cover
Contact Name
Moh Shidqon
Contact Email
ajidshidqon@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ajid.shidqon@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
ISSN : 26858908     EISSN : 26862603     DOI : -
Core Subject : Engineering,
PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI di terbitkan oleh PERHAPI dan terbit tahunan dan mempunya ISSN 2686-2603 (Online) & ISSN 2685-8908 (Cetak).
Arjuna Subject : -
Articles 88 Documents
Search results for , issue "2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI" : 88 Documents clear
STUDI EKSTRAKSI SILIKON DARI PASIR SILIKA INDONESIA DENGAN METODE METALOTERMIK
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.201

Abstract

Pembangkit listrik di Indonesia mayoritas masih menggunakan bahan bakar fosil sehingga menghasilkan gas buang dalam jumlah besar terutama gas CO2. Gas tersebut merupakan gas rumah kaca sehingga dibutuhkan sebuah solusi untuk menangani hal ini. Salah satu solusi tersebut yakni pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Diantara pemanfaatan EBT tersebut, Indonesia memiliki peluang yang besar untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) karena negara ini terletak di garis khatulistiwa. Saat ini, material yang umum digunakan untuk PLTS adalah silikon. Pada tahun 2019, produksi silikon dunia mencapai 7 juta ton. Menurut data BPS, Indonesia hingga saat ini belum memproduksi produk tambang silikon seperti paduan silikon maupun silikon murni padahal memiliki potensi bahan baku berupa silika sekitar 17 miliar ton yang tersebar hampir di seluruh indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan besar perolehan ekstraksi silikon dari pasir silika Indonesia dengan metode metalotermik. Komposisi pasir silika yang digunakan berasal dari beberapa daerah di Indonesia yang memiliki kadar silika tinggi. Simulasi proses dilakukan dengan menggunakan aplikasi FactSage dengan 3 reduktor berbeda yaitu magnesium, kalsium, dan aluminium pada temperatur operasi 700-1200°C dengan tahapan 50°C. Spontanitas reaksi dapat dilihat dari nilai Energi Bebas Gibbs yang diperoleh dari FactSage. Dari hasil simulasi, diperoleh hasil berupa perolehan silikon tertinggi berasal dari reduksi pasir silika Sukabumi menggunakan aluminium sebesar 99,94%. Dari hasil simulasi diketahui bahwa perolehan silikon tidak dapat mencapai 100%. Hal ini disebabkan oleh pembentukan beberapa senyawa intermetalik seperti CaSi2, Mg2Si, FeSi2, dll. Silikon yang dihasilkan dilakukan proses pemurnian menjadi Silicon Metallurgical Grade (Si-MG) yang menjadi bahan baku untuk memproduksi Silicon Solar Grade (Si-SoG) berupa silicon wafer yang digunakan pada aplikasi photovoltaic. Dengan melihat potensi ini, diharapkan Indonesia dapat memproduksi silicon wafer untuk mengurangi ketergantungan impornya. 
PENGARUH MORFOLOGI TERHADAP ZONA PENGKAYAAN NIKEL PADA ENDAPAN NIKEL LATERIT DI DAERAH KUMORO, KECAMATAN POMALAA KABUPATEN KOLAKA, SULAWESI TENGGARA
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.217

