cover
Contact Name
Ahmad Abas Musofa
Contact Email
abas@iainbengkulu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
tsaqofah@iainbengkulu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam
ISSN : 2528732X     EISSN : 26846926     DOI : -
Jurnal kajian kebudayaan Islam yang mencakup tiga wujud yaitu ide, sistem sosial & benda. Sedangkan model kajian sejarah Islam Indonesia dan dunia ialah original history dan reflective history.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2020): JUNI" : 8 Documents clear
Kejayaan Lada Hingga Praktek Perburuhan di Lampung Abad ke XVIII Hingga Abad XX Karsiwan Karsiwan
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 5, No 1 (2020): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v5i1.2710

Abstract

Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengetahui kejayan lada Lampung dan praktek perburuhan yang terjadi di dalamnya, dari abad XVIII-XX. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah, dengan empat unsur utama yaitu: heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif karena menggunakan sumber dari data hasil tinjauan pustaka dan dokumentasi. Berdasarkan hasil pengumpulan data, kejayaan lada Lampung dan praktek perburuhan yang terjadi di dalamnya dari abad XVI-XX merupakan dua hal yang saling mendukung. Lada di Lampung dikenal dengan sebutan Lampung Black Papper karena kualitas dan ketenarannya, di masa Kesultanan Banten budidaya lada berkembang pesat dengan banyaknya perintah penanaman lada oleh Sultan melalui piagam yang dikirimkan ke pemimpin adat (Punyimbang).  Pada awalnya praktek perburuhan di Lampung dilakukan secara sukarela, pada masa awal budidaya lada, dan berubah sejak Lampung berada di bawah Kesultanan Banten dengan perintah penanaman lada yang semakin besar, setelah kedatangan kolonialisme Belanda. Perburuhan masa itu terbagi menjadi tiga kelas yakni, 1) Buruh Lepas, 2) Buruh Bebas, 3) Buruh Kontrak.
Perubahan Prilaku Masyarakat Desa Air Hitam Laut terhadap Tradisi Mandi Safar Muhammad Junaidi Habe; Agus Salim
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 5, No 1 (2020): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v5i1.2558

Abstract

Norma dan nilai yang terkandung dalam tradisi Mandi Sapar diyakini dapat membangkitkan rasa aman dan mengubah sikap dan tingkah laku individu. Upacara ini dianut secara tradisional dari generasi ke generasi. Karena itu, tulisan ini dikaji untuk mengetahui upacara Mandi Sapar dan perilaku masyarakat Desa Air Hitam Laut dengan pendekatan kualitatif. Temuan penelitian ini tentang: (1) Tradisi Mandi Safar di Air Hitam Laut sudah diamalkan sejak tahun 1965 atas prakarsa K.H. Arsyad dengan merujuk pada kitab Ta’liqah dan Abwab al-Faraj; dan, (2) Tradisi tersebut, telah membawa efek (berkah) terhadap perubahan perilaku dan social ekonomi masyarakat pantai Babussalam hingga tertanam rasa gotong-royong yang inklusif dan toleran.
The History and Development of Madrasa in Indonesia Fajar Syarif
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 5, No 1 (2020): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v5i1.2856

Abstract

This study is aimed to find out how the journey of madrasah’s history from classical to modern times, from middle east to Indonesia, as well as the challenges for the sake of existence. To achieve these objectives, the author uses library research, using written materials that have been published as books and international journals. This study uses a historical approach and science education. The results of this study indicate that growth and development of madrasah’s history in Indonesia there are two momentum determines the existence of Madrasah. First, SKB 3 minister in 1975 that became the entrance of madrasah recognition as an islamic educational institution equivalent to public shcools. Second, National Education System Law no. 2/1989 makes madrasah not only as an educational institution equivalent to public schools, more than that, madrasah is an islamic educational institution or public institution that has islamic characteristic. And well known as a PLUS public school. but on the other hand is also a challange that needs to be evidence, whether madrasah able to assume the dual status.
Elemen Dekorasi Arsitektur Masjid sebagai Komponen Daya Tarik pada Wisata Religi Imam Ghozali; Syaifuddin Zuhri
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 5, No 1 (2020): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v5i1.3114

Abstract

Saat ini, bangunan masjid dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk melakukan wisata religi. Banyak unsur dalam arsitektur Islam yang mempengaruhi bentuk arsitektur masjid yang banyak unsur-unsur dekorasi sehingga masjid menjadi daya tarik tersendiri. Pola-pola dekoratif banyak muncul pada beberapa komponen bangunan masjid, seperti mihrab, dinding kiblat, kolom dan lain-lain. Dan seberapa jauh pengaruh tersebut muncul dalam arsitektur masjid. Oleh karena itu makalah ini akan menyajikan tinjauan literatur dan lapangan tentang ornamentasi yang muncul dalam beberapa masjid. Makalah ini akan membahas beberapa tampilan ornamentasi dan pola dekoratif pada bangunan masjid.
Perkembangan Pendidikan Masa Dinasti Umayyah (41-132 H / 661-750 M) Muchlis Muchlis
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 5, No 1 (2020): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v5i1.2863

