cover
Contact Name
Sulaiman Ali
Contact Email
sulaimanali@utu.ac.id
Phone
+6281360045520
Journal Mail Official
mekanova@utu.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Teuku Umar, Jalan Alue Peunyareng, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Aceh.
Location
Kab. aceh barat,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi
Published by Universitas Teuku Umar
ISSN : 24775029     EISSN : 25020498     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Mekanova merupakan kumpulan karya ilmiah para akademisi, peneliti dan praktisi yang bertujuan menyatukan pengalaman-pengalaman, ide-ide dan hasil penelitian terutama dalam bidang“Mekanikal, Inovasi dan Teknologi”.
Articles 308 Documents
ANALISA KERUSAKAN DAN PERBAIKAN HYDRAULIC LIFT CYLINDER PADA WHEEL LOADER CATERPILLAR 950 darmawi, khus faizar; Darsan, Herri Darsan
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 8, No 2 (2022): Oktober
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.898 KB) | DOI: 10.35308/jmkn.v8i2.6204

Abstract

PT WIRATACO MITRA MULIA merupukan perusahaan kontraktor yang beroperasi di bidang kontruksi, dan memproduksi bahan baku untuk proyeknya sendiri. Pada dunia industri, khususnya di PT WIRATACO MITRA MULIA alat berat merupakan kebutuhan yang paling utama. Dan semua kegiatan industri memerlukan alat berat antara lain untuk mengangkut material sehingga dapat di bawa oleh Dump Truck, mengangkat material ke arah dan juga tempat lain dan juga melakukan aktifitas menggali. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat juga dilakukan tanpa bantuan alat berat namun membutuhkan waktu yang relative lebih lama dan lebih sulit oleh karena itu alat berat sangat berperaan penting bagi industri. Wheel loader merupakan sebuah alat berat yang berodakan karet yang memiliki bucket dengan fungsi melakukan  pemindahan material kedalam dump truck atau ke tempat lain dengan cara loading dan carrying. Metode penilitian yang digunakan Library Research (pengambilan data melalui literature), misalkan jurnal, operation manual maintenance, laporan mekanik dan lain-lain.Obsevasi  (pengamatan lapangan), pengamatan ini dilakukan di PT WIRATCO MITRA MULIA pada tanggal 8 februari 2022 – 26 mei 2022. Adapun 2 cara pengambilan data pada penelitian . Penyebab dapat menimbulkan kerusakan pada hirolik adalah , Manusia ,Material ,Mesin ,Metode yang digunakan. pemicu utama kehancuran hydraulic lift cylinder merupakan kehancuran pada seal hydraulick lift cylinder yang menyebabkan air serta kotoran masuk kedalam system hydraulic dan menutup serta mengganggu komponen- komponen pada hydraulick lift cylinder tersebut. Hingga langkah perbaikan yang dicoba merupakan dengan melaksanakan penggantian komponen- komponen yang mengalami kehancuran tersebut. Kkata kunci : Wirataco mitra mulia, Wheel Loader, hidraulick lift cylinder
PERBEDAAN PENGGUNAAN CAMSHAFT RACING TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR SPESIFIK DAN EMISI GAS BUANG PADA MOTOR 4 TAK Hidayat, Nuzul; Arif, Ahmad; Setiawan, M Yasep; Masykur, Masykur
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 8, No 2 (2022): Oktober
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.898 KB) | DOI: 10.35308/jmkn.v8i2.5244

