cover
Contact Name
Nur Aini Retno Hastuti, SST., M.Keb
Contact Email
nurainiretno@ub.ac.id
Phone
+6285642140459
Journal Mail Official
joim@ub.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Issues in Midwifery
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 25496581     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Journal of Issues in Midwifery (JOIM) adalah jurnal online dalam bidang kebidanan yang dikelola oleh Jurusan kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang Indonesia. JOIM terbit tiga kali dalam setahun pada periode bulan April - Juli , Agustus - November , dan Desember - Maret dan memuat berbagai artikel sebagai hasil penelitian utuh, tinjauan pustaka, laporan kasus dan komunikasi singkat dalam bidang kebidanan.
Articles 120 Documents
HUBUNGAN PEMBERIAN JENIS ASUPAN NUTRISI DAN PEMILIHAN TERAPI DENGAN LAMA PERAWATAN PADA BBLR DENGAN IKTERUS NEONATORUM DI RSUD KANJURUHAN MALANG Sabrina, Maulidatus; Happy Kurnia , Permatasari; Ulfah, Mega
Journal of Issues in Midwifery Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2024.008.02.5

Abstract

Bayi yang lahir dengan berat kurang dari 2500 gram dapat digolongkan ke dalam kategori Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Hal tersebut tidak dilihat berdasarkan usia gestasi, sehingga bayi BBLR menjadi sangat rentan karena kesiapan tubuh yang belum maksimal dalam menghadapi lingkungan ekstrauterin. Ada beberapa dampak yang dapat ditimbulkan oleh bayi BBLR salah satunya adalah kejadian Ikterus Neonatorum. Kejadian ini banyak terjadi khususnya pada bayi BBLR sehingga menjadikan durasi lama perawatan selama di rumah sakit menjadi lebih panjang. Selama masa perawatan penurunan kadar bilirubin serum tentunya juga harus didukung oleh pemberian asupan nutrisi yang adekuat dan pemilihan terapi yang sesuai. Asupan nutrisi yang diberikan dapat berupa ASI eksklusif, ASI predominan maupun campuran antara ASI eksklusif dan ASI predominan, sementara itu terapi yang diberikan antara lain fototerapi, transfusi tukar, dan pemberian farmakologi. Pemberian nutrisi sedini mungkin dapat menurunkan kadar bilirubin lebih cepat, sehingga tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pemberian jenis asupan nutrisi dan pemilihan terapi dengan lama perawatan pada bayi BBLR dengan ikterus neonatorum di RSUD Kanjuruhan Kepanjen Kabupaten Malang dengan desain analitik observasional dan pendekatan cross-sectional terhadap 56 sample berdasarkan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan mengisi formulir pendataan menurut data sekunder, yang kemudian dianalisis menggunakan Uji Eta dengan nilai korelasi η = 0,438. Kesimpulan yang didapatkan yaitu terdapat hubungan yang moderat antara pemberian jenis asupan nutrisi dengan lama perawatan pada bayi BBLR dengan ikterus neonatorum. Penelitian ini juga melaporkan terdapat perbedaan rata-rata lama perawatan berdasarkan jenis asupan nutrisi dan hasil uji ANOVA mendapat nilai p-value = 0,004 yang artinya didapatkan perbedaan yang signifikan antara rata-rata lama perawatan berdasarkan jenis asupan nutrisi. Sehingga hasil ini dapat menjadi perhatian khususnya kepada tenaga kesehatan dalam pemenuhan asupan nutrisi pada bayi BBLR dengan ikterus neonatorum.
Hubungan Kecemasan dengan Insomnia pada Wanita Menopause di wilayah RW 04 Kampung Gresik PPI Fairus, Hana Putri; Usnawati, Nana; Purwanti, Dwi
Journal of Issues in Midwifery Volume 8 No 3 Tahun 2024
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2024.008.03.5

