cover
Contact Name
Moh Shidqon
Contact Email
ajidshidqon@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ajid.shidqon@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
ISSN : 26858908     EISSN : 26862603     DOI : -
Core Subject : Engineering,
PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI di terbitkan oleh PERHAPI dan terbit tahunan dan mempunya ISSN 2686-2603 (Online) & ISSN 2685-8908 (Cetak).
Arjuna Subject : -
Articles 379 Documents
KAJIAN GEOTEKNIK MUDCELL SEBAGAI TAMPUNGAN LUMPUR PADA DISPOSAL TAMBANG BATUBARA Rezky, Danu Mirza; Zulkarnaen, Bayu Putra
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Failure Pada Disposal terjadi karena beberapa faktor, salah satunya karena penempatan material lunak (studi kasus lumpur rawa) yang tidak teratur. Material lumpur tersebut dapat menjadi weak layer dan berpotensi menjadi bidang gelincir dari beban OB diatasnya. Pada bulan Maret - Mei ada sekitar 420.000 bcm lumpur yang harus di loading untuk menjaga kontinuitas expose batubara. Sehingga penempatan material lumpur perlu diatur agar keberadaannya tidak mengganggu kestabilan disposal. Mudcell sebagai tempat tampungan lumpur di desain dan dikaji secara komprehensif dengan acuan nilai faktor Keamanan berdasarkan Kepmen ESDM - 1827 tahun 2018. Properties data uji laboratorium dan pendekatan nilai kuat geser dari Uji SPT dimasukkan ke dalam model untuk analisis geoteknik. Hasil yang didapatkan yaitu Mudcell sebagai tampungan lumpur bisa di terapkan di disposal dengan pembentukan bund wall penahan lumpur selebar 30 meter, Dari Analisis lebih lanjut didapatkan kesimpulan bahwa keberadaan mudcell memperlambat disposal untuk lift up, sehingga diperlukan alternatif dumpingan guna mengakomodir kekurangan volume disposal. Stagging plan pembuatan Mudcell yang proper sebagai tampungan lumpur di jabarkan lebih lanjut pada paper ini.
SISTEM PENIMBANGAN STRATIFIED RANDOM SAMPLING PADA PENGANGKUTAN BATUBARA PT. ADARO INDONESIA Yogaswara, Youngky; Fawzy, Fiddina Yusfida’ala
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Adaro Indonesia merupakan salah satu produsen batubara thermal terbesar di Indonesia dari single site dengan produksi mencapai 56 juta ton per tahun. Pengangkutan batubara dilakukan dari ROM menuju Port Kelanis melalui jalan angkut sepanjang 86 km dengan menggunakan double trailer kapasitas 135 ton. Batubara yang diangkut ditimbang dengan jembatan timbang kapasitas 300 ton di KM 28 atau 35. Proses penimbangan 350 double trailer ini menimbulkan masalah antrian yang menyebabkan inefisiensi dan Kondisi Tidak Aman. Kajian teknis dilakukan untuk mengatasi masalah antrian trailer ini. Beberapa opsi yang dikaji adalah penggunaan draught survey, beltscale, static weighbridge, dynamic weighbridge (Weigh-in-Motion), dan pendekatan statistik. Independent surveyor (Sucofindo) dilibatkan untuk mengkaji beberapa pendekatan statistik yang dapat digunakan, di antaranya: ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average), Regresi relative density, regresi trailer/vessel, moving average, dan stratified random sampling. Pengujian dilakukan dengan menggunakan data historikal penimbangan dengan what-if scenario. Hasil pendekatan statistik akan dibandingkan dengan hasil penimbangan aktual. Dari hasil uji dan analisa, deviasi antara data statistik dengan data penimbangan aktual adalah sebagai berikut: ARIMA 0.25%, Regresi RD 0.33%, Regresi trailer/vessel 0.03%, Moving average 0.18%, dan Stratified random sampling 0.05%. Metode stratified random sampling dipilih karena memiliki deviasi yang kecil dan lebih applicable untuk diimplementasikan di lapangan. Sistem stratified random sampling mulai diimplementasikan pada bulan April 2023. Penggunaan metode ini berhasil menurunkan waktu menimbang dan antrian hingga 86% sehingga proses pengangkutan batubara lebih efisien dan menghilangkan unsafe condition. Monitoring muatan batubara perlu dilakukan secara ketat dan kontinu untuk memastikan keakurasian data hasil penimbangan.