Abstract

Perkembangan teknologi otomotif merupakan salah satu yang paling pesat di Indonesia. Dari meningkatkan kendaraan dan inovasi terbaru hingga menyempurnakan produk yang sudah ada. Sehingga banyak produk yang membuat kendaraan semakin diminati oleh konsumen. Hal ini dapat memberikan kendaraan terbaik bagi konsumen. Berdasarkan observasi yang telah peneliti lakukan di beberapa bengkel yang ada di kota Padang. Dari pendapat beberapa mekanik bahwa untuk performa mesin yang tinggi, Anda bisa memodifikasi komponen atau mesin tersebut. Masyarakat beranggapan dengan mengganti camshaft dapat meningkatkan torsi dan tenaga, yang kondisi tersebut belum dibuktikan dengan menggunakan alat uji standar. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggantian camshaft untuk perhitungan ekonomi bahan bakar dan emisi rendah. Sehingga dapat digunakan untuk setiap hari. Sehingga peneliti memfokuskan pada penggantian variasi camshaft dengan perubahan konsumsi bahan bakar spesifik yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh perubahan camshaft terhadap konsumsi bahan bakar spesifik. Didapat hasil bahwa  pada putaran mesin 1750 rpm. Pada putaran mesin 1750 rpm konsumsi bahan bakar spesifik camshaft standard lebih besar yaitu sebesar 0,165 kg/kWh, dibandingkan camshaft racing 0,092 kg/kWh, pada putaran mesin 2500 rpm konsumsi bahan bakar spesifik camshaft standard menurun drastis menjadi 0,062 kg/kWh, dan camshaft racing menjadi 0,070 kg/kWh, pada putaran mesin 4500 rpm terjadi peningkatan pada camshaft racing yaitu sebesar 0,091 kg/kWh, Terakhir pada putaran mesin 6500 rpm camshaft racing memiliki konsumsi bahan bakar  spesifik yang lebih besar 0,186 kg/kWh, dan camshaft standard menjadi 0,135 kg /kWh. Hasil penelitian menunjukkan pada camshaft standard emisi gas buang  CO 0,03% dan HC 27 ppm. Pada camshaft racing emisi gas buang  CO 0,13% dan HC 236 ppm
Pengaruh Penambahan Regenerator Terhadap Performansi Mesin Stirling Tipe Gamma Siregar, Zufri Hasrudy; Jufrizal, Jufrizal; Putra, Bintang Kelana
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 8, No 2 (2022): Oktober
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.898 KB) | DOI: 10.35308/jmkn.v8i2.5957

Abstract

Mesin stirling merupakan mesin pembakaran luar dan menggunakan prinsip regeneratif siklus tertutup. Regenerator mesin Stirling berada di antara pemanas dan pendingin yang terdiri dari matriks. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan regenerator terhadap performansi mesin stirling tipe gamma. Metode penelitian ini dilakukan secara eksperimental yaitu dengan mengamati performansi sebelum menggunakan regenerator dan sesudah menggunakan regenerator. Hasil penelitian sebelum menggunakan regenerator diperoleh selisi temperatur maksimum 95,1 ℃, dan rata-rata putaran mencapai 235,6 rpm, menghasilkan torsi tertinggi 0,624 Nm, daya tertinggi 16,430 Watt, dan efisiensi tertinggi sebesar 73,2 %. Sedangkan menggunakan regenerator diperoleh selisi temperatur maksimum 64,5 ℃, dan rata-rata putaran mencapai 153,6 rpm, menghasilkan torsi tertinggi 0,38 N.m, daya tertinggi 6,236 Watt, dan efisiensi tertinggi sebesar 68,4 %. Penambahan regenerator pada mesin Stirling menyebabkan penurunan performansi, ini dimungkinkan karena terjadi penurunan tekanan fluida didalam mesin karena mesin Stirling mCHPSE-012020 masih menggunakan tekanan atmosfir sebagai tekanan kerja.
RANCANG BANGUN ALAT FIXED STEERING ROLLER UNTUK MENCEGAH MISTRACKING PADA BELT CONVENER Budiharja, Yuniar Anis; Darmanto, Seno; Mangestiyono, Wiji
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 8, No 2 (2022): Oktober
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.898 KB) | DOI: 10.35308/jmkn.v8i2.6303

Abstract

Fix the Steering Roller, Where the purpose of making this tool is to prevent mistracking on the Belt Conveyor. The manufacture of this tool was carried out considering the need for PLTU Nagan Raya 2 x 110 MW. PLTU itself is a coal-fired power plant where all coal needs from the Jetty to the Bunker are transported using a Belt Conveyor. In fact, when transporting coal using a Belt Conveyor, there are a lot of coal spills on the Belt side so that it really interferes with the work process of the conveyor belt itself. The spill was caused by a tilted conveyor belt or it could be called mistracking. Therefore, the manufacture of this tool is a solution to prevent mistracking where the installation of this tool is very easy and does not interfere with the existence of the Belt Conveyor equipment itself.
Klasifikasi dan Penugasan Manpower untuk Pengkalibrasian Alat Laboratorium Industri menggunakan Metode Naive Bayes Paduloh, Paduloh; Widyantoro, Murwan; Nabilatusolihah, N
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 8, No 2 (2022): Oktober
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.898 KB) | DOI: 10.35308/jmkn.v8i2.6134