Abstract

Morfologi merupakan salah satu faktor penting dalam pembentukan endapan nikel laterit, selain faktor penting lainya, yaknibatuan ultramafik, struktur geologi, iklim dan air tanah. Daerah Kumoro di Kecamatan Pomalaa, Sulawesi Tenggara tersusun oleh batuan ultramafik yang berpotensi terbentuknya endapan nikel laterit. Morfologi di daerah penelitian didominasi oleh perbukitan bergelombang, di beberapa tempat terdapat dataran terutama di sekitar aliran sungai. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi pengaruh morfologi terhadap sebaran dan ketebalan zona pengkayaan nikel. Metoda yang dilakukan meliputi review literatur, survey geologi, survey topografi, pemerian inti bor, dan inventarisasi data hasil analisa kimia. Profil endapannikel laterit di daerah penelitian terdiri dari tanah penutup, zona limonit, zona saprolit, dan batuan ultramafik sebagai batuan dasar. Hasil analisis kelerengan, relief permukaan daerah penelitian terbagi atas datar-hampir datar, berombak, berombak – bergelombang, bergelombang-perbukitan dan perbukitan-perbukitan terjal. Peta distribusi kimia menunjukan sebaran kadar Ni ≥ 1,4% dan di beberapa tempat kadar Ni ≥ 1,80% terkonsentrasi pada morfologi lereng landai-punggungan perbukitan dengan relief hampir datar-perbukitan pada kisaran kemiringan lereng 1° hingga 25°. Pada morfologi tersebut juga terbentuk distribusi ketebalan zona pengkayaan nikel (zona saprolit) dengan ketebalan ≥ 2 m - 6 m dan di beberapa tempat 6 m. Zona pengkayaan dan ketebalan bijih nikel pada zona saprolit di daerah penelitian dipengaruhi oleh kondisi morfologinya, dimana pengkayaan dan ketebalan bijih nikel terkonsentrasi pada morfologi punggungan perbukitan-lereng landai dengan relief hampir datar-perbukitan pada kemiringan lereng ≤ 25°.
PENILAIAN KESTABILAN TIMBUNAN BERDASARKAN WSRHC PADA TIMBUNAN MUARA TIGA BESAR UTARA, PT. BUKIT ASAM, TBK., SUMATRA SELATAN Gilang Perwira Adi; Jodistriawan Ersyari; Reynara Davin Chen; Raden Irvan Sophian; Zufialdi Zakaria
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.140

Abstract

Timbunan Muara Tiga Besar Utara merupakan kawasan timbunan yang rentan terhadap ketidakstabilan. Kawasan timbunan ini harus direncanakan dan dipantau dengan baik agar material timbunan selalu dalam kondisi stabil. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menilai tingkat kestabilan timbunan dan menentukan upaya investigasi dan desain yang sesuai dengan tingkat kestabilan timbunan. Dalam menentukan tingkat kestabilan timbunan, digunakan metode pembobotan Waste Dump and Stockpile Stability Rating and Hazard Classification System (WSRHC). Pembobotan WSRHC dilakukan terhadap 22 faktor yang mempertimbangkan aspek geologi teknik dan konstruksi timbunan dalam memperkirakan kestabilan. Hasil dari pembobotan WSRHC akan menghasilkan kelas risiko Waste Dump and Stockpile Hazard Class (WHC) pada penilaian kestabilan timbunan. Hasil penelitian menunjukkan bobot total kestabilan timbunan sebesar 33,5 termasuk dalam kategori IV (risiko tinggi) dengan bobot Engineering Geology Index (EGI) sebesar 12,5 dan Design and Performance Index (DPI) sebesar 21. Faktor performa tergolong pada kelas sangat buruk, sehingga timbunan otomatis masuk dalam kategori WHC V (risiko sangat tinggi). Upaya investigasi dan desain yang lebih akurat diterapkan pada kawasan timbunan ini dengan menggunakan tabel level of effort berdasarkan kelas kestabilan. Tabel level of effort terdiri dari tiga bagian yaitu investigasi dan karakterisasi, analisis dan desain, kontruksi dan operasi.
STUDI PERILAKU KESELAMATAN KARYAWAN DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM SOBAT ( SAFETY OBSERVATION OF BEHAVIOUR AT AEL), DI PT. AEL INDONESIA, SITE MSJ SEPARI TENGGARONG SEBERANG,KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA, KALIMANTAN TIMUR Andrias Teguh Santoso
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.183

