cover
Contact Name
Euis Reni Yuslianti
Contact Email
ery.unjani@yahoo.co.id
Phone
+6282116560248
Journal Mail Official
medikakartika@unjani.ac.id
Editorial Address
Jalan Terusan Jend.Sudirman PO BOX 148 Cimahi
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 26139332     EISSN : 26556537     DOI : http://dx.doi.org/10.35990/mk
Core Subject : Health,
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan adalah jurnal yang mempublikasikan artikel hasil penelitian baik ilmu kedokteran dasar maupun terapan, tinjauan pustaka (artikel review), dan laporan kasus. Medika Kartika dipublikasikan dua kali dalam setahun (April dan Oktober) dengan jumlah enam artikel.
Articles 21 Documents
Search results for , issue "2018" : 21 Documents clear
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN POLIFENOL ASAM GALAT TEH HIJAU GAMBUNG MELALUI PENURUNAN KADAR MALONDIALDEHID TIKUS DIABETES MELITUS Iis Inayati Rakhmat; Fahrauk Faramayuda; Euis Reni Yuslianti
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.647 KB)

Abstract

Teh hijau dilaporkan mempunyai efek sebagai antidiabetes karena kandungan antioksidannya. Komplikasi diabetes berkaitan dengan terjadinya stres oksidatif akibat hiperglikemi persisten yang ditandai dengan peningkatan kadar malondialdehid. Aktivitas antioksidan selular dan kandungan polifenol terutama asam galat teh hijau asal Gambung Ciwidey Bandung masih belum banyak diketahui. Penelitian ini bertujuan mengetahui kandungan antioksidan asam galat serta penurunan malondialdehid teh hijau tikus diabetes. Metode penelitian adalah laboratorium eksperimental. Pengujian kandungan antioksidan kualitatif dengan uji fitokimia, pengujian kandungan asam galat kuantitatif metode pH diferensial ekivalen antosianin total, dan pengujian aktivitas antioksidan melalui penurunan kadar malondialdehid tikus diabetes metode TBARs. Tikus dibagi kedalam 5 kelompok (n=5) diberi perlakuan selama 14 hari peroral: Tikus kelompok I sebagai kontrol negatif, tikus kelompok II kontrol diabetes, tikus diabetes kelompok III dan IV diberi ekstrak etanol teh hijau 14,4 mg/hari dan 28,8 mg/hari serta tikus diabetes kelompok V diberi Vitamin C 3,6 mg/hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol teh hijau Gambung memiliki kandungan alkaloid, tanin, saponin, katekin, flavonoid, kuinon, dan asam galat 12,19 mg/L TAC. Kadar rerata malondialdehid darah kelompok teh hijau 28,8 mg/hari berbeda signifikan (P=0,012) dengan kelompok Vitamin C 3,6 mg/hari akan tetapi tidak ada perbedaan signifikan (P=0,087) apabila dibandingkan dengan kelompok yang diberi teh hijau 14,4 mg/hari. Pemberian teh hijau 28,8 mg/hari memberikan efek menguntungkan dibanding Vitamin C 3,6 mg/hari yang dibuktikan dengan penurunan kadar MDA kemungkinan karena kandungan antioksidan polifenol asam galat teh hijau sebagai scavenger radikal peroksil stres oksidatif pada tikus diabetes. DOI : 10.35990/mk.SE.PIT.X.p1-15
KARAKTERISTIK PASIEN RETINOBLASTOMA DI PUSAT MATA NASIONAL RUMAH SAKIT MATA CICENDO BANDUNG PERIODE TAHUN 2012─2016 Abbas, Endah Hamidah
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.719 KB)

