cover
Contact Name
Moh Shidqon
Contact Email
ajidshidqon@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ajid.shidqon@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
ISSN : 26858908     EISSN : 26862603     DOI : -
Core Subject : Engineering,
PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI di terbitkan oleh PERHAPI dan terbit tahunan dan mempunya ISSN 2686-2603 (Online) & ISSN 2685-8908 (Cetak).
Arjuna Subject : -
Articles 379 Documents
STUDI PENYEBARAN KLOROFIL-A, SUHU PERMUKAAN LAUT DAN ANGIN UNTUK IDENTIFIKASI UPWELLING DI PERAIRAN SELATAN SUMBAWA TAHUN 2018 Agus Setianto; Kostansa Tri Adinda Witomo; Muhammad Hizrian Irda; Ika Kurnia Putri
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2019: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v1i1.104

Abstract

ABSTRAK Perairan Selatan Sumbawa merupakan perairan terbuka yang langsung berhadapan dengan Samudera Hindia sehingga karakteristik perairannya menjadi sangat dinamis. Operasional pertambangan PTAMNT menghasilkan tailing (sisa batuan) yang ditempatkan di Ngarai Senunu Perairan Selatan Sumbawa pada kedalaman 125 m di bawah permukaan laut. Untuk memastikan operasional penempatan tailing berjalan dengan baik maka diperlukan pemantauan laut secara rutin dan teratur termasuk salah satunya pemantauan upwelling di sekitar wilayah penempatan tailing. Hasil studi ini menunjukkan bahwa fenomena upwelling di Perairan Selatan Sumbawa khususnya di sekitar penempatan tailing PTAMNT berdasarkan suhu permukaan laut sangat kuat terjadi pada bulan Juni hingga September dengan puncak kekuatan upwelling tertinggi terjadi pada bulan Juli (rata-rata suhu permukaan laut terendah 25,64 0C) dan fenomena upwelling berdasarkan klorofil-a sangat kuat terjadi pada bulan April hingga Juni dengan puncak kekuatan kriteria upwelling tertinggi terjadi pada bulan Juni (rata-rata klorofil-a tertinggi 1,01 mg/m3). Sedangkan fenomena downwelling berdasarkan suhu permukaan laut terjadi pada bulan Desember (rata-rata suhu permukaan laut tertinggi 28,84 0C) dan fenomena downwelling berdasarkan klorofil-a terjadi juga pada bulan Desember (rata-rata klorofil-a terendah 0,14 mg/m3). Hasil studi ini juga menunjukan bahwa selama periode upwelling di Perairan Selatan Sumbawa khususnya di sekitar penempatan tailing PTAMNT tidak memperlihatkan adanya indikasi naiknya atau munculnya tailing ke lapisan permukaan. Kata kunci: Angin, Klorofil-a, Suhu Permukaan Laut, Upwelling Tailing  ABSTRACT South Sumbawa Waters are open waters that comes straight to the Indian Ocean so the characteristic of the waters becomes very dynamic. Mining operation of PTAMNT produce tailings (remnants of rocks) that placed in Senunu Canyon at South Sumbawa Waters at 125 m depth under sea surface. To ensure proper process of tailing placement, regular monitoring is needed including upwelling monitoring around tailing placement area. The result of this study shows that South Sumbawa Waters especially PTAMNT tailing placement area, very strong upwelling characteristic based on sea surface temperature occurred on June – September with July as the peak (lowest average temp 25,64 0C) and very strong upwelling characteristic based chlorophyll-a occurred on April – June with June as the peak (highest average chlorophyll-a 1,01 mg/m3). Meanwhile, downwelling characteristic based on sea surface temperature occurred on December (highest average temp 28,84 0C) and downwelling characteristic based on chlorophyll-a occurred on December (lowest average chlorophyll-a 0,14 mg/m3). The result of this study during upwelling period in South Sumbawa Waters especially PTAMNT tailing placement area also did not shows any indication of the rise or appearance of tailings to sea surface. Keywords: Wind, Chlophyll-a, Sea Surface Temperature, Upwelling Tailing 
SHARING WALL PROJECT SEBAGAI BENTUK UPAYA KONSERVASI SUMBERDAYA BATUBARA Herri Lubis
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2019: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v1i1.120

