cover
Contact Name
Richa Mardianingrum
Contact Email
j.pharmacosript@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
j.pharmacosript@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pembela Tanah Air No.177, Kahuripan, Tawang, Tasikmalaya, Jawa Barat 46115
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Pharmacoscript
ISSN : 26224941     EISSN : 26851121     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Pharmacoscript merupakan jurnal penelitian yang dikelola oleh Prodi Farmasi dibawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Perjuangan Tasikmalaya (P-ISSN: 2622-4941 E-ISSN: 2685-1121) Jurnal ini merupakan media publikasi penelitian dan review artikel pada semua aspek ilmu farmasi yang bersifat inovatif, kreatif, original dan didasarkan pada scientific yang diterbitkan 2 kali dalam 1 tahun yakni pada bulan Agustus dan Februari. Jurnal ini memuat bidang khusus di farmasi seperti kimia farmasi, teknologi farmasi, farmakologi, biologi farmasi, farmasi klinik, dan bioteknologi farmasi.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 2 (2025): Pharmacoscript" : 20 Documents clear
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK KULIT BUAH NAGA (Hylocereus Monacanthus) Ummy, Mardiana; Fadhilah, Sayyidina; Korry, Novitriani
Pharmacoscript Vol. 8 No. 2 (2025): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v8i2.2159

Abstract

Kulit buah naga bisa dijadikan sebagai obat herbal alami yang dimanfaatkan sebagai antioksidan. Antioksidan merupakan senyawa yang mampu menghambat ataupun menangkal proses oksidasi lipid. Sebagian besar penyakit tubuh dipicu oleh radikal bebas yang merupakan bahan yang berbahaya. Pada umumnya pemanfaatan buah naga merah hanya pada bagian daging buahnya saja, sehingga kulit buah naga yang dihasilkan masih berupa limbah yang belum dimanfaatkan potensinya. Keberadaan antioksidan pada kulit buah naga perlu diidentikasi dan dioptimalkan pemanfaatannya.  Untuk melihat potensi antioksidan pada kulit buah naga, maka perlu dilakukan studi lebih lanjut. Tujuan penelitian ini  yaitu untuk mengetahui keberadaan antioksidan dan nilai IC50 ekstrak kulit buah naga. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental, menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) dengan seri konsentrasi ekstrak yang dibuat yaitu 2; 4; 6; 8 dan 10 ppm. Pengukuran aktivitas antioksidan ekstrak kulit buah naga ditentukan  sampai diperoleh IC50 dengan memasukan nilai y (y=50) pada persamaan garis y = bx + a.  Absorban yang dihasilkan diukur menggunakan alat Spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 515 nm. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan ekstrak kulit buah naga mengandung aktivitas antioksidan dengan kadar IC50 sebesar 9,16 setelah dihitung menggunakan persamaan garis regresi y = 0,0054x + 0,5061. sementara IC50 asam askorbat yag digunakan sebagai standar diperoleh nilai 1,47.  Nilai IC50 kulit buah naga dinyatakan memiliki kandungan aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Aktivitas antioksidan fraksi etanol kulit buah naga diduga karena adanya senyawa metabolit sekunder golongan alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin.
THE ROLE OF TRIBULUS TERRESTRIS ON MALE INFERTILITY BASED ON CLINICAL TRIALS PERSPECTIVE: A NARRATIVE REVIEW Dona, Suzana; Kintoko, Kintoko; Mochammad Saiful, Bachri
Pharmacoscript Vol. 8 No. 2 (2025): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v8i2.2171

