cover
Contact Name
Lilin Rosyanti
Contact Email
jurnaldanhakcipta@poltekkes-kdi.ac.id
Phone
(0401) 3190492
Journal Mail Official
edoffice@myjurnal.poltekkes-kdi.ac.id
Editorial Address
Jalan Jendral A.H Nasution No.G-14, Anduonohu, Kambu, Kec. Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara 93231, Phone (0401) 3190492
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Health Information : Jurnal Penelitian
ISSN : 20850840     EISSN : 26225905     DOI : 10.36990/hijp
Core Subject : Health,
Health Information : Jurnal Penelitian adalah jurnal kesehatan yang bersifat mandiri, amanah, rasional, akuntabel dan global yang berisi hasil penelitian dengan metode kuantitatif dan kualitatif.
Articles 266 Documents
Search results for , issue "Content Digitized" : 266 Documents clear
Pengaruh Implementasi Kebijakan Akreditasi terhadap Kinerja Puskesmas Kota Barat pada Situasi Pandemi COVID-19 Sukma, Suryawijaya; Jusuf, Muhammad Isman; Lamangantjo, Chairunnisah J
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 telah menempatkan pelayanan kesehatan dalam situasi yang sangat menantang, memerlukan penyesuaian dalam upaya menjaga dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh implementasi kebijakan akreditasi terhadap kinerja Puskesmas Kota Barat pada situasi pandemi COVID-19. Sampel dalam penelitian ini adalah karyawan yang ada di Puskesmas Kota Barat denganjumlah 56 orang. Penelitian ini menggunakan model Structural Equation Modeling (SEM) berbasis varian (Partial Least Square), yang bertujuan untuk menguji hubungan prediktif antar konstruk dengan melihat hubungan atau pengaruh antar konstruk tersebut. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan pada 3 variabel implementasi kebijakan yakni; komunikasi (0,224), sumber daya (0,268),dan struktur birokrasi (0,404). Sedangkan untuk variabel disposisi berpengaruh positif tapi tidak signifikan (0,063). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh implementasi kebijakan akreditasi terhadap kinerja sebesar 0,779, dalam artian bahwa kinerja Puskesmas Kota Barat pada situasi pandemi COVID-19 dipengaruhi oleh variabel komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi sebesar 77,9% sedangkan 22,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam model ini.
Evaluasi Efek Samping Obat Antihipertensi pada Pasien di RSAU Dr. M Salamun Periode Juni 2023 Rizka Amalia, Alda; Usviany , Veny
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antihipertensi adalah golongan obat - obatan yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Obat Antihipertensi yang umum digunakan adalah Amlodipin, Bisoprolol, Candesartan, Captopril, Furosemide. Dalam penggunaannya, obat Antihipertensi bisa menimbulkan beberapa efek samping. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek samping obat Antihipertensi pada pasien di instalasi rawat jalan di RSAU Dr. M Salamun Bandung periode Juni 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah survei deskriptif dengan menggunakan kuesioner dan wawancara langsung kepada pasien, dan sample yang dipilih menggunakan purposive sampling dengan rumus Slovin. Hasil penelitian menemukan sejumlah 292 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Pasien hipertensi lebih banyak dialami oleh perempuan sebanyak 174 orang (59,6%), daripada laki – laki sebanyak 118 orang (40,4%). Dan berdasarkan kategori usia lebih banyak pada usia >61 tahun sebanyak 164 orang (56,1%). Jumlah penggunaan obat Antihipertensi terbanyak yaitu dengan kombinasi 2 obat yaitu Amlodipin + Bisoprolol. Terdapat 186 pasien yang mengalami gejala efek samping obat. Efek samping obat antihipertensi yang paling sering terjadi yaitu : BAK tiap malam, mengantuk, kaki bengkak, lelah, pusing.