Abstract

ABSTRAK Salah satu bentuk usaha konservasi sumberdaya mineral dan batubara (seperti yang diamanatkan dalam PP No. 55 Tahun 2010) adalah pengelolaan dan atau pemanfaatan cadangan marginal. Contoh pemanfaatan cadangan marginal ini adalah dengan memaksimalkan penambangan cadangan batubara di perbatasan antara 2 (dua) atau beberapa konsesi yang saling bersinggungan. Cadangan batubara di perbatasan ini seringkali ditinggal karena beberapa pertimbangan dari pemegang konsesi. Dalam makalah ini menggunakan studi kasus pada penambangan bersama di Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Banjarsari Pribumi (PTBP) dan IUP PT Budi Gema Gempita (PTBGG) di Kabupatan Lahat, Sumatera Selatan. Kerjasama penambangan di perbatasan konsesi yang saling bersinggungan ini dinamakan dengan “Sharing Wall Project”. Tujuan dari penulisan makalah ini adalah memberikan informasi dan panduan kepada para pemegang konsesi yang saling berimpitan dalam melakukan kerjasama penambangan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Sampai saat ini “Sharing Wall Project” antara IUP PTBP dan PTBGG ini sudah menambang batubara sebesar 350,000 ton dari Sharing Wall Project ini untuk masing-masing konsesi. Dengan “Sharing Wall Project” ini berpotensi adanya penambahan cadangan marginal sebesar 1,000,000 ton yang bisa ditambang untuk masing-masing IUP. Artinya akan tambahan royalti yang dibayarkan ke pemerintah dari kedua IUP ini. Penambangan perbatasan IUP sudah diatur dalam Kepmen ESDM No. 1827K/30/MEM/2018 Pada Lampiran II Mengenai Pedoman Pengelolaan Teknis Pertambangan Kata Kunci: Sharing Wall Project, konservasi, cadangan marginal, royalti.  ABSTRACT  One of conservation efforts for mineral and coal resources (as mandated in PP No. 55 of 2010) is the management and or utilization of marginal reserves. An example of utilizing this marginal reserve is by maximizing the mining of coal reserves at the boundary between 2 (two) or several conflicting concessions. Coal reserves at this border are often left behind due to several considerations from concession holders. This paper uses a case study on joint mining in the PT Banjarsari Pribumi (PTBP) and PT Budi Gema Gempita (PTBGG) in Lahat Regency, South Sumatra. Mining cooperation at the intersection of concessions that coincide with each other is called the "Sharing Wall Project". The purpose of writing this paper is to provide information and guidance to concession holders who coincide with each other in conducting mining cooperation in accordance with applicable laws and regulations. Until now the "Sharing Wall Project" between PTBP and PTBGG has mined 350,000 tons of coal from the Sharing Wall Project for each concession. With this "Sharing Wall Project" it has the potential to increase marginal reserves of 1,000,000 tons that can be mined for each concession. This means that additional royalties will be paid to the government from these two concessions. Concessions border mining has been regulated in ESDM Decree No. 1827K / 30 / MEM / 2018 in Appendix II Concerning Guidelines for Mining Technical Management  Keywords: Sharing Wall Project, conservation, marginal reserves, royalties.  
PEMANFAATAN TEKNOLOGI ELEKTRIFIKASI PADA ALAT GALI MUAT OPERASIONAL PENAMBANGAN Ahmad Zaki Romi; Robbi Hidayat; Okta Robian Pranata; Desliwandi Desliwandi
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2019: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v1i1.55