Abstract

Retinoblastoma adalah keganasan neuroektodermal yang berasal dari sel-sel embrionik retina sensoris dan merupakan keganasan primer intraokular yang paling sering terjadi pada anak, mewakili sekitar 3% dari semua kasus keganasan pada anak. Retinoblastoma masih merupakan masalah di negara berkembang termasuk di Indonesia dan merupakan kanker anak yang tertinggi kedua setelah leukemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kasus dan karakteristik pasien retinoblastoma di Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung Periode Tahun 2012 ─ 2016. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode deskriptif dengan mengambil data dari rekam medis periode 2012 ─ 2016. Hasil penelitian menunjukan jumlah kasus retinoblastoma tahun 2012 ─ 2016 terjadi sebanyak 196 kasus, kasus terbanyak terjadi pada tahun 2015 sebanyak 64 kasus (33%), diikuti tahun 2016 sebanyak 60 kasus (31%). Pasien terbanyak adalah laki-laki didapatkan  sebanyak 51 kasus (54,8%). Usia terbanyak terjadi pada usia 0-<3 tahun dengan jumlah 42 kasus (45,2%) sedangkan paling sedikit pada usia lebih dari 5 tahun. Retinoblastoma unilateral lebih banyak yaitu berjumlah 78 kasus (83,9%). Keluhan utama terbanyak pada pasien retinoblastoma yaitu leukokoria 55 kasus (59,1%) diikuti proptosis 28 kasus (34,4%). Pasien retinoblastoma yang sudah menginvasi nervus optikus ditemukan sebanyak 67 kasus (72%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah  pasien retinoblastoma umumnya laki-laki, usia kurang dari 3 tahun, terjadi secara unilateral, dengan keluhan utama leukokoria dan mayoritas telah menginvasi nervus optikus.
PENGARUH LAMA PERENDAMAN SUSPENSI VITAMIN C TERHADAP PELEPASAN ION KROMIUM PADA KAWAT STAINLESS STEEL Zwista Yulia Dewi; Hillda Herawati; Anne Utami Puspita Pujarama
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.832 KB)

Abstract

Kawat ortodontik stainless steel (SS) mengandung unsur kromium yang memiliki sifat tahan terhadap korosi sehingga banyak digunakan dalam perawatan ortodontik. Vitamin C atau asam askorbat merupakan salah satu vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh.Vitamin C bermanfaat dalam menjaga keutuhan kolagen. Kolagen mempunyai berbagai peran penting bagi tubuh yaitu membantu penyembuhan luka, memelihara kesehatan jaringan penghubung, dan membantu melindungi sel-sel tubuh. Salah satu pengobatan terhadap defisiensi vitamin C adalah dengan mengkonsumsi vitamin C selama 7-10 hari. Vitamin C mempunyai sifat asam yang dapat menyebabkan reaksi kimia sehingga bersifat korosif dan dapat mengoksidasi logam kawat dengan cara melepaskan ion-ion yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman kawat SS dalam larutan vitamin C terhadap pelepasan ion kromium. Metode penelitian adalah laboratorium eksperimental.. Teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling atau pengambilan sampel berjatah yaitu kawat SS sebanyak 10 buah. Seluruh sampel direndam di dalam larutan vitamin C sebanyak 10 ml selama satu menit dalam 7 hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdeteksi pelepasan ion kromium tertinggi pada pengukuran hari keenam dalam konsentrasi rendah sebesar 0,0190 mg/l. Pelepasan ion kromium terjadi karena kawat SS mengalami oksidasi berkontak dengan vitamin C yang asam. Hasil analisis statistik uji multivariat General Linear Model-Repeated Measure (GLM-RM) menunjukan nilai signifikansi sebesar 0,476 atau p>0,05 artinya tidak terdapat pengaruh yang bermakna pada lama perendaman kawat SS dalam larutan vitamin C terhadap pelepasan ion kromium sampai pada hari ketujuh. Pelepasan ion kromium kawat SS terdeteksi dalam batas aman sehingga vitamin C aman digunakan untuk pengguna ortodontik. DOI : 10.35990/mk.SE.PIT.X.p24-33
PENCITRAAN CBCT 3D KASUS TEMUAN INSIDENTAL PADA RADIOGRAF PANORAMIK Sandy Pamadya; Azhari Azhari
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1021.88 KB)

