cover
Contact Name
atnesia ajeng
Contact Email
atnesia.ajeng@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
atnesia.ajeng@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal JKFT
ISSN : 25020552     EISSN : 25802917     DOI : -
Core Subject : Health,
Naskah yang diterima dalam Jurnal kami harus ditulis dalam Bahasa Inggris atau Bahasa Indonesia. Artikel yang diterbitkan di Jurnal JKFT adalah artikel berdasarkan hasil penelitian (prioritas), dan artikel ulasan ilmiah tentang jurnal JKFT sebagai wadah untuk dosen dalam publikasi dalam mengembangkan keilmuan dan kepakaran dibidang kesehatan, keperawatan dan kebidanan. Dalam menerima artikel yang akan ditinjau oleh editor dan pengulas internal, eksternal. Setiap artikel yang dimasukkan dalam jurnal JKFT akan dikirim ke bagian editor melalui proses Tinjauan Awal. Setelah itu, artikel-artikel tersebut akan dikirim ke peer reviewer untuk mendapatkan Proses Tinjauan Rekan Dua Kali Lipat.
Arjuna Subject : -
Articles 171 Documents
Identifikasi Bahaya Reproduksi Kerja Untuk Tenaga Kesehatan Wanita di Rumah Sakit Herawati, Dian
Jurnal JKFT Vol 8, No 2 (2023): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v8i2.10128

Abstract

Tenaga kesehatan perempuan yang bekerja di rumah sakit memiliki risiko terpapar berbagai bahaya di lingkungan kerja yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan reproduksi. Pekerja perempuan memiliki kemampuan dan fisiologi yang lebih sensitif terhadap paparan bahaya, sehingga mereka membutuhkan perlindungan selama menstruasi, kehamilan dan menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya reproduksi kerja petugas kesehatan perempuan di rumah sakit. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif dengan metode pendekatan path analysis. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada pada April hingga November 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi gangguan menstruasi dan shift kerja terhadap bahaya reproduksi kerja adalah 10,8%. Nilai pengaruh langsung gangguan menstruasi sebesar 0,153 dan shift kerja sebesar 0,341 terhadap gangguan kesehatan ibu dan anak (pvalue>0,05). Pengaruh tidak langsung variabel gangguan menstruasi (pvalue=0,002) dan shift kerja (pvalue=0,028) melalui variabel bahaya reproduksi kerja berpengaruh signifikan (pvalue<0,05) terhadap masalah kesehatan ibu dan anak. Kesimpulannya adalah perlunya perhatian dan kebijakan khusus bagi pekerja perempuan selama periode menstruasi dan pengaturan shift kerja sebagai faktor bahaya reproduksi kerja untuk mencegah masalah kesehatan ibu dan anak.Female health workers who work in hospitals have a risk of being exposed to various hazards in the work environment which can cause reproductive health problems. Female workers have abilities and physiology that are more sensitive to exposure to hazards, so they need protection during menstruation, pregnancy and breastfeeding. This study aims to identify occupational reproductive hazard of female healthcare workers at the hospital. This type of research is quantitative with the path analysis approach method. The research was conducted at the Gadjah Mada University Academic Hospital from April to November 2022. The results showed that the contribution of menstrual disorders and shift work to occupational reproductive hazard was 10.8%. The value of the direct influence of menstrual disorders is 0.153 and the work shift is 0.341 on maternal and child health disorders (pvalue>0.05). The indirect effect the variables of menstrual disorders (pvalue=0.002) and work shifts (pvalue=0.028) through the occupational reproductive hazard variable have a significant (pvalue<0.05) influence on maternal and child health problem. The conclusion is the need for special attention and policies for female workers during the menstrual period and work shift arrangements as an occupational reproductive hazard factor to prevent maternal and child health problems.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MELALUI MEDIA VIDEO DAN ALAT PERAGA TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG PERSONAL HYGIENE SAAT MENSTRUASI DI SMPN 15 MAKASSAR Kamaruddin, Mutmainna; Sunarti, Sunarti; Basniati, Andi; Sulastri, Andi
Jurnal JKFT Vol 9, No 1 (2024): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v9i1.12218

