Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid diterbitkan oleh Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Imam Bonjol Padang, sebagai media informasi dan forum pembahasan kajian tentang ilmu ushuluddin yang terkait dalam empat aspek bidang keilmuan yakni, Aqidah dan Filsafat Islam, Studi Agama-Agama, Ilmu Al-quran dan Tafsir (Tafsir Hadis), Psikologi Islam. Majalah ini berisi kumpulan tulisan ringkas hasil penelitian, hipotesa, survey dan karya akademik lainnya.
Articles
178 Documents
KAJIAN AL-QUR’AN DI INDONESIA (DARI STUDI TEKS KE LIVING QUR’AN)
Putra, Afriadi
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 18, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v18i2.214
Tulisan ini membahas tentang dinamika kajian al-Qur’an di Indonesia; dari studi teks ke living qur’an. Kajian ini sangat penting untuk melacak perkembangan kajian al-Qur’an di Indonesia yang selama ini hanya berorientasi di wilayah teks. Maka tidak salah ada yang menyebut bahwa peradaban Islam identik dengan hadharah nashsh.Namun saat ini, kajian al-Qur’an mengalami pergeseran dari teks ke konteks yang dinamakan living qur’an dengan perspektif penelitian sosial. Penelitian semacam ini masih jarang dilakukan, padahal kedua hal ini harus seimbang sehingga perkembangan ilmu dalam bidang kajian al-Qur’an tidak statis tapi terus berjalan dan dinamis. Penelitian living qur’an memfokuskan kajian pada respons seseorang atau komunitas tertentu terhadap teks al-Qur’an dan hasil penafsiran seseorang. Termasuk dalam pengertian respons masyarakat adalah resepsi mereka terhadap teks tertentu dan hasil penafsiran tertentu. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian living qur’an adalah pendekatan fenomenologi agama. Pendekatan ini dianggap relevan dalam kajian living qur’an, sebab objek kajiannya berkaitan erat dengan realitas sosial.
PERAN AYAH DALAM MENDIDIK ANAK BERDASARKAN Al-QUR'AN (Tinjauan Tentang Cara Para Nabi-Nabi Dalam Mendidik Anak)
Rahmadianti Aulia
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 21, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v21i2.265
The Father is a figure that contribute to development the way of thinking and morality of the children. Many scholars today believe that is the father not only struggle for economic of their family but also for a wide scope of activity included education of the children. Its very interesting to know that has been written in al-Quran long before the expert said. So, the aim of this study is to describe the fact in al-Quran related to the role of the father educated and the strategy they used in detail. This study applied descriptive qualitative research in which the data are obtained from some dialogis verses in Al-Quran. The data obtained by taking note technique, reading technique and supported by document analisys technique. After analyzing the data, it is found that the father was a person who knew deeply of their children character. Al-Quran teach the reader to be a wise father for their children, to understand their problem, not so emotional, speak the truth and avoid the trouble. Beside, the father must trust their children with all of sincere heart and soul.
PENDIDIKAN KESEHATAN JASMANI DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN
-, Hasneli
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 16, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v16i1.96
upaya mewujudkan kesehatan jasmani merupakan keharusan bagi setiap manusia. Manusia yang memiliki fisik yang sehat dan kuat akan dapat menumbuhkembangkan kualitas hidup dan meningkatkan pengabdian kepada Allah dan kepada sesama. Untuk menjadikan jas-mani yang kuat dan sehat dimulai dari memperhatikan makan dan mi-num yang akan dikosumsi, memperhatikan kebersihan badan, pakaian, dan lingkungan, serta mendidik jasmani dengan berolahraga.
