cover
Contact Name
Fatmala Sari Okaviani
Contact Email
fatmala.oktaviani@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
gentabahterakepri@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bintan,
Kepulauan riau
INDONESIA
Genta Bahtera : Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan
ISSN : 25032135     EISSN : 26561085     DOI : -
Core Subject : Education,
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan is a journal of language studies published by Language Agency of Kepulauan Riau (Kantor Bahasa Kepulauan Riau). It is a research journal which publishes various research reports, literature studies, and scientific writings on phonetics, phonology, morphology, syntax, discourse analysis, pragmatics, anthropolinguistics, language and culture, dialectology, language documentation, forensic linguistics, comparative historical linguistics, cognitive linguistics, computational linguistics, corpus linguistics, neurolinguistics, language education, translation, language planning, psycholinguistics, sociolinguistics, and other scientific fields related to language studies.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2020): Desember" : 6 Documents clear
SEMANTIK PROTOTIPE KATA MENCURI DALAM BAHASA INDONESIA: ANALISIS LINGUISTIK KOGNITIF Tasliati Tasliati
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 6, No 2 (2020): Desember
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47269/gb.v6i2.109

Abstract

Abstrak: Kata mencuri perlu diteliti mengingat kata ini berkaitan dengan tindakan hukum yang dapat dikenakan kepada orang yang didakwa melakukannya. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kata mencuri dengan memanfaatkan teori semantik prototipe model Linda Coleman dan Paul Kay (1981). Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diisi oleh 40 responden. Analisis data menggunakan metode campuran (mixedmethod), yaitu analisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) prototipe kata mencuri didukung oleh tiga elemen, yaitu (a) me-ngambil barang orang lain tanpa izin; (b) mengetahui bahwa barang itu milik orang lain; dan (c) memanfaatkan barang itu untuk kepentingan pribadi; (2) elemen-elemen yang mendukung makna kata mencuri memiliki kadar yang berbeda: tertinggi b, kemudian c, dan terendah a. Hal itu menunjukkan bahwa faktor kesengajaan adalah elemen yang paling menentukan suatu tindakan dikategorikan benar-benar mencuri. KataKunci: semantik prototipe, kata mencuri, linguistik kognitifAbstract: The word mencuri (steal) needs to be studied because it is related to legal action that can be imposed on people who are charged doing it. This study aims to describe the word mencuri (steal) using the prototype model of Linda Coleman and Paul Kay (1981). Data collection used a questionnaire which was filled out by 40 respondents. Data analysis used mixed method, namely quantitative and qualitative analysis. The results showed that (1) the prototype of the word mencuri (steal) is supported by three elements; (a) taking other people’s belongings without permission; (b) knowing that the item belongs to some-one else; and (c) using the goods for personal gain; and (2) the elements that support the meaning of the word have different levels: the highest is a, then b, and the lowest is c. The results showed that the intentional factor is the most determining element of an action categorized as actually stealing.Keywords: prototype semantic, the word steal, cognitive linguistic
ANALISIS COMPOUNDING DALAM NOVEL NEGERI LIMA MENARA KARYA AHMAD FUADI: KAJIAN MORFOLOGI Rengki Afria; Julisah Izar; Nurmala Rosanti
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 6, No 2 (2020): Desember
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47269/gb.v6i2.117

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk compounding dalam novel Negeri Lima Menara karya Ahmad Fuadi. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian ini dalam bentuk kata dan frasa yang berkaitan dengan compounding. Metode pengumpulan data adalah metode simak dengan teknik mencatat. Analisis data menggunakan metode padan dengan teknik distribusi leksikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa compounding pada novel Negeri Lima Menara karya Ahmad Fuadi memiliki kombinasi elemen dengan wujud kata benda (N) + kata benda (N); kata benda (N) + kata sifat (Adj) + kata benda (N); kata benda (N) + kata benda (N) + kata kata sifat (Adj); kata benda (N) + kata sifat (Adj) + kata sifat (Adj); kata benda (N) + kata kerja (V); kata kerja (V) + kata benda (N); kata benda (N) + kata sifat (Adj); kata sifat (Adj) + kata benda (N); kata benda (N) + kata keterangan (Adv); kata keterangan (Adv) + kata benda (N); kata keterangan (Adv) + kata sifat (Adj); kata kerja (V) + kata sifat (Adj); kata keterangan (Adv) + kata keterangan (Adv); kata sifat (Adj) + kata sifat (Adj). Selain itu, terdapat dua kategori compounding yaitu eksosentris dan endosentris.Kata kunci: compounding; morfologi; novel Abstract: This study aims to describe the form of compounding in Negeri Lima Menara novel by Ahmad Fuadi. This type of research was qualitative research with descriptive method. Data were words and phrases related to compounding. The data collection technique used was  note-taking. Data were analysed by identity method. The results showed that compounding in Negeri Lima Menara novel by Ahmad Fuadi had a combination of elements with the form of the noun (N) + noun (N); nouns (N) + adjectives (Adj) + nouns (N); nouns (N) + nouns (N) + adjectives (Adj); nouns (N) + adjectives (Adj) + adjectives (Adj); nouns (N) + verbs (V); verb form (V) + noun (N); noun form (N) + adjective (Adj); adjective form (Adj) + noun (N); nouns (N) + adverbs (Adv); adverbs (Adv) + nouns (N); adverbs (Adv) + adjectives (Adj); verb (V) + adjective (Adj); adverbs (Adv) + adverbs (Adv); Adjective (Adj) + adjective (Adj). Furthermore, there were two category of compounding; exocentric and endocentric.Keywords: compounding; morfology; novel 
Majas Pada Komentar Warganet dalam Berita “Respons Ahok Disinggung Fadli Zon: Apa Hebatnya Dia?” Marnetti Marnetti
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 6, No 2 (2020): Desember
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47269/gb.v6i2.116

