cover
Contact Name
Fatmala Sari Okaviani
Contact Email
fatmala.oktaviani@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
gentabahterakepri@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bintan,
Kepulauan riau
INDONESIA
Genta Bahtera : Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan
ISSN : 25032135     EISSN : 26561085     DOI : -
Core Subject : Education,
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan is a journal of language studies published by Language Agency of Kepulauan Riau (Kantor Bahasa Kepulauan Riau). It is a research journal which publishes various research reports, literature studies, and scientific writings on phonetics, phonology, morphology, syntax, discourse analysis, pragmatics, anthropolinguistics, language and culture, dialectology, language documentation, forensic linguistics, comparative historical linguistics, cognitive linguistics, computational linguistics, corpus linguistics, neurolinguistics, language education, translation, language planning, psycholinguistics, sociolinguistics, and other scientific fields related to language studies.
Arjuna Subject : -
Articles 81 Documents
VARIASI LEKSIKAL ISOLEK TIGA DESA DI KECAMATAN BUKITKERMAN KABUPATEN KERINCI: KAJIAN DIALEKTOLOGI Rengki Afria
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 5, No 2 (2019): Desember
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47269/gb.v5i2.73

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan variasi leksikal dan menghitung jarak kosakata dengan menggunakan metode dialektometri. Pendekatan penelitian deskriptif adalah kualitatif-kuantitatif. Data bersumber dari 15 konsep data yang berjumlah 734 glos. Berdasarkan hasil analisis didapatkan 143 variasi, yakni: Bilangan dan Ukuran (1 glos); Waktu dan Musim (5 glos); Bagian Tubuh Manusia (13 glos); Kata Ganti dan Istilah Kekerabatan (12 glos); Pakaian dan Perhiasan (4 glos); Jabatan dan Pekerjaan (4 glos); Binatang (13 glos); Tumbuhan (17 glos); Alam (12 glos); Bau dan Rasa (2 glos); Sifat, keadaan dan warna (13 glos); Rumah (9 glos); Alat (8 glos); Kehidupan masyarakat (4 glos); Makanan dan minuman (1 glos); Penyakit dan obat (2 glos); Aktivitas (20 glos); Nama Hari (0 glos); Glos tanya (2 glos); Kesenian dan permainan (1 glos). Sedangkan jarak kosakata dari tiga TP tersebut adalah IPp – IP 4%, IP – IM 5,5%, dan IM – Ipp 6% dengan keterangan tidak ada perbedaan.Kata kunci: variasi, leksikal, isolek, dialektologi, dialektometri Abstract: This study aims to describes lexical variations and calculate the distance of vocabularies by using dialectometry method. This type of research is descriptive by using qualitative and quantitative approaches. Data sourced from 15 concepts and 734 gloss data collected. Based on the results of analysis obtained 143 gloss of lexical variations consisting of Numbers and Sizes (1 gloss); Time and Season (5 gloss); Human Body Parts (13 gloss); People's pronouns and kinship terms (12 gloss); Clothing and Jewelry (4 gloss); Position and Job (4 gloss); Animals (13 gloss); Plants (17 gloss); Nature (12 gloss); Smell and Taste (2 gloss); Nature (13 gloss); House (9 gloss); Tool (8 gloss); Community life and farming (4 gloss); Food and drinks (1 gloss); Disease and medicine (2 gloss); Activities (20 gloss); Name of Day (0 gloss); Question conjunction word (2 gloss); Arts and games (1 gloss). While the distance of the vocabulary by connecting the 3 TP is IPp - IP of 4%, IP - IM of 5.5%, and IM - IPp of 6% with information that there is no difference.Keywords: variation,lexical, isolec, dialectology, dialectometry 
PILIHAN KODE SANTRI WANITA DI MADRASAH TAKHASHUSHIYYAH PADA RANAH PERTEMANAN DI PESANTREN ISLAM Eka Susylowati
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 7, No 1 (2021): Juni
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47269/gb.v7i1.128

