cover
Contact Name
Fatmala Sari Okaviani
Contact Email
fatmala.oktaviani@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
gentabahterakepri@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bintan,
Kepulauan riau
INDONESIA
Genta Bahtera : Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan
ISSN : 25032135     EISSN : 26561085     DOI : -
Core Subject : Education,
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan is a journal of language studies published by Language Agency of Kepulauan Riau (Kantor Bahasa Kepulauan Riau). It is a research journal which publishes various research reports, literature studies, and scientific writings on phonetics, phonology, morphology, syntax, discourse analysis, pragmatics, anthropolinguistics, language and culture, dialectology, language documentation, forensic linguistics, comparative historical linguistics, cognitive linguistics, computational linguistics, corpus linguistics, neurolinguistics, language education, translation, language planning, psycholinguistics, sociolinguistics, and other scientific fields related to language studies.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2018): Desember" : 8 Documents clear
PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA PADA MEDIA LUAR RUANG DI KALIMANTAN SELATAN Jahdiah Jahdiah
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 4, No 2 (2018): Desember
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.363 KB) | DOI: 10.47269/gb.v4i2.58

Abstract

Indonesian language is the main control instrument for communication among speakers within one bond that are Indonesian people. This paper aims to describe the use of Indonesian language in outdoor media in South Kalimantan. It uses descriptive method. This method attempts to describe data relating to the use of Indonesian language in outdoor media in South Kalimantan. The outdoor media discussed in this research are the name of shopping center, housing, business center, hotel, the name of government and private institution, sign board, banner, and billboard. Techniques of data collecting are direct observations in the field. The results show that there are language errors in the use of Indonesian language in the outdoor media. 1) Misspelling of letters and words. 2) Language errors relating to punctuation, 3) Error writing in formal words. AbstrakBahasa Indonesia merupakan alat kontrol utama manusia untuk berkomunikasi dengan sesama penutur yang mempunyai satu ikatan, yaitu bangsa Indonesia. Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan bahasa Indonesia di media luar ruang di Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode ini berusaha untuk mendeskripsikan data yang berkaitan dengan penggunaan bahasa Indonesia di media luar ruang di Kalimantan Selatan. Berupa papan nama (tempat perbelanjaan, perumahan, tempat usaha, perhotelan, nama instansi pemerintah, dan swasta) papan petunjuk, kain rentang, serta iklan luar ruang. Teknik pengumpulan data melalui observasi atau pengamatan langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Indonesia di media luar ruang masih terdapat kesalahan, yaitu 1) Kesalahan Pemakaian Huruf dan Penulisan Kata pada Media Luar Ruang di Kalimantan Selatan, 2) Kesalahan Penulisan Tanda Baca pada Media Luar Ruang di Kalimantan Selatan, Dan3) Kesalahan Penulisan Kata Baku Pada Media Luar Ruang di Kalimantan Selatan.Kata Kunci: bahasa Indonesia, media luar ruang, kesalahan
SUFIKS BAHASA KOMERING Rahmat Muhidin
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 4, No 2 (2018): Desember
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.485 KB) | DOI: 10.47269/gb.v4i2.64

Abstract

This research aims to describe Suffix Komering language spoken by Komering community in Ogan Komering Ulu District (OKU). The problem of this research is how the variant, function and meaning of Komering language suffix. To solve the problem and the purpose of the study was used a qualitative descriptive method with interpretative analysis. The results of the study prove that the type of suffix in the Komering language is as follows: (1) suffix - usually attached to the verb or verb. The suffix works as a noun, (2) suffix in other Komering languages is -wan, -jan, -ko, suffix -i, suffix -na. Function suix -i works to form imperative active verbs. Suffix -wan functions to form nouns, Sufiks -jan function form nouns, Sufiks -ko function as transitive active verb formers. Sui-ii works as a passive verb form. The suffix works as a adjective or adjective.AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan sufiks bahasa Komering yang dituturkan oleh masyarakat Komering di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Masalah penelitian ini adalah bagaimana bentuk varian, fungsi dan makna sufiks bahasa Komering. Untuk memecahkan masalah dan tujuan penelitian digunakan metode deskriptif kualitatif yang disertai analisis interpretatif. Hasil penelitian membuktikan bahwa jenis sufiks dalam bahasa Komering adalah sebagai berikut: (1) sufiks –an lazimnya dilekatkan pada kata kerja atau verba. Sufiks –an berfungsi membentuk kata benda, (2) sufiks dalam bahasa Komering yang lain adalah –wan, -jan, -ko, sufiks –i, akhiran –na. Fungsi sufiks –i berfungsi membentuk kata kerja aktif imperatif. Sufiks –wan berfungsi membentuk kata benda, Sufiks –jan berfungsi membentuk kata benda, Sufiks –ko berfungsi sebagai pembentuk kata kerja aktif transitif. Sufiks –i berfungsi sebagai pembentuk kata kerja pasif. Sufiks –na berfungsi membentuk kata sifat atau adjektiva.Kata Kunci: sufiks, bahasa, Komering
TEKNIK PENERJEMAHAN TRANSPOSISI DAN KEAKURATAN HASIL TERJEMAHAN: STUDI KASUS MENU RESTORAN Raja Rachmawati
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 4, No 2 (2018): Desember
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.735 KB) | DOI: 10.47269/gb.v4i2.59