Abstract

Abstrak: Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk majas yang terdapat pada komentar warganet dalam berita “Repons Ahok Disinggung Fadli Zon: Apa Hebatnya Dia?” (https://news.detik.com). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data dianalisis dengan langkah-langkah, yaitu 1) mereduksi komentar-komentar yang tidak termasuk dalam majas apa pun; 2) mengklasifikasikan setiap komentar warganet berdasarkan jenis-jenis majas; dan 3) menginterpretasikan setiap komentar warganet berdasarkan majasnya. Berdasarkan analisis data, ditemukan 4 majas ironi, 26 majas sinisme, dan 20 majas sarkasme. Komentar-komentar tersebut ditujukan kepada Fadli Zon dan Ahok. Penggunaan majas sarkasme yang ditemukan dalam analisis ini berupa perendahan martabat, sumpah serapah, dan caci maki.Kata kunci: majas, komentar, warganet, berita Abstract: This article aims to describe the use of figure of speech contained in netizen’s comment on the news “Respons Ahok Disinggung Fadli Zon: Apa Hebatnya Dia?” (https://news.detik.com) using descriptive qualitative method. The data were analyzed in several steps, namely: 1) reducing the comments that do not belong to any kind of figure of speech; 2) classifying each of the netizen’s comment based on the figure of speech; 3) interpreting each comment based on the figure of speech. Based on the analysis, 4 ironi figure of speech; 26 figure of speech of cynicism, and 20 figure of speech of sarcasm, were found. The comments were addressed to Fadli Zon and Ahok. The purpose of using sarcasm in the comments was for 1) humiliation, 2) profanity, and 3) insult.Keywords: figure of speech, comments, netizen, news
KRISIS LINGKUNGAN DI KALIMANTAN DALAM KARYA PUISI KALIMANTAN RINDUKU YANG ABADI Derri Ris Riana
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 6, No 2 (2020): Desember
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47269/gb.v6i2.120

Abstract

Abstrak: Persoalan krisis lingkungan di Kalimantan menarik minat pesyair untuk menyuarakannya. Kalimantan Rinduku yang Abadi menyoroti persoalan krisis lingkungan di Kalimantan. Masalah penelitian adalah apa saja wujud krisis lingkungan dan peran modernisasi dalam mendorong krisis lingkungan di Kalimantan dalam kumpulan puisi Kalimantan Rinduku yang Abadi. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan wujud krisis lingkungan dan peran modernisasi dalam mendorong krisis lingkungan di Kalimantan dalam kumpulan puisi Kalimantan Rinduku yang Abadi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode pustaka dan teknik catat. Teori ekokritik digunakan untuk menganalisis kedudukan manusia dan lingkungan. Data yang terkumpul diklasifikasikan dan dianalisis untuk menjawab masalah penelitian tentang krisis lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persoalan krisis lingkungan digambarkan dalam wujud: pencemaran sungai, kerusakan hutan, bencana alam, dan punahnya binatang khas Kalimantan. Krisis lingkungan tersebut didorong oleh adanya modernisasi yang mengeksploitasi alam secara berlebihan tanpa mempertimbangkan dampak ekologis.Kata Kunci: puisi, ekokritik, krisis lingkungan, Kalimantan Selatan Abstract: The issue of environmental crisis in Kalimantan has attracted poets to voice their criticisms. Kalimantan Rinduku yang Abadi focuses on the environmental crisis in Kalimantan. The problems are what are the types of environmental crisis and the role of modernization in driving the environmental crisis in Kalimantan Rinduku yang Abadi. The purposes are to describe the types of the environmental crisis and the role of modernization in driving the environmental crisis in Kalimantan in Kalimantan Rinduku yang Abadi. The data was collected using the library method and note taking technique. Ecocritic theory was used to analyze the position of humans and environment. The collected data were classified and analyzed to answer research problems related to environmental crisis. The results showed that the types of environmental crisis are river pollution, forest destruction, natural disasters, and the extinction of typical Kalimantan animals. The environmental crisis was driven by modernization which exploited nature excessively without considering the ecological impact.Keywords: poetry, ecocritics, environmental crisis, South Kalimantan
TEKNIK PENERJEMAHAN PEOPLE’S RELIGION: PENERJEMAHAN TEKS RELIGIUS BERBAHASA SUNDA KE DALAM BAHASA INGGRIS Riani Riani
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 6, No 2 (2020): Desember
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47269/gb.v6i2.114

