Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid diterbitkan oleh Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Imam Bonjol Padang, sebagai media informasi dan forum pembahasan kajian tentang ilmu ushuluddin yang terkait dalam empat aspek bidang keilmuan yakni, Aqidah dan Filsafat Islam, Studi Agama-Agama, Ilmu Al-quran dan Tafsir (Tafsir Hadis), Psikologi Islam. Majalah ini berisi kumpulan tulisan ringkas hasil penelitian, hipotesa, survey dan karya akademik lainnya.
Articles
178 Documents
ISLAMISASI BUDAYA
M. Arsyad -
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 17, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v17i1.110
Berdakwah di sektor budaya, yang dilakukan seorang da’i adalah sebuah kerja nyata.Bukan hanya dalam tataran teori, seorang da’i terjun ke masyarakat dengan membawa pesan moralajaran Islam. Perilakunya adalah perilaku perilaku Islami, sehingga masyarakat juga bisa melihatcontoh figur yang dalam kehidupan sehari-harinya berlandaskan Islam. Upaya ini adalah salah satusolusi jitu untuk membudayakan nilai-nilai Islam, terutama bila dikaitkan dengan kondisi masyarakatkini dan di sini.
PENERAPAN BACA TULIS AL-QUR’AN DENGAN METODE AL-BAYAN PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI JAKARTA
Zulmaizarna -
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 17, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v17i2.126
Penelitian penerapan baca tulis Al-Qur’an dengan metode Al-Bayan bertujuan menghasilkan materi pembelajaran baca tulis Al-Qur’an dengan metode Al-Bayan. Materi pembelajaran diberikan oleh instruktur yang telah dilatih dan disosialisasikan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI yang kurang lancar dalam membaca dan menulis Al-Qur’an. Penilaian dilakukan oleh instruktur dan mahasiswa dengan cara penyebaran kuesioner. Hasil penelitian diketahui: 1. Hasil tertinggi penilaian oleh Instruktur pada mahasiswa yang membaca dengan benar adalah (99,1 %) dan ( 97,3 %) pada ma-hasiswa yang menulis dengan benar; 2. Hasil tertingg mahasiswa yang memberikan penilaian membaca dengan mudah adalah (57,1 %) dan menulis dengan mudah (65,2 %). Kesimpulan materi pembelajaran baca tulis Al-Qur’an dengan metode Al-Bayan dapat diterapakan pada metode pengembangan pembelajaran Agama Islam.
POSITIONING FILSAFAT PERENNIAL HUSTON SMITH (Kajian Pengembangan Mata Kuliah Filsafat Agama)
riki saputra
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 19, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v19i1.150
Wacana perennialisme muncul dalam kajian filsafat agama. Filsafat agama memilikijenis pendekatan filsafat analitik agama, filsafat konstruksi agama, dan filsafat religius.Perennialisme Huston Smith dengan pendekatan filsafat analitik agama, tidak terjebakmenjelaskan agama secara historis dengan mempertanyakan apakah agama itu benar atau salahdan kapan munculnya agama-agama yang dianut manusia. Perennialisme Huston Smith denganpendekatan filsafat konstruksi agama dalam menganalisis makna ajaran agama secara mendalamdengan mempertanyakan apakah agama itu–di samping bersifat Ilahiyah–bermanfaat bagi manusiadalam kehidupannya, dan bagaimana membumikan pemahaman manusia terhadap Tuhan kepadakehidupan sosialnya. Perennialisme Huston Smith dengan pendekatan filsafat religius, manusiaakan sampai pada tahap tingkat tertinggi dalam beragama yakni, pemahaman agama yang semakindalam dengan menjadi sosok yang taat dan konsisten dalam beragama. Filsafat Perennial HustonSmith terbentuk seperti sebuah hirarki, mulai dari menganalisis ajaran agama-agama, k
STUDI KITABAL-Jāmi’al-Ṣagīrmin Aḥādīṡ al-Basyīr al-Nażīr KARYA Al-Suyūṭī
Muhammad Anshori
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 20, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v20i1.167
Tulisan ini mencoba untuk meneliti salah satu kitab hadis antologi yang memiliki pengaruh besar dalam studi hadis, yaitu al-Jāmi’ al-Ṣagīr fī Aḥādīṡ al-Basyīr al-Nażīr karya al-Suyūṭī (w. 1405 M/911 H). Kitab ini disusun berdasarkan abjab Arab atau mu‟jam dengan tujuan untuk mempermudah dalam pencarian matan hadis. Beberapa ulama telah memberi perhatian terhadapal-Jāmi’ al-Ṣagīrdengan mensyarḥkan supaya mudah dipahami isi kandungan hadisnya. Dengan metode deskriptif-analitis tulisan ini menunjukkan bahwa kualitas hadis dalam kitab tersebut bervariatif, ada yang sahih, hasan, daif, bahkan palsu atau tidak memiliki asal usul yang jelas.Al-Suyūṭī memang dikenal kurang teliti dan mempermudah dalam mensahihkan sebuah hadis. Kriteria kesahihan hadis menurutnya sangat longgar sehingga terkesan lebih menekankan aspek matan daripada sanad. Tentu hal itu juga penting tetapi kajian terhadap sanad juga harus dilakukan supaya seimbang. Al-Jāmi’ al-Ṣagīrmerupakan salah satu kitab yang merujuk kepada banyak sumber kitab-kitab hadis terdahulu. Dari beberapa kitab yang ada, kita hadis inilah yang disusun secara alpabetis supaya pembaca mudah dalam mencari matan hadis secara langsung. Harus diakui bahwa tidak semua rumus atau lambang kualitas hadis bisa dipegang dalam kitab tersebut. Selain itu ada beberapa hadis yang tidak disusun berdasarkan abjad atau secara alpabetis. Tetapi bagaimanapun juga kita al-Jāmi’ al-Ṣagīrkarya al-Suyūṭī telah memberi kontribusi dalam memperkaya literatur hadis.
