cover
Contact Name
Dede Hidayatullah
Contact Email
dayatdh@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.undas@kemdikbud.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra
ISSN : 18584470     EISSN : 26856107     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Undas is a journal of language and literature research. First published by Balai Bahasa South Kalimantan since 2006. This journal is a research journal that publishes various research reports, both literature studies and field studies, linguistics and literature include structural linguistics, applied linguistics, interdisciplinary linguistics, oral literature (folklore), philology, pure literature, applied literature, and interdisciplinary literature. Publish regularly twice a year in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 1 (2021): UNDAS" : 12 Documents clear
Perspektif Lintas Budaya Australia-Indonesia dalam Puisi Terjemahan Sapardi Djoko Damono Mendorong Jack Kuntikunti Derri Ris Riana
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 17, No 1 (2021): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v17i1.3351

Abstract

Pemahaman lintas budaya sangat penting dalam penerjemahan. Dalam puisi terjemahan, permasalahan tidak hanya terletak pada penguasaan bahasa dan sastra, tetapi juga kata-kata budaya. Masalah penelitian adalah bagaimana representasi budaya Australia? dan bagaimana perspektif lintas budaya dan strategi penerjemahan dalam puisi terjemahan Mendorong Jack Kuntikunti? Tulisan ini bertujuan memaparkan representasi budaya Australia, serta menjelaskan  perspektif lintas budaya dan strategi penerjemahan dalam Mendorong Jack Kuntikunti. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan catat, serta wawancara. Pengumpulan data dilakukan dengan membaca sumber data, yaitu kumpulan puisi Mendorong Jack Kuntikunti, mencatat kata-kata budaya, dan mencari strategi penerjemahan sesuai dengan teori Newmark. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Australia memiliki kekhasan budaya yang berasal dari masyarakat multikultur, pekerjaan berupa pertanian dan peternakan, keragaman flora dan fauna, dan seni. Kata-kata budaya terdapat dalam lima kategori, yaitu ekologi berupa flora, fauna, dan nama geografis; kebudayaan material berupa makanan, rumah, dan sarana transportasi; kebudayaan sosial berupa pekerjaan dan kesenangan; organisasi, kebiasaan, kegiatan, prosedur, dan konsep berupa politik dan kesenian; dan gerak tubuh dan kebiasaan. Kekhasan budaya Australia memerlukan strategi penerjemahan, yaitu transferensi berupa kata pinjaman, serta menambahkan superordinat/kata umum; naturalisasi; kuplet dengan transferensi dan penerjemahan literal; kesepananan deskriptif; pemadanan budaya; dan kuplet. 
Referensi dalam Kumpulan Cerpen Turun Ranjang Menjaring Angin Karya Hatmiati Masy’ud NFN Jahdiah
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 17, No 1 (2021): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v17i1.3021

Abstract

 Abstrak:Pengacuan  atau referensi adalah salah satu jenis kohesi gramatikal yang berupa satuan lingual tertentu yang mengacu pada satuan lingual lain yang mendahului atau mengikutinya. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah apa saja referensi yang terdapat dalam  kumpulan cerpen Turun Ranjang Menjaring Angin Karya Hatmiati. Penelitian ini bertujuan  a) mendeskripsikan referensi persona dalam kumpulan cerpen Turun Ranjang Menjaring Angin Karya Hatmiat Masy’ud, b) Mendeskripsikan  referensi demostratif Kumpulan Cerpen Turun Ranjang Menjaring Angin Karya Hatmiat Masy’ud, c) Kumpulan Cerpen Turun Ranjang Menjaring Angin Karya Hatmiat Masy’ud. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan  pendekatan kualitatif. Dalam analisis data dilakukan penelaahan juga dilakukan metode agih, yaitu metode yang pelaksanaannya dengan menggunakan unsur bahasa itu sendiri. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori analisis wacana yang dikemukan oleh Haliday dan Hasan. Hasil kajian ini menunjukan bahwa dalam kumpulan Cerpen Turun Ranjang Menjaring Angin terdapat ada tiga referensi yaitu a) referensi persona,  diantaranya  kamu, saya, aku, kita, dia, dan –mu. b) referensi demostratif diantaranya  kedai, pingir kota, jembatan, malam, subuh, Jakarta, Balangan, di sini, Telaga Silaba, Amuntai, Bandara Syamsuddinoor. 3) Referensi  kompratif diantaranya seperti, laksana. 
Konflik Pekerja Perempuan Jepang dengan Peran Ganda dalam Drama Eigyo Bucho Kira Natsuko Sri Dewi Adriani; Ray Minandha
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 17, No 1 (2021): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v17i1.2752

