cover
Contact Name
Nur Aini Retno Hastuti, SST., M.Keb
Contact Email
nurainiretno@ub.ac.id
Phone
+6285642140459
Journal Mail Official
joim@ub.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Issues in Midwifery
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 25496581     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Journal of Issues in Midwifery (JOIM) adalah jurnal online dalam bidang kebidanan yang dikelola oleh Jurusan kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang Indonesia. JOIM terbit tiga kali dalam setahun pada periode bulan April - Juli , Agustus - November , dan Desember - Maret dan memuat berbagai artikel sebagai hasil penelitian utuh, tinjauan pustaka, laporan kasus dan komunikasi singkat dalam bidang kebidanan.
Articles 117 Documents
Hubungan Indeks Massa Lemak Relatif Ibu Dengan Kadar Lemak Asi Pada Ibu Menyusui di Wilayah Singosari Kabupaten Malang Silvani, Yulia; Hastuti, Nur Aini Retno; Wibowo, Satrio
Journal of Issues in Midwifery Vol. 9 No. 1 (2025): Volume 9 No 1
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2025.009.01.2

Abstract

Latar Belakang: Indeks Massa Lemak Relatif (IMLR) ibu sering dianggap sebagai indikator penting yang mempengaruhi komposisi Air Susu Ibu (ASI), khususnya kadar lemak. Namun, hubungan antara IMLR ibu dan kadar lemak ASI masih belum konsisten dalam literatur ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apakah terdapat hubungan signifikan antara IMLR ibu dengan kadar lemak dalam ASI pada satu bulan pasca melahirkan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional yang melibatkan 44 ibu menyusui hari ke 7-10 di wilayah Puskesmas Singosari. Data IMLR diukur menggunakan rumus RFM yang dikembangkan oleh Woolcott & Bergman, sementara kadar lemak dalam ASI dianalisis menggunakan teknik Soxhlet. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson untuk menentukan hubungan antara IMLR ibu dan kadar lemak ASI. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata IMLR ibu adalah 39,64 ± 3,29 %, sementara kadar lemak dalam ASI rata-rata adalah 4,58 ± 2,23 g/dL. Uji korelasi Pearson menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara IMLR ibu dan kadar lemak ASI (r = -0,0156, p = 0,9198). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara IMLR ibu dengan kadar lemak dalam ASI. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor-faktor lain mungkin lebih berpengaruh terhadap komposisi lemak dalam ASI. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi komposisi lemak ASI guna mendukung intervensi gizi yang lebih tepat bagi ibu menyusui.
Pengaruh Self Hypnosis Terhadap Kecemasan Ibu Hamil Trimester III Farahmita Yulismaulidya; Lilik Indahwati; Frilya Rachma Putri
Journal of Issues in Midwifery Vol. 9 No. 1 (2025): Volume 9 No 1
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2025.009.01.3