Abstract

ABSTRAK Kondisi perekonomian global yang kurang baik menjadikan harga batubara cenderung terus menurun. Perseroan telah merespon dengan cepat kondisi tersebut dengan meningkatkan efisiensi operasional, pengendalian biaya, melakukan diversifikasi pemasaran ekspor termasuk mengintrodusir pola penambangan terfokus. Salah satu program efisiensi operasional untuk pengendalian biaya dan Pengembangan perusahaan adalah Program Elektrifikasi dimana sebelumnya operasional penambangan didominasi dengan sistem penambangan berbasis BBM. Implementasi Sistem Penambangan dengan peralatan penambangan berbasis listrik juga dirancang melalui tahapan-tahapan untuk menyesuaikan dengan target perusahaan jangka pendek dan jangka panjang serta menyesuaikan dengan kesiapan peralatan. Kebutuhan rencana produksi yang terus meningkat berdasarkan rencana jangka panjang perusahaan, dari hasil kajian diperoleh penambahan produksi secara swakelola dengan investasi peralatana tambang berbasis listrik. Pada bulan Agustus tahun 2017 PT. Bukit Asam, Tbk telah melakukan kegiatan operasional penambangan menggunakan alat gali muat dengan electric shovel di Pit 2 dan Pit 3 pada lokasi IUP Banko Barat. Penggunaan alat gali muat electric shovel dapat meningkatkan efisiensi operasional dan pengendalian biaya operasional.
PENGEMBANGAN SISTEM DIGITAL CHECKER BERBASIS APLIKASI MOBILE ANDROID SEBAGAI PENCATATAN RITASE SECARA REAL TIME PADA PT. SATRIA BAHANA SARANA Ahmad Sugiarta Isnaini Isnaini; Karmono Karmono
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2019: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v1i1.71

Abstract

ABSTRAK Pengembangan sistem digital checker merupakan tranformasi dari sistem manual yang di distribusikan ke dalam bentuk digital berbasis aplikasi mobile android. Selama ini proses pencatatan setiap ritase dilakukan oleh checker. Checker adalah karyawan yang secara khusus melakukan pencatatan ritase. Proses pencatatan ritase yang dilakukan saat masih bersifat manual menggunakan kertas, dan hasil dari proses pencatatan manual melalui kertas tersebut kemudian diolah dan dianalisa pada satuan kerja Operasional Control Center (OCC). Setelah proses pengolahan data dan analisa yang dilakukan oleh satuan kerja OCC, barulah kemudian dilaporkan ke management. Dari penerapan sistem checker manual tersebut dapat menyebabkan proses pengambilan keputusan bisnis apabila dilihat dari sisi management kurang efektif dan efesien. Selain itu juga dibutuhkan waktu yang lama untuk mengetahui serta memutuskan pencapaian produksi secara ideal berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Oleh sebab itu maka dibutuhkan media perantara berupa sistem aplikasi berbasis mobile android. Tujuan dari pengembangan sistem digital checker ini adalah untuk mengalihkan sistem yang selama ini manual menjadi digitalisasi yaitu pencatatan ritase menggunakan mobile android pada PT. Satria Bahana Sarana. Metodologi dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan (action research), dengan pendekatan metode 4-D (Define, Design, Develop, Disseminate) yang digunakan dalam pengembangan sistem digital checker. Adapun aplikasi yang dibangun berbasis android menggunakan bahasa pemograman PHP dan database MySQL, Indexing Elastic for (temporary saving) serta web service API (Application Programming Interface), TypeScript. Implementasi akhir dari pengembangan sistem digital checker ini dapat mempercepat dan memberikan informasi ritase melalui penginputan data secara langsung oleh checker dengan sistem aplikasi mobile android, sehingga proses ritase dapat diketahui dengan cepat dan tepat karena data disajikan secara real time selama 24 Jam. Sistem digital checker berbasis aplikasi android telah diuji coba pada PT. Satria Bahana Sarana di site Bangko pit 1 utara dan site Mahayung. Dampak dari penerapan aplikasi digital checker ini juga dapat meminimalisir penumpukan dan penggunaan kertas. Kata Kunci : digital checker, ritase, android, 4D, PT. Satria Bahana Sarana  ABSTRACT The development of a digital checker system is a transformation of a manual system that is distributed into digital form based on an android mobile application. The during this recording process, each participant is carried out by the examiner. Inspector is an employee who specifically records the reality. The process of recording the ritase is done while still manually using paper, and the results of the manual recording process through paper are then processed and analyzed in the Operational Control Center (OCC) departement. After the data processing and analysis carried out by the OCC departement, it is then reported to management. From the application of this manual inspection system, it can cause the decision making process taken by the management to be less effective and efficient. In addition it takes a long time to be discussed and also determine the ideal production in accordance with predetermined criteria. Therefore we need media related to the android mobile-based application system. The purpose of the development of this digital checker system is to move the system that has been manually into digitization, namely the recording of ritase using an android phone at PT. Satria Bahana Sarana. The methodology in this research is action research, by studying the 4-D (Define, Design, Develop, Disseminate) method used in the development of digital inspection systems. Android based applications use the PHP programming language and MySQL database, Indexing Elastic for (temporary storage) and web service API (Application Programming Interface), TypeScript. The final implementation of the development of the digital checker system can accelerate and provide social information through inputting data directly by the checker with the android mobile application system, so that the security process can be supported quickly and precisely in accordance with the data presented in real time for 24 hours. Android based digital checker system has been tested on PT. Satria Bahana Sarana at Bangko site pit 1 north and Mahayung site. The impact of implementing this digital checking application can also minimize paper buildup and use Keywords: digital checker, ritase, android, 4D, PT. Satria Bahana Sarana 
OPTIMALISASI DISTRIBUSI DAN TINGKAT ENERGI BAHAN PELEDAK DENGAN SISTEM DIFFERENTIAL ENERGY TM (DELTA E) Stefanus Jagad Gineung Jagad Gineung Pratidina; Desy Rachmawati; Latif Muhammad Badra; Nur Fajar; Muhammad Faqih; Fahri Lundeto
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2019: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v1i1.83