Abstract

Latar belakang: Masa menopause diawali dengan menurunnya kadar estrogen dan progesteron yang dapat memicu berbagai gejala, salah satunya susah tidur. Kejadian susah tidur atau biasa disebut dengan insomnia menjadi salah satu gejala paling mengganggu di antara 50-75% wanita menopause. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kejadian insomnia, salah satunya gangguan kecemasan. Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan kecemasan dengan insomnia pada wanita menopause. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik yang bersifat cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 100 orang wanita menopause di wilayah RW 04 Kampung Gresik PPI. Penentuan sampel menggunakan simple random sampling dihitung dengan rumus Lemeshow sehingga besar sampel sejumlah 88 wanita menopause. Variabel independent adalah kecemasan, sedangkan variabel dependent adalah insomnia pada wanita menopause. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Hamillton Anxiety Rating Scale (HARS) dan Insomnia Severity Index (ISI). Uji analisa yang digunakan untuk mengetahui hubungan adalah Uji Spearman dengan taraf nyata <0,05. Hasil: Menunjukkan bahwa sebagian besar wanita menopause banyak mengalami kecemasan ringan dan insomnia ringan. Hasil uji analisa spearman menunjukkan p = 0,001 (p<0,05) dan r = +0,655 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kecemasan dengan insomnia pada wanita menopause dan hubungan tersebut kuat serta searah. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kecemasan dan insomnia pada wanita menopause.
Hubungan Kadar Hemoglobin dengan Penyembuhan Luka Perineum Ibu Nifas di TPMB Kecamatan Kenjeran Indiarti, Amalia; Jeniawaty, Sherly; Nugrahini, Evi Yunita; Pramudianti, Domas Nurchandra
Journal of Issues in Midwifery Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2024.008.02.1

Abstract

Luka perineum merupakan trauma yang dialami oleh 75% wanita yang melahirkan dan dapat menyebabkan morbiditas jika proses penyembuhan luka terganggu. Salah satu faktor yang mempengaruhi proses penyembuhan luka perineum adalah oksigenasi jaringan dan nutrisi yang berhubungan dengan kadar hemoglobin dalam darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kadar hemoglobin dengan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di TPMB Kecamatan Kenjeran. Jenis penelitian ini adalah analitik korelasional dengan pendekatan prospektif. Sampel pada penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 37 ibu nifas dengan luka perineum. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kadar hemoglobin dan variabel terikatnya adalah penyembuhan luka perineum ibu nifas. Untuk menganalisis hubungan antara dua variabel menggunakan uji analisis chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 21 (56,8%) dari 37 ibu nifas mengalami anemia postpartum. Sedangkan penyembuhan luka perineum dengan kategori baik dialami oleh 23 (62,2%) dari 37 ibu nifas. Dari hasil uji analisis chi-square terhadap kedua variabel tersebut, didapatkan nilai p-value sebesar 0,006. Karena nilai p < 0,05, maka terdapat hubungan yang signifikan antara kadar hemoglobin dengan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas. Kadar hemoglobin berhubungan dengan distribusi oksigen dan nutrisi ke jaringan perifer. Oleh karena itu, hubungan kadar hemoglobin dengan penyembuhan luka perineum menunjukkan bahwa jika kadar hemoglobin di atas batas normal, maka semakin baik kondisi luka perineum pada hari ke-7.
Hubungan Kualitas Pelayanan Posyandu Terhadap Frekuensi Kunjungan Dan Kepuasan Ibu Balita Di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Gondanglegi Ningtyas, Ica Chaya; Holipah, Holipah; Gumanti, Kentri Anggarina
Journal of Issues in Midwifery Volume 8 No 3 Tahun 2024
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2024.008.03.3

