cover
Contact Name
Parlindungan Pandapotan Marpaung
Contact Email
parlindungan.reni@gmail.com
Phone
+6282166899866
Journal Mail Official
simbolonsilvi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Surya Kencana No.1 Pamulang Barat-Pamulang Tangerang Banten
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Piston: Journal of Technical Engineering
Published by Universitas Pamulang
ISSN : 25413511     EISSN : 26862247     DOI : http://dx.doi.org/10.32493/pjte.v5i2.19158
Core Subject : Engineering,
Ansor Salim Siregar, Mulyadi Mulyadi, Syaiful Arief Analisis Kegagalan Laminasi Komposit Epoksi/Serat Karbon Pada Sayap Pesawat Tanpa Awak DOI: 10.32493/pjte.v5i2.18596 Parlindungan Pandapotan Marpaung, Herbert H. Rajagukguk Energi Mekanik Penggerak Poros Magnet Rotor Alternator untuk Pembangkit Listrik AC DOI: 10.32493/pjte.v5i2.19158
Articles 219 Documents
Efek Penambahan Aditif SiO2 terhadap Suhu Sintering, Sifat Fisis, Struktur Kristal dan Mikrostruktur pada Keramik Al2O3 Khairun Nisa Gulo; Sudiati Sudiati; Mulyadi Mulyadi
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v4i1.7355

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan penambahan aditif SiO2 pada keramik Al2O3 untuk menghasilkan keramik dengan hasil yang optimal. Melalui penambahan aditif SiO2 dilakukan pengamatan terhadap Suhu Sintering, Sifat Fisis, Struktur Kristal dan Mikrostruktur dari keramik Al2O3. Penambahan SiO2 diberikan sebanyak 5, 7.5, 10, 15, 20, 25, dan 30 (%massa). Lalu ditambahkan air dan dilakukan proses milling selama 5 jam. Setelah proses milling dilakukan pengeringan dengan menggunakan oven dengan suhu 80 ºC. Lalu dilakukan pencetakan yang diberikan gaya 12 ton, selama 60 detik dengan suhu 30 ºC. lalu dilakukan sintering pada suhu 900 ºC, 1000 ºC, 1100 ºC, dan 1200 ºC. Dari aditif yang digunakan dengan komposisi 5% SiO2 yang memberikan densitas paling tinggi pada suhu 1200˚C yaitu 3,12 g/cm3 . Dari aditif yang digunakan dengan komposisi 30% SiO2 yang memberikan porositas paling rendah pada suhu 1200˚C yaitu 31,08%. Hasil Pengujian XRD dengan Penambahan Aditif 5% SiO2 pada Temperatur Sintering T= 1100˚C memiliki 3 fasa quartz, tridimit dan corundum dan penambahan aditif 30% SiO2 pada Temperatur Sintering T= 1100˚C memiliki 3 fasa quartz, cristobalite dan Aluminium Oxide.
Perbandingan Sifat Kekerasan dan Penyusutan Produk Berbahan Dasar Polipropilene Murni dan Campuran Hasil Pemanasan Berulang Singgih Prabowo; Mochamad Chalid; Dasep Rusmana
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v5i2.19379

Abstract

Bahan baku polipropilena (PP) memiliki cakupan luas dalam hal produk yang bisa dihasilkan, mulai dari alat-alat rumah tangga hingga industri. PP yang memiliki keunggulan dapat dibentuk ulang memberikan potensi pemakaian ulang bahan baku yang telah melalui proses pemanasan. Penelitian mengenai perbandingan sifat kekerasan dan penyusutan terhadap produk PP murni dan campuran PP yang telah mendapat pemanasan berulang sebanyak enam kali di dilakukan untuk melihat potensi penggunaannya. Hasil penelitian menunjukkan penurunan sifat kekerasan dan peningkatan penyusutan terjadi seiring penambahan komposisi PP hasil pemanasan ulang. Kekerasan PP 100% murni dibandingkan dengan PP 100% pemanasan ulang ke enam turun sebesar 5% yaitu dari 60,4 Shore D dan 57,4 Shore D. Penyusutan produk masih dibawah 2% baik arah panjang maupun arah lebar. Penyusutan pada arah panjang lebih besar dibandingkan arah lebar, pada produk PP murni terjadi penyusutan sebesar 1,43% pada arah panjang dan 1,35% arah lebar, sedangkan pada produk PP 100% pemanasan ulang arah panjang mecapai 1,65% dan arah lebar 1,61%. Penurunan ini menunjukan bahwa material PP yang telah melalui pemanasan berulang mengalami degradasi walaupun tidak signifikan. Perubahan sifat mekanik (kekerasan) dan fisik (penyusutan) ini sebagai pertimbangan dalam pemilihan bahan dasar murni atau campuran agar mendapatkan produk sesuai dengan spesifikasi dengan memanfaatkan bahan dari sisa produk yang tidak terpakai.
Pengaruh Waktu Milling dan Suhu Sintering terhadap Karakterisasi (Sifat Fisis dan Mekanik) pada Pembuatan Keramik Zirkon dan Alumina Saputra Sikumbang; Giyanto Giyanto
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v3i2.7223

