cover
Contact Name
Jurnal Jalabahasa
Contact Email
jalabahasa.bbjt@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
emmamaemunah69@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jalabahasa: Jurnal Ilmiah Kebahasaan
ISSN : 18584969     EISSN : 26156032     DOI : -
Core Subject : Education,
JALABAHASA adalah jurnal yang menjadi media publikasi hasil-hasil penelitian bidang bahasa, penerjemahan, dan pengajaran bahasa yang bukan penelitian tindakan kelas (non-PTK). JALABAHASA terbit dua kali dalam satu tahun, pada bulan Mei dan November. Seluruh artikel yang terbit telah melewati proses penelaahan oleh mitra bebestari.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2 (2017): JALABAHASA" : 11 Documents clear
Pemerolehan Pragmatik pada Anak Usia Tiga Tahun: Studi Kasus pada Amelia (The Pragmatic Acquisition of A Three-Year Old Child: A Case Study of Amelia) Setyaningsih, Nina
JALABAHASA Vol 13, No 2 (2017): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v13i2.112

Abstract

Penggunaan bahasa yang tepat harus diperoleh seorang anak karena kemampuan berbahasa yang baik tidak hanya terletak pada kepatuhan terhadap aturan gramatikal, tetapi juga pada aturan pragmatik. Penelitian ini mengeksplorasi pemerolehan pragmatik anak Indonesia bilingual berusia tiga tahun melalui contoh kasus seorang anak bernama Amelia sebagai subjek. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak libat cakap, yakni penulis berpartisipasi langsung di dalam percakapan yang terjadi, dan teknik simak bebas libat cakap, yakni penulis tidak terlibat dalam percakapan (hanya menyimak). Ujaran yang telah direkam selanjutnya ditranskripsi. Analisis disajikan dengan mengikuti Dardjowidjojo (2000). Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak konsep universal yang dipatuhi oleh Amelia dalam pemerolehan bahasa. Ragam Bahasa yang diperoleh Amelia adalah ragam bahasa informal dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Jawa. Bentuk wacana Amelia sudah mengikuti prinsip-prinsip keserasian, tetapi sering ada beberapa bagian yang kurang berterima bagi orang dewasa. Amelia juga berada dalam tahap pemerolehan pragmatik, yaitu menggunakan bahasa secara sosial dengan tepat, misalnya mengucapkan salam, menggunakan bentuk panggilan yang sesuai, dan kemampuan-kemampuan dalam menggunakan tindak ujar lokusi. The proper use of language must be obtained by a child because the good language skills lie not only in the obidience to grammatical rules, but also to pragmatic ones. This study explores the pragmatic acquisition of a bilingual Indonesian child aged three years old through a case of a child named Amelia as a subject. The technique of data collection used is simak libat cakap that is the writer participate directly in the conversation happening, and technique of simak bebas libat cakap that writer is not involved in conversation (just listening). The speech that has been recorded is transcribed. The analysis is presented following Dardjowidjojo (2000). The result shows that there are many universal concepts that Amelia obeys in her language acquisition. The language variation achieved by Amelia are both the formal variation of Indonesian and Javanese. The form of Amelia?s discourse has followed the principles of harmony, but there are often some parts which are unacceptable for adults. Amelia is also in the pragmatic stage of acquisition that is using language that is socially appropriate, such as greeting, using appropriate forms of calling, and the ability use the act of locution.
Analisis Teknik Penerjemahan pada The Chronicles Of Narnia: Sang Singa, Penyihir, dan Lemari Karya Clive Staples Lewis (Analysis of Translation Techniques in Clive Staples Lewis’ The Chronicles of Narnia: The Lion, The Witch, and The Wardrobe) Nissa, Ikka Malia Chairun
JALABAHASA Vol 13, No 2 (2017): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v13i2.88

