cover
Contact Name
Parlindungan Pandapotan Marpaung
Contact Email
parlindungan.reni@gmail.com
Phone
+6282166899866
Journal Mail Official
simbolonsilvi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Surya Kencana No.1 Pamulang Barat-Pamulang Tangerang Banten
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Piston: Journal of Technical Engineering
Published by Universitas Pamulang
ISSN : 25413511     EISSN : 26862247     DOI : http://dx.doi.org/10.32493/pjte.v5i2.19158
Core Subject : Engineering,
Ansor Salim Siregar, Mulyadi Mulyadi, Syaiful Arief Analisis Kegagalan Laminasi Komposit Epoksi/Serat Karbon Pada Sayap Pesawat Tanpa Awak DOI: 10.32493/pjte.v5i2.18596 Parlindungan Pandapotan Marpaung, Herbert H. Rajagukguk Energi Mekanik Penggerak Poros Magnet Rotor Alternator untuk Pembangkit Listrik AC DOI: 10.32493/pjte.v5i2.19158
Articles 219 Documents
Kata Pengantar dan Daftar Isi Vol. 2 No. 2 Silviana Simbolon
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v2i2.7348

Abstract

Measurement of Outside Thread Pitch Distance Results of TONGTAI TCS 1500[M] CNC Lath Using Profile Projector Jaja Miharja; Heru Santoso; Hery Adrial; Muhamad Japar
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v5i1.14798

Abstract

Research has been carried out on the Measurement of the Outer Thread Pitch Distance from the Tongtai Tcs 1500[M] Cnc Lathe Using a Projector Profile. The use of a screw system to unite two components, is almost always found in all industrial technology results from the form of industrial technology with a low level of accuracy (rough) to a very high level of precision (precision). Therefore the screw system has become one of the important factors in industrial progress in all types of production. The higher the level of a component made means the higher the level of accuracy of the thread system. In this study, calculations were carried out to determine the level of precision of a thread made through the machining process using a TONGTAI TCS 1500 [M] CNC lathe. The precision measurement was carried out by measuring using a dimension measuring instrument, namely Profile Projector type HST-CPJ-3000/3000Z. To find out the average value and the value of the screw deviation, a research and measurement process was carried out with several product samples or test objects (sample A, sample B, sample C) where each sample was the same size, namely M15 × 50 P 1.5. The first measurements were made on the major and minor diameters. Because this measurement is more focused on the level of precision of the thread pitch distance, the second measurement is carried out by measuring the dimensions of the distance between the pitches as much as N = 10. From the 10 measuring points of the thread pitch distance, different average values and deviation values will be produced although in the same size.. The purpose of this study was to determine the level of pressure of a thread made through a machining process which in this study used a CNC TONGTAI TCS 1500 [M] lathe. it is known that the overall average value of the three samples is with a major diameter = 14,949 mm, a minor diameter = 13,219 mm, and a thread pitch distance = 1.5309 mm. 
Analisis Kualitas Udara Goa Seribu Banuarea Istas Pratomo Manalu; Gerry Italiano Wowiling; Sari Muthia Silalahi; Marojahan Mula Sigiro; Eka Stephani Sinambela; Andriono Manalu
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v7i1.30159

Abstract

One of the technological advances that are starting to be applied in various fields is data transmission. Data transmission sends messages from one point to another to get or exchange information. To perform the data transmission, technology and tools are needed which can support the process. The technology that supports the data transmission system is the Wireless Sensor Network. The tool that supports the data transmission is LoRa. LoRa is a module that is able to support data transmission systems with a fairly long distance range. In this study, LoRa testing was carried out using several distances, namely 100 meters, 200 meters, 300 meters, 400 meters to get the RSSI and SNR values. The purpose of determining the RSSI and SNR is to find out how LoRa's performance is in sending data in the agricultural sector. The tests carried out are still in agricultural areas which are still in the category of many obstacles and a lot of noise. So that in the tests carried out LoRa can still be used to send data, it's just that the farther the transceiver is to the receiver, the more data will be lost. At a distance of 100 meters, 10 data are received. At a distance of 200 meters there are 9 data, at a distance of 300 meters there are 7 data and at a distance of 400 meters 3 data are received.
Pemanfaatan Tandan Kosong Kelapa Sawit sebagai Bahan Baku Kertas Karbon Fredina Destyorini; Nanik Indayaningsih
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v1i2.3184

