cover
Contact Name
Parlindungan Pandapotan Marpaung
Contact Email
parlindungan.reni@gmail.com
Phone
+6282166899866
Journal Mail Official
simbolonsilvi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Surya Kencana No.1 Pamulang Barat-Pamulang Tangerang Banten
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Piston: Journal of Technical Engineering
Published by Universitas Pamulang
ISSN : 25413511     EISSN : 26862247     DOI : http://dx.doi.org/10.32493/pjte.v5i2.19158
Core Subject : Engineering,
Ansor Salim Siregar, Mulyadi Mulyadi, Syaiful Arief Analisis Kegagalan Laminasi Komposit Epoksi/Serat Karbon Pada Sayap Pesawat Tanpa Awak DOI: 10.32493/pjte.v5i2.18596 Parlindungan Pandapotan Marpaung, Herbert H. Rajagukguk Energi Mekanik Penggerak Poros Magnet Rotor Alternator untuk Pembangkit Listrik AC DOI: 10.32493/pjte.v5i2.19158
Articles 219 Documents
Energi Mekanik Penggerak Poros Magnet Rotor Alternator untuk Pembangkit Listrik AC Parlindungan Pandapotan Marpaung; Herbert H. Rajagukguk
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v5i2.19158

Abstract

Putaran input poros rotor magnet permanen pada alternator sepeda motor yang menimbulkan perubahan fluks medan magnet melintasi bidang lingkaran penghantar kumparan fasa stator menghasilkan parameter out put energi listrik ac. Pada rancang bangun energi mekanis out put motor listrik ac menggerakkan putaran poros puli rotor magnet permanen alternator pada kecepatan rpm Vrpm1(rotor) = 2880,6 rpm dengan lama sudut putar medan magnet t1(θ.magnet) = 3,47 mS melintasi bidang penghantar kumparan fasa stator menghasilkan parameter listrik ac parameter frekuensi f0(ac.fasa) = 140,8 Hz dan tegangan listrik V01(ac.fasa) = 202,6 volt pada out put alternator. Kemudian dilakukan perubahan energi mekanis pada kecepatan rpm Vrpm2(rotor) = 2500,2 rpm untuk lamanya t2(θ.magnet) = 3,99 mS menghasilkan perubahan frekuensi menjadi f02(ac.fasa) sebesar 116,7 Hz dan V02(ac.fasa) sebesar 170,2 volt. Kesimpulannya energi mekanis out put putaran motor listrik ac pada kecepatan rpm tertentu menggerakkan putaran puli rotor magnet permanen untuk melintasi lingkaran bidang inti normal kumparan fasa stator menjadi faktor isyarat yang menentukan sinyal frekuensi f0(ac.fasa) dan tegangan listrik ac V0(ac.fasa) pada out put alternator.
Plate Mold dengan Software Simulasi (Solidworks 3D) Djuhana Djuhana; Ahmad Dwi Yulianto; Mulyadi Mulyadi
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v3i2.7222