Abstract

Material keramik dibuat dari bahan dasar yang tersusun atas bahan Alumina dan Zirkon. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui proses pembuatan keramik sinter Alumina dan Zirkon serta mengetahui pengaruh variasi waktu milling 1 jam, 3 jam dan 10 jam dan suhu sintering 1200o C, 1250o C, 1300o C terhadap sifat fisis dan sifat mekanik dari sebuah keramik. Pengujian yang dilakukan pada penelitian ini adalah uji densitas, uji kekerasan dan uji kuat tekan. Adapun hasil dari penelitian yang telah dilakukan untuk memenuhi tujuan tersebut adalah dalam pengujian densitas meningkat seiring dengan bertambahnya waktu Milling dan suhu sintering. Pengaruh waktu milling dan suhu sintering terhadap sifat mekanik juga di buktikan oleh pengujian kekerasan dengan suhu 1200o C nilai kekerasan 14,1 HD, suhu 1250o C nilai kekerasan 14,3 HD dan suhu 1300o C nilai kekerasan 14,4 HD berpengaruh bahwa lamanya waktu milling dan tingginya suhu sintering sangat berpengaruh terhadap nilai kekerasan dan kuat tekan dengan suhu 1250o C waktu 1 jam nilai gaya tekan 100 kg, waktu 3 jam nilai gaya tekan 100 kg dan waktu 10 jam nilai gaya tekan 200 kg, pengaruhnya semakin lama waktunya nilai gaya tekan bertambah. Nilai optimum didapatkan pada material dengan proses waktu milling 10 jam dan suhu sintering 1300o C dengan nilai densitas 2,12 kekerasan 17,5 HD dan kuat tekan 400 kg. Kata kunci: Alumina, dan Zirkon, Milling, Sintering, Densitas, kekerasan, Kuat tekan
Rancang Bangun Water-Oil Separator Tipe Horizontal Dua Fasa Menggunakan Variasi Minyak Goreng, Pertamina Dex Dan Oli Mesin Edi Tri Astuti; Jones Aritonang; Perdamean Sebayang; Silviana Simbolon
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v5i1.14720

Abstract

Industri terus berkembang setiap tahun, dan jumlah limbah yang dihasilkan juga meningkat, yang menyebabkan seringnya tumpahan minyak dan meningkatkan jumlah air limbah berminyak yang dihasilkan oleh industri. Pencemaran minyak merupakan masalah lingkungan yang sangat penting untuk dipecahkan. Water-oil separator adalah alat yang digunakan untuk memisahkan air dan minyak, dilakukan dengan mengubah kecepatan terapung suatu benda atau partikel berdasarkan massa jenis dan ukurannya. Rancang Bangun Water-Oil separator Tipe Horizontal Dua Fasa Menggunakan Variasi Minyak Goreng, Pertamina Dex Dan Oli Mesin merupakan penelitian yang bertujuan untuk menerapkan pemisahan air-minyak pada sistem water-oil separator. Pada penelitian ini sistem Water-oil separator diuji menggunakan variasi minyak goreng, pertamina dex dan oli mesin, dimana air dan minyak dipisahkan dengan debit minyak 1,2,3 l/menit dan kondisi debit air konstan 1 l/menit. Pengujian pada fluida minyak dan air menunjukkan pengaruh terhadap efisiensi pemisahan minyak dan air, semakin tinggi debit fluida minyak maka dan air cenderung turun, nilai efisiensi pemisahan minyak dan air akan semakin naik, dimana nilai tertinggi efisiensi pemisahan minyak dan air terdapat pada debit fluida minyak 3 l/min pada kondisi debit air konstan 1 l/min dengan nilai 94,1 %, 90,8 % dan 89 %, sedangkan nilai terendah efisiensi pemisahan minyak dan air terdapat pada debit fluida minyak 1 l/min pada kondisi debit air konstan 1 l/min.
Analysis of Physical and Mechanical Propoerties of Composite Board Made From Bamboo Fiber and Polyester Resin Silviana Simbolon; Sulanjari Sulanjari; Ihat Solihat
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v7i1.33160

