cover
Contact Name
Muhammad Zainuddin Fathoni, ST., M.MT
Contact Email
zainuddin@umg.ac.id
Phone
+6281331707167
Journal Mail Official
matrik.ie@umg.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi
ISSN : 16935128     EISSN : 26218933     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Matrik Journal is published by Industrial Engineering Department, Faculty of Engineering University of Muhammadiyah Gresik, twice a year in March and September. The purpose of this journal is to facilitate scientists, researchers and practitioners to publish original research articles or article reviews. The article essentially contains topics on Industrial Engineering, Management, and Production.
Articles 258 Documents
PERUMUSAN STRATEGI PENINGKATAN PEREKONOMIAN DAERAH MELALUI PENGEMBANGAN SEKTOR EKONOMI POTENSIAL DENGAN ANALISIS SHIFT-SHARE DAN SWOT DI KABUPATEN GRESIK sarmadi sarmadi
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 13 No 2 (2013)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v13i2.668

Abstract

Berdasarkan pada peraturan pemerintah daerah yang diatur dalam UU No.22 tahun 1999 tentang pemerintah daerah kabupaten/Kota khususnya di bidang pembuatan perencanaan pembangunan. Kedudukan rumusan perencanaan pembangunan bagi Pemerintah Kabupaten/Kota sangat urgen dan strategis, karena pada dasarnya suatu perencanaan berfungsi sebagai pedoman dan arah serta sebagai tolok ukur untuk menilai suatu keberhasilan pelaksanaan pembangunan. Maka dari sini dapat diperoleh rumusan permasalahan yaitu sektor mana yang merupakan sektor potensial dan bagaimanakah menentukan strategi peningkatan perekonomian daerah melalui pengembangan sektor potensial di Kabupaten Gresik. Melihat permasalahan tersebut diatas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sektor-sektor potensial yang perlu mendapat prioritas serta untuk menentukan strategi peningkatan ekonomi daerah melalui pengembangan sektor potensial di Kabupaten Gresik. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan metode kualitatif. Dalam metode kuantitatif, data dianalisis secara matematis dengan menggunakan metode shift-share. Analisis ini digunakan untuk menghitung perubahan pertumbuhan (pergeseran) sektor/subsektor yaitu pergeseran dari sektor pertanian kesektor industri. Dengan analisis ini akan dihasilkan sektor-sektor ekonomi potensial yang perlu dikembangkan di Kabupaten Gresik. Sedangkan metode kualitatif yaitu pembahasan secara diskriptif berupa penggambaran kondisi yang ada (internal dan eksternal) dengan menggunakan teknik SWOT. Analisis SWOT membandingkan antar faktor Eksternal : Peluang (Opportunities) dan ancaman (Threats) dengan faktor internal : Kekuatan (Strenghts) dan kelemahan (Weaknesses). Dari hasil perbandingan tersebut, dapat diperoleh kombinasi-kombinasi yang akan memunculkan berbagai strategi yang akan digunakan untuk meningkatkan perekonomian Kabupaten Gresik melalui pengembangan sektor ekonomi potensial yang telah dihasilkan oleh analisis Shift-share.
PENGEMBANGAN MECHANIC CUTTING DENGAN TIGA DERAJAT KEBEBASAN BERBASIS BALLSCREW Suroso suroso; Aryanda Lukmana; Nugroho Tri Sanyoto
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 17 No 1 (2016)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB)

Abstract

Telah dilakukan pengembangan mecahnic Cutting dengan tiga derajat kebebasan berbasis ballscrew yang bertujuan dapat melakukan pemotongan material lembaran atau plat untuk skala laboratorium. Mechanic cutting ini dirancang menggunakan ballscrew dan linear guideway dan motor stepper, untuk melakukan gerak axis horisontal X dan Y serta gerak axis vertikal Z. Perhitungan dilakukan terhadap pemilihan komponen mechanic cutting agar mampu melakukan gerak untuk 3 derajat kebebasan. Hasil dari disain didapat diameter ballscrew ½ inch, torsi sebesar 4, 87mm , hasil pengujian mekanik untuk sumbu X sejauh 300 mm dengan kecepatan geser 5 mm/s ,sumbuY sejauh 200 mm dengan kecepatan geser 5 mm/s, serta pada sumbu Z sejauh 75 mm dengan kecepatan geser 12,5 mm/s dan galat gerakan sebesar 0,14%.
PENILAIAN KINERJA KARYAWAN DENGAN METODE HUMAN RESOURCES SCORECARD DAN FUZZY AHP Muhammad Zakariya; Deni Andesta
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 16 No 2 (2016)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7.778 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v16i2.559