Abstract

Pemeriksaan radiologi konvensional menjadi pilihan dokter gigi sebagai penunjang dalam menentukan diagnosis dan rencana perawatan karena harganya yang murah dan hasilnya cukup akurat. Temuan insidental kadang ditemukan pada pemeriksaan radiodiagnostik konvensional tanpa adanya gejala klinis. Laporan Kasus 1: Seorang perempuan usia 24 tahun datang ke Departemen Bedah Mulut RSHS Bandung dengan keluhan gigi taring atas kanannya belum tumbuh. Radiograf panoramik menemukan adanya lesi radiolusen bulat di periapikal gigi 44 dengan struktur internal radiolusen dan radioopak kecil di tengahnya, tanpa gejala klinis. Pasien lalu disarankan untuk melakukan pemeriksaan CBCT 3D. Berdasarkan anamnesis, temuan klinis dan radiograf, radiodiagnosis lesi di periapikal gigi 44 adalah periapical osseus dysplasia. Laporan Kasus 2: Seorang wanita usia 43 tahun dengan keluhan sinusitis dirujuk ke Instalasi Radiologi Kedokteran Gigi RSGM Unpad. Hasil radiograf panoramik sebelumnya yang dbawa oleh pasien tersebut menunjukkan gambaran radiointermediat pada dinding dan dasar sinus maksilaris kanan. Berkebalikan dengan sinus kanan yang merupakan keluhan utama, pada sinus kiri yang tidak memiliki gejala apapun tampak gambaran samar radioopak berukuran sedang, menempel pada dasar sinus maksilaris kiri dan memanjang ke arah superior. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan CBCT 3D untuk melihat lebih jelas lesi pada sinus maksilaris kiri. Radiodiagnosisnya adalah osteoma pada sinus maksilaris kiri. Temuan insidental pada radiograf rutin ataupun diagnostik dapat menunjukkan lesi tanpa gejala yang berpotensi menjadi ganas. Pemeriksaan radiografi harus menjadi pilihan ketika hasil pemeriksaan klinis menimbulkan keraguan. Diagnosis akhir kadang baru dapat ditegakkan dengan tambahan pemeriksaan histopatologis, setelah melakukan anamnesis pemeriksaan klinis dan radiografis. Pemeriksaan radiografi kadang menunjukkan lesi tanpa gejala klinis. Lesi-lesi tersebut dapat berpotensi untuk menjadi ganas. Pencitraan CBCT 3D dapat menunjukkan gambaran yang tidak dapat terlihat pada pencitraan konvensional. DOI : 10.35990/mk.SE.PIT.X.p77-89
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PENCEGAHAN KARIES DAN HUBUNGANNYA DENGAN KEJADIAN EARLY CHILDHOOD CARIES PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH DI KOTA CIMAHI Rhabiah El Fithriyah; Herryawan Herryawan
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.394 KB)

Abstract

HUBUNGAN TINGKAT KOGNITIF DENGAN PEMAHAMAN PASIEN GERIATRI TERHADAP INFORMED CONSENT Ali Taufan; Rahmad Dui Wahyudi; Evi Sovia
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.602 KB)

