cover
Contact Name
Fatmala Sari Okaviani
Contact Email
fatmala.oktaviani@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
gentabahterakepri@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bintan,
Kepulauan riau
INDONESIA
Genta Bahtera : Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan
ISSN : 25032135     EISSN : 26561085     DOI : -
Core Subject : Education,
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan is a journal of language studies published by Language Agency of Kepulauan Riau (Kantor Bahasa Kepulauan Riau). It is a research journal which publishes various research reports, literature studies, and scientific writings on phonetics, phonology, morphology, syntax, discourse analysis, pragmatics, anthropolinguistics, language and culture, dialectology, language documentation, forensic linguistics, comparative historical linguistics, cognitive linguistics, computational linguistics, corpus linguistics, neurolinguistics, language education, translation, language planning, psycholinguistics, sociolinguistics, and other scientific fields related to language studies.
Arjuna Subject : -
Articles 81 Documents
BENTUK DAN FUNGSI CAMPUR KODE DALAM TRANSAKSI JUAL-BELI DI PASAR ARJOWINANGUN PACITAN Hestiyana Hestiyana
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 5, No 1 (2019): Juni
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.215 KB) | DOI: 10.47269/gb.v5i1.78

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi campur kode dalam transaksi jual-beli di Pasar Arjowinangun Pacitan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah tuturan antara penjual dan pembeli pada saat proses transaksi jual-beli berlangsung di Pasar Arjowinangun Pacitan yang dilakukan pada bulan Desember 2018. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu: (1) pengamatan berperan serta dan terbuka, (2) penyimakan, dan (3) pencatatan. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kontekstual. Hasil analisis data bentuk dan fungsi campur kode dalam transaksi jual-beli di Pasar Arjowinangun Pacitan disajikan dengan menggunakan metode penyajian informal. Hasil analisis menunjukkan bahwa bentuk campur kode dalam transaksi jual-beli di Pasar Arjowinangun Pacitan, yaitu: (1) campur kode yang berbentuk kata, (2) campur kode yang berbentuk kata ulang, (3) campur kode yang berbentuk kelompok kata, (4) campur kode yang berbentuk idiom, dan (5) campur kode yang berbentuk klausa. Kemudian, fungsi campur kode dalam transaksi jual-beli di Pasar Arjowinangun Pacitan, yaitu: (1) fungsi campur kode untuk menjelaskan dan (2) fungsi campur kode untuk menghormati pembeli.Kata Kunci: bentuk, fungsi, campur kode, pasar Abstract: This study aims to describe the form and function of mixed-code in the sale and purchase transactions in the Arjowinangun market in Pacitan. This study used descriptive qualitative method. The data taken in this research is a speech between the seller and the buyer at the time of the sale and purchase process take place in Arjowinangun market in Pacitan and done in December 2018. The techniques used in this research are: (1) participatory and open observation, (2) listening, and (3) recording. Data analysis in this research is done by using contextual approach. The result of data analysis of form and function of mixed-code in sale and purchase transaction in Arjowinangun Pacitan market is presented by using informal presentation method. The results of the analysis show that the code mixed form in the sale and purchase transaction in Arjowinangun Pacitan market are: (1) mixing the code in the form of word, (2) mixing the code in the form of a word, (3) mixing the code in the form of word group, (4) mix idiom-shaped code, and (5) mix code shaped clauses. Then, the code mixing function in the sale and purchase transaction in Arjowinangun Pacitan market, namely: (1) mixed code function to explain and (2) code mixed function to respect buyer.
REFLEKSI SEJARAH DAN SOSIAL POLITIK DALAM NOVEL PARA PRIYAYI KARYA UMAR KAYAM Agus Yulianto
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 3, No 1 (2017): Juni
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2373.637 KB) | DOI: 10.47269/gb.v3i1.10