Abstract

Penelitian ini mengenai teknik penerjemahan dalam sebuah novel The Chronicles of Narnia: The Lion, The Witch, and The Wardrobe. Novel ini memiliki dua versi bahasa, yaitu bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Ada beberapa teknik penerjemahan yang digunakan agar pembaca bisa memahami secara lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik penerjemahan yang digunakan dalam novel The Chronicles of Narnia: The Lion, The Witch, and The Wardrobe sebagai teks asli berbahasa Inggris dan diterjemahkan oleh Donna Widjajanto ke dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dan kuantitatif dengan metode deskriptif dalam menyajikan data. Data diperoleh dari ucapan-ucapan langsung dari novel The Chronicles of Narnia: The Lion, The Witch, and The Wardrobe (versi asli bahasa Inggris) dan The Chronicles of Narnia: Sang Sing, Penyihir, dan Lemari (versi terjemahan bahasa Indonesia) melalui analisis dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 14 teknik penerjemahan yang digunakan dalam 1386 ucapan-ucapan langsung. Jumlah persentase setiap teknik yaitu sebagai berikut: (1) adaptasi terjadi sebanyak 147 kali atau mewakili 10,6% data, (2) peminjaman terjadi sebanyak 38 kali atau mewakili 2,74% data, (3) kalke terjadi sebanyak 20 kali atau mewakili 1,44% data, (4) kompensasi terjadi sebanyak 4 kali atau mewakili 0,3% data, (5) kreasi diskursif terjadi sebanyak 1 kali atau mewakili 0,1% data, (6) padanan lazim terjadi sebanyak 9 kali atau mewakili 0,65% data, (7) generalisasi terjadi sebanyak 345 kali atau mewakili 24,9% data, (8) penerjemahan harfi ah terjadi sebanyak 572 kali atau mewakili 41,27% data, (9) modulasi terjadi sebanyak 4 kali atau mewakili 0,3% data, (10) partikularisasi terjadi sebanyak 7 kali atau mewakili 0,5% data, (11) reduksi terjadi sebanyak 96 kali atau mewakili 7% data, (12) transposisi terjadi sebanyak 11 kali atau mewakili 0,8% data, (13) amplifi kasi linguistik terjadi sebanyak 118 kali atau mewakili 8,5% data, dan (14) kompresi linguistik terjadi sebanyak 14 kali atau mewakili 1,01% data.This study is about the translation techniques in a novel The Chronicles of Narnia: The Lion, The Witch, and The Wardrobe. It has two versions of language, English and Bahasa Indonesia. There are some translation techniques used in order to get meaningful translation. A translator will choose an appropriate technique to every sentence. Hence, the readers can understand better by reading the n in translated text. This study is aimed to fi nd out the translation techniques used in The Chronicles of Narnia: The Lion, The Witch, and The Wardrobe as the original English after being translated by Donna Widjajanto into Indonesian version of the novel. This study uses qualitative and quantitative research designs with a method of description in presenting the data. The data are collected from the direct speeches of The Chronicles of Narnia: The Lion, The Witch, and The Wardrobe (original English version) and The Chronicles of Narnia: Sang Singa, Penyihir, dan Lemari (Indonesian translation version) through document analysis. The result of this study shows that there are 14 translation techniques found in the data of 1386 direct speeches. The percentage of each technique is as the followings: (1) adaptation occurs 147 times and represents 10.6%, (2) borrowing occurs 38 times and represents 2.74%, (3) calque occurs 20 times and represents 1.44%, (4) compensation occurs 4 times and represents 0.3%, (5) discursive creation occurs once and represents 0.1%, (6) established equivalent occurs 9 times and represents 0.65%, (7) generalization occurs 345 times and represents 24.9%, (8) literal translation occurs 572 times and represents 41.27%, (9) modulation occurs 4 times and represents 0.3%, (10) particularization occurs 7 times and represents 0.5%, (11) reduction occurs 96 times and represents 7%, (12) transposition occurs 11 times and represents 0.8%, (13) linguistic amplifi cation occurs 118 times and represents 8.5%, and (14) linguistic compression occurs 14 times and represents 1.01%.
Sikap Bahasa Pambiwara Pernikahan Jawa dalam Pemertahanan Bahasa Jawa Kawi di Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo (Pambiwara Language Attitude of Javanese Wedding in Preserving Kawi Language at Bendosari, Sukoharjo) Harsono, Harsono
JALABAHASA Vol 13, No 2 (2017): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v13i2.99