Abstract

Abstrak: Keanekaragaman bahasa yang digunakan oleh masyarakat santri dapat merep-resentasikan adanya masyarakat multietnik dan multilingual. Tujuan dari penelitian ini untuk mengungkapkan pilihan kode pada santri wanita di madrasah takhashushiyyah di Pesantren Islam Al-Mukmin Ngruki di Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini termasuk pene-litian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan sosiolinguistik. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, rekaman, dan wawancara. Data dalam penelitian ini berupa tuturan santri wanita di lingkungan pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi kode yang digunakan oleh santri wanita yaitu bahasa Indonesia (BI), bahasa Inggris (B.Ing), bahasa Arab (B.Ar), bahasa Jawa (BJ), bahasa Sunda (BS), ba-hasa Melayu (BM), dan bahasa campur (BC) berupa alih kode dan campur kode. Implika-si dari penelitian ini adanya gejala bilingualisme/multilingualisme melalui penggunaan bahasa Indonesia, bahasa Arab, bahasa Inggris, terbukti tidak menggeser bahasa daerah apalagi memusnahkan bahasa daerah sebagai bahasa ibu. Loyalitas yang tinggi terhadap bahasa daerah yang digunakan oleh santri wanita di lingkungan Pesantren Islam Al-Muk-min Ngruki merupakan salah satu upaya pemertahanan dan pemeliharaan identitas lokal di zaman modernitas yang penuh dengan dinamika.Kata kunci: Pilihan Kode, Santri Wanita, Pertemanan, PesantrenAbstract: The diversity of languages used by students can represent a multiethnic and mul-tilingual society. The purpose of this study is to explain the choice of codes for female santri at the Takhashushiyyah Islamic Boarding School in the Al-Mukmin Ngruki Islamic Board-ing School in Sukoharjo Regency. This research was a qualitative descriptive study using a sociolinguistic approach. Data were collected by using the method of observation, record-ing, and interviews. The data in this study were in the form of speeches from female stu-dents in the Islamic boarding school environment. The results of this study indicated that there were variations in the code used by female students, namely Indonesian (BI), English (B. Ing), Arabic (B.Ar), Javanese (BJ), Sundanese (BS), and Malay. (BM), and mixed language (BC) in the form of code switching and code mixing. The implication of this research showed that bilingualism/multilingualism through the use of Indonesian, Arabic and English were proven not to shift regional languages, nor destroy local languages as mother tongues. High loyalty to the regional languages used by female students in the Al-Mukmin Ngruki Islamic Boarding School is one of the efforts to maintain and preserve local identities in modern times full of dynamics.Keywords: Code choice, Female Santri, Friendship, Islamic Boarding School
KATA KASAR DAN MAKIAN BERBAHASA JAWA DALAM TUTURAN CAK PERCIL DI YOUTUBE Anggik Budi Prasetiyo
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 7, No 1 (2021): Juni
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47269/gb.v7i1.148

Abstract

Kata kasar dan makian dalam bahasa Jawa merupakan salah satu varian bahasa yang mengarah pada perwujudan rasa kecewa, marah, jengkel, dan juga untuk menimbulkan kesan lucu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan dan mendeskripsikan bentuk-bentuk dan referensi kata kasar dan makian yang ada dalam suatu tuturan. Sumber data dalam penelitian ini adalah video pewayangan yang di dalamnya terdapat lawakan Cak Percil yang ada di Youtube. Data dalam penelitian ini adalah kata-kata yang diindikasikan mengandung sesutau yang dianggap kasar dan dimaksudkan untuk memaki. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Pendekatan yang digunakan untuk mengungkap kata kasar dan makian adalah sosiolinguistik. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik simak dan catat dengan menerapkan teknik padan sebagai model penganalisisan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua bentuk kata kasar yaitu kata kasar yang mengenai bagian .suatu aktivitas dan bagian tubuh. Sedangkan, kata makian diwujudkan dalam tiga bentuk yaitu kata makian yang mengenai suatu keadaan, bagian tubuh, dan binatang.
SEMANTIK PROTOTIPE KATA MENCURI DALAM BAHASA INDONESIA: ANALISIS LINGUISTIK KOGNITIF Tasliati Tasliati
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 6, No 2 (2020): Desember
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47269/gb.v6i2.109