Abstract

ABSTRACT Background: During pregnancy, physiological and psychological changes occur that can make pregnant mothers feel uncomfortable, especially in the third trimester. This discomfort can lead to anxiety. Pregnancy-related anxiety is a problem with a relatively high prevalence, as data from WHO in 2015 showed that approximately 10% of pregnant women and 13% of women who have recently given birth worldwide experience mental disorders such as trauma and depression. Excessive anxiety can have an impact on the health of both the mother and the baby. Efforts are needed to reduce anxiety in pregnant women,. One form of psychological therapy that can be employed is self-hypnosis. Selfhypnosis is a self-sourced relaxation technique that uses short words or phrases to help the mind become relaxed, calm, and comfortable. Objective: To analyze the influence of selfhypnosis on anxiety in the third trimester of pregnancy. Method: The research design used a pre-experimental one-group pretest-posttest design with a cross-sectional approach. The sample in this study consisted of 30 pregnant women in the third trimester who experienced anxiety. Results: Statistical analysis using the Wilcoxon test obtained a p-value of 0.000 (p < 0.05), which means that there is an influence of self-hypnosis on anxiety in the third trimester of pregnancy. Conclusion: There is an influence of self hypnosis on anxiety in the third trimester of pregnancy. Keywords: Anxiety, Self-hypnosis, Pregnant women ABSTRAK Latar Belakang : Selama masa kehamilan, ibu hamil akan mengalami berbagai perubahan fisik dan mental yang bisa menyebabkan ketidaknyamanan, terutama pada trimester ketiga. Ketidaknyamanan tersebut dapat menimbulkan kecemasan. Kecemasan pada kehamilan merupakan masalah dengan prevalensi yang cukup tinggi, data WHO tahun 2015 menunjukkan terdapat sekitar (10%) wanita hamil dan (13%) wanita yang baru melahirkan diseluruh dunia mengalami gangguan jiwa trauma depresi. Kecemasan yang berlebihan dapat berdampak pada kesehatan ibu dan juga bayinya. Perlu adanya upaya untuk mengurangi kecemasan pada ibu hamil, Salah satu upaya terapi psikologis yang bisa dilakukan adalah dengan self hypnosis. Self hypnosis adalah relaksasi yang bersumber dari diri sendiri dengan menggunakan kata-kata atau kalimat pendek yang bisa membuat pikiran menjadi rileks, tenang, dan nyaman.Tujuan : Menganalisis pengaruh self hypnosis terhadap kecemasan ibu hamil trimester III. Metode : Desain penelitian menggunakan pre experimental one group pretest-posttest design dengan pendekatan cross sectional, sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester III yang mengalami kecemasan sebanyak 30 responden. Hasil: analisis statistik dengan uji Wilcoxon diperoleh p = 0.000 (p < 0.05) yang berarti ada pengaruh self hypnosis terhadap kecemasan ibu hamil trimester III. Simpulan: Ada pengaruh self hypnosis terhadap kecemasan ibu hamil trimester III. Kata kunci: Kecemasan, Self hypnosis, Ibu hamil
Pengaruh Pemberian Pisang Ambon Sebagai Terapi Tambahan Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Ibu Hamil Dengan Hipertensi Gestasional (Studi Di Puskesmas Cilimus Dan Puskesmas Linggarjati) Sabilla Khaerunissa, Dymphna; Rahardjo, Bambang; Wardani, Diadjeng Setya
Journal of Issues in Midwifery Vol. 9 No. 2 (2025): Volume 9 No 2 Tahun 2025
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2025.009.02.5

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Penyebab utama kematian ibu terkait kehamilan dan persalinan di Indonesia adalah tekanan darah tinggi saat hamil. Pengobatan non-farmakologi dapat mengatasi tekanan darah tinggi dengan mengkonsumsi pisang ambon karena pisang ambon mengandung kalium yang tinggi. Tujuan penelitian: mengetahui pengaruh pemberian pisang ambon sebagai terapi tambahan terhadap penurunan tekanan darah pada ibu hamil hipertensi di Wilayah Kerja Kabupaten Kuningan. Metode penelitian: kuantitatif dengan menggunakan metode Quasi Eksperiment dengan Two Group Pretest-Posttest Control Group. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Sampel penelitian ini berjumlah 32 ibu hamil hipertensi. Responden dibagi dua kelompok, dimana pada kelompok perlakuan diberikan tambahan pisang ambon sebanyak 200 g per hari. Dua kelompok diukur tekanan darah sebelum dan sesudah perlakuan, penelitian ini dilakukan selama 14 hari. Hasil penelitian: kelompok perlakuan sistolik sebelum dan sesudah diberi pisang ambon menunjukan ρ-value 0,000 dan diastolik ρ-value 0,000, artinya terdapat perbedaan antara pre-test dan post-test pemberian obat antihipertensi dan buah pisang ambon dengan kelompok yang hanya diberikan obat antihipertensi saja (ρ-value <0,05). Kesimpulan: pemberian pisang ambon berpengaruh dalam penurunan tekanan darah pada ibu hamil dengan hipertensi gestasional. Kata Kunci: Ibu hamil, Hipertensi, Tekanan Darah, Pisang Ambon ABSTRACT Background: The main cause of maternal death related to pregnancy and childbirth in Indonesia is high blood pressure during pregnancy. Non-pharmacological treatment can overcome high blood pressure by consuming Ambon bananas because its contain high potassium. The purpose of the study: to determine the effect of giving ambon bananas as an additional therapy on reducing blood pressure in hypertensive pregnant women in the Working Area of Kuningan Regency. Research method: quantitative using Quasi-Experimental method with Two Group Pretest-Posttest Control Group. Data analysis using the Wilcoxon test. The sample of this study amounted to 32 hypertensive pregnant women. Respondents were divided into two groups, where the treatment group was given 200 grams of Ambon bananas a day. Two groups measured blood pressure before and after treatment, the study was conducted for 14 days. The results of the study: the systolic treatment group before and after being given ambonese bananas showed ρ-value 0,000 and diastolic ρ-value 0,000, meaning that there was a difference between pre-test and post-test giving ambonese bananas and antihypertensive drugs (ρ-value <0,05). Conclusion: Giving Ambon bananas affects reducing blood pressure in hypertensive pregnant women in the Working Area of Kuningan Regency. Keywords: Pregnant Women, Hypertension, Blood Pressure, Ambon Banana
Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Penggunaan Alat Kontrasepsi IUD Firdaus, Ananda Nabillah; Kasiati, K.; Rijanto, Rijanto; Sukesi, Sukesi
Journal of Issues in Midwifery Vol. 9 No. 2 (2025): Volume 9 No 2 Tahun 2025
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2025.009.02.4