Abstract

Limbah perkebunan berupa tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dapat dimanfaatkan sebagai bahan karbon yang bernilai guna lebih tinggi. Pada penelitian ini dibahas tentang proses pembuatan dan karakterisasi kertas karbon dengan memanfaatkan serat TKKS sebagai bahan bakunya. Kertas karbon yang dihasilkan dapat diaplikasikan sebagai Gas Diffusion Layer (GDL) PEMFC. Pembuatan kertas karbon pada penelitian kali ini terdiri dari 2 tahap yaitu pembuatan bahan karbon dari serat TKKS dan pembuatan kertas karbon. Pada tahap pertama, bahan karbon dihasilkan dari proses karbonisasi dan pirolisis serat TKKS hingga suhu 1300oC. Bahan karbon yang dihasilkan selanjutnya digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan kertas karbon pada tahap kedua. Pembuatan kertas karbon dilakukan dengan cara mencampurkan bahan karbon yang dihasilkan pada tahap pertama dengan polimer ethylene vinyl acetate (EVA) dan poly ethylene glycol (PEG) sebagai binder ke dalam pelarut xylene. Proses pencampuran dilakukan pada suhu 90oC hingga membentuk slurry, dan dilanjutkan dengan proses pencetakan pada cetakan kaca. Berdasarkan hasil pengujian konduktivitas listrik terlihat bahwa nilai konduktivitas listrik karbon TKKS meningkat seiring dengan pertambahan suhu pirolisis. Nilai konduktivitas listrik serbuk karbon TKKS 500oC sebesar (1,02x10-6)-(3,90x10-5)S/cm; 700oC sebesar (0,021-0,025) S/cm; 900oC sebesar (2,95- 2,96) S/cm; dan untuk 1300oC sebesar (7,97-8,03) S/cm. Penggunaan bahan polimer yang tidak konduktif menyebabkan kertas karbon yang dihasilkan memiliki nilai konduktivtas listrik yang lebih rendah dibandingkan bahan karbonnya.
UJI KETAHANAN KOROSI TEMPERATUR TINGGI (700OC) DARI LOGAM PADUAN Fe-Cr- Y2O3 SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF KELONGSONG (CLADDING) BAHAN BAKAR NUKLIR Kusdi Prijono
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v2i2.3363

Abstract

Sintesis logam paduan Fe-Cr-Y2O3 dilakukan untuk menghasilkan material kelongsong bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Uji ketahanan korosi dalam lingkungan air demin dan uap air temperatur tinggi dilakukan pada sampel paduan dengan komposisi persen berat Y2O3 yaitu 0 %, 0,5 % dan 1 %. Uji oksidasi temperatur tinggi dilakukan pada temperatur 700℃ selama 6 jam. Perubahan laju oksidasi dianalisis berdasarkan perubahan berat dan lapisan pelindung oksidasi yang terbentuk selama proses pengujian. Hasil pengujian menunjukkan laju korosi dengan 0 % yttrium, 0,5 % yttrium dan 1 % yttrium masing-masing sebesar 0,0253 MPY, 0,02719 MPY dan 0,0484 MPY. Oksidasi pada temperatur tinggi 700℃ selama 6 jam menunjukkan laju oksidasi semakin tinggi dengan meningkatnya kandungan unsur yttrium dalam paduan Fe-Cr sedangkan tebal lapisan oksida relatif sama sekitar 77 µm. Dari hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa kandungan yttrium 0 % hingga 1 % memiliki ketahanan korosi paduan yang cukup baik untuk digunakan sebagai material kelongsong bahan bakar nuklir dan penambahan unsur yttrium mampu meningkatkan ketahanan korosi paduan Fe-Cr- Y2O3.
Pengaruh Komposisi Aditif MgO pada Ba-Ferit [BaFe12O19] Terhadap Sifat Magnetik & Struktur Kristal Suprapedi Suprapedi
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v4i2.9634

