cover
Contact Name
atnesia ajeng
Contact Email
atnesia.ajeng@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
atnesia.ajeng@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal JKFT
ISSN : 25020552     EISSN : 25802917     DOI : -
Core Subject : Health,
Naskah yang diterima dalam Jurnal kami harus ditulis dalam Bahasa Inggris atau Bahasa Indonesia. Artikel yang diterbitkan di Jurnal JKFT adalah artikel berdasarkan hasil penelitian (prioritas), dan artikel ulasan ilmiah tentang jurnal JKFT sebagai wadah untuk dosen dalam publikasi dalam mengembangkan keilmuan dan kepakaran dibidang kesehatan, keperawatan dan kebidanan. Dalam menerima artikel yang akan ditinjau oleh editor dan pengulas internal, eksternal. Setiap artikel yang dimasukkan dalam jurnal JKFT akan dikirim ke bagian editor melalui proses Tinjauan Awal. Setelah itu, artikel-artikel tersebut akan dikirim ke peer reviewer untuk mendapatkan Proses Tinjauan Rekan Dua Kali Lipat.
Arjuna Subject : -
Articles 196 Documents
INTERVENSI EDUKASI DAN PENDAMPINGAN TEKNIK MENYUSUI PADA IBU POST PARTUM: STUDI KASUS Enok Nurliawati
Jurnal JKFT Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v10i1.10606

Abstract

Latar belakang: Menyusui merupakan kodrat seorang Perempuan sebagaimana hamil dan melahirkan. Tetapi tidak semua perempuan berhasil menyususi bayinya. Salah satu faktor yang memepengaruhi keberhasilan menyusui adalah teknik menysui yang benar. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan studi kasus untuk mengeksplorasi asuhan keperawatan pada ibu post partum. Fokus  kajian pada intervensi edukasi dan pendampingan teknik menyusui. Jumlah Subjek   1 orang dan dirawat gabung. Pengumpulan data dilaksankan dengan teknil wawancara, pemeriksaan fisik dan observasi, instrument yang dugunakan adalah format asuhan keperawatan pada ibu psot partum. Hasil: Berdsarkan hasil pengkajian maka diagnosis keperawatan yang ditegakana adalah  ketidaknyamanan paska partum b.d. trauma perineum, Defisit pengetahuan: Teknik menyusui b.d. kurangnya informasi, risiko infeksi pada ibu b.d. kersusakan integritas kulit, risiko infeksi pada bayi b.d.kerusakan integritas jaringan (tali pusat).  Intervensi difokuskan pada  defisit pengetahuan: Teknik menyusui b.d. kurangnya informasi. Setelah dilaksanakan intervensi Edukasi dan pendampaing selama 2 hari maka Tingkat pengetahuan tentang teknik menyusui meningkat.  Simpulan: Intervensi Edukasi dan pendampingan teknik menyusui dapat dilaksnakan pada ibu post partum yang terdiagnosis menyusui tidak efektif atau defiSit pengetahuan: teknik menyusui.
One Step Closer to Adulthood: Kesiapan Remaja Awal dalam Menghadapi Menarche Anggie Shreepadma Saraswati; Firmanto Adi Nurcahyo
Jurnal JKFT Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Masa pubertas merupakan salah satu ciri dari seorang individu ketika menginjak masa remaja. Untuk anak perempuan, hal tersebut umumnya akan ditandai dengan terjadinya menstruasi atau haid pertama kali yang bisa kita sebut dengan menarche. Ketika seorang individu mengalami menarche, mereka dapat  melihat peristiwa tersebut dengan sudut pandang negatif maupun positif. Maka dari itu, kesiapan individu dalam menghadapi menarche diperlukan dengan tujuan agar individu tersebut tidak akan terkejut ketika peristiwa tersebut terjadi pada dirinya. Kesiapan individu dalam menghadapi menarche merupakan kondisi yang menunjukkan kesiapan fisik dan juga mental untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang  terjadi terkait dengan kedatangan menarche pada seorang remaja putri. Sejalan dengan ini, penelitian ini bertujuan untuk meninjau faktor apa saja yang terdapat dalam kesiapan menghadapi menarche pada remaja perempuan. Penelitian ini menggunakan metode literature review dan menggunakan penelitian dalam kurun waktu 2018 - 2020 yang dikaji melalui google scholar. Terdapat 10 jurnal yang sesuai dengan tema penelitian ini. Berdasarkan hasil kaji penelitian, terdapat beberapa faktor yang menjadi pendukung dalam kesiapan remaja menghadapi menarche, yakni: dukungan sosial seperti keluarga, sumber informasi yang mencakup pengetahuan mengenai menstruasi, dan juga kesiapan mental dan emosional. Namun, peneliti juga menemukan bahwa terdapat remaja yang belum siap dalam menghadapi menarche. Puberty is a defining characteristic when individuals enter adolescence. For females, this is typically marked by the onset of menstruation, known as menarche. Upon experiencing menarche, individuals may perceive this event either positively or negatively. Therefore, readiness to face menarche is crucial to ensure individuals are not caught off guard by its occurrence. Readiness for menarche indicates both physical and mental preparedness to confront potential challenges associated with the onset of menstruation in adolescent girls. In alignment with this, this study examines factors influencing readiness for menarche in teenage females. The study employs a literature review method, focusing on research published between 2018 and 2020 retrieved from Google Scholar. Ten relevant journals were identified. Based on the review findings, several supportive factors for adolescent readiness for menarche were identified, including social support from family, informative resources covering menstruation knowledge, and mental and emotional preparedness. However, the research also highlights instances where adolescents may not be adequately prepared for menarche.  
HUBUNGAN BUDAYA ORGANISASI DENGAN TINGKAT STRES KERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAP RSUD PAKUHAJI Shieva Nur Azizah Ahmad; Suedah Suedah
Jurnal JKFT Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v10i1.12326