Abstract

Abstrak: Kesenjangan gender dalam masyarakat Jepang telah lama menjadi isu global. Permasalahan ini sering menimbulkan konflik, utamanya pada perempuan dengan peran ganda. Pengaruh budaya patriarki yang kental ditenggarai sebagai salah satu penyebabnya.  Penelitian ini memaparkan konflik yang dialami pekerja perempuan dengan peran ganda di Jepang dengan berpijak pada sudut pandang teori budaya patriarki dan konsep relasi gender. Data yang digunakan adalah drama Jepang berjudul Eigyo Bucho Kira Natsuko. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk konflik yang dialami pekerja perempuan dengan peran ganda. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, ditemukan fakta bahwa dalam menegosiasikan perannya di sektor publik tokoh perempuan, Kira Natsuko, mengalami diskriminasi yang dilakukan atasannya terkait cuti melahirkan yang diambilnya. Sikap penolakan juga datang dari pasangannya terkait keputusannya untuk kembali bekerja setelah melahirkan.Abstract: Gender inequality in Japanese society has long been a global issue. This problem often creates conflicts, especially among women with multiple roles. The strong patriarchal culture in Japanese society is one of the cause. This study will discuss the conflicts experienced by female workers with multiple roles from gender perspective. Data used is a Japanese drama entitled Eigyo Bucho Kira Natsuko. The purpose of this study is to identify the forms of conflict experienced by female workers with dual roles. The approach used in this article is qualitative method. Data analysed through the process of identification, classification, interpretation and conclusion. Data validity techniques in this study using validity and reliability tests. The validity test is carried out through the interpretation process of the conversational data. While the reliability test is carried out through the process of reading the text repeatedly in order to obtain constant and in-depth data. Based on the results of the analysis, it is found that the influence of patriarchal culture on the emergence of work-family conflict in a female character named Kira Natsuko.  
Hubungan antara Sampul dan Isi Novel Raumanen: Kajian Sastra Bandingan Malik Abdul Karim; Novi Diah Haryanti
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 17, No 1 (2021): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v17i1.3600

Abstract

Sudah hampir lima puluh tahun usianya, Raumanen karya Marianne Katoppo yang ditulis pada 1975 nyatanya masih eksis hingga sekarang. Bahkan, pada 2018 ia baru saja diterbitkan ulang oleh penerbit besar Grasindo. Terbitan terbarunya dihiasi dengan desain sampul yang cantik dan menyenangkan berbanding terbalik dengan kisahnya yang pahit dan pedih. Tulisan ini melihat bagaimana perempuan tahun 1960-an direpresentasikan kembali melalui sampul barunya yang bergaya khas melenial. Konten novel Raumanen dikaji dengan teori representasi dan ditemukan bahwa, novel tersebut merepresentasikan perempuan kalah. Sampulnya dikaji dengan teori semiotika Peirce dan ditemukan bahwa, sampul turut merepresentasikan perempuan yang kalah, melalui visualisasi kematian tokoh perempuan. Dengan demikian kedua korpus tersebut memiliki hubungan yang saling menguatkan suatu representasi identitas perempuan dalam Raumanen.It’s almost fifty years old, Marianne Katoppo's novel titled Raumanen that written in 1975 is still in existence today. Even it had just been republished by the major Grasindo publisher at 2018. Its latest version is adorned with a beautiful and pleasing cover design, that opposed to its bitter and poignant story. This paper examines how women in 1960s are represented again through the new millennial-stylized cover. Raumanen's content was studied with Stuart Hall’s representation theory and it was found that the novel represented a woman who lost. On the other hand, Raumanen's cover was studied with Peirce's semiotic theory and it was found that the cover also represented a woman who lost, through the visualization of a female character’s death. Thus the two corpuses have a mutually reinforcing relationship to represent women's identity in Raumanen. 
Undas: Volume 17, Nomor 1 Prakata, Daftar Isi, Abstrak
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 17, No 1 (2021): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v17i1.3763

Abstract

Analisis Wacana Kritis Lirik Lagu “Lexicon” Ciptaan Isyana Sarasvati Hana Putri Lestari
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 17, No 1 (2021): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v17i1.3398