Abstract

Keputusan medik yang dibangun secara bersama antara dokter dan pasien sangat penting dalam proses pengobatan. Menghargai hak individu adalah salah satu prinsip etika klinik tidak mudah penerapannya sehingga pasien dapat mengambil keputusan, dokter mempunyai kewajiban untuk mendorong pasien membuat keputusan pilihan secara mandiri. Fungsi kognitif berperan penting dalam mengambil keputusan berdasarkan informed consent yang diberikan oleh dokter dalam pengobatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat kognitif dengan pemahaman pasien geriatrik terhadap informed consent. Metode penelitian menggunakan pendekatan cross sectional dengan teknik pengambilan sampel consecutive sampling pada 40 orang pasien geriatric RS Dustira. Data dianalisis menggunakan Chi-Square Tests untuk melihat hubungan dua variabel (p < 0,05). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan bermakna antara tingkat kognitif dengan pemahaman pasien geriatrik terhadap informed consent (p=0,00). Sejumlah 16 pasien geriatri dengan kognitif yang normal memiliki pemahaman yang baik. Pada pasien dengan probable gangguan kognitif didapatkan 10 pasien memiliki pemahaman yang baik, 12 pasien memiliki pemahaman sedang, dan 2 pasien memiliki pemahaman buruk. DOI : 10.35990/mk.v2n1.p36-46
PERBANDINGAN KEBOCORAN MIKRO PADA PENGISIAN SALURAN AKAR DENGAN TEKNIK SINGLE CONE DAN TEKNIK GUTTA-PERCHA THERMOPLASTIK MENGGUNAKAN SEALER BERBAHAN DASAR RESIN Hasthiono FF; Aryanto M
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.762 KB)

Abstract

Obturasi yang hermetis dalam arah tiga dimensi dan lengkap dengan koronal dan apikal seal adalah salah satu tujuan yang penting dari perawatan saluran akar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kebocoran mikro pada pengisian saluran akar dengan teknik single cone dan teknik gutta-percha thermoplastik menggunakan sealer berbahan dasar resin. Penelitian ini menggunakan 32 gigi premolar pertama mandibular. Gigi tersebut dibagi menjadi 2 kelompok, yang masing-masing kelompok terdiri atas 16 gigi. Kedua kelompok dilakukan preparasi saluran akar dengan teknik crown down (rotary protaper instrument). Kelompok 1 diobturasi dengan teknik single cone dan kelompok 2 diobturasi dengan teknik gutta-percha thermoplastik, setelah obturasi selesai, semua gigi disimpan dalam inkubator (37oC, 24 jam). Seluruh permukaan gigi dilapisi dengan cat kuku sebanyak dua lapis kecuali 1 mm pada bagian apikal, dan direndam dalam laurutan biru metilen selama 7 hari. Setelah itu cat kuku dibersihkan, sampel didekalsifikasi, dehidrasi dan gigi dibelah dalam arah longitudinal. Penetrasi warna dievaluasi menggunakan mikroskop stereo dengan pembesaran 40x dan diberi skor 0-1. Data dianalisis dengan uji chi-square (P <0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebocoran mikro apikal pada pengisian saluran akar dengan teknik gutta-percha thermoplastik menggunakan sealer berbahan dasar resin menunjukkan kebocoran apikal terkecil. Obturasi dengan teknik gutta-percha thermoplastik lebih efektif dan baik untuk pengisian saluran akar. DOI : 10.35990/mk.SE.PIT.X.p34-43
PERBANDINGAN LATIHAN AEROBIK INTENSITAS RINGAN SORE DENGAN PAGI HARI TERHADAP BERAT BADAN TIKUS WISTAR MODEL OBESITAS Ike Rahmawaty; Ambrosius Purba; Setiawan Setiawan
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.554 KB)

