cover
Contact Name
Muhammad Zainuddin Fathoni, ST., M.MT
Contact Email
zainuddin@umg.ac.id
Phone
+6281331707167
Journal Mail Official
matrik.ie@umg.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi
ISSN : 16935128     EISSN : 26218933     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Matrik Journal is published by Industrial Engineering Department, Faculty of Engineering University of Muhammadiyah Gresik, twice a year in March and September. The purpose of this journal is to facilitate scientists, researchers and practitioners to publish original research articles or article reviews. The article essentially contains topics on Industrial Engineering, Management, and Production.
Articles 258 Documents
PENERAPAN BUDAYA KERJA 5R/5S DAN PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI CV. CAHAYA MANDIRI Sofiyanurriyanti nurri yanti
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 19 No 2 (2019)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7.778 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v19i2.727

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempengaruhi kinerja karyawan di perusahaan dan pengaruh busaya kerja 5R terhadap kinerja karyawan di CV. CAHAYA MANDIRI. Perusahaan CV. CAHAYA MANDIRI adalah perusahaan yang bergerak pada bidang jasa. Hal itulah yang membuat alat penunjang begitu diperlukan saat melakukan pekerjaan. Pada saat alat penunjang tersebut hilang atau lupa tempat ditaruhnya maka akan berpengaruh besar terhadap kinerja perusahaan. Perusahaan tidak akan dapat bekerja dengan maksimal dikarenakan adanya masalah terhadap alat penunjang tersebut. Jika masalah tersebut dapat diatasi maka perusahaan tidak akan mengalami masalah dan kinerja perusahaan akan menjadi maksimal. Metode penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dan kuantitatif. Pengambilan data sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah karyawan CV. CAHAYA MANDIRI dimana terdapat 50 (lima puluh) jumlah karyawan di perusahaan, dalam analisis penelitian ini dilakuakan dengan menggunakan sampel sebanyak 10 (sepuluh) responden secara random sampling pada karyawan perusahaan. Faktor yang mempengaruhi untuk mengetahui budaya kerja 5R/5S terhadap kinerja karyawan. Nilai koefisien korelasi berganda menunjukkan angka sebesar R2 (0,739) atau 73,9% yang berarti kegiatan 5R/5S dalam perusahaan bisa mempengaruhi kinerja karyawan sebesar 73,9%, sisanya sebesar 26,1% dipengaruhi oleh variabel lain diluar kegiatan 5R/5S. Budaya 5R/5S sangat bagus diterapkan dalam sebuah perusahaan. Dari data tersebut diperoleh hasil persamaan Regresi Linier sebagai berikut : Kinerja (Y) = 6,336 + 1,007 ringkas (X1) + 0,038 rapi (X2) + 0,359 resik (X3) + 0,344 rawat (X4)+ 0,098 rajin (X5).
RANCANGAN PENGUKURAN KINERJA DENGAN BALANCE SCORECARD PADA SISTEM MANAJEMEN STRATEGI Malikul Adil
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 8 No 2 (2010)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v8i2.378

Abstract

Balance Scorecard represent a group of integrated performance measuring rod coming from company strategy from entire/all part of organization. Basically strategy represent a theory about how to reach the target of organization. In approach of Balance top management scorecard formulate its strategy into performance measuring rod, so that employees comprehend and can execute something to reach the strategy. Balanced Scorecard represent a strategic management system or more precise named by: “ Based system accounting responsibility Strategic” what formulate strategy and mission an organization into target of performance measuring rod and operational to 4 different in perspective, that is is in perspective financial, in perspective customer, in perspective of internal business process and is in perspective of growth and learning
USULAN PERBAIKAN KUALITAS PRODUKSI ALUMINIUM TUBE BEROCCA ORG (ORANGE) 15AU DENGAN ALAT BANTU STATISTIK SEVEN TOOLS (STUDI KASUS DI PT. XYZ) denny denny Denny Siregar; Kristin Samdamery
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 19 No 1 (2018)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v19i1.578

