cover
Contact Name
Sani Ega Priani, M.Si., Apt.
Contact Email
-
Phone
jurnal.farmasyifa@gmail.c
Journal Mail Official
jurnal.farmasyifa@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Farmasi - Universitas Islam Bandung Jalan Rangga Gading No. 8, Kota Bandung, Jawa Barat
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa
ISSN : 25990047     EISSN : 25986376     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa (JIFF) merupakan Jurnal ilmiah yang memuat artikel hasil penelitian di ruang lingkup Farmasi meliputi Farmakologi dan Toksikologi, Farmasi Klinik dan Komunitas, Biologi Farmasi, Farmasetika, Farmasi Mikrobiologi dan Bioteknologi, dan Farmakokimia. Disamping penelitian, jurnal ilmiah Farmasyifa juga memuat artikel hasil review terkait perkembangan ilmu kefarmasian di Indonesia berbasis penelitian.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2018)" : 8 Documents clear
FORMULASI MINUMAN TEPUNG CACING TANAH (Lumbricus rubellus Hoffmeister) TERGANULASI DISERTAI UJI DAYA INGATNYA PADA MENCIT JANTAN Gita Cahya Eka Darma; Wulandari Putri Saraswati; Esti Rachmawati Sadiyah
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiff.v1i1.3117

Abstract

Protein is a chemical compound that is important for body. Earthworm (Lumbricus rubellus Hoffmeister) is known to have high protein content that can be used as alternative protein. This study aimed to determine the activity of earthworm flour in improving memory on mice (Mus musculus) and its formulation in the form of granulated earthworm flour beverage. Memory activity test was performed using Y labyrinth with observation parameter in the form of latency time (second) and number of errors. The optimum dose resulted from the memory test is 325 mg/kg BB which is equivalent to the use of two times the preparation containing 1.25 g of earthworm flour. Optimization of suspending agent was done singly and combination and obtained 3 formulae combination of best suspending agent and then continued to granulation proces. Formula evaluation conducted were organoleptic test, moisture, flow properties, particle size distribution, reconstitution time, redispersion time, sedimentation volume, viscosity, stability, hedonic test and quantitative analysis of protein content. Based of evaluation, one optimum formula was chosen which was, combination of 0,5% CMC-Na, 0,1% Sodium Alginate, 3,75% turmeric powder, 10% white sugar, 3% talk and Mg stearat 1%. The protein contained in the best formula was 26.03%
PENGARUH KONSENTRASI BETASIKLODEKSTRIN TERHADAP KELARUTAN GLIMEPIRID Fitrianti Darusman; Ulfa Siti M
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiff.v1i1.3061

Abstract

Glimepirid (GMP) merupakan obat antidiabetika oral golongan sulfonilurea generasi ketiga yang mampu menurunkan kadar glukosa darah dengan efek samping hipoglikemia yang kecil. Namun GMP termasuk ke dalam Biopharmaceutical Classification System (BCS) kelas II yang memiliki kelarutan praktis tidak larut dalam air sehingga berpengaruh pada laju disolusi dan bioavailabilitasnya. Salah satu upaya untuk meningkatkan kelarutan GMP yaitu dengan pembentukan kompleks inklusi menggunakan betasiklodekstrin (BCD). Penentuan terbentuknya kompleks inklusi GMP-BCD menggunakan beberapa konsentrasi larutan BCD yang semakin meningkat dalam dapar asetat 0,01 M  pH 6,2 dan dapar fosfat 0,01 M pH 7,4 yang diteliti dengan metode kelarutan dan ditentukan secara spektrofotometri ultraviolet pada panjang gelombang serapan maksimum 228 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelarutan GMP meningkat dengan semakin meningkatnya konsentrasi BCD dengan harga tetapan stabilitas kompleks pada pH 7,4 lebih sebesar 0,650  lebih besar dari pada pH 6,2 yaitu sebesar 0,237 .
Potensi Pati Umbi Tire (Amorphopallus onchopyllus) Pregelatinasi Paut Silang Sebagai Bahan Tambahan Tablet Kempa Langsung Haeria Haeria Haeria; Nur Syamsi Dhuha; A Rahmi Azhariani
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiff.v1i1.3133

