cover
Contact Name
Nursyamsi
Contact Email
multilingualsulteng@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
multilingualsulteng@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Multilingual
ISSN : 14124823     EISSN : 26206250     DOI : -
MULTILINGUAL aims at providing a media or forum for researchers, faculties, and graduate students to publish their research papers in the field of linguistic and literary studies. The scope of MULTILINGUAL includes linguistic, applied linguistic, interdisciplinary linguistic studies, theoretical literary studies, interdisciplinary literary studies, literature and identity politics, philology, and oral tradition. MULTILINGUAL is published by Balai Bahasa Sulawesi Tengah, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 1 (2020): Multilingual" : 6 Documents clear
KAJIAN VITALITAS SASTRA LISAN DAMPELAS M. Asri. B,
Multilingual Vol 19, No 1 (2020): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/multilingual.v19i1.136

Abstract

Abstrak   Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah dengan tujuan untuk mengetahui daya hidup atau  tingkat kesehatan sastra lisan Dampelas. Penelitian ini berancangan deskriptif kualitatif dan kuantitatif yang memuat kajian vitalitas sastra lisan Dampelas.  Artinya, data diolah secara kuantitatif (statistik sederhara/jumlah/prensentase), selanjutnya akan dideskripsikan secara kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah 29 responden masyarakat Dampelas. Data diperoleh dari hasil pengamatan dan kuesioner.  Untuk menentukan kriteria vitalitas sastra lisan Dampelas digunakan analisis deskriptif kuantitatif berdasarkan penghitungan frekuensi dan persentase. Hasil perhitungan untuk menentukan daya hidup atau  tingkat kesehatan sastra lisan Dampelas didasarkan pada indikator: (a) penutur,(b) kontak bahasa dan sastra,(c) bilingualisme, (d) posisi dominan masyarakat penutur/pengguna sastra  (e) ranah penggunaan bahasa dan sastra, (f) sikap bahasa dan sastra,(g) regulasi, (h) pembelajaran di sekolah, (i) dokumentasi, dan (j) tantangan baru. Berdasarkan hasil itu,  dapat dikemukakan bahwa sastra lisan Dampelas (modade dan modate) sudah dalam kondisi  terancam punah  (endangered). Kata Kunci:  Kajian vitalitas, sastra lisan  Dampelas AbstractThis research was conducted in DampelasSub-district, Donggala District, and Province of Central Sulawesi with purpose to know life force or health level of Dampelasoral literature. This research designedin descriptive qualitative and quantitative which contained vitality of Dampelasoral literature. Itmeant, the data were processed through quantitative (simple statistic/numbers/presentation),furthermore it could bedescribed through qualitative. The data sources of this research were 29 respondents of Dampelassociety. The datawere gotten from observation results and questionnaires. To determine criteria of vitality of Dampelasoral literature was used analyzing of descriptive quantitative based on calculation of frequency and percentage.The calculation results to determine the life force or the health level of Dampelasoral literature based on indicator: (a) speaker, (b) language and literature contact, (c) bilingualism, (d) dominant position of speaker society/literature user, (e) realm of using language and literature, language attitude and literature, (g) regulation, (h) learning in the school, (i) documentation and (j) new challenging. Based on this research, it could bestated that Dampelas oral literature (modate and modate) had in an endangered condition. Kata Kunci:   Vitality study,  of dampelas, oral literature
BENTUK TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM INTERAKSI JUAL BELI DI PASAR TRADISIONAL KOTA PALU NFN Tamrin; NFN Nursyamsi
Multilingual Vol 19, No 1 (2020): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/multilingual.v19i1.139