Abstract

Abstrak: Kata mencuri perlu diteliti mengingat kata ini berkaitan dengan tindakan hukum yang dapat dikenakan kepada orang yang didakwa melakukannya. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kata mencuri dengan memanfaatkan teori semantik prototipe model Linda Coleman dan Paul Kay (1981). Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diisi oleh 40 responden. Analisis data menggunakan metode campuran (mixedmethod), yaitu analisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) prototipe kata mencuri didukung oleh tiga elemen, yaitu (a) me-ngambil barang orang lain tanpa izin; (b) mengetahui bahwa barang itu milik orang lain; dan (c) memanfaatkan barang itu untuk kepentingan pribadi; (2) elemen-elemen yang mendukung makna kata mencuri memiliki kadar yang berbeda: tertinggi b, kemudian c, dan terendah a. Hal itu menunjukkan bahwa faktor kesengajaan adalah elemen yang paling menentukan suatu tindakan dikategorikan benar-benar mencuri. KataKunci: semantik prototipe, kata mencuri, linguistik kognitifAbstract: The word mencuri (steal) needs to be studied because it is related to legal action that can be imposed on people who are charged doing it. This study aims to describe the word mencuri (steal) using the prototype model of Linda Coleman and Paul Kay (1981). Data collection used a questionnaire which was filled out by 40 respondents. Data analysis used mixed method, namely quantitative and qualitative analysis. The results showed that (1) the prototype of the word mencuri (steal) is supported by three elements; (a) taking other people’s belongings without permission; (b) knowing that the item belongs to some-one else; and (c) using the goods for personal gain; and (2) the elements that support the meaning of the word have different levels: the highest is a, then b, and the lowest is c. The results showed that the intentional factor is the most determining element of an action categorized as actually stealing.Keywords: prototype semantic, the word steal, cognitive linguistic
LEKSIKON ETNOMEDISIN TUMBUHAN OBAT TRADISIONAL DAN PENGGUNAANNYA UNTUK MEMPERLANCAR PERSALINAN OLEH SUKU DAYAK MERATUS Hestiyana Hestiyana
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 6, No 1 (2020): JUNI
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47269/gb.v6i1.100

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan leksikon etnomedisional dalam pengo-batan tradisional persalinan suku Dayak Meratus. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik simak, catat, dan wawancara. Data penelitian berupa leksikon etnomedisional dari tiga orang dadukun nganakan suku Dayak Meratus. Dari hasil penelitian ditemukan enam leksikon etnomedisional, yaitu balik angin, bilaran hirang, hambin buah, pati hulat, pelusur sawa, dan tambura. Fungsi dan cara penggunaannya, yaitu (1) tumbuhan obat balik angin, berfungsi memperlancar proses persalinan dengan menggunakan bagian akar; (2) tumbuhan obat bilaran hirang, berfungsi memperlan-car proses persalinan dengan menggunakan bagian batang; (3) tumbuhan obat hambin buah, berfungsi sebagai pengobatan pascamelahirkan dengan menggunakan bagian daun; (4) tumbuhan obat pati hulat, berfungsi memperkuat dinding rahim pascamelahirkan dengan menggunakan bagian daun; (5) tumbuhan obat pelusur sawa, berfungsi memperlancar proses persalinan dengan menggunakan bagian daun; dan (6) tumbuhan obat tambura, berfungsi sebagai pengobatan pasca melahirkan dengan menggunakan bagian akar.Kata Kunci:leksikon etnomedisional, persalinan, suku Dayak MeratusAbstract: This research aims to describe the ethnomedicine lexicon in traditional medicine of Dayak Meratus laboring. The method used is descriptive qualitative method with techniques of listening, note taking, and interviews. The research data is in the form of ethnomedicine lexicon from three persons called dadakun nganakan of Dayak Meratus tribe. From the results of the study, they were found six ethnomedicine lexicons, namely balik angin, bilaran hirang, hambin buah, pati hulat, pelusur sawa, and tambura. The functions and how to use them, i.e. (1) medicinal plant balik angin, serves to facilitate the delivery process by using the roots; (2) medicinal plant bilaran hirang, serves to facilitate the delivery process by using the stem; (3) medicinal plant hambin buah, serves as a post-partum treatment by using the leaves; (4) medicinal plant pati hulat, serves to strengthen the uterine lining after giving birth by using the leaves; (5) medicinal plant pelusur sawa serves to facilitate the delivery process by using the leaves; and (6) medicinal plants tambura, serves as post-partum treatment by using the roots.Keywords: ethnomedicine lexicon, labor, Dayak Meratus tribe
KARAKTERISTIK BERITA MEDIA DARING DI ERA PANDEMI COVID-19: ANALISIS WACANA KRITIS MAKRO-SEMANTIK VAN DIJK Nico Harared; Muhammad Rinzat Iriyansah
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 7, No 1 (2021): Juni
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47269/gb.v7i1.131