KAJIAN AL-QUR’AN DI INDONESIA (DARI STUDI TEKS KE LIVING QUR’AN)
Afriadi Putra
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 21, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v21i2.221
Tulisan ini membahas tentang dinamika kajian al-Qur’an di Indonesia; dari studi teks ke living qur’an. Kajian ini sangat penting untuk melacak perkembangan kajian al-Qur’an di Indonesia yang selama ini hanya berorientasi di wilayah teks. Maka tidak salah ada yang menyebut bahwa peradaban Islam identik dengan hadharah nashsh.Namun saat ini, kajian al-Qur’an mengalami pergeseran dari teks ke konteks yang dinamakan living qur’an dengan perspektif penelitian sosial. Penelitian semacam ini masih jarang dilakukan, padahal kedua hal ini harus seimbang sehingga perkembangan ilmu dalam bidang kajian al-Qur’an tidak statis tapi terus berjalan dan dinamis. Penelitian living qur’an memfokuskan kajian pada respons seseorang atau komunitas tertentu terhadap teks al-Qur’an dan hasil penafsiran seseorang. Termasuk dalam pengertian respons masyarakat adalah resepsi mereka terhadap teks tertentu dan hasil penafsiran tertentu. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian living qur’an adalah pendekatan fenomenologi agama. Pendekatan ini dianggap relevan dalam kajian living qur’an, sebab objek kajiannya berkaitan erat dengan realitas sosial.
AL-QUR’AN DAN KEBEBASAN MANUSIA
Toni Markos
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 22, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v22i1.277
أن القرآن يذكر تعبيرات الإنسان بعدة كلمات منها البشر والانس والاناس والانسان وكلمة بني آدم و ذرية آدم. أما البشر هو أبناء الأحفاد آدم ، كائنات جسدية يحبون تناول الطعاموالمشي إلى أماكن مختلفة. علاوة على ذلك ، ترتبط كلمة البشر بالجنس والطبع ، يجب أن يكونالأشخاص الذين يستطيعون الزواج, لذلك يُرى أن كلمة البشر مرتبطة بالنضج في حياة الإنسان.أما كلمة الانسان يركز أكثر على الجانب الإنساني. تكمن القيمة الإنسانية للإنسانية التيأشار إليها القرآن مع آل إنسان في درجة عالية من الجنس البشري مما يجعلها جديرة بأن تكونخليفة في الأرض وقادرة على تحمل عواقب التكافل )الواجبات الدينية( وتنفيذ الولاية.أما بالنسبة للحرية الإنسانية في ضوء القرآن ، فهناك ثلاثة أنواع من الحرية ، وهي الحرية فيالعقيدة ، وحرية التفكير والتعبير عن الآراء وحرية الإرادة. فيما يتعلق بحرية الإنسان في الإيمان ، أنالله قادر أن يجعل البشرية عاعاء تنمن ب، ، لكن هذا لا يحد، ، لأن الطبيعة البشرية مُننح حريةالاختيار.التالي هو حرية الفكر والتعبير عن الآراء. في هذه الحالة ، يُمنح البشر حرية التفكير والتعبيرعن آرائهم ، حتى يتم منحهم الفرصة للتساؤل عن الأشياء المنكدة بشكل أساسي ، وهي الحصولعلى الهدوء الداخلي وتقوية المعتقدات.علاوة على ذلك هو حرية الإرادة. حرية الارادة هي في الواقع جانب جوهري لا يمكن فصل،عن الجوانب الأخرى للحرية. هي الحرية التي تتقن البشر وفقًا لمتطلبات القدرة على تحمل الأمانة
MERETAS JALAN PEMBEBASAN (Telaah atas Konsep Khudi menurut Sir Muhammad Iqbal)
Yayah Nurmaliyah
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 20, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v20i2.81
Peradaban dunia dalam catatan sejarah pernah menempatkan umat Islam di posisi terdepan dalam peradaban manusia. Belakangan sebuah kenyataan juga tidak terbantahkan ketika umat Islam harus mengakui keunggulan komunitas lain dalam berbagai aspek kehidupan. Sebagai upaya mengembalikan kejayaan masa lalu, Muhammad Iqbal menyeru umat Islam untuk tidak terbuai dengan kegemilangan atau romantika masa lalu dan melarang untuk taqlid buta pada pemikiran masa lalu yang mengakibatkan hilangnya kreasi dan inovasi dalam menghadapi realitas perkembangan zaman. Muhammad Iqbal juga menyeru umat Islam untuk tidak bersikap apriori terhadap Barat, sebaliknya dapat memanfaatkannya dan meresponsnya dengan kritis. Hal ini disebabkan Muhammad Iqbal cukup lama mengikuti pendidikan di Barat yang dipenuhi oleh semangat penelaahan dan penelitian ilmu pengetahuan yang tinggi, sehingga ia dengan jelas melihat dan merasakan langsung bergantinya aktifitas