Abstract

Telah dilakukan penelitian karakterisasi pati umbi tire (Amorphopallus onchopyllus) pregelatinasi dan pati umbi tire pregelatinasi paut silang. Untuk memperoleh kualitas produk yang diinginkan, karakteristik pati umbi tire dapat dimodifikasi, metode modifikasi yang digunakan adalah cross-linking. Prinsip modifikasi ini yaitu mensubstitusi gugus fosfat dengan gugus hidroksil pada pati. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan karakteristik pati umbi tire yang mengalami modifikasi secara cross-linking terhadap pati yang tidak dimodifikasi. Untuk mencapai tujuan, penelitian ini melalui 3 tahapan : (1) Tahap karakterisasi pati umbi tire, (2) Tahap modifikasi pati umbi tire dengan metode cross-linking untuk merubah sifat pati umbi tire sesuai dengan spesifikasi yang memenuhi syarat sebagai bahan tambahan sediaan farmasi, (3) Tahap uji karakterisasi pati umbi tire yang telah dimodifikasi berdasarkan uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH dan uji viskositas. Pati pregelatinasi dibuat dengan pemanasan di atas suhu gelatinasi pati, kemudian difosfolirasi dengan mereaksikan pati pregelatinasi dengan Na2HPO4. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik dari pati umbi tire yang mengalami modifikasi cross-linking lebih baik dibandingkan dengan pati umbi tire yang tidak mengalami modifikasi dan pati umbi tire pregelatinasi paut silang dapat dijadikan sebagai bahan tambahan tablet kempa langsung.
POTENSI EKSTRAK BUAH KECIPIR (Psophocarpus tetragonolobus (L.) DC.) SEBAGAI ANTIOSTEOPOROSIS DENGAN PARAMETER PENINGKATAN ALKALIN FOSFATASE PADA TIKUS WISTAR BETINA YANG DIINDUKSI DEKSAMETASON Nurmala Nurmala; Fetri Lestari; Ratu Choesrina
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiff.v1i1.3082

Abstract

Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus (L.) DC.) merupakan tanaman polong-polongan (Fabaceae) yang mengandung fitoestrogen, berperan dalam mencegah kehilangan massa tulang akibat defisiensi estrogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol buah kecipir sebagai antiosteoporosis berdasarkan kadar ALP (Alkaline phosphatase) plasma pada tikus yang diinduksi deksametason. Tikus dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu kontrol positif, kontrol negatif dan kelompok uji (ekstrak dosis 500 mg/kg BB). Kelompok kontrol positif dan kelompok uji diberi induksi deksametason 0,1 mg/kg BB. Pemberian induksi dilakukan selama 29 hari, dan pemberian sediaan uji untuk kelompok uji dilakukan selama 18 hari. Pengukuran kadar ALP dilakukan sebanyak tiga kali yaitu ALP awal, ALP pascainduksi dan ALP pascaterapi. Keberhasilan induksi osteoporosis ditandai dengan adanya penurunan kadar ALP pascainduksi dibandingkan kadar ALP awal. Keberhasilan terapi ditandai dengan adanya peningkatan kadar ALP  pascaterapi dibandingkan kadar ALP pascainduksi. Berdasarkan adanya peningkatan kadar ALP plasma pascaterapi pada kelompok uji menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah kecipir dosis 500 mg/kg BB berpotensi sebagai antiosteoporosis.Kata Kunci: buah kecipir (Psophocarpus tetragonolobus), antiosteoporosis, ALP (Alkaline phosphatase), fitoestrogen.
Optimasi Pereaksi Warna Carik Uji untuk Analisis Kualitatif Kalium Bromat pada Makanan Riesma Azhar Falahul Alam; Hilda Aprilia Wisnuwardhani; Rusnadi Rusnadi
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiff.v1i1.3077

