cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jitkwh@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan
ISSN : 20868510     EISSN : 26555875     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (JITK) merupakan wadah atau sarana yang menerbitkan tulisan ilmiah hasil-hasil penenlitian maupun non hasil penelitian dibidang ilmu dan teknologi yang belum pernah diterbitkan atau sedang dalam proses penerbitan di jurnal-jurnal ilmiah lain. Redaksi berhak merubah tulisan tanpa mengubah maksud atau subtansi dari naskah yang dikirimkan. Naskah yang belum layak diterbitkan dalam Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan, tidak dikembalikan kepada pengirimnya, kecuali atas permintaan penulis yang bersangkutan.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2014)" : 7 Documents clear
PELATIHAN PENINGKATAN PENGETAHUAN, KETRAMPILAN DAN KESADARAN IBU DAN KADER DALAM MEMBINA TUMBUH KEMBANG BALITANYA MELALUI BKB (BINA KELUARGA BALITA) DI RW IX DAN RW X DI KEL MANYARAN SEMARANG Sukesi, Niken; Kurniawati, Desi Rina; Puspitasari, Emilia
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.364 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v5i2.98

Abstract

Bina Keluarga Balita adalah kegiatan yang mengelola tentang pembinaan tumbuh kembang anak mengenai pola asuh yang benar berdasarkan kelompok umur yang dilaksanakan oleh kader berada diwilayah RW. Kegiatan ini bertujuan sebagai upaya peningkatan pengetahun, ketrampilan dan kesadaran ibu dalam membina tumbuh kembang balitanya melalui rangsangan fisik, motorik, kecerdasan sosial, emosional serta moral yang berlangsung dalam proses interaksi dengan antara ibu atau anggota keluarga lainnya dengan anak. Populasi kegiatan ini adalah kader BKB di RW IX dan X di kelurahan Manyaran. Metode yang digunakan berupa pelatihan dan penyuluhan dengan metode ceramah, diskusi dan demonstrasi cara pengasuhan anak dengan melibatkan peran serta aktif dari orang tua balita. Hasilnya bahwa pengetahuan dan ketrampilan kader dalam memberikan penyuluhan kepada ibu tepat dan pengetahuan ibu terkait pola asuh balitanya meningkat. Kesimpulan kader dan ibu dapat memahami pentingnya pola asuh yang benar berdasarkan kelompok umur.?Katakunci: kader, ibu, balita, pola asuh
Hubungan Pengetahuan Dan Penggunaan Kondom Pada Laki-Laki Beresiko Tinggi (Operator Karaoke) Dalam Berhubungan Seksual Di Resosialisasi Argorejo Dan Rowosari Semarang Cahyaningsih, Oktaviani
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.919 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v5i2.99

Abstract

Kasus HIV/AIDS terus mengalami peningkatan, selain itu perkembangannya juga sangat cepat, virus HIV dapat menyebabkan penurunan kadar (CD-4) pada?? penderita sehingga sangat mudah terinfeksi penyakit oportunistik. Menurut data Departemen Kesehatan RI dalam triwulan Januari hingga Juni 2013 ditemukan sebanyak 10.210 kasus HIV dan 780 kasus AIDS.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Dan Penggunaan Kondom Pada laki-Laki Beresiko Tinggi (Operator Karaoke) Dalam Berhubungan Seksual Di Resosialisasi Argorejo Dan Rowosari Semarang .Operator Karaoke merupakan salah satu profesi yang beresiko karena selain punya pasangan di lokalisasi, operator juga mempunyai pasangan diluar lokalisasi baik istri ataupun pacar.Kewajiban pemakaian kondom 100% sudah lama dicanangkan sebagai ?Strategi Nasional untuk menekan penularan HIV/AIDS, namum kenyataannya lebih diutamakan untuk menjangkau WPS, waria, LSL dan penasun sehingga dapat disimpulkan belum sampai secara khusus menjangkau Operator Karaoke, dimana merupakan salah satu profesi yang berisko juga dalam penularan HIV/AIDS .Kata Kunci : Operator, Pengetahuan, Praktek Pemakaian Kondom.
IbiKK Jasa Pengantaran ASI dan Tempat Penitipan Anak Widya Husada Erawati, Ambar Dwi; Yati, Rina; Wahyuning, Sri
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.566 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v5i2.95