PERAN DAN NILAI PERJUANGAN MAHASISWA Sebagai Intelektual Profetik dalam Menjawab Dialektika Perubahan Zaman
Shofwan Karim
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 17, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v17i2.116
Aktualisasi peran dan nilai perjuangan mahasiswa sebagai intelektual profetik dalam menjawab dialektika perubahan zaman merupakan keniscayaan. Se-suatu jang harus dirumuskan, dipahamkan serta diaktualisasikan. Di dalam wacana singkat ini, peranan mahasiswa yang dimaksud adalah penjelajahan kesetaraan sta-tusnya yang menuntut ilmu diperguruan tinggi dengan statusnya sebagai kaum inte-lektual. Fokus diskusi di sini adalah status mahasiswa sebagai warga negara yang berusia di dalam rentang waktu 16 sampai dengan 30 tahun. Sebagai warga, elemen dan komponen bangsa dan ummat yang berperanan aktif, konstruktif, positif dan optimal di dalam masyarakat, bangsa dan ummat
RESPONS TOKOH PEMIKIR KONTEMPORER INDONESIA TERHADAP MODERNISASI
Ermagusti -
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 18, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v18i1.134
Pemikir Kontemporer Indonesia yang muncul dengan gagasan baru terhadapperkembangan pemikiran Islam Indonesia yang menimbulkan kontroversial bagi tokoh Islam lainnya,antara lain Nurcholish Madjid dengan gagasannya “Sekularisasi”. Yang dimaksudkan adalahmenduniawikan nilai-nilai yang sudah semestinya bersifat duniawi dan melepaskan umat Islam darikecenderungan mengukhrawikannya. Selanjutnya Abdul Rahman Wahid, dengan gagasan“Pribumisasi Islam” yang dilatarbelakangi oleh keinginan Gus Dur untuk mempertemukan budayadengan Islam, agar umat Islam menjunjung tinggi toleransi dan menghargai orang lain. MunawirSjadzali dengan gagasannya “ Reaktualisasi Hukum Islam” yang telah menyumbangkan pemikirannyabagi dunia Ijtihad, sekaligus membuktikan bahwa pintu Ijtihad masih terbuka.
FILSAFAT IBNU BAJJAH
amril amril
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 19, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v19i1.155
Ibnu Bajjah merupakan salah seorang filosof Islam yang hidup di dunia Islam bagianBarat. Transformasi filsafat Islam ke dunia Islam bagian Barat terjadi pasca al-Ghazali dan seiringdengan penyebaran agama Islam ke Barat, Andalusia, Spanyol. Hal ini sebagai bukti bahwafilsafat Islam tetap eksis pasca kritikan al-Ghazali terhadap para filosof Islam. Corak filsafat yangdikembangkan oleh Ibnu Bajjah, baik secara materia maupun forma adalah bercorak rasional(peripatetik, masyâ’iyah) yang lebih banyak dipengaruhi oleh filosof Yunani, Plato danAristoteles. Sungguhpun demikian, bukan berarti Ibnu Bajjah hanya sebatas mentransformasikanfilsafat Yunani ke Barat Islam, akan tetapi ia tetap mendasari filsafatnya berlandaskan pada ajaranpokok dalam Islam yaitu al-Qur‟an dan hadis. Di antara tema pokok filsafat Ibnu Bajjah adalahmengenai filsafat metafisika, filsafat jiwa, filsafat materi dan bentuk, perbuatan manusia danfilsafat manusia penyendiri, yang merupakan maqnum-opus filsafatnya. Pemikiran filsafat IbnuBajjah ini bisa dikatakan sebagai pembuka jalan dan mempermudah pengembangan filsafat Islambagi generasi penerusnya, terutama Ibnu Rusyd.
