cover
Contact Name
Amda Resdiar
Contact Email
agroteklestari@utu.ac.id
Phone
+6282277483839
Journal Mail Official
agroteklestari@utu.ac.id
Editorial Address
REDAKTUR JURNAL AGROTEK LESTARI JALAN ALUE PEUNYARENG PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN KAMPUS UNIVERSITAS TEUKU UMAR KECAMATAN MEUREUBO KABUPATEN ACEH BARAT 23615
Location
Kab. aceh barat,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Agrotek Lestari
Published by Universitas Teuku Umar
ISSN : 24774790     EISSN : 27218945     DOI : https://doi.org/10.35308
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrotek Lestari (JAL) merupakan media publikasi ilmiah yang membahas isu aktual di bidang agroteknologi mengenai permasalahan yang berkaitan dengan Ilmu Agronomi dan Produksi Tanaman, Ilmu Tanah, dan Proteksi Tanaman. Jurnal Agrotek Lestari terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober mulai tahun 2015.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2021): April" : 5 Documents clear
CARBOHYDRAT BY DIFFERENT ANALYSIS OF DRAGON FRUIT LEATHER TEA Rini Fertiasari
Jurnal Agrotek Lestari Vol 7, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v7i1.3416

Abstract

The key to managing blood sugar levels is managing carbohydrate intake. This is because carbohydrates are responsible for raising blood sugar levels. Managing the quantity of carbohydrates is the main goal, although choosing slow-digesting carbohydrates with high fiber content also helps. Apart from carbohydrates, people with diabetes need to also limit their intake of salt, saturated fat, and avoid trans fats. For people with diabetes, it is highly recommended to include fiber and healthy fats in the daily diet. The research aims to: 1. Know the differences in carbohydrate content consisting of starch, reduced sugar and crude fiber in dragon skin tea mechanically and manually, 2. Knowing the carbohydrate content different; 3. Knowing the number of calories in a 100 gram serving of tea. The treatments were carried out using two drying techniques, namely oven drying (mechanical) and manual drying (sunlight). The test carried out is proximate testing. The resulting product is a functional food processed product that has an additional function as a food processing product for health. The herbal tea is made from red dragon fruit skin as raw material. Red dragon fruit skin tea has a function as a medicine for type 2 diabetes mellitus. From the laboratory test results obtained by different carbohydrate values for dragon skin tea with mechanical treatment is 41.83% and the total calorie is 201.57 kcal per 100 grams.
PENGARUH PEMUPUKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA VARIETAS KEDELAI DI LAHAN KERING MASAM DI PROVINSI ACEH Fenty Ferayanti; Idawanni -
Jurnal Agrotek Lestari Vol 7, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v7i1.3314

Abstract

Lahan kering asam merupakan salah satu lahan suboptimal yang mempunyai potensi sebagai sumber lahan untuk produksi pertanian dengan pengelolaan dan pemanfaatan yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil kedelai varietas Kipas Merah dan Demas terhadap beberapa paket pupuk. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret hingga Juni 2020 di Kabupaten Pidie Jaya Provinsi Aceh. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan dan pada setiap perlakuan ditetapkan 15 tanaman sebagai sampel. Faktor pertama adalah varietas (V), yaitu V1 = Dering; V2 = Demas. Faktor kedua adalah paket pemupukan (P) yang terdiri dari 2 (dua) level: P1 (lokasi spesifik) (2 ton/ha pupuk organik, kapur 500 kg/ha dan NPK 150 kg/ha); P2 (Rekomendasi) (urea 75 kg/ha, SP-36 100 kg / ha, KCl 100 kg / ha, kapur 500 kg/ha). Hasil penelitian menunjukkan varietas Demas dengan paket yang direkomendasikan memberikan produksi tertinggi 2,17 ton/ha.Kata kunci: Lahan kering masam, varietas Dering, Varietas Demas, Provinsi Aceh
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN BERBAGAI ZAT PENGATUR TUMBUH ALAMI DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN STEK MAWAR (Rosa damascene Mill) Yuliatul Muslimah; Nana Ariska; Muhammad Afrillah; Amda Resdiar; Herman Kurnia
Jurnal Agrotek Lestari Vol 7, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v7i1.3264