ANALISIS KERUNTUHAN BENDUNGAN PT ANEKA TAMBANG - UBPE PONGKOR Prakosa, Prakosa; Saentya, Saentya
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini Pemerintah Indonesia mulai memberi perhatian yang cukup besar akan kemungkinan adanya bencana yang ditimbulkan akibat runtuhnya suatu bendungan. Tujuan dalam analisis keruntuhan bendungan adalah untuk mengetahui sejauh mana potensi bahaya dan akibat yang dapat ditimbulkan jika terjadi keruntuhan bendungan. Kemungkinan adanya bencana yang ditimbulkan akibat runtuhnya suatu bendungan diakibatkan oleh overtopping dimana air yang melimpas melalui puncak bendungan menyebabkan terjadinya erosi serta longsoran pada tubuh bendungan khususnya pada bendungan tipe urugan tanah. Analisis keruntuhan bendungan meliputi analisis data topografi, hidrologi, serta analisis perhitungan berbagai alternatif pengeluaran debit air dari waduk yang melebihi kapasitas daya tampung, sehingga didapatkan analisis keruntuhan bendungan dalam berbagai alternatif tingkat kerusakan bendungan, dan dapat menentukan klasifikasi tingkat bahayanya. Daerah hilir bendungan Pongkor yang terkena dampak langsung dari banjir akibat runtuhnya bendungan terbagi menjadi 2 zona yaitu kedalaman air 0,5 - 1 m sejauh 150 m dari bendungan dengan perkiraan waktu banjir 5 menit dengan luas 7.96 ha, dan kedalaman air 1 - 1.5 m sejauh 380 m dari bendungan dengan perkiraan waktu banjir 10 menit seluas 3.9 ha. Berdasarkan penentuan klasifikasi daerah bahaya kedalaman banjir, secara umum desa yang terkena dampak termasuk dalam kategori daerah bahaya 2 (0.5 – 2 m)
STRATEGI PENDEKATAN BERBASIS FORECAST PLAN PENAMBANGAN UNTUK MENCAPAI TARGET PRODUKSI ORE NIKEL LATERIT PT ANTAM TBK Pringgodani, M. Ghufron; Juniansyah P.P.,, Herlando; Yulianto, Aldino; Ilham Kalami, Muhammad; Rizkita, Niki Rahma; Zahar, Wahyudi; Prabawa, Aditya Denny
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT ANTAM Tbk mempunyai salah satu Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) dengan area Blok T yang memiliki target produksi sebesar 1.000.000 wmt (wet metric tonnes) ore nikel untuk Tahun 2023, sehingga dalam rangka upaya mencapai target produksi tersebut perlu dilakukan pendekatan dalam hal terkait rencana prakiraan penambangan nikelnya atau dalam hal ini disebut forecast plan penambangan. Dalam membuat forecast plan penambangan dilakukan beberapa strategi pendekatan yang dimulai dengan melakukan penjadwalan tambang (mine scheduling), merancang sequence penambangan, serta merencanakan kebutuhan alat, dimana pada prosesnya mengandalkan software tambang diantaranya GEOVIA Surpac, GEOVIA MineSched, serta DATAMINE Studio OP. Dari hasil penelitian, didapatkan skenario penjadwalan tambang yang sesuai untuk mencapai target produksi dibutuhkan 6 boundary area penambangan dengan urutan penambangan yang dimulai dari boundary 4, 2, 1, 3, 5, dan 6. Hasil rancangan pit sequence bulanan didapatkan rata-rata area bukaan tambang seluas 5,4 Ha, untuk kapasitas penambangan di setiap bulannya memiliki rata-rata volume sebesar 168.641 BCM, dan untuk stripping ratio (SR) hasil rancangan sequence bulanan memiliki SR rata-rata sebesar 2,39. Kemudian hasil perhitungan rencana kebutuhan alat untuk mencapai target produksi material pada setiap fase penambangan (total kumulatif setahun), didapatkan rata-rata kebutuhan Bulldozer Komatsu D-85 sebanyak 12 unit, Excavator Komatsu PC200 sebanyak 12 unit, Excavator Komatsu PC300 sebanyak 17 unit, dan Dump Truck Mitsubishi Fuso Fighter sebanyak 56 unit.