Abstract

Tribulus terrestris is a widely recognized herb with potential applications in healthcare. Male factor infertility, often stemming from testicular disorders, is frequently linked to inadequate sperm quantity and quality. While botanical products, including herbal medicines, have shown both positive and negative effects on male fertility and testicular function in the literature, this narrative review specifically aimed to identify clinical trials investigating the potential benefits of Tribulus terrestris in reducing male infertility and enhancing semen and hormonal parameters. A literature review methodology was employed, utilizing Scopus, PubMed, and Cochrane databases to gather full-text accessible published works from 2013 to 2022. Initially, 28 studies were identified; 24 were excluded, leaving three for full-text evaluation. Ultimately, three articles met the inclusion criteria and were included in this review. Based on the reviewed articles, Tribulus terrestris extract appears to influence the quantity and quality of spermatozoa, as well as reproductive hormone levels. Two articles reported a significant increase in sperm parameters and hormone levels. However, one article indicated no meaningful correlation between Tribulus terrestris use and an increase in testosterone levels. Further data are needed to definitively determine the efficacy of Tribulus terrestris as an infertility treatment.
THE EFFECT OF GLUCOSE ON Streptococcus mutans ATCC 25175 GROWTH BY VARIATION OF CONCENTRATION AND INCUBATION TIME Widyawati, Widyawati; Boima, Situmeang
Pharmacoscript Vol. 8 No. 2 (2025): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v8i2.2179

Abstract

Streptococcus mutans is one of the main causative agents of dental caries. Glucose has been reported as one of the factors influencing the growth of S. mutans. This study aims to determine the effect of glucose concentration and incubation time on the growth of S. mutans. The glucose concentrations used in this study were 0, 2, 4, 6, 8, and 10%. The incubation times used were 1, 10, and 15 hours. The result showed that glucose concentration significantly affects the growth of S. mutans. Higher glucose level lead to increase bacterial growth, with the highest absorbance observed at 10% glucose after 10 hours of incubation. Specific growth rate (μ) analysis further supports this finding, showing that S. mutans grows more rapidly during the exponential phase (1–10 hours) with increased glucose concentration, while the growth rate stabilizes or declines during the later phase (10–15 hours). This result indicate that both glucose availability and incubation time are critical factors influencing the growth dynamics of S. mutans.
DESAIN VAKSIN MULTI-EPITOP TERHADAP VIRUS MARBURG (MARV) BERBASIS PROTEIN VP35 MENGGUNAKAN PENDEKATAN IMMUNOINFORMATIKA: IN-SILICO Ilham Nurfadilah, Asopari; Anindita Tri Kusuma , Pratita; Richa, Mardianingrum; Ruswanto, Ruswanto
Pharmacoscript Vol. 8 No. 2 (2025): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v8i2.2184

Abstract

Virus Marburg (MARV) merupakan salah satu virus zoonosis dari keluarga Filoviridae dengan tingkat kematian hingga 88%. Pertumbuhan populasi global yang pesat meningkatkan risiko paparan penyakit akibat perubahan iklim dan ekologi. Untuk pencegahan, vaksin menjadi upaya terbaik. Penelitian ini bertujuan merancang vaksin berbasis peptida dari protein VP35 dan mengevaluasi interaksinya dengan sistem imun (TLR3, MHC-I, dan MHC-II) berdasarkan parameter stabilitas interaksi molekuler seperti skor ikatan, nilai elektrostatik, dan desolvasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan immunoinformatics secara in silico, meliputi pemilihan protein target, prediksi antigenisitas, prediksi epitop T CD8+, prediksi epitop T CD4+, prediksi epitop B, konstruksi vaksin & visualisasi 3D, validasi struktur vaksin, analisis docking dan prediksi cakupan populasi. Hasil menunjukkan bahwa desain vaksin memiliki interaksi yang stabil terhadap TLR3, MHC-I (HLA-A*11:01), dan MHC-II (HLA-DR1), dengan nilai skor total berturut-turut sebesar –43,698, –42,192, dan –51,899, menunjukkan afinitas ikatan yang kuat secara in silico. Temuan ini mengindikasikan potensi desain vaksin berbasis epitop VP35 sebagai kandidat imunogenik terhadap MARV, meskipun perlu dioptimalkan lebih lanjut mengingat cakupan populasi yang masih terbatas.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SERUM WAJAH BERBASIS EKSTRAK ETANOL DAUN SUKUN (Artocarpus altilis) SEBAGAI PRODUK KOSMETIK ALAMI Anisa Dhea, Octavia; Lina Rahmawati, Rizkuloh; Salsabila, Adlina
Pharmacoscript Vol. 8 No. 2 (2025): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v8i2.2253