Abstract

The research about PT. XYZ which is one of the companies engaged in the field of packanging. The problem in this research is because of the increasing number of defect aluminum tube Berocca Org (Orange) 15 AU for the last four months that exceed the tolerance limits set by the company that is equal to 1.7% of the amount of production each month, therefore need improvement Quality products in the company. The objectives of this research are 1) to know the dominant defect type on Berocca Org (Orange) 15 AU product in finishing part 2) Find the root of the most important problem from the dominant defect type of Berocca Org (Orange) 15 AU 3) Recommend the improvement proposal to decrease Percentage defect on Berocca Org (Orange) 15 product material. The method used is to use tool of statistical seven tools that check sheet,pareto chart, p-chart and fishbone diagram. The results of the study were 1) Type of donation defect on Berocca Org (Orange) 15 AU product ie melet, stripes and eyes. 2) The root problem of the melet defect is that there is no routine time for maintenance and replacement per spring. The root of the most important problem of defect stripes is tired printing operators and printing operator's assistants lack the focus of stirring ink. Furthermore, the root of the most important problem of eye defect is the absence of clear and detailed SOP to check the printout. 3) Proposed improvements to reduce the percentage of defect is to perform maintenance (preventive maintenance) on a regular basis and scheduled to the machine and engine components for the duration of its life, to train new operators to operate the printing machine, controlling and adding alarms in the setting reads every A certain time for the operator's assistant to check and stir the printing ink,makin work instructions for controlling the printing process.
APLIKASI METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT ( QFD ) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI RSUD BUNDER KABUPATEN GRESIK Pregiwati Pusporin
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 7 No 2 (2009)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v7i2.368

Abstract

Rumah Sakit merupakan salah satu sistem produksi yang tidak menghasilkan produkberwujud ( tangible ) tetapi keluarannya berupa jasa ( layanan ). Masukan untuk suatusystem produksi jasa seperti Rumah sakit adalah konsumen itu sendiri. Proses produksi yangmengubah masukan menjadi keluaran terdiri dari tenaga kerja, teknologi, informasi dansebagainya. Dalam sistem jasa Rumah sakit yang menjadi dasar dan ujung tombakpelayanannya kepada masyarakat adalah layanan pelanggan / customer service.Pada dasarnya Rumah Sakit adalah suatu organisasi non profit dimana dalam menjalankanusahanya lebih mengutamakan kepentingan masyarakat dan tidak sepenuhnya mencari laba( keuntungan ). Sebagai organisasi non profit, kegiatan Rumah Sakit tidak berbeda dengankegiatan organisasi yang mencari laba.Rumah Sakit dituntut untuk memberi pelayanan yang bermutu sehingga dapat memuaskankonsumennya. Kepuasan konsumen didefinisikan sebagai sikap konsumen secarakeseluruhan yang memandang dengan baik suatu barang atau jasa setelah memperoleh danmenggunakannya. Jadi kepuasan konsumen adalah penilaian setelah melakukan konsumsi.Dengan mengaplikasikan metode Quality Function Deployment ( QFD ) akan dapatdiketahui keinginan dan kebutuhan konsumen terhadap pelayanan kesehatan rumah sakitserta dapat diidentifikasikan pula respon teknis yang berhubungan dengan pemenuhankeinginan dan kebutuhan konsumen tersebut dalam rangka peningkatan kepuasan konsumenterhadap pelayanan kesehatan rumah sakit.
USULAN PERANCANGAN ULANG MESIN BOILER PRODUKSI TAHU MENGGUNAKAN PENDEKATAN VALUE ENGINEERING SEBAGAI UPAYA UNTUK MEMINIMALKAN WAKTU PRODUKSI Misbachul Munir
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 18 No 1 (2017)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v18i1.571