Abstract

 A speaker can influence the speech partner to do what is meant by the speaker. By raising the case of directive speech acts in the interaction of buying and selling in ManondaInpres Market, Palu city,the research aimed to describe the pattern and function of directive speech acts in interactions between sellers and buyers in InpresManonda Traditional Markets Palu City. The method used is a pragmatic approach with observation, recording, note taking and recording techniques, then analyzed based on the pattern of speech acts and functions. The findings based on the data analysisindicate that the form of directive speech acts in the interaction of buying and selling in InpresManonda Traditional Market, Palu City, namely inviting, ordering, banning, advising, giving advice, and asking. The directive speech acts function in buying and selling interactions in InpresManonda Market, Palu City, namely inviting, instructing, prohibiting, and asking. Abstrak Seorang penutur dapat memengaruhi mitra tuturnya untuk melakukan hal apa yang dimaksud oleh penutur. Dengan mengangkat kasus bentuk tindak tutur direktif dalam interaksi jual-beli di Pasar Inpres Manonda, Kota Palu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola dan fungsi tindak tutur direktif dalam interaksi antara penjual dan pembeli di pasar tradisional Inpres Manonda, Kota Palu. Metode yang digunakan adalah pendekatan prgamatik dengan teknik observasi, rekam, dan catat kemudian dianalisis berdasarkan pola bentuk dan fungsi tindak tutur. Hasil analisis menunjukkan bahwa bentuk tindak tutur direktif dalam interaksi jual-beli di pasar tradisional Inpres Manonda, Kota Palu, yaitu mengajak, memerintah, melarang, menasihati, memberi saran, dan meminta. Fungsi tindak tutur direktif dalam interaksi jual-beli di Pasar Tradisional Inpres Manonda, Kota Palu, yaitu mengajak, memerintah, melarang, menasihati, dan meminta
METABAHASA SEMANTIK ALAMI (MSA) VERBA “MEMASAK” DALAM BAHASA JAWA JEMBERAN NATURAL SEMANTIC METALANGUAGE (NSM) OF VERB "COOKING" IN JAVANESE JEMBERAN LANGUAGE Nadhifa Indana Zulfa Rahman
Multilingual Vol 19, No 1 (2020): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/multilingual.v19i1.143

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep memasak masyarakat Jember yang cukup komples karena sumber daya alam hasil laut dan buminya melimpah. Untuk itu diperlukan analisis MSA untuk menyederhanankannya. Data diperoleh dari wawancara di grup Whatsapp keluarga dari Jember. Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara secara online dan mencatat di kartu data. Melalui wawancara tersebut, ditemukan dua belas data, yaitu godhog ‘rebus’, lup ‘celup’, kukus, goreng, eseng ‘tumis’, sangan ‘sangrai’, nggeng ‘didiamkan di atas api kecil’, dang ‘tanak’, tim, pepe ‘jemur’, rageni ‘fermentasi’, asap. Dalam menentukan subkategori verba “mamasak”, perangkat yang digunakan adalah makna asali dari pendekatan Metabahasa Semantik Alami. Berdasarkan analisis MSA, istilah-istilah memasak tersebut dikelompokkan berdasarkan teknik, sarana, dan hasilnya. Semua leksikon yang memiliki makna “memasak” di atas pola sintaksis MSA: X melakukan sesuatu kepada Y sehingga terjadi sesuatu pada Y (matang). Penelitian ini diharapkan bisa menjadi rujukan yang mengayakan khazanah penelitian MSA verba-verba bahasa Indonesia. 
PEREMPUAN MINANGKABAU DALAM NOVEL HARTA PUSAKA CINTA KARYA DESNI INTAN SURI Musfeptial NFR
Multilingual Vol 19, No 1 (2020): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/multilingual.v19i1.153

Abstract

This paper is entitled Minangkabau Woman in Novel Harta Pusaka Cinta by Desni Intan Suri. The aim of this research is to describe the Minangkabau ideal female character in the novel. The theory used is the character theory of characters in literary works and the theory of cultural preservation. This research uses descriptive method. Data analysis showed that there were three different characters, namely Andung Rabiah, Friska Aisyaharni and, and Chintiya Rubert. Culturally the three are Minangkabau women. Andung Rabiah figure who was born and raised in the colonial era with a strong foundation of religious and customary education, so there is a balance between world science and the afterlife. It was different only with the figure of Friska Aisyaharni, she felt that the religious lessons she had received and the cultural life of the traditional jointed religion she received was considered by Friska as the fetter of the freedom she wanted. In the meantime, Chintiya Rubert who was born with a very secular western culture actually got his identity when he met his grandmother in Ampek Angkek.Keywords: female, ideal, minangkabau.
REDUPLIKASI DALAM BAHASA BUGIS DIALEK SINJAI NFN Herawati
Multilingual Vol 19, No 1 (2020): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/multilingual.v19i1.130

