cover
Contact Name
Moh Shidqon
Contact Email
ajidshidqon@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ajid.shidqon@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
ISSN : 26858908     EISSN : 26862603     DOI : -
Core Subject : Engineering,
PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI di terbitkan oleh PERHAPI dan terbit tahunan dan mempunya ISSN 2686-2603 (Online) & ISSN 2685-8908 (Cetak).
Arjuna Subject : -
Articles 77 Documents
Search results for , issue "2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI" : 77 Documents clear
IDENTIFIKASI POTENSI MINERALISASI KROMIT DALAM LAPISAN BEDROCK NIKEL LATERIT DAERAH POMALAA, SULAWESI TENGGARA Syahrul, Syahrul; Jaya, Rio Irhan Mais Cendra; Kumalasari, Rizki
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompleks batuan ultramafik daerah Kolaka, Sulawesi Tenggara dikenal sebagai Lajur Ofiolit Sulawesi Tenggara (LOST). Kompleks Ultramafik ini dibagi menjadi 3 satuan batuan yaitu satuan Hazburgit, Lerzolit, dan Gabro. Nikel laterit hasil pelapukan batuan ultramafik ini telah banyak dilakukanpenambangan dengan kandungan kadar nikel dari kadar tinggi sampai rendah. Lapisan nikel laterit yang tidak termanfaatkan untuk ditambang biasanya di lapisan bawah atau lapisan bedrock. Lapisan inisangat penting untuk diidentifikasi mineralisasinya. Mineralisasi dan potensi pengembangan sumberdaya bijih selain nikel di laterit adalah mineral kromit. Mineral kromit di daerah Kolaka,khususnya daerah Pomalaa dan sekitarnya belum dilakukan kajian khusus dan potensi sebarannya.Penelitian ini akan memberikan informasi potensi kandungan kromit dan karakteristik endapannya. Selain itu, dapat menjadi sumber referensi dalam studi selanjutnya di daerah Pomalaa dan sekitarnya serta untuk perhitungan sumberdaya mineralnya. Analisis kromit dalam lapisan bedrock ini dilakukan dengan menggunakan analisis mineragrafi danpetrografi analisis. Sampel batuan diambil di daerah Sopura, Pomalaa. Hasil analisis petrografinya menunjukkan batuannya berjenis Harzburgit dan Serpentinit yang telah mengalami derajatserpentinisasi cukup kuat. Analisis sampel berdasarkan mineragrafi dan arah sebaran kromitnya bertambah besar dari arah barat-baratlaut. Karakteristik dari kromit di daerah ini adalah tipe podiform kromit, tipe kromit kelas II dengan ciri kromit non-kumulat, terkayakan secara tersebar/disseminatedsampai masif, terdeformasi kuat, batuan asal ultramafik jenis Harzburgit.Potensi mineralisasi kromit dari analisis tersebut di atas, menjadi peluang untuk beberapa perusahaan tambang di daerah Pomalaa dan sekitarnya untuk mengembangkan kromit sebagai bahan galian yang menguntungkan secara ekonomis. Analisis geokimia dan metode eksplorasi lainnya dapat dilakukan untuk analisis lebih dalam sehingga memberikan informasi sumberdaya dan cadangan yang akurat. Eksplorasi lanjutan dari penelitian ini diperlukan untuk memberikan informasi bagi penelitiselanjutnya dan juga pemerintah
PENGARUH GETARAN AKIBAT PELEDAKAN TERHADAP KESTABILAN LERENG TAMBANG PT. KALIMANTAN PRIMA PERSADA JOBSITE BDMA Firmansah, Yusron; Pradani, Diana Irmawati