Abstract

Posyandu adalah unit pelayanan kesehatan masyarakat yang beroperasi di tingkat desa yang memiliki peran dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat setempat. Penilaian ibu balita tentang kualitas pelayanan di Posyandu menjadi indikator dari kepuasan mereka terhadap layanan yang diberikan, dan hal ini dapat menjadi salah satu faktor mereka membuat keputusan serta motivasi mereka untuk kembali mengunjungi Posyandu. Tujuan dari penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan hubungan kualitas pelayanan kesehatan Posyandu dengan frekuensi kunjungan ibu balita ke Posyandu dan kepuasan mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian analitik observasional dan menggunakan pendekatan cross sectional dengan besar sampel sebanyak 97 sampel yang diambil dengan teknik non probability sampling. Analisis dari data yang terkumpul menggunakan metode chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara kualitas pelayanan terhadap frekuensi kunjungan ibu balita di Posyandu dengan nilai p-value p<0,001 dan terdapat hubungan antara kualitas pelayanan terhadap kepuasan ibu balita di Posyandu dengan nilai p-value p<0,001. Kesimpulan yang diambil dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara kualitas pelayanan kesehatan Posyandu terhadap frekuensi kunjungan dan kepuasan ibu balita di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Gondannlegi.
Leaflet Lebih Efektif Meningkatkan Pemahaman Penggunaan Pil Kontrasepsi Hormonal Kombinasi Dibandingkan Dengan Video Edukasi Pada Akseptor KB di Puskesmas Bareng Kota Malang Rahmana, Rahima Azzahra; Norahmawati, Eviana; Wati, Linda Ratna
Journal of Issues in Midwifery Volume 8 No 3 Tahun 2024
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2024.008.03.1

Abstract

ABSTRACT Background: Based on Badan Pusat Statistik Data (2022) total acceptors of hormonal contraceptive pills in Malang is up to 14.580 women. Hormonal contraceptive pills are a contraceptive method that has to be consumed per-oral daily to give an effective result. Hormonal contraceptive usage could increase estrogen exposure to acceptors’ body, this exposure on the long term (usage > 3 years) could increase the risk of breast cancer. Knowing this risk, it is exceedingly needed for the acceptors to be given an education about how to use the hormonal contraceptive pills correctly. Leaflets and educational videos are proven to be effective to increase someone’s knowledge quiet well. Aim: to determine the difference in effectiveness between educational leaflets and videos on the understanding level of the use of combined hormonal contraceptive pills among family planning acceptors at Puskesmas Bareng Malang City. Method: an experimental research using comparison group design using Wilcoxon Matched Pairs Test. Result: After being provided with educational leaflets, there was an increase in understanding. The significance value obtained was p < 0.001 < α = 0.05. Similarly, using educational videos yielded the same value of p < 0.001 < α = 0.05. The Wilcoxon Signed Rank Test value indicates that there are 12 respondent values from the educational video group that are lower than the values of the leaflet group, with a mean rank of 10.54 and a sum of ranks of 126.50. The Asymp. Sig. (2-tailed) is 0.017 < 0.05, suggesting a significant difference in the effectiveness of education delivery between leaflets and educational videos. The use of leaflet educational media is more effective than educational videos. Conclusion: giving health education while using leaflet and educational video as the media is proven to significantly increase someone’s knowledge, with leaflet is slightly more significant to increase someone’s knowledge. Keywords: Hormonal Contraceptive Pill, Health Education, Leaflet, Educational Video, Women ABSTRAK Latar Belakang: Data Badan Pusat Statistik pada tahun (2022) menunjukkan bahwa jumlah akseptor kontrasepsi hormonal pil pada Kota Malang adalah sebanyak 14.580 jiwa. Kontrasepsi hormonal pil merupakan kontrasepsi yang harus dikonsumsi rutin setiap hari untuk mendapatkan hasil yang efektif mencegah kehamilan. Pemakaian kontrasepsi hormonal meningkatkan paparan hormon estrogen pada tubuh, hal ini menyebabkan pil kontrasepsi hormonal dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Melihat risiko yang berbahaya ini, maka penting untuk diadakan edukasi cara tepat penggunaan pil kontrasepsi hormonal. Leaflet dan video edukasi dapat meningkatkan pengatahuan seseorang dengan baik. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui perbedaan efektivitas leaflet dan video edukasi terhadap tingkat pemahaman penggunaan pil kontrasepsi hormonal kombinasi pada akseptor KB di Puskesmas Bareng Kota Malang. Metode Penelitian: penelitian eksperimental menggunakan desain comparison group design diuji menggunakan Wilcoxon Matched Pairs Test. Hasil Penilitian: terjadi peningkatan pemahaman setelah diberikan edukasi leaflet nilai signifikansi yang didapatkan adalah sebesar p value = <0.001 < α=0.05 dan menggunakan video edukasi mendapatkan nilai yang sama yaitu sebesar p value= < 0.001 < α=0.05. Nilai Wilcoxon Sign Ranked Test menunjukkan ada 12 nilai responden dari kelompok video edukasi yang lebih rendah dari nilai kelompok leaflet dengan nilai mean rank 10.54 dan sum of rank 126.50. Asymp. Sig. (2-tailed) adalah sebesar 0,017 < 0,05 dan dapat diartikan sebagai adanya perbedaan signifikansi pemberian edukasi menggunakan leaflet dan video edukasi, dengan penggunaan media edukasi leaflet lebih efektif dibandingkan dengan video edukasi. Kesimpulan: pemberian edukasi menggunakan leaflet dan video edukasi dapat meningkatkan pemahaman seseorang, leaflet sedikit lebih efektif dibandingkan video edukasi. Kata Kunci: Pil Kontrasepsi Hormonal, Sosialisasi Kesehatan, Leaflet, Video Edukasi, Wanita
Pengaruh Pijat Endorfin terhadap Tingkat Kecemasan Inpartu Kala I Fase Laten di Puskesmas Gesang Kabupaten Lumajang Mualimah, Sa'iratul; Retnaningsih, Reny; Purwati, Anik
Journal of Issues in Midwifery Volume 8 No 3 Tahun 2024
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2024.008.03.2

