cover
Contact Name
Jurnal Jalabahasa
Contact Email
jalabahasa.bbjt@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
emmamaemunah69@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jalabahasa: Jurnal Ilmiah Kebahasaan
ISSN : 18584969     EISSN : 26156032     DOI : -
Core Subject : Education,
JALABAHASA adalah jurnal yang menjadi media publikasi hasil-hasil penelitian bidang bahasa, penerjemahan, dan pengajaran bahasa yang bukan penelitian tindakan kelas (non-PTK). JALABAHASA terbit dua kali dalam satu tahun, pada bulan Mei dan November. Seluruh artikel yang terbit telah melewati proses penelaahan oleh mitra bebestari.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2016): JALABAHASA" : 8 Documents clear
HALAMAN DEPAN (PREFACE) BBJT, Jalabahasa
JALABAHASA Vol 12, No 1 (2016): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v12i1.110

Abstract

KEMARUK DEWAN DALAM DEWAN KEMARUK (THE GREEDINESS OF LEGISLATORS IN DEWAN KEMARUK) Saleh, Raja
JALABAHASA Vol 12, No 1 (2016): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v12i1.106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemaruknya anggota Dewan Perwakilan Rakyar Daerah (DPRD) Riau dalam kumpulan cerita kelakar <em>Dewan Kemaruk:Telatah Wak Atan</em> dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini diambil dari kumpulan cerita kelakar Dewan Kemaruk yang ditulis oleh Mosthamir Thalib. Setelah dikumpulkan, data diklasi?kasikan menurut isi cerita yang sesuai dan yang tidak sesuai dengan tema. Pisau bedah untuk menganalisis data yang telah dikumpulkan adalah menggunakan analisis isi sehingga maksud yang terkandung dalam setiap cerita kelakar <em>Dewan Kemaruk</em> akan dibahas secara mendalam dan diinterpretasikan. Hasil penelitian ini menunjukkan cerita Dewan Kemaruk berisi sindiran atau sentilan terhadap anggota legislatif, pejabat, dan pengusaha. Sindiran ditujukan kepada perilaku mereka yang dinilai kemaruk atau hanya ingin mencari keuntungan untuk diri dan kelompoknya. Kemaruk anggota dewan yang terungkap dalam cerita ini adalah a) menerima sogokan dari para pengusaha, b) ?mempermainkan? tender proyek, c) mencari keuntungan ketika suksesi pemilihan kepala daerah, dan d) pembiaran terhadap perusahaanperusahaan, baik oleh anggota dewan maupun oleh pejabat dalam hal perusakan lingkungan, seperti pencemaran sungai dan penebangan hutan secara liar.  The research is aimed at describing the legislators greediness of Local House of Representative of Riau in ?Dewan Kemaruk-Telatah Wak Atan (Greedy House-Wak Atan?s Behaviour)? humorous story collection by using qualitative descriptive method. The data was collected from the humorous story collection of Dewan Kemaruk written by Mosthamir Thalib. After collecting the data, they were classi? ed based on the story contents conformity with the theme whether they are matched or not. For accurate analysis of collected data, content analysis is used. Thus, the intention implied in any humorous story of Dewan Kemaruk could be discussed and interpreted comprehensively. The research result shows that the stories of Dewan Kemaruk contain satire of legislators, high of? cials, and businessmen. The satires deal with their greedy behaviours seeking for their own or group pro? t. The legislator revealed greediness in the story are a) receiving bribe from businessmen, b) rigging project tender, c) pro? t orientation during succession of regional head through local election, d) the ignorance of legislators and high of? cials toward the destructions of environment e.g. river pollution and illegal logging caused by companies. 
PENGGUNAAN BAHASA MAHASISWA MULTIETNIK DALAM MEDIA SOSIAL (THE USE OF LANGUAGE OF UNIVERSITY STUDENTS IN SOCIAL MEDIA) Maemunah, Emma
JALABAHASA Vol 12, No 1 (2016): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v12i1.107