Abstract

PT. AEL Indonesia merupakan salah satu perusahaan blasting service di Indonesia, dan memiliki beberapa site, diantaranya site KPC Sangatta, site KPC Bengalon, site Melak dan site MSJ.Berdasarkan root cause safety accident 2009-2019, safety rule breaching 2009-2019, survey keselamatan terhadap seluruh karyawan 2019, survey keselamatan terhadap management 2019, ditemukan bahwa perilaku keselamatan perlu diperbaiki dan belum ada program perilaku keselamatan yang berjalan secara efektif.PT. AEL Indonesia menciptakan program “SOBAT” Safety Observation of Behaviour at AEL. Program” SOBAT” ini memiliki arti harafiah suatu perilaku karyawan yang di observasi oleh teman atau sesama karyawan. Program “SOBAT” mengidentifikasi seluruh perilaku karyawan mulai dari yang minor sampai mayor.Program “SOBAT” di rilis sejak Februari 2020 dan diimplementasikan sejak Maret 2020, berdasarkan data yang ada, terdapat 40 % perilaku tidak aman yang dapat berpotensi menyebabkan kecelakaan. Melalui program “SOBAT”, perilaku tidak aman ini dapat di identifikasi langsung oleh karyawan dengan karyawan atau teman, dan dapat langsung melakukan saran perbaikan perilaku yang dilakukan karyawan atau teman di lingkungan PT. AEL Indonesia. Melalui program “SOBAT”, saran perbaikan perilaku tidak aman langsung dilakukan oleh karyawan atau teman dan langsung di lakukan perbaikan perilaku oleh karyawan atau teman yang sebagai Objek “SOBAT”.Program “SOBAT” dilaksanakan setiap mingguan secara berkala dan dilakukan oleh semua karyawan mulai dari level bawah sampai atas dan sudah mengikuti training “SOBAT” AEL. Sampai sejauh ini sudah ada 80 % karyawan yang sudah melaksanakan “SOBAT” AEL.“SOBAT” (Safety Observation of Behavior at AEL) dapat mengidentifikasi perilaku aman dan tidak aman dan untuk perilaku karyawan yang tidak aman dapat dilakukan nasehat langsung dari rekan karyawan lainnya yang diharapkan dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan perilaku tidak aman sehingga diharapkan dapat mengurangi kecelakaan yang ditimbulkan. dengan perilaku. tidak aman.
MENYELESAIKAN MODEL MATEMATIKA PADA PROSES PENCAMPURAN BATUBARA UNTUK MENELUSURI SUMBER-SUMBER PENYEBAB KEGAGALAN PADA KUALITAS PRODUK PENCAMPURAN AKHIR MENGGUNAKAN NUMPY (PUSTAKA PEMROGRAMAN PHYTON) Yoga P. Adiwiguna; Hario Purbaseno; Mohamad N. Saleh; Hadi Syuhara; Ridho W. Putra; Almira D. Kusuma
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.184