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi aspek pendidikan yang telah membangun peradaban di Era Umayyah. Khalifah Umayyah Ibn Abi Sufyan mengubah sistem politik yang awalnya demokratis diubah menjadi Monarchiheridetis (kerajaan turun temurun). Dalam mengendalikan pemerintahannya, Muawiyah memusatkan hampir semua perhatiannya pada masalah politik dan keamananan. Perkembangan gerakan politik dan militer yang terjadi saat ini, baik dalam upaya memperluas wilayah Islam maupun dalam menghadapi pemberontakan, menjadi pemicu pertumbuhan dan perkembangan di ranah pemikiran. Meskipun demikian, di era Dinasti Umayyah juga menghasilkan bangunan peradaban yang layak  untuk dijadikan sebagai bahan studi. Di antara prestasi peradaban yaitu dari aspek pendidikan yang tumbuh dan berkembang dengan baik.
Empati dalam Tradisi Membakar “Tunam” dan “Melemang” saat Malam Nujuh Likur pada Masyarakat Kabupaten Kaur Lailatul Badriyah
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 5, No 1 (2020): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v5i1.2943

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memahami konsep empati berbasis budaya dengan mengkaji salah satu kearifan lokal (local wisdom) di Kabupaten Kaur. Kearifan lokal yang diangkat adalah tradisi membakar tunam dan Melemang pada malam nujuh likur (27 Ramadhan) pada masyarakat Kabupaten Kaur. Empati diartikan sebagai kemampuan mental individu dalam merespok secara empatik atas kejadian dari kondisi atau situasi orang lain dengan cara merasakan dan berpikir yang sama dengan orang tersebut. Tunam adalah susunan batok kelapa yang disusun secara vertikal, sedangkan Melemangproses membuat makanan khas yang terbuat dari beras ketan dengan campuran santan dan garam lalu dibakar dan nantinya akan dimakan bersama-sama dengan jiran tetangga dan sanak keluarga. Penelitian ini berjenis penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi dan kajian hermeneutika. Etnografi digunakan untuk memahami lebih mendalam pada konteks budaya sedangkan hermeneutika digunakan untuk mengkaji lebih dalam makna tunam dan melemang yang bukan hanya sekedar untuk penerangan semata. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik purposive sampling dalam menetapkan sampel.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi membakar tunam dan melemang memicu munculnya ingatan-ingatan masa lalu serta perasaan-peraasan yang melibatkan emosi yang mendalam (pada usia 40 ke atas). Adapun perasaan yang muncul antara lain perasaan senang, semangat, sedih dan kebanggan diri/harga diri (self esteem). Adapun pada sampel siswa yang berusia 15 tahun (remaja), secara istilah mereka tidak mengetahui apa sebenarnya tunam akan tetapi ketika peneliti mendeskripsikan bentuknya (simbolik), ekspresi yang muncul adalah seperti mendapatkan pengetahuan baru yang belum pernah diketahui sebelumnya.
Madrasah di Bengkulu: Sejarah dan Perkembangannya Sejak Pergerakan Nasional hingga Reformasi Een Syaputra
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 5, No 1 (2020): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v5i1.3014

Abstract

Sejak awal kedatangan Islam di Nusantara, pendidikan telah memainkan peran penting dan strategis, terutama dalam proses pengislaman atau islamisasi berbagai masyarakat di Nusantara. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejarah dan perkembangan madrasah di Bengkulu sejak masa pergerakan kebangsaan hingga reformasi. Penelitian dilakukan dengan metode sejarah, yang terdiri dari empat tahap: heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa: Pertama, madrasah merupakan lembaga pendidikan Islam yang telah berdiri di Bengkulu pada masa pergerakan nasional, yakni didirikan oleh organisasi keagaamaan seperti Muhammadiyah, PERTI dan Jamiatul Khair; Kedua, pada awal kemerdekaan, perkembangan madrasah di Bengkulu mengalami banyak hambatan, terutama mengalami peran kemerdekaan. Keadaan mulai membaik setelah revolusi fisik selesai, dimana beberapa madrasah mulai beraktivitas kembali dan juga muncul beberapa madrasah baru; ketiga, pada masa Orde Baru, di Bengkulu mulai muncul beberapa madrasah negeri dan beberapa madrasah swasta yang merupakan milik pesantren. Meskipun secara jumlah bertambah, namun secara kualitas, madrasah mada masa Orde Baru mengalami kemunduran, terutama karena kalah bersaing dengan sekolah umum; keempat, pada era Reformasi, madrasah di Kota Bengkulu mengakami perkembangan yang cukup pesat. Secara jumlah, banyak bertambah dengan munculnya madrasah swasta. Secara kualitas, beberapa madarasah negeri dan madrasah swasta juga mampu bersaing dengan sekolah umum.
Implementation of Sunan Kalijaga Dolanan Song Against Children Character Education Nurul Atsna Qonita; Citra Sonia; Nurul Embun Isnawati; Urfun Nadhiroh; Sania Rahmatika; Ahmad Fauzan Hidayatullah
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 5, No 1 (2020): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v5i1.2778

Abstract

This study aims to examine the relationship between the meaning of the song dolirlirilir and sluku-slukubathok with the planting of children’s characters. The dolanan song is a creation of SunanKalijaga as one of his da’wah methods. The method used in this study is a qualitative method with a hermeneutic approach to literature, namely the Hermeneutic Schleiermacher theory. The data analysis technique is in the form of literature study from various sources. Results and discussion Sunan Kalijaga was one of the walisongo who was influential in the process of islamizationin Java. Javanese people who originally still adhered to the beliefs of their ancestors namely Hindu-Buddhist beliefs were not merely willing to convert to Islam, but with the method carried out by Sunan Kalijaga namely cultural and educational approaches can attract the attention of the Javanese people little by little. One method of propaganda sunankalijaga is the creation of dolanan songs which contain moral values that can be used in the cultivation of character in children. Human character is not necessarily obtained from birth but can be shaped by theenvironment.

Page 1 of 1 | Total Record : 8