Abstract

Pambiwara merupakan seseorang berketerampilan khusus dalam sastra dan bahasa Jawa yang mampu membawakan acara-acara di lingkungan masyarakat Jawa. Peran sentral pambiwara adalah membawa, mengatur, dan mengendalikan acara. Selain itu, juga bertugas mencitrakan mempelai (nyandra) dengan menggunakan kata dalam bahasa Jawa Kawi. Pada masa sekarang konsep pernikahan Jawa telah berubah dari konsep pernikahan yang klasik ke konsep semimodern. Hal ini mengakibatkan pambiwara harus mengubah sikap bahasanya untuk menyesuaikan keadaan. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif melalui pendekatan ilmu sosiolinguistik. Penyediaan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak. Metode analisis data yang digunakan adalah metode padan dan distribusional (metode agih). Adapun metode yang digunakan dalam penyajian hasil analisis adalah metode informal. Berdasarkan hasil kajian, ditemukan bahwa persentase penggunaan bahasa Jawa Kawi di kalangan pambiwara berbeda-beda. Persentase bahasa Jawa Kawi yang digunakan pambiwara adalah 3,3% dalam satu rangkaian acara pernikahan. Semakin besar penggunaan bahasa Jawa Kawi dalam distribusi tuturan pambiwara pernikahan Jawa, menunjukkan eksistensi dan wujud pemertahanan bahasa Jawa Kawi.Pambiwara is a person who has an ability in art and Javanese culture. Pambiwara has importance role in the Javanese wedding because he controls and arranges the wedding event in order to keep it running smoothly. Therefore, he has to master Javanese or Kawi vocabularies to create a wise word for the bride. Nowadays, the concept of Javanese wedding has changed from the classic to the modern event. It motivated the pambiwara to change their language attitude. This is a sociolinguistics descriptive qualitative research to analyze pambiwara language attitude. This research uses simak methode to collect the data. Meanwhile, it uses padan and agih methodes to analyze the data. The result shows that the percentage of Kawi that used by pambiwara is different. There are 3.3% of Kawi vocabularies that is used by pambiwara in each wedding event. The result also shows that the greater of the use of Kawi, it denotes the existance of Kawi language maintenance.
HALAMAN DEPAN (PREFACE) BBJT, Jalabahasa
JALABAHASA Vol 13, No 2 (2017): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v13i2.257

Abstract

Tindak Tutur Direktif Langsung Literal Guru pada Pembelajaran Teks Eksposisi di Kelas X IPS-3 SMA Negeri 3 Boyolali (Literal Directive Speech Act in Exposition Text Learning in Class X IPS-3 SMA Negeri 3 Boyolali) Maesaroh, Siti
JALABAHASA Vol 13, No 2 (2017): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v13i2.49

Abstract

Bahasa merupakan alat interaksi sosial atau alat komunikasi antarmanusia, termasuk di dalamnya komunikasi antara guru dengan siswa dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Dalam setiap komunikasi di kelas, guru dan siswa saling menyampaikan informasi yang dapat berupa pikiran, gagasan, maksud, perasaan, maupun emosi secara langsung. Setiap proses komunikasi memunculkan tindak tutur dalam satu situasi tutur. Hal inilah yang melatarbelakangi penulis untuk melakukan penelitian. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk tindak tutur direktif guru dalam pembelajaran teks eksposisi di Kelas X IPS-3 SMA Negeri 3 Boyolali. Strategi yang penulis pilih adalah langsung literal agar mempermudah pemahaman terhadap mitra tutur. Objek penelitian ini adalah tindak tutur guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Subjek penelitian ini adalah seorang guru yang mengajar bahasa Indonesia di Kelas X IPS-3 SMA Negeri 3 Boyolali. Pengumpulan data menggunakan metode pengamatan, perekaman, dan pencatatan. Hasil penelitian membuktikan bahwa bentuk tindak tutur direktif langsung literal yang dilakukan guru dalam pembelajaran teks eksposisi di Kelas X IPS-3 SMA Negeri 3 Boyolali berfungsi untuk menyuruh, memohon, menuntut, menyarankan, dan menantang. Tindak tutur direktif langsung literal yang dominan dilakukan guru dalam pembelajaran adalah menyuruh. Language is a means of social interaction or communication among people, including the communication among teachers and students in the teaching and learning activities in the classroom. In every classroom communication, the teacher and student convey information to each other that can be thoughts, ideas, intentions, feelings, or emotions directly. Every communication process brings up acts of speech in a speech situation. This is what lies behind the author to do this study. The purpose of this study is to describe the forms of directive speech acts of the teacher in learning text exposition in Class X IPS-3 SMA Negeri 3 Boyolali. The strategy choosen by the author is literal direct to facilitate understanding towards the interlocutor. The object of this study is the speech acts of teachers and students in the learning process. The subject of this study is a teacher who teaches Indonesian in Class X IPS-3 SMA Negeri 3 Boyolali. The data are collected using observation, recording and noting methods. The result of the research proves that the form of literal direct directive speech act done by teacher in exposition text lesson in Class X IPS-3 SMA Negeri 3 Boyolali serves to ask, to beg, to demand, to advise, and to challenge. The literal direct directive speech act that is dominant done by the teacher in learning is to order.
Model Pengajaran Bahasa Indonesia Berbasis Komputasi (The Teaching Model of Bahasa Indonesia with Computation Based) Retno Ningsih, Tri Wahyu; Astuti, Ida
JALABAHASA Vol 13, No 2 (2017): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v13i2.86