Abstract

Ekstrak etanol daun sukun (Artocarpus altilis) berpotensi menjadi sumber antioksidan alami untuk mengatasi masalah penuaan dini dan kerusakan kulit akibat radikal bebas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan formulasi serum wajah berbahan dasar ekstrak daun sukun dan mengevaluasi aktivitas antioksidannya. Pembuatan ekstrak dilakukan dengan metode maserasi dengan perbandingan simplisia terhadap pelarut sebesar 1:10. Simplisia direndam dalam wadah tertutup dengan penggantian pelarut secara bertahap setiap 24 jam selama 3 hari pada suhu 500C, lalu dilakukan skrining fitokimia pada ekstrak yang mengkonfirmasi keberadaan senyawa flavonoid serta tanin. Sediaan serum wajah dibuat menggunakan seri konsentrasi ekstrak 0% (F0), 0,25% (F1), 0,5% (F2), dan 0,75% (F3). Hasil uji evaluasi fisik semua sediaan homogen, daya sebarnya berada di rentang 5,0-7,0 cm, nilai pH di rentang 6,9-8,0, serta nilai viskositas berada pada rentang 2000-5000 mPa.S.  Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH menghasilkan angka IC₅₀ 44,14 ppm (F0), 27,80 ppm (F1), 16,73 ppm (F2), dan 4,08 ppm (F3), yang tergolong sangat kuat. Sehingga berpotensi sebagai alternatif bahan aktif dalam produk perawatan kulit berbasis bahan alami.
STUDI KEMOMETRIK SPEKTRUM INFRAMERAH BUAH CABAI JAWA (Piper retrofractum Vahl.) DARI BERBAGAI DAERAH DI INDONESIA Melvia, Sundalian; Sri Gustini, Husein; Tatik, Rokayah
Pharmacoscript Vol. 8 No. 2 (2025): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v8i2.2256

Abstract

Cabai Jawa (Piper retrofractum Vahl.) merupakan tanaman herbal yang banyak dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional untuk membantu mengatasi berbagai kondisi, seperti asma, gangguan pencernaan, kelelahan, dan infeksi. Aktivitas farmakologisnya berkaitan erat dengan kandungan metabolit sekunder, yang komposisinya dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, varietas, dan asal geografis. Perbedaan komposisi ini sulit diidentifikasi secara akurat menggunakan metode konvensional, sehingga diperlukan pendekatan kemometrik untuk memetakan variasi kimianya. Penelitian ini bertujuan menganalisis profil spektral buah Cabai Jawa dari berbagai daerah di Indonesia menggunakan Fourier Transform Infrared (FTIR), serta mengidentifikasi kesamaan dan perbedaan karakteristik kimia antar sampel melalui Principal Component Analysis (PCA) dan analisis klaster. Sampel buah kering yang diperoleh dari Bandar Lampung, Bengkulu, Jember, Madura, Malang, Pamekasan, Pati, Sleman, Sumenep, dan Tanggamus dianalisis menggunakan FTIR tanpa proses ekstraksi, pada rentang bilangan gelombang 4000–500 cm⁻¹. Data spektrum kemudian diolah dengan PCA dan analisis klaster. Hasil skrining fitokimia dan analisis FTIR menunjukkan keberadaan gugus fungsi yang terkait dengan metabolit sekunder, seperti alkaloid, flavonoid, fenol, saponin, steroid, dan tanin. PCA menghasilkan varians kumulatif sebesar 99%, dengan pengelompokan Malang–Jember, Madura–Sumenep–Pamekasan, serta Bandar Lampung–Tanggamus, sementara perbedaan paling menonjol ditemukan pada Pati dan Sleman. Analisis klaster mengonfirmasi terbentuknya kelompok alami sesuai kesamaan spektral. Pendekatan kemometrik terbukti efektif dalam membedakan dan mengelompokkan profil kimia Cabai Jawa, serta berpotensi mendukung autentikasi geografis dan pengendalian mutu bahan baku herbal di Indonesia.
KARAKTERISASI, SKRINING FITOKIMIA, IDENTIFIKASI DAN PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK ETANOL KULIT JERUK BABY (Citrus sinensis L. Osbeck) Fitratul, Wahyuni; Vivi, Sofia; Widya, Kardela
Pharmacoscript Vol. 8 No. 2 (2025): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v8i2.2257