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan unsur-unsur kesejarahan dan realitas sosial politik yang terdapat dalam novel Para Priyayi karya Umar Kayam. Adapun masalah dalam penelitian ini adalah seperti apakah unsur-unsur sejarah dan realitas sosial politik yang terdapat dalam novel Para Priyayi yang dijadikan sebagai objek kajian. Metode yang digunakan dalam menganalisis novel adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa novel Para Priyayi banyak sekali merefleksikan unsur-unsur kesejarahan baik di zaman Belanda, Jepang, Indonesia merdeka, zaman revolusi sampai pada pemberontakan G-30-S PKI. Demikian juga realitas sosial politik yang terdapat dalam novel merupakan sebuah refleksi yang pernah terjadi Indonesia. Kata kunci: sejarah, novel, sosial politik  AbstractThe purpose of this study is to find out the elements of historical and social-political reality in the novel Para Priyayi by Umar Kayam. The problem of this research is how the elements of history and social-political reality found in the novel Para Priyayi look like which serve as the object of this study. The methodology used in analyzing the novel is descriptive qualitative method by using sociology of literature approach. Based on the analysis from The Priyayi Novel, there are a lot of historical elements in Netherland periode, Jepang, Indonesian freedom, revolution periode, until rebellion of G-30-S PKI. Alsososial politics reality that appear in the novel is a reflection tht exist in Indonesia country.  Key words: History, novel, social politics 
POLITICAL CAMPAIGN LANGUAGE ON THE OUTDOOR MEDIA: IS IT A REGISTER? Nana Raihana Askurny
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 4, No 2 (2018): Desember
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.231 KB) | DOI: 10.47269/gb.v4i2.60

Abstract

The election of district chiefs (Pemilihan Kepala Daerah: Pilkada)took place in all Indonesia provinces, in 2018. Tanjungpinang, the capital city of Riau Islands province also performs this such election. There are two couples of candidates who compete in achieving people votes. The candidates organized their ideas, visions, missions, by using the outdoor medias, like banners, billboards, posters, and street furniture. This study attemps to find out the surface construction of the election of district chiefs sentences of political campaign. This is a linguisticresearch. It analysed the language use in political aims in terms of register. Register is a language variety which applies a set of specific vocabularies and speech acts. And it also defines mode, setting, and topic of utterances. The researcher uses descriptive qualitative approach, in which data are collected, categorized, and analysed. The data collection conssists of words, phrases, and clauses on the outdoor media. Specific vocabularies of each candidate occured distinctively. Like the word,” sabar”, “baik”, “agen perubahan”, “Tanjungpinang baru”, are frequently occured by candidate number one. While, the words, “lanjutkan pembangunan”, “laman hati”,” rajut”, and “doa” are applied by candidate number two. The use of commissive acts are effective to deliver aims and intention of candidate, which is proved the candidate who used mostly commissive acts won the election.This research comes to the result that political campaign in Tanjungpinang remains as a register. AbstrakPemilihan kepala daerah (Pilkada) terjadi di seluruh provinsi Indonesia, pada tahun 2018. Tanjungpinang, ibu kota Provinsi Kepulauan Riau juga melakukan pilkada ini. Ada dua pasangan calon yang bersaing dalam meraih suara masyarakat. Para kandidat mengorganisasikan ide, visi, misi, dengan menggunakan media luar ruang, seperti spanduk, baliho, poster, dan perabot jalan. Penelitian ini mencoba mengetahui konstruksi permukaan kalimat pilkada kampanye politik. Penelitian ini adalah penelitian linguistik. Penelitian ini menganalisis penggunaan bahasa dalam tujuan politik dalam hal register. Register adalah variasi bahasa yang menerapkan seperangkat kosakata dan tuturan tertentu. Register juga menjelaskan tentang mode, pengaturan, dan topik ujaran. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yaitu dengan cara, data dikumpulkan, dikategorikan, dan dianalisis. Pengumpulan data terdiri atas kata-kata, frasa, dan klausa pada media luar ruang. Kosakata spesifik dari masing-masing kandidat muncul secara khusus. Seperti kata, “sabar”, “baik”, “peniti”, “Tanjungpinang baru”, sering terjadi oleh kandidat nomor satu. Sementara, kata-kata, “lanjutkan pembangunan”, “laman hati”, “rajut”, dan “doa” digunakan oleh kandidat nomor dua. Penggunaan tindakan komisif efektif untuk menyampaikan tujuan dan niat kandidat, yang terbukti kandidat yang paling banyak menggunakan tindakan komisif memenangkan pilkada. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kampanye politik di Tanjungpinang tetap sebagai register.Kata kunci: media luar ruang, kampanye politik, dan tindak tutur
PENENTANGAN LAKI-LAKI MINANGKABAU TERHADAP BUDAYA MINANGKABAU DALAM NOVEL HAMKA Jasril Jasril
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 3, No 1 (2017): Juni
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2200.416 KB) | DOI: 10.47269/gb.v3i1.1