Abstract

Pada masa remaja perlu mempelajari perubahan fisik dan psikologi yang terjadi pada tubuh dan organ reproduksi mereka untuk melindungi diri dari bahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan fungsi organ reproduksi. Pengabaian kesehatan reproduksi dapat menimbulkan infeksi Untuk melindungi diri dari bahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan fungsi organ reproduksi, remaja yang sudah mengalami menstruasi perlu mempelajari perubahan fisik dan mental yang terjadi pada tubuh dan organ reproduksi mereka. Infeksi alat reproduksi dapat menyebabkan infertilitas atau kemandulan jika orang mengabaikan kesehatan reproduksi mereka. Untuk menghindari bakteri yang menyebabkan infeksi, wanita harus menjaga kebersihan daerah kewanitaannya selama menstruasi.Tujuan penelitian : untuk  mengetahui  adanya  pengaruh  pendidikan  kesehatan  menggunakan  media  video  dan  alat  peraga  terhadap  pengetahuan  dan  sikap remaja putri dalam personal hygiene saat menstruasi.Metode penelitian :  Jenis  penelitian  ini  adalah  Pre  Experimental  dengan  desain One  Group  Pretest-Posttest.  Populasi  penelitian  ini  adalah  remaja  putri  dengan jumlah  sampel  30  orang.Hasil penelitian : penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian pendiidkan personal hygiene saat menstruasi terhdap pengetahuan siswi remaja SMP Negeri 15 Makassar dengan tingkat signifikan <0,05
KEPASTIAN HUKUM SERTIFIKASI AKREDITASI RUMAH SAKIT SEBAGAI INSTRUMEN HUKUM DALAM PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT Syaefudin, Didin
Jurnal JKFT Vol 9, No 1 (2024): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v9i1.10901

Abstract

Latar Belakang : Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia. Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia di samping sandang pangan dan papan. Upaya menjaga Kesehatan masyarakat adalah dengan memberikan pelayanan Kesehatan kepada masyarakat. Salah satu pelayanan Kesehatan bagi masyarakat adalah dengan pelayanan rumah sakit yang berkualitas dan mutu pelayanan yang terakreditasi. Pelaksanaan Akreditasi rumah sakit konsisten dilaksanakan namun belum dibarengi dengan sangsi yang jelas bagi rumah sakit yang belum melaksanakannya. Tujuan Penulisaan:.Tulisan ini berupaya mengupas perlunya peraturan hukum tentang akreditasi rumah sakit, mengetahui penerapan hukum sertifikasi akreditasi rumah sakit sebagai instrumen hukum pelayanan Kesehatan masyarakat, dan kemudian memahami akibat hukum bagi rumah sakit yang tidak terakreditasi. Metode Penelitian : penelitian ini adalah penelitian hukum normative, spessifikasi penelitian bersipat  deskriftif analitis terkait hukum  primer, sekunder dan tersier dengan teknis analisis kualitatif. Hasil Penelitian : menunjukan bahwa pengaturan hukum akreditasi rumah sakit guna perlindungan hukum dalam pelayanan Kesehatan bagi masyarakat perlu diatur dalam bentuk undang undang agar  memenuhi unsur hak azasi manusia, hak dan kewajiban warga negara, pembagian kekuasaan negara serta keuangan. Penerapan hukum akreditasi dilaksanakan hanya untuk menghindari pemutusan Kerjasama dengan Lembaga BPJS Kesehatan dan adanya peraturan yang berbeda dalam pelaksanaan akreditasi rumah sakit terutama tentang durasi pelaksanaan akreditasi. Akibat hukum dari rumah sakit yang tidak terakreditasi sampai saat ini belum ada sangsi yang jelas di dalam perundang undangan yang berlaku saat ini   Kesimpulan dan Saran : Ketetapan hukum dari akreditasi rumah sakit, maka pencapaian rumah sakit yang bermutu akan semakin memungkinkan. Akreditasi rumah sakit adalah cara untuk peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Pengakreditasian rumah sakit harus dilakukan karena menjadi tuntutan hukum terhadap mutu pelayanan rumah sakit yang semakin meningkat
Perbedaan Edukasi Dengan Media Video Animasi dan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Tentang Edukasi Seks Untuk Pencegahan Kekerasan Seksual Batlajery, Jomima; Maryanah, Maryanah; Masitoh, Siti; Raidanti, Dina Dina; Wahidin, Wahidin
Jurnal JKFT Vol 8, No 2 (2023): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v8i2.10100