Abstract

Kulit jeruk baby (Citrus sinensis L. Osbeck) merupakan limbah pertanian yang berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan karakterisasi, skrining fitokimia, identifikasi, serta penentuan kadar flavonoid total pada ekstrak etanol kulit jeruk baby. Proses penyarian dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Untuk menentukan parameter spesifik dan  nonspesifik simplisia kulit jeruk baby, dilakukan uji organoleptik, pengukuran kadar air, total kadar abu, kadar abu larut asam, serta susut pengeringan. Skrining fitokimia dilakukan menggunakan berbagai reagen untuk mengidentifikasi metabolit sekunder yang terkandung dalam kulit jeruk baby. Identifikasi flavonoid dilakukan dengan teknik kromatografi lapis tipis (KLT), sedangkan kadar flavonoid total ditentukan melalui spektrofotometri UV-Vis dengan AlCl₃ sebagai pereaksi dan rutin sebagai standar pembanding. Hasil pengukuran kadar air, kadar abu total, kadar abu tidak larut asam dan susut pengeringan bertuturut-turut sebesar 2,47%; 2,33%; 0,84% dan 5,90%. Pemeriksaan fitokimia pada ekstrak etanol menunjukkan hasil positif untuk alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Kandungan flavonoid total yang diperoleh dalam penelitian ini adalah 1,61 ± 0,036%.
PENGARUH PENGETAHUAN PASCA KONSELING TERHADAP KEPATUHAN TERAPI ANTIRETROVIRAL PADA ODHIV DI RUMAH SAKIT X GARUT Genialita, Fadhilla; Doni Anshar, Nuari; Risa, Susanti; Asri Dewi, Latiefah; Ai, Nurazizah
Pharmacoscript Vol. 8 No. 2 (2025): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v8i2.2258

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang melemahkan sistem kekebalan tubuh manusia dan dapat berkembang menjadi penyakit Acquired Immuno deficiency Syndrome (AIDS). Orang dengan HIV (ODHIV) memerlukan terapi seumur hidup karena virus tidak dapat dieliminasi, namun dapat dikontrol melalui terapi antiretroviral (ARV). Kepatuhan terapi menjadi kunci keberhasilan, dan konseling berperan penting dalam meningkatkan pemahaman pasien terhadap penyakit dan pengobatannya guna menekan jumlah virus dalam tubuh. Tujuan penelitian ini yaitu menilai pengaruh pengetahuan ODHIV yang telah mendapatkan konseling terhadap kepatuhan dalam terapi antiretroviral di salah satu rumah sakit di Garut. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik. Sampel didapatkan menggunakan teknik purposive sampling.  Data diambil secara konkuren menggunakan kuesioner dengan skala pengukuran Guttman. Skor total dari kuesioner pengetahuan terapi ARV diklasifikasikan menjadi kategori baik (76-100%), cukup (60-75%), dan kurang (<60%). Skor dari kuesioner kepatuhan terapi ARV dikategorikan menjadi baik (skor > median) dan buruk (skor < median). Untuk menilai pengaruh antara pengetahuan dan kepatuhan terapi ARV dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman’s rho dengan p-value <0.05. Hasil menunjukkan 81% responden memiliki pengetahuan yang terapi ARV yang baik dan 93% responden memiliki kepatuhan terapi ARV yang baik. Berdasarkan uji korelasi menunjukkan adanya pengaruh yang kuat antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan terapi ARV (p<0.05). Hal ini menunjukkan semakin baik pengetahuan pasien, maka semakin patuh pasien menjalani terapi ARV.
FORMULASI, KARAKTERISASI, DAN STABILITAS GEL NIOSOM EKSTRAK KULIT NANAS (Ananas comosus (L.) Merr) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Ai Rian , Julyanti; Widia Primi, Annisya; Fauzan Sebastian, Ramadhan; Vilsa, Purnama; Nizzar Nazzah, Nugraha
Pharmacoscript Vol. 8 No. 2 (2025): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v8i2.2295