Abstract

Minangkabau menganut sistem kekerabatan matrialineal yang menempatkan laki-laki pada posisi unik, yaitu tidak memiliki hak warisan atas pusaka turunan dan tidak mewariskan suku kepada anaknya. Dampak perlakuan adat tersebut tidak terlihat secara kasat mata, namun bila dicermati, ditemukan penentangan yang dilakukan oleh laki-laki Minangkabau melalui sastra tradisi seperti pantun, kaba, dan nyanyian. Penelitian ini mencoba melihat sejauh mana novel karya Hamka merefleksikan penentangan laki-laki Minangkabau terhadap budayanya. Pandangan ini berangkat dari asumsi bahwa karya sastra modern (novel) merupakan kelanjutan dari sastra tradisi. Teori yang mendasari kajian ini adalah teori sosiologi sastra dengan menggunakan pendekatan mimesis. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskripstif. Pengumpulan dan penganalisisan data dilakukan secara bersamaan dengan teknik baca-catat-analisis, menggunakan metode content analysis dan metode pembacaan heuristik dan hermeneutik. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukan bahwa novel karya Hamka sarat dengan pencerminan sosial budaya Minangkabau. Laki-laki dalam budaya Minangkabau berada pada posisi yang tidak menguntungkan, memiliki kekuatan dan kekuasaan, tetapi tidak memiliki hak atas harta pusaka. Oleh sebab itu, laki-laki melakukan penentangan dalam bentuk menolak pulang ke Minangkabau dan meninggalkan Minangkabau. Penentangan yang dilakukan berdasarkan motif agama Islam yang tidak membedakan laki-laki dengan perempuan baik dalam pembagian warisan maupun dalam pernikahan. Kata Kunci: penentangan, laki-laki Minangkabau, budaya Minangkabau, novel Hamka
INTERFERENSI STRUKTUR KALIMAT BAHASA INDONESIA DALAM STRUKTUR KALIMAT BAHASA MANDARIN PADA KARANGAN NARATIF MAHASISWA SASTRA CINA USU Fiqhi Nahdhiah Makhmud; Rudiansyah Rudiansyah
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 3, No 2 (2017): Desember
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (957.8 KB) | DOI: 10.47269/gb.v3i2.15

Abstract

AbstrakInterferensi dikenal sebagai suatu penyebab dalam kesulitan belajar dan kesalahan dalam proses pembelajaran bahasa kedua. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan interferensi terhadap struktur kalimat bahasa Mandarin yang ditulis oleh mahasiswa semester VI stambuk 2013 Program Studi Sastra Cina, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara. Sumber data yang digunakan adalah karangan narasi bertemakan berlibur (eGP [fàngjià]) oleh mahasiswa semester VI stambuk2013 Program Studi Sastra Cina, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara (USU) yang berbahasa ibu bahasa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Pada tahap analisis data penelitian ini menggunakan metode Agih Sudaryanto. Adapun teori yang digunakan dalam menganalis interferensi struktur kalimat pada penelitian ini adalah hipotesis analisis kontrastif. Hipotesis analisis kontrastif merupakan penjabaran dari perbedaan antara dua bahasa yang menjadi dasar penyebab kesulitan belajar bahasa dan kesalahan berbahasa yang dihadapi oleh pelajar. Perbedaan yang terjadi diidentifikasi dari perbandingan struktur antara dua bahasa, bahasa pertama dan kedua yang dipelajari pelajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: interferensi terjadi pada penempatan posisi fungsi sintaksis pada kalimat bahasa Mandarin yang mengikuti struktur kalimat tunggal dan kalimat majemuk bahasa Indonesia, terdapat pada fungsi sintaksis keterangan (K), tataran posisi predikat (P), dan subjek (S) yang mengikuti struktur pola kalimat bahasa Indonesia, serta pada struktur pola atau penempatan klausa dan kata penghubung. Kata kunci: interferensi, bahasa Indonesia-Mandarin, struktur kalimat  AbstractInterference is known as a cause of learning difficulty and mistakes in learning second language. The purpose of this research is to describe the interference of Indonesian sentence structure on the chinese structure in narrative writing by the sixth semester students of the Chinese Department, Faculty of Cultural Sciences, The University of Sumatera Utara. The source data of this research was narrative writing by the sixth semester students of the Chinese Department, Faculty of Cultural Sciences, The University of Sumatera Utara (USU) that using Indonesian as their mother language. The theme of that narrative writing was holiday(eGP) [fàngjià]. This research was a descriptive qualitative method. The Sudaryanto’s Agih method is used to analyze data. This research used Hypothesis of Contrastive Analysis. The Hypothesis of Contrastive Analysis was the description of differences between two languages which become a platform of difficulty and mistakes in language learning which is felt by students. The differencees that exist were identified from the comparison of two languages’ structures, the first and second languages. The result of research is: the interference of Indonesian sentence structure on the chinese structure narrative writing occurs on syntax function of chinese sentence, that used Indonesian sentence structure in simple sentence and also complex sentence. The interferences in the form of syntax function were at: complement, predicate and subject that used Indonesian sentence structure, and the using of Indonesian structure on clause and conjunction placement. Keywords: interference, Indonesian-Mandarin language, sentence structure
DEIKSIS DALAM NOVEL ELENA KARYA ELLYA NINGSIH Marnetti Marnetti
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 4, No 2 (2018): Desember
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.984 KB) | DOI: 10.47269/gb.v4i2.63

