cover
Contact Name
Parlindungan Pandapotan Marpaung
Contact Email
parlindungan.reni@gmail.com
Phone
+6282166899866
Journal Mail Official
simbolonsilvi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Surya Kencana No.1 Pamulang Barat-Pamulang Tangerang Banten
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Piston: Journal of Technical Engineering
Published by Universitas Pamulang
ISSN : 25413511     EISSN : 26862247     DOI : http://dx.doi.org/10.32493/pjte.v5i2.19158
Core Subject : Engineering,
Ansor Salim Siregar, Mulyadi Mulyadi, Syaiful Arief Analisis Kegagalan Laminasi Komposit Epoksi/Serat Karbon Pada Sayap Pesawat Tanpa Awak DOI: 10.32493/pjte.v5i2.18596 Parlindungan Pandapotan Marpaung, Herbert H. Rajagukguk Energi Mekanik Penggerak Poros Magnet Rotor Alternator untuk Pembangkit Listrik AC DOI: 10.32493/pjte.v5i2.19158
Articles 219 Documents
Analisis Performa Modul Surya Cell Terhadap Penggunaan Reflektor Alumunium Foil Joko Setiyono; Riyan Pramadi; Sulanjari Sulanjari; Fifit Astuti
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v5i1.14873

Abstract

Modul sel surya merupakan perangkat yang dapat mengubah sinar matahari menjadi energi listrik. Sinar matahari merupakan sumber energi terbarukan yang dapat digunakan sebagai pembangkit listrik baru. Namun dalam pengerjaannya sesuai dengan permintaan penambahan modul solar cell tertentu agar daya keluaran yang dihasilkan dapat optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan reflektor terhadap intensiatas, daya masukan dan daya keluaran modul sel surya yang dihasilkan, serta mengetahui efisiensi dari variasi kemiringan sudut reflektor. Modul solar cell yang digunakan adalah 1 unit dengan kapasitas 50 Wp. Pengujian dilakukan pada pukul 10.00-14.00, dengan menggnakan 2 dan 4 reflektor. Penelitian ini menggunakan reflektor dengan kemiringan 45º, 55, dan 65º dengan tinggi reflektor 250mm pada setiap sisinya. Daya keluaran modul sel surya menggunakan reflektor tertinggi adalah 65.737 Watt dengan sudut kemiringan 65°.
Studi Perlakuan Panas Terhadap Sifat Kekerasan Pada Baja ST 60 Albert Daniel Saragih; Silviana Simbolon; Sutiana Sutiana
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v7i1.28872

Abstract

Pada penelitian ini telah berhasil dilakukan pengaruh perlakuan panas terhadap nilai kekerasan material. Adapun perlakuan panas yang dilakukan adalah proses annealing, normalizing, quenching dan tempering. Pengaruh holding time terhadap sifat kekerasannya juga akan dibahas pada penelitian ini dengan menggunakan sampel baja ST 60. Spesimen dipersiapkan dengan dipanaskan pada furnace pada temperatur austenesasi 850 oC dengan holding time selama 15 menit dan 30 menit. Nilai kekerasan pada sampel tanpa perlakuan baja st 60 memiliki rata-rata nilai sebesar 41 HRC. Pada suhu penahanan selama 15 menit  diperoleh nilai kekerasan rata-rata sebesar 27 dan 34 HRC untuk annealing dan normalizing serta 48, 65 dan 69 HRC untuk masing-masing quenching oli, air garam dan air.Selanjutnya pada proses tempering diperoleh data sebesar 66 HRC setelah proses quenching dilakukan. Sedangkan pada Pada suhu penahanan selama 30 menit  diperoleh nilai kekerasan rata-rata sebesar 13 dan 27 HRC untuk annealing dan normalizing serta 53 dan 72 HRC untuk masing-masing quenching oli dan air. Prinsip pendinginan lambat dan pendinginan cepat serta pemanasan kembali oleh proses tempering mencirikan data yang telah diperoleh pada penelitian ini. Namun pada pengaruh waktu penahanan/holding time terdapat perbedaan nilai kekerasan pada proses pendingan lambat dan pendinginan cepat. Permasalahan ini dapat dipecahkan dengan melakukan penelitian lanjutan yaitu menganalisa struktur mikro dari masing-masing proses perlakuan panas serta pengujian mekanik lainnya seperti uji impak atau ketangguhan.
Efek Penambahan Fe3Mn7 Terhadap Sifat Fisis dan Mekanik α-Fe2O3 Eko Arief Setiadi; Wini Rahmawati; Pulung Karo Karo; Muhammad Yunus; Perdamean Sebayang
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v1i1.547