Abstract

ABSTRAK Kondisi geologi yang heterogen menjadi salah satu tantangan pada operasional penggalian dan pengangkutan dalam proses penambangan. Peledakan konvensional sejak lama dilakukan untuk membantu proses pemberaian batuan, namun paradigma yang sampai sekarang masih umum digunakan yaitu bagaimana memakai energi sebesar-besarnya untuk menghancurkan batuan. Hal ini menjadi kurang efisien karena tidak memperhatikan variasi litologi batuan dan masih berpotensi menimbulkan berbagai macam isu, seperti fragmentasi yang buruk, recovery penggalian rendah, serta biaya peledakan yang tinggi. Pemanfaatan bahan peledak dengan tingkat workable energy yang tepat (Berta, 1985) serta distribusinya di dalam lubang berdasarkan jenis litologi dibutuhkan untuk mewujudkan peledakan yang optimal. Teknologi Differential EnergyTM yang mengombinasikan automatic gassing system pada truk MPU (mobile processing unit) dengan high viscosity emulsion product dapat memberikan fleksibilitas dalam pengaturan densitas bahan peledak tanpa mengurangi ketahanan terhadap air. Hal ini memungkinkan pengisian emulsi curah dengan berbagai tingkat energi di dalam satu lubang ledak yang sama secara cepat dan akurat. Selain itu, persentase workable energy yang dihasilkan lebih besar dibanding ANFO maupun bahan peledak emulsi biasa.  Makalah ini membahas mengenai tahap 1 penerapan Differential EnergyTM dalam operasional peledakan, dimana fokus utamanya yaitu mencapai nilai densitas tunggal yang masih dapat menghasilkan kualitas maksimal. Pengambilan data dilakukan di tambang batubara PT Berau Coal jobsite Buma - Lati yang berada di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur dari bulan Agustus 2018 hingga Juli 2019. Hasil yang diperoleh dari studi menunjukkan Differential EnergyTM mampu mencapai densitas 0.7 g/cc dan memberikan peningkatan dari sisi kualitas fragmentasi peledakan, produktivitas unit digger, nilai recovery, serta pengurangan biaya peledakan akibat penurunan nilai powder factor, penurunan konten AN, dan penerapan expanded pattern. Sistem Differential EnergyTM tetap membutuhkan analisis geologi yang komprehensif serta kontrol operasional yang baik. Apabila litologi batuan sudah diketahui maka penempatan bahan peledak dengan tingkat workable energy yang tepat bisa dilakukan, sehingga penggunaan energi bahan peledak bisa lebih efisien dan optimal. Kata kunci: workable energy, distribusi energi, peledakan, Differential EnergyTM  ABSTRACT Heterogeneous geological conditions have become one of the challenges for the operational of excavation and transportation in the mining process. Conventional blasting has long been done to help the process of rock dispersion, but the paradigm that is still commonly used today is how to use maximum energy to destroy rocks. This becomes less efficient because it does not pay attention to variations in rock lithology and still has the potential to cause a variety of issues, such as poor fragmentation, low excavation recovery, and high blasting costs. The use of explosives with the right level of workable energy (Berta, 1985) and their distribution in holes based on the type of lithology are needed to create optimal blasting. Differential EnergyTM technology that combines automatic gassing systems in MPU (mobile processing unit) trucks with high viscosity emulsion products can provide flexibility in adjusting the density of explosive without reducing its water resistance. This allows the charging of bulk emulsions with various energy levels for the same explosive hole quickly and accurately. In addition, the percentage of workable energy produced is greater than ANFO or ordinary emulsion explosives. This paper discusses phase 1 of the application of Differential EnergyTM in blasting operations, where the main focus is to achieve a single density value that can still produce maximum quality. Data was collected at PT Berau Coal, Buma - Lati jobsite in Berau District, East Kalimantan from August 2018 to July 2019. The results obtained from the study show that Differential EnergyTM is able to reach a density of 0.7 g/cc and provide an improvement in blasting fragmentation quality, digger unit productivity, blasting recovery value, and reduction in blasting costs due to a decrease in powder factor, decreased AN content, and expanded pattern application. The Differential EnergyTM system still requires comprehensive geological analysis and good operational control. If rock lithologies have been detailed then the placement of explosives with the right level of workable energy can be done, so that the use of explosive energy can be more efficient and optimal. Keywords: workable energy, energy distribution, blasting, Differential EnergyTM
ANALISIS STABILITAS TEROWONGAN DANGKAL PADA TANAH LUNAK Putri Nova Haryu Dhanti; Singgih Saptono
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2019: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v1i1.99