Abstract

Tahu merupakan salah satu produk dari komoditas usaha kecil menengah berbahan baku kedelai (Glycine sp) yang banyak dijumpai dibeberapa daerah. Mulai dari perkotaan sampai di pedesaan industri pembuatan tahu mulai dikembangkan. Pada UD.Sumber Jaya, merupakan perusahaan yang memproduksi tahu dengan cara yang sudah modern, yaitu dengan menggunakan mesin boiler pipa air sebagai alat produksi penghasil uap. Tetapi mesin boiler pipa air ini dirasa kurang efektif sebab banyak mengalami kendala.Penelitian ini bertujuan untuk mendesain ulang mesin boiler sebagai upaya meminimalkan waktu produksi saat melakukan aktivitas pengoprasian menghasilkan uap guna proses perebusan bubur kedelai dengan konsep Value Engineering(VE). Perancangan mesin boiler ini dapat dinyatakan bahwa terdapat perbaikan waktu pada saat melakukan aktivitas perebusan bubur kedelai, sehingga operator bisa menghasilkan uap 100°C – 150°C dengan cepat dan efisien.Penelitian ini diawali dengan mengidentifikasi proses pembuatan tahu, ketidaknyamanan operator mengenai keluhan dan harapan operator pada desain mesin melalui analisis kuesioner dan wawancara, yang kemudian hasilnya diterjemahkan menjadi konsep perancangan ulang mesin boiler, yaitu berupa mengganti mesin boiler pipa air (awal) ke boiler pipa api. Tahapan kedua adalah memunculkan alternatif- alternatif mesin boiler. Tahapan ketiga adalah melakukan analisis terhadap alternatif- alternatif mesin boiler yang muncul. Tahapan keempat dilakukan analisa biaya dan perhitungan value dengan menggunakan nilai performansi diperoleh dari hasil tahapan ketiga. Dan tahapan kelima akan dipersentasikan alternatif terbaik yang terpilih dengan nilai (value) tertinggi yaitu 1,0 , serta akan disajikan laporan lengkap hasil evaluasi
PENINGKATAN KUALITAS PRODUK SABUN TRANSLUCENT DENGAN PENDEKATAN TAGUCHI Achmad Sugianto
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 16 No 1 (2015)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v16i1.548

Abstract

Dalam proses produksi sabun translucent di PT.Wilmar Nabati Indonesia Gresik terdapat beberapa permasalahan yang timbul, berdasarkan hasil pengamatan pada bulan Februari diketahui produk cacat jenis low translucent 9%, moisture rendah 2%, dan pada bulan Mei cacat jenis low translucent 11% dan moisture rendah 3%. Jadi faktor yang diprioritaskan untuk diperbaiki adalah jenis cacat low translucent karena presentase cacatnya tinggi. Proses pembuatan sabun translucent menggunakan beberapa bahan baku dan proses produksi antara lain jenis bahan baku (SN 8020, SN 9010), pemakaian glycerin (1 Kg, 1.1 Kg), waktu proses Mixing (45 menit, 60 menit), pemakaian Demin Watter (100 Ml, 200 Ml). Bahan-bahan dan proses produksi yang tidak sesuai dari komposisi akan mengakibatkan banyak produk yang cacat. Karakteristik dari bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan sabun translucent sangat berpengaruh dalam menentukan kualitas sabun translucent. Dari identifikasi faktor terkendali ada 4 faktor dan 2 level, sehingga didapat Orthogonal Array dari Metode Taguchi L8(27). Karakteristik kualitas yang dipakai dalam penelitian yaitu (Smaller The Better). Kontribusi dari faktor yang signifikan adalah pemakaian glycerin (B) 29.419%, bahan baku (A) 23.513%, bahan baku X pemakaian glycerin (AB) 22.808%. Sedangkan kombinasi level faktor yang optimum adalah jenis bahan baku (A) (SN 8020), Pemakaian glycerin (B) (1.1 Kg), waktu proses mixing (60 menit), pemakaian demin water (D) (200 Ml).
PENGEMBANGAN ALTERNATIF DESAIN PERBAIKAN ALAT POTONG KERIPIK PISANG (STUDI KASUS DI HOME INDUSTRI PEMBUATAN KERIPIK PISANG DESA BANGSRI, KECAMATAN KERTOSONO, KABUPATEN NGANJUK) Andriawan Haryo Nugroho; Dedy Kunhadi
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 13 No 1 (2012)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v13i1.401