Abstract

Abstrak: Penerjemahan buku berbahasa Sunda ke dalam bahasa Inggris masih relatif jarang ditemukan. Salah satu yang ada adalah buku People’s Religion.  Buku ini berisi ceramah agama Islam dalam bahasa Sunda yang diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh Jullian Millie. Buku ini berisi kumpulan ceramah Ustaz Abdul Fatah Ghozali yang  diterjemahkan pada tahun 2008. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan teknik penerjemahan dari bahasa sumber (BSu) ke dalam bahasa sasaran (BSa) dalam  People 's Religion. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu mendeskripsikan teknik-teknik dalam menerjemahkan bahasa Sunda ke dalam bahasa Inggris. Data dalam penelitian ini adalah kata, frase, dan kalimat dalam BSu dan BSa. Data dicatat, dipadankan, diklasifikasikan, dianalisis, dan disajikan dalam pembahasan. Hasil menunjukkan bahwa terdapat beberapa teknik  yang dilakukan penerjemah meliputi adaptasi, amplifikasi, peminjaman, kalke, kompensasi, deskripsi, kreasi diskursif, kesepadanan lazim, generalisasi, amplifikasi linguistik, penerjemahan harfiah, modulasi, reduksi, substitusi, transposisi, partikularisasi, dan variasi.Kata Kunci: teknik penerjemahan, bahasa Sunda, bahasa Inggris Abstract: Translations of Sundanese books into English are still relatively rare. One of the translations existed is a book titled People's Religion. This book contains lectures on Islam in Sundanese which were translated into English by Jullian Millie. This book contains a collection of Ustad Abdul Fatah Ghozali's lectures which were translated in 2008. The purpose of this study is to describe the translation technique from the source language (SL) into the target language (TL) in People's Religion. This research method was descriptive qualitative, which described techniques in translating SL (Sundanese) into TL (English). The data in this study were words, phrases, and sentences in SL and TL. Data were recorded, matched, classified, analyzed, and presented in the discussion. The results showed that there were several techniques carried out by the translator including adaptation, amplification, borrowing, calque, compensation, description, discursive creation, established equivalence, generalization, linguistic amplification, literal translation, modulation, reduction, substitution, transposition, particularization, and variation.Keywords: translation techniques, Sundanese, English
ANALISIS SEMIOTIK NOVEL 121 HARI DI SHIMOTSUMA KARYA BOBY JULIAN Legi Elfitra; Selly Rozaliya
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 6, No 2 (2020): Desember
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47269/gb.v6i2.125

Abstract

Abstrak: Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan ikon, indeks dan simbol yang terdapat dalam novel 121 Hari di Shimotsuma karya Boby Julian. Metode penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah teknik baca simak dan teknik catat untuk mencari kutipan yang termasuk kedalam semiotik ikon, indeks, dan simbol, lalu menjadikan data tersebut sebagai bahan analisis. Teknik analisis data dilakukan dengan Reduksi data, menyajikan data, dan verifikasi. Hasil analisis data yang diperoleh dalam novel 121 Hari di Shimotsuma  ialah ikon waktu, tempat, perasaan, keadaan alam, dan keadaan seseorang. Indeks yang terdapat dalam novel 121 Hari di Shimotsuma yaitu indeks  hubungan antara alam dengan kehidupan, kehidupan dengan keadaan, dan segala perbuatan manusia dengan segala balasannya. Simbol yang terdapat dalam novel 121 Hari di Shimotsuma yaitu berkaitan dengan hakikat kehidupan manusia sehari-hari.Kata Kunci: semiotik, ikon, indeks, simbol, novel Abstract: This paper aims to describe the use of icons, indexes and symbols contained in Boby Julian's novel: 121 Hari di Shimotsuma. The research method was descriptive qualitative using a qualitative approach. The data collection techniques used were reading and note-taking techniques to find quotations that were included in semiotic icons, indexes, and symbols. The data then were used as material for analysis. Data analysis techniques were performed by data reduction, data presentation, and verification. The results of data analysis obtained in the novel 121 Hari di Shimotsuma were icons of time, place, feelings, natural conditions, and one's condition. The index contained in the novel 121 Hari di Shimotsuma was an index of the relationship between nature and life, life with conditions, and human actions with all reward and punishment. The symbols contained in the novel 121 Hari in Shimotsuma were related to the essence of everyday human life.Keywords: semiotic, icon, index, symbol, novel

Page 1 of 1 | Total Record : 6