NALISIS SPASI LUBANG BOR DENGAN METODE GEOSTATISTIK UNTUK MENGEVALUASI SUMBER DAYA BATUBARA PADA FORMASI LATIH, KABUPATEN BERAU, KALIMANTAN TIMUR Putra, Jovian Addo; Heriawan, Mohamad Nur; Widayat, Agus Haris; Zulkarnain, Andi
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi sumber daya merupakan kegiatan yang sangat penting dalam suatu tahapan eksplorasi mineral dan batubara. Drill hole spacings analysis (DHSA) merupakan metode untuk mengevaluasi tingkat keyakinan sumber daya dengan pendekatan geostatistik terutama untuk endapan batubara. DHSA memberikan nilai global estimation variance (GEV) atau relatif eror berdasarkan skenario spasi bor tertentu dan untuk variabel tert entu yang berhubungan dengan parameter kualitas maupun geometri batubara. Berdasarkan beberapa penelitian sebelumnya, DHSA ini dinilai lebih objektif dan memberikan hasil yang mendekati dengan kompleksitas kondisi geologi daerah penelitian. Daerah penelitian berlokasi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, yang berada pada Formasi Latih, Cekungan Tarakan. Variabel seam batubara yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: kandu ngan abu (ash), ketebalan seam batubara (thickness) dan akumulasi ash-thickness. Selain DHSA dengan pendekatan GEV, maka nilai Kriging Variance (KV) dan Kriging Efficiency (KE) juga digunakan sebagai pembanding. Hasil DHSA menggunakan metode GEV menunjukkan spasi bor optimum untuk kategori sumber daya terukur (Measured) berkisar 400 m, tertunjuk (Indicated) berkisar 900 m, dan terreka (Inferred) berkisar 2500 m. Evaluasi sumber daya berdasarkan nilai KV menunjukkan bahwa spasi bor optimum untuk kategori sumber daya terukur sebesar 250 m. Sedangkan berdasarkan nilai KE menunjukkan spasi bor optimum untuk kategori sumber daya terukur sebesar 300 m. Hasil optimasi spasi bor optimum berdasarkan ketiga pendekatan geostatistik mendekati kriteria kategori sumber daya batubara berdasarkan SNI 5015:2019 untuk kompleksitas geologi sederhana.
EVALUASI SISTEM PENYALIRAN TAMBANG BATUBARA DI BLOK PARAPATAN UTARA SITE BINUNGAN MINE OPERATION AREA 1 PT BERAU COAL Elferdy, Elferdy; Arief, Muhammad; Baiquni, Ahmad
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Berau Coal adalah perusahaan dengan izin Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) yang melakukan penambangan batubara dengan metode tambang terbuka di Kabupaten Berau. Aktivitas penambangan terbuka sangat dipengaruhi oleh air dan penyaliran tambang dilakukan untuk mengendalikan air yang berlebih yang masuk ke area penambangan untuk mencegah gangguan operasional.Analisis data curah hujan pada tahun 2005-2019 dengan menggunakan distribusi normal diperoleh curah hujan rencana 132 mm/hari dan intensitas curah hujan sebesar 22.03 mm dengan kala ulang 10 tahun dengan lama hujan selama 3 jam dan resiko hidrologi 69.88%.Blok Parapatan Utara memiliki catchment area dengan luas 289 Ha, total debit air yang masuk 57,343 m3/jam / 1,376,236 m3/hari, kapasitas tampungan existing maksimal sump, yaitu : Pit Q (95,838 m3), Pit O (129,333 m3) dan Pit P (14,298 m3). Air yang akan masuk ke Pit dialirkan melalui saluran terbuka menuju lowest point / sump. Kemudian dilakukan pemompaan untuk mengalirkan air dari sump ke Water Monitoring Point (WMP) menggunakan pompa di masing-masing sump, yaitu : Syskes HH160i (debit 500 m3/Jam), MF 420 (debit 720 m3/Jam) dan DND LSA6X-8 2501 (debit 650 m3/Jam) yang beroperasi selama 20 jam/hari.Setelah mengevaluasi sistem drainase tambang blok parapatan utara maka perlu dilakukan normalisasi saluran mengikuti hasil perhitungan dengan dimensi saluran 1 : La = 3.4 m, Lb = 2 m, h =1.2 m, saluran 2 : La = 2.7 m, Lb = 1.5 m, h = 1.1 m dan saluran 3 : La = 3.6 m, Lb = 2 m, h = 1.3 m. Untuk kebutuhan pompa di sump Q dan sump O perlu dilakukan penambahan unit 1 pompa sehingga di area tersebut menjadi menjadi 2 unit pompa. Serta di sump Q dilakukan peningkatan debit pompa dari 720 m3/detik menjadi 792 m3/detik dengan lama pemompaan dari 5.8 hari menjadi 2.6 hari dan Sump di O1 perlu ditingkatkan debit Pemompaan dari 650 m3/detik menjadi 792 m3/ sehingga bisa menghemat waktu pemompaan dari 3.8 hari menjadi 1.6 hari.