Abstract

Preparasi dan karakterisasi pellet α-Fe2O3 dengan penambahan 0, 2, 5 dan 10 %wt. Fe3Mn7 berbasis pada material alam telah berhasil dilakukan. Proses pencampuran serbuk α-Fe2O3 dan Fe3Mn7 dilakukan dengan menggunakan HEM. Kemudian campuran serbuk dikasinasi pada suhu 1000 ºC, dikompaksi pada 69 Pa hingga menjadi pellet dan disinter pada suhu 1000 ºC. Karakterisasi XRD menunjukkan adanya fasa dominan α-Fe2O3 dan fasa baru MnO2 dan Fe3O4. Densitas dan kekerasan sampel meningkat secara linier seiring dengan kenaikan komposisi Fe3Mn7 yang ditambahkan. Sampel optimum diperoleh pada sampel α-Fe2O3/10 %wt. Fe3Mn7 dengan nilai bulk density dan kekerasan masing-masing 4,98 g/cm3 and 994,94 HV. Sampel ini termasuk dalam klasifikasi hard magnet dengan nilai magnetisasi saturasi, remanen dan koersivitas masing-masing sebesar 24,0 emu/g, 10,3 emu/g dan 571,8 Oe.
Optimalisasi Desain Struktur Bogie Las Light Rail Transit (LRT) Menggunakan Perhitungan Finite Elemen Method (FEM) Mustasyar Perkasa; Wahyu Sulistiyo
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v2i2.3610

Abstract

Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan faktor keamanan bogie las lokomotif yang telah ada. Sasaran kegiatan penelitian ini yaitu didapatkannya desain optimal dari bogie las tersebut dengan cara rekayasa geometri dan struktur sehingga didapatkan efek penguatan. Dari hasil pengujian struktur bogie las frame lokomotif DH, struktur bogie frame masih perlu dilakukan penguatan karena pada saat pengujian statis tegangan maksimum yang terjadi hampir mendekati tegangan luluh materialnya. Untuk itu perlu dilakukan redesain untuk bogie frame dengan rekayasa geometri dalam bentuk penguatan pada struktur framenya. Penambahan penguatan ini akan di simulasikan dengan menggunakan sofware finite elemen method (FEM). Tujuannya dilakukan analisa kekuatan struktur bogie las frame lokomotif DH adalah untuk memastikan disain bogie las frame baru memenuhi standar keamanan sebelum melalui proses pengujian, atau sering disebut sebagai tahap verifikasi disain yang selanjutnya disain bogie frame ini dijadikan sebagai salah satu alternatif disain.
Analisis Pengaruh Temperatur Mold terhadap Perpindahan Kalor pada Polimer dalam Proses Injection Molding Menggunakan Software Autodesk Moldflow Adviser Suhaeri Suhaeri; Sugiyarto Sugiyarto; Rachmasari Pramita Wardhani; Djuhana Djuhana
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v4i2.9630

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh temperatur mold terhadap perpindahan kalor dalam polimer dan pengaruhnya terhadap cacat produk yang terjadi pada kover dudukan pelat sepeda motor. Produk ini terbuat dari plastik dan diproduksi dengan metode injection molding. Penelitian ini dilakukan menggunakan software Autodesk Moldflow Adviser. Dari hasil penelitian tersebut diketahui bahwa terjadi perpindahan kalor sebesar 80.213,68 Joule pada temperature mold 30°C, 60.689,01 Joule pada temperature mold 40°C dan 54.425,55 Joule pada temperature mold 50°C. Potensi cacat produk sink mark sebesar 0,1084 mm pada temperature mold 30°C, 0,1124 mm pada temperature mold 40°C, dan 0,1169 mm pada temperature mold 50°C. Potensi cacat warpage sebesar 1,418 mm pada suhu 30°C, 1,521 mm pada suhu 40°C, dan 1,6382 mm pada suhu 50°C. Pada temperature mold 50°C didapatkan parameter setting yang lebih efektif dan efisien.
Efek Aditif SiO2 Terhadap Suhu Sintering Keramik Alumina dan Karakteristiknya Djuhana Djuhana; Mulyadi Mulyadi; Sunardi Sunardi
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v2i1.3224

