cover
Contact Name
Muhammad Zainuddin Fathoni, ST., M.MT
Contact Email
zainuddin@umg.ac.id
Phone
+6281331707167
Journal Mail Official
matrik.ie@umg.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi
ISSN : 16935128     EISSN : 26218933     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Matrik Journal is published by Industrial Engineering Department, Faculty of Engineering University of Muhammadiyah Gresik, twice a year in March and September. The purpose of this journal is to facilitate scientists, researchers and practitioners to publish original research articles or article reviews. The article essentially contains topics on Industrial Engineering, Management, and Production.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 19 No 1 (2018)" : 7 Documents clear
ANALISIS PROPORSI KONDISI MESIN DAN KEANDALAN PADA MESIN HANGER SHOT BLAST DENGAN METODE MARKOV (STUDI KASUS : PT. BARATA INDONESIA (PERSERO)) Riezna Wahyuny Manto; Said Salim Dahda; Muhammad Zainuddin Fathoni
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 19 No 1 (2018)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v19i1.521

Abstract

PT. Barata Indonesia (Persero) merupakan salah satu perusahaan heavy industry di Indonesia yang bergerak dibidang engineering, procurement & construction, manufacturing dan foundry. Pada proses produksi, diketahui mesin Hanger Shot Blast memiliki angka downtime terbesar selama tahun 2017. Berdasarkan permasalahan ini, diperlukan untuk mencari proporsi kondisi mesin yaitu angka probabilitas mesin dalam kondisi baik hingga kondisi rusak berat yang diperlukan untuk perencanaan produksi, keandalan mesin serta faktor-faktor utama penyebab downtime yang terjadi.
ANALISIS PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI PADA PROSES PEMBUATAN FRAME MOTOR KLX DENGAN METODE LINE BALANCING DI PT.KMI Denny Siregar; Abdul Yasid
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 19 No 1 (2018)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v19i1.580

Abstract

KMI merupakan industri manufaktur yang bergerak di bidang industri otomotif roda dua ( sepeda motor) Dalam proses produksi terjadi masalah waktu menganggur (idle time) di stasiun kerja masing-masing yang terjadi pada lintasan kerja diline 1 KLX. Oleh karena itu perlu dilakukan penyeimbangan lintasan kerja pada proses pembuatan frame motor KLX, salah satunya dengan menggunakan metode line balancing Ranked Position Weigth (RPW). Dengan mengalokasikan beban kerja yang berlebihan kepada beban kerja yang sedikit maka akan menghasilkan lintasan yang seimbang, dari hasil perhitungan line balancing maka didapat waktu siklus yang merata, efisiensi naik menjadi 97,83% dari efisiensi awal 93,86 % dan Balance delay awal 6,14% menjadi 2,17 %. kapasitas produksi yang meningkat yang awalnya 55 unit per-8 jam kerja menjadi 58 unit per-8 jam kerja.
PENGARUH HUBUNGAN PEMAKAIAN BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) TERHADAP MAINTENANCE PADA HEAD TRUCK DI PT KUDA INTI SAMUDERA Darmadi Darmadi
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 19 No 1 (2018)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v19i1.508

Abstract

Penilitian ini dilakukan di PT Kuda Inti Samudera Surabaya yaitu perusahaan yang bergerak dibidang perawatan alatberat, berada pada wilayah terbatas PT Terminal Petikemas Surabaya. Latar belakang dilaksanakan penelitian ini karena konsumsi bahan bakar minyak pada head truck yang mengalami peningkatan, sehingga dilakukan MAINTENANCE dengan analisa faktor-faktor yang mempengaruhi pemakaian bahanbakar minyak pada head truck. Langkah-langkah dalam penelitian ini yaitu:”Pengaruh Hubungan Pemakaian Bahan Bakar Minyak (BBM) Terhadap Maintanance Pada Head Truck” dengan menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi pemakaian bahan bakar minyak. Untuk mendapat kanfaktor-faktor tersebut digunakan metode interview dengan kepala bagian mekanik dan ditentu kanfaktor-faktor yang mempengaruhi pemakaian bahan bakar minyak adalah jumlah service, jam operasional dan beban. Kemudian pengumpulan data dilakukan dengan metode literature yaitu pengumpulan data berdasarkan arsip-arsip yang berhubungan dengan maintenance. Data yang digunakan untuk penelitian mulai Januari 2016 sampai dengan Mei 2017. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi untuk mengetahuihu bungan antara variabel tetap (y) yaitu bahan bakar minyak dengan variable tidak tetap yaitu jumlah service (x1), jam operasional (x2), dan beban (x3). Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor yang dominan mempengaruhi konsumsi pemakaian bahan bakar minyak pada head truck Volvo FM 340 adalah jam operasional (x2) dengan koefisien korelasi sebesar 0,9831 dan koefisien determinasi sebesar 96,64%. Pada tipe Volvo FM 380 faktor yang paling dominan yaitu jam operasional (x2) dengan koefisien korelasi sebesar 0,9971 dan koefisien determinasi sebesar 99,43%. Sedangkan pada tipe Volvo FM 370 faktor yang paling dominan yaitu beban (x3) dengan koefisien korelasi sebesar 0,9514 dan koefisien determinasi sebesar 90,53%.
USULAN PERBAIKAN KUALITAS PRODUKSI ALUMINIUM TUBE BEROCCA ORG (ORANGE) 15AU DENGAN ALAT BANTU STATISTIK SEVEN TOOLS (STUDI KASUS DI PT. XYZ) denny denny Denny Siregar; Kristin Samdamery
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 19 No 1 (2018)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v19i1.578