Abstract

Keberagaman etnik dalam komunitas mahasiswa memunculkan suatu nuansa dan fenomena yang khas dan berbeda dalam penggunaan bahasa. Masyarakat multietnik cenderung menggunakan bahasa yang berbeda-beda ketika berkomunikasi dengan etnik satu dan etnik lainnya. Keberagaman etnik dan bahasa tersebut memungkinkan seseorang menjadi mampu menggunakan lebih dari satu bahasa. Komunikasi saat ini dapat dilakukan melalui berbagai media, salah satunya adalah media sosial. Banyak sekali media sosial yang dapat digunakan untuk berkomunikasi, seperti facebook, twitter, bbm (blackberry messenger), line, dan whatsapp. Penelitian dengan ancangan sosiolinguistik dan metode kualitatif deskriptif ini bertujuan mendeskripsikan bahasa yang digunakan dalam komunitas mahasiswa multietnik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan oleh mahasiswa multietnik di Kota Semarang dalam media sosial adalah bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing. Kemultietnikan mahasiswa dengan bahasa yang berbeda mengakibatkan penggunaan campur kode. Faktor penyebab penggunaan bahasa tertentu antarmahasiswa multietnik adalah stimulus atau inisiasi yang disampaikan oleh penutur pertama. Selain itu, faktor latar atau situasi bahasa tertentu digunakan, faktor penutur dan petutur yang melakukan percakapan, maksud dan tujuan yang diinginkan oleh penutur dan petutur, bentuk pesan dan isi pesan yang dipilih oleh penutur dan petutur turut memengaruhi bahasa yang digunakan. ABSTRACT The ethnical variety in the university student community has brought a unique phenomena and different nuance in their language use. The students in the multiethnic community tend to use various languages to communicate to each other. Those various ethnics and languages would encourage the member of the community to use more than one language. In the other hand, people could communicate nowadays through all sorts of media. One of them is social media. Some of the social medias such as facebook, tweeter, bbm (blackberry messenger), line, and whatsapp could be used as mean of communication. This research uses approach in sociolinguistics and qualitative-descriptive method. The aim of this research is describing the language use in students? multiethnic community. The result shows that the language used in multiethnic students in Semarang in social media is Indonesian, local, and foreign languages. The students in different language multiethnic community used the code-mixing. The factor that causes a certain language use in multiethnic students is the stimulus or the initiation uttered by the ? rst speaker. The other factor such as setting or situation where a certain language used, speaker, and hearer that are involved in the conversation, form and contain of the message chosen by the speaker and the hearer, have also in? uence the language used. 
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS REPORT MELALUI WRITING PROCESS PADA SISWA KELAS IX-G SMP NEGERI 1 PATI (ENHANCING STUDENTS’ ABILITY TO WRITE A REPORT TEXT THROUGH WRITING PROCESS IN CLASS IX-G SMP NEGERI 1 PATI) Rusmi, Rusmi
JALABAHASA Vol 12, No 1 (2016): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v12i1.103