Abstract

Ba-ferit dengan formula BaFe12O19 tergolong material magnet permanen yang banyak diaplikasikan sebagai magnet permanen, speaker, komponen motor listrik, generator listrik, dan penyerap gelombang mikro wave. Dalam penelitian ini digunakan aditif MgO pada pembuatan magent Ba ferit yang bertujuan untuk meningkatkan sifat magnet permanen Ba-ferit. Preparasi sampel digunakan bahan baku serbuk magnetik Ba-ferit dan serbuk MGO dari E-Merck. Komposisi aditif MgO divariasikan yaitu 0%, 0,4 %, 0,8 % dan 1,2 % berat. Proses pembuatan sampel dilakukan dengan cara metalurgi serbuk, kedua bahan baku dicampur kemudian dicetak dengan tekanan 40 MPa, selanjutnya disintering pada suhu 1100oC ditahan selama 60 menit. Sampel yang telah di sintering dilakukan pengujian yang meliputi uji sifat magnet menggunakan VSM dan analisa struktur kristal menggunakan XRD. Berdasarkan hasil penelitian effek penambahan aditif MgO menunjukkan adanya pengaruh komposisi aditif terhadap sifat magnet dan struktur kristal. Penambahan optimum aditif MgO sebesar 0,4 % yang dapat memberikan peningkatan nilai remanensi yaitu sebesar 198 mT, akan tetapi terhadap koersivitas nya menurun menjadi 166,30 kA/m. Berdasarkan analisa XRD untuk sampel dengan 0,4 % MgO masih memiliki fasa tunggal BaFe12O19. Sedangkan untuk sampel denagn aditif lebih besar dari 0,4 % MgO memiliki dua fasa yaitu fasa BaFe12O19 dan fasa MgO.
Penggunaan Cetakan Karet dalam Proses Produksi Vulkanisir Ban Alat Berat Farid Wazdi
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v2i1.3226

Abstract

Bisnis industri vulkanisir ban alat berat mengalami pertumbuhan seiring pertumbuhan binis pertambangan. Seiring dengan pertumbuhan tersebut tuntutan untuk perbaikan di kualitas produk dan harga jual yang kompetitif terus meningkat.  Untuk melakukan perbaikan, pengembangan dan inovasi produk, maka penulis melakukan penelitian untuk meneukan metode vulknasir yang mempunyai biaya investasi yang murah dengan kualitas produk yang bagus. Penelitian di fokuskan ke media alat cetak, dimana saat ini yang sudah ada hanyalah media metal atau besi dimana biaya investasinya ini sangat tinggi. Penelitian dilakukan dengan pengamatan ke media cetak yang digunakan  produk–produk berbahan dasar karet lainnya. Selain itu informasi–informasi lainnya terus dikumpulkan baik dari pameran industri karet, internet dan komunikasi dengan praktisipraktisi yang telah lama dan kaya pengalaman diindustri vulkanisir ban alat berat. Dari hasil pengamatan maka media yang akan didalami dalam penelitian ini adalah cetakan berbahan dasar karet. Penelitian bahan dasar cetakan dan pengembangan mesin untuk menunjang penerapan pemakaian cetakan karet untuk proses produksi vulkanisir ban alat berat.   Hasil percobaan dalam proses produksi dan pemantauan kualitas cetakan dan produk vulkanisir yang dihasilkan menunjukan hasil yang bagus dengan biaya produksi dan investasi yang rendah. Kualitas produk menggunakan cetakan karet ini menunjukan performan yang bagus baik di opersional maupun dari segi umur pemakaian dimana kualitas ban vulkanisisr metode cetakan karet ini diatas 60%  umur baru, bahkan mendekati umur ban baru. Investasi dari penggunakan cetakan ini juga jauh lebih efisien disbanding penggunaan cetakan dari logam. Keuntungan lainnya adalah cetakan ini mudah dibuat dan untuk penyediaan atau produksinya cepat, hanya 1 x24 jam sudah bisa digunakan.
Modifikasi Table Lifter pada Proses Press Rib dan Bridge Guna Meningkatkan Efesiensi Kerja Operator Di PT Yamaha Indonesia Edo Prasetyo Nugroho; Adimas Wicaksana; Yohan Yohan
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v3i1.7491