Abstract

ABSTRAK Mawar merupakan salah satu jenis tanaman hias yang keberadaannya sering dimanfaatkan. Bukan hanya dimanfaatkan sebagai tanaman bunga, akan tetapi mawar juga sering digunakan sebagai tanaman hias ditanam dipot, dijadikan bunga tabur, parfum, kosmetik dan obat-obatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan stek mawar terhadap pemberian berbagai zat pengatur tumbuh alami dan lama perendaman serta nyata tidaknya kedua faktor tersebut. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan 4 ulangan yaitu (1) pemberian Zpt (Z) dengan 4 taraf;  Z0: kontrol, Z1: bawang merah (100%), Z2: air kelapa (100%), Z3: tauge (100%). (2) Lama perendaman (M) dengan 3 taraf; M0: 0 jam, M1: 5 jam, M2: 10 jam. Parameter pengamatan adalah jumlah tunas, panjang tunas dan diameter jumlah daun umur 20, 30 dan 40 HST, jumlah akar ,panjang akar dan diameter persentase tumbuh. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian zat pengatur tumbuh alami berpengaruh nyata terhadap panjang akar dan persentase tumbuh umur 40 HST. Berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah tunas 20, 30 dan 40 HST, panjang tunaas 20, 30 dan 40 HST, jumlah daun 20, 30 dan 40 HST dan jumlah akar. Lama perendaman tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun, jumlah akar, panjang akar dan persentase tumbuh. Terdapat interaksi antara zat pengatur tumbuh alami dan lama perendaman pada jumlah tunas 20, 30 dan 40 HST tanaman stek mawar (Rosa damascene Mill) yang diamati. Kata Kunci : Mawar, Zat Pengatur Tumbuh Alami, Lama Perendaman. ABSTRAC Rose is one type of ornamental plant whose existence is often used. Not only used as a flower plant, but roses are also often used as an ornamental plant planted in pots, used as sow flowers, perfume, cosmetics and medicines. This study aims to determine the effect of the growth of rose cuttings on the provision of various natural growth regulators and the duration of immersion and the significance of these two factors. The experimental design used in this study was a factorial randomized block design (RBD) consisting of 2 factors and 4 replications, namely (1) giving Zpt (Z) with 4 levels; Z0: control, Z1: shallots (100%), Z2: coconut water (100%), Z3: bean sprouts (100%). (2) duration of immersion (M) with 3 levels; M0: 0 hours, M1: 5 hours, M2: 10 hours. Observation parameters were the number of shoots, length of shoots and diameter of the number of leaves aged 20, 30 and 40 DAS, number of roots, root length and percentage of growth diameter. The results showed that the provision of natural growth regulators had a significant effect on root length and growth percentage at 40 DAS. It had no significant effect on the number of shoots 20, 30 and 40 DAS, the length of tunaas 20, 30 and 40 DAS, the number of leaves 20, 30 and 40 DAS and the number of roots. The duration of immersion did not significantly affect the number of shoots, length of shoots, number of leaves, number of roots, length of roots and percentage of growth. There was an interaction between natural growth regulators and the duration of soaking in the number of shoots 20, 30 and 40 DAS for the observed rose cuttings (Rosa damascene Mill). Keywords: Rose, Natural Growth Regulatory Substance, Soaking Time.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN Monosodium Glutamat (MSG) DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max(L.) Merill.) Iwandikasyah Putra; Yuliatul Muslimah; Amda Resdiar; Muhammad Jalil; Ridho Alfiansyah
Jurnal Agrotek Lestari Vol 7, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v7i1.3653