Abstract

Alat potong bahan baku keripik pisang modifikasi yang merupakan hasil kreasi dari kondisi alat potong yang digunakan saat ini masih sederhana, kurang efisien dan kurang efektif. Alat yang berfungsi sebagai pemotong adalah berupa alat potong yang biasa digunakan untuk mengolah bahan – bahan yang akan dimasak menjadi sayur. Metode rekayasa nilai digunakan sebagai metode untuk memilih satu alternatif modifikasi pada alat potong modifikasi dan menganalisanya melalui tahapan lima rencana kerja. Pada tahap analisa dipilih 3 alternatif modifikasi dari perbaikan mesin ditambah 1 desain awal, dimana desain awal digunakan sebagai patokan dalam penilaian performansi. Hasil penentuan nilai pada tahap pengembangan diperoleh bahwa alternatif modifikasi ke 1 mempunyai nilai 0.79 dengan performansi 172.072 dengan memberikan keuntungan yaitu : proses pemotongan lebih cepat, perawatan mudah, hasilpotongan relatif bersih dan rapi, langkah potong lancar dan ringan, keselamatan operator lebih baik
PERANCANGAN PERBAIKAN METODE KERJA DENGAN MOST (MAYNARD OPERATION SEQUENCE TECHNIQUE) DAN SIMULASI PADA PROSES PRODUKSI DI UD. SONGKOK MUSLIM Yoko Teddy Herwanto
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 14 No 1 (2013)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v14i1.677

Abstract

Suatu pekerjaan akan dikatakan diselesaikan secara efisien apabila waktu penyelesaiannya berlangsung paling singkat. Ukuran sukses dari suatu sistem produksi dalam industri biasanya dinyatakan dalam bentuk besarnya produktivitas atau besarnya output dan input yang dihasilkan. Pengukuran waktu baku pada saat ini dilakukan secara langsung dengan metode jam henti dan secara tidak langsung. Metode MOST (Maynard Operation Sequence Technique). Adalah metode Pengukuran waktu standard dan output standar kerja untuk mengetahui waktu kerja yang dilakukan dengan cara mengeliminasi gerakan-gerakan yang tidak memberi nilai tambah sehingga mempersingkat waktu pengerjaan. Kemudian dilakukan pemodelan simulasi dengan software arena untuk menetukan model yang paling optimal pada proses produksi songkok pada UD.Songkok Muslim. Hasil pengukuran dengan MOST sebelum perbaikan pada proses pengemalan Output standar dengan menggunakan metode kerja lama adalah 338 unit, dan Output standar menggunakan MOST adalah 377unit . pada proses penjahitan Output standar dengan menggunakan metode kerja lama adalah 50 , dan Output Standar menggunakan MOST adalah 58 unit. pada proses pengemasan Output Standar dengan menggunakan metode kerja lama adalah 375 , dan Output Standar menggunakan MOST adalah 421 unit. Dari hasil simulasi dengan Arena. maka tingkat kesibukan untuk skenario 1 dan skenario 2. masih terjadi ketidakseimbangan antara stasiun kerja yang satu dengan lainnya. nilai tingkat kesibukan pada skenario 2 lebih tinggi dari pada skenario 1. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model skenario 2 adalah model yang dapat memberikan hasil yang lebih optimal.
PERENCANAAN TATA LETAK FASILITAS INDUSTRI GALANGAN KAPAL DI LAMONGAN I.G.A Sri Deviyanti; Dedy Kunhadi; Johan Frastian
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 15 No 1 (2014)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v15i1.534