Abstract

Ekstrak kulit nanas (Ananas comosus (L.) Merr) mempunyai kandungan flavonoid yang berpotensi sebagai sumber antioksidan. Khasiat senyawa flavonoid dapat dimanfaatkan menjadi produk kecantikan diantaranya dalam bentuk gel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperbaiki bioavalilabilitas yang kurang baik dari flavonoid dimodifikasi menjadi sediaan dalam bentuk nanovesikel jenis niosom untuk mengoptimalkan penyerapan zat aktif. Niosom dibuat dengan menggunakan metode dingin. Basis niosom dan niosom ekstrak dikarakterisasi melalui ukuran partikel, indeks polidispersitas, zeta potensial, dan morfologi. Hasil karakterisasi basis niosom dan niosom ekstrak diperoleh bahwa sediaan berturut-turut menghasilkan ukuran partikel 98,82 nm dan 125,9 nm ; nilai indeks polidispersitas 0,3209 dan 0,3396, nilai potensial zeta -13,8 mV dan -16,17 mV, dan bentuk niosom ekstrak sferis. Sediaan gel niosom dievaluasi melalui organoleptik, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, stabilitas fisik dengan freeze thaw.  Hasil evaluasi diperoleh bahwa Formula 3 menghasilkan sifat fisik gel niosom ekstrak kulit nanas terbaik dengan organoleptik kental, bau khas, serta berwarna kuning jernih, dan tidak ada pemisahan; pH 4,567±0,200; viskositas 11131,1±1031,56 cps, daya sebar 5,61±0,285, daya lekat 34,428±13,550, serta stabil secara fisik melalui pengujian freeze thaw. Pengujian efisiensi penjerapan sediaan niosom ekstrak dan gel niosom diperoleh hasil sebesar 94,7960% dan 95,8224%.
PERBANDINGAN BIAYA MEDIK LANGSUNG DAN TARIF INA-CBG’S PADA PASIEN BEDAH ORTOPEDI DI RUMAH SAKIT X KOTA YOGYAKARTA FEBRUARI-MEI 2025 Aprilia Hatija, Manumpil; Woro, Supadmi; Adriyanto Rahmat, Basuki; Endang, Darmawan
Pharmacoscript Vol. 8 No. 2 (2025): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v8i2.2305

Abstract

Bedah ortopedi merupakan intervensi utama pada gangguan muskuloskeletal yang membutuhkan biaya tinggi. Sistem pembayaran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Indonesia menggunakan tarif INA-CBG’s sebagai standar klaim. Namun, dalam praktiknya sering ditemukan ketidaksesuaian antara tarif klaim dengan biaya aktual yang dikeluarkan rumah sakit. Ketidaksesuaian ini berpotensi menimbulkan beban finansial bagi rumah sakit dan dapat memengaruhi keberlanjutan layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis biaya medik langsung perspektif rumah sakit dan membandingkan dengan tarif INA-CBG's, serta menganalisis perbedaan biaya pada pasien bedah ortopedi rawat inap di Rumah Sakit X Kota Yogyakarta. Penelitian ini merupakan studi observasional deskriptif-analitik dengan desain cross-sectional. Penentuan sampel pasien rawat inap menggunakan purposive sampling selama periode Februari–Mei 2025 diperoleh 60 pasien. Data dikumpulkan secara retrospektif dari penelusuran rekam medis dan rincian biaya rumah sakit. Data dianalisis secara univariat untuk mendeskripsikan karakteristik pasien dan distribusi biaya medis langsung, serta bivariat menggunakan uji Kruskal–Wallis untuk mengetahui perbedaan biaya berdasarkan karakteristik pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan total biaya medis langsung aktual lebih tinggi dibanding tarif INA-CBG’s yaitu  sebesar Rp 1.061.344.050, sedangkan tarif INA-CBG’s sebesar Rp 771.068.027. Selisih biaya medis aktual dengan tarif INA-CBG’s, adalah Rp 290.276.023. Persentase tertinggi adalah pada komponen biaya obat dan BMHP sebesar (49,3%). Terdapat perbedaan biaya medis langsung yang signifikan pada karakteristik lama rawat inap (p=0,001). Rumah sakit berpotensi mengalami kerugian yang menyebabkan pembatasan alokasi anggaran perawatan dengan mengurangi fasilitas layanan kesehatan.

Page 2 of 2 | Total Record : 20