Abstract

Pembuatan mold merupakan proses awal untuk memproduksi suatu produk. Tujuan perancangan ini adalah membuat cetakan mold yang menghasilkan produk berkualitas. menggunakan produk sampel yang telah dimodifikasi yaitu glove box, kemudian merancang sistem three-plate mold pada produk glove box. Saat ini banyak produk-produk yang ada disekitar kita terbuat dari plastik. Plastik yang memiliki sifat mudah dibentuk, ringan dan murah, menjadi material yang banyak digunakan di dunia industri. Oleh sebab itu plastik merupakan Salah satu material yang penggunaannya terbanyak di dunia, hampir semua produk yang kita temukan menggunakan plastik. Ada beberapa proses pengolahan material plastik salah satunya menggunakan metode injection molding, yaitu sebuah metode dimana material plastik yang telah meleleh akibat panas dan gesekan di dalam barel yang kemudian di injeksikan ke dalam mold atau cetakan. . Berbagai bentuk produk yang dibuat ditentukan di dalam mold. Pembuatan mold merupakan proses awal untuk memproduksi suatu produk. Kualitas suatu produk ditentukan di langkah pembuatan mold. Oleh karena itu perancangan mold harus dilakukan dengan baik. Untuk hasil pembahasan perhitungan tekanan mold dan material nya yaitu Alloy Steel, dengan tekanan gaya 120N pada bidang seluas 1.5 m2, jadi tekanan yang dialami yaitu 80N/m2 atau 80 Pa dan sedangkan tekanan gaya 360N yaitu 240N/m2 atau 240 Pa. dan perhitungan Runner dan Gate (Temperatur) menguji 2 titik injection yaitu dengan hasil yang berbeda, untuk perhitungan cooling (pendingin) yang di dapatkan yaitu sebesar 74.5900 sekon ditunjukan dengan warna merah dan 0.0000 sekon ditunjukan dengan warna biru, untuk perbandingan nya hasil nya pun berbeda yaitu 119.3613 sekon ditunjukan dengan warna merah dan 6.8613 sekon bagian terendah ditunjukan dengan warna biru. Kata kunci: Mold, Alloy Steel, Injection, Produk dan cetakan produk.
Simulasi Numerik Sistem Water Oil Separator Menggunakan Software Dinamika Fluida Ihat Solihat; Afif Suma Prasetyo; Perdamean Sebayang; Anggito Pringgo Tetuko; Achmad Maulana Soehada Sebayang; Mohamad Nasrun
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v5i1.14718

Abstract

Computational fluid dyanamic (CFD) digunakan sebagai simulasi untuk memodelkan pemisahan multiphase dalam desain pemisahan diseparator. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi kecepatan air dan minyak pada sistem water- oil separator, untuk mengetahui distribusi (kontur) kecepatan air dan minyak pada inlet sistem water-oil separator, untuk mengetahui distribusi (kontur) tekanan pada outlet dengan tekanan pada sistem water-oil separator. Dalam penelitian ini memiliki batasan pada fluida yang digunakan jenis dua fasa minyak dan air, mengunakan model aliran multiphase, pressure outlet yang digunakan 0,1 bar, tipe meshing yang digunakan tipe tetrahedral dengan ukuran 5 mm. Metode yang digunakan dalam analisa tersebut adalah perhitungan analitik dengan simulasi Computational Fluid Dyanamic (CFD). Terdapat variasi kecepatan inlet yaitu 0,264 m/s, 0,4 m/s, 0,528 m/s, 0,664 m/s, 0,8 m/s. dengan tekanan outlet 0,1 bar dengan kecepatan inle sebesar 0,264 m/s, 0,4 m/s, 0,528 m/s, 0,664 m/s, 0,8 m/s. Dari pengujian dengan simulasi simscale dapat disimpulkan bahwa kecepatan terrendah terdapat pada variasi 0,264 m/s dengan kecepatan maksium dapat mencapai 0.023 m/s dan kecepatan tertinggi terdapat pada variasi 0,8 m/s dengan kecepatan maksimum 0.071 m/s. Pada tekanan pada outlet tekanan yang paling rendah sebesar 147393 Pa, pada variasi kencepatan inlet 0,264 m/s, dan tertingi tekanan outlet pada variasi 0,8 m/s sebesar 446590 Pa. Pengaruh kecepatan minyak dan air juga mempengaruhi pola aliran fluida menjadi turbulen dan mengakibatkan pemisahan menjadi cepat.
Karakteristik Penyebaran Temperatur Pada Blower Lobe Kembar Type NRB-4 Karena Pembebanan Menggunakan Metode Termografi Geri Ryan Ramdhani; Prasetyo Prasetyo; Parno Raharjo
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v7i1.31940