Abstract

Pencampuran batubara merupakan metode yang hampir dilakukan oleh seluruh perusahaan pertambangan batubara untuk menghasilkan produk akhir yang homogen dari beraneka ragam sumber atau material penyusun. Metode ini dipilih karena keunggulannya dalam mengoptimalkan cadangan batubara dan juga dapat meningkatkan harga jualnya di pasaran. Dalam prakteknya, proses pencampuran batubara bisa saja berbeda antara perusahaan satu dan lainnya bergantung pada fasilitas yang dipilih untuk mendukung model rantai suplainya. Terlepas dari perbedaan implementasinya, proses pencampuran batubara sebenarnya dapat dinyatakan sebagai perhitungan rata-rata terbobot antara berat batubara dan parameter kualitasnya. Memperoleh hasil akhir kualitas batubara sesuai dengan yang direncanakan merupakan target utama dari proses ini, tetapi tidak menutup kemungkinan ditemukan adanya perbedaan atau kegagalan pada hasil akhir akibat tidak akuratnya kualitas batubara yang dimodelkan, kondisi cuaca, juga kesalahan dalam pelaporan hasil analisa laboratorium. Agar dapat menelusuri sumber permasalahan ini, penulis mencoba menyusun proses pencampuran batubara ke dalam persamaan linier multivariabel  terdapat beberapa metode untuk menyelesaikan persamaan ini, di antaranya adalah Elimination of Variables, Cramer’s Rule, Row Reduction Technique, dan Matrix Solution. Penulis memilih metode Matrix Solution karena berkaitan dengan format matematis yang didukung dalam kaidah penulisan pemrograman Phyton. Beberapa persamaan linier multivaribel tersebut nantinya diubah ke dalam matriks   =kemudian dicari solusi untuk masing-masing nilai  menggunakan fungsi least square pada pustaka NumPy dengan mempertimbangkan nilai  yang sekecil mungkin. Solusi dari masing-masing nilai  dapat berupa nilai yang pasti atau berupa nilai pendekatan yang paling rasional. Tahap akhir dilakukan dengan membandingkan nilai kualitas batubara prediksi dengan nilai kualitas batubara observasi hasil perhitungan model matematis ini di dalam Box and Whisker Diagram. Metode ini sangat berpotensi untuk meningkatkan performa akurasi kualitas dengan penelusuran yang lebih tepat pada sumber-sumber mana yang menjadi penyebab kegagalan hasil analisa akhir laboratorium, dibandingkan hanya dengan pertimbangan bahwa sumber yang memiliki prosentase terbesar pembentuk sebuah produk pencampuran batubara sebagai suspek utama.
PENGARUH RENTANGAN TRAVELING TIME DUMP TRUCK TERHADAP OPERATING PRODUCTIVITY DI TAMBANG BATU HIJAU PT AMMAN MINERAL NUSA TENGGARA Michael Widjaja
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.196

Abstract

Produktivitas alat produksi harus diupayakan semaksimal mungkin agar target produksi yang telah direncanakan dapat tercapai. Produktivitas alat yang digunakan berhubungan erat dengan cycle time alat tersebut. Salah satu alat berat utama yang digunakan sebagai alat angkut di Tambang Batu Hijau PT Amman Mineral Nusa Tenggara adalah dump truck. Komponen terbesar kedua cycle time dump truck dalam hal lama waktunya adalah traveling time. Komponen ini memakan 31,30% dari waktu keseluruhan cycle time sehingga kompenen ini harus diperhatikan dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh traveling time dump truck terhadap operating productivity. Data yang digunakan untuk penelitian ini berasal dari tanggal 1 Agustus 2018 hingga 31 Juli 2019. Penelitian ini menggunakan metode dan uji statistika untuk mencari hubungan, pengaruh, dan dampak traveling time dump truck terhadap operating productivity-nya. Metode statistika utama yang digunakan adalah kolerasi dan regresi linier sedangkan uji statistika yang digunakan adalah uji hipotesis dengan menggunakan t-student, uji-z, dan nilai P (P-value) dengan taraf signifikansi sebesar 5%. Dari penelitian ini didapatkan kesimpulan bahwa semakin besar rentangan traveling time dump truck, maka rata-rata operating productivity-nya akan semakin kecil. Secara umum jumlah traveling time terlama dalam satu hari meningkat dan jumlah traveling time tersingkat dalam satu hari menurun mulai dari awal shift hingga akhir shift, baik pada shift siang maupun malam. Salah satu saran yang dapat diberikan adalah perlu dijaga keidealan suasana untuk kegiatan traveling pada pagi hari, yang berupa debu yang beterbangan sedikit, udara yang sejuk, suasana yang terang, semangat dan energi operator dump truck yang tinggi, serta tingkat kejenuhan yang rendah, sepanjang hari agar traveling time dump truck dapat selalu berada pada kondisi minimum.
PENERAPAN PROGRAM CSR DALAM PERWUJUDAN PELAKSANAAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN YANG TERINTEGRASI OLEH PT. POLOWIJO GOSARI, KABUPATEN GRESIK, JAWA TIMUR. Putri Rizka Sania
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.212

