cover
Contact Name
Nur Aini Retno Hastuti, SST., M.Keb
Contact Email
nurainiretno@ub.ac.id
Phone
+6285642140459
Journal Mail Official
joim@ub.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Issues in Midwifery
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 25496581     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Journal of Issues in Midwifery (JOIM) adalah jurnal online dalam bidang kebidanan yang dikelola oleh Jurusan kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang Indonesia. JOIM terbit tiga kali dalam setahun pada periode bulan April - Juli , Agustus - November , dan Desember - Maret dan memuat berbagai artikel sebagai hasil penelitian utuh, tinjauan pustaka, laporan kasus dan komunikasi singkat dalam bidang kebidanan.
Articles 122 Documents
Hubungan Kadar Albumin Serum dengan Tingkat Keparahan Preeklampsia pada Ibu Hamil Trimester Ketiga di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang Kumalaratih, Odilia Endiza; Subandi; Maharani, Afniari
Journal of Issues in Midwifery Vol. 9 No. 3 (2025): Volume 9 No 3 Tahun 2025
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2025.009.03.4

Abstract

Background: Preeclampsia is a serious pregnancy complication marked by hypertension, proteinuria, and endothelial dysfunction, and remains a leading cause of maternal mortality in Indonesia. Severe proteinuria leads to albumin loss, reduced oncotic pressure, edema, and impaired organ perfusion, while resulting hypoproteinemia further worsens endothelial and renal-hepatic dysfunction. Thus, third-trimester albumin monitoring is crucial for evaluating disease risk and severity, making research on serum albumin and preeclampsia severity at Dr. Saiful Anwar General Hospital highly relevant.Objective: This study aims to examine the relationship between serum albumin levels and the severity of preeclampsia in women in their third trimester of pregnancy at Dr. Saiful Anwar Regional General Hospital, Malang. Methods: This study used an analytical observational design with a cross-sectional approach. The population in this study consisted of all pregnant women in their third trimester at Dr. Saiful Anwar Regional General Hospital in Malang in 2024-2025, with a sample size of 110 respondents. Data were obtained from medical records and analyzed using Spearman's rank correlation test. Results: The study results obtained a value of a p-value of 0.000, indicating a significant relationship between serum albumin levels and the severity of preeclampsia. The value of r = 0.620 indicates that the lower the serum albumin level, the higher the severity of preeclampsia. Conclusion: This study shows that serum albumin levels are significantly associated with the severity of preeclampsia in the third trimester, indicating that monitoring albumin can help detect risk earlier and support preventive care. Keywords: Albumin, Preeklampsia, Eklampsia, Hellp Syndrome ABSTRAK Latar Belakang: Preeklampsia adalah komplikasi kehamilan ditandai dengan hipertensi, proteinuria, dan disfungsi endotel, serta merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu. Di Indonesia, angka kematian akibat preeclampsia hingga eklampsia masih tinggi. Proteinuria berat menyebabkan kehilangan albumin, penurunan tekanan onkotik, edema, dan gangguan perfusi organ. Hipoproteinemia memperparah kerusakan endotel, hipoperfusi, dan gangguan fungsi ginjal dan hati. Oleh karena itu, pemantauan kadar albumin pada trimester ketiga penting sebagai indikator risiko dan keparahan penyakit. Berdasarkan hal ini, penelitian tentang hubungan antara kadar albumin serum dan keparahan preeklampsia di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang sangat relevan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar albumin serum dan tingkat keparahan preeklampsia pada wanita hamil pada trimester ketiga di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitis dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua wanita hamil pada trimester ketiga di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang pada tahun 2024-2025 dengan ukuran sampel 110 responden . Data diperoleh dari catatan medis dan dianalisis menggunakan uji korelasi rank Spearman. Hasil: Hasil penelitian memperoleh nilai p = 0.000, yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kadar albumin serum dan tingkat keparahan preeklampsia. Nilai r = 0.620 menunjukkan bahwa semakin rendah kadar albumin serum,semakin tinggi tingkat keparahan preeclampsia. Kesimpulan: Studi ini membuktikan bahwa kadar albumin serum memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat keparahan preeklampsia pada trimester ketiga. Pemantauan kadar albumin dapat menjadi langkah pencegahan yang penting yang membantu tenaga kesehatan mengidentifikasi risiko lebih awal. Kata Kunci: Albumin, Preeklampsia, Eklampsia, Hellp Syndrome
Hubungan Usia saat Melahirkan dengan Gangguan Kesehatan Mental Postpartum Azizah Fristi Wulandari; Safrina Dewi Ratnaningrum; Rahma Dian Hanifarizani
Journal of Issues in Midwifery Vol. 9 No. 3 (2025): Volume 9 No 3 Tahun 2025
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2025.009.03.5

Abstract

ABSTRACTThe postpartum period is a complex phase of adaptation that increases maternal vulnerability to mental health disorders, in which maternal age at childbirth is assumed to play an important role in determining biological, psychological, and social readiness during the postpartum period. This study aimed to analyze the association between maternal age at childbirth and the likelihood of postpartum mental health disorders based on screening results. This study employed an observational analytic design with a cross-sectional approach involving 61 postpartum mothers selected using purposive sampling. Maternal age was categorized into high-risk age (<20 years and >35 years) and healthy reproductive age. The likelihood of postpartum mental health disorders was assessed using the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-Square test, supported by the Fisher–Freeman–Halton Exact Test, with a significance level of 0.05. The results demonstrated a significant association between maternal age at childbirth and the likelihood of postpartum mental health disorders (p < 0.05), where mothers in the high-risk age group showed a higher proportion of potential postpartum mental health disorders compared to those in the healthy reproductive age group. In conclusion, maternal age at childbirth is associated with the likelihood of postpartum mental health disorders; therefore, early screening and mental health monitoring should be prioritized for high-risk age groups.Keywords: maternal age, postpartum, mental health, postpartum depression, EPDSABSTRAKMasa postpartum merupakan periode adaptasi yang kompleks dan meningkatkan kerentanan ibu terhadap gangguan kesehatan mental, di mana usia ibu saat melahirkan diduga berperan dalam menentukan kesiapan biologis, psikologis, dan sosial ibu dalam menghadapi masa nifas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan usia ibu saat melahirkan dengan kemungkinan gangguan kesehatan mental postpartum berdasarkan hasil skrining. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain cross-sectional yang melibatkan 61 ibu postpartum yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Usia ibu dikategorikan menjadi usia berisiko (<20 tahun dan >35 tahun) dan usia reproduksi sehat. Kemungkinan gangguan kesehatan mental postpartum diukur menggunakan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square serta diperkuat dengan uji Fisher–Freeman–Halton Exact Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu saat melahirkan dengan kemungkinan gangguan kesehatan mental postpartum (p < 0,05), di mana ibu pada kelompok usia berisiko memiliki proporsi kemungkinan gangguan kesehatan mental postpartum yang lebih tinggi dibandingkan ibu pada usia reproduksi sehat. Kesimpulannya, usia ibu saat melahirkan berhubungan dengan kemungkinan gangguan kesehatan mental postpartum, sehingga skrining dini dan pemantauan kesehatan mental perlu diprioritaskan pada kelompok usia berisiko.Kata kunci: usia ibu, postpartum, kesehatan mental, depresi postpartum, EPDS

Page 13 of 13 | Total Record : 122