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah merancang model pengajaran bahasa Indoensia berbasis komputer sebagai media pembelajaran. Model pembelajaran tersebut digunakan sebagai bentuk alternatif pembelajaran untuk mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode mix methods, yaitu merancang aplikasi, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa model dapat digunakan untuk meningkatkan dan melengkapi model pembelajaran yang bersifat konvensional. Melalui instruksi yang tepat, model pembelajaran interaktif ini dapat meningkatkan pengetahuan dan pembelajaran siswa. Selain itu, media dapat digunakan mahasiswa untuk mengingat ilmu pengetahuan, memberi motivasi, dan ketertarikan siswa terhadap sesuatu hal yang relevan dengan berbagai konsep. The purpose of this study is to design the teaching model of Bahasa Indonesia with computerbased as a medium of learning. The learning model is used as an alternative form of learning for university students. The study method used is the of mix methods, namely application designing, interview1, and observation. The result shows that the model can be used to improve and to fi t up the conventional learning model. Through the proper instruction, this interactive learning model can improve the students? knowledge and learning. In addition, the media can be used by the students to remember science, to motivate, and to attract the interest of the students toward something that is relevant to the various concepts.
Penerapan Metode Cooperative Learning Model Student Teams Achievement Division (Stad) untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Pemahaman Paragraf Berhuruf Jawa Siswa Kelas VII E SMPN 1 Tasikmadu Semester Genap Tahun Pelajaran 2016/2017 (The Application of Cooperative Learning Method of Student Team Achievement Division (Stad) Model to Increase the Comprehensive Reading Skill in Javanese Letter Paragraph for Class VII E Students Of SMPN 1 Tasikmadu Even Semester Academic Year 2016/2017) Jatmiko, Teguh
JALABAHASA Vol 13, No 2 (2017): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v13i2.46