Abstract

This research focuses on the deixis of persona, place, and time contained in Elena by Ellya Ningsih’s novel published in July 2018. This paper aims to describe the forms and intentions of the use of the persona, place, and time existed in the novel. This research type is qualitative using descriptive methods. Data were analyzed by applying some steps; reducing, classifying, and interpreting. The results of this study indicate that the form and meaning of deixis used is the form of the first single person deixis in the form of the words aku and saya, the first plural persona deviation in the form of our word, kami and kita and the meaning of the role as speaker. The second single person deixis is the word kau, kamu, and anda, the second person person is the deixis, the meaning of the role as the other person. Deixis of the third singular person are ia and dia, the third plural person is mereka, the meaning of the role is what is discussed. Deixis of a place in the form of phrases here and there and their meaning to find out where the speaker is. Time deviation is in the form of phrases this weekend and two more years and their meaning is to show the distance of time when a speaker says. AbstrakPenelitian ini difokuskan pada deiksis persona, tempat, dan waktu yang terdapat pada Novel Elena karya Ellya Ningsih yang diterbitkan pada Juli 2018. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk dan maksud pemakaian deiksis persona, tempat, dan waktu yang terdapat dalam novel tersebut. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data dianalisis dengan langkah-langkah; mereduksi, mengklasifikasi, dan menginterpretasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk dan makna deiksis yang digunakan berupa bentuk deiksis persona pertama tunggal berupa kata aku dan saya, deiksis persona pertama jamak berupa kata kami, kita, dan makna perannya sebagai pembicara. Deiksis persona kedua tunggal berupa kata kau, kamu, dan anda, deiksis persona kedua jamak adalah kalian, makna perannya sebagai lawan bicara. Deiksis persona ketiga tunggal adalah ia dan dia, deiksis persona ketiga jamak adalah mereka, makna perannya adalah yang dibicarakan. Deiksis tempat berupa frasa di sini dan di sana, dan maknanya untuk mengetahui tempat pembicara. Deiksis waktu berupa frasa akhir pekan ini dan dua tahun lagi, dan maknanya untuk menunjukkan jarak waktu pandang saat seorang penutur berujar.Kata Kunci: deiksis, bentuk deiksis, makna deiksis, novel Elena
INTERAKSI SOSIAL PEREMPUAN DAN LAKI-LAKI DALAM CERPEN PARA PEDANSA KARYA M. SHOIM ANWAR: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA Ni Nyoman Tanjung Turaeni
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 3, No 1 (2017): Juni
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1942.695 KB) | DOI: 10.47269/gb.v3i1.6

Abstract

AbstrakTulisan ini bertujuan untuk mengungkapkan relasi sosial antartokoh yang menjadi ciri khusus dalam cerpen Para Pedansa. Dengan melihat unsur instrinsik untuk mengungkap hubungan antartokoh perempuan dan laki-laki dan pandangan laki-laki dan perempuan terhadap kaumnya. Pendekatan yang digunakan adalah sosiologi sastra dan metode deskriptif analisis yaitu memaparkan hubungan interaksi antartokoh laki-laki dan perempuan yang tercermin dalam cerpen tersebut. Hasil analisis dapat diketahui bahwa laki-laki cenderung memiliki kekuasaan atau kekuatan yang lebih dibandingkan perempuan, baik secara fisik, finansial. Hal itu terjadi akibat dari fakta sosial, sikap sosial dari kelompok sosial tertentu, serta kondisi masyarakat modern yang diwarnai proses sosial melalui kelas sosial yang terjadi akibat pengaruh globalisasi. Kata kunci: hubungan antartokoh, cerpen, dan sosiologi sastra  AbstractThis paper aims to reveal the social relation between the characters that characterize Para Pedansa short story. By looking at the intrinsic elements to reveal the interrelation of the characters between women and men and the views of men and women against them. The approach used is the sociology of literature and descriptive analysis method that describes the interaction relations between men and women are reflected in the short story. From the results of the analysis it can be seen that men tend to have more power or strength than women, both physically and financially. It occurs as a result of social facts, social attitudes of certain social groups, and the conditions of modern society characterized by social processes through social classes that occur due to the influence of globalization. Key words: character interrelations, short story, sociologu of leterature
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM CERPEN ANAK “LAPTOP SI CALON PENULIS” SEBAGAI REFERENSI MENGHADAPI PERSAINGAN DI ERA DIGITAL Rozali Jauhari Alfanani
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 4, No 1 (2018): Juni
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.061 KB) | DOI: 10.47269/gb.v4i1.48