Abstract

Penilaian kinerja karyawan merupakan salah satu sumber daya yang digunakan sebagai alat penggerak dalam memajukan suatu perusahaan. Pengukuran kinerja dalam sebuah organisasi merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dilakukan karena semua organisasi perlu mengevaluasi dan merencanakan kinerjanya agar dapat mencapai tujuan organisasi. Berpijak dari latar belakang tersebut maka tujuan dari penelitian ini adalah menentukan karyawan yang dapat memberikan performansi terbaik, berdasarkan kriteriayang telah ditentukan perusahaan untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja sumber daya manusia perusahaan. UD Jasa Pulsa adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang distributor, penjualan pulsa elektrik, dan penjualan nomer. Penelitian ini melibatkan lebih dari satu kriteria dalam menentukan karyawan, agar dapat membuat keputusan yang tepat maka diperlukan metode Human Resources Scorecard (HRSC). Metode yang digunakan adalah metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Fuzzy Set, yang untuk selanjutnya disebut Fuzzy AnalyticalHierarchy Process (FAHP). Metode FAHP ini digunakan untuk mengatasi keterbatasan yang ada pada metode Analytical Hierarchy Process (AHP) yaitu ketidakmampuan dalam mempertimbangkan ketidakpastian yang muncul akibat subjektivitas manusia.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 9 kriteria yang harus dipertimbangkan dalam menentukankaryawan di UD Jasa Pulsa Gresik. Kesembilan kriteria tersebut adalah keuntungan kotor, keuntungan bersih, pangsa pasar, pertumbuhan jumlah pelanggan, kepuasan pelanggan, prosentase produk cacat/rusak, tingkat pertumbuhan customer, kepuasan kerja karyawan, dan kesempatan pengembangan karir. Hasil dari tahapan metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP) didapatkan urutan kriteria sebagai berikut : BNP 78,93 diperoleh untuk karyawan F, BNP 78,88 untuk karyawan I dan BNP 75,38 untuk karyawan B.
PERANCANGAN SISTEM KERJA UNTUK MENINGKATAN EFEKTIFITAS DAN EFISIENSI KERJA DI CV. INTI TEKNIK SURABAYA Suhartini Suhartini
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 14 No 2 (2014)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v14i2.516

Abstract

CV. Inti Teknik merupakan perusahaan yang memproduksi panel listrik. Pada saat ini perusahaan tersebut telah memiliki banyak pelanggan baik itu yang di kawasan Surabaya maupun kawasan diluar Surabaya. Dari kondisi perakitan di perusahaan tersebut masih jauh dari kata efektif dan efisien. Karena tingkat menganggur yang cukup tinggi terjadi pada beberapa karyawan yang melakukan perakitan, dan juga berkenaan dengan jumlah stasiun kerja yang berubah-ubah.Metode yang di pakai dalam penelitian ini adalah line balancing dengan pendekatan bobot posisi, pendekatan wilayah, dan pembebanan berurutan. Dengan membandingkan dari ketiga metode tersebut diharapkan tercipta suatu sistem kerja yang tepat dalam membuat suatu lintasan perakitan yang efektif dan efisien.Pada penerapan ketiga metode didapatkah hasil untuk pembagian jumlah stasiun dalan lintasan perakitan adalah 4 stasiun. Dari hasil yang di dapat metode bobot posisi memiliki hasil perhitungan yang lebih baik dibandingkan dengan metode pendekatan wilayah serta metode pembebanan berurut. Hasil untuk efisiensi dengan menggunakan metode bobot posisi bisa mencapai 100%. Untuk hasil dengan menggunakan metode pendekatan wilayah sama dengan metode pembebanan berurut yaitu 99,6%. Apabila perusahaan menghendaki untuk efektifitas yang tinggi, maka hasil dari metode bobot posisilah yang tepat untuk di terapkan perusahaan ini, hasil efisiensi untuk tiap stasiunnya dari metode bobot posisi adalah: stasiun ke-1 adalah 100%, stasiun ke-2 adalah 100%, stasiun ke-3 adalah 100%, dan untuk stasiun ke-4 juga 100%. Untuk waktu operasi tiap atasiunnya adalah 239 menit.
ANALISIS BEBAN KERJA KARYAWAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SWAT DAN NASA-TLX (STUDI KASUS DI PT LG ELECTRONIC INDONESIA) Chancard Basumerda
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 20 No 1 (2019)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v20i1.856