Abstract

Angka kejadian IMS di Jakarta Selatan untuk semua kalangan  mengalami kenaikan sebanyak dua kali lipat pada tahun 2020 hingga 2021 yaitu sebanyak 4.350 menjadi 8.691 kasus termasuk dengan berkembang pesatnya jumlah kasus IMS pada remaja dengan rentang usia 15-24 tahun. Salah satu faktor dalam upaya peningkatan pengetahuan remaja mengenai IMS yaitu dengan melakukan pendidikan kesehatan pada remaja seperti menggunakan poster dan podcast. Penelitian ini untuk mengetahui efektivitas perbedaan media poster podcast terhadap pengetahuan remaja tentang IMS di SMA Bunda Kandung Kota Jakarta Selatan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasi eksperimental (pretest and postest with control group design). Sampel menggunakan proportionate/ proposional sampling dengan teknik sistem random sampling sebanyak 40 sampel untuk satu kelompok. Sebanyak 80 respoden yang dikelompokkan menjadi dua kelas yaitu media poster dan podcast terdapat perbedaan nilai akhir setelah dilakukan intervensi dengan p-value 0,001. Penggunaan media podcast lebih efektif (47,90 mean rank) dibandingkan dengan media poster (33,10) dalam meningkatkan pengetahuan remaja. Diharapkan kepada tenaga kesehatan khususnya bidan dapat menggunakan media seperti poster dan podcast dalam memberikan edukasi dan promosi kesehatan terutama di wilayah sekolah.
FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RENDAHNYA MINAT IBU DALAM PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM DI PMB C KOTA TANGERANG TAHUN 2022 Muninggar, Muninggar; Anisah, Imella; Raidanti, Dina Dina; Wahidin, Wahidin
Jurnal JKFT Vol 9, No 1 (2024): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v9i1.11411

Abstract

Latar Belakang: AKDR adalah alat kontrsepsi jangka panjang yang dimasukkan kedalam rahim, berukuran kecil, sering berbentuk huruf T, mengandung tembaga atau levonorgestrel. Berdasarkan data pendahuluan di PMB C selama 1 bulan (1 Januri-30 Januari 2023) didapatkan data primer yaitu dari 143 akseptor kb. 95,8 % (37 orang) menggunakan KB suntik, dan 4,2 % (6 orang) menggunakan pil. Tujuan Penulisan: untuk mengetahui hubungan pendidikan, pengetahuan, dukungan suami, paritas dn sosial ekonomi dengan minat ibu dalam pemilihan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim di PMB C Kota Tangerang Tahun 2022. Metode Penelitian: ini merupakan penelitian Kuantitatif, dengan pendekatan Crossectional, menggunakan Accidental Sampling dengan jumlah sample 91 responden, memakai data yaitu data primer (kuesioner), analisis menggunakan Chi-Square. Hasil Penelitian: Hasil uji statistik Chi-Square terdapat hubungan Pendidikan nilai p-value (0,003), pengetahuan nilai p-value (0,021) dukungan suami nilai p-value (0,036), dan social ekonomi  nilai p-value (0,042) dengan rendahnya minat ibu dalam pemilihan AKDR. Tidak ditemukan hubungan paritas nilai p-value (0,977) dengan rendahnya minat ibu dalam pemilihan AKDR. Kesimpulan: penelitian ini yaitu dari lima variable, empat diantaranya ditemukan hubungan Pendidikan, pengetahuan dukungan suami dan social ekonomi dengan rendahnya minat ibu dalam pemilihan AKDR dan satu variabel lainnya tidak terdapat hubungan Pendidikan dengan rendahnya minat ibu dalam pemilihan AKDR. Saran: diharapkan tenaga Kesehatan dapat lebih meningkatkan lagi kuantitas dan kualitasnya dalam memberikan Pendidikan dan penyuluhan tentang AKDR kepada masyarakat.Kata Kunci : AKDR, Minat, pendidikan, pengetahuan, dukungan suami, paritas, ekonomi.
KARAKTERISTIK WANITA USIA SUBUR PADA PELAKSANAAN BREAST SELF EXAMINATION DALAM PENCEGAHAN KANKER PAYUDARA Dahniar, Dahniar; Rosidi, Indah Yun Diniaty
Jurnal JKFT Vol 8, No 2 (2023): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v8i2.9907