TEMU PROFESI TAHUNAN (TPT) XXXII PERHAPI 2023 MENUJU PRODUKSI BATUBARA 18.000.000 MT TAHUN 2022 DENGAN METODE OPTIMALISASI BOTTOM PIT TEMPUDO 2 AREA PIT SOUTH PT INDEXIM COALINDO Santosa, Lelana Agung Aji
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Good Mining Practice (GMP) atau kaidah teknik pertambangan yang baik adalah suatu kegiatan pertambangan yang mentaati aturan, terencana dengan baik, menerapkan teknologi yang sesuai yang berlandaskan pada efektifitas dan efisiensi, melaksanakan konservasi batubara, mengendalikan dan memelihara fungsi lingkungan, menjamin keselamatan kerja, mengakomodir keinginan dan partisipasi masyarakat, menghasilkan nilai tambah, meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan masyarakat sekitar serta menciptakan pembangunan yang berlanjutan. Dalam realisasi konsep penambangan yang produktif, maka Good Mining Practice merupakan mesin utama yang harus dipastikan implementasinya. Amanah Pemerintah melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1827 K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik dan didetailkan petunjuk teknisnya pada Keputusan Direktorat Jenderal Minerba Nomor 185 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Keselamatan Pertambangan SMKP Minerba, maka beberapa yang harus diterapkan oleh perusahaan tambang adalah pengelolaan teknis pertambangan dan pengelolaan keselamatan.Dalam forum internal meeting, Direktur Operasional PT Indexim Coalindo menyampaikan ke Tim Mining bahwa semua Insan Indexim harus menjawab tantangan bisnis batubara ke depan terkait harga batubara fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dengan menunjukkan sikap operasional yang aman, efektif, dan produktif. Misi besarnya adalah menjadi salah dari lima besar perusahaan tambang batubara di Indonesia. Untuk menunjang hal tersebut maka top management mendukung dengan mempersiapkan sarana infrastruktur dari hulu ke hilir secara optimal sehingga operasional pertambangan dapat berjalan dengan baik, tujuannya adalah dapat menunjang produksi yang ditargetkan naik secara eksponensial dari tahun ke tahun. Pada Tahun 2022, top management menargetkan agar coal mine bisa mencapai angka minimal 18.000.000 MT secara total untuk Pit South yang di-handle oleh dua kontraktor penambangan, yaitu PT Kalimantan Prima Persada (KPP) dan PT Unggul Dinamika Utama (UDU). Tim Mining PT Indexim Coalindo sebagai pihak yang mendapatkan tanggungjawab tersebut maka menerapkan upaya perencanaan dan realisasi penambangan yang matang dan mengacu Good Mining Practice pada sesuai yang diamanahkan oleh top management dan regulasi pemerintah terkait.Pit Tempudo 2 dipilih fokus utama penambangan karena memiliki target produksi batubara Pit Tempudo 2 periode Januari – November 2022 sebesar 3.100.000 MT, namun konsentrasi batubara berada sebesar 25% berada pada area lowest point yang sangat sensitif dengan prediksi curah hujan yang meningkat pada Tahun 2022 oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Dengan menggunakan metode hit and run, metode sekatan, fokus dewatering, penerapan back loading, pit to ROM pit, dan ROM pit rehandling maka batubara di lowest point Pit Tempudo 2 dapat dioptimalkan dan coal mine di Pit South dapat tercapai 100%, yaitu sebesar 18.003.671 MT. 