Abstract

Abstrak: Dalam kajian analisis wacana, analisis wacana kritis model Van Dijk adalah salah satu model yang menilik bahasa berkaitan dengan kekuasaan, ideologi, serta politik. Ber-landaskan hal ini, penting dilakukan analisis wacana kritis model Van Dijk terhadap pem-beritaan di media daring terkait Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik media daring selama pandemi Covid-19 yang ditinjau dari analisis struktur makro-semantik. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif, dengan metode capture dan cetak sebagai metode pengumpulan data. Data dalam penelitian ini diambil dari berita Covid-19 di beberapa situs berita di media daring, seperti Kompas.com, Tribunternate, Kumparan, CNBC Indonesia, CNN Indonesia, Gridhealth, dan CBS news. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara struktur makro-semantik, wacana berita media daring meliputi tujuh kategori model Van Dijk, yaitu; actor description, authority, burden, consensus, evidentiality, self-glorification dan disclaimer. Hal ini menandakan bahwa karakteristik media daring selama pandemi tetap merujuk pada teori analisis wacana kritis model Van Dijk.Kata Kunci: analisis wacana kritis, media daring, Covid-19, Van DijkAbstract: Critical discourse analysis of Van Dijk model is one of the analyses that seek lan-guage through power, ideology and politics. Based on this, it is important to conduct critical discourse analysis of Van Dijk model to online news report program during Covid-19 pan-demic from macro structure analysis. This research uses descriptive qualitative research design, with observation method or capture as data collection method. This research takes the data from online news report during Covid-19 pandemic, namely Kompas.com, Tri-bunternate, Kumparan, CNBC Indonesia, CNN Indonesia, Gridhealth, and CBS news. Result analysis shows as macro semantics structure, online news report during Covid-19 pandem-ic covers seven types critical discourse analysis of Van Dijk model; such as, actor descrip-tion, authority, burden, consensus, evidentiality, self-glorification and disclaimer. The result shows online news report during Covid-19 pandemic still refers to critical discourse analy-sis of Van Dijk model.Keywords: critical discourse analysis, online media, Covid-19, Van Djik
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERITA PENDEK MENGGUNAKAN MODEL EXPERINTIAL LEARNING BERBASIS VIDEO SISWA KELAS IX 8 SEKOLAH MENENGAH PERTAMA 2 BUKITTINGGI Rina Devira
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 6, No 1 (2020): JUNI
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47269/gb.v6i1.106

Abstract

 Penelitian ini didasarkan pada rendahnya keterampilan menulis cerpen siswa di kelas. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana peningkatan keterampilan menulis cerpen siswa dengan memperhatikan aspek struktur dan aspek kebahasaan dan mendeskripsikan bagaimana faktor penunjang dan penghambat dalam peningkatan keterampilan menulis cerpen menggunakan model experiential learning berbasis video. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Data kualitatif dikumpulkan dari observasi dan catatan lapangan, sedangkan data kuantitatif diperoleh melalui tes unjuk kerja siswa dan observasi aktivitas siswa. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa didik kelas IX 8 SMP Negeri 2 Bukittinggi mengalami peningkatan yaitu 6,34% dengan nilai rata-rata 8,32. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadinya peningkatan keterampilan menulis cerpen siswa menggunakan model Experiential learning berbasis video.
ANALISIS COMPOUNDING DALAM NOVEL NEGERI LIMA MENARA KARYA AHMAD FUADI: KAJIAN MORFOLOGI Rengki Afria; Julisah Izar; Nurmala Rosanti
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 6, No 2 (2020): Desember
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47269/gb.v6i2.117