Abstract

Kanker Payudara adalah merupakan urutan kedua kanker pada perempuan didunia (incidente rate 40 per 100.000 perempuan) kasus baru yang ditemukan 30,5% dengan jumlah kematian  21,5% pertahun dari seluruh kasus kanker pada perempuan di dunia. Pemeriksaan Payudara Sendiri (BSE) adalah tindakan yang sangat mudah, murah dan sederhana yang dapat dilakukan untuk mendeteksi dini kanker payudara. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pelaksanaan pemeriksaan BSE. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik Wanita Usia Subur. Dalam Pelaksanaan Breast Self Examination Kanker Payudara. Metode penelitian yaitu cross sectional, dilaksanakan di BPM Hj. Rismawati, Kabupaten Maros, Sulawaesi Selatan. Sampel yang digunakan wanita usia subur sebanyak 37 responden dengan teknik purposive sampling, analisis SPSS uji Fisher dan uji chi square kxk serta nilai Odds Rasio setiap variabel. Hasil penelitian yaitu karakteristik responden paritas (ρ-value 0,028 < 0,05) dan status pernikahan (ρ-value 0,002 < 0,05) terdapat hubungan yang bermakna terhadap pelaksanaan BSE pada wanita usia subur. Selain itu karakteristik umur (OR = 3,394 >1), pekerjaan (OR = 3,150 > 1) dan paritas (OR = 9,692 >1) merupakan faktor-faktor risiko pelakasanaan BSE pada wanita usia subur. Kanker Payudara adalah merupakan urutan kedua kanker pada perempuan didunia (incidente rate 40 per 100.000 perempuan) kasus baru yang ditemukan 30,5% dengan jumlah kematian  21,5% pertahun dari seluruh kasus kanker pada perempuan di dunia. Pemeriksaan Payudara Sendiri (BSE) adalah tindakan yang sangat mudah, murah dan sederhana yang dapat dilakukan untuk mendeteksi dini kanker payudara. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pelaksanaan pemeriksaan BSE. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik Wanita Usia Subur. Dalam Pelaksanaan Breast Self Examination Kanker Payudara. Metode penelitian yaitu cross sectional, dilaksanakan di BPM Hj. Rismawati, Kabupaten Maros, Sulawaesi Selatan. Sampel yang digunakan wanita usia subur sebanyak 37 responden dengan teknik purposive sampling, analisis SPSS uji Fisher dan uji chi square kxk serta nilai Odds Rasio setiap variabel. Hasil penelitian yaitu karakteristik responden paritas (ρ-value 0,028 < 0,05) dan status pernikahan (ρ-value 0,002 < 0,05) terdapat hubungan yang bermakna terhadap pelaksanaan BSE pada wanita usia subur. Selain itu karakteristik umur (OR = 3,394 >1), pekerjaan (OR = 3,150 > 1) dan paritas (OR = 9,692 >1) merupakan faktor-faktor risiko pelakasanaan BSE pada wanita usia subur. 
HUBUNGAN TERPAPAR MEDIA PORNOGRAFI DAN PERAN ORANG TUA PENGGUNAAN HP TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG SEKSUAL DI SDN 1 LEUWIDINGDING TAHUN 2023 Rojanah, Elin; Nency, Olivia
Jurnal JKFT Vol 9, No 1 (2024): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v9i1.10846

Abstract

Latar Belakang : Munculnya internet menghadirkan tantangan baru, jika sebelumnya media massa hadir dalam bentuk yang dimiliki secara berkelompok, kini seseorang dapat dengan mudah mendapatkan informasi lewat perangkat yang dikenal dengan handphone. Perilaku menonton video atau melihat situs khusus dewasa juga dianggap hal yang lumrah, bahwa beberapa faktor penyebab perilaku seks beresiko remaja adalah keterpaparan dengan media massa, peranan orang tua yang minim dan faktor teman sebaya. Tujuan Penulisan : Untuk Mengetahui Hubungan Terpapar Media Pornografi Dan Peran Orang Tua Penggunaan HP Terhadap Pengetahuan Tentang Seksual Di SDN 1 Leuwidingding Tahun 2023. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. Hasil Penelitian : Adanya hubungan terpapar media pornografi terhadap pengetahuan sesksual serta perlu adanya kedekatan antara orang tua terhadap anaknya terkait tentang pengetahuan seksual sehingga anak dapat memahami hal- hal yang tidak boleh dilakukan. Kesimpulan dan Saran : Diharapkan dapat menjadi bahan masukan dalam meningkatkan penyuluhan tentang perilaku seksual sehingga dapat mengatasi terjadinya perilaku seksual, dan dapat digunakan sebagai bahan referensi untuk mengembangkan peneliti selanjutnya terkait dengan pengetahuan seksual pada anak SD.
Konseling ASI terhadap Peningkatan Pemberian ASI: Pendekatan Studi Pre-Eksperimen Winarningsih, Rahayu Arum; Setiawati, Yuli; Umrah, Andi Sitti; Pertiwi, Ayu
Jurnal JKFT Vol 8, No 2 (2023): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v8i2.9915