Abstract

The study was conducted to determine the characteristics of bamboo fiber reinforced composite materials. Composite samples were made with fiber composition in percent weight, namely 20%, 30%, 40% and as a matrix material using polyester resin. Then the bamboo fiber and matrix are mixed according to the composition and stirred manually until evenly distributed. Furthermore, the mixture of raw materials is poured into a mold and then left for 60 minutes, then the sample is released from the mold and cut into pieces according to the shape of the test specimen. The dried sample is tested which includes density test and compressive strength test. From the test results obtained that The mixing composition has a significant effect on the density and compressive strength of the composites. The density and compressive strength values in the composite with 20% bamboo fiber were 1.55 g/cm3 and 270 kgf/cm2 , while the sample with the composition of 30% bamboo fiber obtained density values of 1.48 g/cm3 and compressive strength of 274 kgf / cm2 . A sample with 40% bamboo fiber has density and compressive strength of 1.24 g/cm3 and 284 kgf/cm2 . The results of the sound absorbance test on bamboo fiber show that the percentage of sound absorption increases linearly as shown in the graph.
Analisis Biodigester pada Proses Sintesis Biogas dari Sampah Organik Kota Tegal Joko Setiyono; Silviana Simbolon
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v1i1.544

Abstract

Pada penelitian ini, telah dilakukan analisis biodigester pada proses sintesis biogas dari sampah organik kota tegal. Jenis digester yang digunakan untuk pembuatan biogas adalah jenis kubah tetap dari drum plastik dengan volume 120 liter. Komposisi sampah yang digunakan adalah substrat sayuran 50%, daun-daunan 20%, dan kulit buah 30%. Sampah organik dengan massa sebanyak ± 20 kg dipemerasan/ dipress. Kemudian sampah dan air dicampur dengan perbandingan 1:3. lalu diberikan penambahan starter EM-4 sebanyak 450 ml pada setiap sampel pengujian. Variasi kadar air dalam sampah 10, 20, 30, 40, dan 50% dengan kompisisi sampah yang sama. Proses pembusukan sampah dan pengambilan data dilakukan selama 3 hari untuk masing-masing variasi kadar air sampah. Dari hasil pengukuran, kondisi optimum terdapat pada kadar air sampah 20% dalam memproduksi biogas dalam waktu retensi 25 jam pada tekanan 102,55 kPa, suhu 32 ºC. dengan volume 95,441 liter.
PEMBUATAN MAGNET PADUAN FERRO NIKEL PADA KOMPOSISI: Fe 70% dan Ni 30% MELALUI TEKNIK METALURGI SERBUK DAN KARAKTERISASINYA Mulyadi Mulyadi; Djuhana Djuhana; Sunardi Sunardi
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v2i2.3326

Abstract

Pembuatan paduan ferronikel sebagai bahan magnet dibuat dengan menggunakan metode sinteringmetalurgi serbuk dengan variasi waktu milling 15, 30 dan 45 menit serta suhu sintering 1200 dan 1300oC. Metode ini menggunakan 10 gram serbuk paduan Fe dan Ni dengan komposisi Fe 70% berat dan  Ni 70% berat. Serbuk di campurkan kemudian dihancurkan menggunakan High Energy Milling delama 15 menit, 40 menit, dan 45 menit. Selanjutnya di lakukan kalsinasi selama 1 jam dengan suhu 6000C. Kemudian sampel di hancurkan menggunakan mortar dan di cetak menggunakan hydraulic press dengan gaya sebesai 10 ton. Sampel lalu di sintering pada suhu 12000C dan 13000C dan ditahan selama 1 jam menggunakan tungku vacuum. Karakterisasi sampel yang telah disinter meliputi pengukuran densitas, porositas, sifat magnet menggunakan VSM, dan analisa struktur kristal dengan XRD. Hasil karakterisasi menunjukan bahwa paduan Ferinikel tersebut memiliki densitas tertinggi 5,67-5,98 g/cm3 , porositas 1,77 – 4,31 % serta memiliki sifat magnet dengan remanensi = 3,74 – 3,83 emu/g dan koersivitas = 77,20 – 77,30 Oe pada sampel dengan waktu milling 45 menit dan suhu sintering 1200-1300oC. Maka berdasarkan hasil karakterisasi dapat dinyatakan material feronikel tergolong material magnet lunak.
Analisa Distribusi Stress dan Displacement pada Sudu Turbin Angin Savonius dengan Material Baja Menggunakan Simscale Ferdian Sutanto; Adimas Wicaksana; Anggito Pringgo Tetuko
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v4i2.9631