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Kalimantan Prima Persada Jobsite BDMA merupakan perusahaan tambang batubara yang menerapkan metode penambangan terbuka. Kegiatan pengupasan lapisan overburden di PT. KPP Jobsite BDMA dilakukan dengan pengeboran dan peledakan. Hasil evaluasi menunjukkan operasi peledakan yang dilakukan menghasilkan dampak negatif getaran tanah yang dapat mempengaruhi nilai faktor keselamatan (FK) lereng tambang highwall. penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kestabilan lereng akibat pengaruh getaran dari kegiatan peledakan. Data yang digunakan meliputi nilai getaran Peak Particle Acceleration (PPA) dengan nilai sebesar 0,063 g, 0,053 g, 0,052 g, 0,039 g dan 0,036 g, sampel penampang lereng A, B, C, D dan E, dengan litologi lereng berupa soluvial, siltstone, claystone dan batubara. Metode analisis kestabilan lereng yang digunakan adalah Morgenstren-Price dengan perangkat lunak Slide 6.0. Hasil penelitian menunjukkan perbandingan nilai FK lereng sebelum dan saat operasi peledakan. Sebelum operasi peledakan didapatkan nilai FK penampang lereng E-E’ sebesar 1,112 namun saat operasi peledakan didapatkan nilai FK turun menjadi 0,993. Upaya untuk meminimalisir dampak getaran tanah adalah dengan melakukan perancangan ulang geometri peledakan. Perancangan ulang dilakukan dengan metode R.L Ash dan C.J Konya. Hasil dari metodeR.L Ash didapatkan nilai burden 5 meter, spasi 6,5 meter, dan kedalaman 7 meter serta metode C.J Konya didapatkan hasil burden 5,5 meter, spasi 5,7 meter, dan kedalaman 7,1 meter. Prediksi getaran tanah dilakukan terhadap masing-masing geometri peledakan dan diketahui radius aman getaran adalah≤425 meter dari lokasi peledakan.
ANALISA KESTABILAN LERENG UNTUK MENENTUKAN GEOMETRI OPTIMAL PADA LERENG ANISOTROPIK DI PIT MTH PT KALTIM PRIMA COAL Munthaha, Zidni Ilman; Princessca, Channia
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada lereng yang terdiri dari batuan sedimen dengan struktur laminasi, pembentukan lereng yang sejajar dengan kemiringan lapisan batuan membentuk lereng anisotropik. Ketidakstabilan lerengnya dipengaruhi oleh kekuatan geser pada bidang lemah yang muncul, bukan hanya dari kekuatan geser batuan itu sendiri. Penelitian ini difokuskan pada analisa kestabilan lereng di low-wall Pit MTH dengan menggunakan model anisotropik yang terdapat bidang lemah dan diinterpretasikan oleh bidang perlapisan. Anisotropik dimasukkan dalam model 2D menggunakan model material Generalized Anisotropic di Slide2, sedangkan kedudukan batuan didasarkan pada pengukuran langsung di lapangan. Untuk mendapatkan geometri optimal lereng, dilakukan beberapa simulasi perhitungan faktor keamanan terhadap variasi ketinggian lereng tunggal yang kemudian menjadi parameter awal dalam penentuan lebar jenjang minimum. Kombinasi lereng tunggal dan lebar jenjang optimal yang membentuk lereng keseluruhan selanjutnya dilakukan perhitungan faktor keamanannya kembali guna memvalidasi setiap bagian lereng memenuhi kriteria geoteknik yang telah ditentukan. Dari hasil perhitungan, didapatkan geometri lereng low-wall Pit MTH optimal dapat dibentuk dengan lereng tunggal setinggi 15m dan lebar jenjang minimal 15m dengan bidang lemah yang dimodelkan berupa kontak perlapisan. 
