cover
Contact Name
Rosnina A.G
Contact Email
-
Phone
+6282364568905
Journal Mail Official
agrium@unimal.ac.id
Editorial Address
Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh Main Campus, Cot Teungku Nie Street, Reuleut, Muara Batu, Aceh Utara District, Province of Aceh
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Agrium
ISSN : 18299288     EISSN : 26551837     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrium (Journal of Agricultural Research) ISSN 1829-9288 (Print) ISSN 2655-1837 (Online ) is a scientific publication media in are of agriculture that is published regularly every year, March and September. The manuscript comes from the results of basic and applied research, and the results of the literature review in the scope of agriculture.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 20 No 2 (2023)" : 12 Documents clear
Pengaruh Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Terhadap Mortalitas Larva Crocidolomia pavonana F. Pada Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Riza Juanda, Boy; Apriani, Rezky; Iswahyudi, Iswahyudi
Agrium Vol 20 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i2.11556

Abstract

Crocidolomia pavonana merupakan hama penting yang merusak tanaman pakcoy. Hama ini dapat menurunkan hasil produksi tanaman. Untuk memperbaiki hasil produksi dibutuhkan pengendalian terhadap hama ini dengan menggunakan insektisida nabati dari daun belimbing wuluh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui cara pemberian dan konsentrasi ekstrak daun belimbing wuluh terhadap mortalitas larva      C. pavonana pada tanaman pakcoy, serta interaksi antara keduanya. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial, yang terdiri dari 2 faktor, yaitu faktor cara pemberian ekstrak daun belimbing wuluh (P) yang terdiri dari 2 taraf yaitu: P1 = Tetes Topikal dan P2 = Celup Pakan serta faktor konsentrasi ekstrak daun belimbing wuluh (K) yang terdiri dari 5 taraf, yaitu:  K0 = Kontrol, K1 = 3,5%, K2 = 5%, K3 = 7,5%, dan K4 = 10%. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa cara pemberian celup pakan dengan konsentrasi ekstrak daun belimbing wuluh 10% mampu menyebabkan mortalitas larva sebesar 100% pada 96 Jam Setelah Aplikasi. Ekstrak daun belimbing wuluh dapat digunakan dalam mengendalikan hama C. pavonana.
Pengaruh Penambahan Eco Enzyme Kulit Nanas Terhadap Hasil Tiga Varietas Sawi Pakcoy (Brassica chinensis L.) Pada Hidroponik Wick System Nugraha, Muhammad Martin Eka; Sadiyah, Halimatus
Agrium Vol 20 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i2.11439

Abstract

Pakcoy merupakan salah satu tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan secara hidroponik. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui perbedaan hasil dari beberapa varietas pakcoy dan pengaruh eco enzyme terhadap hasil tanaman beserta interaksi antara keduanya. Penelitian ini dilakukan di greenhouse Agrotechno Park Universitas Jember pada bulan Agustus-Oktober 2022. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap Faktorial. Faktor  pertama yaitu varietas tanaman pakcoy dengan tiga taraf perlakuan (Pakcoy Hijau Var. Nauli, Pakcoy Merah Var. Xandria, dan Pakcoy Putih Var. Dakota) dan faktor kedua yaitu dosis eco enzyme dengan 4 taraf perlakuan (AB Mix, AB Mix+eco enzyme 10 ml/l, AB Mix+eco enzyme 15 ml/l, dan AB Mix+eco enzyme 20 ml/l). Parameter yang diamati diantaranya yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, diameter batang, panjang akar, volume akar, berat basah, berat kering, dan kadar klorofil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara perlakuan varietas dan dosis eco enzyme terhadap hasil tanaman pakcoy yang didominasi oleh kombinasi perlakuan P1E1 (Pakcoy Hijau Var. Nauli X AB Mix+eco enzyme 10 ml/l). Namun, secara umum perlakuan E1 (AB Mix+eco enzyme 10 ml/l) tidak berbeda nyata dengan perlakuan E0 (AB Mix).
Variasi Umur Pamelo Rakyat Terhadap Perubahan Sifat Fisik Tanah Di Kabupaten Bireuen Propinsi Aceh Yusra, Yusra; Khusrizal, Khusrizal; Hastriana, Kiki Hayati
Agrium Vol 20 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i2.11445