Abstract

The research about PT. XYZ which is one of the companies engaged in the field of packanging. The problem in this research is because of the increasing number of defect aluminum tube Berocca Org (Orange) 15 AU for the last four months that exceed the tolerance limits set by the company that is equal to 1.7% of the amount of production each month, therefore need improvement Quality products in the company. The objectives of this research are 1) to know the dominant defect type on Berocca Org (Orange) 15 AU product in finishing part 2) Find the root of the most important problem from the dominant defect type of Berocca Org (Orange) 15 AU 3) Recommend the improvement proposal to decrease Percentage defect on Berocca Org (Orange) 15 product material. The method used is to use tool of statistical seven tools that check sheet,pareto chart, p-chart and fishbone diagram. The results of the study were 1) Type of donation defect on Berocca Org (Orange) 15 AU product ie melet, stripes and eyes. 2) The root problem of the melet defect is that there is no routine time for maintenance and replacement per spring. The root of the most important problem of defect stripes is tired printing operators and printing operator's assistants lack the focus of stirring ink. Furthermore, the root of the most important problem of eye defect is the absence of clear and detailed SOP to check the printout. 3) Proposed improvements to reduce the percentage of defect is to perform maintenance (preventive maintenance) on a regular basis and scheduled to the machine and engine components for the duration of its life, to train new operators to operate the printing machine, controlling and adding alarms in the setting reads every A certain time for the operator's assistant to check and stir the printing ink,makin work instructions for controlling the printing process.
PERBAIKAN KUALITAS PRODUK ENTERTAINMENT CABINET HOWARD MILLER DENGAN PENDEKATAN SIX SIGMA DI PT. SINGATA FURNITURE Gatot Basuki HM
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 19 No 1 (2018)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v19i1.531

Abstract

Persaingan usaha manufaktur semakin ketat. Faktor kualitas menjadi prioritas utama yang harus dijaga dalam proses produksi. PT. Singata Furniture merupakan salah satu perusahaan furniture yang berorientasi eksport. Salah satu produknya adalah entertainment cabinet howard miller. Namun dalam proses produksinya sering terjadi kecacatan produk yang disebabkan oleh banyak faktor yang belum mendapatkan solusi untuk memperbaikinya. Dengan pendekatan six sigma melalui penerapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) diharapkan dapat menganalisis faktor-faktor penyebab kecacatan yang terjadi dan memberikan usulan perbaikan sehingga dapat meningkatkan kualitas produksi. Hasil penelitian menunjukan terdapat 4 kriteria cacat yaitu salah potong, pecah, veneer menggelembung dan chipping coating. Dari hasil pengujian awal terhadap hasil produksi diperoleh nilai DMPO sebesar 15.716 dengan level sigma 3,68. Persentase cacat terbesar adalah cacat salah potong sebesar 36,8%. Kemudian cacat chipping coating sebesar 22,6%, cacat pecah 21,8% dan cacat veneer menggelembung sebesar 18,8%. Usulan perbaikan yaitu pengecekan MC kayu 12%, pengecekan density lem veneer dan permukaan roll, penyetelan mortizer harus simetris, aplikasi pencampuran cat sesuai dengan coating sheet. Nilai level sigma setelah tindakan perbaikan diperoleh sebesar 3,92.
ANALISIS PENGARUH SHIFT KERJA TERHADAP BEBAN KERJA MENTAL PADA OPERATOR DISTRIBUTED CONTROL SYSTEM (DCS) DENGAN METODE NASA-TAKS LOAD INDEX (TLX) (Studi Kasus: PT. Cahaya Fajar Kaltim) Riko Ardhi Surya; Lina Dianati Fathimahhayati; Farida D. Sitania
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 19 No 1 (2018)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v19i1.510