ANALISIS PERENCANAAN DAN EVALUASI SERAPAN DAYA ELEKTRIFIKASI POMPA DEWATERING TAMBANG (STUDI KASUS PT ADARO INDONESIA) Ramadani, Hari Nukta; Pratama, Jimi Habi
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Adaro Indonesia (Adaro) merupakan salah satu perusahaan tambang batubara terbesar di Indonesia yang mengkonsumsi bahan bakar cair (diesel fuel) dalam jumlah yang sangat besar. Sebagai bagian dari penerapan kebijakan operasional yang efisien dan sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), Adaro menerapkan kebijakan transisi energi dalam bentuk serapan daya listrik guna mendukung misi pemerintah Net Zero Emission melalui program Mining Electrification, meliputi elektrifikasi pada proses pemompaan air tambang dan operasional di field office. Namun dalam perjalanannya ditemui kendala perihal ketidaktercapaian target serapan daya dari Beban elektrifikasi pompa tambang. Melalui penelitian dengan metode analisis hidrologi, dewatering dan energi pompa, tim Project Control berupaya mengevaluasi beban terpasang guna meningkatkan ketercapaian target serapan daya pompa. Dari hasil analisis ditemukan adanya kapasitas berlebih pada trafo-trafo terpasang (rasio beban daya hanya sebesar 62%) dan over plan target serapan daya listrik tahunan. Setelah dilakukan perbaikan dengan cara menambah jumlah elektrifikasi pompa sekaligus optimalisasi trafo yang ada, serta perencanaan target serapan daya yang presisi dan realistis. Sehingga berhasil dicapai rasio ideal konfigurasi beban minimal 70% dan tercapai 112% target serapan daya listrik Adaro pada periode Januari – Desember 2022. Keseluruhan upaya manajemen energi sejak Tahun 2016 hingga April 2023 menghasilkan serapan energi sebesar 190,5 ribu MWh yang setara dengan penghematan diesel fuel sebesar 50.1 juta liter dan mereduksi emisi gas rumah kaca sebesar 133 ribu ton CO2e.
PERAN TEKNOLOGI DALAM MENINGKATKAN KESELAMATAN PERTAMBANGAN DALAM HAL PENGELOLAAN KELELAHAN OPERATOR (FATIGUE) DENGAN PENGGUNAAN WEARABLE SMART WATCH PT PAMAPERSADA NUSANTARA DISTRIK BAYA, KALIMANTAN TIMUR Tandiarrang, Aris; Junianto, Dwi; Wibowo, Iwan Tri
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Pamapersada Nusantara Distrik BAYA atau PAMA BAYA merupakan salah satu jobsite PT Pamapersada Nusantara yang beroperasi dalam Ijin Usaha Penambangan milik PT Jembayan Muarabara PT Khotai Makmur Insan Abadi yang berlokasi di Bhuana Jaya, Kalimantan Timur. Proses penambangan yang menjadi tanggungjawab mulai dari Land Clearing, Top Soil Removal, Drilling Blasting, OB Removal, Coal Getting, hingga Coal Hauling. Selain fokus terkait operasional, PAMA sangat memprioritaskan aspek K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Tahun 2022, tercatat terjadi 76 kali insiden dengan klasifikasi top priority jenis insiden yaitu traffic incident sebanyak 43 kali (termasuk fatigue incident sebanyak 4 kali), serta lainnya adalah property damage dan minor injury. Insiden traffic yang memiliki risiko yang tinggi dan berpotensi terjadi fatality adalah insiden yang disebabkan oleh fatigue. Dari hasil investigasi pada kejadian insiden fatigue masih ditemukan adanya ketidakjujuran dari operator pada saat jam tidur sebelum istirahat yang kurang dari 6 jam namun pada saat mengisi form fit to work menyatakan tidur lebih dari 6 jam. Oleh karena itu diperlukan upaya dalam pengelolaan fatigue terutama operator sebelum kerja sehingga kejujuran dalam mengisi jam tidur sebelum bekerja dapat terdeteksi dan dilakukan pengendalian sehingga mengurangi risiko K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dalam mengoperasikan unit/kendaraan. Dalam penelitian ini kami menggunakan wearable smart watch yang disebut dengan jam OPA (Operator Personal Assisstent) yang digunakan oleh operator sehingga dapat terdeteksi jam istirahat sebelum bekerja yang dikonfigurasikan dengan aplikasi 1Pama dan dashboard sistem web. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan penggunaan wearable OPA ini dapat menunjukan data operator deep sleep, light sleep, data aktivitas, data aktif penggunaan HP, rata-rata detak jantung, data cukup tidur, kurang tidur dan jam yang tidak dipakai. Dari data-data tersebut maka dapat dilakukan kontrol kepada operator yang secara jam tidurnya kurang untuk tidak mengoperasikan unit sehingga risiko K3 terjadinya insiden karena fatigue kurang jam istirahat sebelum bekerja dapat dihindari. Pemeriksaan data OPA dan work order follow fatigue OPA ini muncul dalam tasklist GL (Group Leader) sehingga pada saat awal shift operator yang jam tidur kurang dari 6 jam akan dipanggil dan dilakukan couching and counceling, follow up istirahat. Dengan penggunaan jam wearable OPA ini menjadi solusi dalam mendapatkan jam istirahat operator secara real dan jujur secara sistem sehingga dapat mengurangi risiko K3 di tempat kerja. Hasil penelitian menunjukkan penurunan traffic incident dari 43 kejadian diperiode year to date 2022 menjadi 5 kejadian diperiode Q1 (Jan – Mar) 2023. Angka ini membuktikan implementasi program berjalan dengan sangat baik dan perlu dijaga konsistensinya.
Perbaikan Sistem Peledakan untuk Efisiensi Penyanggaan H-Beam pada Tambang Bawah Tanah Studi Kasus di Antam UBPE Pongkor Fadillah, Fadillah; Taruna, Taruna; Purwoko, Andik; Kurniawan, Taufik; Nugroho, Bagaskara Widi
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antam UBPE Pongkor merupakan salah satu perusahaan tambang emas bawah tanah yang beroperasi di Indonesia. Dalam siklus produksinya, Antam UBPE Pongkor melakukan aktivitas drilling dan blasting yang akan berpengaruh terhadap penyanggaan pada tahap berikutnya. Aktivitas penyanggaan di Pongkor terbagi menjadi dua metode yaitu konvensional berupa steel support di lokasi Ciguha, Kubang Kicau dan Gudang Handak dan modern dengan shotcrete di lokasi Ciurug. Pada lokasi yang masih menerapkan sistem konvensional, bila kelas massa batuan berada di kelas III dan IV dengan RMR 60-41 dan 40-21, Antam Pongkor menerapkan penyanggaan h-beam sesuai dengan kondisi. Dengan semakin dalam level tambang yang berarti semakin turun kelas massa batuan, penyanggaan h-beam di beberapa lokasi tidak bisa dihindari. Dalam penelitian ini, pada tahun 2021 kelas massa batuan III dan IV di Tambang Gudang Handak, Ciguha dan Kubang Kicau (Tambang B) berjumlah 79 persen sehingga membutuhkan penyanggaan h-beam sebanyak 3.057 batang dengan biaya Rp. 15.892.147.713,00.Antam UBPE Pongkor berupaya mengurangi penggunaan H-Beam untuk kegiatan penyanggaan. Masalah yang berhasil diidentifikasi adalah kondisi batuan yang sulit diprediksi dan tidak ada pola pemboran dan peledakan di area kritikal. Pada tahun 2022, direncanakan penggunaan H-Beam adalah3.296 batang dengan biaya Rp. 17.132.864.790,00. Dari tingginya biaya tersebut, kami mencoba mencari masalah dasar dari tingginya penggunaan h-beam. Dengan data geoteknik, pengukuran serta penggunaan bahan peledak, kami menemukan masalah dasarnya yaitu overbreak dimensi peledakan. Oleh karena itu, kami coba mensolusikan dengan Customized and Comprehensive Drilling-Blasting Method. Hasilnya, pada tahun 2022, overbreak turun menjadi 3,11 % dari 22,77% sehingga penggunaan h- beam turun menjadi 2.848 batang atau turun 14 persen dari rencana tahun 2022. Biayanya juga turun menjadi Rp. 14.805.638.432,00 atau turun Rp 2.327.226.359,00.