Abstract

PT LG Electronics Indonesia merupakan salah satu perusahaan industri yang bergerak dibidang elektronik dengan produk yang dihasilkan berupa bahan setengah jadi atau berupa item part. Proses produksi pada PT LG Electronics Indonesia terdapat tiga proses yaitu proses SMT (Surface Mount Tecnology), Assy dan Test. Pada ketiga proses tersebut dibutuhkan ketelitian yang cukup tinggi dengan waktu yang telah ditentukan agar sesuatu yang dihasilkan dari proses tersebut tidak terdapat cacat produk dan ketepatan waktu penyelesaian setiap proses merupakan salah satu indikator penilaian kinerja. Tuntutan pekerjaan harus bekerja keras dalam memberikan pelayanan yang baik terhadap pelanggan agar dapat bersaing dengan perusahan lain dan menghasilkan produk berkualitas. Oleh karena itu penelitian ini menggunakan metode Subjective Workload Assessment Tecnique atau dikenal dengan metode SWAT bertujuan untuk menentukan beban kerja mental yang dialami oleh para karyawan dengan metode SWAT yang diolah menggunakan aplikasi DosBox 0.74. Aktivitas produksi terdiri dari sepuluh aktivitas, yaitu memasukkan PCB ke mesin dan memeriksa komponen pada PCB, memotong PCB, memberi cream solder, memasang komponen terminal, memasang komponen chassis pada PCB, solder konektor, memeriksa gap, memeriksa DIF, visual inspection point last checking dan packing dan proses adjusting (proses pengaturan produk). Hasil penelitian menyatakan yang mempengaruhi operator produksi terhadap kinerja di PT LG Electronics Indonesia adala faktor waktu atau time load dengan persentase sebesar 48.55%, sedangkan beban usaha mental atau effort load cukup berpengaruh pada beban kerja dengan persentase sebesar 24.64%, dan beban tekanan psikologis atau stress load dengan persentase sebesar 28.81%. Sedangkan pada metode NASA-TLX beban kerja yang yang paling tinggi pada bagian Assembly (61), Packaging (60), SMT (58), Quality Control (56) dan Test (54). Kata Kunci : Beban Kerja Mental, Operator Produksi, SWAT, NASA-TLX
UPAYA PERBAIKAN KUALITAS UNIT PELAYANAN TEKNIK DENGAN PENDEKATAN LEAN SERVICE (Studi Kasus : PT. PLN APJ Surabaya Selatan) Mairina Anggarini Francesca; Eko Nurmianto
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 10 No 2 (2011)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v10i2.383