Abstract

ABSTRAK Pemerintah berupaya menekan laju pertumbuhan penduduk melalui program Keluarga Berencana dengan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP), salah satunya penggunaan Intrauterine Device (IUD) yang efektif dalam mengatur jarak kehamilan. Namun, minat terhadap Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku penggunaan IUD di wilayah kerja Puskesmas Ketabang, Kota Surabaya. Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 106 akseptor KB dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen meliputi usia, paritas, pendidikan, pengetahuan, sikap, dukungan suami, dan peran petugas kesehatan; sedangkan variabel dependen adalah perilaku penggunaan IUD. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner, dan analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α<0,05. Hasil menunjukkan bahwa 84% responden bukan pengguna IUD. Sebagian besar berada dalam kelompok usia menjarangkan kehamilan, multipara, berpendidikan menengah atas, bersikap positif, serta menyatakan peran petugas kesehatan baik. Hampir setengah responden memiliki tingkat pengetahuan yang cukup, dan dukungan suami yang bervariasi antara kurang dan baik. Analisis menunjukkan bahwa pendidikan (p=0,022), pengetahuan (p=0,038), sikap (p=0,008), dan dukungan suami (p=0,000) berhubungan signifikan dengan perilaku penggunaan IUD. Sementara itu, usia (p=0,629), paritas (p=0,810), dan peran petugas kesehatan (p=0,190) tidak menunjukkan hubungan bermakna. Temuan ini menegaskan bahwa intervensi program KB sebaiknya memfokuskan pada peningkatan edukasi, penguatan sikap positif terhadap IUD, dan keterlibatan pasangan (khususnya suami) dalam pengambilan keputusan. Faktor yang tidak terbukti berpengaruh perlu ditinjau ulang agar strategi program menjadi lebih efektif dan tepat sasaran. Kata kunci: Perilaku penggunaan alat Kontrasepsi IUD, usia, paritas, pendidikan, pengetahuan, sikap, dukungan suami, peran petugas kesehatan ABSTRACT The government promotes long-term contraceptive methods, such as Intrauterine Devices (IUD), to slow population growth by effectively spacing pregnancies. Despite their effectiveness, However, interest in the Intrauterine Device (IUD) remains low . This study aimed to identify factors associated with IUD use behavior among family planning acceptors at the Ketabang Health Center, Surabaya. A total of 106 family planning acceptors were selected using purposive sampling techniques.  Independent variables included age, parity, education, knowledge, attitude, spousal support, and the role of healthcare providers, while the dependent variable was IUD usage behavior. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the Chi-Square test with a significance level of α<0.05. Results showed that 84% of respondents were not IUD users. Most were in the pregnancy-spacing age group, multiparous, had upper secondary education, positive attitudes, and reported good healthcare provider support. Nearly half had adequate knowledge, and spousal support ranged from poor to good. Statistical analysis indicated significant associations between IUD use and education (p=0.022), knowledge (p=0.038), attitude (p=0.008), and spousal support (p=0.000). In contrast, age (p=0.629), parity (p=0.810), and the role of healthcare providers (p=0.190) were not significantly associated. These findings suggest that family planning programs should prioritize educational interventions, promote positive attitudes toward IUDs, and encourage partner involvement, especially from husbands. Meanwhile, factors not significantly associated with IUD use should be reviewed to refine and focus program strategies more effectively. Key words: IUD use behavior, age, parity, education, knowledge, attitude, husband support, role of health workers
Hubungan Antara Akses Informasi Dan Dukungan Petugas Kesehatan Dengan Keikutsertaan Wanita Usia Subur (WUS) Dalam Deteksi Dini Kanker Serviks Metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) Di Desa Klampok Wilayah Kerja Puskesmas Singosari Khasanah, Wasingatin Catur; Fatmawati, Fatmawati; Irwanto, Yahya
Journal of Issues in Midwifery Vol. 9 No. 2 (2025): Volume 9 No 2 Tahun 2025
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2025.009.02.3