Abstract

Endorphin massage is known to help reduce anxiety in laboring mothers by stimulating the body’s natural pain-relief mechanisms. This study aims to assess the effectiveness of endorphin massage in reducing anxiety levels in mothers during the latent phase of labor (stage 1). The research focuses on determining the difference in anxiety levels before and after receiving the massage. This study employed a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The sample consisted of 30 mothers in the latent phase of labor at Puskesmas Gesang, selected through purposive sampling. Anxiety levels were measured using a validated anxiety scale before and after the 20-minute endorphin massage. The message targeted specific areas known to stimulate the release of endorphins, such as the shoulders and lower back. The results showed a significant reduction in anxiety levels following the endorphin massage intervention. The average anxiety score before the intervention was 7.5, which decreased to 4.0 after the massage (p < 0.05). This indicates that endorphin massage has a positive effect on reducing anxiety in mothers during the latent phase of labor. Endorphin massage is an effective method to alleviate anxiety in laboring mothers during the latent phase. The intervention provides a non-invasive, simple, low-cost option that can be easily implemented in primary healthcare settings. Endorphin massage should be incorporated into routine maternity care, especially during the early stages of labor, to promote maternal relaxation and potentially improve labor progression and outcomes. Keywords: Endorphin massage, maternal anxiety, latent phase labor, laboring mothers, anxiety reduction.
Evaluasi Tingkat Pelaksanaan Manajemen Praktik Kebidanan Berbasis Midwifery Led Care di Wilayah Kabupaten Malang Dewi, Mustika; Windari, Era Nurisa; Sari, Ningrum Paramita; Fatmawati, Fatmawati; Silvani, Yulia; Ulfah, Mega; Maharani, Afniari
Journal of Issues in Midwifery Volume 8 No 3 Tahun 2024
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2024.008.03.4