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran menulis dan kemampuan menulis teks report pada siswa kelas IX-G SMP Negeri 1 Pati melalui writing process. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus melalui writing process yang terdiri atas 5 tahapan proses menulis, yaitu: pre-writing, drafting, revising, editing dan publishing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran menulis teks report melalui writing process mengalami peningkatan rata-rata skor dari 1,88 pada siklus I menjadi 2,70 pada siklus II. Sementara itu, hasil belajar menulis teks report menunjukkan peningkatan rata-rata nilai dari 71,96 pada kondisi awal menjadi 75,00 pada siklus I dan 81,07 pada siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran dan kemampuan menulis teks report melalui writing process pada siswa kelas IX-G SMP Negeri 1 Pati meningkat. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran melalui writing process dapat berjalan efektif dengan kategori B (baik) dan kemampuan menulis teks report pada siswa kelas IX-G SMP Negeri 1 Pati dapat ditingkatkan melalui writing process.  This study aims to improve the learning process of writing and the ability to write a report text in class IX-G SMP Negeri 1 Pati through writing process. The study was conducted in two cycles through the writing process which consists of 5 stages of the writing process, namely: pre-writing, drafting, revising, editing and publishing. The observation of the learning process showed that the process of learning to write report text through writing process increased with an average score of 1.88 in the ? rst cycle to 2.70 in the second cycle. While the learning outcomes in learning to write a report text showed an increasing in the average value of 71.96 in the initial conditions into 75.00 in the ? rst cycle and 81.07 in the second cycle. It showed that the learning process and writing skills through the writing process of report text in class IX-G SMP Negeri 1 Pati increased. Based on these results, it was concluded that the learning process through the writing process could run effectively with the category B (good) and the ability to write a report text in class IX-G SMP Negeri 1 Pati could be enhanced through writing process.
PENGGUNAAN BAHASA KOMUNITAS PEDAGANG DI KOTA SEMARANG (LANGUAGE USE OF MERCHANT’S COMMUNITY IN SEMARANG) Handono, Suryo
JALABAHASA Vol 12, No 1 (2016): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v12i1.108

Abstract

Tulisan ini dilandasi pemikiran bahwa peran faktor sosial, budaya, dan situasional dalam penggunaan bahasa komunitas pedagang di Kota Semarang belum terungkap secara empiris. Selain itu, interaksi verbal pada ranah tersebut yang melibatkan berbagai partisipan dengan topik yang bervariasi akan memunculkan penggunaan bahasa yang bervariasi. Tulisan ini mendeskripsi kosabahasa, variasi bahasa, dan faktor yang memengaruhi penggunaan bahasa. Untuk mengungkap permasalahan tersebut, digunakan pendekatan linguistik, sosiologi, antropologi, dan psikologi sosial, tetapi tetap bertumpu pada permasalahan bahasa dalam hubungannya dengan masyarakat. Data tulisan ini adalah tuturan warga komunitas pedagang di Kota Semarang yang dikumpulkan melalui pengamatan langsung dengan menggunakan teknik simak, baik simak libat cakap maupun simak bebas libat cakap, dan metode wawancara yang disertai dengan teknik rekam dan catat. Melalui analisis kontekstual ditemukan bahwa kosabahasa terdiri atas bahasa Indonesia ragam formal, bahasa Indonesia ragam nonformal, bahasa Jawa ragam krama, dan bahasa Jawa ragam ngoko. Variasi berwujud tunggal bahasa, alih kode, dan campur kode. Pilihan tunggal bahasa meliputi pengunaan bahasa Indonesia ragam formal, bahasa Indonesia ragam nonformal, bahasa Jawa ragam krama, dan bahasa Jawa ragam ngoko. Alih kode terdiri atas alih kode dari bahasa Indonesia ke bahasa Jawa krama, bahasa Indonesia ke bahasa Jawa ngoko, bahasa Jawa krama ke bahasa Indonesia, dan bahasa Jawa ngoko ke bahasa Indonesia. Campur kode terdiri atas campur kode bahasa Jawa ragam krama dalam bahasa Indonesia, bahasa Jawa ragam ngoko dalam bahasa Indonesia, bahasa Indonesia dalam bahasa Jawa ragam krama, bahasa Jawa ragam ngoko dalam bahasa Jawa ragam krama, bahasa Indonesia dalam bahasa Jawa ragam ngoko, dan bahasa Jawa ragam krama dalam bahasa Jawa ragam ngoko. Campur kode tersebut berbentuk kata, frasa, baster, perulangan, dan ungkapan. Faktor yang memengaruhi penggunaan bahasa adalah status sosial, jarak sosial, usia, situasi tutur, dan tujuan tutur.    This research is conducted to the fact that the role of social factor, culture, and the situation of the language use in Semarang merchant?s community is not yet being studied empirically. In the other side, the verbal interaction in such community involves various participants with various topics and language use. This study aims to describe the language vocabulary, variation, and factors that in? uence the language use. To overcome the problems, the writer not only uses the linguistics, sociology, anthropology, and social psychology approaches, but also relates language with society. The data is taken from the utterances of the merchant?s community in Semarang which are collected from the direct observation using the techniques of simak, whether simak libat cakap or simak bebas libat cakap, and the method of interview using the take-note and interview method. Through the contextual analysis, it is found that the language vocabularies of the community are formal and nonformal Indonesian language, Javanese krama and ngoko. The variations are in the form of single language, code switching, and code mixing. The single language is in the form of formal and nonfromal Indonesian, Javenese karma and ngoko. The code switching is in the form of switching Indonesian to Javanese krama, Indonesian to Javanese ngoko, Javanese krama to Indonesian, and Javanese ngoko to Indonesian. The code mixing is in the form of Javanese krama in Indonesian, Javanese ngoko in Indonesian, Indonesian in Javanese krama, Javanese ngoko in Javanese krama, Indonesian in Javanese ngoko, and Javanese krama in Javanese ngoko. The code mixing is found in words, phrases, baster, repetition, and expressions. The factors that in? uence the language use is the social status, social distance, age, purpose and the situation of the utterances. 
KOMPARATIF KEIGO BAHASA JEPANG DENGAN KRAMA BAHASA JAWA DALAM MEDIA SOSIAL (THE COMPARATIVE OF KEIGO IN JAPANESE AND OF KRAMA IN JAVANESE) Wulandari, Anastasia Dewi
JALABAHASA Vol 12, No 1 (2016): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v12i1.104

