cover
Contact Name
Isnanita Noviya Andriyani
Contact Email
isnanita.87@gmail.com
Phone
+628562906161
Journal Mail Official
almanar@journal.staimsyk.ac.id
Editorial Address
Jl. Pringgokusuman No.12 Gedongtengen
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Al-Manar : Jurnal Komunikasi dan Pendidikan Islam
ISSN : 22527265     EISSN : 26158779     DOI : -
Jurnal AL Manar: Jurnal Komunikasi dan Pendidikan Islam ini harus meliput tentang pendidikan Islam baik sebagai bentuk dakwah dengan integritas pendidikan sebagai realitas sosial yang dinamis dan terus berubah. Jurnal ini juga bertujuan menjembatani kesenjangan antara pendidikan Islam dan dakwah baik secara tekstual maupun kontekstual untuk Studi Islam; dan menyelesaikan dikotomi dalam pendidikan dan dakwah Islam. Maka, jurnal ini mengundang titik temu beberapa disiplin ilmu dan cendekiawan. Dengan kata lain, kontributornya meminjam dari berbagai disiplin ilmu, termasuk humaniora dan ilmu sosial yang memuat kajian studi ilmiah tentang hasil-hasil penelitian, pengembangan dan kajian ke-Islaman dalam bentuk hasil penelitian, gagasan konseptual, tinjauan literatur, dan pengalaman praktis.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2017): Desember" : 10 Documents clear
IMPLEMENTASI PENDEKATAN SOSIOLINGUISTIK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB Nurhapsari Pradnya Paramita
Jurnal Al-Manar Vol 6, No 2 (2017): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.078 KB) | DOI: 10.36668/jal.v6i2.75

Abstract

Sosiolinguistik merupakan cabang linguistik yang secara etimologi kata tersebut berasal dari bahasa Inggris, yaitu terdiri atas kata socio dan linguistics. Linguistik yaitu ilmu yang mempelajari atau membicarakan bahasa, khususnya unsur-unsur bahasa (fonem, morfem, kata, kalimat) dan hubungan antara unsur-unsur itu termasuk hakikat dan pembentukan unsur-unsur itu. Unsur sosio adalah seakar dengan sosial, yaitu yang berhubungan dengan masyarakat, kelompok-kelompok masyarakat, dan fungsi kemasyarakatan. Jadi, sosiolinguistik adalah studi atau pembahasan dari bahasa sehubungan dengan penutur bahasa itu sebagai anggota masyarakat. Dapat juga dikatakan bahwa sosiolinguistik mempelajari dan membahas aspek-aspek kemasyarakatan bahasa, khususnya perbedaan-perbedaan (variasi) yang terdapat dalam bahasa yang berkaitan dengan faktor-faktor kemasyarakatan (sosial).
REFLEKSI PEACE-EDUCATION DALAM TRANSFORMASI KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM (Solusi Alternatif Resolusi Konflik Melalui Pendidikan Formal) Unik Hanifah Salsabila
Jurnal Al-Manar Vol 6, No 2 (2017): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.499 KB) | DOI: 10.36668/jal.v6i2.31

Abstract

Pada konteks pendidikan Islam, kurikulum merupakan planning of learning dari tataran idea yang terbingkai dalam integritas antara hal-hal yang profan maupun sakral untuk mengkonstruk manusia menjadi hamba yang bertakwa. Adapun dialektika dan persinggungan pendidikan Islam terhadap berbagai jenis konflik kekerasan sekaligus performa kurikulum pendidikan Islam yang memegang konsep continuing education dan lifelong learning itulah, yang kemudian mengharuskan adanya upaya rekonstruksi melalui eksplorasi konsep peace building yang bersumber pada Alquran dan hadis. Dalam tradisi Islam klasik, konsepsi tentang peace-education tersebut telah dipraktikkan oleh Nabi sesuai dengan konteks zamannya pada waktu itu. Sehingga menjadi tugas berkelanjutan dari praktisi pendidikan untuk menderivasikan konsepsi tersebut ke dalam transformasi kurikulum pendidikan Islam praksis di lembaga pendidikan formal.
ANALISIS DESKRIPTIF TEORI PEMEROLEHAN BAHASA KEDUA Dailatus Syamsiyah
Jurnal Al-Manar Vol 6, No 2 (2017): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.143 KB) | DOI: 10.36668/jal.v6i2.26