Abstract

Vegetasi memiliki peran yang sangat penting dalam proses pembentukan tanah yang pada akhirnya sangat menentukan sifat tanah, namun disisi lain sifat tanah termasuk sifat fisik dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan sifat fisik tanah pada lahan pamelo dengan umur yang bervariasi di Kabupaten Bireuen Provinsi Aceh. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan 4 tahapan yaitu tahapan persiapan, tahapan survey pendahuluan, tahapan survey utama dan penyajian hasil. Sampel tanah dibagi menjadi sampel tanah tidak terganggu dan tanah terganggu. Sampel tanah diambil dari areal yang ditanami tanaman pamelo selama 5, 10, 20 dan 25 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekstur tanah didominasi oleh lempung, lempung berdebu dan lempung berpasir, permeabilitas 1,59-4,54 cm jam-1, berat jenis 1,24-1,41 cm jam-1, porositas 0,12-0,98% dan kadar air 46,79-53,21%. Uji koefisien korelasi (r) menunjukkan fraksi pasir berkorelasi negatif dengan fraksi debu (r = -0,993 **). Permeabilitas berkorelasi negatif dengan bulk density (r = -0,736 **) dan berkorelasi positif dengan porositas (r = 0,736 **). Bulk density berkorelasi positif dengan porositas (r = -1.000 **). Fraksi pasir dan debu berpengaruh pada lahan pamelo dengan semua umur tanam, sedangkan parameter lain tidak.
Penilaian Kesesuaian Lahan Kualitatif Untuk Tanaman Pala Di Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen Irmayunita, Irmayunita; Yusra, Yusra; Akbar, Halim; Khusrizal, Khusrizal; Hafifah, Hafifah
Agrium Vol 20 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i2.11440

Abstract

Pala (Myristica fragrans Hott.) merupakan tanaman evergreen yang memiliki khasiat obat untuk mengobati berbagai penyakit dan bernilai ekonomi sehingga perlu dikembangkan dan ditingkatkan kualitas maupun kuantitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelas kesesuaian lahan kualitatif untuk tanaman pala yang dilaksanakan di Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen. Analisis tanah dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh dan di Laboratorium Penelitian Tanah dan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Penelitian dilaksanakan pada Juli-Agustus 2022 dengan menggunakan metode survei dengan pendekatan evaluasi lahan secara pararel. Pendekatan ini terdiri atas evaluasi kesesuaian lahan berdasarkan kriteria fisik dan evaluasi kesesuaian lahan. Metode survei yang digunakan terdiri atas 4 tahap yaitu : tahap persiapan,  pendahuluan, utama, dan analisis data serta penyajian hasil. Hasil penelitian menunjukan kelas kesesuaian lahan untuk tanaman pala di Kecamatan Peudada masuk kelas S3 (sesuai marginal) dengan faktor pembatas berupa curah hujan, drainase, KB, lereng, dan bahaya erosi. Sehingga perlu dilakukan perbaikan supaya dapat meningkatkan kelas kesesuaian lahan menjadi S1 (sangat sesuai).
Respon Perakaran Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Akibat Pemberian Konsentrasi Biourin Sapi Dan Dosis Pupuk NPK Jamidi, Jamidi; Zuliati, Septiarini; Wirda, Zurrahmi
Agrium Vol 20 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i2.11459

Abstract

Bibit kelapa sawit berkualitas dicirikan dengan memiliki pertumbuhan terutama perakaran yang baik. Pupuk organik mampu memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan pertumbuhan tanaman. Biourin sapi sebagai pupuk organik mengandung hormon dan unsur yang mendukung perkembangan akar bibit kelapa sawit. Pupuk NPK juga dapat mendukung pertumbuhan kelapa sawit. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh pemberian biourin sapi dan NPK serta interaksinya terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan di Reuleut, Kabupaten Aceh Utara dan Laboraturium Pertanian Universitas Malikussaleh menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial. Faktor pertama yaitu konsentrasi biourin sapi terdiri dari 0, 50, 75, dan 100 cc/Liter. Faktor kedua yaitu dosis pupuk NPK terdiri dari 0, 2, dan 3 gram/polybag. Peubah yang diamati meliputi tinggi bibit, jumlah daun, panjang akar, berat segar akar dan berat kering akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biourin sapi meningkatkan pertumbuhan tinggi bibit, dan jumlah daun dan panjang akar bibit kelapa sawit. Pupuk NPK meningkatkan pertumbuhan tinggi bibit, jumlah daun, berat segar akar dan berat kering akar. Interaksi dari pemberian biourin sapi dan pupuk NPK meningkatkan jumlah daun dan panjang akar bibit kelapa sawit. Konsentrasi biourin sapi 100 cc/Liter dan dosis pupuk NPK 2 gram/polybag merupakan perlakuan terbaik.
Respon Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Terhadap Pemberian Beberapa Dosis Fungi Mikoriza Abuskular (FMA) Di Pre Nursery Pada Tanah Ultisol Yuliatri, Yuliatri
Agrium Vol 20 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i2.11442