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pelaksanaan manajemen praktik kebidanan berbasis Midwifery Led Care (MLC) di Kabupaten Malang, yang berfokus pada empat aspek utama: partnership, women care, normality, dan continuity of care. Desain penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan dari 40 bidan di Kabupaten Malang yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur yang mengukur implementasi keempat aspek MLC. Analisis data menggunakan teknik statistik deskriptif untuk mengidentifikasi pola pelaksanaan serta analisis inferensial untuk menentukan hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas bidan telah menerapkan MLC dengan baik, meskipun terdapat beberapa tantangan dalam penerapan continuity of care. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan manajemen praktik kebidanan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Malang.
Hubungan Intensitas Nyeri Menstruasi (Dismenore Primer) Dengan Pemilihan Upaya Penanganan Pada Mahasiswi Sarjana Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Tahun 2022 Paraningtyas Aulia Ilmi; Indrawan, I Wayan Agung; Windari, Era Nurisa
Journal of Issues in Midwifery Vol. 9 No. 1 (2025): Volume 9 No 1
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2025.009.01.1

Abstract

ABSTRACT Background: Menstruation is the physiology of women who do not enter puberty. Hormonal changes in the reproductive organs result in disturbances such as menstrual pain (primary dysmenorrhea). This complaint has 3 categories of pain levels, the higher the pain is felt, the more inhibited the productivity of women. This sparked efforts to treat pain with the aim of patient comfort. Aims: To know the relationship between the intensity of primary dysmenorrhea and the treatment efforts for female students. Method: The method used in thin research is a descriptive analytic, cross sectional on 80 samples using the Chi Square test. Results: From the research conducted, it was found that 52 (65.0%) respondents experienced moderate pain intensity with the popular treatment efforts used, namely non-pharmacological therapy 41 (51.3%). The Chi Square test shows the result of p-value : 0.074 ( p-value >0.05). Conclusion: There is no relationship between the intensity of primary dysmenorrhea and the handling efforts of undergraduate students in midwifery, Faculty of Medicine, Brawijaya University in 2022. Keywords: Intensity, Primary Dysmenorrhea, Pharmacology, Nonpharmacology, Combination therapy ABSTRAK Latar Belakang: Menstruasi merupakan fisiologis perempuan ketika memasuki usia pubertas. Perubahan hormon pada organ reproduksi mengakibatkan adanya gangguan seperti timbulnya nyeri menstruasi (dismenore primer). Keluhan ini memiliki 3 kategori tingkat nyeri, semakin tinggi nyeri dirasakan maka terhambat pula produktivitas perempuan. Hal tersebut mencetuskan upaya penanganan mengatasi nyeri dengan tujuan kenyaman penderita. Tujuan penelitian: Mengetahui adanya hubungan intensitas dismenore primer dengan upaya penanganan pada Mahasiswi. Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa deskriptif analitik, cross sectional terhadap 80 sampel menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian: Dari penelitian yang dilakukan didapatkan hasil bahwa 52 responden (65,0%) mengalami intensitas nyeri sedang serta upaya penanganan yang popular digunakan yaitu terapi nonfarmakologi 41 (51,3%). Uji Chi Square menunjukkan hasil p-value : 0,074 (p-value >0,05). Kesimpunan: Tidak ada hubungan antara intensitas dismenore primer dengan upaya penanganan pada mahasiswi Sarjana Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya tahun 2022. Kata kunci: Intensitas, Dismenore Primer, Farmakologi, Nonfarmakologi, Terapi Kombinasi
Riwayat Pemberian MPASI (6-24 bulan) Mempengaruhi Perilaku Picky Eating Anak Usia Prasekolah Anindya Aisha; Rita Rosita; Krisjentha Iffah Agustasari
Journal of Issues in Midwifery Vol. 9 No. 1 (2025): Volume 9 No 1
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2025.009.01.5