Abstract

The Second Language Acquisition (SLA) is quite difference with the Second Language Learning (SLL). Krashen said that SLA refers to linguistic competence and focuse on linguistic forms which are naturally internalized into the learner. Instead the SLL has an opposite meaning, it is a nurture learning and a result of formal learning situation. The context of SLA is natural while the SLL is formally programmed. Usually people learn language for the sake of achievement motivation, inspite of acquiring language as a communication motivation. SLL focuse on mastering the rules of language while SLA trying to master the skill of communication. This study aims to describe the theories of second language acquisition developed by psychologists as well as linguists such as B.F. Skinner, Noam Chomsky and Stephen D Krashen. These three will give us such wide insight about an empirical concrete aspect as well as an abstract intuitive aspect of second language acquisition.
PEMIKIRAN OMID SAFI : HUMANISME DAN SUFISME Subhan Subhan
Jurnal Al-Manar Vol 6, No 2 (2017): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.734 KB) | DOI: 10.36668/jal.v6i2.32

Abstract

Tulisan ini membahas tentang pemikiran Omid Safi yaitu humanisme dan sufisme yang menjadi dasar ide gagasan muslim progresif. Untuk mengetahui hal itu, digunakan pendekatan analisis terhadap kary-karya Omid Safi yang berisi muatan humanisme dan sufisme kemudian menafsirkannya. Hasilnya adalah bahwa humanisme dan sufisme merupakan dua pemikiran besar Omid Safi yang identik sekali dengan dirinya. Humanisme Omid Safi merupakan sebuah gagasan besar untuk menggambarkan sejatinya muslim progressif yang meliputi gagasan-gagasan Omid lainnya seperti social justice, gender equality dan pluralism. Sementara sufisme adalah sebuah gagasan besar Omid Safi yang mendukung gagasan humanismenya.
علم البلاغة : نظريته وتعليمه Alam Budi Kusuma
Jurnal Al-Manar Vol 6, No 2 (2017): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.19 KB) | DOI: 10.36668/jal.v6i2.27

Abstract

Ilmu Balaghah merupakan cabang ilmu dalam bahasa arab. Ilmu balaghah berkembang beriringan dengan perkembangan ilmu nahwu. Mempelajari bahasa arab tanpa ilmu balaghah seperti masakan tanpa bawang. Maka sudah selayaknya sebagai pegiat bahasa arab harus mendalaminya. Bagaimana cara mendalaminya? Yaitu dengan cara menelusuri teori-teorinya dan pelaksanaan pembelajarannya. Teori-teori ilmu balaghah bias berupa ilmu bayan, badi, dan ma'ani. Ilmu ilmu tersebut masih terbagi menjadi beberapa bagian lagi, yang bagian-bagian itu mempunyai sub-sub bagian lagi. Ilmu balaghah sangatlah kaya ilmu dan materi.bahkan alquran penuh dengan ilmu balaghah. Pada dewasa ini, ilmu balaghah dipelajari dengan berbagai metode dan strategi.Metode dan strategi tersebut dikolaborasi agar lebih mudah dalam mempelajari teori-teorinya.
KOMPETENSI MENDESAIN PEMBELAJARAN BAHASA ARA Mega Primaningtyas
Jurnal Al-Manar Vol 6, No 2 (2017): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.274 KB) | DOI: 10.36668/jal.v6i2.78

