cover
Contact Name
Muhammad Zainuddin Fathoni, ST., M.MT
Contact Email
zainuddin@umg.ac.id
Phone
+6281331707167
Journal Mail Official
matrik.ie@umg.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi
ISSN : 16935128     EISSN : 26218933     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Matrik Journal is published by Industrial Engineering Department, Faculty of Engineering University of Muhammadiyah Gresik, twice a year in March and September. The purpose of this journal is to facilitate scientists, researchers and practitioners to publish original research articles or article reviews. The article essentially contains topics on Industrial Engineering, Management, and Production.
Articles 258 Documents
ANALISIS USABILITAS SISTEM OPERASI WINDOWS 10 PADA PENGGUNA EXPERT DAN NOVICE Mohammad Pirli Yusdani; Dutho Suh Utomo; Lina Dianati Fathimahhayati
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 17 No 1 (2016)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB)

Abstract

ABSTRAK sistem operasi Windows 10 merupakan sistem operasi komputer pribadi yang dikembangkan oleh Microsoft. Windows 10sebagai pembaruan dari sistem sebelumnya perluditinjau kekurangan dan kelebihannya berdasarkan pengalaman pengguna, sehinggadapat diberikan usulan perbaikan pada sistem operasi Windows 10. Berdasarkan permasalahan tersebut, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui tingkat usabilitas sistem operasi Windows 10. Penelitian ini mengukur tingkat usabilitas Windows 10 jika digunakan oleh pengguna mahir (expert) dibandingkan dengan pengguna pemula (novice). Metode yang digunakan adalah dengan usability testing dan kuisioner SUS (System Usability Scale). Usability testing digunakan dengan cara mengukur waktu yang dibutukan untuk menyelesaikan suatu tugas. Selain itu diliat pula jumlah kesalahan yang dilakukan saat melaksanakan suatu tugas yang diberikan. Kuisioner SUS digunakan sebagai penunjang data hasil pengukuran guna melihat tingkat kepuasan pengguna. Tugas yang dilakukan masing-masing responden adalah manajemen desktop, manajemen software aplikasi pada system operasi, manajemen browser sistem operasi Windows 10, penggunaan DOS sistem operasi Windows 10, manajemen windows explorer, manajemen devices sistem operasi Windows 10, dan manajemen power sistem operasi Windows 10. Sampel yang digunakan sebanyak 40 responden yang dibagi 2 kelompok responden expert dan novice. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata waktu pengerjaan tugas responden expert sebesar 178,8 detik, jumlah kesalahan sebanyak 37 buah, dan total skor kuesioner SUS sebesar 70,25.Sedangkan rata-rata waktu pengerjaan tugas responden novice adalah 210,65 detik, jumlah kesalahan sebanyak 63 buah, dan total skor kuesioner SUS adalah sebesar 57,875 yang dapat dikatakantidasepenuhnya dapat menerima kehadiran sistem operasi Windows 10. Berdasarkan hasil analisis, perlu dilakukan perbaikan pada menu pengaturan yang sulit ditemukan, kemudian sering terjadinya update otomatis, juga perbaikan pada kompabilitas terhadap hardware dan software yang lama agar dapat dijalankan pada sistem operasi Windows 10
EVALUASI LAYOUT PROSES PRODUKSI DENGAN PENDEKATAN GROUP TECHNOLOGY DI PT. HASWIN HIJAU PERKASA GRESIK DEDE IRAWAN
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 16 No 2 (2016)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v16i2.554

Abstract

Penelitianinidilakukan di PT. Haswin Hijau Perkasa, Gresik. Padalantaiproduksipabriktersebutterdapatlayout yang panjang sehingga mengakibatkan urutan proses produksinya kurang optimal.Perbaikan tata letak fasilitas produksi dilakukan dengan metode Rank Order Cluster Algoritm (ROCA) dan Similarity Coefficient (SC) yang digunakan untuk memperoleh model layout baru dengan nilai forward yang lebih optimal untuk mendapatkan nilai backtraking yang lebih kecil. Untuk mengetahui dari nilai forward dan backward dari kedua metode tersebut, dilakukan dengan cara analisa from to chart.Hasilpenelitian diperoleh hasil forward yang semula 71% menjadi 82% atau mengalami peningkatan nilai forward 11% dari layout awal. Sedangkan untuk nilai backtraking yang semula 29% menjadi 15% atau mengalami penurunan nilai backtraking sebesar 14% dari layout awal. Hasil jarak perpindahan yang semula 1700.68 meter menjadi 1566.37 meter atau mengalami penghematan 8% dari layoutsebelumnya. Sedangkan untuk biaya material handling yang semula Rp 850.340,- menjadi Rp 778.685,- atau mengalami penghematan 8% dari layout sebelumnya
KESENJANGAN KUALITAS PELAYANAN DAN KEPUASAN NASABAH PERBANKAN Rachmad Hidayat
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 9 No 1 (2010)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v9i1.482