Abstract

Penelitian yang berjudul Komparatif Keigo Bahasa Jepang dengan Krama Bahasa Jawa dalam media sosial ini merupakan sebuah kajian sintaksis dan semantik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif komparatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keigo bahasa Jepang dengan krama bahasa Jawa. Berdasarkan hasil analisis, penulis menyimpulkan bahwa sonkeigo dengan krama inggil merupakan ragam bahasa yang digunakan untuk meninggikan orang lain, kenjougo dengan krama-andhap merupakan ragam bahasa yang digunakan untuk menghormati orang lain dengan merendahkan diri sendiri, dan teineigo dengan krama lugu merupakan ragam bahasa yang digunakan tanpa meninggikan atau merendahkan orang lain. Perbedaannya adalah bahwa di Jepang terdapat dua konsep yang dikenal dengan uchi dan soto. Hal tersebut menunjukkan bahwa bahasa Jepang memerhatikan kepada siapa penutur itu berbicara. The paper entitled the Comparative of Keigo in Japanese and of Krama in Javanese in Social Media is a study of both syntactics and semantics. The descriptive comparative method is used in this study. The purpose of this study is to analyze keigo in Japanese language compared with krama in Javanese language. According to the result, the writer conclude that sonkeigo with krama inggil is used for the same perspective to polite, kenjougo with krama andhap is used for the same perspective to honor people, and teineigo with krama lugu is used for the same perspective to humble polite. The difference is that in Japanese there are two concepts known as uchi and soto. This means that Japanese pay attention to whom a speaker is talking to. 
SAPAAN DALAM RUBRIK “LAPOR GAN!” DI HARIAN TRIBUN JATENG (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK) (THE PRONOUNS IN LAPOR GAN! RUBRIC IN TRIBUN JATENG DAILY NEWSPAPER (SOCIOLINGUISTIC STUDY)) Utami, Rini Esti
JALABAHASA Vol 12, No 1 (2016): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v12i1.109