Abstract

Pemberian ASI merupakan pemenuhan hak bagi setiap ibu dan anak. Menyusui memiliki manfaat yang sangat besar bagi ibu dan anak. Dengan menyusui mengurangi risiko ibu terkena kanker payudara, ovarium, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling ASI terhadap peningkatkan pemberian ASI pada bayi 0-6 bulan di Kota Palopo. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksperimen dengan pendekatan one grup pretest-posttest design. Populasi dan sampel adalah ibu menyusui yang memiliki anak usia 0-6 bulan di kota Palopo, sebanyak 20 orang. Tehnik penarikan sampel secara simple random sampling. Alat bantu yang digunakan adalah audio visual. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi dan kuesioner. Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah dan dianalisis menggunakan program statistik SPSS versi 23 dan dianalisis dengan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh konseling ASI terhadap peningkatkan pemberian ASI pada bayi 0-6 bulan. Terlihat dari nilai dari rerata sebelum diberikan intervensi (skor 45) dan setelah diberikan intervensi (90), dan diperoleh nilai  ρ = 0,000 < nilai α = 0,05. Pemberian konseling ASI dengan memanfaatkan media audio visual memiliki pengaruh terhadap pemberian ASI pada bayi 0-6 bulan Kota Palopo.
PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI KELURAHAN SUKAWANA WILAYAH KERJA PUSKESMAS SERANG KOTA TAHUN 2023 Musa, Siti Mardhatillah; Zuhrotunida, Zuhrotunida
Jurnal JKFT Vol 9, No 1 (2024): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v9i1.11759

Abstract

Pendahuluan: Masa tumbuh kembang bayi merupakan masa keemasan sekaligus masa kritis perkembangan seseorang pada usia 0-12 bulan. Pada masa ini bayi sangat peka terhadap lingkungan dan membutuhkan asupan gizi serta stimulasi yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Pijat bayi merupakan suatu tindakan yang dapat menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan bayi salah satunya peningkatan berat badan. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan bayi usia 0-6 bulan. Metode: penelitian kuantitatif (quasi eksperimen desain) dengan rancangan penelitiannon equivalent control group design (pretest- posttest with control group)yaitu rancangan penelitian yang dilakukan pada dua kelompok (intervensi dan kontrol). Teknik pengambilan data secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi dan analisis data dengan uji Independen T-test. Hasil: menunjukkan terdapat rata-rata berat badan pertama (pre-test) adalah 5856,25 dan (post-test) atau penimbangan akhir menjadi naik 6575,00. Hasil uji T diperoleh p= 0,000 < 0,05, artinya secara statistik menunjukkan adanya pengaruh pijat bayi terhadap kenaikan berat badan bayi. Sehinnga Orangtua diharapakan dapat mengoptimalkan pertumbuhan bayi dengan memberikan nutrisi yang cukup dan ditambahkan stimulasi melalui pijat bayi.
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Pasangan Usia Subur (PUS) Tentang Gangguan Sistem Reproduksi Yusnidar, Yusnidar yusnidar
Jurnal JKFT Vol 8, No 2 (2023): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v8i2.9987

Abstract

Masalah kesehatan reproduksi merupakan masalah bersama yang menjadi perhatian khususnya pada wanita saat ini yang mendapat gangguan kesehatan reproduksinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyluhan kesehatan terhadap pengetahuan pasangan usia subur (pus) tentang ganggauan sistem reproduksi. Sampel penelitian ini adalah semua peserta yang datang penyuluhan sebanyak 63 responden. pre-ekperimental dengan design one goup pre Jenis penelitian yaitu test and post test design. penelitian ini didapatkan hasil sebelum diberikan penyuluhan tentang gangguan sistem reproduksi terdapat 20 responden (31,7%) memiliki pengetahuan baik dan 43 responden (68,2%) memiliki pengetahuan yang cukup. Sedangkan sesudah diberikan penyuluhan tentang gangguan reproduksi terdapat 55 reponden (87,3%) memiliki pengetahuan yang baik dan 8 rsponden (12,6%) memiliki pengetahuan yang cukup.  Dari hasil uji statatistik didapatkan P Value  yaitu 0,001 yang menunjukkan adanya pengaruh penyuluhan kesehatan  terhadap pengetahuan pasangan usia subur (pus) tentang ganggauan sistem reproduksi di kelurahan salekoe kota palopo