Abstract

ABSTRAK Pada lima tahun terakhir ini banyak pembangunan yang dilakukan di Indonesia khususnya pembangunan infrastruktur, seperti pembangunan sarana Mass Rapid Transportation (MRT) berupa terowongan di Jakarta, dan berapa terowongan jalan raya dan terowongan jalur kereta api. Hal ini menjadi tantangan bagi para pembuatan terowongan di Indonesia. Tantangan tesebut adalah membuat terowongan jalan raya dan kereta api pada tanah lunak khususnya lempung dan pada kedalaman yang dangkal. Hal ini perlu perhatian khusus, disebabkan oleh sifat lempung yang memiliki sifat swelling dan serta penggalian terowongan tersebut pada kedalamanan kurang dari 100 m. Pendekatan kekuatan batuan sudah tidak dapat digolongan sebagai batuan karena pada umumnya menurut meterial lempung digolongkan sebagai tanah, sehingga teori elastistas sudah tidak berlaku lagi. Pendekatan yang diusulkan untuk analisis stabilitas  pada terowongan di batuan lempung  adalah berperilaku swelling sesuai dengan kandungan mineral penyusunnya yaitu montmorilonit. Untuk itu analisis stabiltas diperlukan parameter swelling. Pada Analisis dengan perilaku sewlling ini menggunakan metode elemen hingga (Phase2, Rocscience). Dengan pendekatan perilaku Swelling dalam  analisis stabilitas terwongan akan lebih mendekati dengan sifat material yang ada di terowongan. Kata kunci: swelling, metode elemen hingga, stabilitas, terowongan  ABSTRACT In the last five years a lot of development has been carried out in Indonesia, especially infrastructure development, such as the construction of Mass Rapid Transportation (MRT) facilities in the form of tunnels in Jakarta, and how many road tunnels and railroad tunnels. This is a challenge for tunnels in Indonesia. The challenge is to build road and rail tunnels on soft soil, especially clays and at shallow depths. This needs special attention, due to the nature of the clay which has swelling properties and the excavation of the tunnel in the depth of less than 100 m. Rock strength approach can no longer be classified as rock because in general according to clay meterial classified as soil, so the theory of electricity is no longer valid. The proposed approach for the stability analysis of tunnels in clay rock is to behave swelling according to its constituent mineral content, montmorillonite. For this reason, stability analysis requires swelling parameters. In this analysis with sewlling behavior using the finite element method (Phase2, Rocscience). With the Swelling behavior approach in the tunnel stability analysis it will be closer to the material properties in the tunnel. Key words : Swelling, Finite Element Method, Stability, Tunnel 
DWIFUNGSI RUAS JALAN PENGALIH TEBANGAN LEMBAK SEBAGAI KOLAM KONTROL DEBIT Fahmi Syaifudin; Susilo Catur M
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2019: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v1i1.115