Abstract

IbiKK Jasa Pengantaran ASI dan TPA STIKES Widya Husada berada di sebuah rumah yang ada di depan kampus STIKES Widya Husada? Jl. Subali Utara no 4 Kegiatan tersebut diresmikan pada tanggal 10 Juni 2014. Rumah tersebut merupakan rumah yang kami kontrak untuk kegiatan tersebut. Kegiatannya berupa penerimaan Jasa Pengantaran ASI dan Tempat Penitipan Anak. Kegiatan tersebut sementara memiliki 1 pengasuh. Mengingat kegiatan tersebut baru berjalan tiga bulan sehingga belum mempunyai konsumen tetap. Sementara konsumen berasal dari dosen STIKES Widya Husada yang sifatnya hanya sementara. Kegiatan yang sudah dilaksanakan untuk kelancaran tersebut adalah Pembelanjaan barang perlengkapan yang kami gunakan untukkebutuhan dan oprasional harian kegiatan tersebut. Peresmian kegiatan dimana peresmian mengundang karyawan di lingkungan STIKES Widya Husada dan para Ketua RW di Wilayah Kegiatan tersebut.? Pemasaran yang kami lakukan dengan memasarkan di lingkungan STIKES Widya Husada, dilingkungan Kelurahan Krapyak dan memasang 1 MMT.Kata Kunci : IbiKK, Jasa Pengantaran ASI, TPA
PENENTUAN HASIL OPTIMAL KUALITAS CITRA MSCT THORAKS PADA KASUS TUMOR PARU DENGAN VARIASI NILAI WINDOWING (Di Instalasi Radiologi RS Telogorejo Semarang) PUSPITA, MEGA INDAH
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.786 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v5i2.100

Abstract

108 halaman+ tabel+gambar+bagan+lampiranMulti Slice Computed Tomography (MSCT) adalah salah satu modalitas utama dalam mendiagnosa kasus tumor paru pada pemeriksaan thoraks. Dalam MSCT thoraks gambar yang dihasilkan biasa dibuat dalam tiga jenis metode window, yaitu window mediastinum, window lung dan bone window. Window mediastinum diutamakan untuk melihat jaringan soft tissue yang berada daerah thoraks, seperti jantung, pembuluh darah, dan jaringan soft tissue lainnya. Window lung digunakan untuk memperlihatkan lebih jelas organ paru?paru. Sementara bone window digunakan untuk memperlihatkan lebih jelas struktur jaringan tulang yang berada pada daerah thoraks. Nilai window width dan nilai window level yang digunakan dalam CT Scan thoraks window lung adalah merupakan suatu rentang nilai, nilai window width antara 1000 sampai dengan 2000 dan nilai window level antara -250 sampai dengan -850.Tujuan Penelitian : Untuk membuktikan bahwa terdapat hasil optimal terhadap kualitas citra MSCT Thoraks pada kasus tumor paru dengan menggunakan variasi nilai Window Width dan window level yang tepat.Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain post test only. Besar sampel adalah satu pasien dengan dilakukan pengukuran langsung terhadap variasi nilai window width 1100-2000 dan nilai window level -500, -600, -700 pada radiograf polos (pre kontras) potongan axial. Kemudian dilakukan penilaian terhadap hasil kualitas citra anatomi oleh observer yaitu 3 orang dokter spesialis radiologi dengan menggunakan instrumentasi lembar kuisioner, kuisioner tersebut berisi 15 pertanyaan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Friedman Test.Hasil Penelitian : Dengan menggunakan uji friedman test pada variasi nilai window width 1100-2000 dengan menggunakan pengaturan window level ? 500, - 600, dan ? 700 didapatkan dari rata-rata nilai dari 3 observer maka terlihat distribusi dari nilai rata-rata (mean) yang paling optimal adalah pada nilai Window Width 1700 dan Window Width 1800 dengan menggunakan window level ? 600 sebesar 69,00, mean rank 8,67 dengan asymp sig .019. Hal ini berarti bahwa pada taraf signifikansi 95% didapatkan p value sebesar <0,001 atau probabilitas (a) di bawah 0,05 sehingga Ho ditolak Ha diterima.Kesimpulan : Ada perbedaan yang signifikan dari kualitas citra anatomis MSCT Thoraks dengan variasi nilai window width dan window level.Kata Kunci??? : MSCT Thoraks, Tumor Paru, Variasi Nilai WindowingKepustakaan : 21 (1998-2013)
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM JAMINAN PERSALINAN (JAMPERSAL) OLEH BIDAN DI KABUPATEN BATANG Yati, Rina; Erawati, Ambar Dwi; Wahyuning, Sri
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.485 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v5i2.96