Kepuasan Pengguna Mobile JKN menggunakan Delone dan Mclean Framework Julianti, Anissa; Markam, Hosizah
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mobile JKN adalah sebuah aplikasi yang dapat diakses dengan perangkat smartphone. Aplikasi ini telah diperkenalkan oleh BPJS Kesehatan dengan tujuan mempermudah pengguna dalam proses pendaftaran, perubahan data kepesertaan, serta memudahkan dalam memberikan kritik atau saran. Jumlah pengunduh Mobile JKN sampai Mei tahun 2022 sekitar > 10jt pengunduh. Data pengguna aktif di Kota Tangerang tahun 2022 sebanyak 692.866 dari total peserta BPJS sebanyak 1.704.283 Jiwa. Penggunaan Mobile JKN masih rendah, sebagian besar masyarakat mengeluh saat menggunakan Mobile JKN. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kepuasan pengguna Mobile JKN di Kota Tangerang. Penelitian observasional melalui desain cross-sectional sebagai populasinya yaitu seluruh masyarakat Kota Tangerang yang telah mendownload Mobile JKN yang jumlah sampelnya sebesar 241 orang. Teknik sampling memakai accidental. Teknik mengumpulkan datanya memakai kuesioner melalui skala Likert yang mengukurnya variabel kualitas sistem, informasi, layanan dan kepuasan pengguna. Penggunaan regresi linier berganda sebagai teknik analisis data. Hasil penelitian menjelaskan bahwa kualitas sistem (p-value 0.002 < 0.05) dan kualitas layanan (p-value 0.000 < 0.05) pengaruhnya signifikan terhadap kepuasan pengguna. Namun kualitas informasi (p-value 0.709 > 0.05) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pengguna. Kepuasan pengguna Mobile JKN dipengaruhi kualitas sistem dan kualitas layanan sebanyak 17.4%, sementara yang tersisa sebanyak 82.6% diberikan pengaruh dari variabel lainnya. Dengan penelitian ini peserta JKN semakin memanfaatkannya Mobile JKN dalam memudahkan layanan seperti mempercepat waktu pelayanan, mengurangi antrean pelayanan, dan mengurangi biaya pengeluaran transportasi
Uji Toksisitas Ekstrak Bunga Turi Putih (Sesbania grandiflora (L.) Pers.) pada Hati Tikus Putih (Rattus novergicus) Salsabila Widya Kirana; Jamilatur Rohmah
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuhan yang melimpah membuat masyarakat memanfaatkannya sebagai bahan pangan, sandang, bahan bangunan, serta obat tradisional. Tumbuhan turi memiliki kandungan senyawa fenolik, tannin, flavonoid, karbohidrat, protein, alkaloid dan glikosida. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui toksisitas akut ekstrak etanol turi putih terhadap gejala toksik, pengamatan makroskopis organ hati dan pengukuran kadar bilirubin dan alkalin fosfatase . Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik menggunakan rancangan penelitian Post Test Only Control Group Design. Tikus terbagi menjadi 4 kelompok yaitu kontrol normal, dosis 10.000, 15.000 dan 20.000 mg/kgBB, kemudian mengamati gejala toksik makroskopis, kadar bilirubin dan alkalin fosfatase. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa bunga turi mengandung senyawa alkaloid, saponin, tannin, steroid dan triterpenoid. Pada pengamatan makroskopis organ hati menunjukkan dalam kondisi normal. Berdasarkan uji One Way Annova pada kadar bilirubin dan alkalin fosfatase menunjukkan hasil kadar bilirubin p<0,05 (0,000) dan kadar alkalin fosfatase p<0,05 (0,004). Dapat disimpulkan bahwa dosis penggunaan ekstrak etanol bunga turi putih dengan variasi 10.000, 15.000 dan 20.000 mg/kgBB menunjukkan adanya toksisitas akut ekstrak bunga turi putih berdasarkan gejala toksik yang ditimbulkan namun belum sampai menimbulkan kematian pada hewan coba tetapi menimbulkan efek toksik terhadap kadar bilirubin dan alkalin fosfatase pada organ hati tikus.
Analisisi Program Bina Keluarga Balita (BKB) dalam Lokus Pencegahan Stunting di Kampung Keluarga Berkualitas Desa Sentang Kabupaten Serdang Bedagai Yanti, Fani Dwi; Hasibuan, Rapotan
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mempersiapkan generasi emas 2045 bukan hal mudah dikarenakan stunting masih menjadi masalah gizi utama bagi bayi dan anak di bawah usia dua tahun di Indonesia. Masalah anak pendek termasuk permasalahan gizi yang menjadi fokus Pemerintah Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis program Bina Keluarga Balita (BKB) dalam Lokus Pencegahan Stunting di kampung Keluarga Berkualitas di Desa Sentang Kabupaten Serdang Bedagai. Metode yang digunakan bersifat kualitatif deskriptif. Lokasi dalam penelitian ini berada di Desa Sentang Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai dan penelitian ini dilakukan sejak April 2023 sampai Juli 2023. Informan dipilih menggunakan purposive sampling. Analisis program dilakukan menggunakan pendekatan sistem yaitu aspek Input-Proses-Output. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa program Bina Keluarga Balita (BKB) dengan fokus pencegahan stunting di Desa Sentang sudah mencapai tingkat kemajuan yang cukup baik. Namun, tetap terdapat beberapa kendala yang perlu diatasi dalam program tersebut, seperti rendahnya partisipasi keluarga dalam kegiatan BKB, terutama dari keluarga atau anggota keluarga yang seharusnya menjadi sasaran utama program ini, masih banyaknya masyarakat yang enggan untuk berbicara terbuka atau jujur mengenai kondisi anak-anak mereka, serta ditemukan dana yang kurang spesifik untuk program BKB.