Abstract

Program tanggung jawab sosial (CSR) yang dilaksanakan oleh PT. Polowijo Gosari merupakan wujud dari berkembangnya industri pertambangan berbasis integrasi dan pemberdayaan masyarakat yang patut dijunjung dan dikelola oleh perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan. Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan standar hidup karyawan, masyarakat, dan lingkungan di sekitar perusahaan, yang dibuat untuk memberikan dampak langsung dan berkelanjutan. Program ini memberikan dampak yang besar, karena industri pertambangan memberikan dampak yang relatif tinggi terhadap perubahaan lingkungan dibandingkan sektor industri lainnya yang diakibatkan oleh adanya kegiatan pertambangan. Dengan adanya program ini diharapkan dapat memberikan contoh dan saran agar industri pertambangan yang akan mengelola suatu areal pertambangan dapat melaksanakan program CSR dan sosial pertambangan yang dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat setempat baik sarana dan prasarana yang dapat menunjang sosial, budaya, dan ekonomi daerah disekitar areal pertambangan.
OTOMATISASI DALAM PENGOLAHAN KUALITAS AIR YANG TERINTEGRASI Yogi Irmas Pratama; Fahmi Syaifudin
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.186

Abstract

Pengolahan kualitas air merupakan tahap terpenting dan terakhir dalam rangkaian proses pengelolaan limpasan air tambang. Proses pengolahan kualitas air secara konvensional yang pengoperasiannya bergantung pada manusia kerap sulit dikontrol konsistensinya dalam penerapan di lapangan. Aktivitas pembubuhan bahan kimia dilakukan dengan metode yang beraneka pada tiap lokasi sehingga sulit diciptakan komunikasi yang efisien untuk menyesuaikan input data kualitas dan kuantitas air dengan jumlah bahan kimia yang perlu dibubuhkan. Didukung dengan perubahan konfigurasi kolam pengendap titik penaatan di area penambangan PT Kaltim Prima Coal (KPC), aplikasi teknologi instrumen automated water sampling and chemical dozing sangat memungkinkan untuk diterapkan.Unit pengolahan kualitas air otomatis terdiri dari alat pengukur kuantitas dan kualitas air otomatis, pusat kontrol, dan pembubuh otomatis. Data debit dan kulitas air dianalisa oleh alat ukur otomatis sebagai data input pengolahan yang selanjutnya akan dikirimkan secara realtime ke pusat kontrol. Perintah tersebut dilanjutkan kepada perangkat pembubuh otomatis untuk membubuhkan bahan kimia sesuai dengan dosis yang dibutuhkan. Data pemakaian bahan kimia akan tersimpan dalam memori perangkat dan dapat diambil ketika dibutuhkan. Data berguna sebagai fungsi evaluasi proses pengolahan. Untuk penyempurnaan proses, instalasi baffled channel diaplikasikan setelah titik pembubuhan untuk memaksimalkan keefektifan proses pencampuran bahan kimia dengan air yang diolah.Penerapan dan integrasi sistem konfigurasi kolam, baffled channel, dan instrumen otomatis dapat meningkatkan efisiensi pengolahan. Ketepatan data kuantitas dan kualitas air menghasilkan jumlah penggunaan bahan kimia yang tepat dan mengeliminasi faktor kesalahan manusia yang kerap ditemukan pada pengolahan secara konvensional. Kontinuitas pembubuhan bahan kimia dapat diandalkan tiap saat selama 24 jam dan dapat dimonitor secara realtime oleh para pemangku kepentingan.
SURVEI BATIMETRI DI AREA VOID PIT DENGAN MENGGUNAKAN WAHANA TELEDYNE ODOM SINGLEBEAM ECHOSOUNDER SINGLE FREQUENCY RYAN NUGRAHA
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.151