Abstract

Perusahaan jasa pengkalibrasian alat-alat industri yang berlokasi didaerah Bekasi mengalami sebuah permasalahan, dimana terdapat beberapa complain dari customer dikarenakan terdapat delay dalam pengerjaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan pembagian penugasan manpower secara merata antara laboratorium dan onsite, dimana dilakukan pegnklasifikasian dengan menggunakan Naive Bayes. Berdasarkan analisa klasifikasi aktual persentase pembagian manpowernya yaitu 51% untuk penempatan laboratorium dan 49% untuk pengerjaan onsite tanpa melihat dari persentase kompetensi personilnya. Setelah dilakukan rearrangement dengan menggunakan Naive Bayes dan Rapidminer, hasil pembagiannya berubah menjadi 56% untuk laboratorium dan 44% untuk onsite dimana diklasifikasi ulang berdasarkan nilai persentase kompetensi personilnya. Untuk personil dengan kompetensi diatas 82% diutamakan untuk melakukan kegiatan onsite. Dampak yang dihasilkan setelah adanya rearrangement ini yaitu terjadi perubahan dalam pembagian tugas dan alat customer menjadi cepat terkalibrasi
Analisa OEE dan FMEA Untuk Menigkatkan Perfoma Mesin Sliter di PT PAS Widyantoro, Murwan; Martono, Martono; Paduloh, Paduloh
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 8, No 2 (2022): Oktober
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.898 KB) | DOI: 10.35308/jmkn.v8i2.6132

Abstract

 PT. PAS is a company that produces noodles with the brand mie sedap. Based on the production data from the previous year, the noodle product activities carried out by PT. PAS, each month has not reached the target due to the time the damage occurred to the noodle slitter machine. So it is necessary to research to determine the performance of the noodle slitter machine using the OEE and FMEA methods. Based on the calculation results of the OEE value of the slitter machine is 76%, it can be concluded that the performance of the slitter machine is not ideal. Based on the analysis using FMEA, the cause of losses due to defect & rework losses is slitter syncing, and losses due to idling and minor stoppages are slitter shooting. The result of the implementation is that there is a significant increase in the OEE value after repairs to the slitter machine with an average OEE value of 91% so that the results of the improvements made by making automatic lubrication modifications can improve the performance of the slitter machine to ideal performance.Keywords— FMEA, OEE, Losses, Slitter
Studi Eksperimental Pengaruh Konfigurasi Penampang Sekat Terhadap Kinerja Novel Cooling Tower Prototype Afandi, Dedi; Syuhada, Ahmad; Sary, Ratna; Zulfan, Zulfan; Yufandi, Asra
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 8, No 2 (2022): Oktober
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.898 KB) | DOI: 10.35308/jmkn.v8i2.6190

Abstract

Cooling towers are widely applied in industries such as power plants and oil refineries, where the equipment produces excess heat that needs to be removed. The effect of baffles configuration on the performance of the novel cooling tower prototype was studied experimentally. The configuration of the baffles used is the baffle section without holes, the baffle section with 15 holes, the baffle section with 25 holes, and the baffle section with 35 holes. The water inlet temperature was varied, namely 55⁰C, 75⁰C, and 90⁰C. water is flowed from the main reservoir to the upper reservoir of the cooling tower using a pump, and water from the upper reservoir falls on the baffles of the cooling tower. Inlet water temperature, outlet water temperature, and water temperature at each baffle were measured using a thermocouple. The results showed that the cooling tower with a baffle of 35 holes produced the most optimal performance. The heat transfer rate produced by the cooling tower with a 35-hole baffle at an inlet temperature of 55⁰C is 624.64 Watts. At the water inlet temperature of 75⁰C, the average heat transfer rate produced by the cooling tower with a 35-hole baffle increased by 42.6%. The average heat transfer rate produced by a cooling tower with a 35-hole baffle at a water inlet temperature of 90⁰C increased by 62.6%. This is because the cooling tower with a baffle of 35 holes causes the water droplets that pass through the baffle to split into more and more so that the heat transfer rate is higher.
ANALISA HEADLOSS ALIRAN FLUIDA PADA PIPA LURUS DENGAN VARIASI DEBIT ALIRAN DAN VARIASI DIAMETER PIPA Sudirman, Sudirman; Harves, Harves
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 8, No 2 (2022): Oktober
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.898 KB) | DOI: 10.35308/jmkn.v8i2.5674