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia sampai saat ini masih tinggi, dan ini merupakan suatu masalah kesehatan yang sampai saat ini belum dapat diatasi secara tuntas, berdasarkan Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI)2009 AKI di Indonesia adalah 227 per 100.000 Kelahiran Hidup.? Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah tahun 2011 AKI di Jawa Tengah adalah 116,01 per 100.000 Kelahiran Hidup. Angka Kematian Ibu di Kabupaten Batang tiga tahun terakhir terus meningkat, angkanya masih berada diatas rata rata Jawa Tengah dan target MDG,s. Kematian ibu biasanya terjadi karena tidak mempunyai akses kepelayanan kesehatan ibu yang berkualitas terutama pelayanan kegawat daruratan tepat waktu. Persalinan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan baru mencapai 55,4%. Keadaan seperti ini banyak terjadi disebabkan kendala biaya sehingga diperlukan upaya pemerintah berupa program Jampersal . di Kabupaten Batang program Jampersal program jampersal dimulai sejak tahun 2011, bidan sebagai salah satu tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan Jampersal. Namun sebagai program yang masih baru, pelaksanaan Jampersal tidak lepas dari berbagai kekurangan yang perlu dibenahi. Sehingga diperlukan evaluasi? pelaksanaan program Jaminan Persalinan (Jampersal) oleh bidan di Kabupaten Batang Tujuan? penelitian ini adalah agar hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan evaluasi program dan referensi dalam pengambilan keputusan untuk penyempurnaan pelaksanaan program jampersal di Dinas Kesehatan Kabupaten Batang. Target khusus dari penelitian ini adalah didapatkanya gambaran motivasi bidan dalam melaksanakan program jampersal, pelayanan jampersal yang idberikan oelh bidan dan cakupan pelayanan jampersal oleh bidan di Kabupaten Batang.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam . Subyek penelitian adalah sebanyak 24 orang yang diambil secara purposive. Informan utama adalah bidan dan informan triangulasi kepala seksi KIA, Kepala Puskesmas, Bidan Koordinator dan ibu yang mendapatkan pelayanan jampersal . Data diolah dengan? content anaysis. Motivasi bidan dari faktor internal : karena membantu proses persalinan ibu, menolong agar ibu bersalin kefasilitas kesehatan, faktor eksternal karena program pemerintah dan sudah ditugaskan agar bidan melaksanakan program jampersal, meningkatkan cakupan KIA dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Pelayanan jampersal yang diberikan oleh bidan adalah periksa kehamilan 4 kali, persalinan, rujukan kadang tidk mengurus klaim, nifas 2 -3 kali, pelayanan KB susah dilaksanakan karena harus nunggu 40 hari, sedangkan ibu nifas belum selapan belum boleh keluar rumah. Cakupan pelayanan KIA dengan program jampersal meningkat semua, yang tidak meningkat disebabkan karena ibu pindah wilayah, dan mutasi bidan sehingga tidak ada serah terima dari bidan lama. Saran kepada bidan agar? memberikan informasi program jampersal kepada ibu hamil dan keluarga dan menjelaskan apa saja yang didapatkan agar masyarakat tidak menganngap gratis tetapi masih ada pengutan. Kata Kunci : Evaluasi, Jampersal, BidanAngka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia sampai saat ini masih tinggi, dan ini merupakan suatu masalah kesehatan yang sampai saat ini belum dapat diatasi secara tuntas, berdasarkan Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI)2009 AKI di Indonesia adalah 227 per 100.000 Kelahiran Hidup.? Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah tahun 2011 AKI di Jawa Tengah adalah 116,01 per 100.000 Kelahiran Hidup. Angka Kematian Ibu di Kabupaten Batang tiga tahun terakhir terus meningkat, angkanya masih berada diatas rata rata Jawa Tengah dan target MDG,s. Kematian ibu biasanya terjadi karena tidak mempunyai akses kepelayanan kesehatan ibu yang berkualitas terutama pelayanan kegawat daruratan tepat waktu. Persalinan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan baru mencapai 55,4%. Keadaan seperti ini banyak terjadi disebabkan kendala biaya sehingga diperlukan upaya pemerintah berupa program Jampersal . di Kabupaten Batang program Jampersal program jampersal dimulai sejak tahun 2011, bidan sebagai salah satu tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan Jampersal. Namun sebagai program yang masih baru, pelaksanaan Jampersal tidak lepas dari berbagai kekurangan yang perlu dibenahi. Sehingga diperlukan evaluasi? pelaksanaan program Jaminan Persalinan (Jampersal) oleh bidan di Kabupaten Batang Tujuan? penelitian ini adalah agar hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan evaluasi program dan referensi dalam pengambilan keputusan untuk penyempurnaan pelaksanaan program jampersal di Dinas Kesehatan Kabupaten Batang. Target khusus dari penelitian ini adalah didapatkanya gambaran motivasi bidan dalam melaksanakan program jampersal, pelayanan jampersal yang idberikan oelh bidan dan cakupan pelayanan jampersal oleh bidan di Kabupaten Batang.ISSN 20868510?Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam . Subyek penelitian adalah sebanyak 24 orang yang diambil secara purposive. Informan utama adalah bidan dan informan triangulasi kepala seksi KIA, Kepala Puskesmas, Bidan Koordinator dan ibu yang mendapatkan pelayanan jampersal . Data diolah dengan? content anaysis. Motivasi bidan dari faktor internal : karena membantu proses persalinan ibu, menolong agar ibu bersalin kefasilitas kesehatan, faktor eksternal karena program pemerintah dan sudah ditugaskan agar bidan melaksanakan program jampersal, meningkatkan cakupan KIA dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Pelayanan jampersal yang diberikan oleh bidan adalah periksa kehamilan 4 kali, persalinan, rujukan kadang tidk mengurus klaim, nifas 2 -3 kali, pelayanan KB susah dilaksanakan karena harus nunggu 40 hari, sedangkan ibu nifas belum selapan belum boleh keluar rumah. Cakupan pelayanan KIA dengan program jampersal meningkat semua, yang tidak meningkat disebabkan karena ibu pindah wilayah, dan mutasi bidan sehingga tidak ada serah terima dari bidan lama. Saran kepada bidan agar? memberikan informasi program jampersal kepada ibu hamil dan keluarga dan menjelaskan apa saja yang didapatkan agar masyarakat tidak menganngap gratis tetapi masih ada pengutan. Kata Kunci : Evaluasi, Jampersal, Bidan
PENGARUH HOME BASED EXERCISE TRAINING (HBET) TERHADAP SELF EFFICACY PASIEN GAGAL JANTUNG DI RSUD TUGUREJO SEMARANG W, Maulidta Kurnianingtyas
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.805 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v5i2.97