Abstract

The purpose of the present research was to analyze conformity of service elements’ importance accordingto customers and bank’s performance. Sample taken was 100 customers of East Javanese banks by usingaccidental sampling technique. The employed analysis was one of importance and customers’ performance/ satisfaction. The analysis utilized Cartesian chart with four quadrants. Results indicated several aspects closely related to customers’ level of satisfaction, among them being tellers’ attention to customers, employees’ seriousness to serving customers, waiting time in queue, availability of ATM, and interest rate offered by the bank.
ANALISIS STRATEGI PENINGKATAN LOYALITAS CUSTOMER B2B E-COMMERCE, STUDI KASUS: GMF AEROTRADE DI PT. GMF AEROASIA Erlinda Muslim
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 19 No 2 (2019)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v19i2.729

Abstract

PT. GMF AeroAsia menawarkan salah satu Business-to-Business E-Commerce terbesar di Indonesia yang bergerak di bidang MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul) memiliki bisnis maintenance pesawat dan sebagai distributor material komponen pesawat yang bernama GMF AeroTrade. GMF AeroTrade merupakan bentuk platform E-Commerce berbentuk web store yang baru berdiri sejak awal tahun 2017. Meningkatnya kebutuhan material setiap tahunnya memberikan dampak yang cukup besar terhadap kompetitifnya pasar distributor kebutuhan komponen pesawat terbang. Dengan perubahan baru dengan diadakannya platform berbasis E-Commerce ini di GMF AeroTrade dan juga melihat adanya banyak kompetitor lainnya di dunia, peran loyalitas pelanggan sangat berpengaruh terhadap keuntungan perusahaan. Maka dari itu GMF AeroTrade membutuhkan strategi yang kuat untuk dapat meningkatkan loyalitas pelanggan (Customer Loyalty). Dalam pembuatan strategi tersebut akan diteliti dari pengaruh faktor Image, Perceived Quality, Perceived Value, dan Customer Satisfaction terhadap loyalitas pelanggan (Customer Loyalty) dengan menggunakan metode SEM-PLS. Selain itu, digunakan metode Importance-Performance Analysis untuk mendapatkan action items beserta tingkat prioritas pelaksanaan untuk setiap action items. Penelitian ini mengambil pelanggan yang aktif melakukan transaksi pembelian di GMF AeroTrade. Hasil dari penelitian ini merupakan strategi untuk meningkatkan loyalitas pelanggan (Customer Loyalty) GMF AeroTrade, sehingga dapat bersaing dengan kompetitor distributor material komponen pesawat lainnya yang ada di dunia
APLIKASI MATRIK STRATEGI DALAM PERENCANAAN STRATEGI PERUSAHAAN Ginanjar Yoni Wardoyo
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 10 No 2 (2011)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v10i2.379

Abstract

Perkembangan dunia industri dan era perdagangan bebas yang begitu pesat telah membuat perusahaan PT. Elnusa yang bergerak dalam pelayanan jasa hulu migas, perlu melakukan analisis strategis untuk mendapatkan informasi secara akurat tentang posisi perusahaan dalam persaingan bisnisnya, kondisi internal dan ekternal perusahaan. Dan merencanakan strategi yang akan diterapkan agar bisa bersaing dalam lingkungan bisnisnya. Permasalahan selama ini PT. ELNUSA OFS Balikpapan khusunya divisi marketing tidak memiliki alat ukuran yang dibutuhkan dalam menentukan strategi terbaik. Penelitian yang dilakukan ini akan menerapkan aplikasi matrik strategi dalam merencanakan strategi perusahaan yang didukung dengan data yang akurat. Untuk merencanakan strategi perusahaan, dalam penelitian inidilakukan analisis input stage yang merupakan analisis pada kondisi internal eksternal perusahaan, selanjutnya analisis matching stage dan analisis decission stage dengan menggunakan metode matrik QSPM. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan tools matrik strategi tersebut, PT. ELNUSA OFS Balikpapan memiliki skor rating dari faktor internal sebesar 2.5 dan eksternal sebesar 2.45. sedangkan posisi PT. ELNUSA OFS Balikpapan berada pada kuadrantengah (V) yang mengandung makna Growth and Stability Strategy. Dan untuk keputusan strategi yang harus dipilih oleh ELNUSA adalah dengan menerapkan Strategi Agresif Intensif, Agresif Diversifikasi dan Agresif Integrasi
ANALISIS PENGARUH SHIFT KERJA TERHADAP BEBAN KERJA MENTAL PADA OPERATOR DISTRIBUTED CONTROL SYSTEM (DCS) DENGAN METODE NASA-TAKS LOAD INDEX (TLX) (Studi Kasus: PT. Cahaya Fajar Kaltim) Riko Ardhi Surya; Lina Dianati Fathimahhayati; Farida D. Sitania
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 19 No 1 (2018)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v19i1.510