Abstract

ABSTRAK Wilayah operasional Pit B/C PT Kaltim Prima Coal (KPC) area Bengalon terus melakukan ekspansi penambangan pada tahun 2019. Operasional pit akan memotong jalan umum dalam status Jalan Kabupaten penghubung desa Tebangan Lembak, Sepaso Barat dan kota kecamatan Bengalon. Salah satu ruas pemindahan jalan juga akan menjadi area tangkapan air limbah hasil operasional dumping Nakula Pit B/C yaitu pada titik penaatan kolam Kemuning. Penggunaan salah satu ruas jalan pengalih antara STA 2+100 – 2+375 untuk sekaligus dijadikan kolam kontrol debit menjadi opsi yang menarik mengingat potensi penghematan akan didapat perusahaan. Riset ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan menghitung dan membandingkan volume pekerjaan tanah terhadap dua kondisi berbeda. Perhitungan penghematan didapatkan dengan memakai harga kontrak yang telah ditetapkan untuk pekerjaan konstruksi jalan. Biaya tambahan yang mencakup faktor non-teknis juga dimasukkan dalam perhitungan biaya karena penggunaan jalan ini perlu mendapatkan izin dari Bupati Kutai Timur. Dapat disimpulkan bahwa dengan integrasi pembangunan jalan pengalih sekaligus sebagai kolam kontrol debit air limbah tambang, KPC menghemat biaya konstruksi sebesar 41% dari total biaya konstruksi infrastruktur Pit B/C. Kata kunci: Jalan pengalih, kontrol debit, titik penaatan.  ABSTRACT Operational area of Pit B/C PT Kaltim Prima Coal (KPC) continues to expand in 2019. Pit operation will cut public road with the status of connecting road between Tebangan Lembak village, West Sepaso and Bengalon sub-district. One of the re-alignment road segments will also be crossed by mining water flow from Nakula Dump activities at Pit B/C down to Kemuning Pond. Utilization those road segments between STA 2+100 to 2+375 to be control pond discharge shall be profitable for company. The research use quantitative approach by calculating and comparing earthwork volume for two different options. Saving calculation use the rate from approved contract for this road construction. Additional cost that covers non-technical issue also included in the calculation since utilization of road shall be approved by Bupati Kutai Timur. It is concluded that the integration of road and control pond discharge will save the cost for construction of Pit B/C KPC infrastructure by 41%. Keywords: Road re-alignment, discharge control, compliance point.  
OPTIMALISASI PRODUKTIFITAS DAN KINERJA ALAT BERAT DENGAN ANALISA DATA REAL TIME PARAMETER Nova Budi Satriawan
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2019: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v1i1.50