GROUND VIBRATION REDUCTION USING SIGNATURE HOLE ANALYSIS WITH ELECTRONIC DETONATOR APPLICATION, STUDY CASE LIMESTONE QUARRY, BAYAH BANTEN, INDONESIA Handayana, Raden Haris; Lubis, Jihan Farhan
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Getaran tanah merupakan salah satu dampak negatif yang terjadi akibat pelepasan energi sisa pada proses peledakan. Menjadi isu yang lebih besar ketika nilai getaran tanah cukup tinggi dan dirasakan oleh warga di sekitar lokasi peledakan dan memunculkan isu masyarakat yang berkesimpulan bahwa getaran tanah akibat peledakan akan menyebabkan kerusakan konstruksi bangunan. Detonator non elektrik diaplikasikan pada proses peledakan yang dilakukan di tambang batugamping PT. Lebak Energi Nusantara di Lebak, Bayah Banten, Indonesia. Dari aplikasi peledakan saat ini, nilai getaran tanah dicapai di atas nilai standar yang ditetapkan pemerintah berdasarkan SNI 7571:2010, yaitu dibatasi pada PVS 5 mm/s untuk bangunan dengan pondasi standar menggunakan pasangan bata dan mortar yang diikat dengan konrit beton. . Tercatat nilai puncak getaran tanah sebenarnya tercatat dengan nilai 7,07 mm/s sudah melebihi batasan nilai getaran tanah pada jarak 400 m dari gedung terdekat. Dengan menggunakan Electronic detonator dan metode signature analysis, PPV yang dihasilkan dari ledakan secara signifikan berkurang menjadi di bawah 3 mm/s. Dari total rekaman aktual, tingkat getaran rata-rata menggunakan detonator elektronik adalah 1.094 mm/s dengan variasi jarak yang berbeda. Deviasi simulasi delay maksimal 3%, simulasi delay dihubungkan dengan jarak pengukuran.
PENERAPAN RESPONSIBLE SOURCING FRAMEWORK DALAM EFEKTIVITAS TATA KELOLA USAHA PERMURNIAN LOGAM BERHARGA Muhammad, Raden Nur Dias
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Emas merupakan logam berharga dengan peningkatan nilai investasi yang menarik, liquid, dan tren harga yang terus meningkat dalam jangka panjang. Sehingga menjadikan komoditas ini salah satu pilihan asset lindung nilai, trading untuk mendapatkan keuntungan ekonomi, ataupun kebutuhan industri lainnya. Karena nilai keekonomian yang menarik, sehingga erat kaitannya dengan risiko konflik pada setiap fase rantai pasok yang dilaluinya. Konflik yang erat terjadi pada praktik rantai pasok pertambangan emas di dunia seperti tambang liar, pelanggaran HAM, tindak pidana pencucian uang korupsi, terorisme, dan lain sebagainya. Refinery sebagai middle point dalam rantai pasok komoditas emas memiliki peran yang penting dalam mencegah pengembangan risiko konflik komoditas emas. Salah satu perannya adalah sebagai portal validasi atas kelayakan suplai emas hanya dari sumber-sumber emas yang bertanggungjawab. Oleh karena itu penting bagi refinery memiliki sistem yang efektif di dalam menjaga keamanan rantai pasok sumber bahan baku logam berharga. Sesuai dengan Visi Indonesia Unggul 2024, pertambangan menjadi segmen dalam pilar pemerataan pembangunan ekonomi. Untuk mendukung sasaran tersebut perlu adanya mekanisme tata kelola yang efektif dalam menjalankan roda rantai pasok industri pertambangan secara bertanggung jawab. Karya tulis ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan bagaimana refinery berperan penting dalam meningkatkan efektivitas rantai pasok logam berharga nasional secara bertanggung jawab (responsible). Metode analisis dilakukan dengan studi literasi, dan data- data primer dalam penerapan responsible sourcing framework secara best practice di UBPP Logam Mulia, PT ANTAM Tbk. Melalui komitmen dan praktik GCG, PT ANTAM Tbk secara efektif responsible Sourcing Framework mampu meningkatkan value bisnis usaha dan berkontribusi terhadap tata kelola rantai pasok industri pertambangan nasional secara bertanggungjawab.