Abstract

Suatu pembelajaran yang tidak didesain secara sistematis tidak dapat memperoleh hasil yang maksimal. Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran sangat bergantung pada sejauh mana pembelajaran itu didesain atau direncanakan. Dalam hal ini kompetensi seseorang dipandang sebagai integrasi seperangkat keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang memungkinkan seseorang untuk melakukan aktivitas pekerjaan atau fungsi yang diberikan sesuai standar yang diharapkan. Pentingnya kompetensi desain dalam pembelajaran bahasa Arab akan memberikan hasil yang optimal dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah direncanakan.
PENGEMBANGAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK USIA DINI Analisis Psikologi Pendidikan Islam Fitriah M Su'ud
Jurnal Al-Manar Vol 6, No 2 (2017): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.476 KB) | DOI: 10.36668/jal.v6i2.11

Abstract

Masa anak anak usia dini merupakan masa keemasan dari perjalanan kehidupan seseorang. Masa ini merupakan usia kritis dalam tahap perkembangan manusia baik perkembangan spiritual, motorik, kognitif, bahasa maupun sosial emosional.Dengan kecerdasan emosional anak-anak dapat menahan marah, bisa bergaul dan menerima berbagai macam perbedaan dengan orang lain. Sehingga nantinya ia akan tumbuh menjadi anak yang bukan hanya cerdas kognitifnya akan tetapi juga sehat mental dan bagus emosinya serta berakhlak mulia. Salah satu kecerdasan emosional yang sangat penting untuk diperhatikan adalah keterampilan sosial anak.Hal ini disebabkan manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri dan pasti membutuhkan orang lain. Sementara dimasa digital ini dimana anak anak telah disibukkan dengan kesendiriannya bersama sarana elektroniknya, membuat mereka mejadi manusia yang invidualis. Sehingga hal ini menjadi penting untuk diperhatikan. Mengembangkan keterampilan sosial anak sejak dini akan membantu membangun proses berfikir rasional dan dapat membuat keputusan yang baik di masa depan, ia juga akan memahami dirinya sendiri dan orang lain. Anak-anak akan lebih siap menghadapi masalah kehidupan. Tulisan ini akan membahas dan menganalisa dalam ranah psikologi Pendidikan Islam, bagaimana islam melihat keterampilan sosial ini dan apa saja yang dapat mempengaruhi pendidikan keterampilan ini.
DIGLOSIA MASYARAKAT TUTUR PADA PENGGUNAAN BAHASA ARAB (KAJIAN KEBAHASAAN TERHADAP BAHASA FUSHA DAN BAHASA ‘AMIYAH DILIHAT DARI PERSPEKTIF SOSIOLINGUISTIK) Widi Astuti
Jurnal Al-Manar Vol 6, No 2 (2017): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.709 KB) | DOI: 10.36668/jal.v6i2.29

Abstract

Tema tersebut penulis angkat berdasarkan fenomena bahasa yang beragam dimana bahasa yang dipakai tidak hanya satu meskipun penuturnya sama dan pada satu tempat / tinggal di lingkungan yang sama. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor antara lain faktor fleksibilitas bahasa yang dipakai, faktor budaya dan kebiasaan, dan faktor-faktor diluar bahasa lainnya. Inti dari pembahasan ini antara lain adalah penjelasan mengenai maksud dari istilah diglosia, latarbelakang munculnya diglosia, dan beberapa contoh kosakata bahasa arab Fusha dan bahasa arab ‘Amiyah yang muncul akibat dari diglosia.
PENDIDIKAN AKHLAK DALAM KELUARGA DI DUSUN MERGAN DESA SENDANGMULYO KECAMATAN MINGGIR KABUPATEN SLEMAN Suparman Suparman
Jurnal Al-Manar Vol 6, No 2 (2017): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.808 KB) | DOI: 10.36668/jal.v6i2.76