Abstract

ABSTRAK Alat berat, kendaraan berukuran besar, yang didesain khusus untuk mendukung operasional penambangan, adalah salah satu aset vital di perusahaan tambang. Alat berat memiliki penggerak bertenaga besar dan kebanyakan sudah dilengkapi sistem kontrol electronic dengan teknologi yang canggih oleh pabrikan pembuat alat berat. Di era Industri 4.0, perkembangan teknologi informasi sangat pesat, transformasi digital memungkinkan  penyajian data secara real time dengan lebih cepat, dalam kapasitas jumlah data yang sangat besar (big data) dan biaya yang relatif murah. Selain itu, dengan adanya virtual coud database dan perkembangan software data scienctist dan data analyst, integrasi dan pengolahan data dari berbagai database dapat dilakukan secara otomatis. Analisa data bahkan sampai pelaporan dengan berbagai format tampilan sesuai kebutuhan menjadi hal yang sangat mudah untuk dilakukan. Pada alat berat di sektor pertambangan, perkembangan teknologi ini ini dapat dimanfaatkan untuk improvement baik di sisi production maupun maintenance, dengan mengkustomisasi dan mengkombinasikan data real time parameter untuk memonitor produktifitas, konsumsi bahan bakar, kondisi kesehatan unit, bahkan sampai perilaku operator dan kondisi jalan tambang. Bahan bakar dan ban adalah biaya konsumsi yang sangat besar dalam pengoperasian tambang, dengan dapat dikontrolnya dua item tsb menjadi efektif dan efisien, serta dengan meningkatnya produkitivitas dan kinerja alat berat, maka keuntungan perusahaan akan meningkat. Kata Kunci :  data scienctist, data analyst , kondisi kesehatan unit, perilaku operator, kondisi jalan tambang  ABSTRACT Heavy Equipments, are huge vehicle that designed spesificly for support mining operation, it is one of the vital assets in mining company. Heavy Equipment has high torque engine, most of its are already equiped with sophisticated electronic control system by original equipment manufacturer. Nowadays, in industry 4.0 age, information technology growing very fast, digital transformation allows real time big data transmitting and display much more quickly and cheaper than before. And also, by the existence of virtual cloud database storage and  many development in data scientist and data analyst software, data integration and analysis are now can be done automatically. Analysis and Reporting with customize telmpate as needed are easy to be done. In mining heavy equipment, this technology development can be used for improvement in both side production and maintenance, by customize and combine real time parameter data to monitor productivity, fuel consumtion, equipment health condition, and also operator abuse behaviour and haul road condition. Fuel and  are tyrethe mostexpensive consumable expense in mining operation, by controlling these two items to be more efective and efficient, and also with the increasing of productivity and equipment performance, the profit of company will be increase. Key Words :  data scienctist, data analys , equipment health condition, operator abuse behaviou , haul road condition
PENERAPAN SISTEM TEKNOLOGI AUTOMATISASI GUNA MENUNJANG PROSES COAL SUPPLY CHAIN DI ROM STOCKPILE PT. ADARO INDONESIA Rahman Arif
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2019: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v1i1.66

Abstract

ABSTRAK ROM Stockpile merupakan fasilitas yang sangat penting pada rantai pasok batubara PT. Adaro Indonesia karena merupakan gudang yang setiap aktivitas didalamnya harus dipastikan berjalan dengan excellent. Terdapat 11 ROM Stockpile di seluruh wilayah operasional PT. Adaro Indonesia  yang perlu di kontrol dan di manage agar tidak menimbulkan efek pada proses selanjutnya. Adapun kesalahan proses selanjutnya yang dimaksud  seperti kesalahan kualitas batubara yang diangkut ke tongkang akibat miss informasi dan laporan volume stock ROM yang keliru. Untuk mengatasi hal ini PT. Adaro Indonesia menerapkan system automatisasi dan teknologi pada ROM stockpile nya agar mencegah error pada proses selanjunya tersebut. Adapun upaya system yang di terapkan adalah pemasangan RFID dan perangkatnya pada in-out ROM, serta pengambilan data stock ROM harian dengan menggunakan fotogrametri (drone) untuk meningkatkan accuracy pelaporan stock ROM sebagai acuan perencanaan hauling hariannya. Dengan penerepan sistem-sistem yang dijelaskan diatas, hasil aktualnya sesuai dengan yang diharapkan yakni membuat kesalahan pada proses selanjutnya akibat operasional ROM frekuensinya menjadi menurun dan aktivitas di ROM berjalan semakin efektif dan efisien.           Kata kunci: ROM Stockpile, Accuracy, RFID, Fotogrametri  ABSTRACT ROM Stockpile is a very important facility in the coal supply chain of PT. Adaro Indonesia because it is a warehouse that every activity in it must be ensured to run excellently. There are 11 ROM Stockpiles in all operational areas of PT. Adaro Indonesia that needs to be controlled and managed so as not to have an effect on the next process. The subsequent process errors are referred to as coal quality errors transported to the barge due to miss information and incorrect ROM stock volume reports. To overcome this, PT. Adaro Indonesia applies an automation system and technology to its stockpile ROM to prevent errors in the next process. The system effort applied is the installation of RFID and its devices in in-out ROM, as well as daily stock ROM data collection using photogrammetry (drones) to improve reporting accuracy of ROM stock as a reference for daily hauling planning. With the foregoing of the systems described above, the actual results are as expected, which is to make mistakes in the next process due to the operational frequency of the ROM being decreased and the activities in the ROM running more effectively and efficiently. Keywords: ROM Stockpile, Accuracy, RFID, Photogrammetry 
ANALISA LINEAR SUPERPOSITION DALAM KELOLA GETARAN TANAH HASIL PELEDAKAN PADA PERTAMBANGAN BATUBARA Dhion Pradatama. DM; Chani Pradasara; Syarif Nurdiansyah
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2019: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v1i1.78