Abstract

Sintering keramik alumina dilakukan dengan aditif SiO2 dari pasir silika. Komposisi silika divariasikan yaitu 0 %, 5 % dan 10 % berat. Kedua bahan baku ditimbang,  di campur menggunakan media aquades dan digiling menggunakan rotary ball mill selama 10 jam. Selanjutnya capuran tersebut di keringkan untuk menguapkan aquades menggunakan pengering pada suhu 100oC selama 12 jam. Kemudian campuran serbuk tersebut diukur distribusi ukuran partikel menggunakan Laser Particle Size. Selanjutnya serbuk tersebut dicampur dengan perekat PVB sebanyak 2% berat dan dilanjutkan dicetak dengan gaya 10 tonf untuk membentuk pellet. Kemudian pelet tersebut disintering menggunakan Thermolyn Furnace pada suhu 1200, 1300, 1400 dan 1500oC dengan waktu penahanan 2 jam dan heating rate 10oC/menit. Hasil pengukuran particle size menunjukkan bahwa serbuk setelah di milling memiliki ukuran diameter rata-rata adalah 18,48 µm. Hasil dari karakterisasi diperoleh kondisi yang optimum yaitu sampel dengan penambahan 10 % SiO2 dan suhu sintering 1500oC memiliki bulk densitas tertinggi 3,36 g/cm3 dan porositas 1,06 %,  hardness vickers tertinggi = 780 Hv. Penambahan SiO2 sampai 10 % berat tidak menimbulkan rekasi dengan Al2O3, terlihat tida ada pembentukan fasa baru dari hasil XRD, dan fasa yang terbentuk adalah fasa corundum (α-Al2O3).
Analisis Pengaruh Komposisi Arang Kayu pada Pembuatan Beton terhadap Densitas, Daya Serap Air, dan Uji Tekan Muhamad Akbar; Fifit Astuti; Djuhana Djuhana
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v3i1.7489

Abstract

Penggunaan beton sebagai bahan konstruksi bangunan di Indonesia semakin meningkat, khususnya pada industri beton siap pakai. Permasalah yang sering ditemui adalah produk beton yang rapuh, beton yang terlalu berat, dan beton yang kurang mampu menyerap air. Tujuan beton penelitian ini untuk menganalisis beton yang dicampurkan dengan kemposisi bubuk arang kayu yang digabungkan dengan cor beton untuk mengetahui efek positif dan negatif dari penambahan bubuk arang kayu tersebut terhadap kuat tekan beton. Metode dan langkah-langkah yang dilakukan seperti metode saat analisis pada beton yang meliputi densitas, daya serap air dan uji kuat tekan. Hasil mengujian diketahui bahwa kuat tekan beton normal < 100 kg/cm2 . Beton normal ditambah arang kayu dengan masa pengeringan 10 hari ditambah serbuk arang kayu memiliki kuat tekan 15 kg/cm2 , beton normal ditambah arang kayu dengan masa pengeringan 20 hari ditambah serbuk arang kayu memiliki kuat tekan 20 kg/cm2 , beton normal ditambah arang kayu dengan masa pengeringan 30 hari ditambah serbuk arang kayu memiliki kuat tekan 20 kg/cm2 , beton normal ditambah arang kayu dengan masa pengeringan 40 hari ditambah serbuk arang kayu memiliki kuat tekan 30 kg/cm2 , beton normal ditambah arang kayu dengan masa pengeringan 50 hari ditambah serbuk arang kayu memiliki kuat tekan 40 kg/cm2 , beton normal ditambah arang kayu dengan masa pengeringan 60 hari ditambah serbuk arang kayu memiliki kuat tekan 45 kg/cm2 . Sedangkan untuk penyerapan air terjadi kenaikan 4.63% pada hari ke 10. Disimpulkan bahwa penggunaan arang kayu tidak menambah kuat tekan beton karena kuat beton kemposisi arang kayu justru mengalami penurunan. Namun densitas dan daya serap airnya justru mengalami peningkatan.
Karakteristik Penyebaran Panas Menggunakan Metode Termografi Pada Pompa Sentrifugal Tigkat Tunggal Prasetyo Prasetyo; Gia Arya Putra; Parno Riharjo
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v6i1.19546