Abstract

The flow of globalization is considered capable of transforming the human person into a different direction. This personal change of human concerns the pattern of upbringing and lifestyle taught by parents. There is also the role of character education implemented in the school environment. Parenting patterns can be defined as patterns of interaction between children and parents, involves the fulfillment of physical needs (such as eating, drinking, etc.) and non-physical needs (such as attention, empathy, compassion, etc.). Parenting patterns play an important role in shaping the character of children as a sense of their responsibility to realize the personal child self-reliant, creative, and innovative. Changes in lifestyle that originally human as social beings that need each other transformed into an individualist attitude that does not need other people. Parenting and lifestyle changes affect a person’s life changes. Therefore, character education should be developed through a comprehensive and integrated approach. The effectiveness of character education does not always have to add to its own program, but it can be through the transformation of culture and life in school environment. The method used in this approach is text analysis based on the values of character education so that it can be known elements that can realize an independent, creative, and innovative person through the literary text of the child. It is expected to prepare the mentality of children in the face of global competition in the digital age. AbstrakArus globalisasi dianggap mampu mengubah pribadi manusia ke arah yang berbeda. Perubahan pribadi manusia ini menyangkut pola asuh maupun gaya hidup yang diajarkan orang tua. Hal lainnya yaitu peran pendidikan karakter yang ditanamkan di lingkungan sekolah. Pola asuh orang tua dapat didefinisikan sebagai pola interaksi antara anak dengan orang tua, yang menyangkut pemenuhan kebutuhan fisik (seperti makan, minum, dan lain-lain) dan kebutuhan non-fisik (seperti perhatian, empati, kasih sayang, dan sebagainya). Pola asuh orang tua berperan penting dalam membentuk karakter anak sebagai rasa tanggung jawab mereka untuk mewujudkan pribadi anak yang mandiri, kreatif, dan inovatif. Perubahan gaya hidup yang semula manusia sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan berubah menjadi bersikap individualis yang tidak membutuhkan orang lain. Pola asuh dan perubahan gaya hidup mempengaruhi perubahan hidup seseorang. Oleh sebab itu, pendidikan karakter sebaiknya dikembangkan melalui pendekatan terpadu dan menyeluruh. Efektivitas pendidikan karakter tidak selalu harus dengan menambah program tersendiri, tetapi bisa melalui transformasi budaya dan kehidupan di lingkungan sekolah. Adapun metode yang digunakan dalam pendekatan ini adalah analisis teks berdasarkan nilai-nilai pendidikan karakter sehingga dapat diketahui unsur yang dapat mewujudkan pribadi yang mandiri, kreatif, dan inovatif melaluai teks sastra anak. Hal ini diharapkan dapat menyiapkan mentalitas anak dalam menghadapi persaingan global di era digital.
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER CERPEN “BATU LUMUT KAPAS” KARYA GUS TF SAKAI Suhardi Suhardi
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 5, No 1 (2019): Juni
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.825 KB) | DOI: 10.47269/gb.v5i1.79