Abstract

PT. Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero) merupakan salah satu BUMN strategis yang mempunyai core business di bidang ship building, ship repair, ship conversion dan sudah berstandart internasional serta berstandart ISO 9001 sejak 1997.Dalam menghadapi pesatnya permintaan dan kebutuhan sektor bangunan kapal baru, guna memperkuat armada kapal nasional dan perekonomian nasional dimasa mendatang, maka PT. Dok dan Perkapalan Surabaya berencana membangun galangan kapal baru di daerah Lamongan, tepatnya di daerah pantai Brondong Lamongan. Rencana pembangunan galangan di daerah pantai Brondong Lamongan digunakan untuk membangun kapal baru, terutama untuk jenis kapal tanker karena kedalaman lautnya mencapai sekitar 8 meter hingga 10 meter. Sementara galangan di Tanjung Perak Surabaya akan diprioritaskan untuk reparasi kapal karena kedalaman laut yang terbatas.Perencanaan tata letak fasilitas yang baik dalam proses pembangunan galangan kapal tersebut sangat dibutuhkan untuk membantu program pemerintah dalam meningkatkan efisiensi secara keseluruhan dan pengendalian manajemen yang lebih baik. Banyak metode-metode yang digunakan dalam melakukan perencanaan tata letak dan fasilitas. Salah satu metode yang digunakan dalam menyelesaikan penelitian ini dengan menggunakan metode fixed position layout dan untuk metode perpindahan material menggunakan metode straight line.
PENERAPAN SIX SIGMA PADA PENGENDALIAN KUALITAS PROSES PRODUKSI GOOD DAY CAPPUCINNO I.G.A Sri Deviyanti; Iman Supriadi
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 12 No 2 (2012)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v12i2.392

Abstract

Penelitian ini menggambarkan bagaimana aplikasi metode Six Sigma digunakan untuk melakukan perbaikan kualitas pada perusahaan manufaktur yang memproduksi produk Good day Cappucinno. Pendekatan DMAIC dipakai untuk menganalisa dan melakukan perbaikan produk Good day Cappucinno karena tingginya variabilitas dan cacat dibanding produk lain. Perbaikan kualitas di fokuskan pada proses yang mempengaruhi terjadinya cacat yaitu pada sub proses mixing dan packing. Penentuan proyek Six Sigma didasarkan atas proses dan jenis cacat pada setiap sub proses. Pendekatan FMEA mampu memberi rekomendasi perbaikan kualitas. Evaluasi dari hasil perbaikan penting untuk dilakukan karena beberapa implementasi perbaikan kualitas tidak berjalan sesuai dengan rencana. Pelaksanaan perbaikan kualitas dengan Six Sigma perlu dilakukan secara serentak dan dilakukan penggambaran dan pendefinisian yang sistematis dan keseluruhan agar pemetaan permasalahan kualitas dapat terlihat secara menyuluruh.Usaha ini akan sangat membantu perusahaan didalam membentuk tim-tim Six Sigma di keseluruhan department dan line produksi. Adanya usaha ini akan menyebabkan lingkungan kerja akan semakin kondusif dan budaya “peduli kualitas” akan mudah terbentuk di perusahaan. Dalam perbaikan Good day Cappucinno di PT Santos Jaya Abadi menunjukkan bahwa tidak semua rencana perbaikan mampu menurunkan DPMO atau meningkatkan nilai Sigmanya mungkin karena pelaksanaan perbaikan di lapangan tidak berjalan dengan baik atau kurang efektif. Oleh karena itu penting bagi perusahaan melakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan langkah pelaksanaan perbaikan dilapangan benar-benar berjalan dengan baik dan mengikuti prosedur yang telah direncanakan.

Page 9 of 26 | Total Record : 258