Abstract

Kompresor blower lobe kembar merupakan salah satu jenis kompresor positive displacement. Gangguan atau kerusakan pada kompresor blower lobe kembar dapat diuji dengan menggunakan termografi. Objek yang digunakan adalah blower lobe kembar dengan spesifikasi daya 3,75 kWatt, putaran 1640 rpm, tekanan 0,1 bar, supply tegangan 3 fasa, dan debit 8 m3 /min. Pengambilan data menggunakan thermocam Flir i5. Pengujian dilakukan putaran tetap sebesar 30 Hz (1800 rpm) dengan variasi pembebanan pada katup buang (fully open, 20º, 40º). Waktu pemindaian pada operasi 30, 45, 60, 75, 90, 105, dan 120 menit. Titik pengukuran pada motor body, pulley driver, rotor, bearing non drive end, compressor body, bearing drive end, pulley driven. Analisanya menggunakan metode trending dan descriptive. Hasil yang didapat pada pengujian karakeristik penyebaran temperatur pada blower lobe kembar menunjukkan temperatur tertinggi terjadi pada pulley driver dengan rentang kenaikan 3 - 15 ºC, pulley driven dengan rentang kenaikan 2 – 13 ºC, bearing compressor non drive end 2 dengan rentang kenaikan 3 – 14 ºC, rotor 2 dengan rentang kenaikan 4 - 12 ºC, rotor 1 dengan rentang kenaikan 4 - 12 ºC, bearing compressor non drive end 1 dengan rentang kenaikan 3 - 11 ºC, bearing compressor drive end 2 dengan rentang kenaikan 3 - 6 ºC, motor body dengan rentang kenaikan 2 - 8 ºC, bearing compressor drive end 1 dengan rentang kenaikan 2 - 8 ºC, compressor body dengan rentang kenaikan 2 - 6 ºC. Kenaikan temperatur dipengaruhi oleh waktu operasi, putaran motor, dan pembebanan pada katup buang. Semakin lama waktu operasi, semakin besar putaran motor dan pembebanan pada katup buang, maka semakin besar pula kenaikan temperatur yang terjadi.
Efek Air Gap pada Rancang Bangun dan Uji Performa Generator Listrik Fluks Aksial Berbasis Magnet Permanen NdFeB ‪Achmad Maulana Soehada Sebayang; Candra Kurniawan; Perdamean Sebayang
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v1i1.543

Abstract

Dalam penelitian ini telah dianalisis efek air gap terhadap performa generator listrik tipe fluks aksial berbasis magnet permanen NdFeB. Analisis performa dilakukan dengan mengukur output tegangan generator listrik fluks aksial terhadap ukuran air gap dan kecepatan putar rotor. Air gap antara stator dan rotor divariasikan dari 7 sampai 20 mm. Dari hasil eksperimen, peningkatan remanansi magnet berbanding lurus terhadap peningkatan output tegangan. Sebaliknya, peningkatan ukuran air gap menurunkan tegangan output secara linier. Hal ini disebabkan oleh adanya penurunan magnetik flux density secara exponensial. Pada ukuran air gap 7 mm dan kecepatan rotor 1500 rpm, dihasilkan output tegangan maksimal untuk Br = 0,2 dan 1,3 Tesla berturut-turut sebesar 10,4 dan 67,7 volt.
Kata Pengantar dan Daftar Isi Vol. 2 No. 1 Silviana Simbolon
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v2i1.3234

Abstract

Kata Pengantar dan Daftar Isi Vol. 3 No. 1 Journal Manager
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v3i1.9439

Abstract

Photoacoustic Signal of Nanobubbles Induced in PEGylated Gold-Nanorod Colloid Istas Pratomo Manalu
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v2i1.3220