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam cerpen “Batu Lumut Kapas” karya Gus tf Sakai. Nilai-nilai tersebut sebagaimana termuat dalam Buku Panduan Pendidikan Karakter yang dikeluarkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendiknas 2011. Hasil penelitian yang diperoleh, cerpen Batu Lumut Kapas mengandung nilai-nilai pendidikan karakter, seperti nilai: (1) relegius, (2) kejujuran, (3) kerja keras, (4) mandiri, (5) demokratis, (6) nasionalisme, (7) menghargai prestasi, (8) komunikatif, (9) cinta damai, (10) peduli sosial, dan (11) nilai tanggung jawab. Kesebelas nilai pendidikan karakter tersebut menyatu keberadaannya dalam teks cerpen. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa cerpen Gus tf Sakai yang berjudul “Batu Lumut Kapas” kaya akan nilai-nilai pendidikan karakter di dalamnya. Gus tf Sakai telah bersumbangsih pemikirannya dalam memperbaiki krisis krakter yang sedang dialami masyarakat saat ini. Gus tf Sakai sangat peduli dan peka terhadap realitas yang ada di lingkungannya. Cerpen ini termasuk cerpen yang yang bermutu dan layak menjadi bacaan semua kalangan.Kata Kunci: Nilai, Pendidikan Karakter, Cerpen Abstract:This study aims to describe the values of character education contained in the short story "Batu Lumut Kapas" by Gus tf Sakai. These values as contained in the Character Education Handbook issued by the Ministry of National Education's 2011 Curriculum and Book Keeping Center. The results of the research obtained, the Batu Lumut Kapas short story contains character education values such as: (1) religious, (2 ) honesty, (3) hard work, (4) independent, (5) democratic, (6) nationalism, (7) respect for achievement, (8) commu-nicative, (9) peace-loving, (10) social care, and (11 ) value of responsibility. The nine values are integrated into the short story. Thus, it can be concluded that Gus tf Sakai's short story entitled "Batu Lumut Kapas" is rich in character education values inside it. Gus tf Sakai has contributed his thoughts in improving the character crisis that is currently being experienced by society. Gus tf Sakai is very caring and sensitive to the reality that exists in his environment. This short story includes short stories that are good of quality and deserve to be read by all groups. 
FUNGSI ORENG DALAM BAHASA LAMAHOLOT DI IMULOLONG KABUPATEN LEMBATA NUSA TENGGARA TIMUR Alexander Bala Gawen
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 3, No 2 (2017): Desember
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.559 KB) | DOI: 10.47269/gb.v3i2.11

Abstract

AbstrakMasalah penelitian ini adalah menemukan dan mendeskripsikan fungsi oreng dalam bahasa Lamaholot di Imulolong Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Inti penelitiannya yaitu pada aspek untuk apa bertutur atau untuk apa berbahasa. Dengan demikian, teori yang digunakan adalah teori pragmatik. Berdasarkan teori pragmatik sejumlah data yang dikumpulkan akan dianalisis dengan mempertimbangkan konteks terjadinya tuturan tersebut. Untuk mendapatkan data tentang fungsi oreng, peneliti menggunakan metode naturalistik di mana sampelnya dipilih secara purposif. Penelitian naturalistik menekankan pada kealamiahan sumber data dengan mengandalkan seluruh gejala sosial kemasyarakatan sebagai sumber penghimpunan data, sehingga membutuhkan pengamatan berperan serta (participant observation). Selain itu, peneliti menggunakan teknik rekam dan melakukan penyimakan berpartisipasi melalui metode simak libat cakap. Pengumpulan data juga dengan menyandingkan pendekatan emik dan etik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi oreng berkenaan dengan empat fungsi pragmatik, yakni (1) fungsi direktif, (2) fungsi ekspresif, (3) fungsi estetik, dan (4) fungsi komunikatif. Fungsi direktif meliputi fungsi memerintah, melarang, permintaan, menasihati, dan presilaan. Fungsi ekspresif meliputi fungsi harapan, kesetiaan atau loyalitas. Fungsi estetik meliputi fungsi simile, repetisi, sinekdoki, dan personifikasi. Fungsi komunikatif meliputi fungsi informatif. Kata kunci: bahasa daerah, fungsi bahasa, oreng;  AbstractThe aim of the research is to find and describe the function of oreng in Lamaholot language in Lembata Regency, East Nusa Tenggara. The research focused on what aspectsor for what the language was uttered. Thereby, the theory used was pragmatic theory that a number of collected data were analyzed by considering the context of having utterances. To obtain the data referring to the function of oreg, the researcher employed naturalistic method that the sampels were taken purposively. Naturalistic research emphasizes on the originality of data sources by setting out all social phenomena as sources of collecting data and requiring participant observation. In addition, the researcher used recording technique and conducte participation through involved conversation observation method. Emic and ethical approaches were administered to collect the data. The results show that orenghas four pragmatic functions, such as (1) directive, (2) expressive, (3) aesthetic, and (4) communicative functions. Directive function is to instruct, prohibit, request, advise, and permit. Expressive function deals with hope and loyalty. Aesthetic function belongs to smile, repetition, synecdoche, and personification. Communicative function is to give information. Keywords: locality language, linguistic function, oreng;