IMPLEMENTASI KONTROL GEOTEKNIK UNTUK STAGING FINALISASI DESAIN PADA AREA LUMPUR EX-SUMP DI TAMBANG BATUBARA Satria, Muhammad Alam; Rahmawan, Khafidz; Udhaya, Gde Raharja
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lumpur merupakan salah satu tantangan besar dalam proses penambangan batubara. Pada salah satu area kerja di PAMA Distrik BAYA, terdapat area 4N yang merupakan area yang sudah ditinggal selama 8 tahun karena perubahan rencana penambangan. Pada tahun 2022 area ini diaktifkan kembali, sehingga aktivitas penambangannya akan memiliki tantangan besar terkait lumpur. Hal ini dikarenakan sebagian besar cadangan batubara berada di bawah elevasi lumpur sump 4N yang memiliki kedalaman 18 meter. Jika strategi penambangan tidak tepat, maka akan berdampak pada fatality atau property damage akibat longsor atau terperosok dan kerugian finansial akibat ketidaktercapaian produksi batubara.Tujuan dari project ini adalah untuk melakukan finalisasi desain area 4N dengan melakukan penggalian material lumpur sejumlah 971.533 m3 dan material overburden sejumlah 1.686.951 bcm untuk mendapatkan batubara sebanyak 284.122 ton. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan beberapa pekerjaan yaitu kontrol geoteknik (analisis dan monitoring) untuk menentukan staging penggalian di bawah lumpur yang aman dari bahaya longsor, catchment area reduction, dan penggalian lumpur dengan skema mud trucking.Berdasarkan hasil analisis geoteknik, penggalian batubara di bawah elevasi lumpur dapat dilakukan dengan pembuatan buffer material insitu yang dibagi menjadi 4 stage. Stage tersebut mempertimbangkan penurunan elevasi lumpur per 5 sampai 10 meter. Dalam analisis juga sudah mempertimbangkan model dan material properties terbaru berdasarkan hasil surface mapping untuk mengidentifikasi penurunan kekuatan batuan dan keberadaan weak layer. Buffer material insitu tersebut juga menjadi landasan alat ketika melakukan penggalian lumpur. Penggalian lumpur dilakukan bertahap sepanjang buffer material insitu, hingga membentuk angle of repose di 8 degree. Pembuatan outer drainage juga dilakukan agar lowest point bisa segera terbentuk dan meminimalisir volume air yang masuk ke area lumpur yang berpotensi mengurangi viskositas lumpur. Pada akhirnya, aktivitas penggalian lumpur dan material overburden di area 4N dapat berlangsung dengan aman sesuai desain dan rekomendasi geoteknik, serta batubara dapat tercapai sesuai target volume dan waktu.
Optimasi Cadangan Batubara Pit 8-14 Dengan Diversi Parit Sungai Simangono Tambang Senakin PT. Arutmin Indonesia Pratama, Yogie Reza; Pratama, Bayu Mandala; Ismail, Sufrie; Adiprasetyo, Kresno
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pit 8-14 merupakan tambang terbuka yang memproduksi Bituminous Coal yang berada di Site Tambang Senakin di dalam IUPK PT. Arutmin Indonesia. Site senakin telah beroperasi kurang lebih selama 20 tahun dan masih beroperasi sampai sekarang. Dengan semakin panjangnya umur proyek tersebut diikuti juga semakin menipisnya cadangan batubara yang ada. Berdasarkan latar belakang tersebut maka dilakukanlah optimasi sisa cadangan yang ada.Pit 8-14 ini merupakan pit yang memanjang dari arah utara-selatan yang dilalui oleh beberapa sungai. Salah satu sungai terbesar yang melalui pit tersebut adalah Sungai Simangono. Sungai simangono ini merupakan sungai dengan elevasi terendah yang berada di dalam pitshell tersebut. Sehingga untuk melakukan diversi dengan skala besar berdasarkan kajian teknis sulit untuk dilakukan serta cukup besar risikonya.Dengan mengacu kondisi yang ada, maka dibuat desain untuk melakukan diversi skala kecil dengan melakukan pelurusan aliran Sungai Simangono dengan membuat Parit yang berukuran cukup besar. Dari desain pelurusan Sungai Simangono tersebut dapat memaksimalkan crest sidewall pit 8-14 dengan jarak yang sudah melalui kajian geoteknik. Penambahan cadangan dari optimasi desain tersebut sebesar ± 882 kton batubara. Setelah dilakukan perhitungan keekonomisan dari desain optimasi tersebut dapat dinyatakan optimasi tersebut layak secara teknikal maupun keekonomian dengan SR 14.68.