Abstract

Angka kejadian gagal jantung setiap tahunnya terus meningkat. Pasien gagal jantung sering mengalami suatu kondisi stressful yang berdampak munculnya masalah psikologis. Masalah psikologis tersebut seperti depresi, kecemasan, dan menurunnya self efficacy. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh home based exercise training (HBET) terhadap self efficacy pasien gagal jantung di RSUD Tugurejo Semarang.Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain kuasi eksprimen tanpa kelompok kontrol. Sampel diambil dengan menggunakan teknik consecutive sampling dengan jumlah sampel 30 pasien gagal jantung di RSUD Tugurejo Semarang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Exercise Self Efficacy Scale (ESES) dengan nilai minimal 10 dan maksimal 40. HBET dilakukan 3 kali seminggu selama 1 bulan.Hasil analisis dengan menggunakan uji t yang hasilnya didapatkan bahwa terdapat pengaruh bermakna Home Based Exercise Training (HBET) terhadap self efficacy (p=0,00). Hasil analisis dengan uji t didapatkan bahwa rerata perbedaan skor self efficacy responden sebelum dan setelah intervensi HBET pada perempuan lebih tinggi yaitu 3,82 dibandingkan dengan laki-laki sebesar 3,68. Hasil analisis juga didapatkan nilai p = 0,82, yang berarti bahwa tidak ada perbedaan bermakna antara rerata perbedaan skor self efficacy responden sebelum dan setelah intervensi HBET antara laki-laki dengan perempuan. Uji ANAVA didapatkan nilai p = 0,48 yang berarti bahwa tidak ada pengaruh umur secara bermakna terhadap perbedaan skor self efficacy responden sebelum dan setelah intervensi HBET dan didapatkan nilai p = 0,00 yang berarti bahwa ada perbedaan bermakna terhadap perbedaan skor self efficacy responden sebelum dan setelah intervensi HBET.Simpulannya : HBET berpengaruh bermakna terhadap perbedaan rerata skor self efficacy sebelum dan setelah intervensi.Kata kunci: Gagal jantung, Home Based Exercise Training (HBET), Self Efficacy
SUPPORTIF EDUCATIVE SYSTEM DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN KLIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI KECAMATAN MERGANGSAN KOTA YOGYAKARTA Prihati, Dyah Restuning; Makiya, S.N Nurul; Rosa, Elsye Maria
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33666/jitk.v5i2.101

Abstract

Self care diabetes adalah tindakan yang dilakukan seseorang untuk mengontrol diabetes yang meliputi tindakan terapi obat dan pencegahan terhadap komplikasi. Pengukuran aktifitas self care diabetes meliputi pengaturan diet (pola makan), latihan fisik, monitor gula darah, dan terapi obat. Tujuan penelitian  mengetahui supportif educative system dapat meningkatkan kemandirian klien diabetes melitus tipe 2 di kecamatan Mergangsan, kota Yogyakarta. Metode penelitian ini menggunakan desain quasi experimental pre ? post test control group. Penelitian ini dilakukan di wilayah Kecamatan Mergangsan, yaitu kelurahan Wirogunan dan Brontokusuman. Jumlah sampel sebanyak 82 responden (41 kelompok intervensi dan 41 untuk kelompok kontrol). Metode yang dilakukan dengan ceramah dan pemberian modul tentang  aktifitas self care diabetes. Penelitian ini yang dilakukan selama 1 bulan, intervensi supportif educative system dilakukan 1 kali pada minggu pertama dalam waktu 120 menit pada kelompok intervensi. Hasil penelitian dengan uji Wilcoxon test kelompok intervensi didapatkan nilai bermakna (p=0,002), terdapat perbedaan kemandirian antara sebelum dan sesudah diberikan supportif educative system. Pada kelompok kontrol didapatkan nilai tidak bermakna (p=1,000), tidak terdapat perbedaan kemandirian antara sebelum dan sesudah diberikan supportif educative system. Uji beda Mann Whitney diperoleh nilai bermakna (p=0,020) terdapat perbedaan kemandirian antara kelompok intervensi dan kelompok control. Simpulannya:  supportif educative system dapat meningkatkan kemandirian pada klien diabetes melitus tipe 2. Kata Kunci: Kemandirian, Diabetes Melitus Tipe 2, Pendidikan Kesehatan Self Care Diabetes

Page 1 of 1 | Total Record : 7