Abstract

Fluida adalah segala jenis zat yang dapat mengalir dan menyesuaikan bentuk sesuai dengan wadah yang ditempatinya seperti zat cair, dalam memindahkan zat cair tidak terlepas dari sistem perpipaan. Di mana pipa merupakan sarana alat distribusi fluida yang banyak diterapkan pada rumah tangga maupun industri dari tempat penampungan ke tempat pemakaian  yang memerlukan instalasi perpipaan dengan berbagai ukuran diameter dan setiap instalasi pipa terdapat rugi aliran. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan analisis pengambilan data dengan mengukur headloss serta perbedaan tekanan pada manometer U dan digital pada pipa ½, ¾, dan 1 inch dengan variasi debit aliran 5, 10, 15 lpm. Hal tersebut menunjukkan semakin kecil diameter pipa maka rugi aliran dan pressure drop yang terjadi akan semakin besar. Dimana pada diameter ½ in headloss sebesar 0,063 m, sedangkan pada diameter ¾ in yaitu 0,024 m, sedangkan untuk diameter 1 in, headloss yang dihasilkan yaitu 0,009 m.
GEOMETRIC MORPHOMETRIC BANANA LEAF MIDRIB AS WIND TURBINE AIRFOIL PROFILE Rosa, Firlya; Sutikno, Priyono; Suweca, I Wayan; Moelyadi, Mochammad Agoes
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 8, No 2 (2022): Oktober
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.898 KB) | DOI: 10.35308/jmkn.v8i2.6095

Abstract

Profil airfoil merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja turbin angin sumbu horizontal. Sejumlah penelitian telah mengadopsi bentuk dan gerak binatang baik binatang air maupun binatang yang terbang. Anatomi alami pelepah daun pisang menjadi salah satu inspirasi untuk pemodelan profil airfoil. Profil pelepah dari tujuh sampel daun pisang dipetakan dengan menggunakan teknik morfometri geometrik berbasis landmark. Analisis sampel menggunakan metode statistik dan analisis aerodinamis airfoil menggunakan perangkat lunak QBLADE dengan perubahan bilangan Reynolds mulai dari 3E5 hingga 7E5 pada interval 1E5. Ada tujuh sampel dengan variasi profil dan variasi aerodinamis yang konstan. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa semua model memiliki koefisien angkat tinggi, koefisien hambat rendah, dan glide ratio tinggi. Sampel 1 pada bilangan Reynolds 7E5 memiliki glide ratio tertinggi dengan nilai 123,07. Dari hasil analisa aerodinamis didapatkan bahwa dalam kondisi kecepatan angin rendah, profil airfoil berdasarkan morfologi pelepah pisang dapat diterima untuk turbin angin.
REDESIGN PULVERIZER SHAFT UNIT 2 DI PLTU SEKTOR BUKIT ASAM 4 X 65 MW Hardyanto, Arief Prakoso; Mangestiyono, Wiji; Darmanto, Seno; Murni, Murni
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 8, No 2 (2022): Oktober
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.898 KB) | DOI: 10.35308/jmkn.v8i2.6412

Abstract

In the operation of the Bukit Asam power plant, in all generating units there are many disturbances that can cause derating the units. Derating of the unit can occur due to decrease in the performance of the steam turbine, decrease in the reliability of the pulverizer, and also disturbances in the coal supply system and various factors. Based on the performance data of the Bukit Asam Generation Sector (Monthly disturbance report) in January 2014, there were 54 derating disturbances recorded. One of the causes of the derating was a broken Pulverizer Shaft with a loss of operating hours for 196.78 [hours] which caused an unallocated electricity loss of 12,422 [GWh]. With the realization of AFI (Action For Improvement) in this final project creation assignment, it aims to redesign the shaft pulverizer, as well as analyze the causes of the pulverizer shaft break. By redesigning the pulverizer shaft and analyzing the cause of the pulverizer shaft breaking, it was found that the cause of the fracture of the shaft made from AISI 1045 with the old design was from calculating the shear stress value of 48.44 x 107 [N/m2], this result exceeded the value of the material permit voltage of 31.8 x 107 [N/m2], so it was not safe to use and the service life was not long. The results of the redesign shaft changed the dimensions of the diameter of the shaft head which was previously 0.174 [m] in diameter to a dwelling of 0.25 [m]. The results of calculating the redesign shaft made from AISI 1045 obtained a shear stress value of 16.33 x 107 [N/m2], this result is smaller than the material clearance voltage value of 31.8 x 107 [N/m2], so it is safer with a relatively longer service life.Keywords: Derating, Pulverizer Shaft, material, Redesign, Shear Stress