Abstract

We have developed a photoacoustic (PA) measurement system using a broadband ultrasonic transducer to detect the PA signals induced in a gold nanorod (GNRs) colloid irradiated by the nanosecond-pulsed laser beam. This study will investigate the PA signals of PEG-GNRs at longitudinal surface plasmon resonance. Several factors including aspect ratio of GNR, pulse energy, concentration, and wavelength are varied to investigate these effects on the PA signal. We show that at the certain condition the generated PA signal of PEG-GNRs stronger than uncoated GNRs. Moreover, the PA signals of PEG- GNRs are more stable than uncoated GNRs in the same condition.
Analisis Perhitungan Variasi Ketinggian Tangki pada Pompa Gravitasi Pembangkit Tenaga Listrik Agung Apriyanto; Joko Setiyono; Sulanjari Sulanjari
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v3i1.7485

Abstract

Seiring meningkatnya pemakaian listrik dalam kehidupan dibutuhkan berbagai alat alternatif pembangkit tenaga listrik untuk menghemat sumber daya alam tak terbaharui. Pada penelitian ini dilakukan analisis alat Prototype pompa gravitasi pembangkit tenaga listrik, dan alat yang digunakan sederhana, pembangkit tenaga listrik ini dapat di gunakan di area atau daerah yang belum terjaman oleh listrik, di sini kita mengunakan water turbin dengan kapasitas 12 volt, dari beberapa ujicoba hasil yang maksimal dari beberapa variasi ketinggian adalah 1,6 m karena sistem sirkulasi air berjalan dengan lancar antara air keluar dan air masuk ,dan debit yang di hasilkan 0,0023 m3/s dan tegangan yang di hasilkan 8,97 volt, sedangkan daya yang di hasilkan 61,52 watt.
Kajian Eksperimental Kondisi Pahat Aus 0,6 mm dengan Menggunakan Sensor Audio pada Proses Bubut untuk Material Benda Kerja S45C Prasetyo Prasetyo; Heri Widiantoro
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v5i2.19543

Abstract

Kerugian akibat keausan pahat dapat berdampak pada kualitas produk dan membengkaknya biaya produksi. Karakteristik kondisi pahat dapat mendeteksi kondisi nyata pahat terhadap keausannya, karena pahat merupakan faktor penting dalam proses pemotongan logam. Kondisi pahat yang menjadi fokus kajian adalah bagian flank. Hal ini dipilih sebagai dasar untuk kriteria kegagalan pahat serta kemudahan dalam pengukuran tingkat keausannya. Penelitian ini menggunakan mikrofon sebagai sensor audio untuk mendeteksi tingkat keausan pahat. Penggunaan sensor audio guna mendapatkan frekuensi keausan pahat pada proses pembubutan untuk material benda kerja S45C. Pengukuran tingkat keausan pahat yaitu flank wear dengan VBmax 0,6 mm. Pengambilan data awal menggunakan pahat dengan flank wear 0 mm (pahat baru) serta pahat aus sebesar 0,6 mm. Data penelitian terbagi menjadi 3 level (level 1, level 2, level3) dengan masing-masing level terdiri dari kecepatan pemotongan (m/min) 180, 220, dan 260, Deep of cut (mm) sebesar 0.125, 0.375, 0.6, serta feeding saat proses pemotongan (mm/min) sebesar 0.08, 0.12, 0.16 dengan putaran mesin tetap. Sinyal proses dilakukan sebagai tahap akhir pengolahan data. Data hasil proses sinyal dijadikan referensi sebagai informasi awal dalam prediksi kerusakan. Data hasil penelitian menunjukan kondisi optimal proses pemotongan adalah sesaat sebelum frekuensi 9,801 mV pada level 3 parameter pemotongan. Pada kondisi tersebut keausan pahat mencapai 0,6 mm dan segera harus diganti. Sementara kondisi pahat yang baik (aus 0 mm) didapatkan data frekuensi sebesar 1,537 mV. Peningkatan frekuensi lebih dari 6 kali ini diakibatkan oleh kenaikan parameter pemotongan, luasan kontak antara pahat insert dan benda kerja (keausan) serta akibat dari metode pencekaman pahat insert.