REKLAMASI VEGETASI SEBAGAI PENDUKUNG SUKSESI EKOSISTEM DANAU PASCATAMBANG (STUDI KASUS DANAU PASCATAMBANG KARUH) Oktiawan, Fandi; Santosa, Reza; Rahmadani, Arif; Rahman, Syaiful
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Blok Karuh merupakan salah satu area Rencana Pengembangan Seluruh Wilayah (RPSW) yang merupakan eks PKP2B dari PT Arutmin Indonesia. Pelaksanaan reklamasi dalam bentuk revegetasi di blok Karuh telah selesai dilaksanakan dan berangsur-angsur telah selesai dilakukan perawatan hingga tahun 2022. Blok Karuh juga menyisakan Danau Pascatambang sebagai upaya reklamasi bantuk lain. Danau Pascatambang Karuh memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai obyek wisata, keramba jaring apung (KJA) dan sumber air bersih sebagaimana upaya-upaya yang pernah dilakukan. Selain perusahaan, keterlibatan masyarakat dan pemerintah selaku stakeholder juga diperlukan untuk mendukung keberhasilan program-program yang telah diupayakan tersebut. Keberadaan infrastruktur memiliki peran yang sangat vital, khusunya akses jalan sebagai penghubung jalan provinsi ke lokasi Danau Pacatambang yang memakan waktu tempuh dua jam perjalanan.Keberhasilan Danau Pascatambang Karuh dalam mendukung pulihnya ekosistem salah satunya diindikasikan dengan kualitas air danau pascatambang yang telah memenuhi baku mutu lingkungan sesuai Peraturan Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan No.36 Tahun 2008 Tetang Baku Mutu Limbah Cair untuk parameter TSS, pH, Fe, Cd, Mn. Kualitas air yang baik ini secara langsung mendukung kesuksesan pertubuhan dan perkembangan biota air. Berdasarkan indeks Shanon Wanner 1994, hasil pengamatan Indeks Keanekaragaman (H’) dari fitoplankton dan zooplankton pada Danau Pascatambang Karuh, masuk dalam kriteria perairan sedang dengan keadaan struktur komunitas stabil, sedangkan dalam Indeks Keseragaman (E’) masuk dalam kriteria perairan sangat baik dengan keadaan penyebaran jenis dalam komunitas sangat merata. Dengan demikian secara umum kondisi ini menunjukan hasil yang baik dan sangat layak untuk kehidupan fitoplankton dan zooplankton. Pengujian fish tissue nekton dengan jenis Ikan Nila (Oreochromis niloticus) yang bersumber dari Danau Pascatambang dilakukan pada tahun 2018 dan 2023, dimana hasilnya tidak menunjukan peningkatan signifikan kadar logam dalam tubuh ikan tersebut. Kegiatan penilaian reklamasi hutan dan reklamasi tambang (JAMREK) di area Pascatambang Karuh telah dilakukan dan kawasan hutannya telah dikembalikan sebagian kepada pemerintah. Hal demikian menjadi indikator keberhasilan pertumbuhan dan perkembagan reklamasi dalam bentuk vegetasi. Perkembangan flora dan fauna pada area reklamasi vegetasi Pascatambang Karuh dan perkembangan biota Danau Pascatambang saling mendukung satu sama lain. Keberadaannya menjadi indikator keberhasilan ekosistem Pascatambang telah pulih dari kerusakaan yang disebabkan selama masa operasi penambangan.