Abstract

Penelitian ini mengkaji apakah metode cooperative learning model Student Teams Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan keterampilan membaca pemahaman paragraf berhuruf Jawa pada siswa kelas VII E SMP Negeri 1 Tasikmadu semester genap tahun pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini berupa penelitian tindakan kelas (PTK). Tujuan penelitian yaitu mengetahui cara memperbaiki proses belajar mengajar sehingga tercapai keberhasilan dalam proses dan hasil yang maksimal. Tujuan lainnya yaitu mendeskripsikan subjek penelitian sebelum diberikan perlakuan tindakan, pada waktu diberikan perlakuan tindakan, dan setelah hasil perlakuan tindakan. Desain penelitian ini adalah berupa siklus-siklus tindakan atau tahapan. Setiap tahapan saling terkait dan berkelanjutan. Tindakan yang diberikan berupa penerapan Metode Cooperative Learning Model Student Teams Achievement Division (STAD) pada materi membaca pemahaman paragraf berhuruf Jawa. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa Metode Cooperative Learning Model Student Teams Achievement Division (STAD) pada materi membaca pemahaman paragraf berhuruf Jawa dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan dan hasil belajar siswa kelas VII E SMPN 1 Tasikmadu Kabupaten Karanganyar Semester genap tahun pelajaran 2016/2017. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya prosentase ketuntasan belajar: 18,75%, pada prasiklus, 46,88% pada siklus I, dan 96,87% pada siklus II. Serta adanya peningkataan nilai rata-rata pada tiap siklus, yaitu 64,06 pada nilai prasiklus, 73,90 pada nilai siklus I, dan 92,81 pada nilai siklus II. The Problem Formula of this research is, Can be applying cooperative learning method is Students teams achievement division (STAD) model increase to comprehensive reading skill in Javanese letter paragraf for class VII E students of SMP N 1 Tasikmadu even semester in academic year 2016/2017. The type of This Research is class action research. Them aim of this reseach is to know how to repaire the process of teaching and learning to get the maximal result. This research is also used to describe the research subject before given streatment, and after the treatment. The designe of this research consists of action cycles or steps. From cycles to cycles are integrated and continuitas. The action treatments are about the applying of cooperative learning method ing students teams achievement division (STAD) model in comprehensive reading of javanese letter paragraph. Based on the analysis result, can be concluded that Cooperative Learning Method Student Teams Achievement Division ( STAD) Model increase to compehensive reading of Javanese letter paragraph. can be used skilled to increase and result of learning class VII E student of SMPN 1 Tasikmadu Karanganyar regency even Semester in academic year 2016/2017. It is shown by the increasing of the learning passinggrade procentage : 18.75%, in precycle , 46.88% in the first cycle and 96.87% in the second cycle. And it is also shown by the increasing of the everage value in every cycle. They are : 64.06 in precycle, 73.90 in the fi rst cycle and 92.81 in the second cycle.
Kata Bermakna Membesar dalam Bahasa Jawa (The Meaning Words of Enlarge in Javanese) Sutarsih, Sutarsih
JALABAHASA Vol 13, No 2 (2017): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v13i2.93

Abstract

Bahasa Jawa merupakan salah satu bahasa daerah yang berfungsi sebagai bahasa pergaulan masyarakat Jawa. Dalam kosakata bahasa Jawa ada beberapa kata yang memiliki makna membesar. Kata bermakna membesar tersebut mengacu pada kata tertentu. Kata tersebut berkaitan dengan manusia dan bukan manusia. Kata bermakna membesar dapat dilihat berdasarkan medan makna. Oleh karena itu, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana cara melihat medan makna membesar dalam bahasa Jawa. Dengan demikian, tujuan penelitian ini adalah menentukan cara melihat medan makna kata membesar dalam bahasa Jawa. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis, medan makna membesar dapat dilihat dari objek, letak, sebab, akibat, dan kuantitas. Setiap kata bermakna membesar berbeda peruntukannya.Javanese is one of the regional languages that function as a lingua franca of Javanese society. In the vocabulary of the Javanese, there are some words which mean ?enlarge?. The words mean ?enlarge? refer to particular words. Those words relate to human and non-human. Those words can be seen based on the meaning fi eld. Therefore, the problem of this study is how to see the meaning fi eld of ?enlarge? in the Javanese. Thus, the purpose of this study is to determine how to see the meaning fi eld of the word ?enlarge? in the Javanese. This study uses qualitative descriptive analysis. Based on the results of the analysis, the meaning fi eld of ?enlarged? can be seen from the object, location, cause, effect, and quantity. Each word means ?enlarged? has different designation.
Pemakaian Bahasa Jawa Keluarga Muda di Eks-Karesidenan Semarang (The Use of Javanese of Young Families in the Ex-Residence Of Semarang) Maemunah, Emma
JALABAHASA Vol 13, No 2 (2017): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v13i2.87