Abstract

This study aims at finding the forms of transposition used in the translation of the food and drinks menu of Taman Indie Restaurant, Surabaya, from Indonesian into English and to know the effect of using transposition on the meaning and results of the translation of the food menu. This type of research is a basic study with a qualitative and descriptive approach. The data in this study include words, phrases and sentences contained in the description of the names of food and drinks at Taman Indie Restaurant, Surabaya. The data analysis technique used is that the transposition form used in the translation of menu names in Indonesian cuisine is associated with the accuracy aspects of the analysis, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The result of the study shows that 1) the form of transposition used in the translation of the restaurant menu is the shift class (nouns to adjectives, verbs to adjectives, and there is no verbs to nouns shift) and shift units (words to phrases), 2) the level of accuracy of translationsincluded in the category medium. They are accurate translation 54 data (52.94%), less accurate, 26 data (25.49%) and inaccurate 22 data (21.56%). AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk menemukan bentuk-bentuk transposisi yang digunakan dalam penerjemahan menu makanan dan minuman Restoran Taman Indie, Surabaya, dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris dan mengetahui pengaruh penggunaan transposisi terhadap makna dan hasil penerjemahan menu makanan tersebut. Penelitian ini adalah kajian dasar dengan pendekatan kualitatif dan deskriptif. Data dalam kajian ini mencakup kata, frasa dan kalimat yang terdapat dalam deskripsi nama makanan dan minuman Restoran Taman Indie, Surabaya. Teknik analisis data yang digunakan dalam kajian ini adalah dengan bentuk transposisi yang digunakan pada terjemahan nama menu masakan Indonesia dikaitkan dengan aspek keakuratan analisisnya, yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil pengolahan data ditemukan bahwa 1) bentuk transposisi yang digunakan dalam penerjemahan menu restoran adalah class shift (nomina ke adjektiva, verba ke adjektiva, dan tidak ditemukan dari verba ke nomina) dan unit shif (kata ke frasa), 2) tingkat keakuratan terjemahan termasuk dalam kategori sedang, yaitu terjemahan yang akurat yaitu 54 data (52,94%), kurang akurat, 26 data (25,49%) dan 22 data (21,56%) tidak akurat.
ANALISIS KETIDAKSANTUNAN BERBAHASA PADA UNGGAHAN DALAM GRUP DARING JUAL-BELI DI KOTA TANJUNGPINANG Tasliati Tasliati
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 4, No 2 (2018): Desember
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.953 KB) | DOI: 10.47269/gb.v4i2.66