Abstract

Unit Pelayanan Teknik adalah pihak yang menangani gangguan distribusi secara langsung, dimana unit ini memiliki pengaruh yang besar terhadap kualitas pelayanan jaringan. Terdapatnya pengaduan akan gangguan pada saat ini mengindikasikan adanya waste pada proses pelayanan jaringan sehingga pada penelitian kali ini akan dilakukan suatu upaya perbaikan kualitas dari unit pelayanan teknik dari segi efisiensi. Metode pada penelitian ini adalah Data Envelopment Analysis untuk menentukan unit mana yang akan menjadi fokus utama dalam penelitian berdasarkan tingkat efisiensi, Lean Service untuk memperbaiki kualitas pelayanan teknik yang masih kurang baik, serta Value management dan pemodelan sistem dinamik dengan software Vensim yang digunakan untuk melakukan improvement. Hasil penelitian menunjukkan bila dengan Data Envelopment Analysis, Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) Dukuh Kupang dinyatakan tidak efisien dengan Technical Efficiency sebesar 0,73. Dan upaya perbaikan dalammereduksi waste ditemukan waste defect sebagai penyebab utama dengan tujuh jenis penyebab gangguan sebagai Critical to Quality. Dari CTQ ditemukan penyebab waste serta prioritas untuk perbaikan, dan alternatif perbaikan yang direkomendasikan telah mampu meningkatkan efisiensi pelayanan teknik didasarkan pada nilai RPN tertinggi dari FMEA yang kemudian disimulasikan untuk mendapatkan alternatif terbaik. Dari alternatif yang ada, dapat dibuktikan rekomendasi perbaikan telah merubah Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) menjadi efisien dengan perubahan nilai scale efficiency dari 0,972 menjadi 1. Kelebihan dari penelitian ini adalah permasalahan dibahas secara lengkap dan rinci,dimana sasaran perbaikan dilakukan terhadap unit yang benar-benar mengalami masalah. Kemudian penyebab dari masalah yang ada dicari akar penyebabnya sehingga prioritas dari perbaikan dapat tepat sasaran. Dan upaya dalam memilih alternatif terbaik disimulasikan terlebih dahulu dengan tujuan dapat mengetahui perilaku sistem atas dampak perbaikan yang dilakukan. Sehingga pada akhirnya dapat dilakukan suatu perbandingan antara kondisi sistem sebelum dan sesudah perbaikan.
PENERAPAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT DAN TAGUCHI GUNA MENINGKATKAN KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP KUALITAS PRODUK PUPUK GUANOKU DI UD. PUPUK GUANOKU GRESIK Abidin Abidin
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 15 No 2 (2015)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v15i2.544

Abstract

Perkembangan industri semakin cepat dan tidak bisa terelakkan lagi jika persaingan antar perusahaan semakin ketat. Persaingan antar perusahaan menuntut untuk selalu dilakukannya evaluasi dan inovasi terhadap produk agar dapar diterima oleh konsumen. Kepuasan konsumen terhadap suatu produk sering kali di tinjau dari segi kualitas produk itu sendiri dimana, konsumen merasa belum puas terhadap produk Pupuk Guanoku, oleh sebab itu maka diperlukan penelitian untuk mengetahui kebutuhan yang diinginkan konsumen.Penerapan Metode Quality Function Deployment dan Taguchi guna untuk meningkatkan kepuasan konsumen terhadap kualitas produk Pupuk Guanoku agar semakin baik sesuai harapan konsumen. Metode Taguchi digunakan untuk bagian integral dari Quality Function Deployment yang menyediakan sarana kekuatan rancangan kokoh dengan melakukan eksperimen.Hasil pengolahan menunjukkan bahwa atribut kriteria konsumen meliputi ukuran kemasan, kandungan, bentuk, warna, harga yang terjangkau, desain, dosis, dan bahan baku. Respon teknis tertinggi pada kandungan NPK dilakukan perhitungan taguchi dan didapatkan hasil yang paling optimum yaitu factor kotoran kelelawar 200 gr, faktor decalcium phosphat 50 gr, factor stardec 65 ml, and factor Air 75 ml.
UPAYA PERBAIKAN KUALITAS UNIT PELAYANAN TEKNIK DENGAN PENDEKATAN LEAN SERVICE (Studi Kasus : PT. PLN APJ Surabaya Selatan) Mairina Anggarini Francesca
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 8 No 2 (2010)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7.778 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v8i2.373