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) bagaimana pelaksanaan pendidikan akhlak dalam keluarga (2) bagaimana hasil pendidikan akhlak dalam keluarga (3) faktor apa saja yang mempengaruhi pelaksanaan pendidikan akhlak dalam keluarga. Penelitian ini bertempat di Dusun Mergan Sendangmulyo Minggir Sleman. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini merupakan penelitian populatif karena subjek penelitian ini hanya 15 anak usia SD, SMP dan SMA yang merupakan warga asli Dusun Mergan yang mengikuti kajian rutin di dusun. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan : (1) pelaksanaan pendidikkan akhlak dalam keluarga di Dusun Mergan adalah dengan menerapkan sebuah pembiasaan yang dilakukan secara berulang-ulang berupa pembiasaan sholat lima waktu, adab terhadap orang tua dan adab terhadap teman. (2) hasil pendidikan akhlak dalam keluarga di Dusun Mergan berada pada kategori sangat baik, sesuai hasil perhitungan persentase dengan hasil sebesar 88,53 %. (3) faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pendidikan akhlak dalam keluarga di Dusun Mergan terbagi menjadi dua faktor pendukung dan faktor penghambat, dengan rincian sebagai berikut ; a) faktor pendukung : Adanya kajian rutin untuk generasi muda dan TPA (Taman Pendidikan Al-qur’an) yang memotivasi anak untuk aktif dalam kegiatan keislaman. b) faktor penghambat : Anak terlalu sering bermain game dalam smartphone, menjadikan anak sering menunda bahkan mengabaikan panggilan orang tua.
MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN ISLAM Rubini Rubini
Jurnal Al-Manar Vol 6, No 2 (2017): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.237 KB) | DOI: 10.36668/jal.v6i2.74

Abstract

Manajemen Peningkatan Mutu dalam konteks filsafat pendidikan adalah metodologi perbaikan secara terus-menerus, yang dapat memberikan seperangkat alat praktis untuk setiap lembaga pendidikan dalam memenuhi kebutuhan, keinginan, dan harapan pelanggan, saat ini dan masa depan. Manajemen Peningkatan Mutu adalah sistem manajemen yang mengangkat kualitas sebagai strategi bisnis yang berorientasi pada kepuasan pelanggan dengan melibatkan seluruh anggota organisasi. Manajemen Peningkatan Mutu merupakan suatu pendekatan dalam melakukan bisnis yang mencoba untuk memaksimalkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus-menerus dari produk, jasa, orang, tenaga kerja, proses, dan lingkungan. Tujuan dari Manajemen Peningkatan Mutu adalah tanggung jawab atau kewajiban untuk mencapai atau mengejar kepuasan pelanggan. Dengan kata lain, kualitas terpadu adalah “ suatu sistem manajemen yang mengangkat kualitas sebagai strategi usaha yang berorientasi pada kepuasan pelanggan dengan melibatkan seluruh anggota organisasi”. Mutu terpadu pendidikan adalah metodologi tentang perbaikan secara terus menerus, yang dapat memberikan seperangkat alat praktis kepada setiap lembaga pendidikan dalam memenuhi kebutuhan, keinginan, dan harapan pelanggan, saat ini maupun masa yang akan datang dengan tuntutan pendidikan. Penerapan Manajemen Peningkatan Mutu pada Madrasah berarti semua warga madrasah bertanggung jawab atas kualitas pendidikan, termasuk siswa. Siswa sebagai “klien” atau dalam istilah perusahaan sebagai “ stakeholders” yang terbesar, maka suara siswa harus disertakan dalam setiap pengambilan keputusan strategis langkah organisasi madrasah. Suasana demokratis akan menciptakan iklim dialog antara siswa dengan guru, antara siswa dengan kepala madrasah para guru dengan kepala madrasah, singkatnya adalah suasana demokratis dan keterbukaan di antara semua warga madrasah. Proses belajar mengajar bukanlah satu – satunya cara untuk berkomunikasi, tetapi ada banyak cara untuk berkomunikasi . Hal ini terkait dengan budaya akademik

Page 1 of 1 | Total Record : 10