Abstract

PT Cahaya Fajar Kaltim merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Pada tanggal 26 Maret 2003 merupakan awal resminya PT. Cahaya Fajar Kaltim yang beroperasi di daerah Embalut, Tanjung Batu, Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. Sistem produksi yang digunakan di PT Cahaya Fajar Kaltim menggunakan sistem otomasi sehingga semua proses produksi dilakukan secara terpusat dengan menggunakan piranti elektronik berupa komputer di area Distributed Control System (DCS). Karena sifatnya yang vital, menjadikan area DCS rentan terhadap resiko yang berdampak besar. Di area DCS, para operator dituntut dalam memantau dan memberikan keputusan yang tepat disaat kondisi darurat. Kondisi ini membuat beban kerja mental yang dirasakan oleh operator tinggi. Pengukuran beban kerja mental pada penelitian ini menggunakan metode NASA- Taks Load Indexs (TLX) dengan mempertimbangkan 3 kondisi kerja yang berbeda yaitu shift pagi pada pukul 07.00-15.00, shift siang pada pukul 15.00-23.00, dan shift malam pada pukul 23.00-07.00. Hasil penelitian menunjukan bahwa beban kerja mental yang diperoleh operator boiler di area DCS didapat pada shift pagi termasuk ke dalam kategori beban kerja mental tinggi dengan nilai skor sebesar 55,89, pada shift siang termasuk ke dalam kategori beban kerja mental agak tinggi dengan nilai skor sebesar 49,41, dan pada shift malam termasuk ke dalam kategori beban kerja mental tinggi dengan nilai skor sebesar 60,52. Berdasarkan metode NASA-TLX shift kerja yang paling tingi dirasakan operator boiler di (DCS) PT.CFK adalah shift malam yang disebabkan oleh menurunnya daya konsentrasi karena rasa mengantuk, kemudian shift pagi yang disebabkan banyaknya tugas yang diberikan meliputi input data, kontroling, dan pengawasan namun operator bisa menyesuaikan kondisi, kemudian terakhir pada shift siang hari sama kondisinya dengan shift pagi namun banyaknya tugas jauh berkurang tugas hanya meliputi kontroler dan pengawasan. Rekomendasi dapat diberikan terhadap hasil nilai perhitungan dan analisa beban kerja mental operator boiler Distributed Control System (DCS) di PT.Cahaya Fajar Kaltim yaitu dengan menerapkan sistem shift baru, menyediakan tempat istirahat yang memadai, membangun fasilitas dan prasarana pendukung, dan juga memberikan pelatihan keamanan kerja yang rutin.
ANALISIS NON VALUE ADDING ACTIVITY DAN DEFECT DENGAN PENDEKATAN LEAN SIX SIGMA DI PT. INDUSTRI KEMASAN SEMEN GRESIK - TUBAN MT Safirin
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 7 No 2 (2009)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1439.179 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v7i2.369

Abstract

PT. Industri Kemasan Semen Gresik ( IKSG ) adalah perusahaan yang memproduksikemasan semen jenis jahit. Dalam proses produksnya masih ditemui adanya aktivitasyang tidak bernilai tambah (non value adding activity) atau pemborosan (waste).Beberapa pemborosan gtersebut antara lain adalah waiting delay, motion daninspection, serta lead time yang panjang, sehingga dapat mempengaruhi kepuasankonsumen. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan dan peningkatan kualitas secara terusmenerus pada proses-proses tersebut sehingga mampu dihasilkan produk yangberkualitas sesuai dengan spesifikasi atau kebutuhan pelanggan.Untuk memecahkan masalah tersebut, digunakan Metode Lean Six sigma yaitu suatumetode yang bertujuan untuk mereduksi non value added activity dan mengurangijumlah defect. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan : a) Cacat yang paling dominanadalah cacat jahitan tidak sempurna. b) Hasil perbaikan lean produksi mampumengurangi: Pemborosan (waste) berkurang dari sebesar 669 menit menjadi 513,45menit, Production lead time berkurang dari sebesar 533 menit (9,28 jam) menjadi499 menit ( 8,32 jam) dan Prosentase Non Value Adding Activity berkurang dari91,26% menjadi 88,90% dan c). Kapabilitas proses pada kemasan semen jenis jahitsebesar 4,50.
ANALISIS PEMILIHAN SUPPLIER TELUR TETAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DI UKM UNGGAS PERTIWI Qolbudin Farhan
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 18 No 1 (2017)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.661 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v18i1.572