Abstract

This study expects impoliteness on uploads in a group of selling and buying in Tanjungpinang City. The study is conducted to see the impoliteness on uploads using impoliteness theory of Jonathan Culpeper. This study aims to describe impoliteness strategies and factors that influence the impoliteness. Observation by recording and tapping collects the data. The determinant is the intuition of researchers as Indonesian speakers. Data analysis uses a pragmatic equivalent by pragmatic sorting technique and distributional method by direct elements deviding techniques. The results shows that there are three impoliteness strategies found, namely positive impoliteness, negative impoliteness, and pseudo politeness. Impoliteness occurs because of the following factors: expressing anger, fury, or resentment; provoking speech partner reactions; and humiliating or demeaning. AbstrakPenelitian ini menduga adanya ketidaksantunan pada unggahan dalam grup daring jual-beli di Kota Tanjungpinang. Penelitian dilakukan untuk melihat ketidaksantunan dalam unggahan dengan menggunakan teori ketidaksantunan Jonathan Culpeper. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi-strategi ketidaksantunan dan faktor yang memengaruhi ketidaksantunan tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dengan teknik catat dan sadap. Alat penentunya adalah intuisi peneliti sebagai penutur jati bahasa Indonesia. Analisis data menggunakan metode padan pragmatis dengan teknik daya pilah pragmatis dan metode agih dengan teknik bagi unsur langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga strategi ketidaksantunan yang ditemukan, yaitu ketidaksantunan positif, ketidaksantunan negatif, dan kesantunan semu. Ketidaksantunan terjadi karena didorong oleh faktor-faktor berikut: mengungkapkan kemarahan, kegeraman, atau kekesalan; memancing reaksi mitra tutur; dan mempermalukan atau merendahkan.Kata Kunci: ketidaksantunan berbahasa, strategi ketidaksantunan, unggahan, grup daring jual-beli
REALITAS KOMUNIKASI PENGENDARA OJEK ONLINE DI JAKARTA: STUDI KASUS PEMILIHAN BAHASA DRIVER GO-SEND Nico Harared
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 4, No 2 (2018): Desember
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.658 KB) | DOI: 10.47269/gb.v4i2.61

Abstract

This study aims to describe the language phenomenon of online motorcycle taxi drivers in Jakarta related to the choice of language in conversations on social media. The method used is descriptive qualitative. Data is obtained through observation techniques on the conversations of Go-send online motorcycle taxi riders via the WA group messaging application. Based on the results of the study, it was found that Gosend motorcycle taxi drivers chose a variety of languages when interacting in the WA group. Most drivers start using and creating new languages, and use English when communicating. This phenomenon is influenced by the language created and used by drivers. They feel more comfortable when communicating in the WA application. Therefore, they choose other language codes, for example Indonesian or foreign languages. In addition, a similar incident resulted from the development of several new languages so that the Go-send motorcycle taxi drivers were nicknamed ninja turtles. Various new vocabulary or terms have sprung up among them, such as drivers, scans, cancel, orders, blur, WD, gacor, sherloc, nopon, telephone, opang, and others that were viral in the WA group application conversation. Without hesitation they choose the vocabulary or term in communicating with their interlocutors who may actually rarely meet. This is the reality of cross-cultural communication on Go-send motorcycle taxi drivers that occur in big cities like Jakarta. AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan fenomena kebahasaan pengendara ojek online di Jakarta terkait pemilihan bahasa dalam percakapan di media sosial. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui teknik simak pada percakapan pengendara ojek online Gosend melalui aplikasi pesan grup WA. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa pengendara ojek online Go-send memilih beragam bahasa dalam berinteraksi di grup WA. Sebagian besar para pengendara mulai memakai dan menciptakan bahasa baru, serta menggunakan bahasa Inggris saat berkomunikasi. Fenomena ini dipengaruhi oleh bahasa yang dikreasikan dan dipakai oleh para pengendara. Mereka merasa lebih nyaman saat berkomunikasi di aplikasi WA tersebut. Oleh karena itu, mereka memilih kode bahasa yang lain, misalnya bahasa Indonesia atau bahasa asing. Selain itu, kejadian serupa sebagai akibat berkembangnya beberapa bahasa baru sehingga pengendara ojek Go-send ini mendapat julukan kura-kura ninja. Berbagai kosakata atau istilah baru pun bermunculan di kalangan mereka, seperti driver, scan, cancel, order, blur, WD, gacor, sherloc, nopon, rekpon, opang, dan lainnya yang kemudian viral di percakapan aplikasi grup WA. Tanpa sungkan mereka memilih kosakata atau istilah tersebut dalam berkomunikasi dengan lawan bicaranya yang secara nyata mungkin jarang bertemu. Inilah realitas komunikasi lintas budaya pengendara ojek online Go-send yang terjadi di kota besar seperti Jakarta.Kata Kunci: komunikasi, lintas budaya, pemilihan bahasa, pengendara ojek gosend
RUBAYAT HAMZAH FANSURI: KAJIAN STUKTURALISME SEMIOTIKA Rubayat Hamzah Fansuri: A Study Of Semiotic Structuralism Medri Osno
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 4, No 2 (2018): Desember
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.476 KB) | DOI: 10.47269/gb.v4i2.62