Abstract

ABSTRAK Bahan tambahan pangan biasanya ditambahkan untuk meningkatkan mutu makanan. Namun, sering pula dijumpai penambahan zat yang dilarang penggunaannya dalam makanan. Salah satunya adalah kalium bromat. Untuk itu diperlukan suatu pereaksi untuk pendeteksian kalium bromat yang dapat dijadikan carik uji agar pendeteksian kalium bromat menjadi lebih mudah. Dalam penelitian ini dilakukan optimasi volume nanopartikel Ag dan konsentrasi acid red 14 sebagai pereaksi untuk carik uji kalium bromat. Acid red 14 ini akan teroksidasi menjadi tidak berwarna dengan adanya kalium bromat. Dari hasil penelitian ini, setiap 25 mL pereaksi terdiri dari 10 mL nanopartikel Ag; 0,002 mM acid red 14; dan 1 mL H2SO4 0,2 M.Kata kunci: Kalium bromat, nanopartikel Ag, acid red 14.ABSTRACT Food additives are usually added to improve food quality. But banned substance are often found e.g potassium bromate. Therefore we need a reagent to analyze the presence of potassium bromate and the reagent will be used to make a strip test for practical uses in detection potassium bromate. In this study, optimization of Ag nanoparticles volume and acid red 14 concentration has been done. Acid Red 14 was oxidized to colorless in the presence of potassium bromate. Result showed that each 25 mL reagent consist of 10 mL Ag nanopaticles; 0,002 mM acid red 14; and 1 mL 0,2 M H2SO4.Key words: Potassium bromate, Ag nanopaticles, acid red 14.
UJI AKTIVITAS ANALGETIKA EKSTRAK n-HEKSANA DAUN AFRIKA (Vernonia amygdalina Delile) TERHADAP MENCIT SWISS WEBSTER JANTAN Cici Delisma; Sri Peni Fitrianingsih; Suwendar Suwendar
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiff.v1i1.3109

Abstract

ABSTRAKNyeri merupakan persepsi sensorik mengganggu yang dapat ditangani dengan analgetika. Daun afrika (Vernonia amygdalina Delile) secara tradisional digunakan untuk mengobati nyeri seperti sakit gigi. Tujuan penelitian ini untuk menentukan aktivitas analgetika ekstrak n-heksana daun afrika dengan 2 metode pengujian dan menentukan dosis efektifnya. Metode Tail Flick Test untuk menguji aktivitas analgetika sentral dan metode Writhing Test untuk menguji aktivitas analgetika perifer. Mencit dibagi ke dalam 5 kelompok. Kelompok kontrol yang diberi CMC Na, kelompok uji yang diberi ekstrak n-heksana daun afrika dosis 100, 200 dan 400 mg/kg BB serta kelompok pembanding yang diberi tramadol (metode Tail Flick Test) dan aspirin (metode Writhing Test). Analisis data dilakukan dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan LSD pada taraf kepercayaan 95% (p ≤ 0,05). Pada metode Tail Flick Test mencit diinduksi nyeri dengan panas suhu 50±2oC dan parameter yang diamati adalah total waktu yang dibutuhkan mencit untuk menjentikkan ekor. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak dengan dosis 400 mg/kg BB secara signifikan memperpanjang waktu mencit menjentikkan ekor dibandingkan terhadap kontrol (p=0,006), tetapi aktivitasnya tidak sebanding dengan tramadol dosis 6,5 mg/kg BB (p=0,000). Pada metode Writhing Test mencit diinduksi nyeri dengan asam asetat 0,6%(v/v) dan parameter yang diamati adalah total geliat mencit selama pengamatan. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak dengan dosis 100, 200 dan 400 mg/kg BB secara signifikan menurunkan total geliat mencit dibandingkan terhadap kontrol (p=0,000), dengan nilai persen efektivitas sebesar 32,01%, 51,60% dan 82,41% yang lebih lemah dibandingkan aspirin dosis 65 mg/kg BB dengan persen efektivitas 100%.Kata kunci:  Daun afrika, Vernonia amygdalina Delile, analgetika, Tail Flick Test, Writhing Test. ABSTRACTPain is a disturbing sensory perception that can be treated with analgesics. Bitter leaf (Vernonia amygdalina Delile) has traditionally noun to treat pain such as toothache. This study aims to evaluate the analgesic activity of n-hexane extract of bitter leaf with 2 testing methods and determine the effective dose. The first method to test central analgesic activity is Tail Flick Test method and the second method is Writhing Test method to test peripheral analgesic activity. The test was done on mice were divided into 5 groups. The control group that was administered to CMC Na, the test group was administered n-hexane extract of bitter leaf dose 100, 200 and 400 mg/kg BW and the comparable group was administered tramadol (for Tail Flick Test method) and aspirin (for Writhing Test method). Data were analyzed by ANOVA test, followed by LSD test at 95% confidence level (p ≤ 0,05). In the Tail Flick Test method, the mice were induced by pain by heat at 50 ± 2℃ and the observed parameters were the total time required of the mice to flick the tail. The results showed that the extract at dose 400 mg/kg BW significantly prolonged the mice's flicking time compared to the control (p=0,006), but the activity was not comparable with tramadol dose of 6,5 mg/kg BW (p=0,000). In the Writhing Test method, the mice were induced by pain by acetic acid 0,6%(v/v) and the observed parameters were the total writhing of mice. The results showed that extracts with doses of 100, 200 and 400 mg/kg BW significantly decrease the total writhing of mice compared to control (p=0,000), with the effectivity percentage of 32,01%, 51,60% and 82,41% which are weaker than 65 mg/kg BW dose aspirin effectivity percentage 100%.Keywords:  Bitter leaf, Vernonia amygdalina Delile, analgesics, Tail Flick Test, Writhing Test.
Isolasi Glukosamin Dari Eksoskeleton Kecoa Madagaskar (Gromphadorhina portentosa) Fairuz Rifdah Permanasari; Indra Topik Maulana; Livia Syafnir
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiff.v1i1.3115