Abstract

PT Cahaya Fajar Kaltim merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Pada tanggal 26 Maret 2003 merupakan awal resminya PT. Cahaya Fajar Kaltim yang beroperasi di daerah Embalut, Tanjung Batu, Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. Sistem produksi yang digunakan di PT Cahaya Fajar Kaltim menggunakan sistem otomasi sehingga semua proses produksi dilakukan secara terpusat dengan menggunakan piranti elektronik berupa komputer di area Distributed Control System (DCS). Karena sifatnya yang vital, menjadikan area DCS rentan terhadap resiko yang berdampak besar. Di area DCS, para operator dituntut dalam memantau dan memberikan keputusan yang tepat disaat kondisi darurat. Kondisi ini membuat beban kerja mental yang dirasakan oleh operator tinggi. Pengukuran beban kerja mental pada penelitian ini menggunakan metode NASA- Taks Load Indexs (TLX) dengan mempertimbangkan 3 kondisi kerja yang berbeda yaitu shift pagi pada pukul 07.00-15.00, shift siang pada pukul 15.00-23.00, dan shift malam pada pukul 23.00-07.00. Hasil penelitian menunjukan bahwa beban kerja mental yang diperoleh operator boiler di area DCS didapat pada shift pagi termasuk ke dalam kategori beban kerja mental tinggi dengan nilai skor sebesar 55,89, pada shift siang termasuk ke dalam kategori beban kerja mental agak tinggi dengan nilai skor sebesar 49,41, dan pada shift malam termasuk ke dalam kategori beban kerja mental tinggi dengan nilai skor sebesar 60,52. Berdasarkan metode NASA-TLX shift kerja yang paling tingi dirasakan operator boiler di (DCS) PT.CFK adalah shift malam yang disebabkan oleh menurunnya daya konsentrasi karena rasa mengantuk, kemudian shift pagi yang disebabkan banyaknya tugas yang diberikan meliputi input data, kontroling, dan pengawasan namun operator bisa menyesuaikan kondisi, kemudian terakhir pada shift siang hari sama kondisinya dengan shift pagi namun banyaknya tugas jauh berkurang tugas hanya meliputi kontroler dan pengawasan. Rekomendasi dapat diberikan terhadap hasil nilai perhitungan dan analisa beban kerja mental operator boiler Distributed Control System (DCS) di PT.Cahaya Fajar Kaltim yaitu dengan menerapkan sistem shift baru, menyediakan tempat istirahat yang memadai, membangun fasilitas dan prasarana pendukung, dan juga memberikan pelatihan keamanan kerja yang rutin.
PENENTUAN LOKASI ALTERNATIF TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR SAMPAH (TPA) MENGGUNAKAN QUANTITATIVE METHOD Muhammad Zainuddin Fathoni
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 19 No 1 (2018)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v19i1.574

Abstract

Placement and determination of waste landfill locations in each city is very important. The location of a landfill that is not well organized will cause some negative consequences, which can cause damage to infrastructure; local environmental pollution; release of methane gas which is called organic decomposition; means of carrying diseases such as rats and flies; and simple interference. The existing landfill in Gresik city, precisely in the Ngipik Village, needs to be evaluated again because besides being in an urban location, the TPA has already been overloaded. Stakeholders need to find alternative locations to organize the city and make the city more comfortable for residential and urban areas. The solution to the problem requires a support method to find a solution. One method of supporting the decision is the method of transportation, this method can help to determine the optimal location of various alternatives. The transportation method discusses the distribution of goods from a number of sources (supply) to various destinations (requests) with the aim of minimizing the costs of transportation that occur. The results of calculating the optimal solution for each location using POM software by using a combination of existing landfill with TPA proposed I total costs spent in a day Rp.1.764.105,20. Temporary costs incurred using the existing landfill combination with TPA proposed II is Rp. 1.981.150,60. And the costs incurred using the existing landfill combination with the TPA proposed I and TPA proposed II ​​amounting to Rp.2.121.919,80. The combination of the use of the existing landfill with TPA proposed I has the lowest cost value of all alternatives.

Page 1 of 1 | Total Record : 7