PEMISAHAN KARBON DAN PASIR PADA OVERSIZE SAFETY SCREEN DENGAN METODE GRAVITY SEPARATOR DI PT. ANTAM TBK – PONGKOR, JAWA BARAT (Sub Tema : Konservasi Sumber Daya Mineral) Adi, Hoppy; Nurhakim, Zafar; Wahyudi, Wahyudi; Teguh, Yulian
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pengolahan emas di UBPE Pongkor menghasilkan limbah berupa slurry dan waste safety screen. Limbah safety screen berasal dari sampah yang ada pada slurry di tangki terakhir, melalui proses screening akan terpisah oversize (waste) dan undersize (slurry). Selama ini pemanfaatan waste safety screen dilakukan dengan mengumpankan kembali ke tangki CIL karena masih terdapat material berharga yaitu karbon aktif, akan tetapi karena waste safety screen mengandung material lain yaitu pasir dan kayu, sehingga berpotensi menganggu proses agitasi pada tangki, material tersebut harus dipisahkan terlebih dahulu sebelum masuk proses CIL. Selain itu kadar emas yang masih tinggi di pasir, sehingga perlu dilakukan proses re-grinding untuk mengoptimalkan perolehan logam, material tersebut harus dipisahkan terlebih dahulu. Salah satu proses pemisahan yang dapat dilakukan adalah pemisahan secara gravitasi menggunakan humphrey spiral, shaking table, ataupun proses gravitasi lainnya. Pemilihan alat pemisahan oversize safety screen yang tepat dapat menghasilkan proses pemisahan material yang efektif dan efisien. Oleh karena itu penelitian kali ini dilakukan untuk mengetahui teknologi pemisahan waste safety screen yang paling efektif dan efisien diantara metode gravity separator tersebut. Penelitian diawali dengan melakukan karakterisasi material waste safety screen dengan analisa komposisi dan distribusi ukuran waste safety screen. Hasil karakterisasi tersebut menunjukkan waste safety screen memiliki komposisi pasir, karbon dan kayu berturut-turut sebesar 70%,26% dan 4% dengan pasir terdistribusi merata di semua ukuran sedangkan karbon berada pada ukuran 8-14 mesh. Penelitian dilanjutkan dengan uji gravity separator, pada Jig didapatkan hasil sampah kayu terpisah pada overflow dengan komposisi 89% akan tetapi pada underflow karbon dan pasir masih bercampur dengan komposisi 66% dan 34%. Sedangkan pada shaking table didapatkan hasil pada tailing didominasi oleh karbon dan kayu (95%), middling didominasi oleh karbon (99%), sedangkan concentrate didominasi oleh pasir (88%). Adapun pada humphrey spiral didapatkan hasil pada tailing masih terdapat campuran antara karbon dan pasir dengan komposisi 55% dan 45%, middling dan concentrate didominasi oleh pasir dengan komposisi 92% dan 99%. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, didapatkan kesimpulan metode shaking table paling efektif dalam pemisahan karbon, kayu dan pasir dari waste safety screen. Analisa keekonomian juga dilakukan setelah menentukan shaking table sebagai opsi terbaik, dari analisa yang dilakukan, terdapat biaya tambahan berupa capex dan opex sebesar 149 juta untuk capex dan 48 juta per bulan untuk opex. Adapun estimasi perhitungan revenue dari pengolahan oversize safety screen sebesar 1.7 milliar per tahun, sehingga terdapat benefit dari pengolahan pasir yang sudah dipisahkan oleh shaking table sebesar Rp. 892,554,438 per tahun.