Abstract

Di rumah sakit, perawat pelaksana memegang peran krusial dalam menjaga kesehatan pasien. Kualitas kerja perawat dapat ditingkatkan secara signifikan oleh budaya organisasi yang kuat. Perawat mempunyai peluang besar untuk terkena stres kerja, dikarenakan tuntutan pekerjaan yang kompleks dan harus dilakukan secara rutin dan berulang. Stres kerja perawat menempati urutan pertama dalam 40 besar urutan stres kerja bagi karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara budaya organisasi dengan stres kerja perawat pelaksana di ruang rawat inap RSUD Pakuhaji. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain yang digunakan cross-sectional. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh data dan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah kuesioner (angket). Sampel dalam penelitian ini adalah perawat pelaksana di ruang rawat inap RSUD Pakuhaji menggunakan teknik total sampling dengan jumlah 55 responden. Hasil analisa univariat mayoritas perawat memiliki budaya organisasi cukup baik sebanyak 36 responden (65.5%) dan mayoritas tingkat stres kerja berada pada kategori stres berat sebanyak 30 responden (54.5%).  Hasil uji statistik chi-square menunjukkan nilai p.value=0,000 dengan nilai normal α<0,05. Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara budaya organisasi dengan tingkat stres kerja perawat pelaksana di ruang rawat inap RSUD Pakuhaji. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar kebijakan yang mendukung kesejahteraan perawat dan tenaga kesehatan serta mengembangkan strategi penguatan budaya organisasi untuk menghadapi stres kerja.                                                                                     Kata Kunci: Budaya Organisasi; Stres Kerja; Perawat Pelaksana; Rumah Sakit.
Penerimaan Diri Perempuan yang Mengalami Infertilitas: Kajian Literatur Ni Made Sri Dharma Patni; Tience Debora Valentina
Jurnal JKFT Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v10i1.12555