Abstract

ABSTRAK Kanker serviks masih jadi masalah kesehatan global sebanyak 604.127 kasus kanker serviks baru di berbagai belahan dunia. Di Indonesia, kanker serviks menempati urutan kedua dalam jenis kanker yang paling umum, terutama dipicu oleh Human Papilloma Virus (HPV) yang ditularkan melalui aktivitas seksual. Pemeriksaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) telah menjadi metode penting untuk deteksi dini lesi pra kanker serviks pada wanita usia subur (WUS). Penelitian ini bertujuan menetapkan hubungan antara akses informasi dan dukungan medis dengan partisipasi WUS dalam pemeriksaan IVA di Desa Klampok, Singosari, Malang. Kesimpulan: terdapat hubungan signifikan antara faktor-faktor tersebut dan keikutsertaan WUS dalam IVA di Desa Klampok. Kata kunci: IVA, Kanker Serviks, Akses Informasi, Dukungan Petugas Kesehatan ABSTRACT Cervical cancer is still a global health problem with 604,127 new cases of cervical cancer in various parts of the world. In Indonesia, cervical cancer ranks second in the most common type of cancer, mainly triggered by the Human Papilloma Virus (HPV) which is transmitted through sexual activity. Visual Inspection with Acetic Acid (IVA) has become an important method for early detection of pre-cancerous cervical lesions in women of childbearing age (WUS). This study aims to determine the relationship between access to information and medical support with WUS participation in IVA examination in Klampok Village, Singosari, Malang. Conclusion: there is a significant relationship between these factors and WUS participation in IVA in Klampok Village. Keywords: IVA, Cervical Cancer, Access to Information, Support from Healthcare Professsional
Karakteristik Orang Tua yang Berhubungan dengan Pengetahuan 1000 Hari Pertama Kehidupan dan Stimulasi Perkembangan Anak di Kecamatan Pakis Kabupaten Malang Iftinan, Yasmin; Andarini, Sri; Hanifarizani, Rahma Dian
Journal of Issues in Midwifery Vol. 9 No. 2 (2025): Volume 9 No 2 Tahun 2025
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2025.009.02.2

Abstract

ABSTRAK1000 hari pertama kehidupan (HPK) mencakup fase awal dari konsepsi hingga anak mencapai usia 2 tahun, dimana masa ini dimulai dari periode kehamilan selama 270 hari. Proses perkembangan melibatkan peningkatan kompleksitas struktur dan kinerja tubuh, termasuk kemampuan motorik kasar, motorik halus, komunikasi verbal, interaksi sosial, dan kemandirian. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif metode observasional dengan pendekatan cross sectional dengan sampel menggunakan metode purposive sampling. Hasil analisis menggunakan Chi-Square memiliki nilai signifikansi pada hubungan pengetahuan 1000 HPK dengan usia ibu (P-value 0.008), pendidikan terakhir (P-value 0.000), dan pekerjaan (P-value 0.000). Pada hubungan pengetahuan stimulasi perkembangan anak dengan usia ibu (P-value 0.000), pendidikan terakhir (P-value 0.142), dan pekerjaan (P-value 0.005). Secara statistik sebagian besar terdapat hubungan antara karakteristik orang tua dengan pengetahuan orang tua mengenai 1000 HPK dan pengetahuan stimulasi perkembangan anak. Pengetahuan orang tua mengenai 1000 HPK tergolong kurang dan pengetahuan stimulasi perkembangan anak tergolong cukup. Oleh karena itu, penelitian ini dapat ditindaklanjuti untuk mengevaluasi lebih lanjut terkait pengetahuan orang tua mengenai 1000 HPK dan pengetahuan orang tua mengenai stimulasi perkembangan anak pada orang tua. Kata kunci : 1000 hari pertama kehidupan, karakteristik, pengetahuan, stimulasi perkembangan ABSTRACT             The first thousand days of life (HPK) covers the initial phase from conception until the child reaches the age of 2 years, which starts from the 270-day pregnancy period. The first thousand days of life is the golden period for children to experience the development of physical, cognitive, emotional and social aspects. This study aims to analyze the relationship between parental characteristics with knowledge of 1000 HPK and knowledge of child development stimulation in Pakis District, Malang Regency. This study is a descriptive quantitative research observational method with a cross sectional approach with a sample using purposive sampling technique with a total sample of 80 parents who have children aged 0-2 years in Pakis District, Malang Regency. The results showed that the characteristics associated with knowledge of 1000 HPK were maternal age (P-value 0.008), latest education (P-value 0.000), and occupation (P-value 0.000). In the relationship of knowledge of child development stimulation with maternal age (P-value 0.000), last education (P-value 0.142), and occupation (P-value 0.005). Statistically, there was mostly a relationship between parental characteristics and parental knowledge about 1000 HPK and knowledge of child development stimulation. Parents' knowledge of 1000 HPK was classified as insufficient and knowledge of child development stimulation was classified as moderate. Therefore, this research can be used as a government program and intensify the 1000 HPK program and the importance of stimulating child development by parents or making certain policies related to it. Keywords : first 1000 days of life, characteristics, knowledge, developmental stimulation
Hubungan Literasi Orang Tua Tentang Perkembangan Bahasa Anak Dengan Pemberian Stimulasi Bahasa Pada Anak Usia Pra Sekolah Cut Nashwa Bhilbina; Rachmad Sarwo Bekti; Ningrum Paramita Sari
Journal of Issues in Midwifery Vol. 9 No. 2 (2025): Volume 9 No 2 Tahun 2025
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2025.009.02.1