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk compounding dalam novel Negeri Lima Menara karya Ahmad Fuadi. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian ini dalam bentuk kata dan frasa yang berkaitan dengan compounding. Metode pengumpulan data adalah metode simak dengan teknik mencatat. Analisis data menggunakan metode padan dengan teknik distribusi leksikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa compounding pada novel Negeri Lima Menara karya Ahmad Fuadi memiliki kombinasi elemen dengan wujud kata benda (N) + kata benda (N); kata benda (N) + kata sifat (Adj) + kata benda (N); kata benda (N) + kata benda (N) + kata kata sifat (Adj); kata benda (N) + kata sifat (Adj) + kata sifat (Adj); kata benda (N) + kata kerja (V); kata kerja (V) + kata benda (N); kata benda (N) + kata sifat (Adj); kata sifat (Adj) + kata benda (N); kata benda (N) + kata keterangan (Adv); kata keterangan (Adv) + kata benda (N); kata keterangan (Adv) + kata sifat (Adj); kata kerja (V) + kata sifat (Adj); kata keterangan (Adv) + kata keterangan (Adv); kata sifat (Adj) + kata sifat (Adj). Selain itu, terdapat dua kategori compounding yaitu eksosentris dan endosentris.Kata kunci: compounding; morfologi; novel Abstract: This study aims to describe the form of compounding in Negeri Lima Menara novel by Ahmad Fuadi. This type of research was qualitative research with descriptive method. Data were words and phrases related to compounding. The data collection technique used was  note-taking. Data were analysed by identity method. The results showed that compounding in Negeri Lima Menara novel by Ahmad Fuadi had a combination of elements with the form of the noun (N) + noun (N); nouns (N) + adjectives (Adj) + nouns (N); nouns (N) + nouns (N) + adjectives (Adj); nouns (N) + adjectives (Adj) + adjectives (Adj); nouns (N) + verbs (V); verb form (V) + noun (N); noun form (N) + adjective (Adj); adjective form (Adj) + noun (N); nouns (N) + adverbs (Adv); adverbs (Adv) + nouns (N); adverbs (Adv) + adjectives (Adj); verb (V) + adjective (Adj); adverbs (Adv) + adverbs (Adv); Adjective (Adj) + adjective (Adj). Furthermore, there were two category of compounding; exocentric and endocentric.Keywords: compounding; morfology; novel 
FLOUTING AND IMPLEMENTING MAXIMS IN SARAH SECHAN TALK SHOW Lastri Wahyuni Manurung
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 6, No 1 (2020): JUNI
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47269/gb.v6i1.99

Abstract

In performing utterances, some people do not always want to cooperate because they have certain reasons such as to avoid unpleasant situations, to be polite, and to make jokes. This research was conducted to find out the most dominant flouting and fulfillment of maxim in some speech acts. The theory of cooperative principles and the speech act were used to find out problems. The data were taken from Sarah Sechan talk show. The most flouting maxim was the quantity and manner and the fulfillment of the quality maxim in the assertive-to-tell speech acts.
LEGENDA WADU NTANDA RAHI: SEBUAH KAJIAN STRUKTURALISME GENETIK Siti Maryam
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 7, No 1 (2021): Juni
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47269/gb.v7i1.142

Abstract

Abstrak: Penelitian ini mengkaji sebuah karya sastra yang dibangun dari sebuah legenda Bima bertajuk “Wadu Ntanda Rahi” yang terjemah bahasa Indonesianya yaitu “Batu Melihat Suami.” Penelitian ini menggunakan teori strukturalisme genetik dengan mema-sukan faktor genetik dalam memahami karya sastra sehingga dapat dimanfaatkan secara teoretis maupun praktis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran Legenda Bima Wadu Ntanda Rahi dalam perspektif strukturalisme genetik yang dicetuskan oleh Goldmann. Adapun jenis penelitian ini yaitu kualitatif. Metode pengumpulan data dilaku-kan dengan observasi, studi lapangan dan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menun-jukan Wadu Ntanda Rahi mengandung unsur karya sastra berdasarkan 4 kategori struk-tural genetik yaitu kategori fakta kemanusiaan, kategori produk subjek kolektif, kategori pandangan dunia dan kategori struktur sosial. Dalam legenda ini, empat kategori tersebut “telah menjadi bagian kehidupan masyarakat suku Mbojo (Bima) sejak dahulu hingga saat ini.KataKunci: legenda, Bima, strukturalisme genetikAbstract: This research examines a literary work built from a legend of Bima titled “Wadu Ntanda Rahi” which translates indonesian namely “Batu Menanti Suami.” This research used the theory of genetic structuralism by incorporating genetic factors in understanding literary works so that it can be utilized theoretically as well as practically. The purpose of this research is to find out the picture of the Legend of Bima Wadu Ntanda Rahi in the perspective of genetic structuralism insanized by Goldmann. The type of research was qualitative. Data collection methods were carried out by observation or field studies and literature studies. The results of this study showed that Wadu Ntanda Rahi contained elements of literary works based on 4 categories of genetic structural namely the category of human facts, the product category of the collective subject, the category of world view and the category of social structure. In this legend, the four categories have been part of the life of the Mbojo (Bima) people since long ago until now.Keywords: legend, Bima, genetic structuralism