Abstract

Kehadiran anak memiliki peran yang besar dalam sebuah keluarga sehingga memiliki seorang anak adalah impian bagi pasangan yang telah menikah. Namun, bagi beberapa pasangan, memiliki anak bukanlah hal yang mudah. Ada banyak kondisi yang menghalangi pasangan untuk memiliki anak, salah satunya adalah infertilitas. Meskipun infertilitas dapat disebabkan oleh pihak perempuan atau pihak laki-laki, dan bahkan kedua pihak, tetapi sebagian besar penyebabnya berasal dari faktor perempuan. Hal tersebut memberikan tekanan besar bagi pihak perempuan, terlebih bias gender yang erat pada masyarakat dapat mempengaruhi penerimaan diri pada perempuan infertil. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan diri perempuan yang mengalami infertilitas melalui kajian literatur terhadap penelitian-penelitian terkait. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa terdapat empat faktor yang mempengaruhi penerimaan diri perempuan infertil, yaitu penerimaan diri, realistik, albeit subjective, dan kesadaran akan kekuatan dan kelemahan diri. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai pengembangan ide intervensi berbasis self-acceptance untuk meningkatkan penerimaan diri, khususnya pada perempuan dengan infertilitas.
Gambaran Angka Kejadian Hipertensi pada Wanita Menopause Indah Yun Diniaty Rosidi; Wa Ode Sri Wati Lestari; Harnaningsi Harnaningsi
Jurnal JKFT Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menopause tidak berakibat fatal namun dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan gangguan dalam kehidupan sehari-hari sehingga menurunkan kualitas hidup.  Selain itu, terdapat  risiko  penyakit kardiovaskular, osteoporosis, dan diabetes. Pada wanita, risiko hipertensi meningkat signifikan pada awal menopause. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran angka kejadian hipertensi pada wanita menopause. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel 51 responden dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data yang digunakan secara deskriptif yang disajikan menggunakan tabel frekuensi. Hasil penelitian, rentang umur yang paling terbanyak pada penelitian ini adalah 50 tahun – 60 tahun yaitu sebanyak 54,9%, riwayat pendidikan rendah yaitu berpendidikan SD sebesar 47%., pekerjaan yang terbanyak adalah sebagian besar responden memiliki pekerjaan sebesar 92,2% dan  terdapat 62,7% yang mengalami hipertensi.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TERHADAP DUKUNGAN SUAMI DENGAN KEIKUTSERTAAN METODE KB JANGKA PANJANG (IMPLANT) DI PUSKESMAS BALARAJA acih suarsih
Jurnal JKFT Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v10i1.13438

Abstract

Latar  Belakang : Menurut WHO pada tahun 2023, melaporkan bahwa jumlah pasangan usia subur yang menggunakan kontrasepsi pada tahun 2018 sekitar 46,7 juta (15,2%), sedangkan jumlah pasangan usia subur yang menggunakan kontrasepsi pada tahun 2019 sekitar 51,2 juta (17,9%), jumlah pasangan usia subur yang menggunakan kontrasepsi pada tahun 2020 akan mencapai sekitar 54,7 juta (19,6%). Tujuan Penelitian : : Untuk mengetahui Hubungan tingkat Pengetahuan dan Dukungan Suam Terhadap Penggunaan Metode KB Implant di Puskesmas Balaraja.  Metode Penelitian Menggunakan metode penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampling pada penelitian ini adalah suami di Wilayah Puskesmas Balaraja sebanyak 200 responden. Teknik sampling yang digunakan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan kuesioner. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian : Presentase terbanyak yaitu tingkat pengetahuan Baik sebanyak 13 responden (19,7%), Prilaku cukup sebanyak 22 (33,3%), dan presentase kurang dengan sebanyak 31 responden (47,0%), Analisis statistik pada penelitian ini menggunakan Chi-Square yang  menunjukkan bahwa nilai p-value sebesar 0,001 < 0,05. Kesimpulan : Ada hubungan tingkat pengetahuan dan dukungan suami dengan keikutsertaan metode KB jangka panjang di puskesmas balaraja.