Abstract

This study aims at: first, finding out the form of the structure of Rubayat Hamzah Fansuri; second, finding meaning through semiotic reading; third, finding meaning through heuristic reading; fourth, finding meaning through hermeneutic reading. This type of research is qualitative with descriptive narrative presentation. Data collection technique uses observational method and note taking technique. The analysis applies a combination of distributional method and identity method that refer to the structuralism-semiotic analysis model. The method used is the Ultimate Constituent Analysis (UCA). The identity method used is immediate constituent analysis (ICA). Meaning analysis uses an identity methodto pragmatic power that refers to the semiotic analysis model. The presentation of the results of data analysis is carried out by formal and informal methods. The findings of this study are the form of language structure through diction usage systems that have diverse social processes. This diversity determines and is determined by a structured diction according to needs. The meaning of the work in semiotics is determined through the first level reading (heuristics) and continued with the next level, namely hermeneutic reading. Overall Rubayat is full of metafore. All of these are “defamiliarization” or “deotomatization” to create the charm of poetry or to make strange so that it attracts attention. AbstrakPenelitian ini bertujuan: pertama, menemukan bentuk struktur Rubayat Hamzah Fansuri; kedua, menemukan makna melalui pembacaan semiotika; ketiga menemukan makna melalui pembacaan heuristik; keempat, menemukan makna melalui pembacaan hermeneutik. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pemaparan naratif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan metode simak dan teknik catat. Analisis menggunakan kombinasi metode agih dan metode padan yang merujuk pada model analisis strukturalisme-semiotika. Metode agih yang digunakan adalah teknik bagi unsur langsung (BUL). Metode padan yang digunakan adalah teknik pilah unsur penentu (PUP). Analisis makna menggunakan metode padan dengan daya pilah pragmatis yang merujuk pada model analisis semiotika. Sajian hasil analisis data dilakukan dengan metode formal dan informal. Temuan penelitian ini yaitu bentuk struktur bahasa melalui sistem pemakaian diksi memiliki proses sosial yang beragam. Keberagaman ini menentukan dan ditentukan oleh diksi yang terstruktur menurut kebutuhan. Pemaknaan karya secara semiotika ditentukan melalui pembacaan tingkat pertama (heuristik) dan dilanjutkan dengan tingkat selanjutnya, yaitu pembacaan secara hermeneutik. Secara keseluruhan Rubayat banyak menggunakan metafora. Semua itu merupakan “defamiliarisasi” atau “deotomatisasi” untuk menimbulkan daya pesona sajak atau untuk membuat aneh (making strange) sehingga menarik perhatian.Kata Kunci: rubayat, strukturalisme, semiotika
POLITICAL CAMPAIGN LANGUAGE ON THE OUTDOOR MEDIA: IS IT A REGISTER? Nana Raihana Askurny
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 4, No 2 (2018): Desember
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.231 KB) | DOI: 10.47269/gb.v4i2.60