Penggunaan Eculizumab sebagai Pilihan Terapi pada Pasien HUS dengan Transplantasi Ginjal Tria Nursyifa, Ilma; Dewanti, Puspa; Inggerit, Inggerit; Johansen, Johansen; Regina, Sylvia
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Hemolytic Uremic Syndrome (HUS) adalah bentuk trombotik mikroangiopati yang ditandai dengan trombositopenia, anemia hemolitik mikroangiopati dan gagal ginjal akut, serta dapat terjadi baik pada anak anak maupun orang dewasa. Eculizumab adalah antibodi monoklonal chimeric IgG2/4 yang berpasangan dengan protein komplemen C5 dan digunakan untuk mengobati atau mencegah kekambuhan HUS setelah transplantasi ginjal. Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan eculizumab sebagai pilihan terapi pada pasien HUS yang telah menjalani transplantasi ginjal mengenai dampak dan cara pemberianya. Metode: Tinjauan literatur dari dua database yaitu Google Scholar dan PubMed yang terbit dalam rentang waktu 5 tahun  yaitu dari tahun 2018-2023. Hasil: Didapatkan 11 literatur yang membuktikan eculizumab dapat dipertimbangkan sebagai pilihan terapi pada pasien HUS dengan transplantasi ginjal. Dampak eculizumab dapat menurunkan risiko kekambuhan atau timbulnya HUS pasca transplantasi ginjal. Walaupun kebanyakan efek samping pemberian eculizumab tidak serius, meningitis hingga kematian tidak dapat dikesampingkan. Maka dibutuhkan pedoman tatacara penggunaan eculizumab berdasarkan data yang lebih besar untuk mengurangi risiko infeksi dan memangkas biaya.
Pola Penggunaan Obat Antihipertensi Pasien Rawat Jalan RSAU dr. M Salamun Periode April-Mei 2023 Riani, Almira; Usviany, Veny
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypertension is a condition where arterial blood pressure exceeds normal limits and experiences a persistent increase. High blood pressure occurs because the blood has increased by more than 140/90 mmHg on two measurements with an interval of five minutes in a calm/rest state (Kemenkes RI, 2014). Basic Health Research (Riskesdas) in 2013 stated that 26.5% of Indonesia's population suffers from hypertension. This study aims to determine patient characteristics (age and gender) and class of drugs prescribed to outpatients at RSAU dr.M. Salamun period April-May 2023. This study used a retrospective descriptive method, the sampling technique in this study used a simple random sampling technique. The number of samples taken was 334 prescription sheet.. The results showed that 36% of patients with hypertension included >65 years of age, 29% of 56-65 years of age, 24% of 46-55 years of age, 7% of 36-45 years of age, and 1% of 26-35 years of age. There are more women with hypertension (55%) than men (45%). The highest use of a single drug was Candesartan in the ARB class, namely 18 prescriptions (6.9%), the most used combination of antihypertensive drugs was a combination of two drugs in the BB and ARB groups, namely Bisoprolol and Candesartan, 32 times (12.4%).