Abstract

UKM Unggas Pertiwi adalah usaha kecil menengah yang bergerak dalam bidang peternakan bebek. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari dan menganalisis masalah di bagian penetasan telur yang berkaitan dengan pemilihan supplier telur tetas. Pengumpulan data dilakukan dengan cara diskusi dengan pihak UKM, observasi, studi literatur dan penyebaran kuisioner. Penyelesaian masalah menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Dari hasi pengumpulan data diperoleh kriteria Kualitas (0,496), Ketersediaan(0,196), dan Waktu Pengiriman (0,303), sedang yang menjadi subkriterianya adalah Fertilitas (0,263), Kebersihan (0,089) dan Keutuhan Telur (0,145), Kapasitas Ternak (0,117) dan Gudang (0,078), serta Resiko (0,198) dan Biaya Pengiriman (0,104). Dengan alternatif supplier yaitu “Supplier 1 (0,294)”, “Supplier 2 (0,22)”, “Supplier 3 (0,149)”, “Supplier 4 (0,167)”, dan “Supplier 5 (0,162)”. Dapat disimpulkan bahwa“supplier 1” ditetapkan sebagai supplier paling optimal
Analisa Total Productive Maintenance Dengan Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness Di Pt. Karung Emas Ahmad Amir Hamza
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 16 No 1 (2015)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v16i1.550

Abstract

PT. Karung Emas is a company engaged in the production of sacks that can not be separated from issues related to the effectiveness of the machinery / equipment. In the sack production process is divided into two processes, namely the processes innerbag and process outerbag. Equipment or machinery used in the production process is the extruder outerbag, circularweafing loom, printing and sewing. Total Productive Maintenance (TPM) is a principle of management to improve production efficiency for Improver handling and maintenance of the machine will lead to losses so that the measurement using the Overall Equipment Effectiveness (OEE) followed by measurement of OEE six big losses, breakdown losses, set-up and adjustment losses, reduced speed losses, idling and minor stoppages, rework scarp losses and yield losses. With a Cause and Effect Diagram can be analyzed real problem that the main cause of the high losses that resulted in low labor circularweafing machine loom. Processing results on a machine loom circularweafing known that the OEE for the period January 2015 - May 2015 ranged from 42.96% to 80.83%. This condition indicates that the engine's ability circularweafing loom in the use of machinery / equipment has not reached the ideal condition (≥85%). As for affecting the value of OEE and a top priority for the company is a factor eliminated idling and minor stoppages amounted to 38.98% and the breakdown of 00:09% loss.
PERANCANGAN SISTEM KERJA UNTUK MENINGKATAN EFEKTIFITAS DAN EFISIENSI KERJA DI CV. INTI TEKNIK SURABAYA Suhartini Suhartini
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 13 No 1 (2012)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7.778 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v13i1.402

Abstract

CV. Inti Teknik merupakan perusahaan yang memproduksi panel listrik. Pada saat ini perusahaantersebut telah memiliki banyak pelanggan baik itu yang di kawasan Surabaya maupun kawasan diluarSurabaya.Dari kondisi perakitan di perusahaan tersebut masih jauh dari kata efektif dan efisien.Karenatingkat menganggur yang cukup tinggi terjadi pada beberapa karyawan yang melakukan perakitan, dan juga berkenaan dengan jumlah stasiun kerja yang berubah-ubah.Metode yang di pakai dalam penelitian ini adalah line balancing dengan pendekatan bobot posisi, pendekatan wilayah, dan pembebanan berurutan. Dengan membandingkan dari ketiga metode tersebut diharapkan tercipta suatu sistem kerja yang tepat dalam membuat suatu lintasan perakitan yang efektif dan efisien. Pada penerapan ketiga metode didapatkah hasil untuk pembagian jumlah stasiun dalan lintasan perakitan adalah 4 stasiun. Dari hasil yang di dapat metode bobot posisi memiliki hasil perhitungan yang lebih baik dibandingkan dengan metode pendekatan wilayah serta metode pembebanan berurut.Hasil untuk efisiensi dengan menggunakan metode bobot posisi bisa mencapai 100%. Untuk hasil dengan menggunakan metode pendekatan wilayah sama dengan metode pembebanan berurut yaitu 99,6%. Apabila perusahaan menghendaki untuk efektifitas yang tinggi, maka hasil dari metode bobot posisilah yang tepat untuk di terapkan perusahaan ini, hasil efisiensi untuk tiap stasiunnya dari metode bobot posisi adalah: stasiun ke-1 adalah 100%, stasiun ke-2 adalah 100%, stasiun ke-3 adalah 100%, dan untuk stasiun ke-4 juga 100%. Untuk waktu operasi tiap atasiunnya adalah 239 menit.