Abstract

The election of district chiefs (Pemilihan Kepala Daerah: Pilkada)took place in all Indonesia provinces, in 2018. Tanjungpinang, the capital city of Riau Islands province also performs this such election. There are two couples of candidates who compete in achieving people votes. The candidates organized their ideas, visions, missions, by using the outdoor medias, like banners, billboards, posters, and street furniture. This study attemps to find out the surface construction of the election of district chiefs sentences of political campaign. This is a linguisticresearch. It analysed the language use in political aims in terms of register. Register is a language variety which applies a set of specific vocabularies and speech acts. And it also defines mode, setting, and topic of utterances. The researcher uses descriptive qualitative approach, in which data are collected, categorized, and analysed. The data collection conssists of words, phrases, and clauses on the outdoor media. Specific vocabularies of each candidate occured distinctively. Like the word,” sabar”, “baik”, “agen perubahan”, “Tanjungpinang baru”, are frequently occured by candidate number one. While, the words, “lanjutkan pembangunan”, “laman hati”,” rajut”, and “doa” are applied by candidate number two. The use of commissive acts are effective to deliver aims and intention of candidate, which is proved the candidate who used mostly commissive acts won the election.This research comes to the result that political campaign in Tanjungpinang remains as a register. AbstrakPemilihan kepala daerah (Pilkada) terjadi di seluruh provinsi Indonesia, pada tahun 2018. Tanjungpinang, ibu kota Provinsi Kepulauan Riau juga melakukan pilkada ini. Ada dua pasangan calon yang bersaing dalam meraih suara masyarakat. Para kandidat mengorganisasikan ide, visi, misi, dengan menggunakan media luar ruang, seperti spanduk, baliho, poster, dan perabot jalan. Penelitian ini mencoba mengetahui konstruksi permukaan kalimat pilkada kampanye politik. Penelitian ini adalah penelitian linguistik. Penelitian ini menganalisis penggunaan bahasa dalam tujuan politik dalam hal register. Register adalah variasi bahasa yang menerapkan seperangkat kosakata dan tuturan tertentu. Register juga menjelaskan tentang mode, pengaturan, dan topik ujaran. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yaitu dengan cara, data dikumpulkan, dikategorikan, dan dianalisis. Pengumpulan data terdiri atas kata-kata, frasa, dan klausa pada media luar ruang. Kosakata spesifik dari masing-masing kandidat muncul secara khusus. Seperti kata, “sabar”, “baik”, “peniti”, “Tanjungpinang baru”, sering terjadi oleh kandidat nomor satu. Sementara, kata-kata, “lanjutkan pembangunan”, “laman hati”, “rajut”, dan “doa” digunakan oleh kandidat nomor dua. Penggunaan tindakan komisif efektif untuk menyampaikan tujuan dan niat kandidat, yang terbukti kandidat yang paling banyak menggunakan tindakan komisif memenangkan pilkada. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kampanye politik di Tanjungpinang tetap sebagai register.Kata kunci: media luar ruang, kampanye politik, dan tindak tutur
DEIKSIS DALAM NOVEL ELENA KARYA ELLYA NINGSIH Marnetti Marnetti
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 4, No 2 (2018): Desember
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.984 KB) | DOI: 10.47269/gb.v4i2.63

Abstract

This research focuses on the deixis of persona, place, and time contained in Elena by Ellya Ningsih’s novel published in July 2018. This paper aims to describe the forms and intentions of the use of the persona, place, and time existed in the novel. This research type is qualitative using descriptive methods. Data were analyzed by applying some steps; reducing, classifying, and interpreting. The results of this study indicate that the form and meaning of deixis used is the form of the first single person deixis in the form of the words aku and saya, the first plural persona deviation in the form of our word, kami and kita and the meaning of the role as speaker. The second single person deixis is the word kau, kamu, and anda, the second person person is the deixis, the meaning of the role as the other person. Deixis of the third singular person are ia and dia, the third plural person is mereka, the meaning of the role is what is discussed. Deixis of a place in the form of phrases here and there and their meaning to find out where the speaker is. Time deviation is in the form of phrases this weekend and two more years and their meaning is to show the distance of time when a speaker says. AbstrakPenelitian ini difokuskan pada deiksis persona, tempat, dan waktu yang terdapat pada Novel Elena karya Ellya Ningsih yang diterbitkan pada Juli 2018. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk dan maksud pemakaian deiksis persona, tempat, dan waktu yang terdapat dalam novel tersebut. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data dianalisis dengan langkah-langkah; mereduksi, mengklasifikasi, dan menginterpretasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk dan makna deiksis yang digunakan berupa bentuk deiksis persona pertama tunggal berupa kata aku dan saya, deiksis persona pertama jamak berupa kata kami, kita, dan makna perannya sebagai pembicara. Deiksis persona kedua tunggal berupa kata kau, kamu, dan anda, deiksis persona kedua jamak adalah kalian, makna perannya sebagai lawan bicara. Deiksis persona ketiga tunggal adalah ia dan dia, deiksis persona ketiga jamak adalah mereka, makna perannya adalah yang dibicarakan. Deiksis tempat berupa frasa di sini dan di sana, dan maknanya untuk mengetahui tempat pembicara. Deiksis waktu berupa frasa akhir pekan ini dan dua tahun lagi, dan maknanya untuk menunjukkan jarak waktu pandang saat seorang penutur berujar.Kata Kunci: deiksis, bentuk deiksis, makna deiksis, novel Elena

Page 1 of 1 | Total Record : 8