JIHAD DALAM PERSFEKTIF TAFSIR FI ZILAL AL-QU’RAN
Muslim Muslim
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 19, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v19i2.172
Alquran adalah kalam Allah yang mempunyai banyak tema. Di antara temanya adalah tentang jihad. Jihad merupakan isu sentral yang digunakan oleh sebagian kelompok sebagai pembenaran atas tindakan mereka dalam beragama. Kesalahpahaman sering terjadi dengan adanya terjemah yang kurang tepat terhadap ayat-ayat yang berbicara tentang jihad dengan anfus dan harta benda. Kata anfus sering diterjemahkan dengan jiwa. Kata anfus dalam Alquran memiliki beberapa arti, antara lain: nyawa, hati, jenis, dan dapat pula diartikan dengan totalitas manusia. Alquran mempersonifikasikan wujud seseorang dihadapan Allah dan masyarakat dengan menggunakan kata nafs. Jadi, dalam konteks ini jihad dapat dipahami sebagai totalitas manusia, sehingga kata nafs meliputi nyawa, emosi, pengetahuan, tenaga, pikiran, bahkan waktu dan tempat yang berkaitan dengannya. Dalam tulisan ini, penulis akan memberikan perspektif utuh yang diberikan oleh Sayyid Quthb mengenai apa dan bagaimana eksistensi jihad dalam tafsirnya Fi Zilal Alquran
METODE PEMAHAMAN HADIS MUHAMMAD AL-GHAZALIY DAN YUSUF AL-QARADHAWIY
Toni Markos
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 21, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v21i2.225
تحاول هذه الورقة أن تصف كيف كانت طريقة فهم الحديث من شخصين بارزين وصديقينللحديث ، وهما محمد الغزالي ويوسف القرضاوي. في عص رهما أعطى هذان الشخصان دورا كبيراومختلف الأعمال العلمية التي كانت مفيدة جدا للجيل القادم .والفكرة الرئيسية وراء كتابة هذا المقال هي كتاب فهم الحديث الذي كتبه محمد الغزاليويوسف القرضاوي على التوالي. الكتاب الذي كتبه محمد الغزالي بعنوان السنة النبوية بين أهل الفقهوأهل الحديث. والثاني هو الكتاب الذي كتبه يوسف القرضاوي تحت عنوان "كيفا نتعامل ما السنةالنبوية ". في الواقع بين الغزالي والقرضاوي لا يوجد فرق كبير بينهما. انها مجرد أن لديهم خصائص وامتيازاتخاصة بهم. ومن حيث إن يوجد لدى محمد الغزالي أسلوب لغوي صارم وأحيانا مراقبون للصحيفةأو أشخاص يدرسون الحديث. في بعض الأحيان كان النبذ الذي انتقده محمد الغزالي فهما مشهورابين العوام، لكنهم صُدموا عندما انتقد الغزالي الجودة أو الفهم المرتبط بالحديث . قضية أخرى مع يوسف القرضاوي ، حيثما تفضل بلغة لينة ولا تحاصر الناس الذين يختلفون معه.ومن الأمثلة على ذلك رأي القرضاوي المتعلق بالحديثين الشريفين متسا ويان فى القوة أو على حدسواء. إذا لم يكن هناك أي طريقة أخرى يمكن الجمع أو الترجيح ، عنده يجب أن يكون الطريق هوالتوقف. لكن الغزالي في هذه الحالة ذكر على الفور من هذين الحديثين كانا متخلفين ، لأنه لم يكنهناك أي طريقة أخرى للجمع أو التعليق بينهما. حتى أن رأي الغزالي جعل بعض الدوائر تشعر
EKSISTENSI KAJIAN TAUHID DALAM KEILMUAN USHULUDDIN
Saidul Amin
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 22, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v22i1.282
The study of Tawheed in Islam is the regional foundation for discussion of aqeedah.in this case aqeedah is something very important and fundamental in the formation of good character in the life of a Muslim, which is used as a pillar and foundation of religion, so as to be able to motivate a person in the form of trust and faith. therefore, aqeedah as the foundation for establishing Islamic buildings is the beginning of noble character. If someone has strong Aqeedah, surely they will carry out their worship in an orderly, noble manner, and bermu'amalat well. all the worship that we carry out if without the foundation of Aqeedah then the worship will not be accepted.
PEMBANGUNAN PARIWISATA DALAM PERSPEKTIF ISLAM
Shofwan Karim
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 16, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v16i1.86
Pariwisata sering dianggap banyak oran g sebagai sesuatu yang merusak kehidupan beragama. Pandangan ini dijumpai juga di kalangan banyak oran g Islam. Kebanyakan mereka percaya bahwa Islam mencakup kehidupan di dunia sekarang dan di akhirat kelak. Islam memberi petunjuk dalam berbagai aspek kehidupan manusia yang berhubungan dengan akidah,ibdah, hukum, ilmu pengetahuan dan tek-nologi, budaya, politik, ekonomi dan kehidupan sosial lainnya. Pan dangan yang menganggap pariwisata berbahaya terhadap Islam adalah tidak benar. Meskipun adanya kesalahpahaman di kalangan banyak orang Islam, sangat penting untuk didiskusikan tentang bagaimana pariwisata dapat sejalan dengan prinsip Islam