Abstract

Technique Service Unit as party who handling directly distribution disturbance, where this unit have big influence on network service quality. Found that compliance on disturbance at present indicating there is waste in network service process then at this research will be quality repair effort from technique service unit from efficiency aspect. In this research method are Data Envelopment Analysis to determining where unit would be primary focus in this research based on efficiency level, Lean Service to improving poor technique service quality, as well as Value Management and dynamic system modeling with software Vensim used for improvement doing. Result of the research indicating whenever Data Envelopment Analysis, Network Service Unit (UPJ) Dukuh Kupang stated inefficiency with Technical Efficiency around 0,73. And repair effort in waste reducing found that waste defect as main cause with seven typesdisturbance causes as Critical to Quality. From CTQ found waste cause as well as repair priority, and repair alternative based on highest RPN value from FMEA then simulated to get best alternative. From available alternative, could be proved that repair recommendation had changed Network Service Unit (UPJ) be efficient with scale efficiency value change from 0,972 to 1. The advantage of this research are problem discussed completely and detail, where repair objectives done on unit really experienced problem. Then causes of the exist problem seek the cause root then priority of repair could precisely. And effort in choosing best alternatives previous simulated with the aim could be known system behavior over the impact of repair that be conducted. Then finally enable a comparison between before systemcondition and after repair
PERBAIKAN KUALITAS PRODUK ENTERTAINMENT CABINET HOWARD MILLER DENGAN PENDEKATAN SIX SIGMA DI PT. SINGATA FURNITURE Gatot Basuki HM
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 19 No 1 (2018)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v19i1.531

Abstract

Persaingan usaha manufaktur semakin ketat. Faktor kualitas menjadi prioritas utama yang harus dijaga dalam proses produksi. PT. Singata Furniture merupakan salah satu perusahaan furniture yang berorientasi eksport. Salah satu produknya adalah entertainment cabinet howard miller. Namun dalam proses produksinya sering terjadi kecacatan produk yang disebabkan oleh banyak faktor yang belum mendapatkan solusi untuk memperbaikinya. Dengan pendekatan six sigma melalui penerapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) diharapkan dapat menganalisis faktor-faktor penyebab kecacatan yang terjadi dan memberikan usulan perbaikan sehingga dapat meningkatkan kualitas produksi. Hasil penelitian menunjukan terdapat 4 kriteria cacat yaitu salah potong, pecah, veneer menggelembung dan chipping coating. Dari hasil pengujian awal terhadap hasil produksi diperoleh nilai DMPO sebesar 15.716 dengan level sigma 3,68. Persentase cacat terbesar adalah cacat salah potong sebesar 36,8%. Kemudian cacat chipping coating sebesar 22,6%, cacat pecah 21,8% dan cacat veneer menggelembung sebesar 18,8%. Usulan perbaikan yaitu pengecekan MC kayu 12%, pengecekan density lem veneer dan permukaan roll, penyetelan mortizer harus simetris, aplikasi pencampuran cat sesuai dengan coating sheet. Nilai level sigma setelah tindakan perbaikan diperoleh sebesar 3,92.
EVALUASI PERBAIKAN SISTEM PRODUKSI PLAT BAJA DENGAN PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING Evi Yuliawati
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 9 No 1 (2010)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.157 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v9i1.474

Abstract

PT. Gunawan Dianjaya Steel (GDS) merupakan salah satu dari perusahaan-perusahaan besar penghasil plat baja di Indonesia yang bertaraf Internasional. Sebagai perusahaan yang bertaraf Internasional, pelayanan terbaik kepada customer menjadi permasalahan utama yang perlu dicermati. Pada penelitian ini peneliti akan mencoba untuk meningkatkan efisiensi pada proses produksi dengan mengevaluasi dan mereduksi aktivitas-aktivitas yang tergolong non-value added. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan suatu metode yang dapat mengidentifikasi pemborosan/waste secara menyeluruh yang terjadi pada proses produksi, yaitu dengan menggunakan metode VSM (Value Stream Mapping) Tools. Metode ini menggunakan metode VALSAT (Value Stream Analysis Tools) untuk memilih tool yang akan digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis waste yang berhasil teridentifikasi adalah waiting, overproduction dan unnecessary inventory. Dan tools yang terpilih antara lain adalah SCRM (SupplyChain Response Matrix) dan PAM (Process Activity Mapping). Adapun pembuatan BPM (Big Picture Mapping) digunakan untuk mendapatkan gambaran perbaikan sistem produksi perusahaan. Untuk meminimasi waste tersebut diberikan beberapa alternatif rekomendasi perbaikan, diantaranya adalah merubah kebijakan perusahaan dalam pemesanan slab, merubah kebijakan perusahaan dalam persiapan cutting slab, merubah kebijakan perusahaan dalam persiapan pre-reheating furnace, penambahan tim inspeksi di area cooling bed, merubah kebijakan perusahaan dalam penetapan jadwal pengiriman plat baja.

Page 10 of 26 | Total Record : 258