Abstract

Fungi Mikoroza Arbuskular (FMA) merupakan asosiasi antara salah satu fungi yang bersimbiosis dengan perakaran tanaman dan dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tanaman kelapa sawit merupakan komoditi unggulan yang menghasilkan  lebih banyak minyak dibanding tanaman lain. Produktifitas tanaman kelapa sawit juga dapat ditingkatkan dengan menggunakan bibit unggul dan pemanfaatan mikroorganisme yang dapat membantu pertumbuhan tanaman. Tujuan penelitian untuk mendapatkan dosis FMA yang terbaik terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di Pre Nursery pada Ultisol. Parameter yang diamati adalah Persentase Akar Terinfeksi, Tinggi Bibit, Jumlah Daun, Panjang Akar, Bobot segar Bibit, Bobot Segar Akar, Bobot Kering Bibit, Bobot Kering Akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis FMA 5-20 gram dapat meningkatkan derajat infeksi dengan kriteria tinggi yaitu berkisar 55-70%. Pemberian dosis 5 gram FMA menunjukkan derajat infeksi tertinggi yaitu 70%. Bibit kelapa sawit umur 16 MST menunjukkan pertumbuhan yang hampir sama pada semua variabel pengamatan baik tanpa diberi FMA maupun diberi FMA.
Respon Pemberian Beberapa Konsentrasi Pupuk Organik Cair Terhadap Keragaan Pertumbuhan Dan Hasil Tiga Varietas Kacang Tanah (Arachis hypogea L.) Rahma Elfiza, Dilla; Nilahayati, Nilahayati
Agrium Vol 20 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i2.11487

Abstract

Kacang tanah  merupakan tanaman kacang-kacangan terpenting kedua setelah kedelai yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Upaya peningkatan produksi kacang tanah di Indonesia dapat dilakukan antara lain melalui pemupukan menggunakan pupuk organik cair diikuti dengan penanaman varietas unggul. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair dan beberapa varietas terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah. Penelitian dilaksanakan di Desa Tambon Tunong Aceh Utara pada bulan Juli-Oktober 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap  Faktorial dengan tiga ulangan. Faktor Pupuk Organik Cair (POC) terdiri dari 4 taraf, P0=0 ml/l, P1=5 ml/l, P2 =10 ml/l, P3=15 ml/l. Faktor varietas  terdiri dari 3 taraf, V1= Kancil, V2=Takar 2, V3=Tasia 2. Data yang diperoleh dari penelitian dianalisis dengan menggunakan uji F. Jika terdapat pengaruh yang signifikan maka dilanjutkan dengan uji DMRT  5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC berpengaruh terhadap peubah tinggi tanaman dan jumlah polong per tanaman.  Konsentrasi POC 15 ml/l merupakan konsentrasi terbaik dengan tinggi tanaman 56,38 cm, jumlah polong 52,21 polong/tanaman. Faktor varietas hanya berpengaruh terhadap peubah tinggi tanaman, berat biji kering per plot dan produksi.  Tasia 2 merupaka varietas dengan pertumbuhan tertinggi yaitu 46,68 cm, sementara produksi terbaik terdapat pada varietas Kancil.
Pengaruh Waktu Penyiangan Dan Populasi Kerapatan Jajagoan (Echinochloa crus-galli) Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Padi Sawah (Oryza sativa L.) Sumoharjo, Deden; Nasrullah, Nasrullah; Ramut, Anuar
Agrium Vol 20 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i2.11443