Abstract

Penelitian ini merupakan bentuk apresisasi kepada Isyana Sarasvati atas keberaniannya membuka jati diri musikalitasnya yang sebenarnya melalui lirik “Lexicon”. “Lexicon” adalah  manifestasi kejujuran Isyana Sarasvati sebagai seorang musisi atau seniman yang mengabdikan diri dan musik ciptaannya kepada seni, bukan kepada uang atau kapitalis. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap makna leksikon yang dimaksud Isyana Sarasvati. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang akan mendeskripsikan analisis wacana kritis pada lirik “Lexicon” ciptaan Isyana Sarasvati dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan analisis wacana, dan teori yang digunakan adalah teori analisis wacana kritis Teun A. van Dijk. Penelitian ini akan menjelaskan analisis dimensi teks, yang terdiri atas struktur makro (tematik), superstruktur (tematik), dan struktur mikro (semantik, sintaksis, stilistik, dan retoris), analisis kognisi sosial, serta analisis konteks sosial dalam lirik “Lexicon”. Hasil penelitian menunjukkan “Lexicon” bermakna kamus hidup Isyana Sarasvati yang terdiri dari beberapa emosi di antaranya, semangat, kesedihan, peringatan (khawatir), harapan, kesenduan, dan kebahagiaan.
Metode Penerjemahan Metafora pada Novel Peter Pan Karya J.M. Barrie Fikriya Choiruna Buditama; Sajarwa Roman
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 17, No 1 (2021): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v17i1.3181

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan dan mendeskripsikan metode-metode penerjemahan metafora dalam novel Peter Pan karya J.M. Barrie. Hal itu disebabkan oleh metafora merupakan bahasa figuratif yang dalam proses penerjemahannya ditemukan kesulitan untuk mencari kesepadanannya dalam bahasa sasaran. Dalam penelitian ini, proses penerjemahan tersebut dianalisis melalui delapan metode penerjemahan, yakni penerjemahan kata per kata, penerjemahan literal, penerjemahan setia, penerjemahan semantis, penerjemahan komunikatif, penerjemahan idiomatis, penerjemahan bebas, dan penerjemahan adaptasi. Sementara itu, penelitian ini merupakan penelitian deskriptif komparatif, yaitu membandingkan metafora dalam novel Inggris dalam novel Peter Pan dengan terjemahan metafora dalam novel terjemahan berbahasa Indonesia. Data metafora dianalisis secara kualitatif berdasarkan metode penerjemahannya. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) perbedaan sistem kebahasaan serta pola pikir pengguna bahasa sumber dengan bahasa sasaran menyebabkan tidak semua metafora dapat diterjemahkan dengan menggunakan padanan metafora dalam bahasa sasaran dan (2) dengan menggunakan metafora yang tepat, penerjemah dapat menyampaikan berbagai makna metafora teks sumber ke dalam teks sasaran tanpa mengubah makna dan citranya.Metaphor is a figurative language whose formation is influenced by cultural background thus the equivalent of source language cannot necessarily be found in the target language. The application of the translation methods can affect the result of translation equivalent.  Therefore, this research aims to identify and describe the methods of metaphor translation in the J.M. Barrie’s novel, “Peter Pan”. This is a comparative research since it compares the metaphors found in the English source novel with their translations in its Indonesian translated novel. The metaphorical expressions used as the data are in the form of word, phrase, and clause which were taken purposively and were analyzed descriptively qualitatively based on Newmark’s theory of translation methods. The result shows that (1) there are eight translation methods which are used by the translator such as word-for-word translation, literal translation, faithful translation, semantic translation, communicative translation, idiomatic translation, free translation, and adaptation translation; (2) the difference in the linguistic system between the source language and the target language causes not all the metaphorical expressions are able to be translated with the equivalent metaphorical expressions; and (3) translation equivalent can be achieved if the translator is able to adjust the translation methods with the type of metaphorical expressions to be translated.
Fungsi Legenda “Asal-Usul Telaga Ngebel” bagi Masyarakat Desa Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur Hening Larasati; Eggy Fajar Andalas
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 17, No 1 (2021): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v17i1.3411

Abstract

Abstrak : Dalam kehidupan masyarakat Desa Ngebel hidup legenda mengenai asal-usul Telaga Ngebel. Legenda ini hingga saat ini masih hidup di dalam masyarakat dan menjadi bagian penting kehidupan masyarakat desa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan fungsi legenda asal-usul Telaga Ngebel bagi kehidupan masyarakat Desa Ngebel. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi. Sumber data penelitian adalah informan dan dokumen. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan perekaman. Analisis data menggunakan model Milles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan legenda ini berfungsi sebagai 1) sistem proyeksi masyarakat, 2) alat pendidikan, 3) hiburan, dan 4) alat pemaksa dan pengawas masyarakat. Berbagai fungsi ini lahir sebagai dampak dari keberadaan legenda asal-usul Telaga Ngebel yang hidup dalam masyarakat antargenerasi. Berbagai nilai-nilai ini diwariskan antargenerasi sehingga dipersepsi sebagai kebenaran bersama dan menjadi nilai kultural yang mengikat dalam kehidupan masyarakat Desa Ngebel. Kata kunci :  fungsi, legenda, Telaga Ngebel Abstract : There is a legend about the origin of Ngebel Lake in the life of the people of Ngebel Village. This legend is still alive in the community and become an important part of the life of the village community. The goal of this study is to explain the role of the legend of the origin of Ngebel Lake in the life of the people of Ngebel Village. This form of study is qualitative with ethnographic approach. Sources of research data are informants and documents. Data collection techniques were carried out by interview and recording. Data analysis using Milles and Huberman's model. The results show that this legend functions as 1) a community projection system, 2) an educational tool, 3) entertainment, and 4) a means of coercion and community monitoring. These numerous roles have arisen as a result of the existence of a legend of the origin of the Ngebel Lake, which lives in an intergenerational society. These various values are passed down between generations so that they are perceived as shared truths and become binding cultural values in the life of the people of Ngebel Village. Keywords: function, legend, Lake Ngebel
Prasangka dan Perilaku Destruktif dalam Novel Si Anak Badai Karya Tere Liye Novitasari Novitasari; Purwati Anggraini
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 17, No 1 (2021): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v17i1.3253