Abstract

ABSTRAK Getaran tanah merupakan getaran yang ditimbulkan akibat dari proses peledakan tambang. Selama ini getaran tanah dianggap sebagai waste energy yang dapat merusak dan menjadi isu terhadap lingkungan di sekitar area tambang. PT. Multi Nitrotama Kimia sebagai perusahaan jasa peledakan dan penjualan bahan peledak di Indonesia memiliki kustomer dengan isu demikian, salah satunya adalah PT Adaro Indonesia. Guna menanggulangi isu tersebut, maka dilakukan rekayasa teknik terhadap getaran tanah yang dihasilkan dengan merubah waste energy menjadi work energy dengan prinsip linear superposition menggunakan metode signature hole analysis (SHA) dan dioptimalkan dengan aplikasi inter-deck delay pada lubang double-deck untuk meminimalisir getaran tanah yang ditimbulkan. Penelitian dan percobaan dilakukan menggunakan metode Signature Hole Analisys (SHA) untuk merekam perambatan gelombang di setiap range blok – strip tertentu terhadap area konsen. Gelombang yang telah terekam selanjutnya dianalisis dengan fitur Linear Superposition untuk mendapatkan rekomendasi waktu tunda beserta prediksi getaran yang ditimbulkan. Rekomendasi waktu tunda yang didapat adalah waktu tunda pada inter-hole, inter-row, dan inter-deck yang mana akan diterapkan untuk peledakan selanjutnya. Berdasarkan analisis menggunakan metode Signature Hole Analysis, rekomendasi waktu tunda yang diberikan dapat diterapkan untuk mengakomodir prinsip linear superposition gelombang. Penerapannya dapat dioptimalkan menggunakan inter-deck delay sehingga meminimalisir getaran tanah yang dihasilkan. Dibuktikan oleh getaran tanah yang dihasilkan menggunakan rekomendasi tersebut selalu di bawah standar yang ditetapkan (PVS = 2.00 mm/s). Kaca Kunci : Getaran Tanah, Signature Hole Analysis, Linear Superposition   ABSTRACT One of the blasting process effect is ground vibration. Ground vibration currently consider as waste energy which it can infere and be an issue to the environment. PT. Multi Nitrotama Kimia as blasting service company and explosives sales in Indonesia has customers dealing with that issues, one of them is PT Adaro Indonesia. To overcome the issue, engineering approach is done to the ground vibration by changing waste energy into work energy with the principle of linear superposition using the signature hole analysis (SHA) method and optimized with the application of inter-deck delay on the double-deck hole to minimize the ground vibration. Researches and experiments are carried out using the Signature Hole Analysis (SHA) method to record wave propagation in each range of certain blocks - strips to the concern area. The recorded waves are analyzed with the Linear Superposition feature to obtain delay time recommendation along with the predicted vibration. The recommended delay time obtained is the delay time on inter-hole, inter-row, and inter-deck which will be applied for next blasting. Based on the Signature Hole Analysis method, the recommended delay time given can be applied to accommodate the linear superposition wave principle. Its application can be optimized using inter-deck delay to minimize ground vibration produced. Its proven by ground vibrations produced using the recommendations always below the specified standard (PVS = 2.00 mm / s). Keywords: Ground Vibration, Signature Hole Analysis, Linear Superposition

Page 6 of 38 | Total Record : 379