Abstract

Teknik pengambilan data topografi permukaan di bawah air yang saat ini sedang berkembang, salah satunya menggunakan metode survei batimetri. Survei batimetri bertujuan untuk menggambarkan topografi di bawah air melalui pengukuran kedalaman dasar air sepanjang area yang ditentukan. Alat yang digunakan dalam survei batimetri dapat berupa singlebeam echosounder (SBES) atau multibeam echosounder (MBES) dengan single atau dual frekuensi. Kegiatan survei batimetri menggunakan wahana teledyne odom singlebeam echosounder ini juga tidak luput dari industri pertambangan, khususnya tambang batu bara yang saat ini mulai popular menggunakan salah satu teknologi yang modern ini. Salah satu jenis wahana yang digunakan PT Arutmin Indonesia adalah teledyne odom singlebeam echosounder single frequency. Kegiatan survei batimetri menggunakan wahana ini, pada dasar prinsipnya adalah dengan memancarkan gelombang akustik ke dasar permukaan di bawah air dalam hal ini void pit, kemudian gelombang akustik dipantulkan kembali yang akan diterima oleh tranducer (alat pemancar dan penerima gelombang akustik). Waktu dari pemancaran gelombang akustik sampai gelombang akustik ditangkap kembali oleh tranducer digunakan oleh echosounder untuk menentukan kedalaman. Kegiatan survei batimetri yang dilakukan PT Arutmin Indonesia ini dilakukan di area void pit yang tergenang air dan bertujuan untuk menentukan dan menggambarkan topografi permukaan lumpur. Dalam penggunaannya, kapal survei batimetri yang menggunakan wahana teledyne odom singlebeam echosounder single frequency harus dilengkapi dengan GPS, antenna GPS, transducer (alat pemancar dan penerima gelombang akustik), dan komputer. Antena GPS digunakan untuk mendapatkan posisi dan echosounder akan menampilkan data hasil processing tangkapan sinyal akustik dan posisi dari GPS. Komputer digunakan untuk mengoperasikan dan mengintegrasikan alat-alat tersebut. Setelah semua alat-alat selesai diinstalasi di kapal, kapal akan bergerak di sepanjang area tertentu/jalur yang sudah ditentukan yang nantinya akan dipetakan topografinya. Dengan demikian, kedalaman dasar void pit akan terekam di setiap titiknya berdasarkan posisi GPS. Dengan menggabungkan data kedalaman dan posisi, makan akan diperoleh data topografi dasar void pit.
REDUKSI KECEPATAN DRIVE CONVEYOR SEBAGAI ALTERNATIF PENGURANGAN JARAK TRAJECTORY BATUBARA (STUDI KASUS PROYEK PENINGKATAN MASA PAKAI GUIDE RAIL SAMPLER HEAD END RECALAIMING#2 PT.KPC) Gendhu Widyasmoro
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.167

Abstract

KPC memiliki Conveyor yang terbentang sepangang 26 Km dari melawan sampai Tanjung bara. Masalah Coal trajectory sering terjadi di setiap transfer tower coal conveyor.  Studi kasus mengurangi jarak lintasan trajectory coal flow dilatarbelakangi oleh  kasus terjadinya keausan pada guide rail sampler karena lintasan trajectory coal flow yang menabrak guide rail sampler dan menyebabkan masa pakai rail sangat pendek.Mekanikal Sampler tipe “falling stream cutter” memiliki desain dengan guide rail yang memotong lintasan trajectory. Ausnya guide rail terjadi karena lintasan trajectory terlalu jauh sehingga menabrak guide rail mekanikal sampler. Akibatnya, mekanikal sampler tidak bisa berfungsi normal dan mematikan sistim konveyor.Beberapa opsi untuk mengurangi jangkauan trajectory ini tanpa mengurangi kapasitas produksi batu bara adalah :1. Memundurkan launch pulley menjauhi head pulley.2. Mengecilkan ukuran diameter launch pulley.3. Mengurangi kecepatan drive conveyor.Dari ketiga opsi diatas, yang paling mudah, cepat dan murah adalah opsi ketiga, yakni mengurangi kecepatan drive conveyor. Dalam tulisan ini akan diuraikan analisa perbandingan ketiga opsi diatas dengan menggunakan perhitungan manual dan software. Hasil studi actual di lapangan menunjukkan Trajectory bisa mencapai hasil optimum (tidak mengenai guide rail sampler) dengan mengurangi kecepatan drive conveyor.