Abstract

Obesitas adalah penumpukan lemak di dalam tubuh dan menjadi permasalahan yang penting karena merupakan faktor risiko untuk terjadinya penyakit metabolik. Latihan aerobik intensitas ringan merupakan upaya untuk menurunkan berat badan selain dengan pengaturan diet. Jaringan lemak juga dipengaruhi oleh ritme sirkadian sehingga akan mempengaruhi kapan seharusnya latihan itu dilakukan dalam menurunkan berat badan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik untuk melihat perbedaan pengaruh latihan aerobik intensitas ringan pada sore dibandingkan pagi hari dengan melihat perubahan berat badan pada tikus model obesitas. Pembagian kelompok pada subjek penelitian terdiri dari tiga kelompok yang diberikan latihan aerobik intensitas ringan pada pagi hari, pada sore hari dan tidak dilakukan latihan, masing-masing kelompok terdiri dari enam ekor tikus yang telah digemukkan terlebih dahulu dan disesuaikan dengan standar obesitas pada tikus. Data dianalisis dengan uji parametrik Anova untuk melihat hubungan diantara ketiganya. Hasil analisis menunjukkan ada perbedaan yang sangat bermaknaerubahan berat badan akibat pemberian latihan aerobic intensitas ringan baik pagi dan sore hari dengan kelompok yang tidak diberikan latihan (p<0,01). Namun tidak ada perbedaan yang bermakna perubahan berat badan antara latihan aerobik intensitas ringan sore dibandingkan latihan aerobik intensitas pagi (p>0,05) walaupun rerata perubahan berat badan pada sore hari lebih besar dibanding rerata perubahan pada latihan aerobik pada pagi hari. Pada penelitian ini latihan aerobik intensitas ringan terbukti dapat menurunkan berat badan baik yang dilakukan pada pagi hari maupun sore hari. DOI : 10.35990/mk.v1n2.p77-87
IKAN TERI (Stolephorus spp.) SEBAGAI BAHAN PENCEGAH GIGI BERLUBANG Githa Syah Putri; Myrna Nurlatifah Zakaria
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.377 KB)

Abstract

Karies merupakan demineralisasi jaringan keras gigi yang diinisiasi oleh aktivitas mikrobial pada lapisan gigi. Salah satu tindakan untuk mencegah terjadinya karies adalah dengan penggunaan fluor sehingga terbentuk ikatan fluoroapatit pada gigi. Salah satu bahan alami yang mengandung konsentrasi fluor dan kalsium tinggi adalah, ikan teri (Stolephorus insularis), yang mengandung fluor sebanyak 15,7-38,3 ppm terutama dalam bentuk senyawa CaF2. Ikan teri sangat mudah ditemukan di Indonesia dan merupakan sumber fluor dan kalsium alami yang sangat baik, namun pembahasan mengenai potensi ikan teri untuk mencegah gigi berlubang masih sangat minim. Artikel ini merupakan ulasan telaah pustaka yang membahas mengenai potensi ikan teri untuk pencegahan gigi berlubang dari berbagai sumber literatur imiah dan penelitan ilmiah. Kandungan fluor dan kalsium pada ikan teri sangat tinggi, konsumsi ikan teri sebanyak 50 gram setiap hari dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan pertumbuhan tulang dan mencegah gigi berlubang. Ikan teri dapat dikonsumsi langsung dengan diolah menjadi berbagai jenis makanan, bahan aktif dalam pasta gigi dan obat kumur, atau diolah menjadi krim dan gel sebagai fluor yang diaplikasikan secara topikal. Ikan teri merupakan sumber daya alam Indonesia yang melimpah dengan kandungan fluor dan kalsium yang tinggi. Bahan ini relatif murah dan mudah didapat. Sosialisasi mengenai kebaikan ikan teri dan studi lebih lanjut mengenaik pengolahan ikan teri sebaiknya terus dilakukan. Melihat potensi yang baik dari ikan teri, diharapkan bahan ini dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan pencegahan gigi berlubang di masyarakat. DOI : 10.35990/mk.SE.PIT.X.p90-101
PENGARUH PERAWATAN ORTODONTI DENGAN BEBERAPA JENIS ALAT ORTODONTI TERHADAP PERUBAHAN pH DAN VOLUME SALIVA Rudi Satria Darwis; Hartanto Endro Wahyudi; Wulan Kartika
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.317 KB)

Abstract

Page 1 of 3 | Total Record : 21


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 2 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 1 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 4 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 3 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani 2024) Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani) Vol 6 No 4 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 4 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol 4 No 5 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 4 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 3 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2019): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2018): Medika Kartika Edisi PIT 10 Kedokteran Gigi Vol 2 No 1 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan 2018 Vol 1 No 1 (2017): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan More Issue