Abstract

Pendahuluan: Kecoa Madagaskar (Gromphadorhina portentosa) merupakan salah satu jenis kecoa yang banyak dimanfaatkan sebagai pakan burung,ikan arwana, tarantula dll. Kecoa ini berukuran lebih besar, tidak memiliki sayap, tidak berbau, jinak, dan bergerak lambat. Eksoskeleton kecoa Madagaskar mengandung senyawa kitin yang berpotensi untuk dijadikan sumber glukosamin yang bermanfaat dalam produksi cairan synovial serta mencegah destruksi tulang. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan glukosamin dari eksoskeleton kecoa Madagaskar. Metode Penelitian: Glukosamin diperoleh melalui proses deproteinasi, demineralisasi, deasetilasi yang kemudian dilanjutkan dengan proses hidrolisis kimiawi dengan HCl 32%. Kesimpulan Hasil: Rendemen glukosamin yang dihasilkan adalah sebesar 22,16%  dengan nilai LoD 0,917%. Spektrum FTIR menunjukkan adanya pita serapan pada daerah NH, OH, C-N, C-H, C-O, gugus Amina Sekunder, dan Glikosida
Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Persepsi Tenaga Kesahatan terhadap Kehalalan Obat di Rumah Sakit Kabupaten Banyumas Alfiyaturrohmaniyah - Trisnawati
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiff.v1i1.2873

Abstract

Tenaga kesehatan memiliki peran yang penting dalam pemilihan obat untuk pasien khususnya di kalangan dokter dan apoteker. Dokter dan apoteker memiliki peran terbesar dalam pemilihan obat untuk pasien. Saat ini pemilihan obat oleh dokter dan apoteker beberapa belum mengerti dan belum paham tentang hukumnya menggunakan obat-obatan yang mengandung bahan yang dilarang menurut Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat pengetahuan, sikap, dan presepsi tenaga kesehatan di rumah sakit Kabupaten Banyumas terhadap kehalalan obat. Penelitian ini mengunakan pendekatan cross sectional pada periode waktu bulan Februari hingga Juni. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif dengan cara penyebaran kuesioner kepada responden dan metode pengambilan data secara accidental sampling dan pemilihan dari dokter dan apoteker yang bekerja di rumah sakit di wilayah Kabupaten Banyumas. Berdasarkan hasil yang didapatkan bahwa pengetahuan responden baik 73 responden (96%), sikap positif sebanyak 74 responden (97%), dan persepsi baik 76 responden (100%). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dokter dan apoteker baik, serta sikap dan persepsidokter dan apoteker pun baik.

Page 1 of 1 | Total Record : 8