Abstract

Bahasa adalah sarana untuk melakukan kontak sosial dengan orang lain. Pilihan kata yang baik dan tepat akan memperlancar terjadinya komunikasi. Begitu pula dengan penggunaan sapaan dalam berkomunikasi. Sapaan yang digunakan penyapa merupakan gambaran hubungan dengan pesapanya. Sapaan yang digunakan oleh masyarakat kepada pemimpinnya akan mencerminkan hubungan antara masyarakat dan pimpinannya atau sebaliknya. Penelitian ini mengkaji sapaan dalam rubrik ?Lapor Gan!? di Harian Tribun Jateng. Penelitian ini bertujuan mendeskripsi sapaan yang digunakan oleh masyarakat dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, serta tujuan penggunaan sapaan tersebut. Dalam penelitian ini digunakan teori sosiolinguistik dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Sapaan yang digunakan oleh masyarakat untuk menyapa gubernurnya adalah sapaan nama diri, nama kekerabatan, nama jabatan, sapaan lainnya, dan gabungan dari sapaan tersebut. Sapaan yang digunakan oleh masyarakat untuk menyapa diri sendiri, yaitu kata ganti orang pertama tunggal dan jamak. Sapaan yang digunakan oleh Gubernur Jawa Tengah kepada masyarakat adalah sapaan kata ganti orang kedua tunggal dan sapaan kata ganti orang pertama jamak. Sapaan yang digunakan oleh gubernur untuk menyapa diri sendiri adalah kata ganti orang pertama tunggal dan sapaan kata ganti orang pertama jamak. Adapun tujuan penggunaan sapaan tersebut adalah untuk kepraktisan, mengormati mitra tutur, menciptakan keakraban, dan menarik perhatian mitra tutur.   Language is a media to get contact with other people. The good and appropriate choice of words would make the communication runs well. The use of pronouns also plays an important role in communication. It pictures the relationship between the speaker and the hearer. The pronouns used by the people to their leader re? ect their relationship and vice versa. The research studies the pronouns in Lapor Gan! rubric in Tribun Jateng daily newspaper. It aims to describe the pronouns used by the people and the Governor of Central Java Province, Ganjar Pranowo, as well as its purposes. The research uses sociolinguistic theory and descriptive-qualitative approach. The pronouns used by the people to address the governor are self pronoun, kinship, occupation, other pronouns, and mix between the pronouns. The pronouns used by the people to address themselves are the ? rst person singular and ? rst person plural. The pronouns used by the Governor of Central Java Province to his people are second person singular and ? rst person plural. The pronouns used by the Governor to address himself are ? rst person singular and ? rst person plural. The purposes of the pronouns are to create practicality, to honor, to create the familiarity, and to draw attention.   
PENERJEMAHAN NAMA TOKOH KARYA SASTRA ANAK KE DALAM BAHASA INDONESIA (THE TRANSLATION OF CHARACTER’S NAME IN CHILDREN’S LITERATURE INTO INDONESIAN) Kuncara, Singgih Daru
JALABAHASA Vol 12, No 1 (2016): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v12i1.105

Abstract

Makalah ini mendiskusikan penerjemahan nama dalam karya sastra anak. Keunikan penerjemahan untuk anak-anak adalah penerjemah fokus pada pembaca sasaran. Objek penelitian pada tulisan ini adalah nama karakter dalam cerita Walt Disney. Teknik penerjemahan nama yang digunakan adalah peminjaman murni, peminjaman alamiah, harfi ah, dan adaptasi. Penerapan teknik adaptasi sebaiknya diminimalkan karena cenderung melanggar keinginan penulis karya sastra untuk memberikan nama yang bermakna pada karakter tertentu. Selain itu, pengurangan teknik adaptasi dapat membantu anak-anak agar memahami budaya lain. This paper discusses translation of personal name in children?s literature. The uniqueness of translating for children is that the translator is concerned with the target readers. The object of this paper is character?s name in Walt Disney stories. Techniques in translating names are pure borrowing, naturalized borrowing, literal translation, and adaptation. Adaptation technique should be minimized because it tends to violate the author?s intention to give a meaningful name to a certain character name. Reducing adaptation technique also helps the children to respect and know about other cultures.

Page 1 of 1 | Total Record : 8