Abstract

Kegiatan proses produksi dituntut lebih efektif dalam menghasilkan produk. Peningkatan kemampuan kapasitas produksi berkaitan dengan sumber daya manusia dan teknologi. Meningkatkan teknologi bagi perusahaan dapat memberikan keuntungan bukan hanya mempermudah kerja karyawan namun juga berupa efektif, efisiensi waktu, tempat, jumlah karyawan, maupun dana. Penentuan perancangan berdasarkan permintaan dari user yang mengalami masalah pada mesin produksi tersebut. Kondisi mesin table lifter yang tidak mencapai ketinggian mesin backpress menjadi sumber permasalahan maka dilakukan modifikasi. penerapan dalam melaksanakan modifikasi perancangan konsep desain menggunakan software solidwork. Konsep mekanisme dalam perancangan menggunakan air cylinder. Hasil perancangan menggunakan 4 air cyinder. Air cylinder berdiameter 63 mm dengan panjang stroke 250 mm. Pengaruh hasil perancangan terhadap waktu proses produksi lebih efektif 50% ST After sekitar 101,67 detik atau 1,69 menit, sedangkan sebelum perancangan ST Before sekitar 203,32 detik atau 3,38 menit.
Perancangan dan Implementasi Mesin Daur Ulang Sampah Botol Plastik Menggunakan Arduino Mega dan PLC Guntur Petrus Boy Knight
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v6i1.21576

Abstract

Proses daur ulang (pemanfaatan kembali) sampah botol plastic menjadi paving block bertujuan untuk mencegah dan mengurangi peningkatan jumlah limbah sampah. Pengolahan sampah botol plastik melalui tiga proses yaitu, proses pencacahan, proses pendorongan dan proses pemanasan. Dalam implementasinya, mesin dilengkapi dengan sensor ultrasonik dan sensor suhu. Sensor ultrasonik berfungsi untuk melihat keberadaan atau kondisi pada wadah penampungan botol plastik, dimana sensor ini akan menjadi indikator bagi aktuator pencacah untuk bekerja. Sensor suhu untuk mengukur perubahan suhu selama proses daur ulang berjalan. Sensor akan dihubungkan pada Arduino Mega 2560 sebagai  kontroler pengolahan terhadap hasil pengukuran sensor. Sebagai penggerak (aktuator) pada sistem yang digunakan ialah Motor AC 1 HP dan Motor AC 1,5 HP yang terhubung ke PLC Omron CP1E melalui sebuah terminal. PLC digunakan sebagai kontroler yang mengatur dan mengerjakan seluruh proses daur ulang secara otomatis dengan menjalankan seluruh kerangka yang terdapat pada ladder diagram PLC. Adapun hasil akhir yang diperoleh adalah paving block.
Karakteristik Hidrokimia Akibat Pengaruh Formasi Batuan pada Mata Air Panas Di Desa Wukirharjo, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur Sepridawati Siregar; Desi Kiswiranti; M. Jamaluddin
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v1i2.3192

Abstract

Penelitian dilakukan di desa Wukirharjo, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur tentang pengaruh formasi batuan terhadap karakteristik hidrokimia sumber mata air panas dengan suhu mencapai 500°C di Wana Wisata Prataan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan parameter fisika dan kimia yang terdapat pada sumber mata air panas dan selanjutnya dianalisis hubungan kandungan logam yang dimiliki sumber mata air panas terhadap formasi batuan di daerah Kecamatan Parengan. Pengujian bau dan rasa langsung dilakukan di lokasi penelitian dengan sedikit berbau sulfur dan tidak berasa, sedangkan nilai pH adalah 6,5yang termasuk pada kategori asam. Kandungan sulfur pada mataair panas ini cukup tinggi yaitu 153 mg/L dan nilai kesadahan 65,8mg/L tetapi masih dibawah baku mutu air bersih yang ditetapkan. Sumber mata air panas yang tersingkap di daerah Wukirharjo tersusun atas batugamping dan batupasir kuarsa yang termasuk dalam zona rembang. Dimana zona ini merupakan formasi ngrayong yang terbentuk karena adanya silika yang didominasi oleh logam Fe dengan konsentrasi 10,554 mg/L dan Al dengan konsentrasi 4,552 mg/L. Sumber mata air panas ini memiliki TDS rendah dengan nilai 8,3mg/L dan digolongkan sebagai air lunak (soft water), sehingga masih layak sebagai air pemandian.