Abstract

Bahasa Jawa merupakan salah satu bahasa yang memiliki penutur terbanyak di Indonesia. Terdapat kecenderungan bahwa keluarga muda lebih memilih menggunakan bahasa Indonesia daripada bahasa Jawa untuk berbicara terutama di daerah perkotaan. Penelitian terhadap pemakaian bahasa Jawa para keluarga muda yang tinggal di eks-Karesidenan Semarang ini dilakukan untuk melihat pemakaian bahasa Jawa dan pergeserannya ke bahasa yang lain. Data diperoleh dengan metode kuesioner, metode wawancara, dan pengamatan partisipatif. Dengan ancangan teori sosiolinguistik dan metode deskriptif-kualitatif, hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga muda di eks-Karesidenan Semarang tetap memakai bahasa Jawa ketika berbicara dengan mitra tutur yang sesuku tanpa melihat hubungan mitra tutur dan penutur serta lokasi pertuturan dan terjadi pergeseran pemakaian bahasa Jawa ke bahasa Indonesia. Pergeseran pemakaian bahasa Jawa ke bahasa Indonesia terjadi ketika mitra tutur diketahui tidak sesuku. Hubungan penutur dan mitra tutur, rentang usia penutur dan mitra tutur, serta lokasi pertuturan tidak menjadi faktor terjadinya pergeseran bahasa. Faktor penyebab terjadinya pergeseran bahasa dari bahasa Jawa ke bahasa Indonesia adalah mitra tutur yang diketahui tidak sesuku dan/atau tidak diketahui kesukuannya.Javanese is one of languages with the most speakers in Indonesia. There is a tendency that young family prefers to speak Indonesian rather than Javanese primarily in urban areas. The study on the use of Javanese of young family who lives in eks-Karesidenan Semarang is done to fi nd out the use of Javanese and its shift to other languages. The data were obtained by questionnaire and participant observation techniques. By using the approach of sociolinguistic theory and descriptive-qualitative method, the result of the research shows that young families in eks-Karesidenan Semarang keep using the Javanese when talking to interlocutor from the same ethnicity. The relationship between the speaker and the interlocutor and the location of the speech did not affect the use of the Javanese by the respondent as long as the interlocutor was known come from the same ethnicity and there is a shift in the use of Javanese to Indonesian language in eks-Karesidenan Semarang society. The use of Javanese shifts to the Indonesian occurs when the interlocutors do not come from the same ethnicity. The relations between the speaker and the interlocutor, the age range between the speaker and the interlocutor, and the location of the speech are not factors of the language shift. The factor that causing the language shift from the Javanese to the Indonesian is the interlocutor who does not come from the same ethniciyy and/or the ethnicity of the interlocutor is unknown.
Analisis Kontrastif Reduplikasi Bahasa Jawa dan Bahasa Banjar (The Contrastive Analysis of Javanese and Banjarness Language Reduplication) Rahardian, Ema
JALABAHASA Vol 13, No 2 (2017): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v13i2.102

Abstract

Tulisan ini hendak mendeskripsikan dan membandingkan kaidah reduplikasi antara bahasa Jawa dan bahasa Banjar menggunakan teori Distributed Reduplication. Data pada tulisan ini adalah kata ulang dwipurwa dan dwilingga berimbuhan dalam bahasa Jawa dan bahasa Banjar. Data dikumpulkan menggunakan metode simak dan catat. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada perbedaan kaidah penambahan juncture pada reduplikasi dwilingga bersufi ks dalam bahasa Jawa dan bahasa Banjar yang mengakibatkan perbedaan arah penduplikasian. Perbedaan juga tampak pada kaidah penambahan juncture pada reduplikasi dwilingga bersimulfi ks dalam bahasa Jawa dan bahasa Banjar, tetapi penambahan itu tidak mengakibatkan perbedaan arah penduplikasian. Perbedaan juga tampak pada tahap reduplikasi kata bersimulfi ks dan dwipurwa dalam bahasa Jawa dan bahasa Banjar.This paper aims to discuss and compare reduplication rule between Javanesse and Banjarnese language. The data which is used in this paper are dwipurwa and dwilingga affi xation reduplication word on Javanesse and Banjarnese language. The results shows that the difference come out on the rule of juncture insertion of the dwilingga suffi xiton word reduplication. It causes the difference of the direction of reduplication. The difference also appears on the rule of juncture insertion of the dwilingga simulfi xition word reduplication but it does not cause the difference of the direction of reduplication. Meanwhile, the difference can be seen on the process of reduplication of the dwilingga simulfi xition word reduplication and dwipurwa reduplication on Javanese and Banjarnese language.

Page 1 of 2 | Total Record : 11