Gambaran Penyimpanan Obat High Alert di Instalasi Rawat Jalan di RSUD Majalaya Periode Juni 2023 Halmalia Putri, Seli; Usviany, Veny
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obat High Alert adalah obat yang harus diwaspadai karena sering menyebabkan terjadi kesalahan serius (Sentinel Event) dan obat yang berisiko tinggi menyebabkan reaksi obat yang tidak di inginkan yang dapat membahayakan keselamatan pasien. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui kesesuaian penyimpanan obat High Alert di Instalasi rawat jalan RSUD Majalaya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan yang bersifat deskriptif kualitatif yang menggunakan metode observasional / cheklist sesuai dengan ketentuan Permenkes No. 72 Tahun 2016 tentang standar pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit. Dari hasil penelitian didapat bahwa penyimpanan obat High Alert Kategori LASA/NORUM di Instalasi rawat jalan RSUD Majalaya didapat hasil 100% kesesuaian dengan SOP. Penyimpanan Kategori LASA/NORUM sudah disimpan terpisah, sediaan di berikan jarak minimal 2 keranjang obat. Pelabelan obat sesuai namun masih ada petugas yang masih lalai dalam penempelan label obat High Alert. Suhu penyimpanan sudah sesuai dengan SOP Rumah sakit Umum Daerah Majalaya, yaitu disimpan dengan suhu kulkas 2-8?C dan suhu ruangan 15-25?C. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tempat penyimpanan sudah 100% sesuai dengan SOP yaitu disimpan di lemari khusus 2 pintu dan 2 kunci yang berbeda. Pelabelan obat High Alert belum sesuai dengan SOP yaitu petugas masih ada yang lalai dengan kesesuaian 79,45%.
Pemeriksaan Biomarker Pada Pasien Dengan Dermatitis Atopik : Sebuah Review Rent Geopal, Jhodi; Elvira, Erin; Claudia, Claudia; Tria Nursyifa, Ilma; Celine, Celine
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Dermatitis atopik (DA) adalah penyakit kulit inflamasi kronis berulang yang ditandai dengan eksim akut atau lesi likenifikasi kronis dengan berbagai heterogenitas. Penyakit kulit ini mempengaruhi hampir 10-20% orang di seluruh dunia. Perjalanannya melibatkan kekambuhan kronis yang secara signifikan menurunkan kualitas hidup pasien. Biomarker selalu ada untuk berbagai tujuan di kedokteran, terutama sebagai alat diagnostik. Namun, saat ini terdapat kekurangan biomarker yang sesuai untukdermatitis atopik, sebagian besar dikarenakan kesulitan pada pengambilan sampel. Tujuan: Mengetahui biomarker terkini yang dapat digunakan pada pasien dengan dermatitis atopik. Metode: Tinjauan literatur diambil dari database seperti PubMed dan Google Scholar yang diterbitkan dalam rentang waktu 5 tahun terakhir yaitu dari tahun 2018-2022. Hasil: Berdasarkan literatur, terdapat beberapa biomarker yang dapat digunakan untuk pasien dengan dermatitis atopic antara lain TARC atau CCL17, CCL27, phytosphingosine CD300a, Interleukin-1 family (IL-18, IL1?, CXCL8), adipokin, FABP5, filaggrin. Kesimpulan:  Dari literatur ini didapatkan bahwa terdapat beberapa biomarker terkini untuk pasien dengan dermatitis atopik yang dapat digunakan sebagai penanda keparahan klinis penyakit dan pemantauan perkembangan penyakit, sebagai alat penanda prognostik, skrining dan diagnosis.
Pola Penggunaan Obat Antihipertensi Pasien Rawat Jalan di RSAU dr. M. Salamun Periode Juni 2023 Sri Rahayu, Putri; Usviany, Veny
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan suatu kondisi berkelanjutan yang dikenali dengan meningkatnya tekanan darah di pembuluh darah arteri. Obat antihipertensi yaitu obat yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah ke tingkat minimum yang normal atau baik-baik saja. Jenis obat yang sering digunakan adalah golongan diuretika, beta blocker, ACEI dan ARB, CCB dan golongan lain. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola penggunaan obat antihipertensi pasien rawat jalan di RSAU dr. M. Salamun Periode Juni 2023. Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik. Observasi dilakukan pada 310 pasien hipertensi. Dari hasil observasi didapat bahwa yang banyak mendapatkan obat antihipertensi berdasarkan usia adalah usia > 60 tahun yaitu 176 pasien (57%). Kesimpulannya, Penggunaan obat paling banyak berdasarkan jenis kelamin adalah perempuan yaitu 172 pasien (55%). Obat yang paling banyak digunakan adalah Bisoprolol yaitu sebanyak 249 lembar resep (32,47%). Berdasarkan golongan, yang paling banyak diresepkan adalah Beta Blocker sebanyak 251 resep (33%). Berdasarkan obat kombinasi, yang sering diresepkan adalah obat antihipertensi 2 kombinasi sebanyak 124 resep (40%).