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu penyiangan dan kepadatan populasi jajagoan dengan jarak tanaman yang berbeda terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi sawah. Penelitian ini dilaksanakan di areal persawahan petani di Desa Lawe Hijo Kecamatan Bambel Kabupaten Aceh Tenggara dimulai pada bulan Mei dan selesai pada bulan Agustus 2022. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terpisah faktorial dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama sebagai petak utama adalah waktu penyiangan terdiri dari 5 taraf, yaitu P0 (tanpa penyiangan), P1 (waktu penyiangan jajagoan 3 minggu setelah tanam), P2 (waktu penyiangan jajagoan 6 minggu setekah tanam ), P3 (waktu penyiangan jajagoan 9 minggu setelah tanam) dan P4 (waktu penyiangan jajagoan 12 minggu setelah tanam). Faktor kedua sebagai anak petak adalah populasi jajagoan terdiri dari 4 taraf yaitu J0 (tanpa populasi jajagoan), J1 (populasi jajagoan 105 per plot dengan jarak tanam 22 cm dihitung dari tanaman utama), J2 (populasi jajagoan 210 per plot dengan jarak tanam 16 cm dihitung dari tanaman utama) dan J3 (populasi jajagoan 210 per plot dengan jarak tanam 12 cm dihitung dari tanaman utama) dan peubah amatan yang diamati adalah tinggi tanaman, luas daun tanaman, jumlah anakan tanaman padi, jumlah anakan tanaman padi produktif, jumlah gabah berisi per malai tanaman padi, jumlah gabah hampa per malai tanaman padi, berat gabah kering tanaman padi per sampel tanaman dan bobot kering jajagoan. Interaksi waktu penyiangan dan kerapatan jajagoan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 9 dan 12 minggu setelah tanam.
Respon Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Terong Ungu (Solanum melongena L.) Pada Konsentrasi Dan Jenis Pupuk Organik Cair Adelia Putri, Kiki; Sulistyono, Agus; Djarwantiningsih, Djarwantiningsih
Agrium Vol 20 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i2.11438

Abstract

Terong adalah jenis sayuran buah yang digemari, karena selain harga yang terjangkau juga mudah ditemukan di pasar, sehingga permintaannya  meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui adanya interaksi antara konsentrasi dan jenis pupuk organik cair (POC) pada pertumbuhan dan hasil tanaman terong ungu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Juli 2022, yang berlokasi di lahan Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan acak kelompok  yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu konsentrasi POC dengan 5 taraf yaitu 10%, 15%, 20%, 25% dan 30%. Faktor kedua yaitu POC kulit pisang dan POC limbah ikan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi yang nyata antara konsentrasi dan jenis POC yang diaplikasi terhadap  tinggi tanaman, jumlah daun, bobot buah per buah per tanaman pada periode ke-3 dan ke-5 dan bobot buah per tanaman periode ke-3, ke-4 dan ke-5. Kombinasi konsentrasi POC 30% dan jenis POC limbah ikan menunjukkan hasil tertinggi pada tinggi tanaman (87,17 cm) dan jumlah daun (55,50 helai), sedangan perlakuan kombinasi antara konsentrasi POC 25% dan jenis POC limbah ikan memberikan hasil tertinggi pada bobot buah per buah per tanaman pada periode ke-3 (176,95 g) dan ke-5 (219,72 g) dan bobot buah per tanaman yang dipanen periode ke-3 (357,11 g), ke-4 (381,89 g) dan ke-5 (351,33 g).
Evaluasi Keragaan Hasil Dan Skoring Keparahan Penyakit Karat Daun Pada Tanaman Sorgum Andriani, Dewi; Aminah, Siti; Amadius Weihan, Rayhan; Ovianalisa, Ovianalisa
Agrium Vol 20 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i2.11444

Abstract

Sorgum (Sorghum bicolor L.) merupakan tanaman pangan fungsional dan alternatif sebagai pengganti beras dan gandum karena mengandung gizi unik dan bebas gluten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan hasil dan tingkat keparahan serta kriteria ketahanan penyakit karat daun pada galur F6 sorgum. Penelitian menggunakan Rancangan Augmented yang terdiri dari 20 galur F6 sorgum tanpa ulangan dan 5 varietas pembanding sebagai kontrol dengan 3 ulangan sehingga diperolah 35 satuan percobaan. Data dianalisis dengan uji F dan dilanjutkan dengan Uji BNT pada taraf 5%, kemudian dilanjutkan dengan perhitungan nilai heritabilitas dan korelasi pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai heritabilitas setiap karakter yang diamati tergolonng tinggi. Tingkat keparahan penyakit karat daun berkorelasi negatif terhadap bobot malai dan bobot biji malai-1  yang menunjukkan adanya tingkat penyakit rendah dengan bobot hasil yang tinggi. Terdapat 7 galur diantaranya A-19-18-3, A-21-14-3, A-21-14-2, A-16-21-5, B-15-25-3, B-1-24-2 dan B-4-6-7 yang memiliki bobot hasil yang baik dan tahan terhadap penyakit karat daun.

Page 1 of 2 | Total Record : 12