Abstract

AbstractThe purpose of the research is to identify the forms of reduplication in Sinjai Bugineses dialect and also its meaning and its function. This research is a qualitative descriptive research. Data source is the forms of reduplication of the Sinjai Buginese dialect used in daily communication. Data collection techniques uses read and note techniques, while the data analysis method uses sharing method by Immediate Constituent Analysis technique. The result of this study founds some forms of reduplication in Sinjai Buginese dialect as follows: (a) full reduplication, (b) partial reduplication, (c) reduplicative affixes, and (d) initial reduplication. Reduplication can be used to form new words, e.g to form nouns, while it may be used to denote a number of things such as number (plurality, distribution, collectivity), distribution af an argument, tense, aspect, intensity, conditionality, reciprocity, and pretense. Keywords: reduplication, Bugis language, meaning, Sinjai dialect AbstrakPenggunaan bahasa Bugis di Kabupaten Sinjai selain sebagai alat komunikasi sehari-hari, juga sebagai sarana pendukung kebudayaan penuturnya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk-bentuk reduplikasi dalam bahasa Bugis dialek Sinjai beserta fungsi dan maknanya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data berupa bentuk-bentuk reduplikasi yang digunakan oleh penuturnya dalam kehidupan sehari-hari. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak dan catat, sedangkan metode analisis data menggunakan metode agih dengan teknik pilah unsur langsung. Berdasarkan hasil analisis diperoleh gambaran bentuk-bentuk reduplikasi dalam bahasa Bugis dialek Sinjai, yaitu: (a) reduplikasi seluruh, (b) reduplikasi sebagian, (c) reduplikasi berimbuhan, dan (d) reduplikasi berubah bentuk. Reduplikasi berfungsi membentuk nomina sedangkan maknanya adalah menyatakan perbuatan frekuentatif, perbuatan untuk beberapa saat lamanya, perbuatan yang dilakukan dengan tidak serius atau gerak sedikit, perbuatan saling, makna agak, makna benda yang menjadi objek atau alat, makna keadaan atau sifat yang disebut oleh bentuk dasar, makna bermacam-macam, makna kumpulan, makna menyerupai atau seperti, makna tiap-tiap, makna intensitas, makna perbandingan sangat atau paling, dan makna hanya atau cuma.Kata Kunci: reduplikasi, bahasa Bugis, makna, dialek Sinjai
KESALAHAN BERBAHASA DALAM KETERAMPILAN MENULIS PEMELAJAR BIPA DI UNIVERSITAS MAEJO, CHIANG MAI, THAILAND Hertiki Hertiki
Multilingual Vol 19, No 1 (2020): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/multilingual.v19i1.133

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk memaparkan kesalahan berbahasa Indonesia pada hasil tulisan pemelajar BIPA di Universitas Maejo, Chiang Mai – Thailand. Masalah pada penelitian ini adalah kesalahan penggunaan bahasa Indonesia dalam menulis kalimat pada satu paragraf. Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitan ini. Penelitian ini mengarah pada kesalahan berbahasa Indonesia, seperti ejaan, penggunaan kalimat yang tidak sesuai dan juga kata serapan asing. Video dan foto juga digunakan dalam penelitian ini. Sebagai informasi tambahan, ada 7 pemelajar BIPA di Maejo University yang mengambil kelas BIPA saat ini: mahasiswa jurusan Pertanian, mahasiswa jurusan Pariwisata dan mahasiswa jurusan Arsitektur. Kuesioner juga diberikan kepada para pemelajar BIPA untuk mengetahui tanggapan mereka terhadap pembelajaran bahasa Indonesia yang telah dilaksanakan di Universitas Maejo dalam kurun waktu 1 November 2019 – 30 Desember 2019.

Page 1 of 1 | Total Record : 6