Abstract

Hasil penelitian analisa sudu menggunakan aplikasi Simscale dengan metode Finite Element Analysis (FEA), hasil output berupa Von Mises Stress dan Displacement. Material sudu baja AISI 1018 Mild, dengan variasi dimensi desain sudu, kecepatan angin 50 m/s. Variabel terikatnya adalah daya, torsi, rpm dan gaya. Simulasi yang dipilih adalah dynamic dengan boundary condition yaitu force dan fixed support. Nilai maksimum von mises stress tertinggi terjadi pada desain sudu F sebesar 943204 Pa dan terendah pada desain sudu A sebesar 235260 Pa. Nilai maksimum displacement tertinggi terjadi pada desain sudu F sebesar 4,93E–06 m terendah pada desain sudu A sebesar 8,87E–07 m. Desain sudu F merupakan desain terbaik dengan distribusi stress dan displacement terendah. Simulasi yang dilakukan masih dalam batas aman mechanical properties baja AISI 1018 Mild. Angin memiliki pengaruh terhadap besar daya yang dihasilkan masing – masing desain sudu.
Sintesis Lithium Bis Oksalato Borat untuk Elektrolit Baterai Lithium Ion Etty Marti Wigayanti
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v2i1.3221

Abstract

Telah dilakukan sintesis Lithium Bis Oksalato Borat (LIBOB). LiBOB merupakan bahan aktif yang dapat digunakan untuk elektrolit pada baterai Lithium.  Metoda yang digunakan adalah reaksi fasa padat. Pada sintesis serbuk LiBOB, bahan awal LiOH, H2C2O4.2H2O dan H3BO3 (produk dari Merck dengan kemurnian 99,8%) dicampur dengan perbandingan molar rasio 2:1:1 sampai homogen.  Pemanasan awal pada temperatur 120oC selama 4 jam dilanjutkan pemanasan berikutnya pada temperatur 240oC selama 6 jam. Serbuk LiBOB yang dihasilkan dianalisa menggunakan XRD. Data yang diperoleh digunakan untuk menganalisis fasa yang terbentuk dan data kristalografi lainnya. Fasa major yang didapat adalah fasa LiBOB dan LiBOB hidrat. Hasil dari analisia spektroskopi FTIR pada rentang (400-4000) cm-1 menunjukkan ikatan gugus fungsi LiB(C2O4)2, dengan munculnya pita absorbsi C-O, C=O, B-O, O-B-O, dan C-C. Pita serapan O-B-O pada bilangan gelombang 1081 cm-1 merupakan salah satu ciri khas senyawa LiBOB. Selanjutnya dilakukan uji cyclic voltametric dengan cara serbuk LiBOB dilarutkan dalam pelarut karbonat dibuat baterai setengah sel diukur kurva CVnya, dimana hasilnya menunjukkan terjadi reaksi oksidasi-reduksi.
Analisa Kekuatan Rangka Sepeda Listrik Menggunakan Software SolidWorks Muhammad Awwaluddin
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v3i1.7486

Abstract

Rangka sepeda listrik merupakan komponen yang sangat penting untuk menopang keseluruhan beban, sehingga perlu dilakukan analisa. Analisa rangka yang tepat dan akurat akan memberikan hasil yang maksimal, dalam kekuatan atau kenyamanan. Dalam analisa rangka sepeda listrik ini tidak menggunakan metode perhitungan, dikarenakan banyaknya kendala dan kurang akuratnya hasil. Maka dilakukan menggunakan bantuan Software SolidWorks. Dengan menggunakan fitur SolidWorks Simulation yang dilengkapi dengan metode Finite Element Analysis (FEA), maka dapat diketahui fenomena yang terjadi pada rangka sepeda listrik, yaitu dengan hasil keluaran Von Mises Stress, Displacement, Safety Factor. Material rangka mengguakan Alumnium Alloy 6061 dengan dimensi panjang rangka = 1351 mm, lebar = 110 mm dan tinggi = 714 mm. Hasil analisa simulasi pada rangka sepeda, beban maksimal yang bisa terima rangka sebesar 200 kg. Batas kontruksi aman beban minimal = 2, dengan angka faktor keamanan sebesar 2,039 dan tegangan Von Mises = 134,868 N/mm² terletak pada bagian pertemuan seat tube dengan seat stay tube.