Abstract

ABSTRAK Masa prasekolah merupakan periode krusial dalam perkembangan anak, khususnya perkembangan bahasa yang menjadi fondasi utama bagi aspek kognitif dan sosial. Tingginya prevalensi gangguan bahasa, termasuk di Kota Malang yang mencapai 62% pada tahun 2023, menunjukkan pentingnya keterlibatan orang tua dalam pemberian stimulasi bahasa. Tujuan dari studi ini yaitu untuk menganalisis hubungan antara literasi orang tua tentang perkembangan bahasa anak dengan pemberian stimulasi bahasa pada anak usia prasekolah. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 41 orang tua di TK Brawijaya Smart School (BSS) Malang. Analisis data dilakukan melalui uji chi-square serta korelasi Spearman. Analis menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat literasi tinggi (68,3%) dan memberikan stimulasi bahasa yang baik (87,8%). Hasil analisis korelasional non-parametrik menunjukkan hubungan yang kuat dan signifikan antara literasi orang tua dan pemberian stimulasi bahasa (p = 0,000; r = 0,685). Selain itu, variabel usia, pendidikan, pendapatan, bahasa sehari-hari, dan akses informasi kesehatan juga berkorelasi signifikan terhadap literasi dan stimulasi. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa literasi orang tua merupakan faktor penting dalam mendukung perkembangan bahasa anak, dan menyoroti perlunya intervensi kolaboratif antara bidan, sekolah, dan orang tua. Kata Kunci: Literasi orang tua, stimulasi bahasa, perkembangan bahasa anak, anak usia prasekolah, kolaborasi bidan-sekolah-orang tua. ABSTRACT The preschool period is a crucial period in child development, especially language development which is the main foundation for cognitive and social aspects. The high prevalence of language disorders, including in Malang City which reached 62% by 2023, shows the importance of parental involvement in providing language stimulation. This study aims to analyze the relationship between parents' literacy about children's language development and the provision of language stimulation in preschool-age children. The study used an analytic observational design with a cross-sectional approach, involving 41 parents at Brawijaya Smart School (BSS) Kindergarten in Malang. The analysis showed that the majority of respondents had a high literacy level (68.3%) and provided good language stimulation (87.8%). The results of non-parametric correlational analysis showed a strong and significant relationship between parental literacy and language stimulation (p = 0.000; r = 0.685). In addition, the variables of age, education, income, daily language, and access to health information were also significantly correlated to literacy and stimulation. The findings of this study indicate that parental literacy is an important factor in supporting children's language development, and highlight the need for collaborative interventions between midwives, schools and parents. Keywords: Parental literacy, language stimulation, child language development, preschool children, midwife-school-parent collaboration.

Page 12 of 12 | Total Record : 117