Abstract

Abstrak: Pompa sentrifugal di industri merupakan mesin yang memiliki tingkat kritis tinggi, maka perlu dilakukan penerapan pemeliharaan prediktif disamping pemeliharaan berkala agar kerusakan dapat diketahui sedini mungkin dan kerusakan lebih jauh dapat dicegah. Salah satu teknik pemeliharaan prediktif yang dapat diterapkan adalah inspeksi penyebaran panas atau termografi. Namun, Penerapan termografi untuk keperluan monitoring kondisi mesin khususnya untuk pompa sentrifugal tingkat tunggal masih kurang, sehingga diperlukan kajian lebih lanjut. Pengujian termografi ini dilakukan pada pompa sentrifugal dengan beban tetap yaitu katup tekan terbuka penuh dan lama operasi pada instalasi sirkulasi tertutup.  Percobaan dilakukan selama 120 menit dengan pemindaian pertama dilakukan pada waktu operasi 30 menit, selanjutnya pemindaian dilakukan pada operasi 45 menit, 60 menit, 75 menit, 90 menit, 105 menit, dan terakhir 120 menit. Titik titik pemindaiannya yaitu  Motor Body (MB), Bearing Motor Drive End (BMDE), Coupling (CPL), Bearing Pump (BPUM), Shaft of Pump (SPUM) dan  Pump Body (PB).Hasil dari pengujian termografi menunjukkan bahwa kenaikan temperatur secara umum naik secara signifikan. Kenaikan temperatur tertinggi  paling cepat terjadi pada bagian Pump Body (PB). Panas tertinggi mencapai 52,4°C, dengan perubahan panas dari 36,8°C sampai 52,4°C dalam interval waktu 30-120 menit. Kata kunci: Pemeliharaan prediktif, termografi, penyebaran panas, pemindaian
Rancang Bangun dan Unjuk Kerja Generator Mini Magnet Permanen NdFeB Fluks Radial sebagai Lampu Indikator Emergency Achmad Maulana Soehada Sebayang
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v1i2.3190

Abstract

Rancang bangun generator mini tipe fluks radial telah berhasil dibuat dimana rotor didesain dengan menggunakan bahan magnet permanen NdFeB berbentuk rectangular sebanyak 8 buah (kerapatan fluks magnet 1,28 T). Stator dibuat dengan menggunakan 7 buah kumparan dari kawat tembaga dengan diameter sebesar 0,3 mm dan jumlah lilitan sebanyak 218. Unjuk kerja generator minifluks radial diukur sebagai fungsi kecepatan putar rotor (540 sampai 660 rpm) terhadap output tegangan, arus listrik, daya listrik dan intensitas cahaya yang dihasilkan. Hasil unjuk kerja generator listrik tanpa beban menunjukkan output tegangan maksimum adalah sebesar 219 volt pada kecepatan putar rotor 660 rpm. Pada saat kecepatan putar yang sama dan diberi beban lampu pijar 10 W diperoleh output tegangan, arus listrik, daya listrik dan intensitas cahaya masing-masing sebesar 185 V, 0,36 A, 66,6 W dan 280 Cd. Dengan demikian generator minifluks radial ini dapat diaplikasikan sebagai lampu indikator emergensi (tanda bahaya), khususnya di jalan tol (daerah licin).
Efek Penambahan SiO2 dan B2O3 terhadap Suhu Sintering, Sifat Fisis, Struktur Kristal dan Mikrostruktur pada Keramik SiC Nadha Ananda Putri; Sudiati Sudiati; Mulyadi Mulyadi
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v4i1.7354

Abstract

Pada penelitian ini telah dibuat keramik SiC dengan penambahan SiO2 dan B2O3 yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan persentase aditif SiO2 dan B2O3 dan Suhu Sintering terhadap perubahan sifat Fisis, Struktur Kristal dan Mikrostruktur. Komposisi SiO2 dan B2O3 divariasikan yaitu 5%, 10%, dan 20% berat. Masing-masing bahan baku dan bahan aditif ditimbang, dicampur menggunakan media air dan digiling menggunakan High Energy Milling selama 32 menit. Selanjutnya campuran tersebut dikeringkan didalam oven dengan suhu 80°C. Kemudian serbuk tersebut dicampurkan dengan perekat PVA sebanyak 5% berat dan dilanjutkan dengan cetak dengan gaya 12 ton untuk membentuk pellet. Kemudian pellet tersebut di sintering pada suhu 800°C dan 900°C. Hasil karakterisasi diperoleh kondisi yang optimum yaitu sampel dengan penambahan 5% SiO2 dan 5% B2O3 dengan suhu 900°C memiliki densitas sebesar 2.91 g/cm 3 dan 2.78 g/cm 3 serta nilai porositas sampel sebesar 27,09 % dan 22.07%. Hasil analisa XRD yang optimum pada sampel 5% SiO2 dan 5% B2O3 dengan suhu 900°C menghasilkan fasa dominan yaitu moissanite (SiC) untuk kedua bahan aditif dan fasa minor yaitu cristobalite (SiO2 ) dan boron (B2O3 ). Pengujian mikrostruktur menunjukkan bentuk yang tidak beraturan dengan ukuran diameter butiran rata-rata 515.58 nm pada 5% SiO2 dan 669.74 nm pada 5% B2O3.