Abstract

Latar belakang: Picky eating merupakan perilaku makan yang selektif pada anak, di mana mereka menolak mencoba makanan baru atau hanya mau makan makanan tertentu. Perilaku ini dapat berakibat pada masalah gizi dan kesehatan pada anak. Riwayat pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) diduga memiliki hubungan dengan perilaku picky eating. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat MPASI dengan perilaku picky eating pada anak usia prasekolah di PPT Bhakti Pertiwi 2 Kota Surabaya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah 52 anak usia prasekolah yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner riwayat MPASI dan observasi perilaku makan anak. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara riwayat MPASI dengan perilaku picky eating (p=0,027). Anak yang memiliki riwayat pemberian MPASI (6-24 bulan) yang tidak sesuai dengan rekomendasi WHO lebih berisiko mengalami perilaku picky eating dibandingkan anak dengan Riwayat MPASI yang sesuai. Kesimpulan: Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah riwayat pemberian MPASI memiliki pengaruh terhadap perilaku picky eating pada anak usia prasekolah. Kata Kunci: Picky eating, MPASI, anak prasekolah.
Hubungan Kompetensi Kader Posyandu dalam Pelayanan Balita dengan Capaian Pelayanan Gizi Balita di Desa Gunungrejo Kecamatan Singosari Suhailah, Wildatus; Fransiska, Ratna Diana; Ratri, Devita Rahmani
Journal of Issues in Midwifery Vol. 9 No. 1 (2025): Volume 9 No 1
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2025.009.01.4

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Berdasarkan riset dari (SSGI) pada tahun 2022 mengenai status gizi balita di Indonesia, prevalensi stunting di Indonesia 21,6%, overweight 3,5%, underweight 17,1% dan wasting 7,7%. Pemantauan status gizi balita dilaksanakan melalui penimbangan bulanan di posyandu dengan mengacu pada parameter SKDN. Salah satu parameter yang digunakan ialah N/D (persentase anak yang mengalami kenaikan berat badan dibandingkan dengan total anak yang diperiksa). Indikator N/D pada tahun 2022, di desa Gunungrejo hanya mencapai 52,9%. Kader posyandu diharapkan memiliki kompetensi yang baik dalam melakukan pelayanan karena dengan kompetensi yang baik bisa mengentaskan masalah gizi pada balita. Tujuan: untuk mengetahui hubungan kompetensi kader posyandu dalam pelayanan balita dengan capaian pelayanan gizi balita di posyandu. Metode: menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian observasional dan menggunakan pendekatan cross sectional serta dianalisis dengan metode spearman. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan kuisioner kompetensi kader posyandu dalam pelayanan balita dan kuisioner capaian pelayanan gizi balita. Besar sampel diambil menggunakan pendekatan purposive sampling, dan mendapatkan hasil 70 sampel ibu balita. Hasil: terdapat korelasi yang signifikan antara kompetensi kader posyandu dan capaian pelayanan gizi balita. Dari hasil analisis didapatkan bahwa responden menilai kompetensi kader posyandu dalam pelayanan balita dengan kategori baik 28 (40,0%), cukup 19 (27,1%) dan kurang 23 (32,9%). Kemudian, capaian pelayanan gizi balita dengan kategori baik 27 (38,6%), cukup 18 (25,7%), kurang 25 (35,7%). Selanjutnya, terdapat hubungan kompetensi kader posyandu dalam pelayanan balita dengan capaian pelayanan gizi balita dengan (pvalue 0,002) dan korelasi koefisien sebesar 0.365 menunjukkan kedua hubungan variabel tersebut lemah dikarenakan kompetensi kader posyandu merupakan faktor eksternal dalam capaian pelayanan gizi balita. Kesimpulan: terdapat hubungan antara kompetensi kader posyandu dalam pelayanan balita dan capaian pelayanan gizi balita di Desa Gunungrejo Kecamtan Singosari.Kata kunci : kompetensi, kader, posyandu, gizi, balita

Page 11 of 12 | Total Record : 120