan proses legislasi yang berepisentrum di Pemerintah Pusat. Kemudian, sebagai wilayah yang disebut sebagai nama lain dari Pemerintahan Daerah Khusus, IKN memiliki keistimewaan untuk tidak menyelenggarakan pemilihan umum (pemilu) selain pemilu tingkat nasional. Ini disebabkan tidak adanya DPRD yang menjadi saluran aspirasi politik masyarakat daerah. Kepala Otorita IKN juga tidak dipilih oleh masyarakat sebagaimana kepala pemerintahan daerah yang lain. Kepala Otorita IKN akan dipilih dan diberhentikan oleh Presiden. Kekhususan seperti inilah yang dimaknai oleh Pemerintah Pusat yang menimbulkan kesan IKN dikecualikan dari daerah-daerah yang lain. Perbedaan tersebut didasarkan pemaknaan “pemerintahan daerah yang bersifat khusus” yang mengabaikan prinsip-prinsip demokrasi yang dibangun melalui konstruksi otonomi daerah.