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) prasangka tokoh terhadap utusan gubernur dalam novel Si Anak Badai karya Tere Liye, 2) dampak prasangka tokoh terhadap utusan gubernur pada novel Si Anak Badai karya Tere Liye. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra, dengan sumber datanya novel Si Anak Badai karya Tere Liye. Data berupa satuan cerita yang terwujud dalam dialog, paragraf, maupun narasi yang menjelaskan prasangka tokoh terhadap tokoh lain. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca catat kemudian dikelompokkan dalam tabel. Analisis data menggunakan langkah reduksi data yang meliputi menyeleksi, meringkas, serta menggolongkan data. Hasil penelitian ini adalah: 1) prasangka tokoh terhadap utusan gubernur yang hendak mendirikan secara paksa pelabuhan di kampung Manowa yang terwujud dalam persepsi, kekhawatiran, bahkan tindakan perlawanan yang dilakukan oleh rakyat Manowa, 2) dampak prasangka tokoh terhadap utusan gubernur yang berwujud kemarahan dan juga kenekatan dalam melancarkan pembangunan pelabuhan tersebut. This study aims to describe 1) the prejudice of the characters on the governor's delegation in Si Anak Badai novel by Tere Liye, 2) The impact of the character's prejudice on the governor's delegation in Si Anak Badai novel by Tere Liye. This research is a descriptive qualitative study with a literary psychology approach. The data source is the novel Si Anak Badai by Tere Liye. Data in the form of story units that are manifested in dialogues, paragraphs, and narratives that explain the character's prejudice about other characters. The data collection technique used the reading and notes technique and then grouped them in a table. Data analysis uses data reduction steps which include selecting, summarizing, and classifying data. The results of this study are 1) the prejudice of the figures regarding the governor's delegation who want to forcibly establish a port in Manowa Village which are manifested in perceptions, worries, and even acts of resistance by the people of Manowa, 2) the impact of the figures' prejudice on the governor's delegation who is angry and impetuous in accelerating the construction of the port.
Ritual Masyarakat Banjar dan Dayak dalam Novel Jendela Seribu Sungai Karya Miranda dan Avesina: Kajian Antropologi Firlana Izaty Raewal; Purwati Anggraini
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 17, No 1 (2021): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v17i1.1782

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini ada dua macam yaitu tujuan teoritis dan tujuan praktis. Tujuan teoretis dalam penelitian ini yaitu pembaca dan penulis dapat mengetahui ritual yang ada pada masyarakat Banjar dan Dayak dalam novel Jendela Seribu Sungai, yang dalam penelitian ini difokuskan pada ritual. Selain tujuan teoretis terdapat tujuan praktis dalam penelitian ini yaitu menambah pengetahuan tentang kebudayaan kepada penulis secara pribadi dan bagi masyarakat luas. Ritual merupakan tata cara dalam kegiatan upacara atau suatu perbuatan yang dianggap keramat yang dilakukan oleh sekelompok umat beragama dalam suatu daerah tertentu. Ritual ditandai dengan adanya berbagai macam unsur serta komponen yang tidak dapat dilepaskan dengan berlangsungnya kegiatan ritual dengan baik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik kualitatif. Metode kualitatif dengan memberikan perhatian terhadap data alamiah, data dalam hubungannya dengan konteks keberadaannya. Metode analisis data yang digunakan dengan mengolah, mengumpulkan data dan analisis data yang akan disajikan. Data-data yang telah dijelaskan sebelumnya kemudian akan ditarik sebuah simpulan dari temuan-temuan yang telah ditemukan dari proses analisis tersebut. 

Page 1 of 2 | Total Record : 12