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk efektivitas dosis pemberian monosodium glutamat (MSG) dan npk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai  (Glycine max (L.) Merill.)”, yang dilaksanakan di lahan percobaan Universitas Teuku Umar, Oktober 2019 sampai dengan Januari 2020. Penelitian ini menggunakan rancangan   acak   kelompok   faktorial (RAKF) dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah dosis monosodium glutmat meliputi dosis 0 gram/polybag (M0), dosis 3 gram/polybag (M1), dosisi 6 gram/polybag (M2), dosisi 9 gram/polybag (M3) Faktor kedua adalah NPK meliputi dosis 0 kg/ha (N0), 125 kg/ha (N1), 250 kg/ha (N2). Hasil penelitian uji F pada analisis ragam menunjukkan Dosis monosodium glutamat berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman 30 HST, dan berpengaruh sangat nyata pada parameter tinggi tanaman 45 HST, diameter batang 30 dan 45 HST, jumlah polong, berat 100 bji, namun tidak berbeda nyata pada tinggi tanaman 15 HST dan diameter batang 15 HST. Dosis 6 gram/polybag (M2) merupakan dosis terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Dosis NPK tidak berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman pada 15, 30, 45 HST, diameter batang 15 dan 30 HST, dan berat 100 bji, namun berpengaruh sangat nyata pada parameter diameter batang 45 HST, jumlah polong. Interaksi dosis Monosodium Glutamat dan NPK berpengaruh sangat nyata terhadap parameter tinggi tanaman 45 HST, dan jumlah polong pertanaman. Secara interaksi terbaik menunjukan dosis Monosodium glutamat 6 gram/polybag dengan pemberian dosis NPK 250 kg/ha dapat meningkatkan jumlah polong per tanaman.
KERAGAMAN PARASITOID PADA TANAMAN PISANG DI ACEH BAGIAN BARAT Sumeinika Fitria Lizmah; Chairudin Chairudin; Evi Julianita Harahap; Risi Zahlina
Jurnal Agrotek Lestari Vol 7, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v7i1.3659

Abstract

Tanaman pisang (Musa spp.) merupakan salah satu komoditi hortikultura yang memiliki nilai ekonomi di Indonesia. Dalam budidaya tanaman pisang, melibatkan peran berbagai organisme baik sebagai hama maupun musuh alami (parasitoid) yang dapat mempengaruhi produksi tanaman pisang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman parasitoid pada tanaman pisang di Aceh bagian Barat. Penelitian ini dilaksanakan di tiga lokasi, yaitu Desa Ranto Panyang (Aceh Jaya), Desa Peunaga Cut (Aceh Barat), dan Desa Blang Sapek (Nagan Raya). Kegiatan pengidentifikasian dilaksanakan di Laboratorium Hama Fakultas Pertanian. Penelitian dilaksanakan dari bulan Agustus 2019 sampai dengan Desember 2019. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Parameter yang diamati adalah keragaman parasitoid dan persentase parasitasi.Hasil penelitian menunjukkan terdapat tujuh spesies parasitoid yang ditemukan pada tanaman pisang di ketiga lokasi, yaitu spesies Brachymeria sp., Chalcididae sp., Gasteruptiidae sp., Cotesia sp., Pediobius sp., Xanthopimpla sp., Pediobius sp., Dirhinus sp.. Tanaman pisang (Musa spp.) merupakan salah satu komoditi hortikultura yang memiliki nilai ekonomi di Indonesia. Dalam budidaya tanaman pisang, melibatkan peran berbagai organisme baik sebagai hama maupun musuh alami (parasitoid) yang dapat mempengaruhi produksi tanaman pisang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman parasitoid pada tanaman pisang di Aceh bagian Barat. Penelitian ini dilaksanakan di tiga lokasi, yaitu Desa Ranto Panyang (Aceh Jaya), Desa Peunaga Cut (Aceh Barat), dan Desa Blang Sapek (Nagan Raya). Kegiatan pengidentifikasian dilaksanakan di Laboratorium Hama Fakultas Pertanian. Penelitian dilaksanakan dari bulan Agustus 2019 sampai dengan Desember 2019. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Parameter yang diamati adalah keragaman parasitoid dan persentase parasitasi.Hasil penelitian menunjukkan terdapat tujuh spesies parasitoid yang ditemukan pada tanaman pisang di ketiga lokasi, yaitu spesies Brachymeria sp., Chalcididae sp., Gasteruptiidae sp., Cotesia sp., Pediobius sp., Xanthopimpla sp., Pediobius sp., Dirhinus sp..

Page 1 of 1 | Total Record : 5