ilmiyah dari Timur ke Barat. Hal ini cukup membuatnya kagum dan menginginkan umat Islam untuk mengikuti semangat Barat dalam melakukan kajian-kajian ilmiyah yang notebene pernah dilakukan sebelumnya. Kendatipun demikian, Muhammad Iqbal juga menyadari bahwa faktor tersebut tidak akan bermanfaat apa-apa apabila umat Islam sendiri tidak memiliki semangat dan kemauan untuk berobah. Keadaan umat Islam dewasa ini disebabkan oleh faktor; internal dan eksternal, sehingga kedua faktor itu harus dibenahi demi mengembalikan kecemerlangan masa lalu. Dengan mengutip QS. Al-Ra’d ayat 11, Muhammad Iqbal mencoba mengembangkan gagasannya mengenai khudi bagi kebangkitan umat. Menurutnya moralitas suatu bangsa ditentukan oleh pandangannya mengenai khudi ini, dan segala sesuatu di alam ini memiliki khudinya sendiri-sendiri. Setiap khudi akan bergerak maju sehingga mencapai titik perkembangan kesempurnaannya.
ORIENTALISME HADIS (Peta Kajian Hadis Orientalis)
Zulfikri -
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 16, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v16i2.102
Dalam aspek ilmu pengetahuan, kajian hadis secara keilmuan baik juga dari sisi metodologis terus berkembang secara integralistik. Permasalahannya ialah pada muatan proses transisi yang sedemikian panjang. Kompleksitas studi hadis ini menisca-yakan para ke-sarjana-an studi hadis era klasik maupun kontem-porer memiliki inisiatif untuk merumuskan dan memunculkan berbagai metodologi dan teori-teori yang bisa diharapkan akan betul-betul mampu menyeleksi dan memisahkan mana hadis-hadis palsu dari yang otentik, baik diteliti menggunakan metode analisis penanggalan yang didasarkan atas dasar analisis matan, isna>d, argumentum e silentio (kitab hadis), isnad cum matn, dan lain-lain. Metode ini tidak hanya dirumuskan oleh para sarjana-sarjana muslim (insider) bahkan juga oleh non-muslim (outsider, orient-alis). Perkembangan ini menunjukkan adanya pergeseran paradigma dari subyektivisme yang ditunggangi mungkin saja oleh rasa sentimental keagamaan menuju obyektivisme yang dimotori oleh keterbukaan dan kejujuran intelektual, baik di kalangan sarjana hadis muslim ataupun sebaliknya.
NORMA KEBEBASAN BERAGAMA DALAM PANDANGAN ISLAM DAN KRISTEN
Wijayanti, Tri Yuliana
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 22, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v22i1.1084
Kebebasan beragama merupakan hak yang melekat pada diri setiap manusia sejak ia lahir. setiap manusia bebas memilih agama sesuai dengan apa yang ia yakini tanpa ada hambatan maupun paksaan oleh pihak manapun. Penelitian ini akan mengupas tentang norma-norma dalam perwujudan kebebasan beragama dalam pandangan agama Islam dan Kristen. Adapun agama Kristen yang dimaksud dalam tulisan ini adalah agama Katolik dan Protestan. Religious freedom is a right inherent in every human being since he was born. Every human being is free to choose religion according to what he believes without any obstacles or coercion by any party. This research will explore the norms in the realization of religious freedom in the view of Islam and Christianity. The Christian religion referred to in this paper is Catholic and Protestan.
Usaha Pembaharuan Abdullah Ahman
Fachri Syamsuddin
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 16, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v16i1.1037
After the completion of his study in the Middle East, Abdullah Ahmad – upon his arrival in Minangkabau – started to establish an educational institution, Sekolah Adabiah, the first ever classical school system to have been founded by Minangkabau moslem. Abdullah Ahmad then established Syarikat Oesaha Adabiah, the foundation which managed the school. In order to spread his reform ideas, he published a periodical called al-Munir. In addition, Abdullah Ahmad also founded an organization for religious teachers, PGAI (Persatuan Gugu-guru Agama Islam).